BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Karakteristik Responden
Distribusi frekuensi berdasarkan umur, jenis kelamin, dan kelas responden dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4. 1
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Umur, jenis kelamin, dan Kelas Responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan SD Negeri A
r o e p p a l a T a h u n
2022
Sumber : Data Primer 2022
Berdasarkan tabel 4.1 menunjukkan bahwa dari 150 responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar terdapat 93 (62%) responden yang berada pada range umur 10-11 tahun dan sebanyak 57 (38%) responden pada range umur 12-13 tahun. Sedangkan dari 84 responden di SD Negeri Aroeppala terdapat 48 (57,1%) responden yang berada pada range umur 10-11 Tahun dan 36 (42,9%) responden berusia 13 tahun. Dari 150 responden di SD Islam Al- Azhar 34 Makassar terdapat 80 (53,3%) responden yang berjenis kelamin laki-laki dan sebanyak 70 (46,7%) responden yang berjenis kelamin Perempuan. Sedangkan dari 84 responden di SD Negeri Aroeppala terdapat 44 (52.4%) responden yang berjenis kelamin perempuan dan 40 (47.6%) responden yang berjenis kelamin laki-laki. Dan dari 150 responden di SD
Karakteristik Responden
Frekuensi SD slam Al-Azhar
34 Makassar SD Negeri Aroeppala
n % N %
Umur
10-11 93 62 48 57.1
12-13 57 38 36 42.9
Jenis kelamin
Laki-laki 80 53.3 40 47.6
Perempuan 70 46.7 44 52.4
Kelas
5 60 40.0 43 51.2
6 90 60.0 41 48.8
Total 150 100 84 100
Islam Al-Azhar 34 Makassar terdapat 60 (40%) responden siswa kelas 5 dan sebanyak 90 (60%) responden siswa kelas 6. Sedangkan dari 84 responden di SD Negeri Aroeppala terdapat terdapat 43 (51,2%) responden siswa kelas 5 dan sebanyak 41 (48,8%) responden siswa kelas 6.
C. Variablel Univariat 1. Pengetahuan
Distribusi frekuensi berdasarkan pengetahuan responden dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4. 2
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pengetahuan Responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala Tahun 2022
Pengetahuan
Frekuensi SD Islam Al-Azhar
34 Makassar
SD Negeri Aroeppala
n % n %
Rendah 80 53.3 41 48.8
Tinggi 70 46.7 43 51.2
Total 150 100 84 100
Sumber : Data Primer 2022
Hasil distribusi frekuensi diatas agar lebih komunikatif dapat disajikan dalam bentuk diagram batang sebagai berikut.
53.3
48.8 46.7
51.2
42 44 46 48 50 52 54
persen (%) persen (%)
SD Islam Al-Azhar 34 Makassar SD Negeri Aroeppala Diagram 4. 1
Gambaran Pengetahuan Responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala Tahun 2022
Rendah Tinggi
Berdasarkan tabel 4.2 menunjukkan bahwa dari 150 responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar terdapat 80 (53,3%) responden berpengetahuan rendah dan sebanyak 70 (46,7%) responden berpengetahuan tinggi. Sedangkan dari 84 responden di SD Negeri Aroeppala terdapat 43 (51,2%) responden berpengetahuan tinggi dan sebanyak 41 (48,8%) responden berpengetahuan rendah.
2. Sikap
Distribusi frekuensi berdasarkan sikap responden dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4. 3
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Sikap Responden di SD Islam Al- Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala Tahun 2022
Sikap
Frekuensi SD Islam Al-Azhar
34 Makassar
SD Negeri Aroeppala
n % n %
Negatif 80 43.3 30 35.7
Positif 70 46.7 54 64.3
Total 150 100 84 100
Sumber : Data Primer 2022
Hasil distribusi frekuensi diatas agar lebih komunikatif dapat disajikan dalam bentuk diagram batang sebagai berikut.
Berdasarkan tabel 4.3 menunjukkan bahwa dari 150 responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar terdapat 70 (46,7%) responden bersikap positif dan sebanyak 80 (53,3%) responden bersikap negatif.
Sedangkan dari 84 responden di SD Negeri Aroeppala terdapat 54 (64,3%) responden bersikap positif dan sebanyak 30 (35,7%) responden bersikap negatif.
