• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Anak Sekolah Dasar

Dalam dokumen DI SEKOLAH DASAR CAHAYA BANGSA METRO (Halaman 68-74)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

B. Sekolah Dasar

2. Karakteristik Anak Sekolah Dasar

infrastruktur utama untuk melaksanakan pendidikan intelektual maupun moral bagi peserta didik sebagai bekal menjalani kehidupan sosial serta sebagai bekal sebelum mereka memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi (pendidikan menengah).

menurut terminologi murid adalah pencari hakikat dibawah bimbingan dan arahan seorang pembimbing spiritual (mursiyd).71

Guru perlu mengetahui sifat-sifat serta karakteristik anak sekolah dasar agar dapat memberikan pembinaan dengan baik dan tepat sehingga dapat meningkatkan potensi kecerdasan dan kemampuan anak didiknya sesuai dengan kebutuhan anak dan harapan orangtua pada khususnya serta masyarakat pada umumnya.

Analisis karakteristik awal siswa merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memperoleh pemahaman tentang tuntutan, bakat, minat, kebutuhan dan kepentingan siswa, berkaitan dengan suatu program pembelajaran tertentu. Tahapan ini dipandang begitu perlu mengingat banyak pertimbangan seperti; siswa, perkembangan sosial, budaya, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kepentingan program pendidikan/pembelajaran tertentu yang akan diikuti siswa.72

Pada anak usia SD/MI antara 6 sampai 12 tahun, anak banyak mengalami perubahan, baik fisik maupun mental hasil perpaduan faktor intern maupun pengaruh dari luar, yaitu lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan yang tidak kurang pentingnya adalah pergaulan dengan teman sebaya.73

Anak SD dibagi menjadi dua bagian, yaitu kelas rendah yang berumur 6-9 tahun dan kelas tinggi yang berumur 10-12 tahun.74 Melalui

71 Syahraini Tambak, Pendidikan Agama Islam Konsep Metode Pembelajaran PAI, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2014), h. 177

72 Jauharoti Alfin, Analisis Karakteristik Siswa pada Tingkat Sekolah Dasar, (Prosiding Halaqoh Nasional & Seminar Internasional Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya), h. 192. dalam http://digilib.uinsby.ac.id tanggal 28 Oktober 2018

73 Ifada Novikasari, Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa melalui Pembelajaran Matematika Open-ended di Sekolah Dasar, (Purwokerto: Jurnal INSANIA|Vol. 14|No. 2|Mei-Ags 2009), h. 2. Dalam https://media.neliti.com/media/publications, diakses tanggal 28 Oktober 2017

74 Hurlock, E.B. Developmental Psychology: A Lifespan Approach, Terjemahan oleh Istiwidayanti, (Jakarta: Erlangga, 1990), h. 43.

sekolah dasar, anak untuk pertama kalinya belajar untuk berinteraksi dan menjalin hubungan yang lebih luas dengan orang lain yang baru dikenalinya. Pada masa usia sekolah dasar ini terdapat dua fase yang terjadi, yaitu :

a. Masa kelas rendah sekolah dasar (usia 6 tahun sampai usia sekitar 8 tahun). Pada usia ini dikategorikan mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 3.

b. Masa kelas tinggi sekolah dasar (usia 9 tahun sampai kira-kira usia 12 tahun) Pada usia ini dikategorikan mulai dari kelas 4 sampai dengan kelas 6.

Pada masing-masing fase tersebut memiliki karakteristiknya masing-masing. Masa-masa kelas rendah siswa memiliki sifat-sifat khas sebagai berikut :

a. Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan kesehatan pertumbuhan jasmani dengan prestasi sekolah.

b. Adanya sikap yang cenderung untuk memenuhi peraturan-peraturan permainan yang tradisional.

c. Adanya kecenderungan memuji diri sendiri.

d. Suka membanding-bandingkan dirinya dengan anak lain.

e. Kalau tidak dapat menyelesaikan masalah, maka masalah itu dianggapnya tidak penting.

f. Pada masa ini (terutama pada umur 6-8 tahun) anak memperhatikan nilai (angka rapor).

g. Hal-hal yang bersifat konkret lebih mudah dipahami daripada hal yang abstrak.

h. Kehidupan adalah bermain. Bermain bagi anak usia ini adalah hal yang menyenangkan. Bahkan anak tidak dapat membedakan secara jelas perbedaan bermain dengan belajar.

i. Kemampuan mengingat (memori) dan berbahasa berkembang sangat cepat.

