• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyajian Data

Dalam dokumen pengaruh pendapatan dan pengetahuan terhadap (Halaman 88-113)

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian Data

6) Customer Service

Tugas utama dari Customer Service (CS) adalah memberikan layanan jasa kepada nasabah, mulai dari membuka rekening, membuka deposito, dan lainnya. Selain itu, seorang CS juga bertanggung jawab dalam memberikan informasi dan menawarkan produk atau jasa yang dibutuhkan oleh calon nasabah.

Berdasarkan tabel diatas, mayoritas responden dalam penelitian ini adalah perempuan dengan jumlah 52 responden dan laki-laki dengan jumlah 48 responden.

b) Identitas Responden Berdasarkan Usia

Data usia responden nasabah Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Basuki Rahmat Banyuwangi, adalah sebagai berikut:

Tabel 4.2

Responden Berdasarkan Usia

Usia Frekuensi Persen

Valid < 20 tahun, 11 11%

21-30 tahun,, 38 39%

31-40 tahun,, 30 31%

40-50 tahun,, 15 15%

>50 tahun,, 4 4%

Total 98 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (2023)

Berdasarkan tabel diatas, 38 responden atau 39% berusia 21- 30 tahun, 30 responden atau 31% berusia 21-30 tahun, dan 15 responden atau 15% berusia 40-50 tahun, 11 responden atau 11%

berusia 20 tahun ke bawah, dan terakhir 4 responden atau 4% berusia 50 tahun ke atas.

c) Identitas Responden Berdasarkan Pendapatan

Data pendapatan responden nasabah Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Basuki Rahmat Banyuwangi:

Tabel 4.3

Responden Berdasarkan Pendapatan

Pendapatan Frekuensi Persen

Valid Rp.0 - Rp. 3.000.000 41 42%

Rp.3.000.000-Rp.5.000.000 38 39%

Rp.5.000.000-Rp.7.500.000 16 16%

>Rp. 7.500.000 3 3%

Total 98 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (2023)

Berdasarkan tabel diatas, sebagian besar responden memiliki penghasilan yang berada dalam kisaran Rp. 0 - Rp. 3000.000 memperoleh 41 responden atau 42%, sedangkan Rp. 3.000.000- Rp.5.000.000 diperoleh 38 responden atau 39%, sebanyak 16 responden atau 16% berpenghasilan Rp.5.000.000-Rp.7.500.000, dan 3 responden atau 3% berpenghasilan di atas Rp.7.500.000.

d) Identitas Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Data pendidikan terakhir responden nasabah Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Basuki Rahmat Banyuwangi:

Tabel 4.4

Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir Frekuensi Persen

Valid SMP/Sederajat 3 3%

SMA/Sederajat 39 40%

Diploma 7 7%

S1 47 48%

S2/S3 2 2%

Total 98 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (2023)

Berdasarkan tabel diatas, 47 responden atau 48%

berpendidikan S1, 39 responden atau 40% berpendidikan SMA/sederajat, 7 responden atau 7% berpendidikan Diploma, 3 responden atau 3% berpendidikan SMP/sederajat, dan 2 orang atau 2% berpendidikan pasca sarjana (S2/S3).

e) Identitas Responden Berdasarkan Pekerjaan

Data pekerjaan dari responden nasabah Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Basuki Rahmat Banyuwangi:

Tabel 4.5

Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Frekuensi Persen Valid Pelajar/Mahasiswa 19 20%

Karyawan Swasta 44 45%

PNS/TNI/POLRI 7 7%

Buruh 7 7%

Wiraswasta 11 11%

Lainnya 10 10%

Total 98 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (2023)

Berdasarkan tabel diatas, responden dengan kategori pekerjaan sebagai karyawan swasta 44 responden atau 45%,

pelajar/mahasiswa 19 responden atau 20%, wiraswasta 11 responden atau 11%, lainnya 10 responden atau 10%, PNS/TNI/POLRI 7 responden atau 7%, dan 7 responden atau 7% sebagai buruh.

f) Identitas Responden Berdasarkan Kepemilikan Produk

Data Kepemilikan Produk E-mas responden nasabah Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Basuki Rahmat Banyuwangi:

Tabel 4.6

Responden Berdasarkan Kepemilikan Produk E-mas Kepemilikan Produk E-mas Frekuensi Persen

Valid Ya 36 37%

Tidak 62 63%

Total 98 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (2023)

Berdasarkan tabel diatas, sebanyak 62 responden atau 63%

nasabah Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Basuki Rahmat Banyuwangi belum memiliki produk E-mas dan sebanyak 36 responden atau 37% sudah memiliki produk E-mas.

