BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
6. Teknik Analisis Data
56
menambah kepercayaan dan pembuktian suatu kejadian.50
Teknik pengumpulan data jenis ini ialah teknik secara tidak langsung dipusatkan terhadap tujuan yang diteliti, akan tetapi bentuk dokumen. Dokumen ialah catatan mengenai suatu peristiwa dan informasi yang telah berlalu, bisa saja dalam bentuk tulisan, karyakarya dari seseorang yang menomental, dan juga dalam bentuk foto maupun gambar.51
Teknik dokumentasi digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data mengenai profil MAN 1 Mataram, dokumentasi kegiatan yang berlangsung, sarana dan prasarana, keadaan peserta didik dan para pendidik (guru) serta dokumentasi seluruh hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan yang ada di MAN 1 Mataram.
57
“Analisis data ialah upaya mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara, dan lainnya untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang kasus yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan bagi orang lain. Sedangkan untuk meningkatkan pemahaman tersebut analisis perlu dilanjutkan dengan berupaya mencari makna”.52
Analisis data merupakan usaha yang dilakukan untuk mengurutkan data dan memilah data sehingga menemukan sesuatu yang penting untuk dipelajari, tahapan dalam analisis data ada tiga, yaitu sebelum terjun kelapangan, selama di lapangan, dan sesudah terjun dari lapangan. Adapun makna analisis data dalam penelitian kualitatif adalah aktivitas yang dilakukan secara terus menerus selama penelitian berlangsung, dilakukan mulai dari mengumpulkan data sampai pada tahap penulisan laporan.53
Miles dan Huberman mengemukakan bahwa, aktivitas dalam analisis data dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus, sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Adapun aktivitas dalam analisis data yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.54
a. Reduksi Data (Data Reduction)
52 Ahmad Rijali, “Analisis Data Kualitatif”, Jurnal Al Hadharah, Vol. 17, No.
33, Januari 2018, hlm. 84.
53 Afrizal, Metode Penelitian Kualitatif…, hlm. 176.
54 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitataif dan R & D…, hlm. 337.
58
Reduksi data merupakan proses berfikir sensitif yang memerlukan kecerdasan dan keluasaan serta kedalaman wawasan yang tinggi. Mereduksi data berarti merangkum, memilih dan memilah hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian, data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data dan mencarinya bila diperlukan.55 b. Penyajian Data (Data Display)
Setelah kegiatan mereduksi data, maka teknik selanjutnya adalah penyajian data. Agar dapat melihat keseluruhan gambar atau bagian tertentu dari penelitian ini, maka penyajian data dapat dilakukan dengan berbagai macam bentuk matriks, bagan, uraian singkat, grafik, dan networks. Dengan demikian peneliti bisa menguasai data-data tersebut.56 Dalam penelitian jenis kualitatif penyajian data dilakukan biasanya dalam bentuk teks naratif.
55 Ibid, hlm. 338-339.
56 Elvinaro Ardianto, Metodologi Penelitian Untuk Public Relations Kuantitatif
& Kualitatif, (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2014), hlm. 216.
59
c. Conclusion Drawing/Verification
Langkah ketiga menurut Miles dan Huberman dalam analisis data kualitatif ialah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dipaparkan hanyalah bersifat sementara, ia akan berubah-ubah jika tidak adanya suatu bukti yang memperkuat dan mendukung pada tahap pengumpulan data selanjutnya, akan tetapi apabila kesimpulan pada tahap awal yang dipaparkan dapat di dukung dengan bukti-bukti yang kuat dan valid, serta ketika peneliti turun kembali ke lapangan untuk mengumpulkan data, kesimpulan tersebut masih bersifat konsisten atau tetap, maka kesimpulan yang dikemukakan valid atau dapat dipercaya.57
Adapun kesimpulan atau verifikasi dalam tahap akhir ialah proses analisa data. Pada bagian ini peneliti menyampaikan kesimpulan dari data-data yang telah diperoleh. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencari makna data yang dikumpulkan dengan mencari
57 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitataif dan R & D…, hlm. 345
60
hubungan, persamaan, atau perbedaan.58 Penarikan kesimpulan bisa dilakukan dengan jalan membandingkan kesesuaian pernyataan dari subyek penelitian dengan makna yang terkandung dengan konsep-konsep dasar dalam penelitian tersebut.