3. Tindakan
Distribusi frekuensi berdasarkan tindakan responden dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4. 4
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Tindakan Responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala Tahun 2022
Tindakan
Frekuensi SD Islam Al-Azhar
34 Makassar
SD Negeri Aroeppala
n % n %
Buruk 5 3.3 2 2.4
Baik 145 96.7 81 97.6
Total 150 100 84 100
Sumber : Data Primer 2022
43.3
35.7 46.7
64.3
0 10 20 30 40 50 60 70
persen (%) persen (%)
SD Islam Al-Azhar 34 Makassar SD Negeri Aroeppala Diagram 4.2
Gambaran Sikap Responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala Tahun 2022
Negatif Positif
Hasil distribusi frekuensi diatas agar lebih komunikatif dapat disajikan dalam bentuk diagram batang sebagai berikut.
Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa dari 150 responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar terdapat 145 (96,7%) responden bertindakan baik dan sebanyak 5 (3,3%) responden bertindakan buruk.
Sedangkan dari 84 responden di SD Negeri Aroeppala terdapat 81 (97,6%) responden bertindakan baik dan sebanyak 2 (2,4%) bertindakan buruk.
4. Ketersediaan Sarana
Distribusi frekuensi berdasarkan ketersediaan sarana dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
3.3 2.4
96.7 97.6
0 20 40 60 80 100 120
persen (%) persen (%)
SD Islam Al-Azhar 34 Makassar SD Negeri Aroeppala Diagram 4.3
Gambaran Tindakan Responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala Tahun 2022
Buruk Baik
Tabel 4. 5
Ketersediaan Sarana di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala Tahun 2022
No Kriteria
SD Islam Al-Azhar 34
Makassar SD Negeri Aroeppala Hasil
Observasi Kesimpulan Hasil
Observasi Kesimpulan 1
Ruang tenaga pendidikan yang
bersih
Ya Memenuhi
Syarat Ya Memenuhi
Syarat 2 Ruang kelas yang
bersih Ya Memenuhi
Syarat Ya
Memenuhi Syarat 3 Penyediaan alat
kebersihan Ya Memenuhi
Syarat Ya
Memenuhi Syarat Sumber : Data Primer 2022
Berdasarkan tabel 4.5 menunjukkan bahwa pada SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan di SD Negeri Aroeppala ruang tenaga pendidikan dan ruang kelas bersih serta masing masing menyediakan alat kebersihan.
Tabel 4. 6
Ketersediaan Sarana di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala Tahun 2022
No Kriteria
SD Islam Al-Azhar 34
Makassar SD Negeri Aroeppala Hasil
Observasi Kesimpulan Hasil
Observasi Kesimpulan 1
Penyediaan tempat sampah
yang terpisah sesuai jenisnya
Tidak
Tidak Memenuhi
Syarat
Tidak
Tidak Memenuhi
Syarat 2
Penyediaan tempat sampah
yang memiliki penutup
Ya Memenuhi
Syarat Tidak
Tidak Memenuhi
Syarat 3
Pengumpulan dan pengangkutan
sampah
Ya
Tidak Memenuhi
Syarat
Ya
Tidak Memenuhi
Yarat Sumber : Data Primer 2022
Berdasarkan tabel 4.6 menunjukkan bahwa pada SD Islam Al- Azhar 34 Makassar dan di SD Negeri Aroeppala tersedia tempat sampah yang tidak dibedakan berdasarkan jenisnya. Pada SD Negeri Aroeppala tersedia tempat sampah yang tidak dilengkapi penutup, dan pada masing-masing sekolah pembuangan akhir sampah tempat pengumpulan dan pengangkutan sampah masih belum memenuhu syarat.
5. Dukungan Orangtua
Distribusi frekuensi berdasarkan dukungan orangtua dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4. 7
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Dukungan Orangtua di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala Tahun 2022
S u m b
er : Data Primer 2022
Hasil distribusi frekuensi diatas agar lebih komunikatif dapat disajikan dalam bentuk diagram batang sebagai berikut.
