• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

C. Kerangka Konseptual

kamu menjualnya atau juga kamu bisa mencium bau wanginya.

Adapun teman yang pandai besi, kalau tidak membakar pakaianmu, maka kamu akan mencium bau yang tidak sedap. (HR Al- Syaikhani dan Abu Dawud)49

KH. Hasyim Asyari. Oleh karena itu, Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim perlu mendapat perhatian khusus agar para pencari ilmu mendapat ilmu yang berkah dan bermanfaat, karena memang Kitab Adabul Alim wal Mutaallim menjelaskan bagaimana cara mendapatkan ilmu yang berkah dan bermanfaat. Berdasarkan apa yang telah disebutkan di atas, maka peneliti menetapkan penelitian yang berjudul

“Implementasi Pembelajaran Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim”. Penelitian ini berlokasi di Pondok Pesantren Annur Haji Alwi Jember.

Dari implementasi pembelajaran Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim peneliti memfokuskan penelitian pada tahap, pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat dan hasil.

Adapun fokus masalah dalam penelitian ini 1) bagaimana pelaksanaan pengajian Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim? 2) Apakah faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan akhlak santri di Ponpes Annur Haji Alwi Jember? 3) Apakah dampak pengajian kitab Kitab Adabul Alim wal Mutaallim?

Fokus masalah yang telah dirumuskan memberi batasan-batasan yang jelas mengenai teori-teori yang harus dicantumkan dalam penelitian ini. Pembahasan teori ini digunakan sebagai dasar untuk mengkaji atau menganalisis

masalah penelitian yang disusun secara sistematis dengan tujuan

untuk memberikan eksplanasi dan prediksi mengenai suatu fenomena. Teori- teori yang tercantum dengan penelitian ini meliputi teori-teori tentang implementasi, pendidikan agama Islam, dan teori-teori yang diambil dari Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim yang sesuai dengan penelitian ini.

Selanjutnya, dikarenakan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berjenis studi kasus, maka dalam mencari data peneliti menggunakan empat teknik pengumpulan data. Melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi. Setelah data-data terkumpul kemudian dilakukan proses analisis, teknik analisis data menggunaka teknik analisis data Miles dan Huberman (data collection, data display, data reduction, dan drawing conclution). Kemudian data-data yang diperoleh dari proses tersebut akan disajikan pada Bab IV Paparan Data dan Hasil Penelitian.

Pada tahap pembahasan hasil penelitian akan dikompromikan dengan teori-teori yang telah dicantumkan pada kajian pustaka. Apa yang menjadi hasil penelitian dalam penelitian ini dibahasas berdsasarkan teori-teori yang sudah ada dan dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya.

Berdasarkan hasil pembahasan yang diakaitkan dengan fokus penelitian akan menghasilkan kesimpulan dan kontribusi yang ditimbulkan dari penelitian ini. Setelah kesimpulan dan kontribusi diketahui maka saran ditulis agar menjadi perhatian untuk menentukan tindakan selanjutnya.

Implementasi Pengajian Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim Dalam Mengambangkan Akhlak Santri

Di Ponpes Annur Jember

Pengajian Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim

Implementasi Pengajian Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim

Pelaksanaan Faktor Pendukung Dan

Penghambat

Dampak

Pengaruh Akhlak Santri

Tercapainya Tujuan Pendidikan Insan Kamil

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif, sedangkan definisi dari kualitatif adalah sebuah langkah prosedur untuk mengetahui fenomena yang dialami oleh objek penelitian seperti perilaku, motivasi, persepsi, dan lain-lain dalam sudut pandang partisipisan secara holistik. Penelitian kualitatif merupakan cara untuk memahami perilaku sosial sebagai upaya menjaring informasi secara mendalam dari suatu fenomena atau permasalahan yang ada di dalam kehidupan suatu objek dihubungkan dengan pemecahan suatu masalah, baik dari sudut pandang teoritis maupun empiris.

