BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN
C. Karakter Yang Dibentuk Kepada Peserta Didik Melalui
86
Berdasarkan hasil wawancara diatas bahwa dalam pemberian arahan dan bimbingan tentang betapa pentingnya shalat bagi umat muslim. Memberikan arahan dan bimbingan di madrasah ini telah melakukan berbagai upaya yaitu dengan pembiasaan-pembiasaan yang baik. Hal tersebut tidak lepas dari tanggung jawab pendidik dalam memantau peserta didik untuk membiasakan hal-hal baik dalam ibadah maupun perilaku keseharian. Dalam hal ini perlu adanya campur tangan dari para pendidik di Madrasah. Agar ada keseimbangan sehingga pembiasaan baik yang telah di bangun oleh madrasah mampu melekat pada diri peserta didik.78
C. Karakter Yang Dibentuk Kepada Peserta Didik Melalui
87
Kecerdasan memang penting, tapi emosional juga perlu.
Jadi keduanyaa harus seimbang. peserta didik yang baik itu sebenarnya yang cerdas dalam akademik juga mempunyai jiwa karakter yang baik”79
Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa antara karakter, pembiasaan dalam melaksanakan berbagai program kegiatan keagamaan maupun akademiknya harus seimbang.
Pada bagian ini penulis akan memaparkan mengenai karakter yang dibangun atau yang dibentuk kepada peserta didik di MAN 1 Mataram melalui kegiatan pembiasaan shalat berjamaah yang dilakukan secara rutin menurut kesehariannya. Berikut lebih lanjut mengenai karakter yang sudah dan terus berupaya dibentuk melalui kegiatan pembiasaan shalat berjamaah, antara lain:
1. Religius
Karakter religius merupakan sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Kegiatan shalat berjamaah dalam pembentukan karakter religius bagi para peserta didik di MAN 1 Mataram, maka diadakan kegiatan shalat berjamaah seperti shalat Dhuha yang dilaksanakan hari
79 Masjudin Yusi (Waka Kesiswaan MAN 1 Mataram), Wawancara, MAN 1 Mataram, 7 Maret 2022.
88
Jum‟at dan shalat Dzuhur setiap hari sebelum pulang
sekolah, seperti yang dikatakan oleh Ibu Sundu Hartati sebagai berikut:
“Kegiatan shalat berjamaah dirasa sangat membantu dalam meningkatkan kualitas karakter religius peserta didik di madrasah ini serta mengalami perkembangan, madrasah juga berusaha untuk terus membimbing dan membina karakter anak, dari mulai mebentuk sikap tanggung jawab, disiplin serta rasa cinta ilmu dalam diri siswa. Bertanggung jawab dan disiplin tidak hanya dari segi ibadahnya namun juga disiplin dalam kesehariannya. Setelah kegiatan shalat Dhuha berjamaah sebagian siswa menyempatkan untuk membaca Al-quran. Madrasah Aliyah Negeri 1 Mataram sangat memprioritaskan berbagai program kegiatan keagamaan dan nantinya juga sangat membantu orangtua siswa dalam pendidikan agama anaknya.”80
Hal serupa juga diungkapkan oleh Bapak H. Muhammad Zainuri, sebagai salah satu pendidik dan juga sekaligus Pembina keagamaan di MAN 1 Mataram, beliau mengungkapkan:
“Yang pertama pastikan pembentukan karakter religius melalui pembiasaan shalat berjamaah kita harus mengajarkan anak itu membiasakan shalat Dhuha dan Dzuhur berjamaah yang diadakan oleh pihak madrasah dan untuk penerapannya di pada shalat Dhuha di hari Jum‟at pagi dan shalat Dzuhur. Lama-lama
80 Sundu Hartati (Guru Mapel Qur‟an Hadis MAN 1 Mataram), Wawancara, MAN 1 Mataram, 9 Maret 2022
89
Alhamdulillah kebiasaan bagus jadi kita mulai setiap pagi dan sebelum pulang dengan mengingat Allah”81 Berdasarkan hasil dari wawancara di atas bahwa untuk membentuk karakter selama dilaksanakannya program shalat Dhuha dan shalat Dzuhur berjamaah ini meliputi nilai ibadah, yaitu karakter religius, akan tercermin dari beberapa tindakan peserta didik seperti dengan melaksanakan tahfiz Al-Qur‟an sebelum melaksanakan shalat Dhuha dan Dzuhur serta berdoa setelah shalat.
