• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN KEPUSTAKAAN

B. Kajian Teori

No Nama Persamaan Perbedaan Nurjanah

(2019)

minat. Sama-sama menggnakan pendekatan kuantitatif dan mengumpulkan data dengan cara

menyebar kuesioner 10 Moena Azizah

(2018)

Menggunakan variabel independen pendapatan dan variabel dependen minat. Dimana sumber data yang diambil sama-sama dari penyebaran kuesioner.

Menggunakan variabel independen pendidikan,

sedangkan peneliti tidak mencari variabel pendidikan melainkan variabel pendapatan.

Sumber : Data diolah 2023

Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya penelitian ini meneliti variabel pendapatan dan pengetahuan terhadap minat nasabah dalam berinvestasi emas digital menggunakan electronic emas (E-mas) BSI maka acuan dalam penelitian ini merujuk pada penelitian Juli Dwina dan Sayyidah Azzafira, Riska Afriza, Moh Khoirul Anam dan Nadia Kulsum, Fandella Cahyani, Moena Azizah. Adapun perbedaan penelitian ini dengan penelitian-penelitian sbelumnya adalah variabel independen yang digunakan variabel X1 yaitu pendapatan dan X2 pengetahuan serta objek penelitian yaitu nasabah Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Basuki Rahmat Banyuwangi dengan periode penelitian pada tahun 2023.

dan menghentikan penggunaan barang dan jasa. Engel et.al (1995) menyatakan bahwa perilaku konsumen melibatkan tindakan langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan menggunakan produk dan jasa, serta proses keputusan yang terjadi sebelum dan sesudah tindakan tersebut. Menurut Mowen dan Minor (2001) menggambarkan perilaku konsumen sebagai studi tentang unit pembelian dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi, dan pembuangan barang, jasa, pengalaman, dan ide.

Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah sebuah bidang ilmu yang mempelajari cara individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, menggunakan, dan memanfaatkan barang, jasa, gagasan, dan pengalaman untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka, sesuai dengan pengalaman dan ide yang dimilikinya.41

Menurut Kotler (2001) ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen:

a) Faktor kebudayaan adalah penentu perilaku dan keinginan yang paling mendasar dari konsumen dalam mencari nilai, persepsi, preferensi, dan perilaku dari lembaga penting lainnya. Faktor kebudayaan memiliki pengaruh yang paling luas dan dalam terhadap perilaku konsumen, terdiri dari budaya, sub-budaya, dan kelas sosial.

41 Mashur Razak, Perilaku Konsumen Cetakan 1 (Makassar: Alauddin University Press, 2016), 4.

b) Kelas sosial adalah pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen, terdiri dari anggota yang menganut nilai, minat, dan perilaku yang serupa dan tersusun secara hierarkis. Faktor sosial terdiri dari kelompok, keluarga, peran, dan status.

c) Faktor pribadi adalah karakteristik psikologis seseorang yang berbeda dari orang lain, yang menyebabkan respon yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan. Faktor pribadi terdiri dari umur dan tahap daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, kepribadian, dan konsep diri.

Faktor psikologis merupakan pengaruh lingkungan tempat konsumen tinggal dan hidup pada saat ini, dengan mempertimbangkan pengaruh masa lalu atau masa depan. Faktor psikologis terdiri dari motivasi, persepsi, pengetahuan, keyakinan, dan sikap.42

2. Pendapatan

Pendapatan merupakan jumlah uang yang diterima seseorang dari hasil pekerjaan, keuntungan dari bisnis atau usaha, investasi, atau pendapatan pasif dari aset seperti properti atau investasi keuangan. Pendapatan dapat digunakan sebagai indikator untuk mengukur kesejahteraan ekonomi seseorang atau masyarakat.