7. Pengecekan Keabsahan Data
Dalam penelitian kualitatif data atau temuan yang diperoleh dapat dikatakan valid dan absah apabila tidak adanya perbedaan antara yang dilaporkan oleh peneliti dengan apa yang terjadi sebenarnya terjadi pada objek yang diteliti. Dalam upaya untuk memperoleh kriteria data tersebut, maka peneliti menggunakan cara-cara diantaranya:
a. Memperpanjang Kehadiran Peneliti
Memperpanjang kehadiran peneliti ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan atau kreadibilitas data dan untuk mengecek kembali data yang diperoleh apakah sudah valid atau tidak, karena hal tersebut sama dengan mengulang pengamatan, yang sebelumnya pernah dilakukan. Memperpanjang kehadiran peneliti
58 Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta : Rineka Cipta, 2007), hlm. 91
61
ini diharapkan hubungan peneliti dengan nasasumber atau informan semakin yang pada awal kedatangan peneliti hubungan antara keduanya masih orang asing dan dicurigai, sehingga narasumber belum percaya untuk memberikan informasi yang sebenarnya.
b. Triangulasi
Triangulasi merupakan suatu pendekatan analisis campuran dan sebagai teknik untuk pengecekkan data dari berbagai sumber, sehingga peneliti menggunakan beberapa triangulasi yaitu triangulasi sumber, dan triangulasi teknik pengumpulan data.59 Jadi pada penelitian ini peneliti akan menggunakan triangulasi sumber yang berarti membandingkan mengecek ulang derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui sumber yang berbeda, dan triangulasi teknik pengumpulan data berarti cara mengecek data pada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.
59 Bachtiar S. Bachri, “Meyakinkan Validitas Data Melalui Triangulasi Pada Penelitian Kualitatif”, Jurnal Teknologi Pendidikan, Vol. 10, No. 1, April 2010, hlm 55.
62 H. Sistematika Pembahasan
Dalam rangka memperjelas sistematika skripsi ini, maka peneliti merincikan rangkaian pembahasan skripsi ini dengan susunan diantarannya sebagai berikut:
1. Bagian awal, pada bagian ini terdiri dari halaman sampul, halaman judul, persetujuan pembimbing, nota dinas pembimbing, pernyataan keaslian skripsi, halaman motto, halaman persembahan, halaman pengesahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan abstrak.
2. BAB I, berupa pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitan, ruang lingkup dan setting penelitian, telaah pustaka, kerangka teori, metode penelitian dan sistematika pembahasan.
3. BAB II, paparan data dan temuan meliputi : gambaran umum lokasi penelitian, pembentukan karakter melalui pembiasaan shalat berjamaah di MAN 1 Mataram dan karakter yang dibentuk kepada peserta didik melalui pembiasaan shalat berjamaah di MAN 1 Mataram.
4. BAB III, berisi tentang pembahasan yang meliputi pembentukan karakter melalui pembiasaan shalat berjamaah
63
di MAN 1 Mataram dan karakter yang dibentuk kepada peserta didik melalui pembiasaan shalat berjamaah di MAN 1 Mataram.
5. BAB IV, penutup yang meliputi kesimpulan dan saran.
6. Bagian akhir terdiri dari daftar pustaka dan lampiran- lampiran.
64 BAB II
PAPARAN DATA DAN TEMUAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Gambaran umum lokasi penelitian sangatlah penting untuk dipaparkan oleh peneliti, guna sebagai bahan referensi pendukung dalam penelitian. Oleh karena itu, peneliti ingin menjelaskan secara rinci mengenai keberadaan MAN 1 Mataram. Berdasarkan data yang diperoleh melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dengan pihak madrasah. Adapun gambaran umum MAN 1 Mataram adalah sebagai berikut:
1. Sejarah Singkat MAN 1 Mataram
Madrasah Aliyah Negeri 1 Mataram terletak di jln.
Pendidikan No 31 Mataram, Dasan Agung, Kec. Selaparang, Kota Mataram, yang berdi pada tahun 1978 (SK Menteri Agama RI No. 17/1978 tanggal 17 Juli 1979), dengan kode pos 83125 dan nomor statistik 131152710001.60
Madrasah Aliyah Negeri 1 Mataram sebagai salah satu lembaga pendidikan umum bercirikan Agama Islam di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia atau yang disebut dengan Pendidikan Madrasah, senantiasa
60 Dokumentasi, Profil MAN 1 Mataram, 15 Februari 2022
65
menyelenggarakan kegiatan pembelajaran untuk mecapai tujuan pendidikan, baik tujuan pendidikan nasional yang telah di rumuskan dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional serta tujuan pendidikan madrasah, tujuan kurikuler dan tujuan pembelajaran.
