• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 105

BAB 1 PENDAHULUAN

D. Kerangka Konsep

Teori individu kreatif banyak menarik perhatian bagi peneliti dalam pengembangan lembaga pendidikan, seperti hasil penelitian Burbiel (2009) dan Chua dan Iyengar (2008) bahwa kreativiti individu merupakan perkara yang penting bagi proses inovasi. Melalui proses pencapaian inovasi kepala sekolah sebagai pemimpin mesti membangun interaksi dalam kelompok kerja dengan guru-guru disetiap sekolah. Interaksi tersebut perlu agar dalam setiap perubahan yang menyangkut persoalan pendidikan guru selalu siap menerima dan tetap belajar terhadap perubahan (Ford, 1996: Gibson, 2005: Gumusluoglu dan Ilsev, 2009: Tsai, 2013). Senada dengan pendapat Agbor (2008) dan Beheshtifar dan Kamani-Fard (2013) bahwa kreativiti individu merupakan bahagian fundamental yang harus dimiliki oleh semua guru dalam lingkup pendidikan dan harus mendapat dukungan serta perhatian. Karena dengan guru yang kreativiti maka pengembangan pendidikan dan peserta didik ditingkat sekolah akan lebih berkualitas walaupun perubahan kurikulum terjadi setiap masa.

mengungkap dan mendalami dari aspek konatif yang terdiri dari; aspek kesiapan untuk melakukan dan kecenderungan guru terhadap perubahan kurikulum.

Tujuan dari pengkajian secara mendalam terkait sikap kognitif, sikap afektif dan sikap konatif terkait pelaksanaan perubahan kurikulum karena pelaksanaan perubahan dari KTS ke K13 menunai banyak kasus sehingga terjadi persoalan dikalangan para guru-guru. Persoalan-persoalan tersebut terletak pada diri guru itu sendiri sehingga memiliki bias pada kegiatan pendidikan. Seperti hasil penelitian Sutrisno & Nuryanto (2008) bahwa guru masi mengalami problem terkait dengan kurikulum karena lemahnya pengetahuan sehingga berdampak pada aspek sikap afektif dan konatif. Hal tersebut terjadi sebagaimana pendapat Machmud (2011) disebakan karena kurangnya pemahaman guru terhadap isi dan tujuan kurikulum.

Kerangka Konsep SIKAP GURU

TERHADAP PERUBAHAN KURIKULUM

Guru SD Kota Makassar

Guru SD Kabupaten

Gowa

KOGNITIF

AFEKTIF

KONATIF

TEMUAN

Profisisi Keilmuan (3A2PD) Pembentukan Sikap Guru Terhadap Perubahan

Kurikulum

- Pemahaman, - Persepsi, - Kesadaran, - Penerimaan,

- Senang dan - Tidak Senang

- Kesiapan untuk melakukan - Kecenderungan

BAB III

METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penggunaan pendekatan studi kasus untuk mengkaji lebih mendalam mengenai sikap guru terhadap perubahan kurikulum di sekolah dasar (SD).

Sementara desain penelitian kualitatif digunakan agar dapat memberi naratif deskripsi secara holistik berkaitan dengan sikap dan respon guru yang dapat memberikan sumbangsi kepada pemahaman tentang bagaimana sikap guru terhadap perubahan K13.

Penelitian dilakukan mengingat tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami sikap guru terhadap perubahan kurikulum KTSP ke K13. Guru adalah tenaga pendidikan yang professional, yang secara substansi harus mampu memaknai dan menterjemahkan setiap sistem yang terdapat dalam kurikulum.

Bagaimana memahami sikap dan proses guru dalam setiap ruang lingkup pendidikan, peneliti kualitatif berusaha “menangkap” proses pembangunan makna itu dan seterusnya dilakukan penguraian makna-makna yang didapati (Taylor dan Bogdan, 1998; Lim, 2007: Yin, 2003, 2011).

Alasan lain dari dipilihnya penelitian kualitatif ini karena peneliti memandang jenis penelitian ini dapat menghasilkan data yang lebih mendalam.

Juga metode kualitatif lebih mengutamakan pada aspek wawancara secara tatap muka dengan beberapa informan untuk mendapatkan gambaran secara holistik,

57

benar dan mendalam di berbagai perspektif dan situasi, artinya tidak mengabaikan subjek (Patton, 2002).

Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, karena pada dasarnya untuk memahami berbagai kasus yang berkaitan, baik secara internal maupun secara eksternal berkenaan persoalan sikap guru dan perubahan kurikulum. Kajian ini akan menggambarkan tentang bagaimana sikap guru terhadap perubahan kurikulum di SD dari aspek kognitif, afektif dan konatif.

Pemilihan pendekatan studi kasus berdasarkan paradigm kualitatif lebih menekankan pada aspek analisis mendalam terkait kasus yang terjadi diberbagai ruang sosial yang bersifat teoritis, maka metode penyusunannya berorentasi pada tindakan dan interaksi sehingga peneliti menggunakan pendekatan ini. Tujuannya untuk melakukan penyelidikan secara mendalam dan alami sikap guru terhadap perubahan kurikulum dari aspek kognitif, afektif dan konatif. Dengan dasar inilah sehingga kaidah kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan. (Morse, 2003; Creswell, 2010; DeCuir-Bunby, 2008).

Sementara dari aspek langkah-langkah penelitian kualitatif merupakan metodologi yang menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi.

Wawancara digunakan untuk mengumpulkan data yang berkenaan dengan kasus yang tidak dapat diperhatikan secara mendalam seperti sikap guru, diantaranya dari aspek kognitif, afektif dan konatif. Informasi yang diberikan adalah sesuai dengan perspektif informan dan sekiranya informasi tersebut berkenaan dengan suatu peristiwa yang sudah terjadi, kualitas informasi itu tergantung dari sejauh

mana informan mengingat dan mau memberikan atau berbagi informasi tersebut (Taylor dan Bogdan, 1998; Akhbar, 2004; Silverman 2006; Lim, 2007; Emzir, 2009). Walaupun demikian dalam penelitian ini, aktivitas penelitian melibatkan beberapa proses seperti pada gambar berikut:

Alur Aktivitas Penelitian

Gambar: 3.1. Alur Penelitian B. Jenis Data

Jenis data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder.

Data primer merupakan data yang bersumber dari hasil wawancara, observasi dan dokumen yang dikumpulan oleh peneliti sendiri. Sumber data primer dari aspek data wawancara merupakan data yang dikumpulkan melalui informan dengan cara wawancara. Informan yang diwawancarai terdiri dari guru dan kepalah sekolah mitra PPL Unismuh Makassar yang berlokasi di Kota Makassar dan Kab. Gowa Sulawesi sulatan. Sementara data observasi merupakan data lapangan yang

Diskusi antara Peneliti dengan pembimbing (promotor dan

kopromotor)

Memahami latar Belakang, rumusan masalah, objektif penelitian dan metode penelitian

Mendiskusikan metode, format wawancara, dokumentasi dan observasi serta tempat penelitian

Membuat panduan wawancara Melakukan penelitian yang

sebenarnya Analisis data kualitatif

Pengesahan Data Penulisan Laporan Hasil Penelitian

dikumpulkan oleh peneliti melalui pengamatan. Sedangan data dokumen merupakan data yang dikumpulkan oleh peneliti, seperti RPP guru, penilaian guru, dan rancangan silabus guru. Sementara data sekunder merupakan data yang bersumber dari bahan pustaka seperti buku, jurnal, blog yang memiliki keterkaitan dengan tujuan penilitian.