• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN KEISLAMAN

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 69-79)

TINJAUAN KEISLAMAN

Dalam Al-Quranul karim dijelaskan bahwa Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling mulia, dan berbeda dari makhluk lain. Hal ini karena manusia diciptakan oleh Allah dengan berbagai potensi yang melebihi makhluk lainnya, manusia diberi akal yang merupakan pembeda dari makhluk dimuka bumi ini sehingga manusia merupakan makhluk paling mulia. Akal merupakan salah satu potensi yang diberikan Allah kepada manusia dan merupakan pembeda dengan makhluk lainnya. Hal ini sesuai yang dijelaskan dalam alquran surah al-isra ayat 70 :

Terjemahannya : “ Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempura atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan.(QS. Al-Isra : 70)

A. Al-Qur’an dan Al-Hadist Tentang Motivasi Dan Prestasi Belajar

Motivasi adalah kekuatan-kekuatan dari dalam diri individu yang menggerakkan individu untuk berbuat. Jadi suatu kekuatan atau keinginan yang datang dari dalam hati nurani manusia untuk melakukan suatu perbuatan tertentu. Apabila hati dan pikiran seseorang bersih dari hal-hal yang dilarang maka motivasi itu akan mudah muncul sehinnga ia akan mudah juga dalam melakukan sesuatu perbuatan tertentu tanpa harus memikirkannya terlebih dahulu. Salah satunya adalah adanya motivasi dalam belajar,

dengan hati bersih maka ilmu akan mudah diterima dan ilmu tersebut dapat melekat dipikiran dan dihati sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun ke orang lain.

Belajar merupakan kewajiban bagi setiap muslim dalam rangka memperoleh pengetahuan, sehingga derajat kehidupannya meningkat dan bermakna. Hal ini dijelaskan dalam Firman Allah SWT., Dalam surah Al-Mujadalah: 11

Terjemahannya : “ Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang- orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan “. (Q.S. Al-Mujadalah : (58) ;11)

Allah SWT. Juga berfirman dalam surah Az-Zumar : (39) 9, yang terjemahannya :

“ ……katakanlah : “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ?” Sesungguhnya orang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”

Betapa pentingnya belajar di dalam Islam sehingga Rasulullah SAW. Bersabda bagi orang yang belajar atau menuntut ilmu, maka Allah SWT. akan memudahkan baginya jalan menuju surga.

Terjemahannya : Dan dari Abu Hurairah RA : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : dan barang siapa yang berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.

Berkaitan dengan prestasi belajar, dimana hal ini akan tercapai apabila diusahakan semaksimal mungkin, baik melalui latihan maupun pengalaman, belajar dengan motivasi dan terarah dapat menghindarkan diri dari rasa malas dan menimbulkan kegairahan siswa dalam belajar, pada akhirnya dapat meningkatkan daya kemampuan belajar siswa. Dengan demikian maka keberhasilan siswa akan mudah tercapai. untuk mencapai hal tersebut harus memulai dari diri sendiri sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam Al-Qu’ran bahwa manusia tergantung pada dirinya sendiri, apakah ada keinginan atau tidak. Allah SWT berfirman dalam Q.S Ar-Ra’d Ayat 11 :

Terjemahannya : “Bagi tiap-tiap seseorang ada malaikat penjaganya silih berganti dari hadapannya dan dari belakangnya, yang mengawas dan menjaganya ( dari sesuatu bahaya).

Dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan pabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri ), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkanNya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain dari padaNya.(QS.Ar-Rad;11)

