Sebelum mencurahkan waktu dan energi untuk mempersiapkan sebuah rencan bisnis, seorang pengusaha sebaiknya melakukan studi cepat mengenai kemungkinan diterapkannya konsep bisnis tersebut untuk melihat apkaah terdapat rintangan-rintangan menuju keberhasilan. Informasi tersebut yang bisa didapat dari banyak sumber, harsu berfokus pada pemasaran, keuangan, dan produksi. Sebelum memulai studi kelayakan tersebut, seornag pengusaha harsu mendefinisikan tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran perusahaan secara jelas. Tujuan-tujuan ini membantu mendefinisikan apa yang perlu dilakukan dan bagaimana hal tersebut dapat dicapai. Tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran ini juga memberikan suatu kerangka kerja untuk rencana bisnis, pemasaran dan finansial.
Informasi Pasar
Salah satu informasi yang dibutuhkan oleh pengusaha adalah pasar potensial untuk produk atau jasa. Guna mengetahui ukuran pasar secara pasti, pertama-tama penting bagi pengusaha untuk mendefinisikan pasar. Sebagai contoh, apakah produk tersebut kemungkinan besar akan dibeli oleh pria atau wanita? Apakah pembeli tersebut termasuk berpendapatan tinggi atau rendah? Peghuni pedesaan atau perkotaan? Orang-orang yang berpendidikan tinggi atau orang-orang yang kurang berpendidikan? Sebuah target pasar yang didefinisikan dengan baik akan memudahkan proses perkiraan ukuran pasar dan tujuan-tujuan pasar yang berikutnya untuk perusahaan baru tersebut.
Proses dimulai dengan data dan informasi yang paling umum dan memprosesnya sampai dapat mengembangkan sebuah strategi penempatan serta berbagai sasaran dan tujuan yang terukur. Kemudian, semua informasi ini bisa digunakan dalam bagian analisis industri dan bagian perencaan pemasaran dari rencana bisnis tersebut.
Proses dimulai dengan mengevaluasi tren-tren lingkungan umum. Hal ini meliputi tren pendapatan rumah tangga, perubahan populasi, kebiasaan konsumsi makanan, perjalanan, dan pekerjaan. Langkah berikutnya adalah penilaian tren-tren dalam industri jasa makanan nasional. Data yang akan dicari adalah data mengenai penjualan makanan total dan penjualan restoran komersial menurut jenis restoran. Dua tingkat pertama dalam pendekatan piramida terbalik berfokus pada pasar nasional, dan dua tingkat berikutnya mempertimbangkan tren-tren di pasar lokal di mana bisnis tersebut akan dialokasikan.
Langkah terakhir adalah analisis lingkungan kompetitif lokal. Dalam contoh ini, pengusaha harus mengidentifikasikan restoran, kedai makanan, atau jasa makanan gerobak dorong apa pun yang berpotensi menjadi saingan. Setiap kekuatan dan kelemahan
Kewirausahaan (Berbasis Budaya Lokal) Dr. JERRY WUISANG, S.Pd., M.M.
dari kompetitor lokal sebaiknya dinilai. Ini bisa dinilai dengan menggunakan riset pemasaran; evaluasi situs web, iklan, menu-menu dan lokasi-lokasi para kompetitor; sreta tinjauan mengenai artikel-artikel terbitan apa pun yang telah muncul di media lokal.
Kemudian bisa dibuat spreadsheed dengan daftar para kompetitor di kolom pertama, diikuti oleh kolom-kolom yang disediakan untuk kekuatan dan kelemahan mereka.
Setelah semua analisis ini diselesaikan, pengusaha tersbeut siap untuk mengklarifikasi penawaran produk atau jasa tersebut, penempatan pasar yang aktual di lingkungan yang kompetitif, dan tujuan-tujuan pasar.
Pendekatan Piramida Terbalik Untuk Mengumpulkan Informasi Pasar Sumber: Hisrich, Robert (2008: 269)
Kebutuhan Informasi Operasi
Relevansi studi kelayakan diterapkannya operasi manufaktur bergantung pada sifat bisnis.