Dukungan Orangtua
Frekuensi SD Islam Al-
Azhar 34 Makassar
SD Negeri Aroeppala
n % n %
Kurang Mendukung 108 72 50 59.5
Mendukung 42 28 34 40.5
Total 150 100 84 100
Berdasarkan tabel 4.7 menunjukkan bahwa dari 150 responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar terdapat 108 (72%) responden memiliki orangtua yang kurang mendukung dan 42 (28%) responden memiliki orangtua yang mendukung. Sedangkan dari 84 responden di SD Negeri Aroeppala terdapat 50 (59,5%) responden memiliki orangtua yang kurang mendukung dan sebanyak 34 (40,5%) responden memiliki orangtua yang mendukung.
72
59.5
28
40.5
0 10 20 30 40 50 60 70 80
persen (%) persen (%)
SD Islam Al-Azhar 34 Makassar SD Negeri Aroeppala Diagram 4.4
Gambaran Dukungan Orangtua di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala Tahun 2022
Kurang Mendukung Mendukung
6. Dukungan Guru di Sekolah
Distribusi frekuensi berdasarkan dukungan guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4. 8
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Dukungan Guru di SD Islam Al- Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala Tahun 2022
Sumber : Data Primer 2022
Hasil distribusi frekuensi diatas agar lebih komunikatif dapat
disajikan dalam bentuk diagram batang sebagai berikut.
Berdasarkan tabel 4.8 menunjukkan bahwa dari 150 responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar terdapat 110 (73,3%) responden yang
Dukungan Guru
Frekuensi SD Islam Al-
Azhar 34 Makassar
SD Negeri Aroeppala
n % n %
Tidak mendukung 40 26.7 26 31
Mendukung 110 73.3 58 69
Total 150 100 84 100
26.7 31
73.3 69
0 10 20 30 40 50 60 70 80
persen (%) persen (%)
SD Islam Al-Azhar 34 Makassar SD Negeri Aroeppala Diagram 4.5
Gambaran Dukungan Guru di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala Tahun 2022
Tidak mendukung Mendukung
memiliki dukungan dari guru dan 40 (26,7%) responden yang tidak memiliki dukungan dari guru. Sedangkan dari 84 responden di SD Negeri Aroeppala terdapat 26 (31%) responden yang tidak memiliki dukungan dari guru dan sebanyak 58 (69%) responden yang tidak memiliki dukungan dari guru.
7. Kurikulum Sekolah
Tabel 4. 9
Kurikulum Sekolah di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala Tahun 2022
No Sekolah Hasil
Observasi 1. SD Islam Al-Azhar 34 Makassar Ada
2. SD Negeri Aroeppala Ada
Sumber : Data Primer 2022
Berdasarkan tabel 4.9 menunjukkan bahwa di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala terdapat kurikulum tentang lingkungan.
D. Variabel Bivariat 1. Faktor predisposisi
a. Pengetahuan
Perbandingan perilaku pengelolaan sampah berdasarkan pengetahuan responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4. 10
Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Pengelolaan Sampah Responden di SD Negeri Aroeppala dan SD Islam Al-Azhar 34
Makassar Tahun 2022
Pengetahuan
Perilaku
SD Negeri Aroeppala SD Islam Al-Azhar 34 Makassar
Buruk Baik p-
value
Buruk Baik p-
value
n % n % n % n %
Rendah 21 77.8 20 35.1
0.001
47 97.9 33 32.4
0.000
Tinggi 6 22.2 37 64.9 1 2.1 69 67.6
Total 27 100 57 100 48 100 102 100
Sumber : Data Primer 2022
Berdasarkan tabel 4.10 di atas menunjukkan dari 84 (100%) responden bahwa perilaku pengelolaan sampah berdasarkan pengetahuan responden di SD Negeri Aroeppala dengan tingkat pengetahuan rendah dengan perilaku baik sebanyak 21 (77.8%) responden sedangkan pengetahuan kategori tinggi dengan perilaku baik sebanyak 6 (22,2%) responden. Adapun hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,001 yang artinya pada alpha 5%, terdapat hubungan perilaku pengelolaan sampah dengan tingkat pengetahuan siswa pada SD Negeri Aroeppala.
