• Tidak ada hasil yang ditemukan

HARMONI HIDUP BERAGAMA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI UMBULSARI JEMBER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "HARMONI HIDUP BERAGAMA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI UMBULSARI JEMBER"

Copied!
191
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jemeber

untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Pendidikan Agama Islam

Oleh:

Reza Adi Prayogo NIM: T20181167

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

SEPTEMBER 2022

(2)

ii

HARMONI HIDUP BERAGAMA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI UMBULSARI

JEMBER

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jemeber

untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Pendidikan Agama Islam

Oleh:

Reza Adi Prayogo NIM: T20181167

Disetujui Pembimbing

Hafidz,S.Ag., M.Hum.

NIP. 19740218003121002

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

SEPTEMBER 2022

(3)

iii

(4)

iv

MOTTO

ْمُكَم َرْكَا َّنِا ۚ ا ْوُف َراَعَتِل َلِٕىۤاَبَق َّو اًب ْوُعُش ْمُكٰنْلَعَج َو ىٰثْنُا َّو ٍرَكَذ ْنِ م ْمُكٰنْقَلَخ اَّنِا ُساَّنلا اَهُّيَآٰٰي

۝ ٌرْيِبَخ ٌمْيِلَع َ هاللّٰ َّنِاۗ ْمُكىٰقْتَا ِ هاللّٰ َدْنِع

Artinya : Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki- laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa- bangsa dan bersuku- suku supaya kamu saling kenal- mengenal. Sesungguhnya orang yang

paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha menggenal.1

(Q.S. Al-Hujurat 49;13)

1 DISBINTALAD, Al-Quran dan Terjemah, (Jakarta: PT. Sari Agung, 2005), 1035

(5)

v

PERSEMBAHAN

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, Puji syukur kuhaturkan kepada Allah Swt.

Yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, seiring ucapan syukur dengan rasa tulus dan kerendahan hati kupersembahkan skripsi ini kepada:

1. Kepada kedua orang tuaku (bapak Edi Purnomo dan ibu Siti Munfaridah) yang saya cintai sebagai tanda bukti hormat dan tanda Terimakasih atas do’a, dukungan, motivasi dan wejangan yang telah diberikan selama ini dan kasih sayang yang tiada terhingga.

2. Seluruh Keluarga besar saya yang telah memberikan motivasi, semangat dan do’a terbaik bagi saya.

3. Guru-guru saya yang telah memberikan bimbingan, mengarahkan kepada hal positif dan menanamkan ilmunya pada saya hingga menjadi orang yang mengerti.

4. Tema-temanku yang sudah bersedia menjadi tempat berbagi suka maupun duka dan banyak memberikan inspirasi, pengalaman dan pelajaran, serta yang selalu menemani dan memberikan semangat dari awal sampai akhir

.

(6)

vi

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis persembahkan kepada Allah karena atas rahmat dan karunian-Nya yang tak terhingga sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian skripsi ini, sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada baginda Rosulullah SAW. Karena dengan syafaatnya penulis dapat menikmati agama sempurna yang selalu dalam ridha Allah SWT.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan meraih gelar sarjana pendidikan dalam program studi pendidikan agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dengan judul “Harmoni Hidup Beragama Peserta Didik di SMA Negeri Umbulsari Jember”. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE, MM. Selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) KH Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan segala fasilitas yang membantu kelancaran atas terselesaikannya skripsi ini.

2. Ibu Prof Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) KH Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan izin penelitian.

3. Bapak Dr. Rif’an Humaidi, M. Pd. I., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Islam UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

(7)

vii

4. Ibu Dr. Hj. Fathiyaturrahmah, M.Ag. selaku ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam yang telah membantu dalam segala hal yang diperlukan sebagai syarat skripsi.

5. Bapak Hafidz, S. Ag. M. Hum, selaku dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan pengarahan, motivasi meluangkan waktunya untuk membimbing peneliti dalam menyelesaikan skripsi dengan baik.

6. Seluruh dosen dan staf karyawan Universitas Islam Negeri (UIN) KH Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan pengalaman serta melayani segala urusan akademik yang bermanfaat bagi peneliti.

7. Bapak Drs. Aunur Rofiq, M. Pd. Selaku Kepala SMA Negeri Umbulsari, yang telah yang telah memebrikan Izin melaksanakan penelitian.

8. Bapak/Ibu dewan guru SMAN Umbulsari Jember, yang telah membantu dan memberikan informasi serta data-data yang dibutuhkan peneliti sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan bai.

Akhir kata, semoga segala amal baik yang telah Bapak/Ibu berikan kepada penulis mendapat balasan yang baik dari Allah SWT.

Jember, 20 September 2022 Penulis,

REZA ADI PRAYOGO NIM. T20181167

(8)

viii ABSTRAK

Reza Adi Prayogo, 2022 : Harmoni Hidup Beragama Peserta Didik Di Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari Jember.

Kata Kunci : Toleransi Beragama

Indonesia.merupakan negara majemuk dengan berbagai keberagaman yang ada di dalamnya. Adanya keberagaman atau perbedaan disuatu negara ber peluang besar akan terjadinya suatu konflik, beberapa konflik sosial, agama, etnis, maupun politik pernah terjadi di Indonesia yang didalamnya melibatkan banyak pihak termasuk peserta didik. Peran institusi pendidikan formal menjadi sangat penting dalam hal mencegah adanya konflik. Melalui pendidikan agama di sekolah lebih hususnya melalui Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu memberi solusi, agar terjadi rasa saling menghormati, menghargai, dan meningkatkan rasa kebersamaan tanpa harus mengusik keyakinan masing-masing.

Berdasarkan konteks penelitian tersebut, Adapun fokus penelitian ini adalah, 1) Bagaimana bentuk keharmonisan Hidup Beragama Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari Jember? 2) Bagaimana Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam menjaga keharmonisan Hidup Beragama Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari Jember? 3) Apa kebijakan lembaga sekolah dalam menjaga keharmonisan Hidup Beragama Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari Jember?

Tujuan dari penelitian ini dilaksanakan yaitu, 1) Untuk memaparkan bentuk keharmonisan Hidup Beragama Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari Jember. 2) Untuk memaparkan Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam menjaga keharmonisan Hidup Beragama Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari Jember. 3) Untuk memaparkan kebijakan lembaga sekolah dalam menjaga keharmonisan Hidup Beragama Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari Jember.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah model Miles, Huberman dan Saldana yaitu menggunakan pengumpulan data : wawancara, observasi dan dokumentasi. Langkahnya meliputi: kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan datanya menggunakan kredibilitas data yaitu: triangulasi sumber dan triangulasi teknik.

Berdasarkan hasil temuan peneliti yang telah dilakujkan di SMA Negeri Umbulsari tentang toleransi beragama bahwa: 1) Bentuk keharmonisan Hidup Beragama Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari Jember yaitu:

a) saling menghormati dan menghargai, b) kerjasama dan tolong menolong, dan, c) saling mengingatkan. 2) Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam menjaga keharmonisan Hidup Beragama Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari Jember yaitu: a) doa bersama, b) memberikan kebebasan, dan c) memberikan nasihat dan teladan. 3) Kebijakan Lembaga Sekolah Dalam Menjaga keharmonisan Hidup Beragama Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari Jember yaitu a) embuattata tertib siswa, b) tidak boleh membeda-bedakan atau mendiskriminasi, c) Mengembangkan Kurikulum Berpendekatan Multikultural, dan d) Mengadakan Kegiatan Hari Besar Keagamaan.