Untuk mendapatkan kesuksesan atau kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat maka harus mempergunakan alat. Alat untuk mencapai kesuksesan itu adalah ilmu. Ilmu ibarat cahaya yang mampu menerangi jalan seseorang untuk mewujudkan segala cita- citanya, sementara kebodohan akan membawa seseorang kepada kemudharatan atau kesengsaraan yang membelenggu hidupnya. Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits Ahmad Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majjah yang artinya : “Dari Abi Darda dia berkata : “ Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda”. : “Barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga, dan sesungguhnya para malaikat membentangkan sayapnya karena ridha ( rela ) terhadap orang yang mencari ilmu. Dan sesungguhnya orang yang mencari ilmu akan memintakan bagi mereka siapa-siapa yang ada di langit dan di bumi bahkan ikan-ikan yang ada di air. Dan sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu atas orang yang ahli ibadah seperti keutamaan ( cahaya ) bulan purnama atas seluruh cahaya bintang. Sesungguhnya para ulama itu adalah pewaris para nabi, sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu, maka barang siapa yang mengambil bagian untuk mencari ilmu, maka dia sudah mengambil bagian yang besar (HR, Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majjah ).

Dalam hadits ini menerangkan bahwa Allah SWT akan memberikan berbagai kemudahan kepada para pencari ilmu, seperti kemudahan bergaul, kemudahan mendapatkan pekerjaan, termasuk kemudahan untuk menuju surga. Aktivitas pencarian ilmu adalah aktivitas yang sangat mulia, sehingga kepada para pencari ilmu semua makhluk Allah baik yang ada dialangit maupun yang ada di bumi bahkan ikan-ikan yang ada di dalam air akan memberikan berbagai bantuan, mereka semua akan ikut mendoakan agar orang yang mencari ilmu selalu mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Raulullah SAW juga bersabda dalam hadits yang artinya : Dari Anas bin Malik berkata, telah bersabda Rasulullah SAW : “ Barangsiapa keluar ( pergi ) untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah sehingga kembali (HR. Tirmidzi ).

Dalam hadist ini Rasulullah SAW menegaskan bahwa menuntut ilmu itu dinilai sebagai berjuang di jalan Allah, sehingga barang siapa yang mencari ilmu dengan sungguh-sungguh maka dia akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda bahkan bila seseorang meninggal dunia saat mencari ilmu maka dia akan mendapatkan surganya Allah karena dinilai sama dengan mati syahid.

Sabda Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Baehaqi yang artinya : “ Jadilah engkau orang yang berilmu ( pandai ), orang yang belajar, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu. Dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka (HR. Baehaqi )

Hadist diatas menjelaskan bahwa Rasulullah menganjurkan agar umat Islam mau menjadi orang yang berilmu ( pandai ). Sehingga dengan ilmu yang dimiliki seorang muslim bisa mengajarkan ilmu yang dimilikinya kepada orang-orang yang ada disekitarnya. Dan dengan demikian kebodohan yang ada dilingkungannya bisa berubah menjadi masyarakat yang memiliki wawasan yang luas. Janganlah menjadi orang yang kelima, yaitu yang tidak berilmu, tidak belajar, tidak mau mendengar, dan tidak menyukai ilmu, jika diantara umat Islam menjadi yang kelima maka dalam hidupnya ia akan menjadi yang celaka.

B. Asbabul Nuzul Ayat Dan Pemahaman Hadits

Sebagaimana dikutip oleh Ade Jalaludin, Asbabul Nuzul QS. Al-Mujadalah ayat 11 ini diriwayatkan oleh Ibn Abi Hatim dari Muqatil bin Hibban, ia mengatakan bahwa pada suatu hari yaitu pada hari jumat, Rasulullah Saw berada di

shuffah mengadakan pertemuan disuatu tempat yang sempit, dengan maksud menghormati pahlawan perang badar yang terdiri dari kaum muhajirin dan Anshar.

Beberapa pahlawan perang badar ini terlambat datang, diantaranya Tsabit bin Qais, sehingga mereka berdiri diluar ruangan. Mereka mengucapkan salam

