GENDER DAN KESEHATAN
4. Keluarga Berencana dan Penggunaan Alat Kontrasepsi
Gambar 29. Distribusi Persentase Wanita Berumur 15-49 Tahun yang Pernah Kawin dan Melahirkan Anak Lahir Hidup (ALH) di Dokter, Bidan, Tenaga Kesehatan Lain, dan Dukun (2019)
100 80 60 40 20 0
Dokter (2019) Bidan (2019)
Tenaga Kesehatan Lain (2019)
Dukun (2019)
Kota Metro menjadi daerah dengan persentase terendah menggunakan jasa bidan sebagai penolong persalinan. Namun, sebagai kota tertinggi yang menggunakan jasa dokter spesialis di Provinsi Lampung. Persentase pemilihan dokter sebagai penolong persalinan di Kota Metro juga mengalami peningkatan yang tertinggi selama dua tahun terakhir. Peningkatan juga terjadi di beberapa kabupaten/kota lain di Provinsi Lampung, dengan trend peningkatan yang cukup tinggi terdapat di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung Timur, dan Way Kanan. Sementara Kabupaten Tanggamus menjadi kabupaten dengan persentase terendah menggunakan jasa dokter sebagai penolong persalinan.
Pemilihan jasa dukun sebagai penolong persalinan juga masih terdapat di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Lampung.
Kabupaten Pesisir Barat menjadi kabupaten dengan persentase terbanyak menggunakan dukun sebagai penolong persalinan di tahun 2020. Persentase tersebut hampir mendekati persentase pemilihan jasa dokter sebagai penolong persalinan di Kabupaten Pesisir Barat. Sementara itu, Kabupaten Lampung Timur, Tulang Bawang, Kota Bandar Lampung dan Kota Metro, sudah tidak lagi ditemukan penggunaan jasa dukun sebagai penolong persalinan.
Sumber: BPS, Susenas, 2021.
112
Lampung… Tanggamus Lampung… Lampung… Lampung… Lampung… Way Kanan Tulang… Pesawaran Pringsewu Mesuji Tulang… Pesisir Barat Bandar… Metro
Sumber: BPS, Susenas, 2021.
Begitu pula persentase wanita berumur 15 sampai 49 tahun yang pernah kawin, dan melahirkan anak lahir hidup (ALH).
Persentase tertinggi melahirkan anak lahir hidup dengan penolong persalinan bidan adalah di Kabupaten Tanggamus.
Sementara itu, Kota Metro menunjukkan persentase tertinggi pada kondisi tersebut dengan penolong persalinan dokter.
Namun, persentase tertinggi melahirkan anak lahir hidup dengan penolong persalinan dukun tidak hanya di Kabupaten Pesisir Barat, tetapi juga di Kabupaten Way Kanan, Lampung Barat, dan Tanggamus.
4. Keluarga Berencana dan Penggunaan Alat
pertambahan penduduk. Merujuk pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Keluarga Berencana (KB) didefinisikan sebagai upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.
Sejalan dengan perkembangan kependudukan, pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, demikian juga dengan angka kelahiran yang masih cukup tinggi maka Program KB secara khusus dirancang demi menciptakan kemajuan, kestabilan, dan kesejahteraan ekonomi, sosial serta spiritual setiap penduduk.
Jika dilihat dari kacamata medis program KB jelas memberikan keuntungan bagi kesehatan setiap anggota keluarga. Manfaat menjalankan program keluarga berencana yakni: a) mencegah kehamilan yang tidak diinginkan; b) mengurangi risiko aborsi; c) menurunkan angka kematian ibu; d) mengurangi angka kematian bayi; e) membantu mencegah HIV/AIDS; f) menjaga kesehatan mental keluarga.
Peserta atau Akseptor KB Baru adalah PUS yang baru pertama kali menggunakan alat/obat/cara kontrasepsi dan atau PUS yang kembali menggunakan alat/obat/cara kontrasepsi setelah melahirkan/keguguran. Sedangkan Peserta atau Akseptor KB Aktif adalah peserta KB yang sedang menggunakan salah asatu alat/obat/cara kontrasepsi secara terus menerus tanpa diselingi kehamilan. (Direktorat Pelaporan dan Statistik, 2015)
Peserta atau akseptor yang menjadi sasaran utama KB adalah Pasangan Usia Subur (PUS). PUS adalah pasangan suami istri
114114
pertambahan penduduk. Merujuk pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Keluarga Berencana (KB) didefinisikan sebagai upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.