Cresswell mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai berikut:

Qualitative research is an inquiry process of understanding based on distinct methodological traditions of inquiry that explore a social or human problem. The researcher builds a complex, holistic picture, analysis word, report detail views of informans, and conducts a study in a natural setting.50

Pendapat diatas dapat dijelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah proses penelitian untuk memahami berdasarkan tradisi metodologi tertentu dengan cara menyelidiki masalah sosial atau manusia. Peneliti membuat gambaran kompleks bersifat holistik, menganalisis kata-kata, melaporkan pandangan-pandangan para

50 John W. Cresswell, Qualitative Inquiry And Research Design: Choosing Among Five Tradition, (California: SAGE Publication, 1998), 46

informan secara rinci dan melakukan penelitian dalam situasi yang alamiah.

Pendekatan ini diambil untuk menjelaskan keadaan yang sebenarnya terjadi di lapangan penelitian. Sehingga peneliti benar-bernar mendapatkan gambaran yang utuh dalam menganalisa objek penelitian dengan seksama. Karena sebuah kasus yang terjadi di tempat tertentu akan menjadi sebuah kebaruan yang sangat dianjurkan dalam penelitian apapun. Dalam penelitian ini peneliti membahas dan memperoleh data penelitian dari studi kasus yang ada di Pondok Pesantren Annur Haji Alwi Jember kemudian peneliti ungkapkan dan tuliskan dalam kata-kata dari reaksi sebuah kalimat guna untuk meneliti tentang implementasi pengajian kitab Adabul Alim Wal Muta’allim dalam mengembangkan akhlak santri.

Data yang muncul yang berwujud kata-kata dan bukan rangkaian angka didapatkan dalam berbagai cara, yaitu: spasi, wawancara, intisari dokumen, atau dengan cara lain yang biasanya diperoleh dari proses terlebih dahulu titik sebelum siap digunakan melalui pencatatan penyuntingan atau alih tulis. tetapi analisis kualitatif tetap harus menggunakan kata-kata yang biasanya disusun oleh peneliti dalam teks yang lebih luas lagi.

Dengan demikian peneliti akan berhubungan langsung dengan sumber data penelitian dan memerlukan komunikasi yang lebih mendalam dengan sumber data agar semua pertanyaan penelitian dapat dieksplorasi secara sempurna. Penelitian ini memfokuskan pada implementasi pengajian kitab Adabul Alim Wal Muta’allim dalam mengembangkan akhlak santri. Oleh karena itu seluruh unsur terkait dengan fokus penelitian akan menjadi perspektif dalam penelitian sehingga membentuk pandangan penelitian yang utuh.

Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus yang memiliki pengertian sebangai penelitian yang mempelajari tentang sebuah kasus tertentu yang terjadi di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus.

Studi kasus adalah pemeriksaan secara detail akan subjek atau letak penyimpanan dokumen atau suatu kejadian tertentu.51 Studi kasus juga berarti penelitian kualitatif yang penelitiannya mengekplorasi kehidupan nyata, sistem terbatas (kasus) atau beragam sistem terbatas (berbagai kasus), melalui pengumpulan data yang detil dan komprehensif yang melibatkan sumber informasi yang valid dan melaporkan deskripsi kasus dan tema kasus. Analisis dalam studi kasus ada 2 macam yakni bisa berupa kasus majemuk (studi multi-situs) atau kasus tunggal (studi dalam-situs).52 B. Lokasi Penelitian

Lokasi Penelitian ini terletak di Pondok Pesantren Annur Haji Alwi Jember tepatnya di Jln Argopuro 47 Krajan kidul, Desa Rambigundam Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember Kode Pos 68152. Lokasi ini dipilih dengan pertimbangan sebagai berikut:

1. An-Nur Haji Alwi berkomitmen dalam mempersiapkan santri putra dan putri menjadi kader bangsa yang berkualitas, tangguh dan mandiri serta berilmu luas dengan menjunjung tinggi akhlaqul karimah. Dalam menjalankan fungsi sebagai lembaga pendidikan, Pondok Pesantren An-Nur Haji Alwi memiliki visi berupa “Mempertahankan Hal Lama Yang Baik Serta Mengambil Hal Baru Yang Lebih Baik” Oleh karena itu, dalam mengemban visi tersebut

51 Robert K. Yin, Studi Kasus: Desain dan Metode, terj. M Dzauki Mudzakir, (Jakarta:

RajaGrafindo, 2011), 11

52 John W. Cresswell, Penelitian Kualitatif dan Desain Riset: Memilih diantara Lima Pendekatan.

Ed.3, (Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2015), 135-136

Pondok Pesantren An-Nur Haji Alwi memiliki misi “Mencetak santri salaf Dalam pemikiran Kholaf”.