“Assalamualaikum Ayyuhan Nabi Wabarakatuh”, lalu Nabi menjawabnya. Mereka pun mengucapkan kepada orang-orang yang terlebih dahulu datang, dan dijawab pula oleh mereka. Para pahlawan badar itu tetap berdiri, menunggu tempat yang disediakan bagi mereka tetapi tak ada yang memperdulikannya. Melihat keadaan tersebut, Rasulullah menjadi kecewa lalu menyuruh kepada orang-orang sekitarnya untuk berdiri. Diantara mereka ada yang berdiri tetapi rasa keengganan Nampak diwajah mereka. Maka orang-orang munafik memberikan reaksi dengan maksud mencela Nabi, sambil mengatakan “Demi Allah, Muhammad tidak adil, ada orang yang lebih dating dengan maksud memperoleh tempat duduk didekatnya, tetapi disuruh berdiri untuk diberikan kepada orang yang terlambat dating”. Lalu turumlah ayat ini.40

Bagian akhir ayat ini menjelaskan bahwa Allah akan mengangkat tinggi kedudukan orang yang beriman dan orang yang diberi ilmu. Orang-orang yang beriman diangkat kedudukannya oleh Allah dan Rasul-Nya, sedangkan orang-orang yang berilmu diangkat kedudukannya karena mereka dapat member banyak manfaat kepada orang lain. Ilmu disini tidak terbatas pada ilmu-ilmu agama saja, tetapi termasuk didalamnya ilmu-ilmu keduniaan. Apapun ilmu yang dimiliki seseorang bila ilmu itu bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, ilmu itu tergolong salah satu dalam tiga pusaka yang tidak akan putus meskipun pemiliknya meninggal dunia. Tiga pusaka yang dimaksud adalah sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakan kepada orang tuanya.40

Sebagaimana yang dikutip oleh Siti Sifa Fauziah menjelaskan Dalam hadist riwayat Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majjah dijelaskan bahwa barangsiapa yang mencari suatu jalan, baik melalui hati atau inderanya untuk mencari ilmu baik sedikit ataupun banyak dengan niat baik dan mengharapkan kemanfaatan darinya, maka Allah akan memperudah jalannya menuju syurga.

Dalam hal ini dianjurkan pula untuk merantau dalam menggapai ilmu.42

Rasulullah Saw diutus oleh Allah SWT untuk memberikan petunjuk kepada manusia ke jalan yang baik dan benar. Jalan kebahagiaan mereka didunia dan diakhirat, jalan selamat dunia dan jalan kehormatan dunia akhirat. Untuk enca[ai hal tersebut ilmulah sebagai kuncinya harus dikuasai. Beliau selalu memberikan motivasimenuntut ilmu, menjadi ulama dan pewaris para Nabi. Ada beberapa motivasi bagi penuntut ilmu atau ‘alim yang disebutkan dalam hadist sebagai berikut :42

1. Dimudahkan jalan ke surga

Maksudnya barang siapa yang menempuh suatu jalan, berjalan atau masuk menuju tujuan mencari suatu jalan, baik ilmu sedikit atau banyak, ilmu agama maupun ilmu umum. Hadist ini memberikan motivasi orang yang berupaya menuntut ilmu baik ilmu agama maupun ilmu umum dimudahkan jalannya masuk surga yakni diberikan pertolongan jalan masuk surga, dengan cara mengamalkan ilmunya itu dalam bentuk amal saleh.

2. Dihormati para malaikat

Dalam garis besarnya ada dua makna yakni makna majas (metafora) dan makna hakikat. Makna majasnya, malaikat hormat dan merendah terhadap penuntut ilmu sedangkan makna hakikatnya, para malaikat menghamparkan sayapnya untuk diduduki para penuntut ilmu, karena ridha terhadapnya.

3. Dimohonkan pengampunan makhluk di langit dan di bumi

Semua makhluk di langit dan di bumi, didaratan dan di lautan semuanya memohonkan ampunan.

4. Sebagai penerang

Kedudukan orang ‘alim lebih utama dibandingkan dengan ahli ibadah.

Maksud orang ‘alim disini adalah orang yang disibukkan dengan ilmunya untuk mengajar dan menyebarkannya setelah mengamalkannya, baik yang fardhu maupun yang sunnah. Adapun orang ahli ibadah adalah orang yang disibukkan dengan ibadah, seluruh waktunya di isi dengan ibadah sunnah sekalipun dia mengetahui hal-hal yang menyebabkan keabsahannya.

