• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kepatuhan pada DM

Dalam dokumen Buku pintar perawatan diabetes (Halaman 190-198)

Komplikasi Vaskular

2. Kepatuhan pada DM

182

searah, tetapi dua arah. Sasaran atau masyarakat tidak hanya pasif menerima informasi, tetapi aktif berpartisipasi melalui diskusi-diskusi tentang informasi yang diterimanya. Dengan demikian pengetahuan diperoleh secara mantap dan lebih mendalam, dan pada akhirnya perilaku yang diperoleh akan lebih baik. Cara ini membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding cara kedua, dan jauh lebih baik dari cara yang pertama. Diskusi partisipasi adalah salah satu cara yang baik dalam rangka memberikan informasi dan pesan-pesan kesehatan.

183

pengobatan.⁶⁰ Kepatuhan sangat dibutuhkan pada penderita DM mengingat perawatan dan pengobatan DM harus dilakukan pengelolaan secara komprehensif dan dalam jangka panjang bahkan seumur hidup. Ketidakpatuhan dapat mengakibatkan kegagalan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. ⁶⁰

Prevalensi dari ketidakpatuhan pada pasien DM tinggi, karena lamanya masa pengobatan, dan dapat menyebabkan peningkatan mortalitas, morbiditas, dan efek samping lainnya.⁵⁷ Studi sebelumnya menunjukkan bahwa ketidakpatuhan dalam pengobatan antidiabetik oral berhubungan dengan kejadian penyakit ginjal stadium akhir, dan efeknya lebih signifikan pada politerapi oral pengobatan antidiabetes selain faktor risiko lainnya.⁵⁹ Kepatuhan terhadap pengobatan melibatkan psikologis pasien, seperti pengetahuan dan motivasi. Kepatuhan juga dipengaruhi oleh kualitas interaksi antara pasien dan penyedia layanan kesehatan.⁵⁹

Pengkajian khusus kepatuhan bertujuan menemukan faktor- faktor yang dapat mengganggu kemampuannya untuk patuh

184

dalam mempelajari atau melakukan ketrampilan mandiri seperti: gangguan penglihatan, koordinasi motorik dan gangguan neurologis. Situasi sosial pasien dievaluasi untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terapi DM seperti: penurunan kemampuan membaca, keterbatasan sumber finansial, ada tidaknya dukungan keluarga, jadwal harian yang khas. Status emosional pasien dikaji dengan mengamati sikap/ tingkah laku yang tampak dan bahasa tubuh. Pendekatan ini memungkinkan perawat mengkaji setiap kesalahpahaman atau informasi keliru yang berkenaan dengan DM. Setelah pengkajian, perawat menegakkan diagnosis terkait ketidakpatuhan, selanjutnya dibuat perencanaan dan implementasi dengan tujuan utama mencakup upaya pencapaian kepatuhan. ¹²

Masalah kepatuhan ini telah masuk dalam daftar diagnosa keperawatan yang harus ditangani secara spesifik oleh perawat. Perawat, sebagai satu profesi yang menggunakan proses keperawatan dalam menangani pasien, telah memiliki serangkaian intervensi dalam mencegah dan menangani masalah adherence. Intervensi keperawatan yang digunakan pada masalah adherence, yang telah tertuang dalam Nursing

185

Intervention Classification (NIC), meliputi: pendidikan kesehatan, petunjuk sistem kesehatan, menetapkan tujuan bersama, pengaturan 16 nutrisi, kontrak dengan pasien, bantuan modifikasi diri, fasilitasi tanggung–jawab pribadi, dan mengajar pasien.⁴² Perawat sebagai pemberi layanan kesehatan yang paling lama kontak dengan pasien, juga dengan peran uniknya sebagai petugas yang memberi pemenuhan kebutuhan hidup dasar manusia meliputi bio- psiko-sosio-spiritual, diharapkan mampu memahami pengalaman pasien dalam mematuhi penatalaksanaan penyakitnya. Perawat bersama pasien dapat mengenali berbagai faktor pendukung dan penghambat kepatuhan, mengenali harapan dan keinginan pasien dalam mematuhi anjuran kesehatan, serta mampu memotivasi pasien untuk patuh. Perawat memberikan asuhan keperawatan terhadap pasien DM mulai dari pengkajian sampai evaluasi, pengkajian yang tepat akan menemukan berbagai masalah keperawatan termasuk kepatuhan.⁴³

The American Diabetes Association (2016) merekomendasikan kegiatan penyuluhan untuk menjaga agar pengetahuan tentang diabetes tetap dimiliki oleh

186

pasien. Manajemen diabetes mandiri ini berbeda dari pendidikan DM yang tradisional. Manajemen mandiri lebih mengarah pada tindakan nyata dan perubahan perilaku.

