BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN
B. Kajian Teori
1. Variabeil eikoinoimi makroi
Analisis eikoinoimi makroi adalah analisis faktoir-faktoir eiksteirnal yang beirsifat makroiskoipis, beirupa keijadian-keijadian yang teirjadi di luar peirusahaan seihingga peirusahaan tidak dapat meingeindalikannya seicara langsung. Lingkungan eikoinoimi makroi meimpeingaruhi oipeirasi peirusahaan, dalam hal ini keiputusan yang beirkaitan deingan kineirja keiuangan bank.
Meiliputi keibijakan moineiteir, fluktuasi nilai tukar rupiah, inflasi, suku bunga dan inoivasi dalam instrumein keiuangan .20
2. Laba oipeirasioinal
Laba oipeirasi adalah ukuran keiuntungan peirusahaan dari oipeirasi peirbankan. Dalam meinjalankan usahanya, bank harus mampu meingeiloila kineirja oipeirasioinalnya yang dihitung deingan Reiturn Oin Asseits (ROiA) atau peingeimbalian aseit, kareina fungsi utama bank adalah meinghimpun dana dari masyarakat dan meinyalurkan dananya keipada masyarakat yang meimbutuhkan bank, meinjaga keipeircayaan publik deingan meinjaga Reiturn Oin Asset atau ROiA. Meinurut Friantoi Pandia, ROiA meirupakan rasioi yang meinunjukkan peirbandingan antara laba (seibeilum pajak) deingan neiraca bank, rasioi teirseibut meinunjukkan eifisieinsi peingeiloilaan keikayaan yang
20 Roizalina, Ekonomi Islam: Teori Dan Aplikasi Pada Aktifitas Ekonomi. (Jakarta, Rajawali Pers):124-124
24
dilakukan oileih bank teirseibut.21 Dalam bukunya, Heiry meinjeilaskan bahwa ROiA meinunjukkan hasil (reiturn) dari peinggunaan aktiva peirusahaan untuk meinghasilkan laba beirsih. Deingan kata lain, rasioi ini digunakan untuk meingukur beirapa laba beirsih yang dihasilkan untuk seitiap rupiah dari toital keikayaan.22 Jika dirumuskan, maka rumus untuk peirhitungan ROiA adalah seibagai beirikut:
Dapat disimpulkan bahwa angka ROiA meirupakan ukuran keimampuan peirusahaan untuk meinghasilkan reiturn dari inveistasi beibeirapa bank deingan meingeiloila aseit yang diinveistasikan dalam toital aseit. Namun, ia meineikankan bahwa ada eitika bisnis yang tujuan utamanya adalah keiuntungan di akhirat. Hal ini meinunjukkan bahwa keimaslahatan dicapai meilalui cara-cara yang dijeilaskan dalam syariah, yaitu nilai-nilai keiadilan dan peinghindaran keizaliman.23
3. Bank umum syariah
Bank adalah badan yang meinghimpun dana dari masyarakat dalam beintuk simpanan dan meinyalurkannya seibagai kreidit atau sumbeir lain untuk meiningkatkan taraf hidup masyarakat.24 Seidangkan Deifinisi bank syariah adalah leimbaga keiuangan yang beirtindak seibagai peirantara antara
21 Friantoi Pandia, Manajemen Dana Dan Kesehatan Bank (Jakarta: Rineka Cipta, 2012):71.
22 Hery, Analisis Lapoiran Keuangan (Jakarta: Bumi Aksara, 2014):168
23 Roizalina, Ekoinoimi Islam: Teoiri Dan Aplikasi Pada Aktivitas Ekoinoimi (Jakarta:
Rajawali Pers, 2014):124-125.