(9)

ix

(10)

x

(11)

xi

(12)

xii

(13)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Konteks Penelitian

Indonesia merupaka negara besar yang terhampar mulai.dari Sabang sampai Merauke, dengan luas wilayah ± 1.919.140 km2, dikelilingi ± 20 ribu pulau besar dan kecil dengan.dihuni oleh ± 238 juta jiwa penduduk dari berbagai suku, agama, budaya, dan kepecayaan. Dengan demikian, Indonesia melebihi kebanyakan dari.negara-negara lain, Indonesia merupakan negara yang multi suku, multi etnik, multi agama, dan multi budaya.2

Kemajemukan.tersebut ditandai dengan ciri yang bersifat horizontal dan vertikal. Ciri horizontal Kemajemukan masyarakat Indonesia itu ditandai adanya kesatuan-kesatuan sosial yang berdasarkan perbedaan suku, agama, ras/etnis dan antar golongan (SARA) serta kebudayaan lokal dan kepentingan yang beraneka ragam. Kemajemukan di Indonesia sendiri di pengaruhi oleh beberapa faktor, dimana faktor yang pertama di pengaruhi oleh.keadaan geografis yang mana Indonesia memiliki begitu banyak .pulau, hal tersebut menjadi faktor terbesar pengaruhnya terhadap terciptanya pluralitas bangsa Indonesia.3

Faktor kedua yaitu dimana Indonesia berada diantara dua benua dan diapit dua samudra, hal tersebut dapat berpengaruh terhadap geopolitik dan

2 Irma Novayani, Pembelajaran Pendidikan.Agama Islam (PAI) Berbasis.Multikultural, Tadib, Vol. 3 No. 2, (Desember 2017), 236

3 Muhaimin, Damai di Dunia, Damai untuk Semua Perspektif Berbagai Agama, (Proyek Peningkatan Pengajian Kerukuna Hidup Umat.Beragama, Puslitbang Kehidupan Beragama, Badan Litbang Agama dan Diklat.Keagamaan, Departemen Agama RI, 2004), 13

(14)

geokultur Indonesia. Dan faktor ketiga yaitu kondisi alam dan struktur tanah yang berbeda-beda diantara berbagai daerah, sehingga menciptakan pola hidup dan tradisi yang berbeda-beda begitu juga denga agama.4 Keberagaman agama merupakan salah satu sunnatulah yang ada di dunia. Sebelum Islam datang, telah ada berbagai macam agama seperti Yahudi, Nasrani, Majusi dan lain sebagainya.

Di Indonesia, keberagaman.menjadi faktor.sosial yang tak terbantahkan. Indonesia sendiri dalam hal agama dan kepercayaan memiliki berbagai macam agama dan kepercayaan, dalam hal kehidupan sosial, masing- masing agama harus bisa menjaga eksistensinya dengan agama – agama lain, tidak hanya itu tetapi harus juga bisa menghadapi keberagaman agama yang ada. Agama yang telah diakui secara resmi oleh negara berjumlah enam yaitu Islam, Kristen, Khatolik, Hindu, Budha.dan Khong Hu Chu. Negara.sendiri menjamin kebebasan seseorang dalam menganut agamanya.

Adanya keberagaman atau perbedaan disuatu negara ber peluang besar akan terjadinya suatu konflik. Beberapa konflik dan kekerasan telah mewarnai perjalanan negeri ini, mulai dari konflik, sosial, baik yang bernuansa agama, etnis, maupun politik pernah terjadi di Indonesia yang didalamnya melibatkan banyak pihak, strata dan jenis kelamin. Semuanya muncul dipengaruhi karena adanya sentimen dan egoisme agama, etnis, ras, suku dan golongan tertentu dalam mengkalaim kebenaranyaterhadap

4 Muhaimin., 13

(15)

golongan lain. peristiwa-peristiwa yang terjadi di masyarakat bisa menjadi dasar pemikiran bahwa usia yang relatif matang dan tingkat pendirian yang tinggi ternyata tidak menjamin orang dewasa lepas dar konflik.

Jika dilacak, akar penyebab antara wilayah satu dengan lainya memang cukup beragam. Ada faktor kesenjangan ekonomi, persetruan politik, perebutan kekuasaan, atau persaingan antar agama. Namun demikian dari sebagian besar konflik dan kekerasan yang ada, “Agama”” dinilai menjadi salah satu faktor yang ikut andil sebagai pemicu.5

Mengenai keberagaman agama yang ada di Indonesia, negara sendiri telah mengatur dalam sebuah undang-undang yang terdapat pada pasal 28 E ayat 1 Undang-undang Dasar Tahun 1945 di jelaskan: “Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkanya, serta berhak kembali.”6 Pada pasal 29 ayat 2 juga dijelaskan bahwasanya “Negara.menjamin kemerdekaan setiap.orang memeluk agamanya masing-masing.dan beribadat menurut agama.dan kepercayaannya”.7

Dewasa ini, banyak fenomena yang diketahui baik dari media masa, surat kabar atau dilingkungan sekitar, bahwasanya keruunan dan toleransi antar umat beragama semakin tidak melekat pada diri individu maupun

5 Ngainun Naim dan Ahmad Syauqi, Pendidikan Multikultural: Konsep dan Aplikasi (Yogyakarta: Ar-Ruzz, 2008), 15

6 Majelis.Permusyawaratan.Rakyat Republik.Indonesia, Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 28E ayat 1 (Jakarta: 2000), 69

7 D.P. Budi Susetyo, Mochamad Widjanarko, Revitalisasi Toleransi Beragama Berbasis Kearifan Lokal, (semarang: Universitas Katolik Soegijarpranata, 2017) 2.

(16)

kelompok. Baik orang dewasa maupun kanak-kanak. Mereka cenderung anarkis dan apatis terhadap pemeluk agama lain sehingga kekerasan sering kali terjadi ditengah sebagian pemeluk agama, dan perpecahan mulai timbul sehinga mereka memilih untuk berkelompok dengan keyakinan masing- masing. Masalah tersebut terjadi karena tidak adanya toleransi antar sesama.

Toleransi dalam pergaulan hidup antar umat beragama, yang didasarkan kepada setiap agama menjadi tanggung jawab pemeluk agama itu sendiri dan mempunyai bentuk ibadat (ritual) dengan sistem dan cara tersendiri yang ditaklifkan (dibebankan) serta menjadi tanggung jawab orang yang pemeluknya atas dasar itu, maka toleransi dalam pergaulan hidup antar umat beragama bukanlah toleransi dalam masalah-masalah keagamaan, melainkan perwujudan sikap keberagaman pemeluk suatu agama dalam pergaulan hidup antar orang yang tidak seagama, dalam masalah-masalh kemasayarakatan atau kemaslahatan umat.8

Agama dapat menjadi sumber moral dan etika. Konflik, kekerasan dan reaksi destruktif akan muncul apabila agama kehilangan kemampuan untuk merespon secara kreatif terhadap perubahan sosial yang sangat cepat. Setiap agama tentu mngajarkan nilai-nilai yang melahirkan norma atau atauran tingkah laku para pemeluknya, memberi kemungkinan bagi agama untuk berfungsi menjadi pedoman dan petunjuk bagi pola tingkah laku corak sosial.

Kerja sama antar agama diperlakukan untuk menerjemahkan kesadaran atas

8 Said Agil Husin Al-Munawar, Fiqih Hubungan Antar Agama, (Jakarta: Ciputat Press, 2003), 14

(17)

hakikat dasar moralitas dan sikap moral terhadap realitas sosial serta keinginan untuk menghormati orang lain.9

Oleh karena itu diperlukan adanya sikap toleransi dari individu yang beragam. Sikap ini dapat saling membantu bekerja sama dalam membangun negara menjadi lebih baik. Untuk menjadi individu-individu yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan menghormati individu lainnya diperlukan adanya pemahaman, bahwa perbedaan bukanlah menjadi satu persoalan, yang paling penting adalah bagaimana menjadikan perbedaan itu menjadi indah, dinamis dan membawa berkah.

Agama Islam sangat menghargai dan menjunjung tinggi sikap toleransi terhadap sesama. Islam mengajarkan akan hal perbedaan diantara manusia, baik dari sisi etnis maupun keyakinan dalam beragama, perbedaan tersebut adalah fitrah dan sunatullah, tujuanya sendiri tak lain dan tak bukan adalah supaya manusia saling.mengenal dan berinteraksi. Islam sendiri mengakui akan adanya agama-agama lain selain agama.yang dianutnya.10

Allah SWT mmerintahkan untuk bertoleransi dan saling menghormati dimana Allah SWT telah menciptakan manusia yang berbeda-beda satu sama lainya . sebagaimana dalam firmanya Q.S. Al- Hujarat 49: 13

9 Nurcholish Madjid, Pluralitas Agama Kerukunan dalam keragaman, (Jakarta: Kompas, 2001), 20

10 Adeng Muchtar Ghazali, Toleransi Beragama dan Kerukunan dalamPerspektif Islam, RELIGIUS: Jurnal.Agama dan Lintas Budaya, Vol. 1 No. 1, (September 2016), 173

(18)

Artinya: Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki- laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa- bangsa dan bersuku- suku supaya kamu saling kenal- mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.

Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha menggenal.11 Ayat tersebut menjelaskan tentang betapa Allah tidak membeda- bedakan seorang hambanya berdasarkan ras, suku, bangsa dan gender, salah satu hal yang membedakan hamba yang satu dengan lainya yaitu ketaqwaanya kepada Allah. Ayat tersebut juga menjelaskan tentang toleransi, yakni kita tidak boleh membeda – bedakan sesama .manusia namun untuk saling mengenal satu sama lainya dan tidak saling bermusuhan.

Dalam ayat lain Allah SWT. berfirman bahwasanya Islam .sendiri memberi kebebebasan bagi manusia dalam.memilih keyakinan yang dianutnya, sebab dalam memilih keyakinan harus berdasarkan kebebasan seseorang, tidak harus dengan paksaan didalamnya. Hal ini sesuai dengan yang termuat pada QS. Al-Baqarah/2: 256:

ِ يَغْلا َنِم ُدْش ُّرلا َنَّيَبَّت ْدَق ِِۗنْيِ دلا ىِف َها َرْكِا ٓ َلَ

Artinya: “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat”12

Toleransi menurut Tillman ialah suatu sikap atau.perilaku.yang saling menghargai, melalui.pengertian dengan tujuan.kedamaian. Toleransi

11 DISBINTALAD, Al-Qur’an dan Terjemah, 1035

12 DISBINTALAD, Al-Qur’an dan Terjemah, 77

(19)

merupakan cara dalam menuju kedamian. Toleransi di sebut.sebagai faktor esensi untuk perdamaian. Pada intinya.Toleransi berarti sifat.dan sikap menghargai. Sifat.dan sikap menghargai harus.ditunjukkan oleh siapapun terhadap bentuk kemajemukan yang ada di Indonesia.13

Toleransi pada hakikatnya merupakan cara untk menjaga keharmonisan dan kerukunan antar pemeluk agama, tanpa adanya kebebasan dalam beagama kerukunan sendiri kemungkinana besar tak akan ada. .Tanpa adanya kebebasan beragama akan menimbulkan saling bersinggungan antara pemeluk agama yang satu dengan yang lainnya. Hal ini keluar dari hakikat dari agama itu sendiri, yang mana agama berasal dari sansekerta.yang berasal dari dua suku kata yaitu a (tidak) dan gama (kacau), yang memiliki arti bahwa agama adalah

“tidak kacau”.14 Terlepasa akan hal itu semua, manusia sebagai makhluk sosial harus memiliki kepekaan dan kesadaran terhadap pentingnya sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat dengan adanya toleransi maka menjadikan persatuan dan kesatuan suatu bangsa.

Nabi Muhammad SAW. Ketika berhijrah dari Mekah ke Madinah, ketika beliau di angkat sebagai Khalifah pada saat itu dengan masyarakat yang plural dimana hampir semua agama terdapat.di kta Madinah sehingga pada saat itu Rosulullah SAW. Mengeluarkan.suatu kebijakan dimana kebijakan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya konflk atau gesekan antar umat yang bisa saja terjadi dengan mengatasnamakan agama atau kelompok tertentu. Sehinga

13 Sulistiyowati Gandariyah Afkari, Model.Nilai Toleransi Beragama, dalam Proses Pembelajaran.di SMAN 8 Kota Batam, (Pekanbaru: Yayasan Salman, 2020), 19

14 M. Yusuf Wibisono, Sosiologi Agama, (Bandung: Prodi S2 Agama-Agama UIN Sunan Gunung Jati Bandung, 2020), 23

(20)

kebijakan yag dikeluarka.oleh Rosulullah.diknal sebagai Piagam Madinah.

Sehingga kebebasan dalam beragama tumbuh dan berkembang di kota Madinah pada saat itu kebesan beragama di Madinah dijamin oleh konstitusi.

Keharmonisan antar pemeluk agama tentu tidak muncul begitu saja ia merupakan hasil dari adanya sikap toleransi yang diterapkan ditengah perbedaan. Toleransi pun juga sama yang merupakan buah dari proses.pembimbingan, pembinaan .dan pembiasaan yang begitu panjang dalam pendidikan yang senantiasa.menekankan pada sikap menghargai perbedaan. Kini dengan derajat budaya toleransi antar umat beragama yang makin menurun di masyarakat, agaknya perlu dicermati kembali bagaimana sistem dan proses pendidikan yang berjala di masyarakat. Salah satu faktor yang diyakini oleh masyarakat dalam kelangsungan hidup manusia adalah pendidikan.

Berkaitan dengan upaya penerapa budaya toleransi antar umat beragama, peran dari institusi pendidikan formal, termasuk institusi sekolah menjadi sangat penting. Oleh sebab itu, sumbangan sekolah bagi pembentukan karakter anak didik yang intelek, religius, dan sekaligus nasionalis perlu terus dikembangkan.15 Walaupun kebebasan agama sudah dijamin oleh negara secara konstitusional, bukan berarti seseorang bisa memaksa kehendak beragamanya kepada umat lainnya.. tidak hanya dalam konstitusi, prinsip kebebasan dan toleransi antar umat beragama juga berakar dalam tradisi keagamaan dan kepercayaan. Oleh karena itu peran agama didalam institusi

15 Djaali, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Kasara, 2008), 3

(21)

pendidikan sebenarnya menjadi cukup strategis dalam membentuk mainstraim peserta didik agar menjadi pribadi yang demokratis dan toleran.16

Menurut para ahli sosiologi pendidikan, terdapat relasi timbal balik antara dunia pendidikan dengan kondisi sosial masyarakat. Relasi tersebut bermakna bahwa apa yang berlangsung dalam dunia pendidikan merupakan gambaran dari kondisi yang sesungguhnya dalam kehidupan di masyarakat yang kompleks. Demikian juga sebaliknya, kondisi masyarakat, baik dalam aspek kemajuan, peradaban, dan sejenisnya tercermin dalam kondisi di dunia pendidikannya. Oleh karena itu majunya dunia pendidikan dapat dijadikan cermin majunya masyarakat.17

Dalam Undang – Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab I tentang kedudukan umum pasal 1 ayat 1Pendidikan memiliki peran yang penting dalam .membentuk kepribadian seorang. Pendidikan merupakan usaha yang terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pemebelajaran agar peserta didik aktif dalam mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki sepiritual keagaamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan.akhlak mulia, serta ketrampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.18

Pada pasal 4 ayat 1 dalam Undang – Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa “pendidikan

16 Chan M. Sam dan Tuti T. Sam, Analisis SWOT: Kebijakan Pendidikan Era Otonomi Daerah, (Jakarta: Raja Grafindo, 2008)

17 Ngainun Naim dan Ahmad Sauqi, Pendidikan Multikultural...., 13

18 Undang-undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS &

Peraturan Pemerintah RI Tahun 2010 tentang.Penyelenggaraa.Pendidikan serta Wajib Belajar, (Bandung: Citra Umbara, 2012), 2

(22)

diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nila keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa.”19 Maka untuk mengatasi problematika diatas, Pendidikan agama hususnya pembelajaaran pendidikan agama Islam memiliki peranan .yang penting dan sebagai solusi alternatif perlu diterapkan khususnya disekolah umum baik itu negeri maupun swasta, untuk mengurangi terjadinya diskriminasi dalam kehidupan masyarakat majemuk sangat perlu juga siswa aiajarkan toleransi agama, pemahamanya tentang hidup dengan sesama manusia harus dikembangkan agar tidak terjadi suatu konflik dalam masyarakat khususnya masyarakat yang multikultural.

Pendidikan Agama Islam merupakan rangkaian pembelajaran yang dapat mewujudkan tujuan pendidikan Indonesia, tujuan dari Pendidikan Agama Islam sendiri yaitu meningkatkan keimanan, pengetahuan dan pengalaman peserta didik mengenai agama Islam sehingga menjadi muslim yang beriman dan bertaqwa serta menjadi pribadi yang baik untuk masyarakat, bangsa dan negara.20 Bentuk pencapaian dari tujuan pendidikan agama Islam memiliki peran dalam meningkatkan kualitas hdup yang dapat direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu memberi solusi agar terjadi rasa saling menghormati, menghargai, meningkatkan rasa kebersamaan tanpa harus mengusik keyakinan masing-masing. Upaya menjaga kerukunan melalui pendidikan yaitu melalui pembelajaran pendidikan agama Islam harus

19 Undang-undang.Republik Indonesia No. 23 Tahun 2003., 6

20 Ramayulis, Metodoloi Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 2005), 21

(23)

di implementasikan dan bukan hanya sekedar wacna.21 Artinya kurikulum disatuan pendidikan khususnya pada mata pelajaran pendidikan agama Islam harus bisa paling tidak menjadikan pendidikan agama Islam sebagai satu indikator yang dalam pelaksanaanya tidak hanya melihat aspek kognitif saja tetapi justru harus lebih menekankan aspek afektifnya yaitu bagaimana siswa merefleksikan pemahamannya akan keberagaman dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam mengimplementasikan nilai-nilai multikultural khususnya nilai toleransi, lembaga pendidikan sekolah merpakan wahan ayang paling tepat.