Pendapatan merujuk pada jumlah penghasilan yang diperoleh

42 Kottler, Philip., dan Gary Amstrong, Prinsip-prinsip pemasaran, Edisi keduabelas, Jilid 1 (Jakarta: Erlangga, 2001), 144.

seseorang dalam periode waktu tertentu, dan dapat bergantung pada jenis pekerjaan, prestasi, dan durasi waktu bekerja.43

Menurut Raharja, pendapatan dapat dilihat dari dua perspektif yang berbeda, yaitu sudut pandang kesatuan usaha (entity concept) dan sudut pandang kesatuan pemilik (proprietary concept). Dalam sudut pandang kesatuan usaha, pendapatan merujuk pada aliran uang yang diterima oleh perusahaan dari penjualan produk atau jasa yang dihasilkan. Pendapatan ini dihitung berdasarkan harga jual produk atau jasa dikurangi dengan biaya produksi atau operasional yang dikeluarkan oleh perusahaan. Sudut pandang ini melihat perusahaan sebagai sebuah entitas yang terpisah dari pemiliknya dan memiliki identitas sendiri. Sedangkan dari perspektif kesatuan pemilik, pendapatan dianggap sebagai surplus dari aliran sumber ekonomi yang diterima melebihi potensi jasa yang dikeluarkan oleh perusahaan. Potensi jasa ini melibatkan berbagai biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan pendapatan, seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya sewa, dan biaya-biaya lainnya. Sudut pandang ini melihat perusahaan sebagai milik pemiliknya, sehingga keuntungan atau rugi yang dihasilkan oleh perusahaan adalah milik pemiliknya.44

43 Baiq Fitri Arianti, “Pengaruh Pendapatan dan Perilaku Keuangan Terhdap Literasi Keuangan Melalui Keputusan Berinvestasi Sebagai Variabel Intervening,” Akuntansi 10, no. 1 (Februari 2020): 16-17.

44 Hamonangan Siallagan, “Teori Akuntansi,” Edisi 1 (Medan: Lppm Uhn Press, 2020), 200

Menurut Suparmoko, secara umum pendapatan dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni:

a) Gaji dan Upah, dari aktivitas utama atau pekerjaan utama yang dilakukan oleh individu atau keluarga, seperti gaji atau upah dari pekerjaan tetap, pendapatan dari bisnis utama, atau hasil panen dari pertanian.

b) Pendapatan yang berasal dari usaha pribadi, yakni pendapatan yang diperoleh dari hasil produksi yang dilakukan oleh individu atau keluarga tanpa keterikatan hubungan kerja dengan pihak lain.

Pendapatan dari usaha sendiri biasanya diperoleh dari hasil penjualan barang atau jasa yang diproduksi sendiri atau oleh keluarga.

c) Pendapatan dari usaha lain, pendapatan yang diperoleh dari usaha atau aktivitas lain di luar pekerjaan utama seseorang. Pendapatan ini seringkali bersifat sampingan dan dapat berasal dari berbagai sumber, seperti pendapatan dari penyewaan aset yang dimiliki, seperti rumah, tanah, atau kendaraan, pendapatan dari hasil investasi, seperti bunga deposito, dividen saham, atau keuntungan dari investasi lainnyam, dan dana pensiun atau uang pensiun yang diterima dari perusahaan atau lembaga pensiun.45

45 Ni Putu Ria Sasmitha dan A A Ketut Ayuningsasi, “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pengrajin Pada Industri Kerajinan Bambu Di Desa Belega Kabupaten Gianyar,” Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana 6, no. 1 (2017): 1-114.

Menurut Artianto dalam penelitiannya bahwa faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang yaitu46 :

a) Modal, yaitu modal usaha yang cukup akan mempengaruhi pendapatan pedagang. Semakin besar modal yang dimiliki, semakin besar juga potensi keuntungan yang bisa diperoleh.

b) Lama usaha, merupakan usia sejak berdirinya usaha terebut.

c) Jumlah tenaga kerja, jumlah tenaga kerja yang yang dimiliki oleh pedagang juga berpengaruh terhadap pendapatan. Semakin banyak tenaga kerja yang dimiliki, semakin besar potensi untuk meningkatkan produksi dan penjualan.

d) Tingkat pendidikan, yaitu tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang yang diperkirakan dapat memengaruhi besarnya pendapatan yang diterima dalam bekerja.

e) Lokasi, yaitu lokasi usaha yang strategis akan memudahkan pedagang dalam menjangkau pelanggan sehingga dapat meningkatkan pendapatan.

