Setelah ide-ide dari sumber-sumber ide atau penyelesaian masalah secara kreatif, ide-ide tersebut membutuhkan pengembangan dan perbaikan lebih lanjut. Proses perbaikan ini untuk perencaan produk dan proses pengembangan dibagi menjadi lima tingkat: ide, konsep, pengembangan produk, pemasaran uji coba, dan komersialisasi; proses ini membuahkan awal siklus kehidupan produk (product life cycle).
Sebuah Model Proses Pengenalan Peluang
Tingkat Ide
Tingkat konsep
Tingkat Pengembangan Produk
Tingkat Pemasaran Uji coba
Tingkat Komersialisasi Siklus Kehidupan Produk
Ide Mengevaluasi Pengembangan Laboratorium Mengevaluasi Pelaksanaanproduksi uji coba Mengevaluasi Percobaanrencana semikomersial Mengevaluasi
Pengenalan Pertumbuhan Pendewasaan Penurunan
Sumber: Dari marketing Descisios for New and Mature Product, edisi kedua oleh Robert, Hisrich dan michael P.Peters, 1991 dalam Hisrich, Robert D, Michael P.Peters, Dean A. Shepherd (2008: 202).
Menentukan Kriteria-Kriteria Evaluasi
Pada setiap tingkat perencaaan produk dan proses pengembangan (product planning and development proscess), perlu ditentukan kriteria-kriteria untuk mengevaluasi.
Kriteria-kriteria ini harus cukup inklusif dan kuantitatif untuk menyaring produk secara seksama pada tingkat pengembangan tertentu. Kriteria-kriteria tersebut harus ditentukan guna mengevaluasi ide baru menurut peluang pasar kompetisi, sistem pasar, faktor-faktor finansial, dan faktor-faktor produksi.
Harus ada peluang pasar dalam bentuk kebutuhan baru atau kebutuhan saat ini untuk ide produk. Sejauh ini, penentuan permintaan pasar merupakan kriteria paling penting dari ide produk baru yang dikemukakan. Penilaian peluang dan ukuran pasar perlu dipertimbangkan: sifat dan sikap pelanggan atau ndustri yang mungkin membeli produk tersebut, ukran pasar potensial dalam dolar dan satuan, sifat pasar sehubungan dengan tingkatannya dalam siklus kehidupan (meningkat atau menurun) serta saham pasar yang dapat direbut oleh produk tersebut.
Kewirausahaan (Berbasis Budaya Lokal) Dr. JERRY WUISANG, S.Pd., M.M.
Produsen yang bersaing, harga dan upaya pemasaran yang ada saat ini juga harus dievaluasi, terutama dari pengaruhnya terhadap saham pasar dan ide yang diusulkan. Ide baru tersbeut harus memiliki beberapa kondisi yang berbeda dan unik berdasarkan evaluasi semua produk/jasa kompetitif yang memenuhi kebutuhan pelanggan yang sama.
Beberapa faktor yang harsu dipertimbangkan dalam mengevaluasi tingkat kesesuaian:
tingkat sampai mana kemampuan dan waktu dari angkatan penjualan saat ini dapat dipindahkan ke produk baru; kemampuan untuk menjual produk baru tersebut melalui saluran distribusi perusahaan yang sudah ada; serta kemampuan dalam “mendukung”
iklan dan promosi yang dibutuhkan untuk memperkenalkan produk baru tersebut.
Ide/produk baru yang diusulkan harus dapat didukung dan memberikan kontribusi pada kesejahteraan finansial perusahaan. Biaya pembuatan per unit biaya pemasaran, dan jumlah modal harus ditentukan bersama dengan titik impas (break even point) dan perkiraan jangka panjang untuk produk tersebut.
Kesesuaian persyaratan produksi produk baru dengan pabrik yang sudah ada, perlengkapan mesin dan personel juga harus dievaluasi. Apabila ide baru tidak dapat dipadukan dengan proses-proses pembuatan yang sudah ada, harus diperhitungkan pula biaya yang akan dibutuhkan untuk pabrik dan peralatan. Semua material yang dibutuhkan untuk pembuatan produk tersebut harus tersedia dan dapat diperoleh dalam jumlah yang memadai.
Ketika berhadapan dengan kompetisi serta situasi yang kompetitif, persoalan terkait etika dan perilaku etika seringkali muncul. Para pengusaha perlu memperhatikan evaluasi ide secara formal sepanjang perkembangannya. Mereka juga harus memberikan perhatian lebih untuk memastikan bahwa produk tersebut dapat menjadi dasar bagi perusahaan baru.
Hal ini dapat dilakukan melalui evaluasi seksama yang menghasilkan keputusan untuk meneruskan produksi atau tidak pada setiap tingkat perencaan produk dan proses pengembangan: tingkat ide, tingkat konsep, tingkat pengembangan produk, serta tingkat pemasaran uji coba.
Tingkat Ide
Ide-ide produk/jasa baru yang menjanjikan harus diidentifikasi dan ide-ide yang tidak praktis harus dihapus pada tingkat ide (idea stage) yang memungkinkan penggunaan sumber-sumber perusahaan secara maksimal. Sebuah metode evaluasi yang berhasil digunakan pada tingkat ini adalah daftar evaluasi pasar sistematis, di mana setiap ide baru diungkapkan dari sudut nilai, kegunaan, dan manfaatnya yang utama. Sebuah perusahaan dapat menguji banyak alternatif ide baru dengan metode evaluasi ini akan mengetahui ide- ide yang menjanjika dapat dikembangkan lebih lanjut dan sumber-sumber tidak dihamburkan untuk ide-ide yang tidak cocok dengan nilai-nilai pasar.