Hal ini dikarenakan, dalam lingkungan sekolah siswa memiliki latar belakang yang beraga, baik dari agama, budaya, latar sosial ekonomi, latar pendidikan orang tua, daerah termasuk adat istiadat. Dengan adanya keberagaman tersebut tentu ditemukan banyak perbedaan dalam sikap dan perilaku siswa22.

Lewat penanaman budaya toleransi di sekolah-sekolah baik di dalam maupun di luar kelas, akan menjadi media penlatihan dan penyandaran bagi generasi muda untuk menerima perbedaan budaya, agama, ras, etnis dan kebutuhan diantara sesama, sehingga keharmobnisan antar pemuluk agama di masyarakat akan teralin. Penanaman budaya toleransi bisa dilakukan oleh seorang guru baik didalam kelas maupun diluar kelas atau dalam kegiatan sehari-hari, maupun melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan lainnya.

Dalam jenjang lembaga pendidikan sekolah, masa remaja atau masa SMA merupakan masa yang rawan bagi siswa terhadap perbuatan negatif, terutama bagi aspek perkembangan emosi, sosial, moralitas dan agamanya

21 Ngainun Naim dan Achmad Suqi, Pendidikan Multikulutural..., 205

22 Busri Endang, Mengembangkan Sikap Toleransi dan Kebersamaan di kalangan Siswa, Jurnal Visi Ilmu Pendidikan, Vol 7, No 2, (2015), 1704

(24)

fenomena searaknya budaya materialis, pragmatis dan hedonis yang dihadapinya sehari-hari akan dapat menindas dan menghambat kemajuan moral spiritualnya. Bahkan kebebasan memilih dan menentukan sikap yang menjadi ciri masa remaja bisa jadi diarahkan pada pilihan-pilihan yang dapat menjerumuskannya ke lembah keistaan bila tanpa diberi bimbingan yang signifikan dan kontrol yang memadai.

Para ahli memandang anak usia SMA sebagai individu yang berda pada tahap yang tidak jelas dalam rangkaian proses perkembangan seseorang.

Ketidak jelasan ini karena mereka berda pada periode transisi dari periode anak-anak menuju ke periode orang dewasa. Pada umunya mereka sudah tidak mau dikatakan sebagai kanak-kanak, namun juga disebut sebagai orang dewasa mereka secara nyata belum siap menyandang predikat sebagai orang dewasa tersebut. 23Karena itu masa remaja atau masa SMA memerlukan perhatian yang serius dari semua pihak, terutama dari para guru, termasuk didalamnya guru pendidikan agama dalam rangka mengarahkan pilihan mereka ke arah yang positif dan melintasi berbagaia macam determinasi yang dihadapinya.

bisa mengarahkan dan membina peserta didik dalam hidup di tengah perbedaan. Dengan memberikan pendidikan tentang tolerasni antar pemeluk agama dan harapanya peserta didik dapat menerapkanya dalam.kehidupan sehari – hari. Sehingga peserta.didik dapat lebih toleran dan dapat menempatkan sikap dalam memahami perbedaan antar umat beragama

23 Abd Aziz Orientasi Sistem Penidikan di Sekolah, (Yogyakarta: Teras, 2010), 53-54

(25)

sehingga keharmonisan antar pemeluk agama akan tercapai di lingkungan masyarakat..

Dari uraian diatas dapat penulis pahami bahwa sekolah adalah satu media pemahaman tentang mengembangkan nilai-nilai toleransi tersebut.

Asumsi diatas sangat dibutuhkan termasuk guru PAI yang berperan sebagai mediator untuk memotivasi semangat belajar peserta didik. sebab guru dipandang sebagai orang yang banyak mengetahui kondisi belajar dan juga permasalahan belajar yang dihadapi pleh peserta didik. guru yang kreatif selalu mencari bagaimana caranya agar proses belajar mengajar mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran.

SMA Negeri Umbulsari merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang terletak di Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember yang didalamnya memiliki berbagai macam keberagaman pada peserta didik dan pendidiknya salah satunya yaitu keberagaman pada keyakinan atau agama yang dianut oleh peserta didk maupun oleh tenaga pendidiknya, dimana terdiri terdiri dari berbagai macam agama (agama Islam, Hindu, dan Kristen Protestan dan Katholik). Selain itu perbedaan sosial ekonmi juga ada dan terlihat jelas terlihat di SMA Negeri Umbulsari, antara keluarga yang yang berasal dari kalangan bawah, menengah sampai atas. Jumlah Peserta didik di SMA Negeri yaitu 800 peserta didik, dengan rincian 768 beragama Islam, 19 beragama Kristen protestan, 1 beragama Katholik, dan 12 beragama Hindu. Tidak hanya

(26)

dari kecamatan umbulsari saja tetapi juga dari berbagai kecamatan diwilayah sekitar umbulsari, bahkan ada satu anak yang berasal dari kalimatntan.24

Dengan perbedaan yang ada ini, peserta didik tersebut agar dapat hidup bersama secara damai walaupun dengan latar belakang yang berbeda-beda. Hal ini dapat diupayan tentunya dengan pembelajaran agama atau pembelajran pendidikan agama Islam dan di dukung dengan kebijakan-kebijakan lembaga sekolah untuk mencitakan dan menjaga toleransi antar umat beragama.

Berdasarkan penjelasan di atas dimana SMA Negeri Umbulsari yang memiliki keberagaman budaya dan agama pada peserta didik dan pendidiknya.

maka dari itu penulis merasa tertarik untuk meneliti lebih jauh terkait toleransi yang ada dan terjalin antar umat beragama pada peserta didik di lingkungan SMA Negeri Umbulsari, dengan judul “Harmoni Hidup Beragama Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari Jember”.

B. Fokus Penelitian

Berdasarkan pada konteks penelitian diatas, maka fokus penelitian ini memaparkan terkait:

1. Bagaimana bentuk keharmonisan hidup beragama peserta didik Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari Jember?

2. Bagaimana Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam menjaga keharmonisan hidup beragama peserta didik Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari Jember?

24 Saiful Bahri , Wawancara, Jember, 03 Januari 2022. 11. 00 WIB.

(27)

3. Apa kebijakan lembaga sekolah dalam menjaga keharmonisan hidup beragama peserta didik Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari Jember?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan fokus penelitian di atas, maka tujuan dari penelitian ini dilaksanakan yaitu:

1. Untuk memaparkan bentuk keharmonisan hidup beragama peserta didik Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari Jember.

2. Untuk memaparkan Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam menjaga keharmonisan hidup beragama peserta didik Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari Jember.

3. Untuk memaparkan kebijakan lembaga sekolah dalam menjaga keharmonisan hidup beragama peserta didik Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari Jember.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini yaitu mencakup:

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan, ilmu dan kontribusi serta referensi yang berhubungan dengan keharmonisan umat beragama peserta didik di SMA Negeri Umbulsari Jember.

2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan dan pengalaman, sehingga bisa dijadikan bekal bagi peneliti dalam

(28)

mengimplementasikan ilmu pengetahuan, khususnya dalam menciptakan keharmonisan atau sikap toleransi yang baik antar umat beragama, sesuai dengan bidangnya yakni calon pendidik guru Pendidikan Agama Islam.

b. Bagi Sekolah

Penelitian ini diharapkan mampu menjadi tambahan referensi dan memberikan informasi bagi guru maupun peserta didik untuk selalu menjaga dan merawat keharmonisan antar umat beragama, karena begitu pentingnya keharmonisan umat beragama.

c. Bagi UIN KHAS Jember

Penelitian ini diharapkan mampu menjadi tambahan referensi untuk melengkapi kajian kepustakaan yang relevan dan menumbuhkan motivasi terhadap mahasiswanya, dalam rencana menciptakan keharmonisan atau sikap toleransi yang baik di lingkungan sekolah.

d. Bagi Pembaca

Hasil penelitian ini diharpkan dapat menambah referensi untuk dapat menciptakan toleransi dan menjaga keharmonisan umat beragama di dalam kehidupan sehari- hari.