Menurut Ulfy, dkk. Indikator pendapatan antara lain47 :

a) Gaji/upah, adalah bentuk apresiasi atau insentif yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yang berhasil mencapai target atau kinerja yang diinginkan.

46 Iskandar, “Pengaruh Pendapatan Terhadap Pola Pengeluaran Rumah Tangga Miskin Di Kota Langsa,” Samudra Ekonomika 1, No. 2 (Oktober 2017): 107-203.

47 Ulfy Safryani, Aziz Alfida, Dan Triwahyuningtyas Nunuk, “Analisis Literasi Keuangan, Perilaku Keuangan, Dan Pendapatan Terhadap Keputusan Investasi,” Ilmiah Akuntansi Kesatuan 8, No. No 3 (2020): 319-331.

b) Bonus/komisi, merupakan bentuk penghargaan atau insentif yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yang berhasil mencapai target atau kinerja yang diinginkan.

c) Investasi, adalah pendapatan yang diperoleh individu untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang.

Menurut Juli Dwina dan Sayyidah, indikator pendapatan antara lain48 :

a) Pendapatan penghasilan tetap b) Pendapatan penghasilan tidak tepat c) Pendapatan dari usaha lain.

3. Pengetahuan

Pengetahuan merupakan segala konsepsi, gagasan, dan pemahaman yang dimiliki oleh individu mengenai dunia dan segala isinya, termasuk aspek-aspek kehidupan manusia itu sendiri. Sumber- sumber pengetahuan dapat diperoleh melalui berbagai pengalaman seperti pengalaman hidup sehari-hari, pengalaman kerja, ataupun melalui jalur pendidikan dan pelatihan.49 Pengetahuan merujuk pada segala hal yang diketahui oleh seseorang melalui berbagai cara.

Pengetahuan juga dianggap sebagai segala sesuatu yang dipahami seseorang melalui pengalamannya. Mowen dan Minor membagi pengetahuan konsumen menjadi tiga kategori yaitu:

48 Juli Dwina Puspita Sari dan Sayyidah Azzafira, “Analisis Pengaruh Pendapatan dan Pengetahuan Terhadap Minat Calon Nasabah Berinvestasi Emas di Pegadaian Syariah,” Investasi Islam 6, no. 2 (2 Desember 2021): 95-117.

49 Akhyar Yusuf Lubis, Filsafat Ilmu: Klasik Hingga Kontemporer (Jakarta: Rajawali Pers, 2016), 63.

a) Objektif Pengetahuan (Objective knowledge) merujuk pada informasi yang akurat dan benar mengenai kelas produk yang disimpan dalam memori jangka panjang.

b) Pengetahuan Subjektif (Subjective knowledge) merujuk pada persepsi konsumen mengenai apa atau seberapa banyak pengetahuannya tentang kelas produk.

c) Informasi mengenai pengetahua lainnya.50 Adapun indikator pengetahuan adalah51 : 1) Pengetahuan terhadap produk

2) Pengetahuan terhadap prosedur.

3) Pengetahuan terhadap syarat investasi emas.

4) Pengetahuan terhadap risiko dan manfaat tabungan emas Menurut Feti Rukmana ada beberapa indikator dalam pengetahuan yaitu sebagai berikut52 :

a) Pengetahuan tentang Pegadaian Syariah.

b) Kemudahan dalam akses atau transaksi.

c) Pengetahuan tentang produk logam mulia.

d) Pengetahuan tentang investasi logam mulia.

