PROFIL GENDER DALAM BIDANG PENDIDIKAN
3.3. Kemampuan Baca Tulis
Data pada Tabel 6 menunjukkan bahwa penduduk buta huruf usia 15 tahun ke atas lebih banyak perempuan daripada laki-laki, dan gejala ini terjadi di semua kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Ada 4 kabupaten/kota yang disparitasnya kurang dari 1%, sedangkan 11 kabupaten/kota lainnya disparitasnya lebih dari 1%.
Data pada Tabel 6 juga menunjukkan bahwa dilihat dari kemampuan baca tulis huruf latin, penduduk laki-laki di semua wilayah kabupaten/kota di Provinsi Lampung lebih banyak daripada penduduk perempuan. Disparitasnya yang paling sedikit (di bawah 1 persen) adalah yang berada di Kota Metro, Kabupaten Mesuji, Pesisir Barat, dan Pesawaran. Lainnya disparitasnya berada pada interval 1-3 persen berada di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Selatan, Tanggamus, dan Tulang Bawang. Kemudian di wilayah kabupaten/kota lainnya memiliki disparitas di atas 3 (tiga) persen.
Tabel 6. Disparitas Kemampuan Membaca dan Menulis Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Menurut Kabupaten/Kota, Provinsi Lampung Tahun 2020
No Wilayah Kabupaten/Kota
Disparitas Kemampuan Membaca dan Menulis Penduduk Berumur 15 Tahun
ke Atas Buta
Huruf
Mampu Baca Tulis Huruf
Latin
Mampu Baca Tulis Huruf
Arab
Mampu Baca Tulis Huruf lainnya 1 Kab. Lampung Tengah
-1,49 1,49 0 1,26
2 Kota Bandar Lampung
-3,46 3,97 0 -0,23
3 Kab. Lampung Selatan
-1,62 1,41 0 -0,04
4 Kab. Lampung Timur
-4,62 4,65 0 -0,66
5 Kab. Lampung Utara
-3,56 3,56 0 -0,53
6 Kab. Tanggamus
-1,96 2,2 0 0,34
2727
7 Kab. Way Kanan
-2,96 3,08 0 0,47
8 Kab. Tulang Bawang
-1,45 1,3 0 -3,41
9 Kab. Pringsewu
-3,48 3,48 0 1,65
10 Kab. Pesawaran
-0,67 0,85 0 -2,55
11 Kab. Tulang Bawang
Barat -3,45 4,02 0 -0,56
12 Kab. Lampung Barat
-3,84 3,84 0 -1
13 Kota Metro
-0,59 0,59 0 -0,21
14 Kab. Mesuji
-0,53 0,68 0 -0,52
15 Kab. Pesisir Barat
-0,45 0,45 0 -2,85
Total
-2,49 2,55 0 0,51
Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung 2020
Pada pada Tabel 7 tampak bahwa kemampuan membaca dan menulis huruf lainnya pada penduduk perempuan berumur 15 tahun ke atas secara umum lebih banyak daripada penduduk laki-laki. Ini berada di sebagian besar wilayah kabupaten/kota di Provinsi Lampung, kecuali di Kabupaten Pringsewu, Way Kanan, Tanggamus, dan Lampung Tengah dengan disparitas 1 persen ke bawah.