E. Definisi Istilah

Definisi istilah ini merupakan bagian yang menguraikan tentang definisi istilah-istilah penting, yang menjadi titik perhatian peneliti di dalam judul penelitian. Faedah dari uraian ini yaitu untuk menghindari kesalah pahaman terhadap makna istilah yang diungkapkan oleh peneliti yaitu:

(29)

1. Harmoni hidup beragama peserta didik

Harmoni hidup beragama peserta didik yang peneliti maksud ialah brkaitan dengan moderasi beragama yaitu suatu kondisi tercapainya keselarasan dan kedamaian dalam hidup berdampingan antar peeluk agama baik yang seagama maupun yang berbeda agama tanpa adanya perselisihan atau konflik anatar umat beragama baik itu di sekolah maupun dilingkungan masyarakat. Harmoni umat beragama tidak akan terlepas dari sikap toleransi dimana akan s muncul apabila sikap toleransi sudah tumbuh dan mengakar di masyarakat atau umat beragama.

Maka, mengacu dari beberapa uraian diatas, peneliti ingin menganalisis dan meneliti secara mendalam terkait dengan “Harmoni Hidup Beragama Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari Jember” Sehingga dari penelitian ini diperoleh pengetahuan dan wawasan baru terkait toleransi umat beragama atau dalam hidup beragama.

F. Sistematika Pembahasan

Agar dapat memberikan kemudahan sekaligus pemahaman dalam rangka penyusunan skripsi, peneliti akan menguraikan bab bab dalam penelitian ini, adapun sistematika pembahasannya meliputi :

Bab satu Pendahuluan, bab ini merupakan dasar dalam penelitian yang terdiri dari konteks penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi

(30)

istilah, dan sistematika pembahasan. Bab ini berfungsi untuk memperoleh gambaran umum mengenai pembahasan dalam skripsi.

Bab dua merupakan bab yang menjelaskan tentang penelitian terrdahulu yang mana membahas penelitian orang lain yang serupa dengan penelitian yang akan dilakukan. Serta kajian teori yang membahas tentang teori yang diijadikan landasan dalam melakukan penelitian yang sesuai dengan fokus penelitian.

Bab ketiga merupakan bab yang menjelaskan metode penelitian, yang di dalamnya terdapat pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, subyek penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.

Bab keempat merupakan bab yang memuat tentang penyajian data dan analisis yang meliputi gambar obyek penelitian, penyajian data dan analisis data, dan pembahasan temuan.

Bab kelima merupakan bab membahas tentang penutup yang meliputi kesimpulan dan saran-saran.

(31)

19

BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu merupakan salah satu bagian yang memiliki peran sebagai titik acuan penulis dalam melaksanakan penelitian, sehingga penulis mampu menelaah.teori yang ada dan yang akan ditemukan dalam suatu penelitian, sebagai bahan pertimbangan dan kajian yang menitikberatkan aspek orisionalitas. Menelaah dari beberapa hasil.penelitian terdahulu, penulis tidak menemukan penelitian dengan judul yang sama seperti judul penelitian penulis. Namun penulis.memaparkan beberapa hasil penelitian sebagai referensi dalam memperkaya bahan kajian pada penelitian penulis. Berikut merupakan penelitian terdahulu berupa beberapa hasil karya ilmiah, baik itu skripsi maupun jurnal yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan penulis.

a. Yuni Utami, 2018, Judul Penelitian: Muatan Toleransi Umat Beragama Dalam Pendidikan.Agama Islam Studi Bahan Ajar Sma Kelas XI,

Penelitian ini membahas tentang muatan toleransi beragama dalam buku atau materi ajar Pendidikan Agama Islam kelas XI, cakupan atau muatan toleransi beragama dalam buku ajar PAI SMA kelas XI karya sadi dan nasikin adalah: Toleransi Dan Menghindarkan.Diri Dari Bahaya.Tindak Kekerasan Bab III, dan Perilaku Hormat.Dan Patuh Kepada Orang Tua Dan Guru Bab VI.Muatan nilai-nilai toleransi eragama dalam buku ajar Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas XI kerya Sadi

(32)

dan Nasikin telah mencerminkan adanya usaha untuk membentuk karakter peserta didik yang mampu bersikap toleran dengan umat beragama lain.

Sikap yang ingin ditumbuhkan adalah sikap sikap inklusif, yakni menyakini kebenaran agamanya sendiri. Namun tetap saling tolong.menolong dalam urusan muamalah atau yang berkaitan dengan kehidupan sosial serta saling menghargai pluralitas yang terjadi dalam masyarakat.25

b. I Made Dharma Atmaja, 2020, Judul Penelitian: Membangun Toleransi Melalui Pendidikan Multikultural,

Penelitian ini menguraikan tentang pendidikan multikultural dan toleransi, dimana dalam hasil penelitiuan tersebut menjelaskan bahwa Pendidikan multikultural dapat dijadikan sebagai sarana dalam pengembangan wawasan, pengetahuan, dan melakukan pembinaan sikap toleran. .Pendidikan multikultural terlahir .dari masyarakat yang mulai sadar akan pentingnya. saling menghargai perbedaan etnis, suku. bangsa, bahasa, dan kultur masyarakat. Guru menjadi subjek yang. berperan besar dalam melakukan penanaman nilai-nilai inti pendidikan. multikultural seperti demokrasi, humanisme, dan pluralisme. Implementasi dari pendidikan multikultural. sendiri mengarahkan guru untuk tidak membawa. budaya tertentu yang mendominasi proses pembelajaran dalam kelas, namun guru diarahkan untuk menerapkan pendidikan multikultural yang membuka kesempatan masuknya beragam latar belakang budaya

25 Yuni Utami, Muatan Tolerans. Umat Beragama Dalam Pendidikan.Agama Islam Studi Bahan Ajar Sma Kelas XI, (Skripsi: UIN Raden Intan Lampung, 2018)

(33)

siswa dalam pembelajaran. Selain itu guru. diharapkan. mampu memberikan. pemahaman dan menanamkan. nilai-nilai inti pendidikan multikultural. seperti demokrasi, humanisme, dan pluralisme.26

c. Yudi Hardiansyah, Kusen, Hadi Suhermanto, 2020, Judul Penelitian:

Peran Pendidikan Agama Islam dalam Menjaga Pendidikan Toleransi Beragama di Keluarga,

Penelitian ini. membahas tentang peran Pendidikan. Agama Islam dalam menanamkan pendidikan. toleransi di keluarga. Hasil dari penelitian ini bahwa keluarga memegang peranan penting dalam menanamkan pendidikan toleransi dalam beragama dalam upaya menjaga kesatuan serta kerukunan dalam masyarakat beda agama. Pelaksanaan pendidikan toleransi dalam masyarakat beda agama di Desa Suro Bali Kabupaten Kepahiang biasanya menggunakan metode pendidikan dalam keluarga yang meliputi metode nasehat, metode keteladanan, metode pembiasaan, metode latihan dan metode hukuman. Semua metode tersebut di dalamnya ada.beberapa nilai-nilai pendidikan toleransi yang telah dilaksanakan dalam upaya menjaga pendidikan toleransi beragama dalam keluarga dilingkungan masyarakat beda agama.27

26 I Made Dharma Atmaja,, Membangun Toleransi Melalui Pendidikan Multikultural, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha , Vol. 8 No. 1 (Februari, 2020)

27 Yudi Hardiansyah, Kusen, Hadi Suhermanto, Peran Pendidikan Agama Islam dalam Menjaga Pendidikan Toleransi Beragama di Keluarga, EDURELIGIA; Jurna Pendidikan Agama Islam, Vol. 4 No. 1 (Januari– Juni 2020)

(34)

Berdasarkan dari beberapa penelitian terdahulu dapat dijabarkan dalam bentuk tabel berikut terkait dengan persamaan dan perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang peneliti lakukan yaitu:

Tabel 2.1.