Madrasah Aliyah Negeri 1 Mataram memiliki sejarah panjang. Pada tahun 2016 Madrasah Aliyah Negeri 1 Mataram sudah berusia 52 tahun jika di hitung dari sejak lahirnya Sekolah Persiapan IAIN (SPIAIN) Sunan Ampel Cabang Mataram yang berdiri pada tahun 1964. SP IAIN Merupakan lembaga pendidikan tingkat atas (setingkat SMA) yang saat itu menerima peserta didik dari tamatan PGAP untuk di didik selama 2 (dua) tahun yang selanjutnya setelah tamat, mereka bisa melanjutkan kuliah di semua fakultas di lingkungan IAIN tanpa test di seluruh Indonesia. Pada tahun 1990 pemerintah juga mengaluarkan kebijakan sistem pendidikan dan jenjang pendidikan baru ditingkat menengah atas seperti SPG, SGO dan PGA. Dengan adanya perubahan ini maka di Mataram terdapat dua Madrasah Aliyah Negeri yaitu Madrasah Aliyah Negeri alih fugsi dari SP.IAIN dan Madrasah Aliyah Negeri alih fungsi dari Pendidikan Guru
66
Agama Negeri (PGAN) Mataram. Selanjutnya pada tahun 1991 menjadi tahun perubahan alih fungsi Madrasah Aliyah Negeri di Mataram di mana Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mataram menjadi Madrasah Aliyah Negeri/ (MAN) 1 Mataram dan alih fungsi PGAN Mataram menjadi Madrasah Aliyah Negeri/ (MAN) 2 Mataram.61
Setelah itu tidak ada perubahan lagi sampai dengan sekarang ini Madrasah Aliyah Negeri 1 Mataram mengembangkan pendidikan berdasarkan atas sistem pendidikan nasional yang berlaku di Republik Indonesia seperti madrasah-madrasah lainnya di Indoneisa. Madrasah Aliyah Negeri 1 Mataram berdinamika sesuai dengan sistem dan mekanisme yang berlaku dan telah menunjukkan esksistensinya dalam melaksanakan amanat Pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
2. Visi – Misi dan Tujuan
Madrasah Aliyah Negeri 1 Mataram merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai peran dan fungsi untuk menyiapkan peserta didik dapat melanjutkan pendidikannya
61 Suparmono Arif, S. Adm, (Kepala TU MAN 1 Mataram), Wawancara, Sejarah Singkat MAN 1 Mataram, 15 Februari 2022
67
ke-Perguruan Tinggi favorit, mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mampu menjadi anggota masyarakat yang dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sebuah lembaga pendidikan yang memilik visi, misi dan tujuan yang kearah tujuan yang dicita-citakan.
Karenanya MAN 1 Mataram sebuah lembaga pendidikan yang bercirikan Agama Islam. Visi, misi dan tujuan Madrasah Aliyah Negeri 1 Mataram yaitu:
a. Visi
Terwujudnya Sumber Daya Manusia yang Gemilang dengan Ilmu, Iman dan Akhlaq Mulia.
b. Misi
1. Peningkatan program pengalaman nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
2. Pemantapan program proses belajar mengajar, bimbingan dan konseling bagi peserta didik.
3. Pemantapan program pembinaan bagi peserta didik yang berbakat.
4. Peningkatan koordinasi dan konsolidasi kedalam dan keluar lingkungan Madrasah.
68
5. Perwujudan lingkungan dan warga yang aman dan kondusif, bersih dan sehat, serta sejuk dan asri.
6. Peningkatan pemahaman terhadap jati diri bahwa Madrasah Aliyah Negeri 1 Mataram sebagai warga yang tangguh, efektif, kreatif, aktif, disiplin, berkualitas yang disingkat dengan TEKADKU.
c. Tujuan
1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta penguasaan pengetahuan peserta didik, khususnya di bidang iptek agar peserta didik mampu melanjutkan pendidikan pada jenjang yang pendidikan tinggi yang berkualitas.