2. Hasil Uji Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini, instrument diuji melalui uji validitas dan reliabilitas menggunakan software IBM SPSS versi 26. Pengujian dilakukan terhadap 98 responden yang merupakan nasabah Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Basuki Rahmat Banyuwangi. Berikut adalah hasil pengujian validitas dan reliabilitas dari instrument penelitian:

a. Uji Validitas

Uji validitas bertujuan untuk menentukan apakah instrumen yang digunakan valid atau tidak. Validitas instrumen dapat dikonfirmasi jika nilai Corrected Item-Total Correlation atau rhitung

> rtabel dengan taraf signifikansi 0,05, uji dua sisi dan jumlah data (N) = 98, df = n-2, sehingga diperoleh r tabel sebesar 0,198. Tabel berikut menunjukkan hasil uji validitas dalam penelitian ini:

1) Uji Validitas Pendapatan

Tabel 4.7

Uji Validitas Pendaptan (X1) Variabel Pernyataan Person

Correlation (r hitung)

r tabel Keterangan

Pendapatan (X1)

X1.1 0,633 0,198 Valid

X1.2 0,878 Valid

X1.3 0,850 Valid

X1.4 0,254 Valid

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (2023)

Dari hasil uji validitas diatas, hasil Corrected Item-Total Correlation atau r hitung yang lebih besar dari r tabel sebesar 0,198, dapat disimpulkan bahwa pernyataan 1 sampai 4 pada variabel pendapatan menunjukkan hasil yang valid. Oleh karena itu, keempat item pernyataan tersebut dapat digunakan untuk menganalisis variabel pendapatan.

2) Uji Validitas Pengetahuan

Tabel 4.8

Uji Validitas Pengetahuan (X2) Variabel Pernyataan Person

Correlation (r hitung)

r tabel Keterangan

Pengetahuan X2.1 0,643 0,198 Valid

(X2) X2.2 0,719 Valid

X2.3 0,764 Valid

X2.4 0,691 Valid

X2.5 0,763 Valid

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (2023)

Dari hasil uji validitas diatas, hasil Corrected Item-Total Correlation atau r hitung yang lebih bsar dari r table sebesar 0,198, dapat disimpulkan bahwa pernyataan 1 sampai 5 pada variabel pengetahuan mennjukkan hasil yang valid. Oleh karena itu, kelima item pernyataan tersebut dapat digunakan untuk menganalisis variabel pengetahuan.

3) Uji Validitas Minat

Tabel 4.9

Uji Validitas Minat (Y) Variabel Pernyataan Person

Correlation (r hitung)

r tabel Keterangan

Minat (Y)

Y1 0,682 0,198 Valid

Y2 0,781 Valid

Y3 0,777 Valid

Y4 0,764 Valid

Y5 0,819 Valid

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (2023)

Dari hasil uji validitas diatas, dapat disimpulkan bahwa pernyataan 1 sampai 5 pada variabel minat menunjukkan hasil yang valid karena hasil dari Corrected Item-Total Correlation atau r hitung > dari r tabel yaitu 0,198. Oleh karena itu, kelima

item pernyataan pada variabel minat tersebut dapat digunakan untuk menganalisis variabel tersebut.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur kuesioner yang digunakan sebagai indikator dari suatu variabel. Imam Ghazali menyatakan bahwa suatu kuesioner dapat dianggap reliabel jika jawaban dari responden konsisten dari waktu ke waktu. Salah satu metode untuk mengukur reliabilitas adalah dengan menggunakan uji statistik Cronbach's Alpha (α). Suatu variabel dikatakan reliabel jika nilai Cronbach's Alpha > 0,6. Tabel berikut menunjukkan hasil uji reliabilitas dalam penelitian ini:

1) Uji Reliabilitas Pendapatan

Tabel 4.10

Uji Reliabilitas Pendapatan

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.639 4

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (2023)

Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,639. Nilai tersebut lebih besar dari 0,6 yang menunjukkan bahwa kuesioner pendapatan yang digunakan dalam penelitian ini telah memenuhi standar reliabilitas yang diinginkan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kuesioner

pendapatan yang disusun telah terbukti reliabel dan dapat dipercaya untuk mengukur variabel pendapatan dalam penelitian ini.