Penelitian Terdahulu No Judul

Penelitian

Penulis Persamaan Perbedaan

1. Muatan

Toleransi Umat Beragama Dalam Pendidikan Agama Islam Studi Bahan Ajar Sma Kelas XI

Yuni Utami  Toleransi umat beragama di sekolah

 Menggunakan metode kualitatif

 Fokus penelitian ini mengarah terhadap muatan toleransi yang ada pada buku ajar

Pendidikan Agama Islam kelas XI

 Jenis penelitian yang

digunakan studi literatur

(35)

2. Membangun Toleransi Melalui Pendidikan Multikultural,

I Made Dharma Atmaja

 Toleransi umat beragama

 Menggunakan metode penelitian kualitatif

 Fokus penelitian ini tentang Membangun toleransi dengan melalui pendidikan multikultural

 Menggunakan jenis penelitian studi literatur 3. Peran

Pendidikan Agama Islam dalam Menjaga Pendidikan Toleransi Beragama di Keluarga

Yudi

Hardiansyah, Kusen, Hadi Suhermanto

 Variabel bebasnya tentang peran Pendidikan Agama Islam

 Toleransi umat beragama

 Menggunakan metode kualitatif

 Fokus

penelitian pada penelitian ini terkkai dengan penerapan Pendidikan Agama Islam dalam

menanamkan pendidikan toleransi di keluarga

(36)

 Lokasi penelitian lingkungan masyarakat

 Sasaran

penelitian pada masyarakat

Berdasarkan tabel diatas, masing-masing memiliki persamaan dan perbedaan, persamaan pada penelitian terdahulu dan penelitian yang telah dilakukan sama-sama meneliti yang berhubungan dengan toleransi beragama dan sama-sama melalui pendidikan agama Islam. Sedangkan perbedaanya adalah penelitian terdahulu dari segi subyek yang ditelitinya dimana pada penelitian terdahulu bukan bersubjek di lingkungan sekolah atau pada peserta didik yang memiliki keberagaman di sekolah melainkan di masyarakat, selain itu pada penelitian ini peneliti tidak hanya terfokus pada penerapan pendidikan agama Islam melainkan lebih menggalih terhadap keharmonisan umat beragama pada peserta didik dan juga memamparkan juga kontribusi sekolah atau kebijakan sekolah dalam menciptakan dan menjaga toleransi disekolah tersebut,. Sehingga peneliti mengambil judul “Toleransi Hidup Beragama Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Negeri Umbulsari” karena dilembaga sekolah tersebut terdapat keragaman dalam hal agama pada peserta didik dan pendidik.

(37)

B. Kajian Teori 1. Toleransi

a. Definisi Toleransi

Sikap toloerasni merupakan merupakan salah satu bentuk dari Berbagai bentuk model sosial pada aspek kognitif yang diartikan sebagai sikap mau menerima dan menghargai perbedaan yang ada di anggota masyarakat.28 Sikap toleransi ini harus dimiliki oleh setiap warga Indonesia yang mana Indonesia merupakan negara yang memiliki kemajemuk yang luar biasa menurut Heldred Greetz Indonesia memiliki lebih dari tiga ratus etnis dan setiap etnis memiliki kebudayaan sendiri-sendiri yang menggunakan lebih dari dua ratus lima puluh bahasa.yang digunakan. Selain itu.Indonesia juga diperkaya dengan agama asli penduduknya, hampir semua agama yang ada di muka bumi berada di bumi nusantara.29

Kata “toleransi” berasal dari.bahasa Inggris yaitu.kata tolerance yang memiliki persamaan.kata dengan kata toleration yang memiliki arti suatu.kualitas kesabaran atau keterbukaan dalam tidak mudah tersinggung dalam menerima pendapat, keyakinantingkah laku, budaya.tang berbeda dari apa yang.dianut oleh seseorang. Asal mula kata “toleransi” sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Yunani dari kata tlenai yang berarti betah atau

28 PDSPK Kemendikbud RI, Analisis Sikap Toleransi di Indonesia dan Faktor-faktor, (Jakarta: Kemendikbud RI, 2017), 1

29 Zainuddin, Pluralisme Agama (Pergulatan.Dialogis Islam-Kristen di Indonesia), (Malang: UIN Maliki Press, 2010), 1

(38)

lapang dada. Istilah dalam bahasa Inggris muncul ketika waktu terjadinya konflik agama pada abad ke-16 yang pada akhirnya bahwa Protestan dan Khatolik harus melakukan toleransi satu sama lainya.30

Menurut Micheal Wazler toleransi sering dimaknai sebagai bentuk akomodasi tanpa pesetujuan yang formal, toleransi sendiri tumbuh tanpa disadari dan tanpa direncanakan yang merupakan keniscayaan dalam ruang individu dan publik, hal ini dikarenakan tujuan toleransi adalah membangu hidup dalam perdamaian dan menghindari konflik ditengah perbedaan.31 Sementara itu Heiler menyatakan toleransi yang diwujdkan dalam kata.dan perbuatan harus dijadikan sikap menghadapi pluralisme.agama yang dilandasi dengan kesadaran ilmiah dan dan harus di dilakukan dan bekerjasama anatar umat beragama. Borba mengemukakan toleransi merupakan sikap.menghargai dalam perbedaan tanpa membedakan ras, suku, agama, budaya dan gander. Sedangkan Allport memberi batasan tentang toleransi yaitu.suatu sikap yang bersahabat dengan percaya diri seseorang terhadap orang lain tanpa memperdulikan dari kelompok mana mereka berasal.32

Toleransi sama sekali tidak berartikan seseorang harus melepaskna keyakinan agamanya.untuk dapat.bergaul dan

30 Zainuddin, 15

31 Agus Ahmad Safei, Sosiologi Toleransi (Kontestasi, Akomodasi, Harmoni), (Yogyakarta:

CV Budi Utama, 2020), 20

32 Imam Musbikin, Pendidikan Karakter Toleransi, (Nusa Media: 2021) 46

(39)

berinteraksi dengan.pengganut agama yang lainya. Tolerasni sendiri yaitu mengizinkan adanya perbedaan.dan tidak memaksakan yang berbeda tersebut hrus sama.33

Stetson berpendapat bahwa toleransi antar umat beragama yaitu:

Memberikan hak kepada pemeluk agama agama lain untuk tetap eksis. Dalam konteks sosial toleransi antar umat beragama berarti memperlakukan orang lain yang berasal dari luar agamanya dengan hormat.dan martabat. Toleransi sebenarnya terhadap agama laindiwujudkan dalam sikap yang tidak mempermasalahkan atau memperselisihkan klaim orang lain terhadap kebenaran agamanya. Menjadi seseorang yang toleran berarti menerima kehadiran segala keyakinan yang berbeda dan mengakui hak para pemeluknya.34

Sullivan, Pierson dan Marcus “a Willingness to put up with those things one rejects.or opposes’ yaitu kesesiaan untuk untuk menghargai, memerima atau menghormati segala.sesuatu yang ditolak atau di tentang oleh seseorang. Toleransi sosial merupakan tindakan yang menghormati keberagaman latar belakang, pendapat, dan agama antar sesama masyarakat.35

Toleransi akan muncul bila berada dibebrapa kondisi, Dimana yang pertama harus ada kondisi ketidak setujuan atau keberatan.dari pihak yang satu ke pihak yang lain,. kedua, yaitu toleransi mengacu pada ketidak sukaan, ketidak setujuan yang

33 Agus Ahmad Safei, Sosiologi Toleransi., 20

34 Fuad Fachruddin, Agama dan Pendidikan Demokrasi,(Jakarta: Pustaka Alvabet, 2006),126

35 Muhammad Japar, Irawaty, Dinin, Peran Pelatihan Penguatan Toleransi Sosial dalam Pembelajaran Pendidikan.Pancasila dan Kewarganaegaraan di Sekolah.Menengah Pertama, Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, Vol 29, No 2, (Desember 2019), 95

(40)

sifatnya penting.bagi orang.bila mana seseorang tidak mengangap penting tentang perbedaan maka, orang tersebut juga akan tidak peduli terhadap perbedaan yang ada.36

Robert Erlewin mengemukakan tentang toleransi yang mana beliau berpendapat bahwa toleransi adalah bentuk dalam menghargai tradisi keagamaan.orang lain yang lahir dari seseorang yang tidak sependapat dengan dengan tradisi.keberadaan.agama yang berbeda dari tradisi keagamaan.yang dianutnya. Richard B.