Sejalan dengan perkembangan kependudukan, pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, demikian juga dengan angka kelahiran yang masih cukup tinggi maka Program KB secara khusus dirancang demi menciptakan kemajuan, kestabilan, dan kesejahteraan ekonomi, sosial serta spiritual setiap penduduk.
Jika dilihat dari kacamata medis program KB jelas memberikan keuntungan bagi kesehatan setiap anggota keluarga. Manfaat menjalankan program keluarga berencana yakni: a) mencegah kehamilan yang tidak diinginkan; b) mengurangi risiko aborsi; c) menurunkan angka kematian ibu; d) mengurangi angka kematian bayi; e) membantu mencegah HIV/AIDS; f) menjaga kesehatan mental keluarga.
Peserta atau Akseptor KB Baru adalah PUS yang baru pertama kali menggunakan alat/obat/cara kontrasepsi dan atau PUS yang kembali menggunakan alat/obat/cara kontrasepsi setelah melahirkan/keguguran. Sedangkan Peserta atau Akseptor KB Aktif adalah peserta KB yang sedang menggunakan salah asatu alat/obat/cara kontrasepsi secara terus menerus tanpa diselingi kehamilan. (Direktorat Pelaporan dan Statistik, 2015)
Peserta atau akseptor yang menjadi sasaran utama KB adalah Pasangan Usia Subur (PUS). PUS adalah pasangan suami istri
114
yang terikat dalam perkawinan sah, yang istrinya berumur antara 15 tahun sampai dengan 49 tahun. (Direktorat Pelaporan Statistik, 2014).
Unmet need KB adalah PUS yang mestinya mengikuti KB tetapi belum terlayani atau tidak ikut KB karena berbagai alasan.
Unmet need ini terdiri dari PUS yang Ingin Anak di Tunda (IAT) dan PUS yang Tidak Ingin Anak Lagi (TIAL). Berdasarkan pada data jumlah Unmet need Provinsi Lampung Tahun 2020 terlihat bahwa presentase jumlah unmet need tertinggi terjadi di Kabupaten Lampung Timur sedangkan unmet need terendah terdapat di Kabupaten Lampung Tengah. Jika diperhatikan lebih terperinci berdasarkan jenis unmet neednya, unmet need IAT tertinggi terjadi di Kabupaten Lampung Selatan sedangkan unmet need TIAL tertinggi terjadi di Kabupaten Lampung Timur.
Tingginya angka Unmet Need KB dalam pelaksanaan program KB mengindikasikan rendahnya prevalensi kontrasepsi yang dapat berakibat pada tingginya angka kelahiran dan memicu terjadi ledakan penduduk.