Adapun pada tabel di atas, menunjukkan dari 150 (100%) responden bahwa perilaku pengelolaan sampah berdasarkan pengetahuan responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dengan tingkat pengetahuan rendah dengan perilaku baik sebanyak 33 (32,4%) responden sedangkan pengetahuan kategori tinggi dengan perilaku baik sebanyak 69 (67,6%) responden. Adapun hasil uji
statistik menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,000 yang artinya pada alpha 5%, terdapat hubungan perilaku pengelolaan sampah dengan tingkat pengetahuan siswa pada SD islam Al-Azhar 34 Makassar.
b. Sikap
Perbandingan perilaku pengelolaan sampah berdasarkan sikap responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4. 11
Hubungan Sikap dengan Perilaku Pengelolaan Sampah Responden di SD Negeri Aroeppala dan SD Islam Al-Azhar 34 Makassar
Tahun 2022
Sikap
Perilaku
SD Negeri Aroeppala SD Islam Al-Azhar 34 Makassar
Buruk Baik p-
value
Buruk Baik p-
value
n % n % n % n %
Negatif 21 77.8 9 15.8
0.000
47 97.9 33 32.4
0.000
Positif 6 22.2 48 84.2 1 2.1 69 67.6
Total 27 100 57 100 48 100 102 100
Sumber : Data Primer 2022
Berdasarkan tabel 4.11 di atas menunjukkan dari 84 (100%) responden bahwa perilaku pengelolaan sampah berdasarkan sikap responden di SD Negeri Aroeppala dengan kategori negatif dengan perilaku baik sebanyak 9 (15,8%) responden sedangkan sikap kategori positif dengan perilaku baik sebanyak 48 (84,2%) responden. Adapun hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p- value sebesar 0,000 yang artinya pada alpha 5%, terdapat hubungan
perilaku pengelolaan sampah dengan sikap siswa pada SD islam Al- Azhar 34 Makassar.
Adapun berdasarkan tabel 4.11 di atas menunjukkan dari 150 (100%) responden bahwa perilaku pengelolaan sampah berdasarkan sikap responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dengan kategori negatif dengan perilaku baik sebanyak 33 (32,4%) responden sedangkan pengetahuan kategori tinggi dengan perilaku baik sebanyak 69 (67,6%) responden. Adapun hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,000 yang artinya pada alpha 5%, terdapat hubungan perilaku pengelolaan sampah dengan sikap siswa pada SD islam Al-Azhar 34 Makassar.
c. Tindakan
Perbandingan perilaku pengelolaan sampah berdasarkan tindakan responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4. 12
Hubungan Tindakan dengan Perilaku Pengelolaan Sampah Responden di SD Negeri Aroeppala dan SD Islam Al-Azhar 34
Makassar Tahun 2022
Tindakan
Perilaku
SD Negeri Aroeppala SD Islam Al-Azhar 34 Makassar
Buruk Baik p-
value
Buruk Baik p-
value
n % n % n % n %
Buruk 4 14.8 3 5.3
0.204
4 8.3 1 1
0.036
Baik 23 85.2 54 94.7 44 91.7 101 99
Total 27 100 57 100 48 100 102 100
Sumber : Data Primer 2022
Berdasarkan tabel 4.12 di atas menunjukkan dari 84 (100%) responden bahwa perilaku pengelolaan sampah berdasarkan tindakan responden di SD Negeri Aroeppala dengan tindakan kategori buruk dengan perilaku baik sebanyak 3 (5,3%) responden sedangkan tindakan kategori baik dengan perilaku baik sebanyak 54 (94,7%) responden. Adapun hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p- value sebesar 0,204 yang artinya pada alpha 5%, tidak terdapat hubungan perilaku pengelolaan sampah dengan tindakan siswa pada SD islam Al-Azhar 34 Makassar.
Adapun pada tabel di atas, menunjukkan dari 150 (100%) responden bahwa perilaku pengelolaan sampah berdasarkan pengetahuan responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dengan tindakan buruk dengan perilaku baik sebanyak 1 (1%) responden sedangkan tindakan kategori baik dengan perilaku baik sebanyak 101 (99%) responden. Adapun hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,036 yang artinya pada alpha 5%, terdapat hubungan perilaku pengelolaan sampah dengan tindakan siswa pada SD islam Al-Azhar 34 Makassar.
