BAB IV. METODE PENELITIAN
D. Analisis Bivariat
Untuk mengetahui bagaimana distribusi responden berdasarkan hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa maka dapat dilihat seperti pada tabel di bawah ini:
Tabel 5.6 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Hubungan Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar pada Fakultas Kedokteran Angkatan 2011 dan 2012 Tahun 2013
Prestasi Belajar Total POR CI
(95%)
P Kurang Baik
N % N % n %
18,37 (7,14- 47,25)
0,000 Motivasi
Belajar
Lemah 49 30,8 6 3,8 55 34,6 Kuat 32 20,1 72 45,3 104 65,4 Total 81 50,9 78 49,1 159 100 (Sumber: Data Primer, Desember 2013)
Dari tabel 5.6 diatas menunjukkan bahwa dari 159 responden, sebagian besar responden memiliki motivasi belajar kuat dengan prestasi belajar baik dibandingkan responden bermotivasi belajar kuat dengan prestasi belajar kurang jauh lebih sedikit dengan perbandingan dua kali lipatnya. Sedangkan responden dengan motivasi belajar lemah dengan prestasi belajar kurang jauh lebih banyak dibandingkan dengan responden yang memiliki motivasi belajar lemah dengan prestasi belajar baik dengan perbandingan delapan kali lipat.
Berdasarkan rumus chi-square df=1 dan α (0,05) diperoleh nilai ρ=0,000, hal ini berarti nilai ρ < α=0,05 dimana X2 hitung > X2 tabel. Karena nilai P lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini berarti ada hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen atau terdapat hubungan yang bermakna antara motivasi belajar dan prestasi belajar mahasiswa program studi pendidikan dokter universitas muhammadiyah makassar. Dari nilai Odds Ratio 18,37 (CI 95% = 7,14 – 47,25) menunjukkan bahwa responden yang memiliki motivasi kuat berpeluang 18,37 kali lebih besar mempunyai prestasi belajar yang baik dibandingkan dengan responden yang memiliki motivasi lemah.
BAB VI PEMBAHASAN
Pada bagian pembahasan akan dijelaskan mengenai hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu hubungan antara motivasi belajar dan prestasi belajar mahasiswa program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar yang diuji dengan menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan 0,05, dimana akan dianalisa sesuai dengan konsep teori yang telah dibahas pada Bab II.
Motivasi belajar adalah “kemampuan internal yang terbentuk secara alami yang dapat ditingkatkan atau dipelihara melalui kegiatan yang memberikan dukungan, memberikan kesempatan untuk memilih kegiatan, memberikan tanggung jawab untuk mengontrol proses belajar, dan memberikan tugas-tugas belajar yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan pribadi 11. Sedangkan Prestasi belajar adalah hasil maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah melakukan kegiatan belajar yang diberikan berdasarkan atas pengukuran tertentu 28. Jadi prestasi belajar adalah perubahan tingkah laku yang berwujud perubahan ilmu pengetahuan, keterampilan motorik, sikap dan nilai yang dapat diukur secara aktual sebagai hasil dari proses belajar.
1. Hubungan Antara Motivasi Belajar dan Pestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter FK Unismuh Makassar
Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan 0,05 didapatkan hasil p = 0,000, sehingga H1 diterima. Keadaan ini berarti terdapat hubungan yang sangat signifikan antara tingkat motivasi belajar terhadap tingkat prestasi belajar mahasiswa. Dilihat dari nilai Odds Ratio 18,37 (CI 95% = 7,14 – 47,25) menunjukkan bahwa responden yang memiliki motivasi kuat berpeluang
18,37 kali lebih besar mempunyai prestasi belajar yang baik dibandingkan dengan responden yang memiliki motivasi sedang atau dapat dikatakan bahwa responden yang memiliki motivasi kuat untuk prestasi belajar baik adalah sebesar 45,3%.
