BAB I PENDAHULUAN
D. Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam
sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah Swt.
b. Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil dan etis, Berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.
Berdasarkan penjelasan pada dua poin di atas diketahui bahwa Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk mendapatkan kebahagiaan baik di dunia dan di akhirat.
Muhaimin (2008: 74) menyatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di luar jam pelajaran intrakurikuler di kelas dan pelayanan konseling yang bertujuan untuk membantu mengembangkan kemampuan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkewenangan atau berkemampuan di sekolah atau madrasah.
Djaelani (2000: 122) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilaksanakan secara berkala atau hanya dilaksanakan pada waktu tertentu termasuk pada waktu libur, baik yang dilaksanakan di sekolah atau di luar sekolah dengan maksud untuk memperluas pengetahuan peserta didik dalam mengenal hubungan antar berbagai mata pelajaran, menyalurkan bakat serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya.
Dari beberapa pendapat yang dikemukakan di atas, dapat diketahui bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan di luar jam mata pelajaran intrakurikuler yang bisa dilaksanakan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan untuk menambah wawasan, pengalaman, pengamalan peserta didik serta mengembangkan bakat yang mereka miliki.
Pengembangan kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian dari pengembangan institusi sekolah. Berbeda dari pengaturan kegiatan intrakurikuler yang secara jelas disiapkan dalam perangkat kurikulum,
kegiatan ekstrakurikuler lebih mengandalkan inisiatif sekolah. Secara yuridis, pengembangan kegiatan ekstrakurikuler memiliki landasan hukum yang kuat, karena diatur dalam surat keputusan Menteri yang harus dilaksanakan oleh sekolah.
Penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu cara penambahan pendidikan agama Islam, sehingga harus disusun secara terencana agar semua pihak yang terkait dalam penyelanggaraan Pendidikan Agama Islam dapat berperan secara aktif mendukung tercapainya tujuan pendidikan agama Islam.
Kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah upaya pemantapan, pengayaan, dan perbaikan nilai-nilai, norma, dan pengembangan bakat, minat, kepribadian, kreativitas peserta didik dalam aspek keimanan, ketaqwaan kepada Allah Swt, akhlak mulia, penguasaan kitab suci Al-Qur’an, ibadah, sejarah, kebudayaan dan seni agama Islam yang dilakukan di luar jam pelajaran tatap muka, dilaksanakan di sekolah atau di luar sekolah untuk lebih memperluas pengetahuan, wawasan, pengalaman dan pengamalan sekaitan dengan mata pelajaran pendidikan agama Islam.
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti menyimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam pada SMP adalah kegiatan kurikuler Pendidikan Agama Islam pada SMP yang dilakukan oleh peserta didik pada jenjang SMP di luar jam belajar kegiatan
intrakurikuler Pendidikan Agama Islam dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan guru Pendidikan Agama Islam dan pengawasan satuan pendidikan, bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan Pendidikan Agama Islam.
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam selain memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengekspresikan atau mengembangkan minat dan bakatnya, juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memadukan, mengintegrasikan, menerapkan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang telah dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler ke dalam situasi kehidupan nyata, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Oleh karena itulah, setiap sekolah perlu mengembangkan dan menyelenggarakan program ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam agar tujuan dan kompetensi yang ingin dicapai Pendidikan Agama Islam melalui penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam dapat memenuhi standar yang diharapkan.
Sebagai suatu kegiatan keagamaan untuk mencapai tujuan bersama, kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam berangkat dari pandangan hidup (filosofi) dan pemikiran dasar (pendekatan) yang berbeda dengan kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Konteks pengertian yang dimaksud dalam filosofi dan pemikiran dasar disini adalah yang
berkaitan dengan perbaikan mental-moral para remaja atau lebih spesifik lagi upaya pembangunan dan pengembangan kepribadian peserta didik sebagai calon pemimpin bangsa dimasa selanjutnya. Oleh karenanya, dasar pendirian kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam ini harus mengarah pada kajian filosofis mengenai berbagai masalah yang terdapat dalam bidang pendidikan yang didasarkan pada ajaran Islam yang tercermin dalam Al-Qur’an dan Hadits.
Filosofi kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam bisa diketahui dengan melihat pemikiran dasar atau pandangan yang ada.
Oleh karena itu, bentuk pendekatan yang dipilih dalam kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam adalah pendekatan sosio- transformatif, yakni pendekatan yang berdasarkan keyakinan bahwa pembangunan dan pengembangan masyarakat pada dasarnya adalah perubahan pandangan, pemikiran, sikap dan tingkah laku bersama menuju kepada keswadayaan dan kemandirian, mulai dari asas pengenalan masalah, penentuan rencana kegiatan untuk menyelesaikan masalah sampai pada bagaimana evaluasinya.
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam secara umum bertujuan untuk mendukung tujuan Pendidikan Agama Islam yaitu untuk menumbuhkan serta meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan, pengetahuan, penghayatan, pengamalan serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan dan
ketaqwaan kepada Allah Swt, disamping juga memiliki akhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang yang lebih tinggi.