Perbandingan keutamaan keduanya bagaikan perbandingan antara cahaya bulan purnama dan cahaya bintang-.bintang di langit.

5. Pewaris para Nabi

Ulama adalah pewaris para Nabi di dalam menyampaikan ilmu dan menghukumi diantara manusia dengan ilmu, bukan didalam membuat syariat. Dinar dan Dirham cerminan harta benda, artinya para Nabi tidak mewariskan harta atau benda sedikitpun, mereka hanya mewariskan ilmu.

Ilmu yang diwariskan para Nabi banyak sekali tetapi semuanya digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, untuk menunjukkan keesaan Allah, dan untuk mempertebal keimanan.

6. Ilmu bagian yang banyak

Barangsiapa yang mengambil warisan ilmu berarti mengambil bagian yang banyak, tidak seperti warisan harta benda yang lenyap kemudian. Ilmu sebagai kunci kesuksesan dunia dan akhirat, seorang yang ingin memperoleh kebahagiaan dunia, harus disertai ilmu, seseorang yang ingin

mendapatkan kebahagiaan airkhirat harus disertai ilmu juga. Seseorang yang mendapatkan warisan ilmu akan dapat memperoleh segala kebahagiaan tersebut, tetapi seseorang yang hanya mendapatkan warisan harta benda saja tanpa disertai warisan ilmu, harta itu tidak akan membahagiakan.

Dengan anjuran dan dorongan belajar dalam hadits ini, maka dapat disimpulkan bahwa hadist ini mengandung motivasi belajar dari segi ekstrinsik yaitu motivasi yang didapatkan dari luar seperti ingin masuk surga dihormati malaikat dan lain-lain yang tujuannya untuk menguatkan motif yang melatarbelakangiperbuatan itu. Rasulullah memotivasi kita untuk belajar, karena belajar merupakan salah satu jalan untuk menggapai surga. Sehingga kita termotivasi untuk tetap belajar.42

BAB VIII

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan Pembahasan penelitian yang sudah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar Pada Mahasiswa angkatan 2011 dan 2012 tahun 2013. Besarnya kontribusi yang dilihat dari nilai Odds Ratio 18,37 (CI 95% = 7,14 – 47,25) menunjukkan bahwa responden yang memiliki motivasi kuat berpeluang 18,37 kali lebih besar mempunyai prestasi belajar yang baik dibandingkan dengan responden yang memiliki motivasi rendah. Hal ini sesuai dengan teori bahwa motivasi memegang peranan penting dalam memberikan gairah, dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. Kuat lemahnya motivasi belajar seseorang perlu turut mempengaruhi keberhasilan belajar. Karena itu motivasi belajar perlu diusahakan terutama berasal dari dalam diri (motivasi instrinsik) dengan cara senantiasa memikirkan masa depan yang penuh tantangan dan harus untuk mencapai cita-cita. Senantiasa memasang tekad bulat dan selalu optimis bahwa cita-cita dapat dicapai dengan belajar. Bila ada mahasiswa yang kurang memiliki motivasi instrinsik diperlukan dorongan dari luar yaitu motivasi ekstrinsik agar mahasiswa termotivasi untuk belajar.

2. Dalam Al-quran juga telah dijelaskan bahwa Allah akan mengangkat tinggi kedudukan orang yang beriman dan orang yang diberi ilmu. Orang-orang yang

beriman diangkat kedudukannya oleh Allah dan Rasul-Nya, sedangkan orang- orang yang berilmu diangkat kedudukannya karena mereka dapat member banyak manfaat kepada orang lain. Ilmu disini tidak terbatas pada ilmu-ilmu agama saja, tetapi termasuk didalamnya ilmu-ilmu keduniaan. Apapun ilmu yang dimiliki seseorang bila ilmu itu bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, ilmu itu tergolong salah satu dalam tiga pusaka yang tidak akan putus meskipun pemiliknya meninggal dunia.