Adanya signifikansi hubungan tersebut dikarenakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhamadiyah Makassar angkatan 2011 dan 2012 memiliki motivasi yang tinggi, hal ini timbul karena sebagian besar kebutuhan dari masing- masing mahasiswa menurut hierarki kebutuhan dasar Maslow hampir terpenuhi 19, hal ini terlihat dari jawaban responden pada kuesioner. Sehingga dengan motivasi ini mereka termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Sesuai dengan pendapat para ahli bahwa motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan- kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan .8
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Subhan dengan judul hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa dimana dalam penelitian tersebut didapatkan hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan prestasi belajar mahasiswa.9 Hal ini dapat dipahami bahwa dengan adanya motivasi belajar yang kuat maka akan berpengaruh dengan hasil prestasi belajar mahasiswa juga, semakin kuat motivasi belajar maka semakin baik juga prestasi belajar.
Sehubungan dengan pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar, penelitian yang dilakukan oleh Siti Khodijah tentang “Hubungan Antara Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa”. Juga sejalan dengan penelitian ini dimana didapatkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan prstasi belajar. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa motivasi
memberikan kontribusi yang besar terhadap prestasi belajar Siswa yaitu sebesar 39%
sedangkan sisanya 61% ditentukan oleh faktor lain.29
Motivasi adalah kekuatan dari dalam diri maupun dari luar yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditentukan sebelumnya.11 Motivasi yang cukup tinggi dari mahasiswa FK Unismuh Makassar angkatan 2011 dan 2012 mendorong sebagian besar mereka untuk berprestasi guna mengusahakan pencapaian mutu hasil yang optimal.Motivasi belajar yang timbul berupa dorongan tersebut dapat berasal dari dalam diri siswa (intrinsik) sendiri maupun dari faktor luar diri siswa (ekstrinsik) yang mempengaruhinya. Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik, berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita. Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penguatan dalam belajar yang diberikan guru ( reinforcement) berupa hadiah dan hukuman, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik dan sebagainya.11
Motivasi mempunyai peranan yang strategis dalam aktivitas belajar seseorang, tidak ada seorang pun yang belajar tanpa motivasi. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar atau menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar demi pencapaian suatu tujuan, motivasi belajar memberikan gairah atau semangat dalam belajar sehingga siswa termotivasi kuat memiliki energi banyak untuk melakukan kegiatan belajar.19
Definisi dari hasil belajar adalah sebagai tingkat penguasaan yang dicapai dalam mengikuti program belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, belajar merupakan perubahan dalam disposisi atau
kapabilitas manusia dalam periode waktu tertentu yang disebabkan oleh proses perubahan, dan perubahan itu dapat diamati dalam bentuk perubahan tingkah laku yang dapat bertahan selama beberapa periode waktu.22
Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Definisi hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik.27 Pengertian lain dari hasil belajar dikatakan bahwa hasil belajar ialah tingkat keberhasilan anak didik dalam mempelajari materi pelajaran atau melakukan kegiatan latihan di sekolah yang akan dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil test mengenai sejumlah materi pelajaran.27
Dari sekian defenisi yang telah dikemukakan diatas, terdapat satu kesesuaian umum yaitu hasil belajar merupakan tingkat keberhasilan yang dicapai oleh anak didik setelah melakukan kegiatan belajar selama jangka waktu tertentu mengenai aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap yang terlihat pada perubahan tingkah laku dan kemampuan yang dimiliki oleh anak didik.
2. Keterbatasan penelitian
Terdapat beberapa keterbatasan yang didapatkan penulis selama melaksanakan penelitian ini. Keterbatasan itu antara lain adalah :
1. Instrumen penelitian
Instrumen penelitian pada penelitian ini menggunakan instrumen yang diambil peneliti dari penelitian sebelumnya dengan judul yang sama sehingga masih perlu untuk dikembangkan sehingga lebih valid dan realibel.