2. Meningkatkan kemampuan peserta didik sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan sosial budaya dan alam sekitarnya yang dijiwai dengan nilai-nilai agama, sosiala dan budaya.
3. Menjadikan MAN 1 Mataram sebagai madrasah mandiri dan maju sehingga pada saatnya nanti menjadi madrasah model dalam mengembangkan pendidikan
69
atas dasar imtaq dan iptek serta menjadi contoh bagi madrasah lainnya.62
3. Keadaan Sarana dan Prasarana MAN 1 Mataram
Sarana dan prasarana Madrasah Aliyah Negeri 1 Mataram daritahun ke tahun selalu di tingkatkan. Sampai dengan tahun 2016 MAN 1 Mataram sudah memiliki gedung bertingkat (lantai 2) keliling dengan ukuran tanah yang relatif sempit.
MAN 1 Mataram dalam menunjang kelancaran proses belajar mengajar didukung oleh sarana dan prasarana yang menadai.
Tabel 2.1
Data Sarana Dan Prasarana MAN 1 Mataram63
No Jenis Jumlah Kondisi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Ruang Kepala Madrasah Ruang Wakil Kepala Ruang Tata Usaha Ruang Guru Ruang BP Ruang UKS Ruang Belajar Laboraturium IPA Laboraturium Bahasa Laboraturium Komputer Ruang Multimedia Komputer
Musholla Perpustakaan
1 1 1 1 1 1 24
1 1 1 1 33
1 1
Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik
62 Dokumentasi, Visi-Misi dan Tujuan MAN 1 Mataram, MAN 1 Mataram, 17 Februari 2022.
63 Observasi dan Dokumentasi, Data Sarana dan Prasarana MAN 1 Mataram, MAN 1 Mataram, 21 Februari 2022
70 15
16 17 18 19 20 21
Ruang Bendahara Komite Kantin
Ruang Kopsis Tempat Parkir Mobil
WC
Ruang Ektrakurikuler
1 1 1 2 1 8 1
Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik
4. Keadaan Tenaga Pendidik, Kependidikan MAN 1 Mataram
Guru merupakan pendidik profesional yang bertanggung jawab dalam melaksanakan proses pembelajaran, guru berkewajiban menyajikan dan menjelaskan materi pembelajaran, membimbing dan mengarahkan siswa kearah pencapaian tujuan pembelajaran yang telah direncanakan.
Guru tidak hanya berkedudukan sebagai orang yang mentransfer ilmu yang dimilikinya kepada peserta didik, akan tetapi guru juga merupakan suri tauladan yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan para peserta didiknya.
Baik itu perkembangan jasmani, rohani, etika, moral, dan perkembangan sosial peserta didiknya, terhadap tigkah laku dalam bersosialisasi dengan orang yang berkedudukan tinggi dari pada peserta didik itu sendiri.
71
Adapun jumlah guru-guru yang terdapat di MAN 1 Mataram yaitu sebanyak orang. Sebagaimana rincian tabel berikut.
Tabel 2.2
Daftar Pendidik MAN 1 Mataram64
No Nama Guru Mapel yang
diajarkan
Jabatan dinas 1. Dr. Lalu Sirajul Hadi,
S. Ag. M. Pd
- Kepala Madrasah 2. Mahdi, S.Pd.,M.Pd Kimia Waka Kurikulum 3. Masjudin Yusi, S.Pd Matematika Waka Kesiswaan 4. Hj. Siti Faridah, S.Pd Biologi Waka Sarpras 5. Sartono Ramli, S.Ag.,
M.PdI
Basaha Arab Waka Humas 6. Khairun Nasirin, S.Pd Kimia Kepala Lab. MIA
7. Sigit Teguh
Prasetiyanto, SE
Ekonomi Kepala Perpustakaan 8. Danu Saputra, S.S Bahasa
Indonesia
Pembina OSIM 9. H. Istiqlal Ahad Dien
Ramen, S.Pd.
Bahasa Indonesia
Pembina
Olimpiade/KSM 10. Hery Rahmawati, S.Pd,
M.Pd
Bahasa Inggris Pembina UKS/PMR 11. Dra. Hj. Nuratul
Awwaliyah
Aqidah Akhlak Pembina Kesenian 12. Farid Wajdi, S.Pd Sejarah
Indonesia
Pembina Paskib 13. Lalu Syaiful Hidayat,
S.Ag
Fiqih Pembina
Pramuka Putra 14. Awwali Raehani
Wahdi, S.Ag.