Tabel 7. Disparitas Kemampuan Membaca dan Menulis Penduduk Berumur 15-24 Tahun Menurut Kabupaten/Kota, Provinsi Lampung Tahun 2020
No Wilayah Kabupaten/Kota
Disparitas Kemampuan Membaca dan Menulis Penduduk Berumur 15-24 Tahun
Buta Huruf
Mampu Baca Tulis Huruf
Latin
Mampu Baca Tulis Huruf
Arab
Mampu Baca Tulis
Huruf lainnya
1 Kab. Lampung Tengah 0 0 -1,82 1,31
2 Kota Bandar Lampung 0 0 -0,71 0,46
3 Kab. Lampung Selatan 0 0 -4,78 -5,46
2828
7 Kab. Way Kanan
-2,96 3,08 0 0,47
8 Kab. Tulang Bawang
-1,45 1,3 0 -3,41
9 Kab. Pringsewu
-3,48 3,48 0 1,65
10 Kab. Pesawaran
-0,67 0,85 0 -2,55
11 Kab. Tulang Bawang
Barat -3,45 4,02 0 -0,56
12 Kab. Lampung Barat
-3,84 3,84 0 -1
13 Kota Metro
-0,59 0,59 0 -0,21
14 Kab. Mesuji
-0,53 0,68 0 -0,52
15 Kab. Pesisir Barat
-0,45 0,45 0 -2,85
Total
-2,49 2,55 0 0,51
Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung 2020
Pada pada Tabel 7 tampak bahwa kemampuan membaca dan menulis huruf lainnya pada penduduk perempuan berumur 15 tahun ke atas secara umum lebih banyak daripada penduduk laki-laki. Ini berada di sebagian besar wilayah kabupaten/kota di Provinsi Lampung, kecuali di Kabupaten Pringsewu, Way Kanan, Tanggamus, dan Lampung Tengah dengan disparitas 1 persen ke bawah.
Tabel 7. Disparitas Kemampuan Membaca dan Menulis Penduduk Berumur 15-24 Tahun Menurut Kabupaten/Kota, Provinsi Lampung Tahun 2020
No Wilayah Kabupaten/Kota
Disparitas Kemampuan Membaca dan Menulis Penduduk Berumur 15-24 Tahun
Buta Huruf
Mampu Baca Tulis Huruf
Latin
Mampu Baca Tulis Huruf
Arab
Mampu Baca Tulis
Huruf lainnya
1 Kab. Lampung Tengah 0 0 -1,82 1,31
2 Kota Bandar Lampung 0 0 -0,71 0,46
3 Kab. Lampung Selatan 0 0 -4,78 -5,46
28
4 Kab. Lampung Timur 0 0 -12,31 -4,66
5 Kab. Lampung Utara 0 0 -19,19 -10,88
6 Kab. Tanggamus 0 0 -12,68 -0,99
7 Kab. Way Kanan 0 0 -7,05 -1,1
8 Kab. Tulang Bawang 0 0 -5,27 -6,43
9 Kab. Pringsewu 0 0 -4,36 -5,77
10 Kab. Pesawaran 1,54 -1,54 -10,24 -11,18 11 Kab. Tulang Bawang
Barat -1,63 1,63 0,17 -8,17
12 Kab. Lampung Barat 0 0 -12,94 -3,51
13 Kota Metro 0 0 6,34 5,43
14 Kab. Mesuji 0,52 -0,52 -16,37 -6,83
15 Kab. Pesisir Barat 0 0 -3,37 -9,36
Total 0,11 -0,11 -9,88 -5,34
Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung 2020
Jumlah penduduk buta huruf berumur 15-24 tahun menurut Kabupaten/Kota, Provinsi Lampung secara umum lebih banyak laki-laki dibandingkan penduduk perempuan dengan dispatitas 0,11 persen.
Secara khusus disparitas penduduk buta huruf di Kabupaten Pesawaran sebesar 1,54 persen, dan di Kabupaten Mesuji sebesar 0,52 persen.
Kondisi ini persis sama dan berbanding terbalik dilihat dari disparitas jumlah penduduk yang bisa membaca huruf latin. Penduduk yang mampu membaca huruf latin secara umum lebih banyak laki-laki daripada penduduk perempuan.
Lebih jauh, secara umum penduduk perempuan berumur 15-24 tahun yang bisa membaca dan menulis huruf arab lebih banyak daripada penduduk laki-laki, dengan disparitas 9,88 persen. Sebanyak 6 Kabupaten di mana penduduk perempuan berumur 15-24 tahun yang bisa membaca dan menulis huruf Arab dengan disparitas di atas 10 perse.
Demikian juga pada penduduk yang mampu membaca dan menulis huruf
29 29
lainnya secara umum lebih banyak perempuan dibanding penduduk laki- laki.
Demikian halnya dengan kemampuan membaca dan menulis huruf lainnya, penduduk perempuan lebih banyak daripada penduduk laki-laki dengan dispatitas sebanyak 5,34 persen. Ini terjadi di sebagian besar wilayah kabupaten/kota, kecuali Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Tengah. Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Utara yang disparitasnya lebih dari 10 persen.