Setelah peneliti melakukan observasi bahwasanya madrasah memberikan didikan bagi peserta didik dalam mengarahkannya berperilaku religius melalui ibadah shalat berjamaah di madrasah. Para pendidik di MAN 1 Mataram berupaya setiap memulai pembelajaran terlebih dahulu memberikan bimbingan dan arahan serta peringatan- peringatan khususnya ibadah shalat karena ini merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan dan merupakan ibadah rutinitas di MAN 1 Mataram. Dengan membiasakan ibadah shalat berjamaah di MAN 1 Mataram dapat membentuk karakter religius peserta didik, dan selama peneliti
81 Muhammad Zainuri (Pembina Keagamaan), Wawancara, MAN 1 Mataram, 22 Maret 2022.
90
melakukan observasi di MAN 1 Mataram ini, peneliti mengamati peserta didik yang aktif shalat berjamaah memiliki sikap yang baik, misalkan diberikan tugas mereka kerjakan dan sopan kepada guru-gurunya, ini merupakan realisasi dari adanya ibadah shalat yang senantiasa mereka dirikan secara berjamaah di madrasah.82
2. Toleransi
Toleransi yaitu sikap saling menghargai dan menghormati antara satu dengan yang lain dengan kondisi dan latar belakang yang berbeda-beda. Dalam pelaksanaan shalat Dhuha dan shalat Dzuhur berjamaah terdapat karakter toleransi yang terkandung didalamnya. Seperti yang dikatakan Bapak Masjudin Yusiyaitu:
“Dalam kaitannya dengan toleransi, shalat berjamaah dapat merukunkan keakraban antar sesama dan sudah berani ditunjuk sebagai imam shalat. Setelah shalat berjamaah biasanya para peserta didik berdzikir dan berdoa serta saling berjabat tangan, hal ini dapat merukunkan antar peserta didik maupun peserta didik dengan guru”83
Selaras dengan pendapat Ibu Sundu Hartati bahwa:
82 Observasi, MAN 1 Mataram, 21 Maret 2022.
83 Masjudin Yusi (Waka Kesiswaan MAN 1 Mataram), Wawancara, MAN 1 Mataram, 7 Maret 2022.
91
“Karakter toleransi yang terkandung pada pembiasaan shalat Dzuhur berjamaah diantaranya yaitu siswa berani ditunjuk untuk menjadi imam, menciptakan kerukunan antar sesama dan mengajak teman untuk shalat”.84
Berdasarkan hasil wawancara tersebut beliau menyatakan bahwa karakter toleransi yang terkandung dalam pembiasaan shalat Dzuhur berjamaah yaitu kebersamaan dan terciptanya kerukunan antar peserta didik maupun peserta didik dengan pendidik. Dan juga peserta didik berani ditunjuk untuk menjadi imam, menciptakan kerukunan antar sesama dan mengajak teman untuk shalat. Karakter toleransi yang terkandung dalam pembiasaan shalat Dzuhur berjamaah yaitu kebersamaan dan terciptanya kerukunan serta saling menghargai dan tidak membedakan latar belakang antar para peserta didik maupun peserta didik dengan pendidik.85
3. Disiplin
Kedisiplinan sangat ditekankan oleh pendidik di MAN 1 Mataram melalui shalat berjamaah. peserta didik diharapkan mampu melaksanakan shalat tepat waktu dan disiplin dalam hal apapun. Bapak H. Lalu Khaidir selaku wali kelas XI dan sebagai guru Fiqih mengatakan:
84 Sundu Hartati (Guru Mapel Qur‟an Hadis MAN 1 Mataram), Wawancara, MAN 1 Mataram, 9 Maret 2022
85 Observasi, MAN 1 Mataram, 7 Maret 2022.
92
“Anak-anak nunggu adzan, adzan selesai baru ngumpul, kalau ambil wudhunya sebelum adzan itu sudah ada yang wudhu kan gantian. Kemudian pas waktu ngumpulnya itu setelah adzan. Kan anak-anak ngaji bareng setelah adzan kita kenalkan ke anak-anak itu setelah adzan waktunya kita pakai untuk berdoa untuk ngaji untuk pujian dan sebagainya. Itu terbentuk ketika kita menanamkan shalat berjamaah itu.”86
Setelah adzan dikumandangkan siswa bergegas mengambil air wudhu agar bisa tepat waktu dalam melaksanakan shalat berjamaah yang dilaksanakan di madrasah. Karakter disiplin melalui pembiasaan shalat berjamaah diantaranya yaitu budaya antri wudhu dan menggunakan perlengakapan sesuai dengan penggunaannya.
Bapak Masjudin Yusi selaku Waka Kesiswaan mengatakan:87
a. Tertib dalam berwudhu
Setelah bel berbunyi hingga adzan berkumandang para peserta didik segera bergegas menuju tempat wudhu. Dalam berwudhu mereka tertib dan baik karena fasilitas dan sarana wudhu sudah memadai.