Bahasa Arab Pembina Pramuka Putri 15. Wahdian Apriliana,
S.Pd.,M.Pfis
Fisika Pembina
KIR/Robotik 16. H. Muhammad Akidah Akhlaq Pembina
64 Dokumentasi, Data Pendidik MAN 1 Mataram, MAN 1 Mataram, 21 Februari 2022
72
Zainuri, Lc Keagamaan
17. Fathurrahman, S.Pd Prakarya dan Kewirausahaan
Pembiana Jurnalistik 18. Surya Andri Riswanto,
S.Pd.,M.Pd
Penjaskes Pembina Olah Raga
19. Alipah Husaini, S.Pd BP/BK Koordinator BK 20. Dr. Hj. Baiq
Nursukyalaili
Pkn Pembina
Kewirausahaan 21. Siti Arifatul Khikmah,
S.Pd
Bahasa Inggris Pembina Study Club Bahasa Inggris
22. Daud Yusuf, S.Ag Bahasa Arab Pembina Study Club Bahasa Arab
23. Deddy Sudihartono, S.Sn
Seni Budaya Pembina
Prakarya dan Kesenian
24. H. Jupri, SE.,ME Ekonomi Wali Kelas 25. H. Mutanazil, S.Pd Bahasa
Indonesia
Wali Kelas 26. Hidayatullah, S.Pd Bahasa Inggris Wali Kelas 27. Drs. Muhamad Mohan Bahasa Inggris Wali Kelas 28. Drs.H. Indrajaya, M.Pd Matematika Wali Kelas 29. H. Lalu Khaidir, S.Ag Fiqih Wali Kelas 30. Sundu Hartati, S.Ag Al qur‟an Hadits Wali Kelas 31. Nuraini, S.Pd Geografi Wali Kelas 32. Hj. Baiq Huriati, S.PdI SKI Wali Kelas 33. Baiq Rahmi Laela,
S.PdI
Sejarah Indonesia
Wali Kelas 34. Syamsul Ihsan,
SP.,S.Pd
Fisika Wali Kelas
35. Drs. H. Rusdin, S.Si., M.Pd
Matematika Wali Kelas 36. Dra. Hj. Hidayatul
Istiqomah
Pkn Wali Kelas
37. Maryam, S.PdI Sosiologi Wali Kelas 38. Tuti Herawati, S.Pd Aqidah Akhalak Wali Kelas 39. Fitrawati, S.Pd Bahasa Inggris Wali Kelas 40. Sibawaih Azhari, S.PdI Al quran Hadits Wali Kelas 41. Muzayin, S.Pd Sejarah Wali Kelas
73
42. Fadlina Hayati, S.Pd SKI Wali Kelas 43. Lalu Dendy Aghesta
Randa, S.Pd
Seni Budaya Wali Kelas 44. Ika Widyawati, S.Pd Sosiologi Wali Kelas 45. Sri Yuliana, S.Pd Bahasa
Indonesia
Wali Kelas 45. Baiq Siti Aminuriana,
S.Pd
Matematika Wali Kelas 45. Ummu Solihah
Romdiana, S.Pd
Matematika Wali Kelas 48. Mustafa Adnan, S.Pd Pkn Wali Kelas 49. Lastrika Muliana, S.Pd Matematika Wali Kelas 50. Nadia Rosalia, S.Pd Pd Bahasa
Indonesia
Wali Kelas 51. Sarniati, S. Pd BP/ BK
52. Yani Oktiyanti, S.Pd BP/ BK 53. Muhammad
Sirojuddin, S.Pd
BP/ BK & Al qur‟an Hadits 54. Eni Kusmirawati, S.Pd Bahasa
Indonesia 55. Surya Ulfah, S. Bahasa Inggris 56. Irwan Rosadi, S.Pd Ekonomi 57. Baiq Uswatun
Hasanah, S.Pd
Ekonomi 58. Sukriani, S.Pd Geografi 59. Januwarti, S.Pd Penjaskes 60. Franky Agus Susanto,
S.Pd
Penjaskes 61. Hendra Irawan, S. Pd,
M. Pd
Ekonomi 62. Haeriah, M. Pd Matematika 63. Rusni Bil Makruf, M.