24 Sulhan and Ely Siswantoi, Manajemen Bank Koinvensioinal & Syariah, Cetakan Pertama (Malang: UIN-Malang Press, 2008):10.
pihak yang keileibihan dana dan pihak yang tidak meimiliki dana untuk bisnis dan keigiatan lain beirdasarkan hukum Islam.25 Bank syariah dan bank koinveinsioinal yang meinyeidiakan layanan Syariah di Indoineisia diatur dalam UU Noi. 10 Tahun 1998 meingubah UU Peirbankan Noi. 7 Tahun 1992, UU Noi. 3 Tahun 2004 meingubah UU Noi. 23 Tahun 1999 teintang Bank Indoineisia. Undang-undang teirseibut teirtuang dalam beirbagai peiraturan Bank Indoineisia yaitu:26
a. Peirbankan ialah seigala seisuatu yang beirhubungan deingan bank meiliputi leimbaga, usaha dan cara seirta proiseis dalam usahanya.
b. Bank adalah seioirang peingusaha yang meimpeiroileih dana dari masyarakat dalam beintuk pinjaman atau cara lain untuk meiningkatkan taraf hidup masyarakat.
c. Peimbiayaan syariah adalah peinyeidiaan uang atau uang keirtas beirdasarkan peirjanjian atau akad antara bank deingan pihak lain yang meiwajibkan peimbeiri dana untuk meingeimbalikan uang atau peirmintaan teirseibut seiteilah jangka waktu teirteintu deingan imbalan imbalan atau bagi hasil.
d. Prinsip syariah adalah aturan kointrak beirdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk meinyimpan dana atau peimbiayaan bisnis dan keigiatan lain yang seisuai syariah.
Meinurut jeinis keigiatannya, bank syariah teirbagi meinjadi tiga cabang: Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS) dan Bank
25 Zainuddim Ali, Hukum Perbankan Syariah (Jakarta: Sinar Grafika, 2008):1.
26Ali,5.
26
Keiuangan Rakyat Syariah (BPRS).
Bank umum syariah adalah bank yang meinjalankan usahanya seisuai deingan prinsip syariah dan meinawarkan layanan transaksi peimbayaran dalam oipeirasinya.27 Bank Umum Syariah beirusaha meinjadi bank deivisa atau bank noin deivisa.28 Bank umum syariah adalah bagian dari bank syariah yang prinsip usahanya beirdasarkan prinsip syariah, deimoikrasi eikoinoimi, dan prinsip soilvabilitas. Peirbankan syariah beirtujuan untuk meindukung teirwujudnya peimbangunan nasioinal dalam rangka keiadilan,keiteirpaduan,dan peimeirataan keiseijahteiraan umat manusia.29 Adapun daftar nama-nama Bank Umum syariah yakni:
1. PT. Bank Aceih Syariah.
2. PT. BPD Nusa Teinggara Barat Syariah.
3. PT. Bank Muamalat Indoineisia, Tbk.
4. PT. Bank Victoiria Syariah.
5. PT. Bank BRI Syariah.
6. PT. Bank Jabar Bantein Syariah.
7. PT. Bank BNI Syariah.
8. PT. Bank Syariah Mandiri.
9. PT. Bank Meiga Syariah.
10. PT. Bank Panin Syariah, Tbk.
11. PT. Bank Syariah Bukoipin.
27 Sulhan and Ely Siswantoi, Manajeman Bank Konvensional dan Syariah. Cetakan pertama. (Malang: UIN Malang Pers):11.
28 Kasmir, Dasar-Dasar Perbankan (Jakarta: PT. Grafindoi Persada, 2002):31.
29 Andriantoi and Firmansyah Anang, Manajemen Bank Syariah ( Implementasi Teoiri Dan Prajtek), Cetakan pertama (Jakarta: CV. Penerbit Qiaran Media, 2019):27.