2) Uji Reliabilitas Pengetahuan

Tabel 4.11

Uji Reliabilitas Pengetahuan

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.757 5

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (2023) Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,757. Nilai tersebut lebih besar dari 0,6 yang menunjukkan bahwa kuesioner pendapatan yang digunakan dalam penelitian ini telah memenuhi standar reliabilitas yang diinginkan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kuesioner pendapatan yang disusun telah terbukti reliabel dan dapat dipercaya untuk mengukur variabel pendapatan dalam penelitian ini.

3) Uji Reliabilitas Minat

Tabel 4.12 Uji Reliabilitas Minat

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha. N of Items

.818 5

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (2023)

Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,818. Nilai tersebut lebih besar dari 0,6 yang menunjukkan bahwa kuesioner pendapatan yang digunakan dalam penelitian ini telah memenuhi standar reliabilitas yang diinginkan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kuesioner pendapatan yang disusun telah terbukti reliabel dan dapat dipercaya untuk mengukur variabel pendapatan dalam penelitian ini.

3. Deskripsi Data Penelitian a) Pendapatan

Analisis ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai respons atau tanggapan dari responden terhadap indikator yang digunakan sebagai pengukur variabel pendapatan (X1), ,sebagai berikut:

Tabel 4.13

Hasil deskriptif jawaban responden terhadap variabel Pendapatan (X1)

No Indikator Skor Rata-

rata STS TS KS S SS Jumlah

Sampel

1. X1.1 0 3 3 28 64 98 4,56

2. X1.2 2 10 29 40 17 3,61

3. X1.3 0 9 28 41 20 3,73

4. X1.4 0 0 1 43 54 4,54

Rata-rata Angka Indeks 4.11

Sumber: Data diolah SPSS (2023)

Berdasarkan tabel diatas, nilai rata-rata sebesar 4,11 dengan kategori tinggi. Pendapatan yang diperoleh responden dapat menjadi factor yang mempengaruhi minat dalam berinvestasi. Meskipun mayoritas responden menjawab setuju, namun terdapat beberapa responden yang menjawab tidak setuju karena belum memperoleh pendapatan yang cukup..

b) Pengetahuan

Analisis ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai respons atau tanggapan dari responden terhadap indikator yang digunakan sebagai pengukur variabel pengetahuan (X2), ,sebagai berikut:

Tabel 4.14

Hasil deskriptif jawaban responden terhadap variabel Pengetahuan (X2)

No Indikator Skor Rata-

rata STS TS KS S SS Jumlah

Sampel

1. X2.1 0 4 12 42 40 98 4,20

2. X2.2 0 0 8 45 45 4,38

3. X2.3 0 0 21 43 34 4,13

4. X2.4 0 2 9 51 36 4,23

5. X2.5 0 1 15 45 37 4,20

Rata-rata Angka Indeks 4.28

Sumber: Data diolah SPSS (2023)

Berdasarkan tabel diatas, nilai rata-rata pada variabel pengetahuan adalah 4,28 dengan kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penetahuan yang diperoleh oleh responden dapat mempengaruhi minat mereka. Meskipun banyak responden

yang setuju, namun ada beberapa responden yang tidak setuju karena mereka masih kurang memiliki pengetahuan yang memadai.

c) Analisis Deskriptif Variabel Minat (Y) Tabel 4.15

Hasil deskriptif jawaban responden terhadap variabel Minat (Y)

No Indikator Skor Rata-

rata STS TS KS S SS Jumlah

Sampel

1. Y.1 0 0 1 38 59 98 4,59

2. Y.2 0 0 10 43 45 4,36

3. Y.3 0 4 27 43 24 3,89

4. Y.4 0 0 15 45 38 4,23

5 Y.5 0 4 17 43 34 4,09

Rata-rata Angka Indeks 4.23

Sumber: Data diolah SPSS (2023)

Berdasarkan tabel yang tertera diatas, nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 4,23 dengan kategori tinggi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden tertarik untuk berinvestasi E-mas. Hal ini menunjukkan bahwa mereka percaya bahwa investasi E-mas dapat memberikan manfaat dan keuntungan bagi mereka. Meskipun demikian, perlu diingat terdapat kemungkinan bahwa ada beberapa responden yang tidak tertarik berinvestasi E-mas.