Perilaku self-care pada pasien DM meliputi: pemantauan glukosa darah atau urin di rumah, penyesuaian asupan makanan khususnya karbohidrat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, pemberian terapi (insulin atau obat hipoglikemik oral), keteraturan aktivitas fisik, perawatan kaki, keteraturan kunjungan berobat, serta perilaku-perilaku lain tergantung pada jenis diabetes.⁶¹

Perspektif perawatan DM saat ini merekomendasikan peran sentral pasien dalam merawat kesehatan dirinya (self-care) atau mengatur dirinya (self-management). Self-care menunjukan bahwa pasien secara aktif memonitor dan berespon terhadap perubahan lingkungan dan kondisi biologis dengan beradaptasi terhadap berbagai aspek perawatan yang dipesankan untuk memelihara keadekuatan metabolisme dan mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi. Perawatan diri (self-care) merupakan suatu tindakan individu yang terencana dalam rangka mengendalikan penyakitnya untuk mempertahankan dan

187

meningkatkan status kesehatan dan kesejahteraannya.

Perilaku perawatan diri yang baik dapat diadaptasi melalui bantuan dan petunjuk dari tenaga kesehatan profesional. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan perawatan diri yang dilakukan dan dikembangkan oleh seseorang dengan menggabungkan keterampilan perawatan diri dan keterampilan dalam proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kesehatannya.⁵⁸

Diabetes Self-Management Education (DSME) merupakan edukasi pada DM yang mengintegrasikan empat pilar penatalaksanaan DM dan menekankan intervensi perilaku secara mandiri. Para peneliti telah mengidentifikasi beberapa keterampilan khusus yang disebut manajemen diri yang membantu merubah berbagai faktor yang berhubungan dengan kepatuhan yang akhirnya dapat membantu merubah gaya hidup. DSME menggunakan metode pedoman, konseling, dan intervensi perilaku untuk meningkatkan pengetahuan mengenai diabetes dan meningkatkan keterampilan individu dan keluarga dalam mengelola penyakit DM. Metode ini memfasilitasi pengetahuan, keterampilan dan kemampuan perawatan mandiri (self-care

188

behavior) yang sangat dibutuhkan oleh penderita DM.⁵⁶ Kemampuan untuk melakukan perawatan diri berjalan melalui proses belajar dengan pemberian pengetahuan dan latihan. Pendekatan edukasi kesehatan dengan metode DSME tidak hanya sekedar menggunakan metode penyuluhan baik langsung maupun tidak langsung namun telah berkembang dengan mendorong partisipasi dan kerjasama diabetesi dan keluarganya. Proses kelompok merupakan salah satu strategi edukasi dengan beberapa kelebihan diantaranya pendidikan lebih aktif, interaksi lebih dinamis, tercipta sosial model, dan pembelajaran berorientasi pada masalah. ⁶¹

Edukasi dengan tujuan promosi hidup sehat, perlu selalu dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan merupakan bagian yang sangat penting dari pengelolaan DM secara holistik dan upaya meningkatkan kemandirian pasien.

Materi edukasi tingkat awal dilaksanakan di pelayanan kesehatan primer yang meliputi: materi tentang perjalanan penyakit DM, makna dan perlunya pengendalian dan pemantauan DM secara berkelanjutan, penyulit DM dan risikonya, Intervensi non-farmakologis dan farmakologis

189

serta target pengobatan, interaksi antara asupan makanan, aktivitas fisik, dan obat antihiperglikemia oral atau insulin serta obat-obatan lainnya, cara pemantauan glukosa darah dan pemahaman hasil glukosa darah atau urin mandiri (hanya jika pemantauan glukosa darah mandiri tidak tersedia), mengenal gejala dan penanganan awal hipoglikemia, pentingnya latihan fisiik yang teratur, pentingnya perawatan kaki, cara mempergunakan fasilitas perawatan kesehatan.²ˈ³⁸

Intervensi untuk meningkatkan kepatuhan diharapkan mampu memotivasi pasien untuk patuh pada program pengobatan sehingga tidak terjadi komplikasi. Evaluasi diharapkan mencapai kepatuhan pasien terhadap program pengendalian glukosa darah yang meliputi kepatuhan dalam pemantauan kadar glukosa darah secara mandiri, kepatuhan dalam menjalankan program diet, kepatuhan dalam melaksanakan program latihan fisik, kepatuhan dalam melaksanakan program pengobatan. ⁶¹

190

Gambar 14. Skema pengaruh kepatuhan terhadap komplikasi pada DM²ˈ⁵⁶ˈ⁵⁹

1. Kepatuhan dalam pemantauan kadar glukosa darah

Dalam dokumen Buku pintar perawatan diabetes (Halaman 190-198)

Dokumen terkait