50 Yuliatul Muzammil, “Pengaruh Pengetahuan dan Religiusitas Terhadap Minat Menggunakan Produk Tabungan Haji di BRI Syariah KC Madiun Dengan Kepercayaan Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Pada Masyarkat Desa Pucanganom)” (Skripsi, IAIN Ponorogo, 2021), 44.

51 Juli Dwina Puspita Sari dan Sayyidah Azzafira, “Analisis Pengaruh Pendapatan dan Pengetahuan Terhadap Minat Nasabah Berinvestasi Emas di Pegadaian Syariah,” Investasi Islam 6, no.2, (Desember 2021): 95-117.

52 Feti Rukmanasari, “Pengaruh Pengetahuan, Promosi dan Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Nasabah Menggunakan Jasa Pegadaian Syariah (Sudi Kasus Pada Pegadaian Syariah Majapahit Semarang)” (Skripsi, IAIN Salatiga, 2017), 65.

4. Minat

a. Pengertian Minat

Minat adalah kecenderungan seseorang untuk memberikan perhatian kepada objek atau aktivitas yang menarik perhatiannya.

Seseorang yang memiliki minat terhadap suatu aktivitas akan cenderung terlibat secara konsisten dalam aktivitas tersebut dengan rasa senang. Minat dapat dijelaskan sebagai perasaan suka dan keterkaitan dengan suatu objek atau aktivitas, yang dapat muncul secara alami tanpa ada yang memerintahkan. Minat pada dasarnya adalah penerimaan terhadap hubungan antara individu dengan objek atau aktivitas di luar dirinya. Semakin kuat atau dekat hubungan antara seseorang dan objek atau aktivitas tersebut, semakin besar minat yang dimiliki.53

Menurut Foerthino dan Sadjiarto, minat adalah ketertarikan seseorang terhadap suatu hal, yang kemudian mendorong mereka untuk mengambil keputusan atau melakukan tindakan terkait dengan objek atau aktivitas yang diminati.

Seseorang memiliki minat terhadap suatu objek tersebut.

Seseorang yang memiliki minat pada suatu objek atau aktivitas cenderung akan mencari informasi lebih lanjut tentang objek atau aktivitas tersebut, berpartisipasi dalam kegiatan terkait dan

53 Syaiful Bahri, Psikolog Belajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2011), 166.

mencoba untuk meningkatkan keterampilan atau pengetahuan mereka terkait objek atau aktivitas tersebut.54

Dengan demikian, maka dapat disimpulakan minat adalah motif atau dorongan yang menunjukan arah perhatian individu pada objek yang menarik dan menyengkan, dengan kata lain minat melibatkan unsur-unsur kognitif, emosional, dan motivasional yang mengarahkan perhatian dan tindakan seseorang pada objek atau aktivitas yang diminati, maka minat dapat menentukan sikap seseorang terhadap objek atau aktivitas tersebut. Jika seseorang memiliki minat yang tinggi pada suatu objek atau aktivitas, mereka cenderung memiliki sikap yang positif terhadapnya dan akan lebih mungkin untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan terkait.55

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya minat

Menurut Crow dan Crow, terdapat tiga faktor yang menjadi penyebab timbulnya minat, yaitu:

1) Faktor kebutuhan dari dalam

Timbulnya minat dalam diri seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai jenis kebutuhan, baik yang bersifat fisik maupun psikologis.

54 Andi Achru P, “Pengembangan Minat dalam Pembelaaran,” Idarah 3, no.2 (Desember 2019): 205.

55 Rahmad Annam, “Motivasi Berprestasi: Mewujudkan Minat dan Tidak Bosan Berprestasi Dalam Kecerdasan Berpikir Pajak Ekonomi,” Ilmu Ekonomi dan Keislaman 6, No 2 (Juli-Desember, 2018): 88-98.