2. Sampel
Sampel yang didapat penulis tidak sesuai dengan jumlah mahasiswa yang terdaftar.
3. Penelitian
Kurangnya penelitian sebelumnya dengan judul yang sama sehingga penelitian ini belum bisa dikembangkan dengan sempurna.
BAB VII
TINJAUAN KEISLAMAN
Dalam Al-Quranul karim dijelaskan bahwa Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling mulia, dan berbeda dari makhluk lain. Hal ini karena manusia diciptakan oleh Allah dengan berbagai potensi yang melebihi makhluk lainnya, manusia diberi akal yang merupakan pembeda dari makhluk dimuka bumi ini sehingga manusia merupakan makhluk paling mulia. Akal merupakan salah satu potensi yang diberikan Allah kepada manusia dan merupakan pembeda dengan makhluk lainnya. Hal ini sesuai yang dijelaskan dalam alquran surah al-isra ayat 70 :
Terjemahannya : “ Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempura atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan.(QS. Al-Isra : 70)
A. Al-Qur’an dan Al-Hadist Tentang Motivasi Dan Prestasi Belajar
Motivasi adalah kekuatan-kekuatan dari dalam diri individu yang menggerakkan individu untuk berbuat. Jadi suatu kekuatan atau keinginan yang datang dari dalam hati nurani manusia untuk melakukan suatu perbuatan tertentu. Apabila hati dan pikiran seseorang bersih dari hal-hal yang dilarang maka motivasi itu akan mudah muncul sehinnga ia akan mudah juga dalam melakukan sesuatu perbuatan tertentu tanpa harus memikirkannya terlebih dahulu. Salah satunya adalah adanya motivasi dalam belajar,
dengan hati bersih maka ilmu akan mudah diterima dan ilmu tersebut dapat melekat dipikiran dan dihati sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun ke orang lain.
Belajar merupakan kewajiban bagi setiap muslim dalam rangka memperoleh pengetahuan, sehingga derajat kehidupannya meningkat dan bermakna. Hal ini dijelaskan dalam Firman Allah SWT., Dalam surah Al-Mujadalah: 11
Terjemahannya : “ Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang- orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan “. (Q.S. Al-Mujadalah : (58) ;11)
Allah SWT. Juga berfirman dalam surah Az-Zumar : (39) 9, yang terjemahannya :
“ ……katakanlah : “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ?” Sesungguhnya orang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”
Betapa pentingnya belajar di dalam Islam sehingga Rasulullah SAW. Bersabda bagi orang yang belajar atau menuntut ilmu, maka Allah SWT. akan memudahkan baginya jalan menuju surga.
Terjemahannya : Dan dari Abu Hurairah RA : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : dan barang siapa yang berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.
Berkaitan dengan prestasi belajar, dimana hal ini akan tercapai apabila diusahakan semaksimal mungkin, baik melalui latihan maupun pengalaman, belajar dengan motivasi dan terarah dapat menghindarkan diri dari rasa malas dan menimbulkan kegairahan siswa dalam belajar, pada akhirnya dapat meningkatkan daya kemampuan belajar siswa. Dengan demikian maka keberhasilan siswa akan mudah tercapai. untuk mencapai hal tersebut harus memulai dari diri sendiri sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam Al-Qu’ran bahwa manusia tergantung pada dirinya sendiri, apakah ada keinginan atau tidak. Allah SWT berfirman dalam Q.S Ar-Ra’d Ayat 11 :
Terjemahannya : “Bagi tiap-tiap seseorang ada malaikat penjaganya silih berganti dari hadapannya dan dari belakangnya, yang mengawas dan menjaganya ( dari sesuatu bahaya).
Dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan pabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri ), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkanNya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain dari padaNya.(QS.Ar-Rad;11)
Untuk mendapatkan kesuksesan atau kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat maka harus mempergunakan alat. Alat untuk mencapai kesuksesan itu adalah ilmu. Ilmu ibarat cahaya yang mampu menerangi jalan seseorang untuk mewujudkan segala cita- citanya, sementara kebodohan akan membawa seseorang kepada kemudharatan atau kesengsaraan yang membelenggu hidupnya. Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits Ahmad Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majjah yang artinya : “Dari Abi Darda dia berkata : “ Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda”. : “Barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga, dan sesungguhnya para malaikat membentangkan sayapnya karena ridha ( rela ) terhadap orang yang mencari ilmu. Dan sesungguhnya orang yang mencari ilmu akan memintakan bagi mereka siapa-siapa yang ada di langit dan di bumi bahkan ikan-ikan yang ada di air. Dan sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu atas orang yang ahli ibadah seperti keutamaan ( cahaya ) bulan purnama atas seluruh cahaya bintang. Sesungguhnya para ulama itu adalah pewaris para nabi, sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu, maka barang siapa yang mengambil bagian untuk mencari ilmu, maka dia sudah mengambil bagian yang besar (HR, Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majjah ).
Dalam hadits ini menerangkan bahwa Allah SWT akan memberikan berbagai kemudahan kepada para pencari ilmu, seperti kemudahan bergaul, kemudahan mendapatkan pekerjaan, termasuk kemudahan untuk menuju surga. Aktivitas pencarian ilmu adalah aktivitas yang sangat mulia, sehingga kepada para pencari ilmu semua makhluk Allah baik yang ada dialangit maupun yang ada di bumi bahkan ikan-ikan yang ada di dalam air akan memberikan berbagai bantuan, mereka semua akan ikut mendoakan agar orang yang mencari ilmu selalu mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Raulullah SAW juga bersabda dalam hadits yang artinya : Dari Anas bin Malik berkata, telah bersabda Rasulullah SAW : “ Barangsiapa keluar ( pergi ) untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah sehingga kembali (HR. Tirmidzi ).
Dalam hadist ini Rasulullah SAW menegaskan bahwa menuntut ilmu itu dinilai sebagai berjuang di jalan Allah, sehingga barang siapa yang mencari ilmu dengan sungguh-sungguh maka dia akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda bahkan bila seseorang meninggal dunia saat mencari ilmu maka dia akan mendapatkan surganya Allah karena dinilai sama dengan mati syahid.
Sabda Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Baehaqi yang artinya : “ Jadilah engkau orang yang berilmu ( pandai ), orang yang belajar, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu. Dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka (HR. Baehaqi )
Hadist diatas menjelaskan bahwa Rasulullah menganjurkan agar umat Islam mau menjadi orang yang berilmu ( pandai ). Sehingga dengan ilmu yang dimiliki seorang muslim bisa mengajarkan ilmu yang dimilikinya kepada orang-orang yang ada disekitarnya. Dan dengan demikian kebodohan yang ada dilingkungannya bisa berubah menjadi masyarakat yang memiliki wawasan yang luas. Janganlah menjadi orang yang kelima, yaitu yang tidak berilmu, tidak belajar, tidak mau mendengar, dan tidak menyukai ilmu, jika diantara umat Islam menjadi yang kelima maka dalam hidupnya ia akan menjadi yang celaka.
B. Asbabul Nuzul Ayat Dan Pemahaman Hadits
Sebagaimana dikutip oleh Ade Jalaludin, Asbabul Nuzul QS. Al-Mujadalah ayat 11 ini diriwayatkan oleh Ibn Abi Hatim dari Muqatil bin Hibban, ia mengatakan bahwa pada suatu hari yaitu pada hari jumat, Rasulullah Saw berada di
shuffah mengadakan pertemuan disuatu tempat yang sempit, dengan maksud menghormati pahlawan perang badar yang terdiri dari kaum muhajirin dan Anshar.