12. PT. BCA Syariah.
13. PT. Bank Tabungan Peinsiun Nasioinal Syariah.
14. PT. Neit Indoineisia Syariah.
15. Bank Syariah Indoineisia, Tbk
Dalam peineilitian ini, faktoir eikoinoimi makroi yang meimpeingaruhi laba oipeirasi bank umum syariah adalah inflasi, suku bunga BI dan peindapatan nasioinal:
a. Inflasi
1) Peingeirtian Inflasi
Seicara umum, inflasi ialah keinaikan tingkat harga umum barang atau barang dan jasa seilama peirioidei waktu teirteintu. Ada tiga koimpoinein yang harus dipeinuhi untuk meingatakan bahwa inflasi teilah teirjadi, yaitu keinaikan harga, artinya harga suatu koimoiditi akan naik, jika harganya leibih tinggi dari harga peirioidei seibeilumnya, artinya inflasi teirjadi paling seidikit satu bulan atau leibih, yaitu triwulanan dan tahunan.30
Inflasi yang tinggi dan tidak teirkeindali dapat meingganggu upaya bank untuk meineirima uang masyarakat. Inflasi yang tinggi meinurunkan suku bunga riil. Hal ini meingurangi keiinginan masyarakat untuk meinabung, seihingga peirtumbuhan dana bank masyarakat meilambat.
30 Prathama Rahardja and Mandala Manurung, Pengantar Ilmu Ekoinoimi (Mikroi Ekoinoimi Dan Makroi Ekoinoimi), ketiga (Jakarta: Fakultas Ekoinoimi Universitas Indoinesia, 2008):359- 360.
28
2) Teioiri Inflasi
Seicara umum, inflasi teirbagi atas teioiri struktural, teioiri Keiyneisian, dan teioiri kuantitas.31
a) Teioiri struktural ini adalah teioiri yang dianut oileih neigara-neigara beirkeimbang. Meinurut teioiri ini, inflasi bukan hanya feinoimeina moineiteir, teitapi meirupakan feinoimeina struktural atau inflasi biaya, kareina pada umumnya struktur peireikoinoimian neigara beirkeimbang.32
b) Teioiry Keiyneis Meinurut teioiri ini, inflasi diseibabkan oileih oirang yang ingin hidup di luar keimampuan finansialnya. Hal ini dapat meinimbulkan peirsaingan antar keiloimpoik untuk meindapatkan bagian yang leibih beisar dari yang ditawarkan masyarakat untuk meimeinuhi keiinginannya. .33
c) Teioiri kuantitas (Quantitas Theioiry) meirupakan teioiri inflasi teirtua yang leibih dikeinal deingan moideil moineitarist yang dikeimbangkan di Univeirsity oif Chicagoi. Meinurut teioiri ini inflasi diseibabkan oileih peiningkatan peireidaran uang dan faktoir psikoiloigis dalam masyarakat.34
3) Jeinis-jeinis Inflasi
a) Inflasi meinurut asalnya
31 Sri Kartini, Mengenal Inflasi (Semarang: Mutiara Aksara, 2019):7.
32 Kartini,12.
33 Kartini,11
34 Kartini,14.
(1) Inflasi yang beirasal dari dalam neigeiri (Doimeistic Inflatioin)
Inflasi doimeistik adalah inflasi yang diseibabkan oileih peinceitakan uang baru untuk meimbiayai deifisit anggaran, gagal panein, dll.
(2) Inflasi yang timbul dari luar neigeiri (Impoirteid Inflatioin).
Inflasi dari luar neigeiri adalah inflasi yang diseibabkan oileih keinaikan harga di luar neigeiri atau di neigara mitra dagang dan keinaikan harga barang eikspoir.
b) Inflasi atas dasar beisarnya teirbagi meinjadi 3, yaitu:
(1) Inflasi moideirat meirayap (Creieiping Inflatioin)
Inflasi ini teirjadi keitika harga dan jasa meiningkat seicara peirlahan, yang seitara deingan inflasi satu digit peir tahun.
(2) Inflasi meineingah (Galloiping Inflastioin)
Inflasi moideirat leibih parah daripada inflasi ringan, yaitu keinaikan harga seicara umum yang cukup beisar dalam waktu singkat. Laju inflasi seikitar 10-30 peirsein peir tahun.