2) Faktor motif sosial

Timbulnya minat dalam diri seseorang dapat dipengaruhi oleh motif sosial, yaitu keinginan untuk dikenal dan dihargai oleh lingkungan sekitar yang dapat mempengaruhi timbulnya minat dalam diri seseorang.

3) Faktor emosional atau perasaan

Faktor yang mengukur intensitas seseorang dalam memberikan perhatian pada suatu aktivitas atau objek tertentu.

Jika seseorang merasa senang saat melakukan suatu aktivitas atau berada di sekitar objek tertentu, maka intensitas minatnya akan meningkat.

4) Daya tarik produksi

Suatu Kemampuan suatu produk untuk menarik perhatian calon konsumen dan memotivasi mereka untuk membeli produk tersebut.56

c. Fungsi minat

Minat berfungsi sebagai motivator bagi seseorang untuk menginginkan sesuatu, memperkuat hasrat, dan menjadi pendorong dalam bertindak sesuai dengan tujuan dan arah perilaku sehari-hari dari individu tersebut. Menurut Sardiman, minat memiliki beberapa fungsi, yaitu:

56 Ian Soraya , “Factor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Masyarakat Jakarta Dalam Mengakses Fortal Media Jakarta Smart City, Komunikai 6, n0.1 ( Maret 2015): 10-23.

1) Memotivasi manusia untuk berbuat, sebagai pemicu atau penggerak yang mengeluarkan energi untuk melakukan tindakan atau kegiatan yang sesuai dengan minat tersebut.

2) Menentukan arah perilaku seseorang, di mana ketika seseorang memiliki minat terhadap suatu hal, maka ia akan cenderung melakukan tindakan yang mendukung atau mengarah pada hal tersebut.

3) Menyelesaikan perbuatan, yaitu setelah menentukan arah perbuatan yang hendak dicapai, minat akan membantu seseorang untuk memfokuskan perhatiannya dan menyelesaikan perbuatan tersebut dengan lebih efektif.

Dengan adanya minat, seseorang akan merasa lebih terdorong untuk menyelesaikan tugas atau aktivitas yang dianggap menarik dan menyenangkan, sehingga memungkinkan terciptanya pencapaian yang lebih optimal.57

d. Jenis – jenis minat 1) Minat Situsional

Minat situasional muncul sebagai akibat respons terhadap rangsangan dari lingkungan sekitar yang dapat berupa hal-hal yang menarik perhatian, menantang, atau memberikan pengalaman yang baru dan berbeda. Rangsangan tersebut bisa

57 Noor Komari Pratiwi, “Pengaruh Tingkat Pendiidkan, Perhatian Orang Tua, dan Minat Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Indonesia Siswa SMK Kesehatan di Kota Tanggerang,” Pujangga 1, No. 2 (Desember, 2015): 88-89.

berupa kegiatan, peristiwa, situasi, atau objek yang menarik minat seseorang dalam situasi tertentu.

2) Minat Pribadi

Minat Pribadi adalah ketertarikan individu yang bersifat jangka panjang dan konsisten terhadap suatu topik atau aktivitas tertentu. Minat pribadi cenderung stabil dan tidak mudah berubah, serta dapat mempengaruhi pola perilaku individu dalam jangka waktu yang lebih lama Minat pribadi seperti ini cenderung stabil seiring waktu dan menghasilkan pola konsisten dalam pilihan.58

5. Investasi

a. Definisi investasi

Definisi investasi menurut KBBI adalah tindakan menanamkan modal atau uang dalam suatu bisnis dengan harapan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang.