PdI
Ai qur‟an Hadits 64. Sukini, S. Pd, M. Pd Bahasa Arab 65. Nurul Rizqiyah, S. Pd Biologi 66. H. Muh. Lutfi
Tharodli, M. PdI
Bahasa Arab
Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa jumlah pendidik dan pegawai yang ada di MAN 1 Mataram yaitu
74
berjumlah sebanyak 66 orang. Disamping itu, dapat diketahui bahwa semua pendidik yang ada di MAN 1 Mataram ini berlatar belakang Sarjana strata 1. Jadi dapat dikatakan bahwa pendidik di MAN 1 Mataram mempunyai kualitas dan intelektualitas serta pengalaman yang cukup didalam dunia pendidikan.
5. Keadaan Peserta Didik MAN 1 Mataram
Madrasah Aliyah Negeri 1 Mataram yang terletak di Dasan Agung Kecamatan Selaparang ini merupakan salah satu lembaga pendidikan negeri yang cukup bagus dan berkualitas, sehingga banyak diminati oleh masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di madrasah ini.
Madrasah Aliyah Negeri 1 Mataram dapat dikatakan memiliki peserta didik yang tergolong mempunyai intelektualitas yang relative tinggi, bagus dan menguasai banyak keterampilan. Hal ini terlihat dari adanya prestasi- prestasi yang diperoleh diberbagai jenis kegiatan seperti olahraga, kesenian, keagamaan dan lain-lain. Baik ditingkat madrasah, regional, maupun nasional. Sehingga tidaklah
75
mengherankan jika banyak teropi atau piala yang terpajang dilemari depan ruang kepala madrasah dan ruangan TU.65
Adapun jumlah peserta didik Tahun ajaran 2021/2022 yang terdaftar di MAN 1 Mataram sebagai berikut:
Tabel 2.3
Daftar Jumlah Peserta Didik MAN 1 Mataram66 Kelas Prog. Pilihan Jumlah Siswa
L P Jlm
X IIK Agama 11 28 39
X IBB Bahasa 13 23 36
X MIA 1 IPA 8 26 34
X MIA 2 IPA 11 22 33
X MIA 3 IPA 9 25 34
X MIA 4 IPA 9 25 34
X IIS 1 IPS 15 21 36
X IIS 2 IPS 9 30 39
X IIS 3 IPS 12 24 36
Jumlah Kelas X 97 224 321
XI IIK Agama 12 33 45
XI IBB Bahasa 12 23 35
XI MIA 1 IPA 9 27 36
XI MIA 2 IPA 10 26 36
XI MIA 3 IPA 14 23 37
XI IIS 1 IPA 13 25 38
XI IIS 2 IPS 13 27 40
XI IIS 3 IPS 18 21 39
Jumlah Kelas XI 101 205 306
XII IIK 1 Agama 22 14 36
XII IIK 2 Agama 10 15 25
XII IBB Bahasa 17 20 37
XII MIA 1 IPA 13 26 39
65 Observasi, Keadaan Peserta Didik MAN 1 Mataram, MAN 1 Mataram, 21 Februari 2022.
66 Dokumentasi, Data Peserta Didik MAN 1 Mataram, MAN 1 Mataram, 21 Februari 2022.
76
XII MIA 2 IPA 12 28 40
XII MIA 3 IPA 9 31 40
XII IIS 1 IPS 18 22 40
XII IIS 2 IPS 18 22 40
XII IIS 3 IPS 15 26 41
Jumlah Kelas XII 134 204 338
TOTAL 332 633 965
6. Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan suatu hal yang harus ada dalam sebuah lembaga, sebagai sebuah gambaran dari terorganisasinya pembagian tugas dan wewenang yang ada pada lembaga tersebut. Demikian pula halnya dengan lembaga pendidikan seperti di MAN 1 Mataram, karena pengorganisasian mutlak dibutuhkan untuk mengetahui tugas dan wewenang masing-masing anggota dalam lembaga tersebut. Berikut ini merupakan struktur organisasi yang ada di MAN 1 Mataram.67
67 Dokumentasi, Struktur Organisasi MAN 1 Mataram, MAN 1 Mataram, 5 Maret 2022
77
Gambar 2.1 Struktur Organisasi MAN 1 Mataram Tahun Ajaran 2021/2022
78
B. Pembentukan Karakter Melalui Pembiasaan Shalat Berjamaah di MAN 1 Mataram
Upaya pendidik dalam pembentukan karakter pada suatu lembaga pendidikan sangatlah penting. Karena karakter yang baik menjadi tujuan paling dasar dari pendidikan. Dengan adanya pembentukan karakter di suatu lembaga pendidikan dapat membentuk peserta didik yang berakhlakul karimah dan bertanggung jawab. Dalam mengembangkan karakter peserta didik di madrasah, kepala madrasah dan para pendidik memiliki posisi yang penting dalam mewujudkan karakter melalui kegiatan keagamaan. Upaya yang diterapkan di MAN 1 Mataram dalam membentuk karakter peserta didik yaitu:
1. Pembiasaan
Pembiasaan yaitu upaya yang dilakukan oleh pihak MAN 1 Mataram dengan melakukan pembiasaan- pembiasaan yang baik khususnya yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan seperti dalam kegiatan pembiasaan shalat berjamaah. Dalam hal ini Masjudin Yusi mengatakan:
“Salah satu upaya yang kami lakukan untuk membentuk karakter peserta didik itu dengan memberikan kegiatan- kegiatan yang positif, misalnya kegiatan keagamaan.
Nah, di kegiatan keagamaan ini ada banyak hal yang
79
bisa dilakukan peserta didik, seperti ngaji, shalat Dhuha, shalat Dzuhur berjamaah, mendengarkan ceramah dan masih banyak lagi.”68
Hal senada juga diungkapkan oleh ibu Sundu Hartati, sebagai salah satu pendidik di MAN 1 Mataram, beliau mengungkapkan:
“Kalo dibilang usaha atau strategi, kami berusaha memeberikan pembiasaan-pembiasaan yang baik kepada peserta didik. contohnya dalam kegiatan pembiasaan shalat Dzuhur berjamaah, dan peserta didik kami latih serta dibiasakan untuk selalu mengerjakan perbuatan- perbuatan yang baik”.69
Hasil wawancara selaras dengan hasil pengamatan bahwasannya upaya yang diterapkan di MAN 1 Mataram dalam pembentukan karakter peserta didik melalui kegiatan shalat barjamaah yaitu dengan melakukan pembiasaan shalat Dzuhur berjamaah yang dilaksanakan sebelum pulang.
Pembiasaan yang dilakukan yaitu berupa menjalankan kegiatan keagamaan secara rutin. Kegiatan shalat Dzuhur berjamaah ini diterapkan bukan semata-mata karena ciri lembaga pendidikan ini adalah madrasah, melainkan dengan
68 Masjudin Yusi (Waka Kesiswaan MAN 1 Mataram), Wawancara, MAN 1 Mataram, 7 Maret 2022.
69 Sundu Hartati (Guru Mapel Qur‟an Hadis MAN 1 Mataram), Wawancara, MAN 1 Mataram, 9 Maret 2022.
80
tujuan untuk membiasakan peserta didik mensyiarkan ilmu agama, menumbuhkan semangat membaca dan mempelajari Al-Qur‟an, serta melatih mental peserta didik. Peserta didik juga tidak menolak ketika diberikan arahan ketika menjalankan shalat Dzuhur berjamaah tersebut, mereka tetap menjalankannya dengan rutin tanpa berkeluh kesah kepada ibu-bapak guru meskipun dalam pelaksanannya masih ada peserta didik yang suka bermain.70
Bukan hanya itu peneliti mewawancarai peserta didik Rizka Aulia Putri Bahtiar saat itu tersebut tengah duduk santai bersama teman-temannya, peneliti mendekatinya dan mengajak untuk men gobrol untuk mendapat informasi tambahan mengenai tanggapannya terhadap pembiasaan shalat berjamaah yang dijalankan di madrasah ini. Ia mengatakan :
“Pastinya sih kita senang dan respon baik, karena dikasih kegiatan-kegiatan seperti shalat berjamah yang diikuti oleh peserta didik serta semua jajaran guru, jadi sebelum kelas dimulai pada pagi Jum‟at kami sudah langsung persiapan Imtak dan shalat Dhuha berjamaah”71
70 Observasi, MAN 1 Mataram, 10 Maret 2022.
71 Rizka Aulia Putri Bahtiar (Ketua OSIM MAN 1 Mataram), Wawancara, MAN 1 Mataram, 11 Maret 2022