86 Lalu Khaidir (Wali Kelas Sekaligus Guru Mapel Fiqih MAN 1 Mataram), Wawancara, MAN 1 Mataram, 23 Maret 2022.
87 Masjudin Yusi (Waka Kesiswaan MAN 1 Mataram), Wawancara, MAN 1 Mataram, 7 Maret 2022.
93
b. Disiplin dalam penempatan shaf
Peserta didik sudah mulai ada kesadaran betapa pentingnya kerapian dalam penempatan shaf tapi tetap kita ingatkan. Untuk jamaah shaf paling depan harus diisi terlebih dahulu. Penempatan shaf dalam shalat memang harus rapi dan rapat.
c. Berdzikir dan berdoa setelah melaksanakan shalat berjamaah Setelah melaksanakan shalat berjamaah siswa tidak langsung bergegas pergi, namun harus berdzikir dan berdoa. Mereka juga harus terbiasa melakukan rangkaian shalat yang tak sekedar shalat berjamaah namun juga diikuti dzikir sebagai tanda menjadi hamba yang berserah diri dihadapan Allah.
Berkaitan dengan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan para informan. Pada saat melakukan observasi dan pengamatan terhadap pembiasaan shalat berjamaan yang berjalan di MAN 1 Mataram, bahwasanya peneliti melihat beberapa kejadian diantaranya dalam pelaksanaan shalat Dhuha maupun Dzuhur berjamaah sudah terlihat nilai karakter disiplin pada peserta didik. Peneliti melihat seluruh peserta didik sedang melakukan kegiatan
94
mengaji dan karakter disiplin melalui pembiasaan shalat berjamaah diantaranya yaitu budaya antri wudhu dan menggunakan perlengakapan sesuai dengan penggunaannya.
Shalatnya sudah disiplin otomatis kegiatan yang lainnya juga ikut serta disiplin. Karakter disiplin yang terkandung dalam shalat berjamaah yaitu disiplin waktu dan disiplin dalam hal beribadah.88
4. Kerja keras
Kegiatan yang apabila telah diwajibkan, maka akan ada usaha untuk melaksanakannya, maka akan ada tindakan dari peserta didik untuk menertibkan kegiatan shalat berjamaah tersebut. Peserta didik akan berusaha untuk selalu melaksanakan shalat berjamaah.
Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan Bapak Majudin Yusi selaku Waka Kesiswaan mengatakan:
“melatih kerja keras siswa karena selain berusaha dengan sungguh sungguh melalui giat dan rajin belajar tetapi tetap tidak lupa berdo‟a dan bertawakal kepada Allah SWT.”89
Hal senada yang dikatakan oleh Ibu Sundu Hartati:
88 Observasi, Kegiatan Shalat Berjamaah, MAN 1 Mataram, 4 Maret 2022.
89 Masjudin Yusi (Waka Kesiswaan MAN 1 Mataram), Wawancara, MAN 1 Mataram, 7 Maret 2022.
95
“Sudah menjadi pembiasaan, jadi ada hukuman dan tindakan bagi siswa yang tidak mengikuti pembiasaan yang sudah diterapkan Madrasah, untuk hukumannya sendiri akan diserahkan kepada Wakasis (Waka Kesiswaan) berupa bersih-bersih tapi tetap setelah melakukan hukuman harus melaksanakan sholat dhuha dan dengan membaca Al-Quran.”90
Hasil wawancara dengan peserta didik juga membenarkan adanya hukuman jika terlambat masuk sekolah dan tidak mengikuti shalat Dhuha berjamaah. Rizka Aulia Putri Bahtiar mengatakan:
“Siwa dan siswi yang terlambat mereka akan dihukum tetapi sebelum melaksanakan hukuman mereka juga harus shalat Dhuha berjamaah terlebih dahulu dan untuk hukumanya sendiri adalah membaca Alquran secara bergantian atau juga disebut dengan tadarus. Hukuman lainnya Ya seperti mebersikan halaman, mengelap kaca dll”91
Hasil wawancara menunjukkan bahwa beberapa hukuman yang diberikan berupa hukuman yang mendidik, sehingga tujuan hukuman juga agar peserta didik jera hingga mau bekerja keras shalat Dhuha berjamaah selain itu membuat peserta didik menjadi pintar atau menambah ilmu.
Beberapa hukuman atau konsekuensi yang diberikan dari pihak madrasah membuat para peserta didik berusaha keras
90 Sundu Hartati (Guru Mapel Qur‟an Hadis MAN 1 Mataram), Wawancara, MAN 1 Mataram, 9 Maret 2022
91 Rizka Aulia Putri Bahtiar (Ketua OSIM MAN 1 Mataram), Wawancara, MAN 1 Mataram, 11 Maret 2022
96
untuk tepat waktu dalam shalat, mempersiapkan diri untuk shalat Dhuha berjamaah.