Investasi juga bisa diartikan sebagai bentuk komitmen untuk menunda konsumsi saat ini dengan tujuan memperoleh keuntungan atau manfaat yang lebih besar di masa depan.59 Artinya, investasi dapat mengacu pada aktivitas penanaman modal atau uang dalam proyek atau usaha untuk jangka waktu

58 Fadhilah Suralaga, Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2020), 66.

59 Herlianto, Manajeman Investasi Plus Jurus mendeteksi Investasi Bodong (Yogyakarta : Gosyen Publishing, 2013), 12.

yang relatif panjang dengan harapan menghasilkan keuntungan di masa depan.

b. Tujuan melakukan investasi

a) Dengan berinvestasi, kita dapat menanamkan uang kita pada instrumen yang memiliki potensi keuntungan di masa depan, sehingga dapat meningkatkan nilai kekayaan kita dan membantu mempertahankan tingkat pendapatan kita di masa yang akan datang.

b) Untuk mengurangi dampak inflasi, di mana melalui investasi seseorang dapat mencapai keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi, sehingga nilai kekayaan atau hak milik seseorang dapat terjaga atau bahkan meningkat. Dengan demikian, seseorang tidak perlu khawatir dengan dampak inflasi yang dapat menurunkan nilai kekayaan atau hak miliknya di masa depan.

c) Dorongan untuk memanfaatkan insentif perpajakan, dimana beberapa negara memberikan fasilitas perpajakan kepada individu yang melakukan investasi pada sektor- sektor tertentu, sebagai upaya untuk mengurangi beban pajak dan mendorong pertumbuhan investasi di masyarakat.60

60 Herlianto, 3.

c. Jenis-Jenis Investasi

Jenis investasi umumnya diklasifikasikan berdasarkan jenis aset yang digunakan, yakni aset riil dan aset finansial.

a) Investasi aset riil adalah bentuk investasi di mana modal atau dana dialokasikan untuk membeli aset yang memiliki nilai fisik, seperti emas, properti, atau koleksi barang langka.

b) Investasi aset keuangan adalah penanaman dana atau modal pada aset yang diperdagangkan di pasar keuangan, seperti saham, obligasi, reksadana, dan instrumen keuangan lainnya.

6. Emas

1. Definisi emas

Emas atau “gold” dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Jerman Kuno “ghel” yang berarti “bersinar” atau

“kuning”. Secara kimia, emas memang memiliki simbol Au, berasal dari bahasa Latin “Aurum” yang berarti “cahaya fajar”.

Emas adalah unsur kimia dengan nomor atom 79 dan merupakan salah satu logam transisi. Kode ISO untuk emas adalah XAU, yang digunakan dalam perdagangan komoditas emas di pasar keuangan. Emas telah menjadi bahan yang diincar sejak zaman kuno untuk dijadikan sebagai koin, perhiasan, dan benda seni lainnya. Selain itu, emas juga

memiliki sifat yang menguntungkan, seperti ketahanannya terhadap korosi dan kestabilannya terhadap perubahan suhu dan tekanan. Emas murni memiliki warna yang cerah berkilau berwarna kuning, sehingga dianggap sangat menarik.61

2. Jenis-jenis investasi emas

Adapun jenis-jenis emas menurut Salim adalah sebagai berikut:62

a) Investasi emas perhiasaan

Emas perhiasaan adalah campuran emas murni dengan logam lain, seperti perak atau tembaga, untuk membuatnya lebih kuat dan tahan lama yang dikemudian dibentuk menjadi cincin, liontin, gelang. Investasi emas perhiasan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti warna emas, kadar emas, dan bentuk emas itu sendiri. Selain itu, faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam investasi emas perhiasan adalah biaya produksi, biaya desain, dan markup dari penjual. Investasi emas perhiasan lebih menguntungkan jika diperuntukkan untuk jangka waktu yang panjang, yaitu di atas 10 tahun, karena umumnya harga emas cenderung meningkat seiring berjalannya waktu.

61 Kusnandar Rulli, Cara Cerdas Berkebun Emas (Jakarta: TransMedia, 2009), 20.

62 Joko Salim, 10 Investasi Paling Gampang dan Aman (Jakarta: Visimedia, 2010), 30.

b) Investasi emas batangan

Investasi emas batangan menjadi pilihan yang populer karena harga jualnya cenderung lebih menguntungkan dibandingkan dengan emas perhiasan.