2. Pondok Pesantren Annur Haji Alwi juga mengadakan pembelajaran kitab akhlak yakni kitab Adabul Alim Wal Muta’allim yang tentunya menunjang dalam pembetukan akhlak mulia para santri dengan teladan langsung dari para ustadznya.

3. Perhatian dan aturan yang ketat di dalam penertiban shalat berjamaah. Tidak boleh berpindah tempat atau keluar sebelum wiridan selesai. Ketika salah satu anggota kamar tidak ikut shalat berjamaah maka ketua kamar juga akan dihukum sebagai bentuk tanggungjawab.

C. Kehadiran Peneliti

Penelitian Kualitatif adalah penelitian yang menuntut peneliti untuk selalu menuntut keterlibatan peneliti dalam setiap pengalaman yang terus berlanjut bersama dengan partisipan di tempat penelitian. keterlibatan peneliti akan menumbuhkan serangkain ide dalam kegiatan pada penelitian kualitatif.

peneliti dalam penelitian kualitatif berperan untuk mengindenfikasi latar belakang partisipisan, nilai-nilai dalam kegiatan, status sosial, dan bias-bias dalam penelitian.53

Dalam penelitian dibutuhkan kehadiran peneliti dalam mengobservasi langsung dalam kegiatan Pengajian kitaba Adabul Alim Wal Muta’alllim di PP Annur Haji Alwi agar penelitian ini bisa meningkatkan akurasi data yang dibutuhkan.

53 John W. Cresswell, Penelitian Kualitatif dan Desain Riset: Memilih diantara Lima Pendekatan.

Ed.3, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015), 264.

D. Subjek Penelitian

Penentuan subyek penelitian atau informan secara purposive yaitu dengan pertimbangan atau tujuan tertentu. Pertimbangan tertentu ini misalnya orang tersebut dianggap paling tahu yang kita harapkan, atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga memudahkan peneliti menjajaki obyek/situasi sosial yang diteliti.54 Penentuan informan disesuaikan dengan tujuan penelitian dan dipilih orang-orang yang terlibat langsung di lapangan penelitian. Jadi dalam hal ini yang akan menjadi sumber informasi adalah sebagai berikut:

1. Kepala lembaga Madrasah Diniyah : Ustadz Fatkhur Rohman 2. Ketua keamanan : Ustadz Abdul Faqih

3. Pengajar kitab Adabul Alim Wal Muta’allim : Ustadz Siddiq

4. Santri kelas 3 Madrasah Diniyah : Iqbal Ashihab dan Nauvalus Syukril E. Sumber Data

Data adalah informasi yang dikatakan oleh manusia yang menjadi subjek penelitian, hasil observasi, fakta-fakta, dokumen yang sesuai dengan fokus penelitian dapat diperoleh secara verbal melalui waawancara atau dalam bentuk tertulis melalui analisa dokumen.55 Sumber data dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.

1. Sumber Data Primer

54 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif… 218-219

55 Ruslan Ahmad, Memahami metodologi Penelitian Kualitatif, (Malang: uin Malang Press, 2005), 63

Sumber data primer adalah semua data yang diperoleh langsung di lokasi penelitian berupa hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi adapun yang dijadikan sebagai nara sumber atau informan adalah sebagai berikut:

a. Kepala lembaga Madrasah Diniyah : Ustadz Fatkhur Rohman b. Ketua keamanan : Ustadz Abdul Faqih

c. Pengajar kitab Adabul Alim Wal Muta’allim : Siddiq

d. Santri kelas 3 Madrasah Diniyah : Iqbal Ashihab dan Nauvalus Syukril

2. Sumber Data Sekunder

Sumber data sekunder diperoleh melalui penelusuran berbagai referensi, baik bersumber dari buku-buku atau sumber referensi lainnya yang berkaitan dengan tema pembahasan tesis ini.

