B. Nilai Pendidikan Islam Akidah dalam Film Merindu Cahaya de Amstel
1. Iman kepada Allah
Iman kepada Allah berarti percaya dan yakin dengan sepenuh hati akan adanya Allah, sifat, dan ke-Esa-an-Nya. Bentuk sikap iman kepada Allah seperti menaati perintah, menjauhi larangan, dan mengikuti petunjuk serta tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Segala sesuatu yang mempelajari tentang ke-Esa-an Allah disebut juga ilmu tauhid.80 Nilai akidah iman kepada Allah dalam film Merindu Cahaya de Amstel antara lain sebagai berikut.
a. Bersyahadat dan menjadi mualaf
Secara sederhana, mualaf dapat diartikan sebagai orang yang baru masuk Islam.
Salah satu syarat utama bagi seorang non-Muslim yang akan meninggalkan keyakinan lamanya dan ingin menjadi mualaf yakni dengan cara mengikrarkan dua kalimat syahadat yang dituntun oleh tokoh agama dan juga dengan menghadirkan minimal dua orang saksi. Syahadat merupakan perkara paling penting dalam Islam. Syahadat termasuk rukun Islam yang pertama dan juga berkedudukan paling tinggi sebelum salat, zakat, puasa, dan naik haji. Orang yang telah memutuskan untuk menjadi mualaf harus bersedia patuh seutuhnya terhadap ajaran Islam.81 Adegan menjadi mualaf ditunjukkan dengan gambar dan dialog berikut ini.
Gambar 3.24. Menjadi Mualaf Dialog pada menit ke 01:24:57 – 01:25:34.
Ustadz : “Asyhadu”
Nico : “Asyhadu”
Ustadz : “Allaa Ilaa ha”
Nico : “Allaa Ilaa ha”
Ustadz : “Illallah”
80 Hasbi W. dan Harrys Pratama Teguh, Pendidikan Agama Islam Era Modern (Yogyakarta: LeutikaPrio, 2019), 56.
81 Azhari Akmal Tarigan, et al., Dari Muallaf Menuju Muslim Kaffah: Ajaran-Ajaran Dasar Islam Bagi Muallaf (Medan: CV. Merdeka Kreasi Group, 2021), 5.
66 Nico : “Illallah”
Ustadz : “Wa asyhadu”
Nico : “Wa asyhadu Ustadz : “Anna”
Nico : “Anna”
Ustadz : “Muhammadan”
Nico : “Muhammadan”
Ustadz : “Abduhu”
Nico : “Abduhu”
Ustadz : “Warasuuluh”
Nico : “Warasuuluh. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, aku juga bersaksi Muhammad utusan Allah”
Ustadz : “Alhamdulillah”
Dari dialog tersebut tampak jelas bahwa Nico melakukan kegiatan prosesi masuk Islam dengan mengucap atau mengikrarkan dua kalimat syahadat yang dituntun oleh ustadz dan juga disaksikan oleh Joko serta jamaah lain. Adegan mengucap syahadat menunjukkan bahwa Nico beriman kepada Allah.
b. Salat
Salat merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat. Walaupun bukan yang utama, salat merupakan tiang agama yang artinya Islam pada diri kita tidak akan berdiri tegak dan sempurna tanpa dibarengi dengan salat. Adegan salat ditunjukkan dengan gambar berikut ini.
Gambar 3.25. Salat Berjamaah
Pada menit ke 01:04:05 – 01:04:26 terdapat adegan yang memperlihatkan Khadija dan Kamala sedang melaksanakan salat berjamaah di suatu masjid di sekitar Amstel. Adegan salat menunjukkan bahwa Khadija dan Kamala beriman kepada Allah.
Adegan salat yang lain juga ditunjukkan dengan gambar berikut ini.
67
Gambar 3.26. Salat Istikharah
Pada menit ke 01:02:59 – 01:03:22 terdapat adegan yang memperlihatkan Khadija sedang melaksanakan salat sunnah istikharah guna meminta petunjuk dan jawaban kepada Allah atas apa yang dihadapi atau dialami.
c. Berdoa
Doa yaitu suatu permintaan atau permohonan seorang hamba kepada Allah Swt.
terhadap suatu hal. Berdoa merupakan suatu tindakan hablum minallah atau hubungan antara manusia dengan tuhannya. Seseorang biasanya memanjatkan doa ketika ingin diberi kemudahan atau sedang dilanda musibah. Adegan berdoa ditunjukkan dengan gambar dan dialog berikut ini.
Gambar 3.27. Berdoa
Pada menit ke 59:39 – 59:48 terdapat adegan yang memperlihatkan Kamala sedang mendoakan ibunya yang baru saja meninggal serta akan berjanji untuk menepati dan menjalankan semua permintaan ibunya ketika masih hidup. Berdoa juga menunjukkan bahwa Kamala beriman kepada Allah.
d. Yakin bahwa Allah maha pengampun (Al-Ghaffur)
Al-Ghaffur merupakan salah satu asmaul husna yang berarti Allah maha pengampun. Bukti bahwa Allah maha pengampun terdapat dalam firman Allah Q.S.
Az-Zumar ayat 53 yang artinya “sesungguhnya Dialah yang maha pengampun lagi
68
maha penyayang”. Adegan saat salah satu tokoh percaya bahwa Allah maha pengampun ditunjukkan dengan gambar dan dialog berikut ini.