2. Faktor penguat
a. Dukungan Orangtua
Perbandingan perilaku pengelolaan sampah berdasarkan dukungan guru di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4. 13
Hubungan Dukungan Orang Tua dengan Perilaku Pengelolaan Sampah Responden di SD Negeri Aroeppala dan SD Islam
Al-Azhar 34 Makassar Tahun 2022
Dukungan Orang Tua
Perilaku
SD Negeri Aroeppala SD Islam Al-Azhar 34 Makassar
Buruk Baik p-
value
Buruk Baik p-
value
n % n % n % n %
Tidak
Mendukung 17 63 33 57.9
0.838
41 85.4 67 65.7
0.021
Mendukung 10 37 24 42.1 7 14.6 35 34.3
Total 27 100 64 100 48 100 102 100
Sumber : Data Primer 2022
Berdasarkan tabel 4.13 di atas menunjukkan dari 84 (100%) responden bahwa perilaku pengelolaan sampah berdasarkan dukungan orangtua responden di SD Negeri Aroeppala dengan tingkat dukungan orangtua tidak mendukung dengan perilaku baik sebanyak 33 (57,9%) responden sedangkan dukungan orangtua kategori mendukung dengan perilaku baik sebanyak 24 (42,1%) responden. Adapun hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p- value sebesar 0,838 yang artinya pada alpha 5%, tidak terdapat hubungan perilaku pengelolaan sampah dengan dukungan orangtua responden pada SD Negeri Aroeppala.
Adapun pada tabel 4.13 di atas menunjukkan dari 150 (100%) responden bahwa perilaku pengelolaan sampah berdasarkan
dukungan orangtua responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dengan tingkat tidak mendukung dengan perilaku baik sebanyak 67 (65,7%) responden sedangkan dukungan orangtua kategori mendukung dengan perilaku baik sebanyak 35 (34,3%) responden.
Adapun hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,021 yang artinya pada alpha 5%, terdapat hubungan perilaku pengelolaan sampah dengan dukungan orangtua responden pada SD islam Al-Azhar 34 Makassar.
b. Dukungan Guru
Perbandingan perilaku pengelolaan sampah berdasarkan dukungan orangtua responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar dan SD Negeri Aroeppala dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4. 14
Hubungan Dukungan Guru dengan Perilaku Pengelolaan Sampah Responden di SD Negeri Aroeppala dan SD Islam Al-Azhar 34
Makassar Tahun 2022
Dukungan Guru
Perilaku
SD Negeri Aroeppala SD Islam Al-Azhar 34 Makassar
Buruk Baik p-
value
Buruk Baik p-
value
n % n % n % n %
Tidak
Mendukung 12 44.4 14 24.6
0.112
13 27.1 27 26.5
0.937
Mendukung 15 55.6 43 75.4 35 72.9 75 73.5
Total 27 100 57 100 48 100 102 100
Sumber : Data Primer 2022
Berdasarkan tabel 4.14 di atas menunjukkan dari 84 (100%) responden bahwa perilaku pengelolaan sampah berdasarkan dukungan guru responden di SD Negeri Aroeppala, tingkat kategori
dukungan guru tidak mendukung dengan perilaku baik sebanyak 14 (24,6%) responden sedangkan dukungan orangtua kategori mendukung dengan perilaku baik sebanyak 43 (75,4%) responden.
Adapun hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,112 yang artinya pada alpha 5%, tidak terdapat hubungan perilaku pengelolaan sampah dengan dukungan guru responden pada SD Negeri Aroeppala.
Adapun pada tabel 4.14 di atas menunjukkan dari 150 (100%) responden bahwa perilaku pengelolaan sampah berdasarkan dukungan guru responden di SD Islam Al-Azhar 34 Makassar, tingkat dukungan guru kategori tidak mendukung dengan perilaku baik sebanyak 27 (26,5%) responden sedangkan dukungan guru kategori mendukung dengan perilaku baik sebanyak 75 (73,5%) responden. Adapun hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p- value sebesar 0,937 yang artinya pada alpha 5%, tidak terdapat hubungan perilaku pengelolaan sampah dengan tingkat pengetahuan siswa pada SD islam Al-Azhar 34 Makassar.