Dalam pedoman ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam SMP (Kementerian Agama RI, 2015: 3) diuraikan fungsi kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam SMP, yaitu:
1. Pembinaan, yaitu membentuk perilaku Islami dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan bantuan klinis bagi peserta didik yang mengalami kesulitan dalam penguasaan kompetensi Pendidikan Agama Islam;
2. Pengembangan,yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mendukung perkembangan personal peserta didik melalui perluasan bakat, minat,dan kreativitas;
3. Sosial, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan tanggung jawab sosial keagamaan peserta didik. Kompetensi sosial dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperluas pengalaman, praktik keterampilan sosial, dan internalisasi nilai moral dan nilai sosial keagamaan;
4. Rekreatif, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dalam suasana rileks, menggembirakan, dan menyenangkan sehingga menunjang proses perkembangan peserta didik. Kegiatan
ekstrakurikuler harus mengembangkan kehidupan budaya Islami di sekolah yang lebih menarik bagi peserta didik;
5. Persiapan karier, yaitu untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik melalui pengembangan kapasitas dan kompetensi Pendidikan Agama Islam.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam pada SMP, yaitu sebagai berikut:
1. Meningkatkan kemampuan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik;
2. Mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam pembinaan kepribadian muslim;
3. Mewujudkan budaya keberagamaan (religious culture) pada tingkat satuan pendidikan;
4. Meningkatkan syi’ar Islam.
Adapun prinsip penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam pada SMP adalah sebagai berikut:
1. Bersifat individual, yaitu dikembangkan sesuai dengan potensi, bakat, dan minat peserta didik masing-masing.
2. Bersifat wajib, bagi peserta didik yang belum menguasai kompetensi Pendidikan Agama Islam tertentu;
3. Bersifat pilihan, yaitu dikembangkan sesuai dengan minat dan diikuti oleh peserta didik secara sukarela;
4. Partisipasi aktif, yaitu menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh sesuai dengan minat dan pilihan masing-masing;
5. Menyenangkan, yaitu dilaksanakan dalam suasana yang menggembirakan bagi peserta didik;
6. Membangun etos kerja, yaitu dikembangkan dan dilaksanakan dengan prinsip membangun semangat peserta didik untuk berusaha dan bekerja dengan giat dan baik;
Hasil observasi yang dilakukan di SMP Negeri 3 Kecamatan Polongbangkeng Utara, SMP Negeri 5 Kecamatan Polongbangkeng Utara, dan SMP Negeri 2 Kecamatan Polongbangkeng Utara,Kabupaten Takalar, diperoleh data dari bagian tata usaha masing-masing sekolah tentang kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan di sekolah sebagai berikut:
1. Pembiasaan:
a. Shalat berjamaah
b. Membaca Al-Qur’an mengawali dan mengakhiri suatu hari proses pembelajaran.
c. Membaca doa mengawali dan mengakhiri proses pembelajaran dan pekerjaan lainnya
d. Mengucapkan dan menjawab salam
e. Menjaga kebersihan, kesehatan dan lainnya.
2. Mengikuti Pentas Pendidikan Agama Islam:
a. Musabaqah Tilawatil Qur’an
b. Kaligrafi
c. Hafalan surat pendek d. Pidato
e. Cerdas cermat
f. Lomba mengarang tentang sejarah Islam g. Membaca puisi dan sajak
3. Pesantren Kilat (materi pesantren kilat) a. Keimanan
b. Ibadah c. Akhlak
d. Praktik-praktik dan latihan-latihan
e. Latihan pengendalian diri dan kebersamaan.
4. Amaliyah Ramadhan
Sekolah membagikan buku laporan amaliyah Ramadhan yang berisi laporan perkembangan :
a. Puasa Ramadhan
b. Sahur dan Berbuka Puasa Bersama c. Shalat Lail (Tarawih)
d. Tadarrus Al-Qur’an e. I’tikaf
f. Infak dan Shadaqah g. Zakat Fitrah.
h. Pesantren Kilat Ramadhan
i. Peringatan Nuzulul Qur’an
j. Mendengarkan Ceramah Ramadhan k. Shalat Idul Fitri
l. Halal Bil Halal 5. Rohani Islam (ROHIS)
a. Keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt dan pemahaman ajaran Islam
b. Kesadaran untuk berorganisasi c. Mengorganisasikan tugas sehari-hari
d. Kemampuan keterampilan hidup yang sadar e. Keterampilan berbahasa yang santun
f. Kesadaran berestetika
g. Kesadaran mentaati peraturan h. Keterampilan sosial
i. Keterampilan Pengelolaan agresivitas j. Keterampilan mengelola stress
k. Keterampilan merencanakan.
6. Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ)
a. Mengenal huruf-huruf dalam Al-Qur’an b. Mengenal kata dalam Al-Qur’an
c. Mengenal kata-kata pilihan dalam Al-Qur’an d. Mengenal ayat-ayat dalam Al-Qur’an.
e. Mengenal surat-surat dalam Al-Qur’an
f. Mengenal hukum baca dalam Al-Qur’an berkaitan dengan Tajwid.
7. Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) a. Tahun Baru Hijriyah
b. Maulid Nabi Muhammad saw c. Isra Mi’raj Nabi Muhammad saw d. Nuzulul Qur’an
e. Hari Raya Idul Fitri f. Hari Raya Idul Adha 8. Praktek Ibadah
a. Praktek berwudhu b. Praktek Tayammum c. Praktek Shalat
d. Praktek Memandikan Jenazah e. Praktek Zakat
f. Praktek Haji dan Umrah
g. Praktek Muamalah dan lainnya.