• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAMAR BEDAH & ANESTESI

Dalam dokumen INDIKATOR MUTU WAJIB NASIONAL (Halaman 91-100)

Object 34 Analisa

16. KAMAR BEDAH & ANESTESI

NO INDIKATOR MUTU STANDAR TW II

2021

TW III 2021

1 Kepatuhan pelaksanaan time out 100% 100% 100%

2 Kepatuhan pengisian assesment pre anestesi 100% 94,47% 96,67%

3 Kepatuhan pengisian assesment pra bedah 100% 98,23% 97,7%

4 Kelengkapan informed consent dokter bedah 100% 98,23% 97,7%

5 Kelengkapan informed consent dokter anestesi 100% 93,77% 96,83%

6 Kepatuhan site marking 100% 99% 99,53%

7 Ketepatan waktu operasi elektif 100% 99,37% 98,3%

8 Konversi anestesi lokal, regional, menjadi anestesi general 3% 0,23% 0%

9 Diskrepansi diagnosa pre operasi dengan post operasi 5% 0% 0%

10 Penjelasan operator post operasi (CET) 100% 82,3% 82,1%

11

Kelengkapan status fisiologis pasien pasca anestesi regional, general

100% 100% 100%

16.1 Kepatuhan Pelaksanaan Time Out

Object 230

Analisa :

Angka kepatuhan pelaksanaan prosedur Time Out semua pada triwulan II dan III tahun 2021 sudah mencapai hasil yang diharapkan yaitu 100%.

Rekomendasi:

1. Mempertahankan pencapaian yang sudah baik

2. Peningkatan kepatuhan tim kamar bedah untuk pelaksanaan time out

3. Menjadikan time out sebagai penilaian Kinerja dokter maupun perawat Kamar Bedah

4. Memberikan reinforcement kepada semua tim yang telah melaksanakan time out untuk semua tindakan operasi.

16.2 Kepatuhan Pengisian Assesment Pre Anestesi

Object 232

Analisa :

Rata-rata angka Kepatuhan Pengisian Assesment Pre Anestesi di Unit Kamar Bedah RSSC pada triwulan III tahun 2021 sebesar 96,67%. Terjadi peningkatan sebesar 2,2% jika dibandingkan

dengan data triwulan II (94,47%). Pencapaian ini masih berada dibawah standar yang ditetapkan yaitu sebesar 100%.

Rekomendasi :

1. Meningkatkan capaian sehingga mencapai standar 100 %

2. Mengatur kembali jadwal operasi agar di dapat di infokan pada tim anastesi sebelum malam hari

3. Tetap mengingatkan setiap dokter anestesi untuk menjadikan budaya dalam melakukan pengisian assesment anestesi untuk meningkatkan safety pasien

4. Berkoordinasi dengan perawat IRJ agar dokter operator melakukan konsultasi pre anastesi di IRJ

16.3 Kepatuhan Pengisian Assesment Pra Bedah

Object 234

Analisa :

Rerata angka kepatuhan pengisian assesment pra bedah pada triwulan III tahun 2021 sebesar 97,7%. Terjadi penurunan sebesar 0,53% jika dibandingkan dengan triwulan II (98,23%).

Rekomendasi :

1. Meningkatkan capaian sesuai dengan standar 100%.

2. Bekerjasama perawat IRJ untuk mengingatkan dan memberikan assement pra bedah sejak pasien dari IRJ.

3. Bekerja sama dengan komite medik perlunya dokter-dokter operator melakukan visit ke unit perawatan untuk melakukan assesment pra bedah kepada pasien ranap.

4. Memberikan reinforcement kepada DPJP yang telah melakukan dan mengisi form assesment prabedah dengan benar.

16.4 Kelengkapan Informed Consent Dokter Bedah

Object 236

Analisa:

Dari grafik diatas rerata angka kelengkapan informed consent dokter bedah pada triwulan III tahun 2021 sebesar 97,7%. Terjadi penurunan sebesar 0,53% jika dibandingkan dengan triwulan II (98,23%). Hal ini karena adanya kerjasama yang baik dengan perawat IRJ

Rekomendasi :

1. Meningkatkan capaian yang ada sehingga mencapai standar 100 %

2. Perawat IRJ dan Unit diharapkan memberikan informed consent kepada dokter bedah dan mengingatkan untuk mengisinya.

3. Perawat kamar bedah selalu melakukan pengecekan kelengkapan informed consent dokter bedah pada saat melakukan serah terima pasien

4. Memberikan reinforcement kepada Tim kamar bedah dan anastesi tentang pentingnya informed consent untuk safety pasien

16.5 Kelengkapan Informed Consent Dokter Anestesi

Object 239

Analisa :

Rerata angka kepatuhan pengisian form assesmen pra bedah pada triwulan III tahun 2021 sebesar 96,83%. Terjadi peningkatan sebesar 3,03% jika dibandingkan dengan triwulan II (93,77%).

Rekomendasi :

1. Meningkatkan capaian sesuai standar 100%.

2. Perawat IRJ dan Unit diharapkan memberikan informed consent kepada dokter anastesi dan mengingatkan untuk mengisinya.

3. Bekerjsaama dengan IRJ dan rekam medis agar rekam medik pasien lebih terintegrasi dalam satu rekam medis sehingga lengkap saat pasien operasi.