E. Pembahasan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran perbedaan perilaku Pengelolaan Sampah Siswa Sekolah Dasar negeri dan Swasta di kota makassar. Jumlah responden yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 234. Hasil pengujian univariat sebelumnya diketahui bahwa responden dalam penelitian ini adalah siswa SD Islam Al-Azhar 34
Makassar sebanyak 150 orang dan SD Negeri Aroeppala 84 orang.
Karakteristik memberikan gambaran atau ciri khas dari masing-masing responden.
1. Faktor predisposisi a. Pengetahuan
Menurut Sunaryo yang dikutip Ahmad Kholid (2012) pengetahuan merupakan domain terpenting bagi terbentuknya tindakan seseorang (Mbindi, Nur, and Syamsul 2021). Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Pengetahuan diperlukan sebagai dorongan psikis dalam menumbuhkan sikap dan perilaku setiap hari (Ika Muthya Anggraini, Yunika Afriyaningsih 2020).
Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (overtbehavior).
Pengetahuan terhadap objek mempunyai intensitas atau tingkat yang berbeda, yaitu tahu (knowledge), memahami (comprehension), aplikasi (application), analisis (analysis), sintesis (synthesis) dan evaluasi (evaluation) (S Notoatmodjo 2007)
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 84 responden di SD Negeri Aroeppala dan terhadap 150 responden SD Islam Al-Azhar 34 Makassar menunjukkan bahwa terdapat
hubungan pengetahuan responden dengan perilaku membuang sampah.
Hal ini sejalan menurut pendapat Oktariyani Dasril dalam jurnalnya yang mengatakan bahwa informasi dan contoh perilaku hidup bersih dan sehat merupakan motode yang efektif dalam merubah perilaku anak (Oktariyani Dasril 2018).
Pengetahuan anak tentang pengelolaan sampah yang masih rendah bisa disebabkan karena pengetahuan anak masih berada di tingkat awal pengetahuan seperti pendapat dari penelitian Ummi Ahlunnaza Nst (Nst 2019). Sehingga tidak dapat dikatakan bahwa pengetahuan yang baik akan menghasilkan perilaku yang baik juga, karena untuk membentuk suatu perilaku harus melalui semua tahapan-tahapan atau keenam tingkatan pengetahuan, karena yang pengetahuannya baik belum tentu paham ataupun mampu mengaplikasikan dalam bentuk tindakan. (Surampet 2019)
Dibawah ini merupakan ayat yang menyatakan tentang pentingnya menambah ilmu pengetahuan dalam Q.S. Al- Mujadilah/58:11:
اَهََُّأََٰٓ
َهَِرَّلٱ ٍِف اىنحَّسَفَت منكَل َلُِق اَذِإ آىنىَماَء ِشِلُو َٰجَم لٱ
اىنحَس فٲ َف ِحَس فََ
نَّللٱ منكَل
َلُِق اَذِإَو اونزنشوٱ
َف اونزنشوٲ ِعَف سََ
نَّللٱ َهَِرَّلٱ َو منكىِم اىنىَماَء َهَِرَّلٱ
اىنتونأ َم لُوِع لٱ
َو ه ت َٰجَزَد نَّللٱ
ٞسُِبَخ َنىنلُوَم عَت اَمِب ٤٤
Terjemahnya:
Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang- lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-
orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Berdasarkan Tafsir Quraish Shihab Wahai orang-orang yang mempercayai Allah dan rasul-Nya, apabila kalian diminta untuk melapangkan tempat duduk bagi orang lain agar ia dapat duduk bersama kalian maka lakukanlah, Allah pasti akan melapangkan segala sesuatu untuk kalian! Juga apabila kalian diminta untuk berdiri dari tempat duduk, maka berdirilah! Allah akan meninggikan derajat orang-orang Mukmin yang ikhlas dan orang- orang yang berilmu menjadi beberapa derajat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang kalian perbuat.
b. Sikap
Sikap menurut Teori Green 2012 merupakan bagian dari predisposisi perilaku juga bersifat khas yang bisa memulai atau mengarahkan perilaku merupakan hasil dari belajar. Sikap pada hakekatnya merupakan tingkah laku balas yang tersembunyi (implicite response) yang terjadi langsung setelah ada rangsang baik secara sadar ataupun tidak. Sikap dapat terbentuk karena adanya pengetahuan, keyakinan dan emosi (Notoatmodjo 2012)
Newcome, salah seorang ahli psikologi sosial menyatakan bahwa sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak, dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu. Dengan kata lain fungsi sikap merupakan tindakan (reaksi terbuka) atau aktivitas, akan tetapi merupakan predisposisi perilaku (Tindakan), atau reaksi tertutup (Widayati 2017)
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 84 responden di SD Negeri Aroeppala dan terhadap 150 responden SD Islam Al-Azhar 34 Makassar menunjukkan bahwa terdapat hubungan sikap responden dengan perilaku membuang sampah.