Milter.menyebutkan bahwa tolerasni .mengandung pengargaan dan respek terhadap pihak lain yang bisa.menentukan dengan sendiri terkait dengan pemahaman.tentang kehidupan yang baik. Ketika seseorang bersikap toleran maka ia merubah sudut pandanganya dengan sudut pandangan kepercayaan orang lain.37

Ali maksum berpendapat bahwa toleransi merupakan sikap perbuatan yang melarang berbuat diskriminasi kepada kelompok – kelompok yang minoritas dan berbeda. Dalam toleransi harus mengakui keberagaman yang ada termasuk.dalam keberagaman, mengakui kesederajatan dan perlu.membangun hubungan yang

36 Supriyanto, Memahami. dan Mengukur Toleransi dari Perspektif.Psikologi Sosial Psikoislamika, Vol 15, (September 2017), 25

37 Eti Yusnita, Andriyani, Toleransi Bermazhab di.Fakultas Syariah dan Hukum Universitas.Islam (UIN) Raden Fatah Palembang, Nurani, Vol 18, No 2, (Desember 2018), 43

(41)

saling menghargai antara kaum.minoritas.dan mayorita, serta mengembngkan nasionalisme keIndonesiaan.38

Dalam perspektif sosiologi toleransi beragama yaitu suatu sikap dalam mengahrgai, membiarkan, membolehkan kepercayaan yang berbeda untuk tetap eksis.39 Menurut.Badan Litbang.dan Diklat Kemenag RI menjelaskan.bahwa toleransi.beragama merupakan sikap.untuk mau menerima keanekaragamaan dan kebebasan dalam beragama yang dianut.dan merupakan kepercayaan yang diyakini oleh golongan lainya. Hal tersebut bisa terjadi karena keberadaan golongan, agama atau kepercayaan mendapat pengakuan.dan dihormati oleh pihak lainnya. Pengakuan tersebut tidak hanya pada persamaan derajat saja di masyarakat maupun pada Tuhan.Yang Maha.Esa tetapi juga melakukan penghormatan pada perbedaan- perbedaan tentang penghayatan dan peribadatan yang sesuai dengan asas pada sila ke dua dalam pancasila, dan juga semua.mahasiswa harus berpegang.teguh pada prinsip setuju dalam perbedaan.40

Dalam Agus, secara kategori.toleransi.terbagi ke dalam dua bagian besar. Pertama, toleransi pasif yaitu dimana.pemeluk agama membiarkan tanp. menghalang-halangi pemeluk agama lain

38 Rahman Ritonga, Solidaritas dan Toleransi.Membangun Kebersamaan dalam Perbedaan, (Sleman: CV . Budi Utama, 2019)., 59 – 60.

39 Agus Ahmad Safei, Sosiologi Toleransi., 20

40 M. Nur Gufron, Peran Kecerdasan Emosi dalam.Meningkatkan Toleransi Beragama, Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah.dan Studi.Keagamaan, Vol 4, No 1, (Agustus 2016), 143

(42)

menyatakan dan mengekspresikan keianan. Kedua, toleransi aktif, yaitu suatu sikap.membantu pemeluk.agama.yang berbeda dengan apa yang dianut olehnya.41

Berbeda hal nya menurut Al-Qardhawi.yang berpendapat bahwa toleransi tidak hanya bersifat pasif tetapi bersifat dinamis.

Al-Qordhawi membagi toleransi kedalam.tiga tingkatan, yaitu pertama, toleransi hany. sebatas memberika.kebebasan kepada manusia untuk memelukagama sesuai apa yang diyakinnya, tetapi tidak memberikanya kesmptan untuk melaksanakan tugas –tugas keagamaan yang diwajibkanya. Kedua, seseorang diberikanya hak dalam memeluk agama.yang diyakininya, dan.juga tidak memaksanya untuk mengerjakan.sesuatu yang mana.merupakan larangan di agamanya. Ketiga, tidak membatasi.gerak mereka dalam melaksanakan sesuatu yang menurut keyakinan yang diyakininya halal, dan haram menurut apa yang kita yakini.42

Toleransi kepada orang yang berbeda agama bukan berarti mengakui kebenaran semua agama dan mengikuti segala ritual ibadah-ibadah keagamaannya. Menurut Bahari aspek pening yang perlu diperhatikan dari toleransi antar umat beragama meliputi kebebasan dan keyakinan beragama, ritual keagamaan seperti perbedaan cara beribadah dan cara berdoa, serta kerjasama sosial.43

41 Agus Ahmad Safei, Sosiologi Toleransi.,21

42 M. Nur Gufron, Peran Kecerdasan Emosi., 144

43 Bahari, Tolerasni Beragama, (Jakarta:Maloho jaya abadi pres, 2010), 100

(43)

Berdasarkan elaborasi diatas, secara.konseptual dan metodologis dapat ditarik kesimpulan.bahwa toleransi tidak merujuk pada perbedaan tetapi.menerima terhadap perbedan yang ada. Dimana toleransi ialah sikap.menghargai, .membiarkan dan membolehkan.baik berupa pendirian, kepercayaan, pendapat, pandangan, dan kelakuan yang dimiliki seseorang atas yang lainya.

Sikap toleransi sendiri sangat penting ditumbuhkembangkan seperti di negara Indonesia, yang mana Indonesia merupakan negara multikultural yang memiliki keberagaman yang begitu besar. Dengan adanya sikap toleransi persoalan – persoalan yang berhubungan dengan keberagaman akan.dapat dikendalikan, sehingga tidak mengarah pada konflik sosial yang dapat mengancam diisintegrasi nasional. Secara personal tolerasni sangat dibutuhkan.oleh.seseorang yang mana.manusia.yang merupakanmakhluk sosial dan pasti membutuhkan.kehadiran orang lain, seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles;

Manusia sebagai Zoon Politicon yang artinya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia saling bergantung satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia sendiri.dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu samlainnya setiap orang memiliki peran dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan kemampuan, wewenang, hak, dan kewajibannya.44

Pada dasrnya manusia dikodratkan untuk hidup saling tolong menolong, dan bekerjasama antar satu sama lainnya. Namun tentu

44 Riza Okva Tinaningsih, dkk. Kemanusiaan dan.Kebohongan-kebohongan Retorikanya, (Semarang: CV. Alinea Media Dipantara, 2022), 37

(44)

tidak semuanya dapat membantu seperti yang kia.inginkan, atau sebaliknya kita tidak bisa membanu.seluruh usrusan orang lain karena manusia memiliki.kemampuan yang terbatas.dan juga memiliki kepentingannya sendiri. 45

Dalam konteks keberagaman, agama merupakan sumber kebaikan yang absolut karena bersumber dari wahyu tuhan, yang dapat meletakan rambu-rambu yang dapat menuntun penganutnya pada kebaikan. Diantara rambu tersbut yakni keniscayaan, tidak diperbolehkan memaksa orang lain untuk mengikuti agamanya hal tersebut merupakan tinkan yang tidak diperbolehkan.46

Toleransi yang paling minimal yaitu mengakui adanya perbedaan dan keberagaman di antara makhluk Tuhan, sedangkan puncak atau maksimalnya yaitu tidak menebarkan kekerasan kepada pihak lain akibat perbedaan tersebut visi dan misi keberagaman. sebagaimana dituturkan dalam Alquran menjadi amat penting dalam rangka pembanding kita dari berbagai godaan untuk menebar kekerasanl.47

Pelaksanaan sikap toleransi harus didasari dengan kelapangan dada terhadap orang lain dengan tetap memperhatikan prinsip- prinsip yang dipegang sendiri, tanpa mengorbankan.prinsip-prinsip tersebut. Hal tersebut telah jelas bahwa toleransi terja di dan berlaku karena adany perbedaan prinsip, dan menghormati

45 Riza Okva Tinaningsih, dkk. Kemanusiaan dan Kebohongan-kebohongan..., 38

46 Zuhairi Misrawi, Al-Qur’an Kitab Tolerans, (Jakarta:Pustaka oasis, 2010), 224

47 Zuhairi Misrawi, 324

(45)

perbedaan atau prinsip orang lain taanpa seseorang tersebut harus.mengorbankan kepercayaan.atau prinsip yang dianutnya, tetapi.dalam toleransi harus tercermin sikap yang istiqomah dalam memegang keyakinan atau pendapatnya sendiri.

b. Toleransi Perspektif Islam

Istilah toleransi sudah sangat fameliar dalam kalangan masyakat sekitar, sehingga toleransipun sudah dianggap biasa dan normal bagi kalangan masyakat umum,terkhusus masyakat yang beragama islam yang beranggapan bahwasanya toleransi hanya diatur dalam norma umum yang terdapat pada aturan sosial, padahal agama islam sendiri sudah mengaturnya dalam kitab suci Al-Qur’an dan sunah nabi, sehingga agama islam sendiri memeilik prespektif sendiri mengenai toleransi.