Penelusuran referensi yang dimaksudkan di sini adalah cara mendapatkan data dengan mempelajari berbagai referensi yang berkaitan dengan masalah penelitian, dan mengutipnya, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Teknik penelusuran referensi bertujuan untuk mendapatkan data-data yang masih berserakan diberbagai referensi yang ada.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian tersebut

adalah mendapatkan data.56

Pada penelitian ini teknik pengumpulan data yang dipakai adalah seperti penjelasan berikut :

1. Metode Obsevasi

Observasi partisipatif adalah metode di mana peneliti terlibat dalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Dengan observasi partisipan ini, maka data yang diperoleh akan lebih tajam dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang tampak.57

2. Metode wawancara dan interview

Pada penelitian ini jenis wawancara yang di pakai adalah wawancara tidak terstruktur, dikarenakan wawancara jenis ini membebaskan peneliti dalam menentukan pertanyaan, Sehingga saat mengajukan pertanyaan kepada narasumber mampu memperdalam hasil temuan data di lapangan sehingga mampu untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan komprehensif.

3. Metode Dokumentasi

Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang berasal dari arti barang-barang tertulis, dalam melakukan teknik dukumentasi maka peneliti menyelidiki benda-benda yang berbentuk tulisan dan dokumen seperti arsip, majalah, catatan harian, notulen rapat dan sebangainya.58

56 Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2010), 77.

57 John W. Cresswell, Penelitian kualitatif..., 232

58 Matthew B. miles dan A. Michel Huberman, Analisis Data Kualitatif (Jakarta:Universitas Indonesia, 1992), 234.

Adapun data yang akan didapat dalam teknik dokumentasi adalah:

a) Sejarah berdirinya Ponpes Annur Haji Alwi.

b) Visi, misi, motto dan tujuan Ponpes Annur Haji Alwi c) Struktur organisasi Madin Haji Alwi

d) Keadaan SDM Madin Ponpes Haji Alwi

e) Keadaan Santri Madin Ponpes Annur Haji Alwi

f) Keadaan sarana dan prasarana Madin Ponpes Annur Haji Alwi g) Jadwal Pembelajaran kitab Adabul Alim Wal Muta’allim Ponpes

Annur Haji Alwi

h) Denah lokasi Pondok Pesantren Annur Haji Alwi

i) suasana pembelajaran kitab Adabul Alim Wal Muta’allim.

G. Analisis Data

Analisis data adalah proses menyusun dan mencari secara sistematis data yang didapatkan melalui catatan lapangan, hasil wawancara, dan bahan lainya, hinga dapat dipahami dan hal yang ditemukan dapat diinformasikan kepada orang lain. Berikut penjelasan lebih lanjut tentang model analisis ini:

a. Kondensasi Data

Kondensasi data merupakan proses penyeleksi, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi, dan mengubah catatan lapangan, transkip wawancara, dokumen dan materi atau temuan empirik lainnya.

Kondensasi atau pengembunan data berarti mengubah data yang

sebelumnya menguap menjadi lebih padat. Reduksi cenderung memilah- memilih, sedangkan kondensasi menyesuaikan seluruh data yang dijaring tanpa harus memilih (mengulangi data).59

Kondensasi data merujuk pada proses penyeleksi, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi, dan menstransformasi data yang terdapat pada catatan lapangan maupun transkip dan penelitian ini diuraikan sebagai berikut:

a) Selecting

Miles dan Huberman mengemukakan bahwa peneliti harus bertindak selektif yaitu menentukan dimensi-dimensi mana yang lebih penting, hubungan-hubungan mana yang mungkin lebih bermakna, dan sebagai konsekuensinya, informasi apa yang dapat dikumpulkan dan dianalisis.

b) Focusing

Miles dan Huberman menyatakan bahwa memfokuskan data merupakan bentuk pra analisis. Pada tahap ini, peneliti memfokuskan data yang berhubungan dengan rumusan masalah penelitian. Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap seleksi data. Peneliti hanya membatasi data yang berdasarkan rumusan masalah.