Sebagian besar informasi yang dibutuhkan bisa didapat melalaui hubungan langsung dengan sumber yang tepat. Seorang pengusaha mungkin membutuhkan informasi mengenai hal-hal berikut ini:
Tren-tren demografis dan lingkungan umum
Tren-tren industri nasional
Tren-tren demografis dan lingkungan lokal
Tren-tren industri lokal
kekuatan dan kelembahan kompetisi lokal
Penempatan Pasar
Tujuan-tujuan pasar
Kewirausahaan (Berbasis Budaya Lokal) Dr. JERRY WUISANG, S.Pd., M.M.
Lokasi. Lokasi perusahaan dana aksesibilitas perusahaan pada pelanggan, pemasok dan distributor harus ditentukan.
Operasi manufaktur. Operasi mesin dan perakitan dasar harus diidentifikasikan, begitu pula dengan apkaha operasi-operasi ini akan dioutsource dan kepada pihak lain.
Material mentah. Material mentah yang dibutuhkan serta nama, alamat, dan biaya para pemasok harus ditentukan.
Peralatan. Peralatan yang dibutuhkan harus didaftar, lengkap dengan biayanya dan apakah peralatan tersbeut akan dibeli atau disewa.
Keterampilan tenaga kerja. Setiap keterampilan unik yang dibutuhkan, jumlah personel yang dibutuhkan untuk setiap keterampilan, tarif bayaran, serta penentuan penilaian tentang di mana dan bagaimana keterampilan-keterampilan ini akan didapat harus ditentukan.
Tempat. Jumlah tempat yang dibutuhkan harus ditentukan, termasuk paakah tempat tersebut akan dimiliki atau disewa.
Pengeluaran tambahan. Setiap barang yang dibutuhkan untuk mendukung proses manufaktur sperti lata, persediaan, keperluan dan gaji harus ditentukan.
Sebagian besar dari informais tersbeut harus digabung secara lagsung dengan rencana binsnis. Setiap hal mungkin membutuhkan beberapa penelitian, tetapi informasi ini snagatlah penting bagi mereka yang akan menilai rencana bisnis dan mempertimbangkan untuk membiayai proposal tersebut.
Kebutuhan Informasi Finansial
Sebelum mempersiapkan bagian finansial dari renaca bisnis, seorang pengusaha harus mempersiapakan anggaran yang mencakup daftar yang berisi semua pengeluaran yang mungkin terjadi selama tahun pertama dan daftar yang berisi semua pendapatan, termasuk penjualan dan dana eksternal apa pun yang tersedia. Jadi, anggaran tersebut meliputi pengeluaran modal, biaya pengoperasian langsung dan pengeluaran uang tunai untuk barang-barang tanpa biaya. Pendapatan dari penjualan harus diperkirakan dari data pasar.
Untuk mempersiapakan anggaran aktual, seorang pengusaha harus mengidentifikasikan tolok ukur (benchmark) dalam industri tersebut yang dapat digunakan dalam mempersiapkan pernyataan-pernyataan proforma final dalam rencana finansial. Tolok ukur atau norma ini membentuk asumsi-asumsi yang berhubungan dengan pengeluaran- pengeluaran berdasarkan sejarah industri atau tren. Ini adalah metode yang paling cocok untuk mencapai biaya yang telah diperkirakan untuk perusahaan baru.
Penggunaan Internet sebagai Perangkat Sumber Daya
Dunia teknologi yang selalu berubah memberikan berbagai peluang baru bagi para pengusaha agar dapat mengakses informasi untuk banyak aktivitas bisnis secara efisien, praktis dan dengan biaya yang sangat sedikit. Internet dapat berfungsi sebagai sebuah sumber informasi yang penting dalam persiapan rencana bisnis untuk segmen-segmen seperti analisis industri, analisis kompetitor, dan ukuran potensial pasar. Para pengusaha juga merasa internet merupakan sumber berharga dalam perencanaan tingkat akhir dan pembuatan keputusan. Selain menjadi sumber intelegensi bisnis, internet juga memberikan peluang strategi pemsaran; melalui situs web-nya, suatu perusahaan bisa memberikan informasi mengenai perusahaan, produk dan jasanya, serta instruksi-instruksi pemesanan.
Kewirausahaan (Berbasis Budaya Lokal) Dr. JERRY WUISANG, S.Pd., M.M.