BAB II KERANGKA TEORI
A. Religiusitas
4. Fungsi Religi Bagi Manusia
Menurut Hendropuspito fungsi religi (agama) bagi manusia meliputi beberapa hal yang diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Fungsi Edukatif
Manusia mempercayakan fungsi edukatif pada agama yang mencakup tugas mengajar dan membimbing.
b. Fungsi Penyelamatan
Agama dengan segala ajarannya memberikan jaminan kepada manusia keselamatan di dunia dan akhirat.
c. Fungsi Pengawasan Sosial
Agama ikut bertanggungjawab terhadap norma-norma sosial sehingga agama menyeleksi kaidah-kaidah sosial yang ada, mengukuhkan yang baik dan menolak kaidah yang buruk.
d. Fungsi memupuk persaudaraan
Persamaan keyakinan merupakan salah satu persamaan yang bisa memupuk rasa persaudaraan yang kuat.18
e. Fungsi transformatif
Agama mampu melakukan perubahan terhadap bentuk kehidupan masyarakat lama ke dalam bentuk kehidupan baru.19
18 Heny Kristiana Rahmawati. “kegiatan religiusitas: 40
19 Heny Kristiana Rahmawati. “kegiatan religiusitas: 41
Secara garis besar, agama Islam mencakup tiga hal, yaitu a. Keyakinan (aqidah)
Aqidah Islam adalah sesuatu yang bersifat tauqifi, artinya suatu ajaran yang hanya dapat ditetapkan dengan adanya dalil dari Allah dan Rasul-Nya. Maka, sumber ajaran aqidah Islam adalah terbatas pada Al- Quran dan Sunnah saja
Dalam akidah islam mencakup 4 tingkatan yaitu
1) Taklid yaitu menerima suatu ucapan orang lain serta memegang suatu hukum agama dengan tidak mengetahui keterangan- keterangan dan alasan-alasannya.
2) Yakin merupakan kata serapan dari bahasa al-Quran yaitu yaqîn.
yang dalam Bahasa Indonesia nya berarti percaya atau sungguh- sungguh.
Sebagaimana firman Allah SWT.
ُTْVِXَVZا َ\َVِ]ْ^َ_ `ﱠbَc َ\ﱠdَر ْfُgْhاَو
Dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) dating kepadamu.
(QS al-Hijr [15]: 99)20
3) Ainul Yakin yaitu keyakinan yang kita peroleh berdasarkan kenyataan yang pernah kita lihat sendiri.
4) Haqqul Yaqin yaitu keyakinan yang kita peroleh berdasarkan pengalaman sendiri.
20 Al-Qasbah, Al-Qur’an Hafalan Super Mudah Untuk Pemula: ( Bandung: PT.AlQosbah Karya Indonesia, 2020 ), 267
b. Norma atau Hukum (syariah),
Yaitu komponen ajaran Islam yang mengatur tentang kehidupan seorang muslim baik dalam bidang ibadah (habluminAllah) maupun dalam bidang muamalah (hablumminannas) yang merupakan aktualisasi dari akidah yang menjadi keyakinannya.
Dalil tentang syari’ah yaitu firman Allah SWT
ôMtΒÌhãm ãΝä3ø‹n=tæ
èπtGøŠyϑø9$#
ãΠ¤ $! $#uρ
ãΝøtm:uρ ̓̓Ψσø:$#
!$tΒuρ
¨≅Ïδé&
ÎötóÏ9
«!$#
ϵÎ/
èπs)ÏΖy‚÷Ζßϑø9$#uρ äοsŒθè%öθyϑø9$#uρ
èπtƒÏjŠutIßϑø9$#uρ èπys‹ÏܨΖ9$#uρ
!$tΒuρ Ÿ≅x.r&
ßìç7¡¡9$#
āωÎ)
$tΒ
÷ΛäøŠ©.sŒ
$tΒuρ yxÎ/èŒ
’n?tã É=ÝÁ‘Ζ9$#
βr&uρ (#θßϑÅ¡ø)tFó¡s?
ÉΟ≈s9ø—F{$$Î/
4
öΝä3Ï9≡sŒ î,ó¡Ïù
3
tΠöθu‹ø9$#
}§Í≥tƒ
tÏ % © ! $#
(#ρãx&x.
