BAB I PENDAHULUAN
E. Penelitian Terdahulu yang Relevan
Dalam melakukan kegiatan penelitian, peneliti mempelajari dan mengkaji ulang naskah-naskah terdahulu dengan tujuan untuk membedakan penelitian dari perspektif subtansi, persamaan dan perbedaan penelitian sehingga akan terlihat orisinalitas penelitian yang diharapkan dapat memberi kontribusi
dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Terdapat tiga penelitian terdahulu yang peneliti anggap relevan dengan penelitian ini, yaitu;
Pertama, Integrasi Pendidikan Karakter dan Peran Guru di Sekolah oleh Badariah pada Jurnal Edu-Bio; Vol. 3, Tahun 2012.16 Substansi atau isi penelitian ini adalah ketika pendidikan karakter di sekolah merupakan sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan sistem-sistem nilai-nilai, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi insan yang kamil.
Karakter diintegrasikan dalam setiap mata pelajaran dan dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi, dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari.
Kesamaan tema dalam tulisan ini adalah dalam konteks pengembangan karakter di sekolah sebagai respon terhadap fenomena sosial yang berkembang dimana dekadensi moral menunjuk pada kenaikan angka yang signifikan dan mengkhawatirkan.
Dalam pengembangan nilai dan karakter peserta didik, maka guru harus memiliki kelebihan dalam merealisasikan nilai spiritual, emosional, moral, sosial, intelektual dalam pribadinya. Disisi lain guru mesti mempunyai karakter
16 Badariah, Integrasi Pendidikan Karakter dan Peran Guru di Sekolah, dalam http://e- journal.iainjambi.ac.id. 31 Juli 2017
disiplin dan kesadaran profesional karena mereka bertugas untuk mendisiplinkan peserta didik didalam sekolah, terutama dalam pembelajaran.
Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang peneliti lakukan terdapat pada objek penelitian. Dalam peneletian terdahulu, objek penelitian bersifat universal dengan melibatkan seluruh populasi guru yang ada di sekolah, sedangkan dalam penelitian ini hanya terfokus pada guru muslim yang mengajar pada komunitas kompleks atau multikultur.
Kedua, Profeseonalitas Guru dan Pendidikan Karakter (Kajian Empiris di Sekolah Kabupaten Balangan) oleh Rabiatul Adawiah pada Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan: Program Studi PPKn FKIP Universitas Lambung Mangkurat Volume 6, Nomor 11, Mei 2016.17
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan nilai karakter yang dilakukan guru baik melalui kompetensi pedagogik, professional, kepribadian maupun sosial.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan nilai-nilai karakter yang dilakukan oleh guru sekolah dasar di Kabuaten Balangan baik melalui kompetensi pedagogik, kompetensi professional dan kompetensi kepribadian berkategori tinggi, sedangkan melalui kompetensi sosial berkategori sedang sedangkan pengembangan nilai-nilai karakter melalui kompetensi kepribadian guru secara umum berkategori tinggi.
17 Rabiatul Adawiah, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Program Studi PPKn FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Profeseonalitas Guru dan Pendidikan Karakter (Kajian Empiris di Sekolah Kabupaten Balangan), dalam http://download.portalgaruda.org. 31 Juli 2017
Dari penelitian ini muncul rekomendasi perlunya peningkatan pengembangan nilai-nilai karakter melalui kompetensi sosial sehingga keberhasilan pengembangan nilai-nilai karakter bisa mencapai hasil yang optimal.
Persamaan, salah satu kontek bahasan penelitian ini adalah pengembangan nilai-nilai karakter melalui kompetensi kepribadian guru sehingga sama-sama memiliki objek yang sama. Pengembangan nilai-nilai karakter melalui kompetensi profesional dilihat dari perlakuan guru terhadap siswa sesuai dengan keunikannya masing-masing.
Upaya pengenalan karakteristik setiap siswa, keterampilan dalam memberikan rangsangan untuk mengoptimalkan pembentukan karakter siswa, tujuan dalam melaksanakan pendidikan karakter, penggunaan berbagai sumber belajar dalam melaksanakan pendidikan karakter, pengembangan kegiatan pendidikan karakter sesuai dengan kebutuhan siswa, dan upaya untuk meningkatkan pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah.
Perbedaan, tujuan utama penelitian ini adalah optimalisasi proses pembentukan karakter siswa melalui serangkaian proses, sedangkan penelitian yang peneliti lakukan bertujuan untuk menggali informasi mengenai karakter guru.
Penelitian terdahulu mengunakan pendekatan kuantitatif dimana pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, dan data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner/angket yaitu alat pengumpul
data yang berupa serangkaian pertanyaan tertulis yang diajukan kepada subyek untuk mendapatkan jawaban secara tertulis juga Sedangkan penelitian yang peneliti gunakan adalah pendekatan kualitatif yang menarasikan informasi- informasi yang peneliti peroleh dari informan dan pengamatan terhadap gejala sosial yang terjadi di lokasi penelitian.
Ketiga, Penelitian yang dilakukan oleh Siddiqoh yang berjudul Implementasi Pendidikan Karakter dalam Manajemen Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Manajemen Pembelajaran Guru MI se Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang Tahun 2014.18 Dalam penelitian tersebut terdapat dua fokus masalah, yaitu mengenai implementasi pendidikan karakter dalam manajemen kepemimpinan kepala madrasah dan manajemen pembelajaran guru untuk mengetahui manajemen kepala madrasah dan guru dalam mengimplementasikan program pendidikan karakter dalam melaksanakan tugasnya masing-masing.
Hasil penelitian tersebut menemukan beberapa point penting yakni adanya pemahaman para kepala madrasah dan guru terhadap program pendidikan karakter yang dalam manajemennya secara umum nampak pada visi, misi, tujuan dan program madrasah yang bernafaskan pendidikan karakter. Hal ini ditandai dengan ditemukannya peserta didik MI di wilayah Kecamatan Pabelan memiliki banyak karakter baik yang menonjol seperti religius, jujur,
18 Siddiqoh, Implementasi Pendidikan Karakter dalam Manajemen Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Manajemen Pembelajaran Guru MI se Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang Tahun 2014, Tesis, (Salatiga: Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga, 2014) dalam http://perpus.iainsalatiga.ac.id/docfiles/fulltext/3421596349.pdf
kreatif, tanggung jawab, peduli lingkungan dan sosial, komunikatif dan sopan santun.
Adapun faktor yang mendukung terlaksananya program pendidikan karakter adalah adanya kerja sama yang baik, lingkungan yang kondusif, sarana dan prasarana yang memadahi, dan adanya perhatian dan komunikasi yang baik antara pihak madrasah dengan orang tua/wali peserta didik. Faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan pendidikan karakter adalah adanya peserta didik yang kurang memiliki motivasi dari pihak keluarga atau lingkungan rumah/keluarga yang kurang mendukung program madrasah
Kesamaan dalam penelitian ini terdapat pada penggunaan serta eksplorasi terhadap teks dan konteks religi yaitu agama Islam yaitu ketika pengembangan karakter yang didasarkan pada al-Qur’an, al-Hadits dan nilai- nilai kemanusiaan dengan pendekatan kebiasaan dan keteladanan oleh guru dalam proses pembelajaran.
Implementasi karakter yang dilakukan oleh guru muslim di sekolah bercorak Islam (Madrasah Ibtidaiyah) menjadi pembeda dalam penelitian terdahulu karena dalam penelitian ini implementasi karakter dilakukan oleh guru muslim di sekolah umum, plural dan multikultural.