C. Analisis dan Pengujian Hipotesis 1. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik digunakan untuk mendata ada atau tidaknya penyimpanan asumsi klasik atau persamaan regresi berganda yang digunakan. Ada tiga jenis pengujian yang dilakukan, yaitu uji normalitas, uji multikolonieritas, dan uji heteroskedastisitas.

a) Normalitas

Pada uji normalitas, dilakukan pengecekan apakah variabel dependen (terikat) dan variabel independen (bebas) dalam model regresi memiliki distribusi normal atau tidak. Pengujian dilakukan dengan metode Kolmogrof-Smirnov dan Normal Probability Of Regression Standardized Residual dengan menggunakan SPSS versi 26. Dilakukan uji Kolmogrof dengan metode Monte Carlo, berguna untuk pengulangan pengujian agar hasil yang dihasilkan signifikan.

Jika nilai signifikan >0,05, maka data dianggap memiliki distribusi normal.

Tabel 4.16

Hasil uji one sample Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

N 98

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 1.83243212

Most Extreme Differences

Absolute .121

Positive .089

Negative -.121

Test Statistic .121

Asymp. Sig. (2-tailed) .001c

Monte Carlo Sig. (2- tailed)

Sig. .102d

95% Confidence Interval

Lower Bound

.096 Upper

Bound

.108 a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. Based on 10000 sampled tabels with starting seed 329836257.

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (2023)

Berdasarkan tabel diatas, uji Kolmogrov-Smirnov dengan menggunakan Significance Monte Carlo memperoleh hasil bahwa semua variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat dikatakan memiliki distribusi normal. Hal ini dikarenakan nilai Significance Monte Carlo sebesar 0,102 yang lebih besar dari nilai signifikansi yang telah ditetapkan sebesar 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi asumsi normalitas sehingga dapat dilanjutkan ke tahapan analisis berikutnya.

b) Multikolinieritas

Uji Multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui adanya masalah multikolinieritas pada model regresi, yaitu adanya korelasi yang tinggi antara dua atau lebih variabel bebas yang diikutsertakan dalam model regresi. Ada dua kriteria yang digunakan dalam uji multikolinieritas ini, yaitu nilai Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor):

1) Jika nilai Tolerence < 0,1 atau VIF > 10, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat masalah multikolinieritas yang serius pada model regresi.

2) Jika nilai Tolerence > 0,1 atau VIF < 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinieritas pada model regresi.

Tabel 4.17

Hasil Uji Multikolinieritas

Model Collinearity Statistics

Tolerance VIF

Pendapatan 0.817 1.224

Pengetahuan 0.817 1.224

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (2023)

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa setiap variabel independen memiliki nilai VIF (Variance Inflation Factor) pendapatan (X1) 1,224 dan pengetahuan (X2) 0,1224.

Kedua variabel tersebut < 10, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas antara kedua variabel bebas tersebut.

Selain itu, nilai Tolerence variabel pendapatan (X1) 0,817 dan variabel pengetahuan (X2) 0,817. Yang artinya > 0,1, menunjukkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas antara kedua variabel bebas. Maka, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas antara kedua variabel bebas, yang ditunjukkan oleh nilai toleransi dan VIF yang memenuhi kriteria.

c) Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat ketidaksamaan dalam variasi residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain dalam model regresi. Untuk mengetahui apakah heteroskedastisitas terjadi dalam model regresi penelitian ini, analisis

dilakukan dengan menggunakan grafik dan metode Scatterplot.

Dasar analisis yaitu:

1) Jika terdapat suatu pola tertentu pada scatterplot, seperti titik- titik yang membentuk suatu pola yang teratur, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi tersebut.

2) Jika tidak terdapat pola yang jelas dan titik-titik tersebar secara acak, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi tersebut.86

Dengan IBM SPSS versi 26 maka diperoleh hasil uji heteroskedastisitas sebagai berikut:

Gambar 4.2

Hasil Uji Heteroskedastisitas

86 Rochmat Aldy Purnomo, Dalam Analisis Statistik Ekonomi Dan Bisnis Dengan Spss, Cetakan 1 (Ponorogo: Cv. Wade Group, 2016), 129.

Berdasarkan gambar diatas, terlihat bahwa penyebaran residual tidak menunjukkan pola yang teratur. Hal ini terlihat dari titik-titik atau plot yang tersebar secara acak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat heteroskedastisitas pada data tersebut.