Hal ini sejalan dengan Boedjo dalam Prawidya (2015) mengemukakan bahwa sikap individu terhadap lingkungannya dapat berupa:
1) Individu menolak lingkungannya, yaitu bila individu tidak sesuai dengan keadaan lingkungannya.
2) Individu menerima lingkungannya, yaitu bila keadaan lingkungan cocok dengan keadaan individu.
3) Individu bersikap netral, apabila individu tidak mendapat kecocokan dengan keadaan lingkungan, tetapi dalam hal ini individu tidak mengambil langkah-langkah yang lebih lanjut, yaitu bagaimana sebaiknya bersikap. (Tayeb, M., Daud 2021) Dalam hal ini menurut peneliti sikap positif tentang pengelolan sampah yang ditunjukkan pada masing-masing sekolah didukung oleh peraturan yang ada di sekolah masing-masing untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah di sembarang tempat. Sikap pengelolaan sampah yang baik akan berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat. (Vinka Aennie Widiastuti 2017)
Berikut ini merupakan surah tentang sikap sebagai acuan hidup seorang makhluk allah dalam Q.S Al-Mudatsir/74:38:
ٌةَىُِهَز تَبَسَك اَمِب ِِۢش فَو ُّلنك ٨٣
Terjemahnya:
“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya”
Berdasarkan tafsir Quraish Shihab “Setiap jiwa akan mendapat balasan dari kejahatan yang diperbuatnya, kecuali golongan muslim yang telah membebaskan diri dengan melakukan ketaatan”. Dari ayat tersebut dijelaskan bahwa setiap jiwa bertanggung jawab atas segala perbuatan yang dilakukannya, bisa jadi amal perbuatan itu menjerumuskannya dan bisa jadi amal perbuatan itu menyelamatkannya.
c. Tindakan
Menurut Notoatmodjo tingkah laku atau sikap tidak selamanya harus tampak dalam tindakan, karena tingkah laku yang ditampilkan akan membawa perubahan yang nyata (Notoatmodjo 2012)
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 84 responden di SD Negeri Aroeppala dan terhadap 150 responden SD Islam Al-Azhar 34 Makassar menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan tindakan responden dengan perilaku membuang sampah.
Dalam notoadmodjo yang berpendapat bahwa untuk mewujudkan sikap menjadi suatu tindakan diperlukan faktor
pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan antara lain fasilitas dan faktor dukungan (support) dari pihak lain (Soekidjo Notoatmodjo 2003), menurut peneliti di sekolah SD Islam Al- Azhar 34 Makassar masing-masing siswa di ajarkan untuk bertanggungjawab mengelola sampahnya sampai pembelajaran selesai. Dan membuangnya pada tempat sampah yang disediakan.
Disisi lain kondisi ruang-ruang kelas yang kebersihannya selalu terjaga sehingga membentuk siswa untuk tidak mengotori ruang kelas dan membuang sampah sembarangan.
Penyuluhan, himbauan, tata tertib serta sanksi yang wajib di patuhi dan praktek kerja nyata sebenarnya sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman sehingga siswa-siswi mampu mengaplikasikan, menganalisa, dan mengevaluasi tindakan tersebut dalam bentuk perilaku karena dengan melihat dan mempraktekkan secara langsung/meniru akan lebih mudah dipahami dengan demikian akan menimbulkan kesadaran pada diri siswa-siswi.
2. Faktor pemungkin
a. Ketersediaan sarana/prasarana
Prasarana menurut Jayadinata (1992) prasarana merupakan suatu faktor potensial yang sangat penting dalam menentukan arah dan masa depan perkembangan suatu wilayah, karena pembangunan tidak akan sukses dan berjalan dengan baik tanpa