3.4. Angka Partisipasi Sekolah (APS), Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisi Murni (APM)
Data pada Tabel 5 menunjukkan bahwa disparitas APS penduduk berumur 7-24 tahun bervariasi, ada yang lebih banyak laki-laki dan ada yang lebih banyak perempuan. Secara rinci disparitas APS penduduk berumur 7-12 tahun secara umum berkisar 0 - 1. Dispaitas APS penduduk berumur 13-15 tahun lebih banyak perempuan dibandingkan penduduk laki-laki dengan disparitas sebesar -0,51 persen. Kabupaten yang APS penduduknya lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki adalah Kabupaten Lampung Selatan, dengan disparitas di atas 10 persen.
Disparitas APS penduduk berumur 16-18 tahun secara umum lebih banyak perempuan dibandingkan dengan penduduk laki-laki. Disparitas APS penduduk berumur 16-18 tahun yang paling banyak perempuannya lebih dari 10 persen adalah berada di wilayah Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Way Kanan. Disparitas APS penduduk berumur 19-24 tahun secara umum lebih banyak laki-laki dibandingkan dengan penduduk perempuan. Meskipun tidak ada dispatitas APS penduduk sebesar 10 persen ke atas, terdapat disparitas APS penduduk yang melebihi 5 persen, yaitu apa di wilayah Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Barat lebih banyak APS penduduk laki-laki, sedangkan APS penduduk di wilayah Kabupaten Pesisir Barat lebih banyak perempuannya.
3030
lainnya secara umum lebih banyak perempuan dibanding penduduk laki- laki.
Demikian halnya dengan kemampuan membaca dan menulis huruf lainnya, penduduk perempuan lebih banyak daripada penduduk laki-laki dengan dispatitas sebanyak 5,34 persen. Ini terjadi di sebagian besar wilayah kabupaten/kota, kecuali Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Tengah. Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Utara yang disparitasnya lebih dari 10 persen.
3.4. Angka Partisipasi Sekolah (APS), Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisi Murni (APM)
Data pada Tabel 5 menunjukkan bahwa disparitas APS penduduk berumur 7-24 tahun bervariasi, ada yang lebih banyak laki-laki dan ada yang lebih banyak perempuan. Secara rinci disparitas APS penduduk berumur 7-12 tahun secara umum berkisar 0 - 1. Dispaitas APS penduduk berumur 13-15 tahun lebih banyak perempuan dibandingkan penduduk laki-laki dengan disparitas sebesar -0,51 persen. Kabupaten yang APS penduduknya lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki adalah Kabupaten Lampung Selatan, dengan disparitas di atas 10 persen.
Disparitas APS penduduk berumur 16-18 tahun secara umum lebih banyak perempuan dibandingkan dengan penduduk laki-laki. Disparitas APS penduduk berumur 16-18 tahun yang paling banyak perempuannya lebih dari 10 persen adalah berada di wilayah Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Way Kanan. Disparitas APS penduduk berumur 19-24 tahun secara umum lebih banyak laki-laki dibandingkan dengan penduduk perempuan. Meskipun tidak ada dispatitas APS penduduk sebesar 10 persen ke atas, terdapat disparitas APS penduduk yang melebihi 5 persen, yaitu apa di wilayah Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Barat lebih banyak APS penduduk laki-laki, sedangkan APS penduduk di wilayah Kabupaten Pesisir Barat lebih banyak perempuannya.