Selian itu, penting untuk menentukan kebutuhan akan ide baru serta nilainya bagi perusahaan. Apabila tidak ada kebutuhan untuk produk yang diusulkan, pengembangannya tidak perlu diteruskan. Untuk menentukan kebutuhan untuk ide baru secara akurat, mendefinisikan kebutuhan-kebutuhan potensial pasar dari sudut pemilihan waktu, kepuasan alternatif-alternatif, keuntungan dan resiko, harapan masa depan, fitur- fitur harga versus kinerja produk, struktur dan ukuran pasar, serta kondisi ekonomi merupakan suatu hal yang akan sangat berguna.
Penentuan kebutuhan harus berfokus pada jenis kebutuhan, pemilihan waktunya, para pengguna yang terlibat dengan mencoba produk/jasa tersebut, pentingnya variabel pemasaran yang dapat dikendalikan, struktur pasar secara keseluruhan dan sifat-sifat pasar.
Setiap faktor harus dievaluasi menurut sifat-sifat ide baru yang dipertimbangkan serta aspek-aspek dan kapabilitas metode saat ini untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Analisis ini akan menunjukkan tingkat peluang yang ada.
Kewirausahaan (Berbasis Budaya Lokal) Dr. JERRY WUISANG, S.Pd., M.M.
Dalam penentuan nilai produk/jasa baru untuk perusahaan, pengaturan keuangan seperti pengeluaran uang, pemasukan uang, konstribusi keunungan, dan laba investasi perlu dievaluasi dari sudut ide-ide produ/jasa yang lain dan alternatif-alternatif investasi yangdilakukan seakurat mungkin sehingga dapat dihasilkan sebuah evaluasi kuantitatif yang nantinya dapat direvisi ketika tersedia informasi yang lebih baik dan produk/jasa terus berkembang.
Tingkat Konsep
Pada tingkat konsep (concept stage), ide yang sudah diperbaiki siuji terlebih dahulu untuk menentukan penerimaan pelanggan. Sebuah merode untuk mengukur penerimaan pelanggan adalah wawancara percakapan, di mana para responden pilihan diberi pernyataan-pernyataan yang mencerminkan ciri fisik dan sifat dari ide produk/jasa tersebut. Selain membandingkan produk-produk (atau jas) yang ada, pernyataan- pernyataan ini juga dapat membandingkan fitur-fitur utama meeka dan melihat serta menganalisis respon pelanggan untuk kemudian memasukkan fitur-fitur bagus pada produk/jasa baru.
Fitu-fitur, harga, promosi harus dievaluasi untuk konsep yang sednag dipelajari dan produk-produk bersaing lain dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan dalam Hisrich, Robert (2008:207) berikut:
Bagaimana konsep baru tersebut bila dibandingkan dengan produk/jasa kompetitif dari sudut kualitas dan reliabilitas?
Apakah konsep tersebut sangat baik atau kurang sempurna bila dibandingkan dengan produk/jasa yang saat ini ada di pasar?
Apakah ini merupakan peluang pasar yang bagus untuk perusahaan?
Evaluasi serupa harus dilakukan untuk semua aspek strategi pemasaran.
Tingkat Pengembangan Produk
Pada tingkat pengembangan produk (product development stage), reaksi pelanggan terhadap produk/jasa fisik harus ditentukan. Alat yang sering digunakan pada tingkat ini adalah panel pelanggan, di mana sekelompok pelanggan yang potensial diberi contoh produk. Para pertisipan memberikan sebuah catatan penggunaan produk, komentar tentang kebaikan dan kekurangan produk tersebut.
Panel pelanggan juga dapat diberi contoh produk dan satu produk kompetetif atau lebih secara bersamaan. Kemudian, salah satu dari beberapa metode seperti: perbandingan banyak merek, analisis resiko, tingkat pembelian berulang, atau analisis intensitas pilihan dapat digunaan untuk menentukan pilihan pelanggan.
Tingkat Pemasaran Uji Coba
Walaupun haisl dari tingkat pengembangan produk memberikan dasar untuk rencana pemasaran akhir, sebuah uji coba pasar dapat dilakukan untuk meningkatkan kepastian komersialisasi yang berhasil. Langkah terakhir dalam proses evaluasi ini, tingkat pemasaran uji coba (test marketing stage), memberikan hasil-hasil penjualan yang aktual yang menunjukkan tingkat penerimaan pelanggan. Hasil-hasil uji coba yang positif menunjukkan tingkat kemungkinan dari peluncuran sebuah produk yang berhasil dan formasi perusahaan.
“MAPALUS” sebagai local spirit and local wisdom Masyarakat Minahasa yang terpatri dan berkohesi di dalamnya: 3 (tiga) jenis hakikat dasar pribadi manusia dalam kelompoknya, yaitu: Touching Hearts, Teaching
Mind, dan Transforming Life.
"TORANG SAMUA BASUDARA" merupakan sebuah sugesti positif yang diberikan secara terus menerus atau bergenerasi oleh leluhur kepada masyarakat sulawesi utara sampai menembus critical factor dan tertanam
dalam pikiran bawah sadar, sehingga menguatkan filosofi untuk hidup rukun dan damai.
“SITOU TIMOU TUMOU TOU” sebuah filsafat hidup masyarakat Minahasa yang dipopulerkan oleh Sam Ratulangi, yang berarti: "Manusia hidup untuk memanusiakan orang lain" atau "Orang hidup untuk menghidupkan orang lain". Dalam ungkapan Bahasa Manado, sering kali dikatakan: "Baku beking pande" yang
secara harafiah berarti "Saling menambah pintar dengan orang lain".
Kewirausahaan (Berbasis Budaya Lokal) Dr. JERRY WUISANG, S.Pd., M.M.