2. Analisi Regresi Linier Berganda

Model regresi linier berganda yang berguna untuk menganalisis pengaruh variabel bebas, yaitu pendapatan dan pengetahuan, terhadap variabel terikat, yaitu minat nasabah. Analisis berganda telah digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Berikut adalah hasil pengolahan data yang dilakukan menggunakan IBM SPSS versi 26

Tabel 4.18

Hasil Analisi Regresi Linier Berganda Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 3.108 1.754 1.772 .080

Pendapatan .240 .094 .195 2.547 .012 .817 1.224

Pengetahuan .667 .080 .634 8.295 .000 .817 1.224 a. Dependent Variabel: TOTAL.Y

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (2023)

Tabel diatas menunjukkan bahwa, ada tidaknya pengaruh variabel pendapatan dan pengetahuan secara parsial (sendiri-sendiri) terhadap minat nasabah.

Dari tabel diatas diketaui nilai-nilai sebagai berikut:

a) Konstanta : 3,108 b) Minat : 0,240 c) Pendapatan : 0,667

Hasil tersebut dimasukkan kedalam persamaan regresi linier berganda sehingga diketahui persamaan sebagai berikut:

Y = 3,108 + 0,240X1 + 0,667X2 Keterangan :

1) Nilai konstanta sebesar 3,108 menunjukkan, bahwa jika variabel independen dianggap konstan, maka minat nasabah Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Basuki Rahmat Banyuwangi akan meningkat.

2) Nilai β1 sebesar 0,240 dengan arah hubungan positif menunjukkan bahwa jika pendapatan meningkat, maka minat nasabah Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Basuki Rahmat Banyuwangi akan meningkat sebesar 0,240 dengan asumsi variabel independent lainnya dianggap konstan.

3) Nilai β2 sebesar 0,667 dengan arah hubungan positif menunjukkan bahwa jika pengetahuan meningkat, maka minat nasabah Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Basuki Rahmat Banyuwangi akan meningkat sebesar 0,667, dengan asumsi variabel independent lainnya dianggap konstan.

3. Uji Hipotesis

a) Uji Signifikan Parsial (Uji t)

Dalam penelitian ini, uji t digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan setiap variabel independen dalam mempengaruhi variabel dependen. Uji t juga digunakan untuk menentukan apakah setiap variabel independen secara individual memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel dependen atau tidak. Kriteria pengambilan keputusan dalam uji t adalah sebagai berikut:

1) H0 diterima apabila –ttabel ≤ thitung ≤ ttabel pada ɑ = 5%, t tabel=

(a/2 ; n-k-1)

2) H0 diterima apabila thitung > tabel atau -thitung > -tabel

Berdasarkan pengolahan data menggunakan program IBM SPSS versi 26, diperoleh hasil uji statistik t sebagai berikut:

a. Pengaruh Pendapatan terhadap Minat Nasabah Tabel 4.19

Hasil Uji Signifikan Parsial (Uji t) Pendapatan Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 11.726 1.845 6.355 .000

Pendapatan .574 .111 .466 5.160 .000 Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (2023)

Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai t hitung sebesar 5,160 untuk variabel pendapatan dengan tingkat kesalahan 5%

dan uji dua pihak. Nilai ttabel yang diperoleh adalah (0,05/2; 98-

2-1) = 0,025; 95 = 1,988. Berdasarkan interpretasi tabel tersebut, dapat disimpulkan bahwa hasil uji t secara parsial menunjukkan bahwa pengaruh variabel pendapatan (X1) terhadap minat nasabah (Y) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000  0,05, dan nilai t hitung sebesar 5,160 > t tabel 1,988. Oleh karena itu, H01 ditolak dan Ha1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel pendapatan (X1) terhadap minat nasabah (Y).

b. Pengaruh Pengetahuan terhadap Minat Nasabah Tabel 4.20

Hasil Uji Signifikan Parsial (Uji t) Pengetahuan Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 5.200 1.593 3.265 .002

Pengetahuan .755 .075 .718 10.096 .000 Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (2023)

Dari tabel yang diatas, diperoleh nilai t hitung sebesar 10,096 untuk variabel pendapatan dengan tingkat kesalahan 5%

dan uji dua pihak. Nilai ttabel yang didapat adalah (0,05/2; 98-2- 1) = 0,025; 95 = 1,988. Dari interpretasi tabel tersebut, dapat disimpulkan bahwa hasil uji t secara parsial menunjukkan bahwa pengaruh variabel pengetahuan (X2) terhadap minat nasabah (Y) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000  0,05, dan nilai t hitung sebesar 10,096 > t tabel 1,988. Oleh karena itu, H02 ditolak dan Ha2 diterima, yang berarti terdapat pengaruh

yang signifikan antara variabel pengetahuan (X2) terhadap minat nasabah (Y).

b) Uji Signifikan Silmutan (Uji F)

Uji F dikenal juga sebagai uji signifikan serentak, yang digunakan untuk melihat kemampuan variabel independen tertentu, seperti pendapatan dan pengetahuan, untuk secara keseluruhan menjelaskan variasi dalam variabel dependen, yaitu minat nasabah.