Tabel 34. Jumlah Unmet Need Provinsi Lampung Tahun 2020
NO KABUPATEN/KOTA PUS UNMENT NEED
IAT TIAL JML % 1 KAB LAMPUNG SELATAN 234,012 15,339 13,009 28,348 12.1
2 KAB LAMPUNG TENGAH 345,978 14,287 15,748 30,035 8.7
3 KAB LAMPUNG UTARA 146,495 9,633 8,550 18,183 12.4
4 KAB LAMPUNG BARAT 87,111 5,984 5,407 11,391 13.1
5 KAB TULANG BAWANG 119,473 7,314 7,252 14,566 12.2
6 KAB TANGGAMUS 129,881 8,233 9,240 17,473 13.5
7 KAB LAMPUNG TIMUR 199,182 14,841 17,303 32,144 16.1
8 KAB WAY KANAN 103,415 6,354 4,940 11,294 10.9
115115
9 KAB PESAWARAN 91,739 5,885 5,805 11,690 12.7
10 KAB PERINGSEWU 83,266 5,962 4,721 10,683 12.8
11 KAB MESUJI 68,258 5,535 4,132 9,667 14.2
12 KAB TULANG BAWANG BARAT 68,009 3,167 2,836 6,003 8.8
13 KAB PESISIR BARAT 38,479 2,770 2,269 5,039 13.1
14 KOTA BANDAR LAMPUNG 173,074 10,641 9,257 19,898 11.5
15 KOTA METRO 28,397 1,629 1,812 3,441 12.1
PROVINSI 1,916,769 117,574 112,281 229,855 12.0 Sumber Data: SR Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Bulan Desember 2020
Keterangan:
PUS : Pasangan Usia Subur
IAT : Ingin Anak ditunda
TIAL : Tidak Ingin Anak Lagi
Program Keluarga Berencana diwujudkan dalam bentuk pemakaian kontrasepsi seperti Kondom, Pil KB, IUD, Suntik, KB implan/susuk, vasektomi dan tubektomi (KB permanen). Secara umum dalam pelaksanaannya metode kontrasepsi dibagi menjadi dua yaitu, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan non MKJP. Metode kontrasepsi MKJP adalah metode kontrasepsi modern yang bisa dipakai dalam jangka waktu lama atau permanen seperti MOW, MOP, IUD, dan Implan. Sedangkan kondom, suntik, dan pil termasuk kedalam non MKJP. Di Provinsi Lampung berdasarkan data yang dihimpun oleh SR Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Per Desember 2020tercatat 1.382.161 pria dan wanita yang menggunakan alat kontrasepsi. Angka tersebut terdiri dari 51.092 pria dan 1.331.069 wanita. Alat kontrasepsi berupa suntik menjadi pilihanutama warga lampung, disusul pil, dan implan. Data peserta KB Aktif berdasarkan jenis kelamin dan alat kontrasepsi yang digunakan di Provinsi Lampung pada tahun 2020 secara terperinci dapat dilihat pada tabel berikut:
116
Tabel 35. Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kelamin dan Jenis Alat Kontrasepsi Provinsi Lampung Tahun 2020 NOKABUPATEN/KOTAJENIS KELAMINJENIS ALAT KONTRASEPSI PRIAWANITAIUDMOWMOPKONDOMIMPLANSUNTIKPIL 1 KAB LAMPUNG SELATAN3,786 166,530 14,8621,925 1,739 2,047 45,33263,67640,735 2 KAB LAMPUNG TENGAH8,849 228,779 41,2913,383 3,085 5,764 51,62382,36850,114 3 KAB LAMPUNG UTARA4,330 98,63911,7801,796 1,049 3,281 23,26734,07327,723 4 KAB LAMPUNG BARAT977 58,7939,308 547 137 840 14,89122,18811,859 5 KAB TULANG BAWANG3,556 89,5278,730 590 509 3,047 17,57335,83826,796 6 KAB TANGGAMUS3,149 91,6839,317 734 686 2,463 21,58637,92922,117 7 KAB LAMPUNG TIMUR4,873 141,304 20,4402,640 1,943 2,930 23,23053,03041,964 8 KAB WAY KANAN2,588 68,7209,315 1,146 1,121 1,467 22,60419,42016,235 9 KAB PESAWARAN1,486 65,6507,887 537 655 831 16,92522,95717,344 10KAB PERINGSEWU2,794 59,0378,134 1,736 394 2,400 15,79818,84214,527 11KAB MESUJI4,019 47,3037,596 173 205 3,814 8,578 19,22311,733 12KAB TULANG BAWANG BARAT3,762 43,3064,433 112 484 3,278 9,334 13,06816,359 13KAB PESISIR BARAT1,339 30,1397,211 128 431,296 7,785 9,209 5,806 117
116
9 KAB PESAWARAN 91,739 5,885 5,805 11,690 12.7