(3) Inflasi sangat beirat (Hypeirinflastioin)
Inflasi ini teirjadi keitika tingkat harga umum meiningkat seiratus atau bahkan seiribu kali dalam
30
seitahun. Inflasi ini biasanya teirjadi keitika peimeirintah meinjalankan deifisit anggaran.
4) Dampak Inflasi
Pada umumnya dampak inflasi seibagai beirikut:35
a) Dampak reidistribusi peindapatan dan keikayaan Meirupakan dampak dari eifeik yang tidak dapat dipreidiksi pada nilai riil keikayaan seicara umum, inflasi ceindeirung meindistribusikan keimbali keikayaan di antara meireika yang meimiliki aseit peindapatan teitap.
b) Dampaknya pada tingkat proiduksi dan keiseimpatan keirja, peingaruh ini diseibabkan oileih meiningkatnya peirmintaan barang dan jasa masyarakat, seihingga peinawarannya harus ditingkatkan. Keitika peirmintaan meiningkat, beigitu pula keiuntungan peingusaha, seihingga peingusaha meiningkatkan inveistasi meireika deingan meimpeirluas bisnis padat karya meireika. Hal ini meinyeibabkan peiningkatan peindapatan masyarakat yang meimicu keinaikan harga pasar.
c) Inflasi meimiliki koinseikueinsi neigatif bagi peidagang dan meingusir peingusaha loikal. Kareina keinaikan harga beirarti proiduk dalam neigeiri tidak dapat beirsaing deingan proiduk dari neigara lain, yang meingurangi keigiatan eikspoir dan impoir.
35 Masyhuri Machfudz and Nurhadi Sujoini, Teoiri Ekoinoimi Makroi (Malang: UIN-Maliki Press, 2012):183.
5) Cara Meingatasi Inflasi
Ada beibeirapa cara meinceigah inflasi, meinurut Moihdari cara teirseibut antara lain:36
a) Keibijakan moineiteir
Keibijakan moineiteir dicapai deingan meingurangi jumlah uang beireidar atau meingatur jumlah uang beireidar. Peirubahan ini akan meiningkatkan suku bunga. Akibatnya, langkah ini akan meinyeibabkan inveistoir meingurangi keigiatan inveistasinya dan keiinginan rumah tangga untuk meimbeili rumah baru akan beirkurang.
b) Keibijakan fiskal
Keibijakan fiskal meinyangkut peingaturan peingeiluaran publik dan pajak, yang seicara langsung dapat meimpeingaruhi toital peirmintaan dan harga. Inflasi dapat dikurangi deingan meingurangi peirmintaan agreigat. Keibijakan fiskal untuk meingurangi peingeiluaran peirmintaan dan meinaikkan pajak dapat meingurangi peirmintaan agreigat, seihingga inflasi dapat dikeindalikan.
6) Peingaruh Inflasi teirhadap Reiturn Oin Asseit (ROiA)
Inflasi dapat meingurangi proifitabilitas yang diukur deingan peingeimbalian moidal. Hal ini kareina keitika inflasi meiningkat, keiinginan masyarakat untuk meinabung meinurun akibat keinaikan
36 Moihdari,Bahan Ekonomi Makro. Edisi Revsi.(Bogor, In Media 2017):55-56.
32
harga seicara umum, meimbuat masyarakat leibih meimilih untuk meimeinuhi keibutuhannya bahkan meimbeilanjakan tabungannya yang ada untuk keibutuhan teirseibut.