Uji F bertujuan untuk menentukan apakah semua variabel memiliki koefisien regresi sama dengan nol. Setelah data diolah menggunakan program IBM SPSS versi 26, hasilnya adalah sebagai berikut:

Tabel 4.21

Hasil Uji Signifikan Silmutan (Uji F) ANOVAa

Model

Sum of Squares Df

Mean

Square F Sig.

1 Regression 391.680 2 195.840 57.121 .000b Residual 325.707 95 3.428

Total 717.388 97 a. Dependent Variabel: TOTAL.Y

b. Predictors: (Constant), TOTAL_X2, TOTAL_X1 Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (2023)

Dari tabel yang disajikan, terlihat bahwa nilai F adalah 57,121 dan nilai sig-nya adalah 0,000.

H0 : β = 0, artinya pendapatan dan pengetahuan tidak berpengaruh terhadap minat nasabah Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Basuki Rahmat Banyuwangi.

H1 : β ≠ 0, artinya pendapatan dan pengetahuan berpengaruh terhadap minat nasabah Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Basuki Rahmat Banyuwangi.

Kriteria untuk menguji hipotesis adalah sebagai berikut:

1) Jika nilai Fhitung < Ftabel maka H0 diterima, yang berarti tidak ada pengaruh antara pendapatan dan pengetahuan terhadap minat nasabah Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Basuki Rahmat Banyuwangi.

2) Jika nilai Fhitung < Ftabel maka H0 ditolak, yang berarti ada pengaruh antara pendapatan dan pengetahuan terhadap minat nasabah Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Basuki Rahmat Banyuwangi.

Berdasarkan tabel, nilai F hitung untuk variabel pendapatan dan pengetahuan adalah 57,121 dengan tingkat kesalahan 5% uji 2 pihak dan dk = n-k-1 (98-2-1 = 95), yang diperoleh F tabel 3,09. Jika F hitung > F tabel, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara variabel pendapatan dan pengetahuan terhadap minat nasabah.

Dalam hal ini F hitung 57,121 > F tabel 3,09, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pendapatan dan pengetahuan terhadap minat nasabah di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Basuki Rahmat Banyuwangi.

Selain itu, diperhatikan juga bahwa nilai probabilitas F (sig) sebesar 0,000, sementara taraf signifikan ɑ sebelumnya telah ditetapkan sebesar 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa

sig 0,000  0,05 dan H0 ditolak. Ini berarti bahwa terdapat pengaruh signifikan antara pendapatan dan pengetahuan terhadap minat nasabah di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Basuki Rahmat Banyuwangi.

c) Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi berfungsi untuk mengetahui persentase pengaruh variabel independen, dan variabel dependen dengan mengkuadratkan koefisien yang diperoleh. Dengan penggunaannya, koefisien determinasi ini dinyatakan dalam bentuk persentase (%).

Jika ingin mengetahui besarnya kontribusi atau persentase pendapatan dan pengetahuan terhadap minat nasabah, maka dapat dilakukan uji determinasi.

Tabel 4.22

Hasil Koefisien Determinasi Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .739a .546 .536 1.852

a. Predictors: (Constant), Pendapatan, Pengetahuan Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (2023)

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukkan variabel bebas (pendapatan dan pengetahuan) dapat menjelaskan 54,6% variasi dari minat nasabah, sedangkan 45,4% lainnya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Hasil analisis juga menunjukkan bahwa standar deviasi (standar error of the estimated) sebesar 1,852, yang mengindikasikan bahwa semakin kecil nilai standar deviasi, maka semakin akurat model dalam memprediksi minat nasabah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendapatan dan pengetahuan memiliki hubungan yang erat dan secara signifikan mempengaruhi minat nasabah dalam berinvestasi emas digital menggunakan electronic emas (E-mas) Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Basuki Rahmat Banyuwangi.

Dalam dokumen pengaruh pendapatan dan pengetahuan terhadap (Halaman 88-113)

Dokumen terkait