B. SARAN

1. Bagi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar - Melihat motivasi belajar memiliki hubungan yang signifikan terhadap

prestasi belajar, disaran kepada mahasiswa untuk lebih meningkatkan motivasi belajarnya, misalnya dengan pemberian tugas-tugas maka mahasiswa lebih dapat mendalami materi yang disampaikan sehingga hasil belajarnya juga diharapkan dapat meningkat, mengoptimalkan kepada mahasiswa penerapan belajar antara lain : belajar menjadi lebih bermakna bila mahasiswa memahami tujuan belajar, bila siswa dihadapkan pada pemecahan masalah yang menantangnya, serta mahasiswa memahami prinsip penilaian dan tujuan hasil nilai belajar kedepannya.

2. Bagi Institusi

- Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan prestasi belajar mahasiswa, untuk itu peningkatan motivasi belajar siswa merupakan usaha yang paling sesuai untuk meningkatkan dan atau mempertahankan prestasi belajar mahasiswa.

3. Bagi Penelitian Selanjutnya

- Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat factor-faktor lain yang menentukan prestasi belajar seseorang, seperti penglihatan, pendengaran, minat, bakat, sikap, kesehatan mental, kondisi tempat belajar, sarana dan perlengkapan belajar, materi pelajaran, kondisi lingkungan, belajar, dukungan social, serta pengaruh budaya. Dengan demikian dinilai perlu untuk disarankan kepada penelitian selanjutnya untuk meneliti faktor- faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar.

DAFTAR PUSTAKA

1. Rencana Strategi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

2012.

2. Wahjosumidjo. (2010). Kepemimpinan Kepala Sekolah, Tinjauan Teoritik dan Permasalahnnya. Jakrta: PT Raja Grafindo Persada.

3. Anonim. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bandung: Citra Umbara.

4. Sardiman, A. M. (2011). Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Raja Grafindo perkasa.

5. Rohma Fathur, Hajar Nur. (2010). Hubungan Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Mata Kuliah ASKEB 3 Mahasiswa Prodi D IV Kebidanan FK UNS Tahun Ajaran 2009/2010. Surakarta

6. Abdurahman, akhi. (2009). Cara Praktis Mengatasi Perkembangan Anak. Bandung : Three Publishing.

7. Sutikno. (2007). Peran Guru dalam Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa.

8. Gufron, M. Nur dan Rina Risnawati S.(2011). Teori-Teori Psikologi. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media.

9. Subhan. (2002). Korelasi Antara Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Angkatan III Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. Surabaya.

10. Nur. Dkk. (2001). Pembelajaran Kooperatif. Surabaya : Unesa University Press.

11. Uno, B. Hamzah. (2011). Teori motivasi dan Pengukurannya. Jakarta : Bumi Aksara.

12. Maslow, Abraham H. (1993). Motivasi dan Kepribadian, Teori Motivasi dengan Pendekatan Hierarkhi Kebutuhan Manusia. Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo, Cetakan III.

13. Irin Wiraspati, Wayan. (2011). Skripsi Pengaruh Tutor Sebaya dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa yang Mengalami Kesulitan Belajar pada Mata Pelajaran Bahasa Bali di Kelas X SMKN 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2010/ 2011.

Jurusan BK FIP. Undiksha.

14. Sugihartono, dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta : UNY Press.

15. Dalyono. (2009). Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta.

16. Djaali. (2011). Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

17. http://www.laynetworks.com/Theories-of-Motivation.htnl (diakses November 2013).

18. Robbins Stephen P, Timothy A Judge. (2008). Organizational Behavior, edisi keduabelas. Jakarta : Salemba Empat.

19. Winkel, WS. (2005). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : PT Gramedia.

20. Dimyati dan Mudjiono. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

21. Nana, Syaodih Sukmadinata. (2009). Landasan Psikologi Proses Pendidikan.

Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

22. Supartini. (2008). Hubungan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar Siswa di SMK Al-Hidayah 1 Jakarta Selatan Skripsi. Jakarta : STKIP Purnama.

23. Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.