Beberapa pahlawan perang badar ini terlambat datang, diantaranya Tsabit bin Qais, sehingga mereka berdiri diluar ruangan. Mereka mengucapkan salam
“Assalamualaikum Ayyuhan Nabi Wabarakatuh”, lalu Nabi menjawabnya. Mereka pun mengucapkan kepada orang-orang yang terlebih dahulu datang, dan dijawab pula oleh mereka. Para pahlawan badar itu tetap berdiri, menunggu tempat yang disediakan bagi mereka tetapi tak ada yang memperdulikannya. Melihat keadaan tersebut, Rasulullah menjadi kecewa lalu menyuruh kepada orang-orang sekitarnya untuk berdiri. Diantara mereka ada yang berdiri tetapi rasa keengganan Nampak diwajah mereka. Maka orang-orang munafik memberikan reaksi dengan maksud mencela Nabi, sambil mengatakan “Demi Allah, Muhammad tidak adil, ada orang yang lebih dating dengan maksud memperoleh tempat duduk didekatnya, tetapi disuruh berdiri untuk diberikan kepada orang yang terlambat dating”. Lalu turumlah ayat ini.40
Bagian akhir ayat ini menjelaskan bahwa Allah akan mengangkat tinggi kedudukan orang yang beriman dan orang yang diberi ilmu. Orang-orang yang beriman diangkat kedudukannya oleh Allah dan Rasul-Nya, sedangkan orang-orang yang berilmu diangkat kedudukannya karena mereka dapat member banyak manfaat kepada orang lain. Ilmu disini tidak terbatas pada ilmu-ilmu agama saja, tetapi termasuk didalamnya ilmu-ilmu keduniaan. Apapun ilmu yang dimiliki seseorang bila ilmu itu bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, ilmu itu tergolong salah satu dalam tiga pusaka yang tidak akan putus meskipun pemiliknya meninggal dunia. Tiga pusaka yang dimaksud adalah sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakan kepada orang tuanya.40
Sebagaimana yang dikutip oleh Siti Sifa Fauziah menjelaskan Dalam hadist riwayat Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majjah dijelaskan bahwa barangsiapa yang mencari suatu jalan, baik melalui hati atau inderanya untuk mencari ilmu baik sedikit ataupun banyak dengan niat baik dan mengharapkan kemanfaatan darinya, maka Allah akan memperudah jalannya menuju syurga.
Dalam hal ini dianjurkan pula untuk merantau dalam menggapai ilmu.42
Rasulullah Saw diutus oleh Allah SWT untuk memberikan petunjuk kepada manusia ke jalan yang baik dan benar. Jalan kebahagiaan mereka didunia dan diakhirat, jalan selamat dunia dan jalan kehormatan dunia akhirat. Untuk enca[ai hal tersebut ilmulah sebagai kuncinya harus dikuasai. Beliau selalu memberikan motivasimenuntut ilmu, menjadi ulama dan pewaris para Nabi. Ada beberapa motivasi bagi penuntut ilmu atau ‘alim yang disebutkan dalam hadist sebagai berikut :42
1. Dimudahkan jalan ke surga
Maksudnya barang siapa yang menempuh suatu jalan, berjalan atau masuk menuju tujuan mencari suatu jalan, baik ilmu sedikit atau banyak, ilmu agama maupun ilmu umum. Hadist ini memberikan motivasi orang yang berupaya menuntut ilmu baik ilmu agama maupun ilmu umum dimudahkan jalannya masuk surga yakni diberikan pertolongan jalan masuk surga, dengan cara mengamalkan ilmunya itu dalam bentuk amal saleh.
2. Dihormati para malaikat
Dalam garis besarnya ada dua makna yakni makna majas (metafora) dan makna hakikat. Makna majasnya, malaikat hormat dan merendah terhadap penuntut ilmu sedangkan makna hakikatnya, para malaikat menghamparkan sayapnya untuk diduduki para penuntut ilmu, karena ridha terhadapnya.
3. Dimohonkan pengampunan makhluk di langit dan di bumi
Semua makhluk di langit dan di bumi, didaratan dan di lautan semuanya memohonkan ampunan.