ÏΒ öΝä3ÏΖƒÏŠ Ÿξsù
öΝèδöθt±øƒrB Èβöθt±÷z$#uρ
4
tΠöθu‹ø9$#
àMù=yϑø.r&
öΝä3s9 öΝä3oΨƒÏŠ àMôϑoÿøCr&uρ
öΝä3ø‹n=tæ
ÉLyϑ÷èÏΡ àMŠÅÊu‘uρ
ãΝä3s9 zΝ≈n=ó™M}$#
$YΨƒÏŠ
4
Çyϑsù
§äÜôÊ$#
’Îû
>π|ÁuΚøƒxΧ uöxî
7#ÏΡ$yftGãΒ 5ΟøO\b}
¨βÎ*sù
©!$#
Ö‘θà&xî ÒΟ‹Ïm§‘
∩⊂∪
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini orang- orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku- cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa, karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS. Al-Maidah 3) : 521
21 Al-Qasbah, Al-Qur’an Hafalan Super Mudah Untuk Pemula…107
Ayat lain yang juga tentang syariah
tΠöθtƒuρ ß]yèö7tΡ
’Îû Èe≅ä.
7π¨Βé&
#´‰‹Îγx©
ΟÎγøŠn=tæ ôÏiΒ
öΝÍκŦà&Ρr&
(
$uΖø⁄Å_uρ
š
Î/
#´‰‹Íκy−
4’n?tã ÏIωàσ¯≈yδ
4
$uΖø9¨“tΡuρ
š
ø‹n=tã
|=≈tGÅ3ø9$#
$YΖ≈u‹ö;Ï?
Èe≅ä3Ïj9
&óx«
“Y‰èδuρ Zπyϑômu‘uρ
3“uô³ç0uρ tÏϑÎ=ó¡ßϑù=Ï9
∩∇∪
(dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. ( QS. Al-Nahl 89) : 16. 22
Ayat lain juga menjelaskan,
$tΒuρ
ÏΒ 7π−/!#yŠ
’Îû ÇÚö‘F{$#
Ÿωuρ 9È∝¯≈sÛ çÏÜtƒ ϵø‹ym$oΨpg¿2 HωÎ)
íΝtΒé&
Νä3ä9$sVøΒr&
4
$¨Β
$uΖôÛ§sù
’Îû É=≈tGÅ3ø9$#
ÏΒ
&óx«
4
¢ΟèO 4’n<Î) öΝÍκÍh5u‘
šχρç|³øtä†
∩⊂∇∪
Dan Tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung- burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan ( QS. Al-An’am : 38) : 6.23
c. Perilaku (Akhlak).
Adalah tingkah laku seseorang yang didorong oleh sesuatu keinginan secara mendasar untuk melakukan suatu perbuatan. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits.
jًl َm ْnَأ ْpُqُrَs ْcَأ ِtَujَVِXْZا َمْwَ_ jًsِxْyَu zﱢrِu ْpُqِdَ|ْlَأَو ﱠzَZِإ ْpُqﱢgِcَأ ْTِu ﱠنِإ
22 Al-Qasbah, Al-Qur’an Hafalan Super Mudah Untuk Pemula…277
23 Al-Qasbah, Al-Qur’an Hafalan Super Mudah Untuk Pemula…132
“Sesungguhnya di antara orang-orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat denganku yaitu orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi)
Oleh karena itu pengertian religiusitas Islam adalah tingkat internalisasi beragama seseorang yang dilihat dari penghayatan aqidah, syariah, dan akhlak seseorang. Adanya pengaruh religiusitas terhadap kesehatan mental diterangkan oleh Pollner sebagai berikut:
1) Agama dapat menyediakan sumber-sumber untuk menjelaskan dan menyelesaikan situasi problematik.
2) Agama meningkatkan perasaan berdaya dan mampu (efikasi) pada diri seseorang.
3) Agama menjadi landasan perasaan bermakna, memiliki arah, dan identitas personal, serta secara potensial menanamkan peristiwa asing yang berarti.24
Para ahli psikologi agama pada umumnya berpendapat bahwa dalam diri manusia terdapat religious instinct, yaitu potensi yang secara alamiah membawa manusia dalam kehidupan beragama.
Perkembangan potensi ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan aspek kepribadian yang lain, baik kognitif maupun afektif.
Pengaruh lingkungan, terutama keluarga, memang sangat dominan bagi perkembangan keberagamaan seseorang. Seorang anak yang dibesarkan dalam keluarga yang religius akan lebih besar kemungkinannya berkembang menjadi lebih religius dibandingkan dengan yang tidak. Jika seorang anak melakukan ritual keagamaan hal
24 Heny Kristiana Rahmawati. “kegiatan religiusitas: 42
ini hanya bersifat superfisial saja. Meskipun ada beberapa anak-anak yang seakan menunjukkan perilaku yang sangat religius, misalnya rajin melaksanakan ritual keagamaan (misalnya sholat dalam agama islam), tetapi apa yang mereka lakukan itu pada umumnya baru merupakan kebiasaan saja. Pemahaman dan penghayatan secara mendalam tentang ajaran agama masih belum ada. Mereka menjalankan agama masih bersifat ritualistik semata. Bagi pendidikan agama, hal ini merupakan proses belajar yang sangat baik agar orang menjadi religius.25