10 KAB PERINGSEWU 83,266 5,962 4,721 10,683 12.8
11 KAB MESUJI 68,258 5,535 4,132 9,667 14.2
12 KAB TULANG BAWANG BARAT 68,009 3,167 2,836 6,003 8.8
13 KAB PESISIR BARAT 38,479 2,770 2,269 5,039 13.1
14 KOTA BANDAR LAMPUNG 173,074 10,641 9,257 19,898 11.5
15 KOTA METRO 28,397 1,629 1,812 3,441 12.1
PROVINSI 1,916,769 117,574 112,281 229,855 12.0 Sumber Data: SR Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Bulan Desember 2020
Keterangan:
PUS : Pasangan Usia Subur
IAT : Ingin Anak ditunda
TIAL : Tidak Ingin Anak Lagi
Program Keluarga Berencana diwujudkan dalam bentuk pemakaian kontrasepsi seperti Kondom, Pil KB, IUD, Suntik, KB implan/susuk, vasektomi dan tubektomi (KB permanen). Secara umum dalam pelaksanaannya metode kontrasepsi dibagi menjadi dua yaitu, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan non MKJP. Metode kontrasepsi MKJP adalah metode kontrasepsi modern yang bisa dipakai dalam jangka waktu lama atau permanen seperti MOW, MOP, IUD, dan Implan. Sedangkan kondom, suntik, dan pil termasuk kedalam non MKJP. Di Provinsi Lampung berdasarkan data yang dihimpun oleh SR Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Per Desember 2020tercatat 1.382.161 pria dan wanita yang menggunakan alat kontrasepsi. Angka tersebut terdiri dari 51.092 pria dan 1.331.069 wanita. Alat kontrasepsi berupa suntik menjadi pilihanutama warga lampung, disusul pil, dan implan. Data peserta KB Aktif berdasarkan jenis kelamin dan alat kontrasepsi yang digunakan di Provinsi Lampung pada tahun 2020 secara terperinci dapat dilihat pada tabel berikut:
116
Tabel 35. Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kelamin dan Jenis Alat Kontrasepsi Provinsi Lampung Tahun 2020 NOKABUPATEN/KOTAJENIS KELAMINJENIS ALAT KONTRASEPSI PRIAWANITAIUDMOWMOPKONDOMIMPLANSUNTIKPIL 1 KAB LAMPUNG SELATAN3,786 166,530 14,8621,925 1,739 2,047 45,33263,67640,735 2 KAB LAMPUNG TENGAH8,849 228,779 41,2913,383 3,085 5,764 51,62382,36850,114 3 KAB LAMPUNG UTARA4,330 98,63911,7801,796 1,049 3,281 23,26734,07327,723 4 KAB LAMPUNG BARAT977 58,7939,308 547 137 840 14,89122,18811,859 5 KAB TULANG BAWANG3,556 89,5278,730 590 509 3,047 17,57335,83826,796 6 KAB TANGGAMUS3,149 91,6839,317 734 686 2,463 21,58637,92922,117 7 KAB LAMPUNG TIMUR4,873 141,304 20,4402,640 1,943 2,930 23,23053,03041,964 8 KAB WAY KANAN2,588 68,7209,315 1,146 1,121 1,467 22,60419,42016,235 9 KAB PESAWARAN1,486 65,6507,887 537 655 831 16,92522,95717,344 10KAB PERINGSEWU2,794 59,0378,134 1,736 394 2,400 15,79818,84214,527 11KAB MESUJI4,019 47,3037,596 173 205 3,814 8,578 19,22311,733 12KAB TULANG BAWANG BARAT3,762 43,3064,433 112 484 3,278 9,334 13,06816,359 13KAB PESISIR BARAT1,339 30,1397,211 128 431,296 7,785 9,209 5,806 117
21,975 KOTA BANDAR LAMPUNG5,033 120,743 2,866 1,052 3,981 17,26641,32237,31414 KOTA METRO551 20,9163,958 678 56495 2,850 8,549 4,881 15 51,0921,331,069186,23718,99113,15837,934298,642481,692345,507PROVINSI Sumber Data: SR Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Bulan Desember 2020
118
21,975 KOTA BANDAR LAMPUNG5,033 120,743 2,866 1,052 3,981 17,26641,32237,31414 KOTA METRO551 20,9163,958 678 56495 2,850 8,549 4,881 15 51,0921,331,069186,23718,99113,15837,934298,642481,692345,507PROVINSI Sumber Data: SR Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Bulan Desember 2020
118