24. Abdullah, A. (2008). Prestasi Belajar. (http://Spesialis_torch.com). Di akses 5 September 2013.

25. Suryabrata, S. (2006). Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

26. Djamarah, syaiful bahri, (2008). Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.

27. Danusastro. (2003). Strategi Belajar Mengajar Efektif. Jakarta : Media Pratama.

28. Ilyas. (2008). Fungsi dan Pengukuran Prestasi Belajar. Yogyakarta : Pustaka Belajar.

29. Khodijah, siti. (2011). Skripsi Hubungan Antara Motivasi Belajar Dengan Ptestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Islam. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta.

30. Sudjana, nana. (2009). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo.

31. Djamarah, syaiful bahri, (1994). Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya : Usaha Nasional.

32. Gusfiyani, V. (2012). Pengaruh Motivasi Instrinsik dan Lingkungan Keluarga Terhadap Pelajaran Akuntansi di Man 2 Kota Bandung. Diunduh dari http://respiratory.upi.edu/operator/upload/s pea 0802607 chapter.pdf. ( 6 September 2013).

33. Hidayati, S. (2011). Hubungan Dukungan Orang Tua Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII MTs Al-Mukarromin Wadek-Kidul Duduk Sampeyan Gresik.

Diunduh dari http://lib.uinmalang.ac.id/thesis/chapter ii/07410109-sucihidayahti.ps.

(6 september 2013).

34. Kayline, C. W. & Caroline. (2010). Five Key Ingridients for Improving Student Motivation. Research in Higher Education Journal. Di akses 20 Agustus 2013.

35. Nugraheni, fitri (2012). Skripsi Hubungan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa ( Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi UMK).

36. Suprijiono, A. (2011). Cooperative Learning Teori & Aplilkasi Paikem. Jakarta : Pustaka Belajar.

37. Syaiful, Djamarah. (2011). Psikologi Belajar. Cetakan ke-3 ( edisi revisi). Jakarta : PT Rineka Cipta.

38. Taidin, Suhaimin. (2008). Artikel Motivasi & Perkembangan Diri. Kota Kinabaluh Sabah. Malaysia.

39. Wahyuningsih, A. S. (2004). Skripsi Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dengan Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas II SMU Lab School Jakarta Timur Tahun Ajaran 2003/ 2004. Universitas Persada Indonesia (UPI). Jakarta. Di akses 9 september 2013.

40. Jalaludin, Ade ( 2011). http://adejalaludin.wordpress.com/2011/02/04/etos-kerja- qs-al-mujadalah-11/. Diunduh Maret 2014.

41. Hesron Tiku Rante. (2011). Peranan Motivasi Dalam Belajar :http://hesronfree.wordpreqss.com/2011/06/04/peranan-motivasi-dalam-belajar.

Diunduh Februari 2014.

42. Sifa fauziah, Siti. (2013). Skripsi Motivasi Belajar Dalam Perspektif Hadits.

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.

43. Tafsir Al-Quranul Karim.

Lampiran

Lampiran 2

INFORMED CONSENT

( Persetujuan Keikutsertaan dalam Penelitian)

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar, dengan ini menyatakan

sebenar-benarnya bahwa saya bersedia untuk ikut berperan serta dalam penelitian yang berjudul “Hubungan Antara Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Mahasiswa

Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Muhammadiyah Makassar ”.

Saya diharapkan untuk menjawab dan mengisi daftar pertanyaan tentang hal-hal yang berhubungan dengan penelitian ini. Saya mengerti bahwa tidak ada resiko yang akan terjadi, karena itu jawaban yang saya berikan adalah yang sebenarnya.

Saya mengetahui bahwa catatan data informasi yang diberikan mengenai penelitian ini akan dirahasiakan, dan semua berkas yang mencantumkan identitas saya akan dijaga kerahasiaannya.

Demikian hal ini saya perbuat, dengan ini saya menyatakan kesediaan saya secara suka rela dan bersedia menjadi responden dalam penelitian ini tanpa ada unsur paksaan dari siapa pun.

Tanggal :Makassar, Desember 2013 No. Responden :

No. Stambuk :

Tanda Tangan :

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 69-79)

Dokumen terkait