Sedangkan ciri-ciri sifat anak pada masa kelas tinggi di Sekolah Dasar yaitu :

1. Adanya minat terhadap kehidupan sehari-hari.

2. Sangat realistik, ingin tahu, dan ingin belajar.

3. Menjelang akhir masa ini terdapat minat terhadap hal hal atau mata pelajaran khusus. Sampai kira-kira umur 11 tahun anak membutuhkan guru atau orang-orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugasnya dan memenuhi keinginannya. Setelah kira-kira umur 11 tahun pada umumnya anak menghadapi tugas- tugasnya dengan baik dan berusaha menyelesaikannya sendiri.

4. Pada masa ini anak memandang nilai (angka rapor) sebagai hal yang baik mengenai prestasi sekolah.

5. Anak-anak pada masa ini gemar membentuk kelompok sebaya, biasanya untuk bermain bersama-sama. Di dalam permainan ini biasanya anak tidak lagi terikat kepada aturan permainan yang tradisional melainkan mereka membuat peraturan sendiri.

6. Mengidolakan seseorang yang sempurna.

Karakteristik anak usia Sekolah Dasar adalah : 1. Karakteristik fisik/jasmani anak usia sekolah :

- Pertumbuhan lambat dan teratur.

- Berat badan dan tinggi badan anak wanita lebih besar daripada anak laki-laki pada usia yang sama.

- Pertumbuhan tulang - Pertumbuhan gigi permanen - Nafsu makan besar - Timbul haid pada masa ini 2. Karakteristik emosi anak usia sekolah :

- Suka berteman - Rasa ingin tahu

- Tidak peduli terhadap lawan jenis 3. Karakteristik sosial anak usia sekolah :

- Suka bermain

- Sangat erat dengan teman-teman sejenis, laki-laki dan wanita bermain sendiri

4. Karakteritik intelektual anak usia sekolah : - Suka berbicara dan mengeluarkan pendapat - Minat besar dalam belajar dan keterampilan - Ingin coba-coba dan selalu ingin tahu sesuatu - Perhatian terhadap sesuatu sangat singkat.75

75 Adriani, M., Wirjatmadi, B. Pengantar Gizi Masyarakat. (Jakarta: Kencana, 2012), h. 69.

Pada kehidupan sosial anak-anak prasekolah, terutama bagaimana bermain dengan teman sama lain. Peran guru sangatlah penting sebagai figur otoritas lain dalam kedisiplinan anak untuk membentuk perilaku anak-anak. Perkembangan sosial dan kepribadian pada masa kanak-kanak merupakan suatu proses perkembangan pribadi di dalam lingkungan, yakni keluarga, teman sebaya dan masyarakat.

Perkembangan sosial dan kepribadian anak-anak akan terus membentuk suatu kesadaran diri yang memfokuskan pada pengembangan konsep diri mereka termasuk konsep gender.76

Perilaku sosial merupakan aktivitas dalam hubungan dengan orang lain, baik dengan teman sebaya, guru, orang tua maupun saudara-saudara. Saat berhubungan dengan orang lain, terjadi peristiwa yang sangat bermakna dalam kehidupan anak yang sangat dapat membentuk kepribadiannya, dan membentuk perkembangannya menjadi manusia yang sempurna.77

Dari paparan di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa karakteristik anak Sekolah Dasar terdiri dari karakter fisik, jasmani, sosial dan intelektual yang proses pembentukannya dipengaruhi oleh faktor internal dan ekstrnal dimana perilaku sehari-hari di rumah dan pola pengajaran guru di sekolah memberikan pengaruh yang signifikan bagi pembentukan karakteristik anak. Contohnya adalah pemberian contoh karakter toleran oleh guru. Meningkatkan sikap toleran serta

76 Feldman, Robert S. Discovering The Life-Span, (New York: PearsonEducation, Inc. 2012),

h. 178.

77 Teguh Prasetyo, Perkembangan Pribadi dan Sosial pada Masa Anak-Anak dalam https://www.academia.edu tanggal 28 Oktober 2017

mengembangkan etika sosial jelas sangat penting bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Dalam dokumen DI SEKOLAH DASAR CAHAYA BANGSA METRO (Halaman 68-74)