30
Tabel 8. Disparitas Angka Partisipasi Sekolah (APS) Penduduk Berumur 7-24 Tahun Menurut Kelompok Umur,
Kabupaten/Kota, ProvinsiLampung 2020 No Wilayah
Kabupaten/Kota
Disparitas APS Penduduk Umur 7-24Tahun
7-12 13-15 16-18 19-24
1 Kab. Lampung Tengah 0 -4 4 6,87
2 Kota Bandar Lampung -1 -6,29 -2 1,49 3 Kab. Lampung Selatan -1 -11,31 -6 -2,15
4 Kab. Lampung Timur 0 3,99 -4 -0,74
5 Kab. Lampung Utara 0 -0,42 -7 7,91
6 Kab. Tanggamus 0 3,81 -12 3,4
7 Kab. Way Kanan -1 3,86 -13 4,95
8 Kab. Tulang Bawang 1 3,65 -7 1,17
9 Kab. Pringsewu 1 0,18 1 -1,75
10 Kab. Pesawaran 0 -2,57 -9 -3,18
11 Kab. Tulang Bawang Barat -1 4,07 8 -3,73
12 Kab. Lampung Barat 1 2,75 0 2,3
13 Kota Metro 0 0,49 1 3,62
14 Kab. Mesuji -1 2,72 3 -6,78
15 Kab. Pesisir Barat 0 2,12 -9 7,08
Total 0 -0,51 -4 0,11
Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung 2020
APK pada jenjang pendidikan SD secara umum lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki dengan disparitas 0,76 persen. Ini terjadi di 11 kabupaten/kota, dan sisanya sebanyak 4 kabupaten/kota lebih banyak siswa laki-lakinya. APK pada jenjang pendidikan SMP secara umum lebih banyak laki-laki dibandingkan perempuan dengan dispatitas 7 persen. Ini terjadi di 11 kabupaten/kota, dan sisanya sebanyak 4
31 31
kabupaten/kota lebih banyak perempuan. APK pada jenjang pendidikan SMA secara umum lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki dengan disparitas 6 persen. Ini terjadi di 6 kabupaten/kota dengan jumlah disparitas yang besar, dan sisanya terdapat di 9 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. APK pada jenjang pendidikan PT secara umum lebih banyak perempuan daripada laki-laki dengan disparitas 4 persen. Ini terjadi di 11 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, dan sisanya terdapat 4 kabupaten/kota yang APK laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan perempuan.
Tabel 9 . Disparitas Angka Partisipasi Kasar (APK) Menurut Jenjang Pendidikan, Kabupaten/Kota, Provinsi Lampung 2020
No Wilayah Kabupaten/Kota
Disparitas APK Menurut Jenjang Pendidikan
SD SMP SMA PT
1 Kab. Lampung Tengah 1,84 -5 6 11
2 Kota Bandar Lampung 0,32 8 -11 -8
3 Kab. Lampung Selatan -1,82 0 -5 -8
4 Kab. Lampung Timur 1,88 12 13 -16
5 Kab. Lampung Utara -2,03 18 -31 3
6 Kab. Tanggamus 5,14 21 -22 -5
7 Kab. Way Kanan -2,78 -5 8 3
8 Kab. Tulang Bawang -1,73 13 -7 0
9 Kab. Pringsewu 4,77 -1 4 -4
10 Kab. Pesawaran -3,16 -3 -9 -1
11 Kab. Tulang Bawang
Barat -2,67 12 8 -1
12 Kab. Lampung Barat -9,89 5 2 -7
13 Kota Metro -4,72 2 4 -2
14 Kab. Mesuji -1,13 3 1 -3
15 Kab. Pesisir Barat -4,45 4 1 -3
Total -0,76 7 -6 -4
Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung 2020
3232
kabupaten/kota lebih banyak perempuan. APK pada jenjang pendidikan SMA secara umum lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki dengan disparitas 6 persen. Ini terjadi di 6 kabupaten/kota dengan jumlah disparitas yang besar, dan sisanya terdapat di 9 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. APK pada jenjang pendidikan PT secara umum lebih banyak perempuan daripada laki-laki dengan disparitas 4 persen. Ini terjadi di 11 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, dan sisanya terdapat 4 kabupaten/kota yang APK laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan perempuan.