Islam diturunkan oleh Allah kepada umatmanusia dengan tujuan sebagai tuntunan dalam hidup yang serba sempurna, dam kata lain Islam diturunkan guna kepentingan umat manusia itu sendiri. Karena itulah Islam tidak memaksakan seseorang untuk memeluknya. Sebab agama Islam bukanlah suatu idiologi yang kosong atau suatu idiologi yang mencari keuntungan didalamnya.

Hal ini dapat dilihat dalam sejarah perkembangan Islam bahwasanya dalam penyebaran agama Islam tidak pernah sama

(46)

sekali menggunakan kekerasan, paksaan atau dengan tipu muslihat, bahkan dalam penyiaranya selalu diikuti dengan penuh toleransi.48

Islam juga mengajarkan akan hal perbedaan diantara manusia, baik dari sisi etnis maupun keyakinan dalam beragama, perbedaan tersebut sudah menjadi fitrah dan sunatullah, tujuanya sendiri tak lain dan tak bukan adalah supaya manusia saling mengenal dan berinteraksi.49

Adanya perbedaan dan pluralitas yang merupakan menjadi ketetapan tuhan tersebut harus diterima oleh umat manusia. Mereka yag tidak menerima adanya perbedaan berarti mereka mengingkari ketetapan tuhan. Berdasarkan hal ini pula maka.toleransi menjadi satu ajaran penting yang dibawadalam setiap risalah keagamaan, tidak terkecuali pada sistem teologi Islam. Allah berfirman dalam Q.S. Al- Hujarat 49: 13

Artinya: “Hai manusia, sesugguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki- laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa- bangsa dan bersuku- suku supaya kamu saling kenal- mengenal.

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling

48 Yunus Ali Al Muhdar, Toleransi-toleransi.Islam, Toleransi Kaum Muslimin dan Sikap Lawan-lawannya,(Bandung: Iqra, 1983), 4

49 Adeng Muchtar Ghazali, Toleransi Beragama dan Kerukunan dalamPerspektif Islam, RELIGIUS: Jurnal Agama dan Lintas Budaya, Vol. 1 No. 1, (September 2016), 173

(47)

bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha menggenal.”50

Toleransi beragama dalam Islam disebut sebagai Tasamuh, dalam Islam tolerasi berlaku ke semua.orang baik itu muslim maupun non muslim. Pandangan islam tentang toleransi sendiri yaitu bentuk kelonggaran dalam beragama, namun tetaplah harus memperhatikan batasan-batasan dalam.bertoleransi, namun ada beberapa dalam islam yang tidak bisa ditoleransikan walaupun hanya sedikit, hal ini sudah di atur dan termaktub dalam firman Allah Ta’ala dalam surah Al-Kafirun ayat 1-6

Artinya: “katakanlah (Muhammad), Wahai Orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah; dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah; dan kamu todak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah; untuku agamamu dan untuku agamaku”. (Q.S Al Kafirun : 1-6).51

Berkenaan tentang toleransi, adapun bentuk toleransi nabi dan para sahabatnya yaitu salah satunya nabi menghagai pemberian non muslim, mendoakan kebaikan non muslim, melarang memutus kekeluargaan karena beda agama, menghargai seni dan budaya, memanusiakan manusia serta membantu non muslim yang

50 DISBINTALAD, Al-Qur’an dan Terjemah, 1035

51 DISBINTALAD, Al-Qur’an dan Terjemah, 1272

(48)

mengalami kesusahan.52 Tidak hanya hal tersenut dimana Rosulullah SAW. Selalu berpesan kepada para tentaranya yang hendak diutus ke medan perang. Dimana Rosulullah berpesan untuk selalu berlaku lemah lembut kepada musuhnya. Terutama kepada orang-orang yang lemah seperti kaum wanita, anak kecil dan orang tua.53

Inilah salah satu contoh toleransi yang diajarkan.oleh nabi Muhammad SAW. Kepada umatnya.dan hal ini telah diakui oleh musuh-musuhnya bahwa nabi Muhammad seseorang yang paling tahu bertoleransi. Ketolerasnian beliau diakui oleh orientalis barat yaitu Thomas Arnold yang ditulis dalam bukunya The Preaching Of Islam, bahwa para misi Islam yang diutus oleh Nabi Muhammad kepada pemuka-pemuka bangsa arab adalah utusan yang yang selalu menunjukan rasa toleransi dan selalu menjauhi segala macam kekerasan dan selalu mendamaikan golongan yang bertikai.54

Toleransi dalam kehidupan beragama harus.dipahami sebagai bentuk pengakuan akan adanya.agama-agama lain selain agama yang dianutnya dengan segala bentuk sistem dan tata cara peribadatannya, serta memberikan kebebasan untuk menjalankan

52 A. Syarif Yahya, Fiqih Toleransi, (Sleman: Aswaja Presisndo, 2016), 78-79

53 Yunus Ali Al Muhdar, Toleransi-toleransi Islam, 8

54 Yunus., 9

(49)

keyakinan agama masing-masing. tanpa harus.bertabrakan dalam kehidupan sosial karena adanya perbedaan keyakinan tersebut.55

Dari uraian diatas tadi sudah jelas.bahwasanya konsep toleransi dalam Islam sangat lah sederhana dan rasional, dimana Islam mewajibkan para pemeluknya membentuk batas yang tegas dalam hal akidah dan kepercayaan, tetapi tetap melindungi prinsip penghargaan terhadap keberadaan para pemeluk agama lain dan melindungi hak-hak mereka sebagai pribadi dan anggota masyarakat, Islam selalu mennghormati dalam hal kemerdekaan beragama dan hidup bersaudara. Pembatasan yang jelas dalam hal akidah atau kepercayaan ini merupakan upaya Islam untuk menjaga para pemeluknya agar tidak terjebak pada sinkretisme.56 Dalam ajaran agama islam sendiri toleransi yang di ajarkan mecangkup ajaran mengenai toleransi sosial kemasyrakatan dan bukan toleransi di bidang akidah atau keimanan.

Secara penekanan, toleransi sepenuhnya diharuskan oleh islam, islam secara definisi adalah agama yang damai, selamat dan menyerahkan diri. Definisi islam yang seperti ini seringkali dirumuskan dengan istilah”islam adalah agama Rahmatalilalamin“

artinya, islam selalu menawarkan dialog dan toleransi dalam bentuk saling menghormati bukan memaksa. Islam menyadari

55 Adeng Muchtar Ghazali, Toleransi Beragama dan Kerukunan., 29

56 Adeng Muchtar Ghazali, 29

Gambar

Gambar 4.1 Proses Pembelajaran PAI di Kelas XI 104
Gambar 4.2 Kegiatan Peserta Didik di Luar Kelas 106
Gambar 4.3 Kegiatan Halal bi Halal SMAN Umbulsari 109
Gambar 4.4 Saling Membantu Antar Muslim Dan Non Muslima Pada  Kegiatan Prakti Mapel PAI kelas XII 119
+6

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu penyusun mencoba mengeksplorasi dengan suatu penelitian untuk mengungkap bagaimana interaksi Guru pendidikan agama islam dan peserta didik dalam

Tentunya sebagai bagian dari komponen bangsa ini tidak akan rela dan merelakan kondisi yang demikian, sehingga harapanya melalui Pendidikan Kewarganegaraan nilai –

Berdasarkan perhitungan persentase diperoleh hasil pada kategori tinggi dengan frekuensi 179 peserta didik dengan persentase 46,7%, kategori sedang dengan frekuensi 199

Pengawasan (controlling) merupakan proses pengawasan yang perlu dilaksanakan agar anggota organisasi dapat bekerjasama dengan baik, dan pergerakan yang sama ke arah

Dari beberapa pengertian tersebut di atas maka maksud dalam judul skripsi “ Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Peningkatan Prestasi Belajar Peserta Didik

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran pendidikan agama Islam adalah sebuah cara yang digunakan dalam proses penyempurnaan pembelajaran

Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber... wilayah penelitian maupun dari jenis dan jenjang pendidikan

Tesis dengan judul “ Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Akhlak Peserta Didik Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Kabupaten Majene” , yang disusun