b. Suku Bunga (BI Ratei)
1) Deifeinisi Suku Bunga (BI Ratei)
Suku bunga (BI Ratei) adalah keibijakan moineiteir yang diteitapkan oileih Bank Indoineisia meilalui rapat deiwan bulanan, yang diteirjeimahkan meinjadi oipeirasi moineiteir meilalui peincucian uang dan keimudian diumumkan keipada publik oileih Deiwan Likuiditas di pasar uang untuk meincapai tujuan keibijakan Bank Indoineisia.37
Meinurut teioiri klasik, tabungan adalah fungsi dari suku bunga. Seimakin tinggi tingkat bunga, seimakin teirtarik oirang teirseibut untuk meinabung, seihingga tingkat tabungannya meiningkat dan teioiri klasik juga meirupakan fungsi dari beisar keicilnya inveistasi, seihingga seimakin tinggi tingkat bunga dan seimakin reindah tawaran keiuntungan bank syariah maka seimakin reindah pula keiinginan untuk meinabung di bank syariah. Oileih kareina itu, bunga adalah harga keiseiimbangan antara tabungan di bank koinveinsioinal dan deipoisitoi di bank syariah.38
Faktoir yang meineintukan nilai tukar BI adalah inflasi Indoineisia yang meimpeingaruhi peirgeirakan mata uang. Keitika
37 www.bi.goi.id
38 Noipirin, Ekoinoimi Moineter, ed ke 4, Buku l, cet ke-7 (Yoigyakarta: BPFE, 2000):77
inflasi naik, BI Ratei naik dan seibaliknya. Eikoinoimi Islam tidak meinggunakan sisteim bunga dalam instrumein moineiteir. Kareina bunga sama deingan Riba dalam pandangan Islam yang diharamkan oileih Allah SWT. Meinurut bahasa,riba adalah supeirlatif.39 Meinurut istilah riba adalah akad tukar meinukar deingan syarat barang substitusi ditambahkan keipada salah satu pihak. Dalam Syariah, Riba dibagi meinjadi dua beintuk, yaitu Riba al Fadal dan Riba al Nasiah.40 Riba al Fadal adalah riba yang teirkait deingan peirtukaran seidangkan Riba al Nasiah adalah riba yang teirkait deingan peirtukaran uang deingan uang.41 Seicara lirik, baik Al-Qur'an maupun Hadits tidak meinjeilaskan alasan peilarangan riba. Namun, meimahami teiks Al-Qur'an dan hadits yang meilarang riba, ada lima alasan larangan riba yaitu. :42
a) Riba dapat meinghancurkan masyarakat.
b) Riba beirarti meineikan milik oirang lain.
c) Riba meinyeibabkan peirtumbuhan eikoinoimi neigatif.
d) Riba peinghinaan dan meileimahnya keipribadian manusia.
e) Riba tidak adil.
Didalam al-Quran peinjeilasan teintang riba teirdapat pada beibeirapa ayat yang salah satunya adalah (QS.Al-Imran: 130)43
39 Ismail, Perbankan Syariah (Jakarta: Kencana, 2011):9.
40 Ismail,9
41 Muhammad Syafi„i Antoinioi, Bank Syariah Dari Teoiri Ke Praktek (Jakarta: Gema Insani, 2001):41.
42 Ismail, Perbankan Syariah (Jakarta: Kencana, 2011):17.
43 Departemen Agama RI, Al-Qur’an Dan Terjemahan Sepecial Foir Woiman:66
34
Artinya: “Hai oirang-oirang yang beiriman, Janganlah kamu meimakan riba deingan beirlipat ganda dan beirtakwalah keipada Allah agar kamu meindapat keibeiruntungan.”
Ayat ini meinjeilaskan bahwa oirang yang saleih meinjadi bahagia dan salah satu bukti keisaleihan adalah meinjauhi riba. Ayat teirseibut diawali deingan ajakan keipada oirang mukmin, dilanjutkan deingan larangan riba, meinunjukkan bahwa riba bukanlah peingeijaran sikap dan peirilaku oirang mukmin, meilainkan peingeijaran dan peinggunaan uang. Seipeirti oirang jahiliyah seibeilumnya, jika seiseioirang tidak dapat meimbayar utangnya, dia ditawari peinundaan, dan seibagai gantinya, utangnya beirtambah.44 2) Faktoir-Faktoir yang meimeingaruhi suku bunga
a) Keibijakan peimeirintah
Apakah boileih neigara meineitapkan suku bunga pinjaman dan suku bunga simpanan deingan meineitapkan suku bunga minimum dan maksimum? Tujuannya adalah untuk meinciptakan peirsaingan yang seihat antar bank. 45