Tabel 9 . Disparitas Angka Partisipasi Kasar (APK) Menurut Jenjang Pendidikan, Kabupaten/Kota, Provinsi Lampung 2020
No Wilayah Kabupaten/Kota
Disparitas APK Menurut Jenjang Pendidikan
SD SMP SMA PT
1 Kab. Lampung Tengah 1,84 -5 6 11
2 Kota Bandar Lampung 0,32 8 -11 -8
3 Kab. Lampung Selatan -1,82 0 -5 -8
4 Kab. Lampung Timur 1,88 12 13 -16
5 Kab. Lampung Utara -2,03 18 -31 3
6 Kab. Tanggamus 5,14 21 -22 -5
7 Kab. Way Kanan -2,78 -5 8 3
8 Kab. Tulang Bawang -1,73 13 -7 0
9 Kab. Pringsewu 4,77 -1 4 -4
10 Kab. Pesawaran -3,16 -3 -9 -1
11 Kab. Tulang Bawang
Barat -2,67 12 8 -1
12 Kab. Lampung Barat -9,89 5 2 -7
13 Kota Metro -4,72 2 4 -2
14 Kab. Mesuji -1,13 3 1 -3
15 Kab. Pesisir Barat -4,45 4 1 -3
Total -0,76 7 -6 -4
Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung 2020
32
APM pada jenjang pendidikan SD secara umum lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki dengan disparitas 0,15 persen. Ini terjadi di 11 wilayah kabupaten/kota di Provinsi Lampung, dan sisanya dimana APM pada jenjang pendidikan SD lebih banyak laki-laki dibandingkan dengan perempuan berada di 5 kabupaten/kota.
APM pada jenjang pendidikan SMP secara umum lebih banyak laki- laki dibandingkan dengan perempuan dengan disparitas 2,66 persen. Ini terjadi di 12 wilayah kabupaten/kota di Provinsi Lampung, dan sisanya dimana APM pada jenjang pendidikan SD lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki berada di 3 kabupaten/kota, yakni di Kabupaten Lampung Tengah, Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan.
APM pada jenjang pendidikan SMA secara umum lebih banyak perempuan dibandingkan dengan laki-laki dengan disparitas 5,82 persen.
Ini terjadi di 14 wilayah kabupaten/kota di Provinsi Lampung, dan sisanya berada di satu wilayah kota dimana APM SMA lebih banyak laki-laki dibandingkan dengan APM perempuan, yakni berada di Kota Metro.
APM pada jenjang PT secara umum lebih banyak perempuan dibandingkan dengan laki-laki dengan disparitas 3,25 persen. Ini terjadi di 7 wilayah kabupaten/kota di Provinsi Lampung, dan sisanya berada di 8 wilayah kabupaten/kota dimana APM PT lebih banyak laki-laki dibandingkan dengan APM perempuan. APM PT yang lebih banyak APM perempuannya berada di Kabupaten Lampung Timur dengan dispatitas 11,89 persen. Kemudian di Kabupaten Pesawaran (5,66%), di Kabupaten Mesuji (4,77%), di Kabupaten Pringsewu (4,74%), di Kabupaten Lampung Selatan (4,56), di Kabupaten Lampung Barat (2,2%), dan Tulang Bawang Barat (2,18%).
3333
Tabel 1 0 . Disparitas Angka Partisipasi Murni (APM) Menurut Jenjang Pendidikan, Kabupaten/Kota, Provinsi Lampung 2020
No Wilayah Kabupaten/Kota
Disparitas APM Menurut Jenjang Pendidikan
SD SMP SMA PT
1 Kab. Lampung Tengah 1,31 -7,14 -0,51 1,1 2 Kota Bandar Lampung -1,25 -3,95 -8,12 -1,31 3 Kab. Lampung Selatan -1,44 -9,36 -3,05 -4,56 4 Kab. Lampung Timur -0,4 8,92 -5,43 -11,89 5 Kab. Lampung Utara 1,4 4,61 -7,93 1,43 6 Kab. Tanggamus -0,06 7,21 -9,48 0,62 7 Kab. Way Kanan -0,25 1,89 -12,47 1,36 8 Kab. Tulang Bawang -0,21 2,27 -6,14 1,2 9 Kab. Pringsewu 1,66 2,13 -2,77 -4,74 10 Kab. Pesawaran -0,05 3,84 -3,48 -5,66 11 Kab. Tulang Bawang
Barat -1,29 5,87 -1,15 -2,18
12 Kab. Lampung Barat 1,9 7,56 -9,49 -2,2
13 Kota Metro 0,71 3,68 1,02 0,03
14 Kab. Mesuji -1,09 7,43 -0,9 -4,77
15 Kab. Pesisir Barat -1,34 2,78 -9,37 3,58
Total -0,15 2,66 -5,82 -3,25
Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung 2020
3.5. Jumlah Peserta Didik/Siswa pada Tiap Jenjang Pendidikan