5. Bersahabat/komunikatif
Dalam menumbuhkan jiwa bersahabat atau komunikatif perlu adaya keterlibatan antar teman sebaya untuk saling mengingatkan, menyamangati, dan memberi tahu kepada teman yang lain. Karakter menggambarkan kualitas moral seseorang yang tercermin dari segala tingkah lakunya yang mengandung unsur keberanian, kejujuran, dan kesetiaan, atau perilaku dan kebiasaan yang baik. Karakter ini dapat berubah akibat pengaruh lingkungan, oleh karena itu perlu usaha membangun karakter dan menjaganya agar tidak terpengaruh oleh hal-hal yang menyesatkan.
Lailatul Fitritsani selaku Wakil OSIM di MAN 1 Mataram mengatakan:
“Kalo ke saya sendiri iya pengaruh banyak sekali ke karakter saya. Saya lebih disiplin bertanggung jawab dan sealalu percaya diri, dan soal pergaulan saya memeng mudah akrab dengan siapa saja asalkan mereka menerima saya. Seperti saat mengikuti kegiatan shatat Dhuha saya sering diajak oleh teman untuk melaksanakan kegiatan tersebut.”92
92 Lailatul Fitritsani (Wakil Sekretaris OSIM MAN 1 Mataram), Wawancara, MAN 1 Mataram, 11 Maret 2022.
97
Dalam hal karakter kita pasti akan membutuhkan orang lain dalam urusan kita, sehingga sangat penting bagi sesama peserta didik untuk selalu bersahabat dalam pertemanan, mengingatkan untuk cepat datang ke madrasah supaya melaksanakan shalat berjamaah lebih awal agar dapat mengikuti shalat dhuha berjamaah serta komunikatif dengan baik kepada siapapun.
6. Tanggung Jawab
Bertanggung jawab ialah siap untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah diberikan, atau siap menanggung resiko atas apa yang telah diperbuat. Untuk pembentukan karakter tanggung jawab pada diri siswa melalui shalat berjamaah, seperti yang dikatakan oleh bapak Lalu Khaidir yaitu sebagai berikut:93
a. Menjadi makmum shalat berjamaah Tanggung jawab menjadi makmum dari shalat berjamaah yaitu harus sesuai dengan gerakan imam. Tidak mendahului imam dan tidak pula mengakhirkan gerakan shalat.
93 Lalu Khaidir (Wali Kelas Sekaligus Guru Mapel Fiqih MAN 1 Mataram), Wawancara, MAN 1 Mataram, 23 Maret 2022.
98
Dengan menjadi makmum yang baik juga melatih untuk menaati aturan.
b. Tugas mengumandangkan Adzan dan Iqomat, mengumandangkan adzan dilakukan secara bergilir.
Para peserta didik harus selalu siap ketika ditunjuk guru untuk mengumandangkan adzan, dikarenakan jadwal adzan yang kurang tersusun dengan baik.
Religius, toleransi, disiplin, kerja keras, bersahabat/komunikatif dan tanggung jawab merupakan indikator dari karakter yang diharapkan mampu merubah perilaku dan mampu menjiwai setiap karakter yang dimiliki peserta didik sehingga bisa bermanfaat di manapun anak itu berada.
Serta menurut ibu Sundu Hartati dari hasil wawancara yang peneliti lakukan, beliau mengatakan bahwasannya:
“Dalam membangun karakter disesuaikan dengan visi, misi dan berbagai kegiatan tugas kami lebih berat dan lebih berhasil, kita memulai sesuatu yang baru yang belum dilakukan di sekolah sebelumnya. Jadi keberhasilan itu tidak hanya dilihat dari presentase sekarang tapi juga dilihat dari aspek jangka panjang.”94
94 Sundu Hartati (Guru Mapel Qur‟an Hadis MAN 1 Mataram), Wawancara, MAN 1 Mataram, 9 Maret 2022
99
Menurut beliau pelaksanaan pembiasaan karakter peserta didik di MAN 1 Mataram dilihat dari visi, misi, dan berbagai program kegiatannya, madrasah ini sangat memperhatikan pada pembentukan karakter seperti membentuk karakter religius dan disiplin, karakter ini secara tidak langsung sudah dibentuk secara langsung dalam setiap kegiatan sehari-hari. dikatakan lebih berhasil dilihat dari latar belakang peserta didik pada jenjang sebelumnya belum menerapkan pembiasaan shalat berjamaah.
Tujuan dari pembiasaan shalat berjamaah selain membiasakan peserta didik shalat berjamaah yaitu mempersiapkan diri menjadi imam, ketika diluar mereka menjadi imam mereka sudah tau tata cara shalat berjamaah. Untuk sekarang sementara masih menjadi imam teman-temannya ataupun ketika dewasa nanti mampu menjadi imam di mushola atau masjid, hal tersebutlah yang dicita- citakan oleh pihak madrasah.
100 BAB III