4. Sebagai penerang
Kedudukan orang ‘alim lebih utama dibandingkan dengan ahli ibadah.
Maksud orang ‘alim disini adalah orang yang disibukkan dengan ilmunya untuk mengajar dan menyebarkannya setelah mengamalkannya, baik yang fardhu maupun yang sunnah. Adapun orang ahli ibadah adalah orang yang disibukkan dengan ibadah, seluruh waktunya di isi dengan ibadah sunnah sekalipun dia mengetahui hal-hal yang menyebabkan keabsahannya.
Perbandingan keutamaan keduanya bagaikan perbandingan antara cahaya bulan purnama dan cahaya bintang-.bintang di langit.
5. Pewaris para Nabi
Ulama adalah pewaris para Nabi di dalam menyampaikan ilmu dan menghukumi diantara manusia dengan ilmu, bukan didalam membuat syariat. Dinar dan Dirham cerminan harta benda, artinya para Nabi tidak mewariskan harta atau benda sedikitpun, mereka hanya mewariskan ilmu.
Ilmu yang diwariskan para Nabi banyak sekali tetapi semuanya digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, untuk menunjukkan keesaan Allah, dan untuk mempertebal keimanan.
6. Ilmu bagian yang banyak
Barangsiapa yang mengambil warisan ilmu berarti mengambil bagian yang banyak, tidak seperti warisan harta benda yang lenyap kemudian. Ilmu sebagai kunci kesuksesan dunia dan akhirat, seorang yang ingin memperoleh kebahagiaan dunia, harus disertai ilmu, seseorang yang ingin
mendapatkan kebahagiaan airkhirat harus disertai ilmu juga. Seseorang yang mendapatkan warisan ilmu akan dapat memperoleh segala kebahagiaan tersebut, tetapi seseorang yang hanya mendapatkan warisan harta benda saja tanpa disertai warisan ilmu, harta itu tidak akan membahagiakan.
Dengan anjuran dan dorongan belajar dalam hadits ini, maka dapat disimpulkan bahwa hadist ini mengandung motivasi belajar dari segi ekstrinsik yaitu motivasi yang didapatkan dari luar seperti ingin masuk surga dihormati malaikat dan lain-lain yang tujuannya untuk menguatkan motif yang melatarbelakangiperbuatan itu. Rasulullah memotivasi kita untuk belajar, karena belajar merupakan salah satu jalan untuk menggapai surga. Sehingga kita termotivasi untuk tetap belajar.42
BAB VIII
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan Pembahasan penelitian yang sudah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar Pada Mahasiswa angkatan 2011 dan 2012 tahun 2013. Besarnya kontribusi yang dilihat dari nilai Odds Ratio 18,37 (CI 95% = 7,14 – 47,25) menunjukkan bahwa responden yang memiliki motivasi kuat berpeluang 18,37 kali lebih besar mempunyai prestasi belajar yang baik dibandingkan dengan responden yang memiliki motivasi rendah. Hal ini sesuai dengan teori bahwa motivasi memegang peranan penting dalam memberikan gairah, dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. Kuat lemahnya motivasi belajar seseorang perlu turut mempengaruhi keberhasilan belajar. Karena itu motivasi belajar perlu diusahakan terutama berasal dari dalam diri (motivasi instrinsik) dengan cara senantiasa memikirkan masa depan yang penuh tantangan dan harus untuk mencapai cita-cita. Senantiasa memasang tekad bulat dan selalu optimis bahwa cita-cita dapat dicapai dengan belajar. Bila ada mahasiswa yang kurang memiliki motivasi instrinsik diperlukan dorongan dari luar yaitu motivasi ekstrinsik agar mahasiswa termotivasi untuk belajar.
2. Dalam Al-quran juga telah dijelaskan bahwa Allah akan mengangkat tinggi kedudukan orang yang beriman dan orang yang diberi ilmu. Orang-orang yang