Gambar 3.28. Allah Maha Pengampun Dialog pada menit ke 41:15 - 42:38.
Fatimah : “Menurutmu mengapa Allah Swt. masih membiarkanmu hidup?
Karena Allah Swt. masih memberikanmu kesempatan seperti apapun masa lalumu. Kamu masih punya masa depan yang cerah.
Allah Swt. memberikan cinta-Nya dengan menerima segala macam bentuk taubat”
Khadija : “Bagaimana caranya aku bisa menjadi lebih baik?”
Fatimah : Kamu pasti bisa
Dari dialog tersebut tampak jelas bahwa Khadija masih hidup itu karena Allah masih memberikan kesempatan kedua bagi Khadija untuk nantinya dapat menjadi orang yang lebih baik lagi. Dialog tersebut menunjukkan bahwa Fatimah percaya dan yakin kepada Allah Swt. yang maha pengampun.
e. Yakin bahwa Allah maha penyayang (Ar-Rahiim)
Ar-Rahiim merupakan salah satu asmaul husna yang berarti Allah maha penyayang. Bukti bahwa Allah maha penyayang terdapat dalam firman Allah Q.S. Al- Fatihah ayat 1 yang artinya “Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang”. Adegan saat salah satu tokoh percaya bahwa Allah maha penyayang ditunjukkan dengan gambar dan dialog berikut ini.
Gambar 3.29. Allah Maha Penyayang
69 Dialog pada menit ke 43:26 – 43:36.
Fatimah : “Allah sayang kepadamu Khadija, dan semuanya akan baik-baik saja. Trust me”
Dari dialog tersebut tampak jelas bahwa Allah sayang pada Khadija karena masih memberikan kesempatan bagi Khadija untuk merubah dirinya menjadi lebih baik lagi dan semuanya pasti akan baik-baik saja. Dialog tersebut menunjukkan bahwa Fatimah percaya dan yakin kepada Allah Swt. yang maha penyayang.
f. Yakin bahwa Allah maha pemberi petunjuk (Al-Hadi)
Al-Hadi merupakan salah satu asmaul husna yang berarti Allah maha pemberi petunjuk. Bukti bahwa Allah maha pemberi petunjuk terdapat dalam firman Allah Q.S.
Al-Hajj ayat 54 yang artinya “Dan sungguh, Allah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus”. Adegan saat salah satu tokoh percaya bahwa Allah maha pemberi petunjuk ditunjukkan dengan gambar dan dialog berikut ini.
Gambar 3.30. Allah Maha Pemberi Petunjuk Dialog pada menit ke 01:02:51 – 01:03:04.
Fatimah : “Khadija. Kalo kamu bimbang, minta petunjuk kepada Allah dengan salat istikharah. Allah akan kasih jawabannya”
Dari dialog tersebut tampak jelas bahwa Fatimah percaya dan yakin kepada Allah Swt. yang maha pemberi petunjuk karena Dia-lah yang membolak-balikkan hati manusia dan Dia juga yang akan memberikan yang terbaik bagi hambaNya.
g. Yakin bahwa Allah maha penerima taubat (At-Tawwab)
At-Tawwab merupakan salah satu asmaul husna yang berarti Allah maha penerima taubat. Bukti bahwa Allah maha penerima taubat terdapat dalam firman Allah Q.S. Al-Baqarah ayat 222 yang artinya “Sungguh, Allah menyukai yang taubat dan
70
menyukai orang yang menyucikan diri”. Adegan saat salah satu tokoh percaya bahwa Allah maha penerima taubat ditunjukkan dengan gambar dan dialog berikut ini.
Gambar 3.31. Allah Maha Penerima Taubat Dialog pada menit ke 01:04:45 – 01:05:19.
Kamala : “Khadija”
Khadija : “Ya”
Kamala : “Allah masih mau nerima aku gak ya”
Khadija “Allah selalu menerima taubat setiap hambanya”
Kamala “Bantu aku jadi Muslim yang baik ya”
Dari dialog tersebut tampak jelas bahwa Allah akan selalu menerima taubat setiap hambanya yang insyaf, mengakui, dan menyadari kesalahan atau dosanya di masa lalu dan ingin kembali ke jalan yang benar. Dialog tersebut menunjukkan bahwa Khadija percaya dan yakin kepada Allah Swt. yang maha penerima taubat.
h. Yakin bahwa Allah maha pelindung (Al-Waliy)
Al-Waliy merupakan salah satu asmaul husna yang berarti maha melindungi atau maha penolong. Bukti bahwa Allah maha penolong terdapat dalam firman Allah Q.S. Asy-Syura ayat 28 yang artinya “Dan Dialah maha pelindung lagi maha terpuji”.
Adegan saat salah satu tokoh percaya bahwa Allah maha penolong ditunjukkan dengan gambar dan dialog berikut ini.
Gambar 3.32. Allah Maha Pelindung
71 Dialog pada menit ke 01:19:41 – 01:19:59.
Fatimah : “Orang beriman tidak pernah takut. Orang beriman tidak sedih berlarut-larut. Dia tahu Allah selalu bersama dengannya. Dia tahu Allah selalu sayang padanya dan pasti menolongnya.”
Dari dialog tersebut tampak jelas bahwa Allah pasti akan selalu menolong hambanya kapanpun, dimanapun, dan disaat susah maupun senang. Dialog tersebut menunjukkan bahwa Fatimah percaya dan yakin kepada Allah yang maha penolong hamba-Nya.