Emas batangan tersedia dalam berbagai satuan kecil, mulai dari 1 gram, 3 gram, 5 gram, 10 gram, hingga 1000 gram, sehingga memberikan fleksibilitas bagi para investor dalam menyesuaikan jumlah investasi mereka. Selain itu, untuk memulai investasi emas batangan tidak memerlukan biaya awal yang terlalu besar, sehingga dapat menjadi pilihan yang terjangkau bagi investor dengan berbagai anggaran.

c) Investasi emas koin

Prinsip dasar investasi pada emas koin sama dengan emas batangan, tetapi perbedaannya terletak pada bentuk fisiknya yang berupa koin. Di Indonesia, terdapat dua jenis koin emas yang dikenal, yaitu koin emas untuk Ongkos Naik Haji (OKH) yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dan koin emas Antam yang diterbitkan oleh PT Aneka Tambang. Investasi pada emas koin umumnya memerlukan modal yang cukup besar karena dianggap

sebagai barang seni. Pada umumnya, harga emas koin cenderung naik dari waktu ke waktu.63

7. E-mas (electronic emas) BSI 1. Pengertian E-mas BSI

E-mas (electornic emas) adalah layanan yang mempermudah nasabah untuk memiliki emas batangan secara online. Nasabah dapat dengan mudah dan aman melakukan pembelian, penjualan, dan pengiriman emas kepada sesama nasabah yang telah memiliki rekening E-mas dari BSI serta tarik fisik emas, gadai, dan penutupan rekening emas. Selain itu, melalui fitur E-mas, nasabah juga dapat memantau nilai investasinya secara real-time dan mengambil keuntungan dari fluktuasi harga emas yang terjadi di pasar.64

2. Prinsip Syariah dalam transaksi E-mas

Pembukaan rekening emas menggunakan akad Wadiah Yad Amanah, yaitu akad dimana nasabah menitipkan emasnya kepada bank sebagai penerima titipan, sementara bank bertindak sebagai pemilik amanah (yad amanah) atas emas tersebut. dan bank tidak diperbolehkan untuk memanfaatkan emas yang dititipkan oleh nasabah. Bank hanya bertindak sebagai pengelola amanah dan akan mengembalikan emas tersebut kepada nasabah

63 Joko Salim, 10 Investasi Paling Gampang dan Aman (Jakarta: Visimedia, 2010), 30.

64 Bank Syariah Indonesia, “Produk & Layanan E-Mas Bsi Mobile”, diakses 14 Oktober 2022 https://www.bankbsi.co.id/produk&layanan/tipe/digital-banking/parent/produk/e-mas-bsi- mobile

sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati antara nasabah dan bank.

Dalam transaksi pembelian emas dengan menggunakan akad Al Ba'i, terdapat jual-beli antara Bank sebagai penjual dan Nasabah sebagai pembeli yang mengakibatkan perpindahan kepemilikan obyek yang diperdagangkan (barang atau jasa) dengan selisih harga tertentu.

Dalam transaksi transfer emas dengan menggunakan akad Wakalah Bil Ujroh, terdapat pemberian kuasa dari Nasabah sebagai muwakkil (pihak yang memberikan kuasa) kepada Bank sebagai wakil (pihak yang menerima kuasa) untuk melakukan perbuatan hukum tertentu sesuai dengan perkara yang diwakilkan. Sebagai imbalan atas akad tersebut, Bank dapat menerima ujroh (fee).

Dalam transaksi gadai emas menggunakan prinsip Rahn dan Qardh, terdapat pembiayaan tunai (Qardh) dengan agunan berupa emas yang diikat dengan akad gadai (Rahn), dimana emas yang digadaikan disimpan dan dipelihara oleh Bank selama jangka waktu tertentu dengan membayar biaya pemeliharaan atas emas sebagai objek gadai yang diikat dengan akad Ijarah.

Dokumen terkait