4. Perawat kamar bedah selalu melakukan pengecekan kelengkapan informed consent dokter pada saat melakukan serah terima pasien

5. Memberikan reinforcement kepada Tim kamar bedah dan anastesi tentang pentingnya informed consent untuk safety pasien

16.6 Kepatuhan Site Marking

Object 242

Analisa :

Rerata angka kepatuhan site marking pada triwulan III tahun 2021 sebesar 99,53%. Terjadi kenaikan sebesar 0,53% jika dibandingkan dengan triwulan II (99%).

Rekomendasi :

1. Mempertahankan dan meningkatkan capaian sesuai standar 100%.

2. Tetap melakukan site marking dilakukan untuk semua operasi tanpa terkecuali, hal ini menjadi tugas bersama, baik dokter maupun perawat.

3. Bekerja sama dengan dokter bedah apabila pasien berobat ke poli dan tindakan akan dilakukan esok harinya, dokter operator sudah memberikan tanda yang akan diinsisi, sehingga ketika pasien datang ke kamar bedah sudah dilakukan marker oleh operator.

16.7 Ketepatan Waktu Operasi Elektif

Object 244

Analisa :

Dari grafik diatas rerata angka ketepatan waktu operasi elektif pada triwulan III tahun 2021 sebesar 98,3%. Terjadi penurunan sebesar 1,07% jika dibandingkan dengan triwulan II (99,37%).

Rekomendasi:

1. Mempertahankan dan meningkatkan capaian sesuai standar 100%

2. Bekerjasama dengan dokter operator untuk mengatur waktu tindakan operasi dan jadwal praktek dokter

16.8 Konversi Anestesi Lokal, Regional, Menjadi Anestesi General

Object 246

Analisa :

Rata-rata angka Konversi Anestesi Lokal, Regional menjadi Anestesi General pada triwulan III tahun 2021 sebesar 0%. Terjadi penurunan sebesar 0,23%, jika dibandingkan dengan triwulan II (0,23%). Hal ini masih di bawah nilai standar

Rekomendasi :

1. Meningkatkan capaian yang ada sehingga sesuai standar .

2. Tetap ada diskusi antara dokter anestesi dan dokter operator untuk memprediksi lamanya operasi dan akan mempelajari teknik anestesi lainya untuk memberikan kenyamanan yang lebih bagi pasien.

16.9 Diskrepansi Diagnosa Pre Operasi Dengan Post Operasi

Object 249

Analisa :

Dari grafik diatas tidak ditemukan kejadian diskrepansi diagnosa pre operasi dengan post operasi pada triwulan II dan III tahun 2021. Pencapaian ini sesuai dengan standar yaitu 0%.

Rekomendasi :

1. Pertahankan yang pencapaian yang sudah baik

2. Bekerjasama dengan komite medik untuk meningkatkan alat-alat penunjang medik agar lebih akurat.

16.10 Penjelasan Operator Post Operasi (CET)

Object 252

Analisa :

Dari grafik diatas rata-rata angka penjelasan operator post operasi (CET) pada periode triwulan III tahun 2021 sebesar 82,1%. Terjadi penurunan sebesar 0,2%, jika dibandingkan dengan triwulan II (82,3%). Hal ini terjadi pada saat post operasi keluarga tidak ada di tempat dan dokter opeator tidak selalu menulis penjelasan post opersi pada CET.

Rekomendasi :

1. Perawat kamar bedah mengingatkan keluarga untuk menunggu selama operasi belangsung 2. Bekerjasama dengan tim perawat kamar bedah untuk mengingatkan kepada dokter operator,

untuk menjelaskan kepada keluarga/ pasien / wali post tindakan operasi di kamar bedah dan di dokumentasikan pada CET (Catatan Edukasi Terpadu).

3. Bekerjasama dengan POKJA MKE untuk melakukan audit dan sosialisasi pengisian CET pada setiap operator setelah melakukan tindakan pembedahan

4. Bekerjasama dengan komite medik menjadikan penjelasan dokter operator kepada pasien/

keluarga/ wali post operasi di kamar bedah menjadi point penilaian kinerja dokter operator.

16.11 Kelengkapan Status Fisiologis Pasien Pasca Anestesi Regional, General

Object 255

Analisa :

Dari grafik diatas rata-rata angka kelengkapan status fisiologis pasien pasca anestesi regional, general pada periode triwulan III tahun 2021 sebesar 98,9%. Terjadi peningkatan sebesar 4,4%

bila dibandingkan dengan triwulan II (94,5%). Hal ini berkaitan perawat anestesi dan dokter anestesi dalam mengisi kelengkapan status anestesi.

Rekomendasi :

1. Berusaha untuk meningkatkan dibulan selanjutnya.

2. Mengingatkan dokter anestesi untuk mengisi kelengkapan status fisiologis pasien pasca anestesi regional, general

INDIKATOR MUTU DIREKTORAT KEPERAWATAN

DIREKTORAT KEPERAWATAN NO NAMA SATUAN

KERJA JUDUL INIDIKATOR MUTU STANDAR TW II

2021

TW III 2021

Dalam dokumen INDIKATOR MUTU WAJIB NASIONAL (Halaman 91-100)

Dokumen terkait