b) Peirsaingan antar bank
Dalam meineitapkan suku bunga, bank tidak dapat
44 Veithza Rivai and Andi Buchari, Islamic Ekoinoimics (Jakarta: PT.Bumi Aksara, 2009):504.
45 Kasmir, Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya (Jakarta: PT. RajaGrafindoi Persada, 2007):134-135.
meineitapkannya seisuai deingan keiinginan bank. Namun, hal itu dipeirtimbangkan deingan suku bunga bank peisaing.46
c) Targeit laba
Targeit keiuntungan meirupakan salah satu faktoir untuk meineintukan beisarnya bunga pinjaman Peirsyaratan peimbiayaan Beisarnya bunga dapat dipeingaruhi oileih keibutuhan dana yang dibutuhkan. Keitika bank keikurangan dana seimeintara jumlah peimoihoin pinjaman meiningkat, bank deingan ceipat meinyeidiakan dana teirseibut deingan meinaikkan suku bunga simpanan. Peiningkatan suku bunga deipoisitoi seicara oitoimatis meiningkatkan bunga pinjaman.47
3) Peingaruh BI Ratei teirhadap Reiturn Oin Asseit (ROiA)
Peirsaingan antara bank syariah dan bank koinveinsioinal didasarkan pada peinghimpunan dana, peirsaingan ini dapat meinjadi risikoi bisnis yang teirseimbunyi bagi bank syariah, yaitu keitika transfeir dana nasabah dari bank syariah kei bank koinveinsioinal meiningkat. Risikoi ini beirarti bahwa tingkat distribusi keiuntungan bank syariah reilatif leibih reindah dibandingkan tarif peirbankan tradisioinal.
c. Peindapatan Nasioinal
1) Peingeirtian Peindapatan Nasioinal
Peindapatan nasioinal meirupakan jumlah seiluruh peindapatan
46 Ismail, Manajemen Perbankan (Jakarta: kencana, 2013):135.
47 Kasmir, Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya (Jakarta: PT. RajaGrafindo persada,2007):122.
36
yang diteirima dari faktoir-faktoir proiduksi yang digunakan untuk meimproiduksi barang dan jasa disuatu neigara dalam satu peirioidei.48 Faktoir-faktoir proiduksi ini teirmasuk peingaruhnya teirhadap peindapatan nasioinal. Seimakin tinggi nilai proiduk doimeistik brutoi, seimakin tinggi peindapatan nasioinal. Keitika eikoinoimi tidak beirkeimbang, peingusaha sadar akan keibutuhan untuk beirinoivasi dan meiningkatkan untuk meindapatkan keiuntungan. Peingusaha ini meiminjam moidal dan beirinveistasi seihingga inveistasi baru ini meiningkatkan keigiatan eikoinoimi neigara. Hal ini meiningkatkan tingkat peindapatan masyarakat dan deingan deimikian juga meiningkatkan tingkat koinsumsi. Peiningkatan teirseibut meindoiroing peirusahaan lain untuk meimproiduksi leibih banyak barang dan meilakukan inveistasi baru.49
2) Koinseip Peindapatan Nasioinal a) Proiduk Doimeistik Brutoi (PDB)
Ini adalah peindapatan toital yang dipeiroileih seimua oirang, baik peinduduk maupun oirang asing, dari seimua barang dan jasa. Pada umumnya untuk neigara beirkeimbang, nilai proiduk doimeistik brutoi leibih beisar dari nilai GNP kareina inveistasi asing leibih beisar dari oiutput warganya di luar neigeiri, seihingga neigara beirkeimbang ceindeirung meinggunakan GDP
48 Sadoinoi Sukirno, Makro Ekonomi teori pengantar, edisi ke 3. (Jakarta:
PT.Rajagrafindo:2004)i:36.
49 Deliamoiv, Pengantar Ekonomi Makro,(Jakarta: Universitas Indonesia,1995):76