c) Abstracting

Abstraksi merupakan usaha membuat rangkuman yang inti, proses dan pernyataan-pernyataan yang perlu dijaga sehingga tetap

59 Matthew B. Miles, A. Michel Huberman, Johnny Saldana, Qualitative Data Analysis; A Methods Sourcebook (Amerika: SAGE Publication, 2014), 31

berada di dalamnya. Pada tahap ini data yang telah terkumpul dievaluasi khususnya yang berkaitan dengan kualitas dan kecukupan data.

d) Simpliying dan transforming

Data dalam penelitian ini, selanjutnya disederhanakan dan di transformasikan dalam berbagai cara yakni melalui seleksi yang ketat, melalui ringkasan atau uraian singat, menggolongkan data dalam satu pola yang lebih luas dan sebagainya.

b. Penyajian data

Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. kalau dalam pendekatan kualitatif penyajian data ini dapat dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, phie chart dan sebangainya.

dengan pennyajian data tersebut, maka data teroganisirkan, tersusun dalam pola hubungan, sehinga akan mudah dipahami.

c. Penarikan Kesimpulan

Bagian terahir adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi.

kesimpulan awal yang dikemukan massih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan pada bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan berikutnya. tetapi bila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukan merupakan kesimpulan kridibel.60

H. Keabsahan Data

60 Jhon W.Creswel, Penelitian kualitatif, dan Desain Riset (Yogyakarta: Pustaka belajar, 2010), 174.

Agar sebuah penelitian dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, maka perlu untuk melakukan pengecekan terhadap keabsahan data. Dalam uji keabsahan data peneliti menggunakan uji kredibilitas data dan uji konfirmabilitas. Uji kredibilitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Pengecekan ulang terhadap data dapat dilakukan sebelum atau sesudah data dianalisis.61 Sedangkan uji konfirmabilitas data menggunakan teknik member check. Berikut penjelasannya:

Pertama, Triangulasi sumber, bertujuan untuk menguji Keabsahan data dengan melakukan pengecekan data yang diperoleh menggunakan teknik yang sama melalui beberapa sumber berbeda.

Dalam penelitian yang berjudul “Implementasi Pengajian Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim dalam Mengembangkan Akhlak Santri di Ponpes Annur Haji Alwi Jember” dilakukan dengan cara membandingkan hasil wawancara antara Ustadz pengampu, Kepala Madin, Ustadz lain dan Santri.

Kedua, Triangulasi teknik, merupakan uji kredibilitas Keabsahan data dengan menggunakan teknik yang berbeda, teknik yang digunakan disini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data tentang Implementasi Pengajian Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim di Ponpes Annur Haji Alwi yang didapatkan dari wawancara dengan Ustadz Pengampu, Kepala Madin dan Ustadz yang lain dikroscek

61 Nusa Putra, Metode Peneletian Kualitatif Pendidikan, ( Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012), 103.

kebenarannya dengan melakukan observasi kegiatan dimaksud dan mencari bukti dokumen terkait.

Ketiga, pengecekan anggota (Member check), Teknik pengecekan anggota dilakukan setelah data yang dikumpulkan kemudian di analisis, melakukan pengkategorian, dan penarikan kesimpulan dapat diuji kembali dengan menggunakan konfirmasi dari informan. Data di uji kembali dari anggota kelompok atau informan yang lain dimana data tersebut dikumpulkan. Penelitian dikatakan kredibel apabila hasil penelitian telah disepakati oleh anggota check.

Dalam penelitian ini member check dengan cara mengkonfirmasi data yang diperoleh dari teknik pengumpulan yang dilakukan kepada sejumlah narasumber dalam pengumpulan data kemudian dilakukan pengecekan kembali terhadap ketepatan dan kesesuaiannya dengan data yang diperoleh sebelumnya terkait dengan penelitian mengenai Implementasi Pengajian Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim dalam Mengembangkan Akhlak Santri di Ponpes Annur Haji Alwi Jember.

I. Tahapan Penelitian

Tahapan penelitian memuat rancangan alur dalam pelaksanaan penelitian yang dimulai dari tahapan awal penelitian, pelaksanaan penelitian serta pelaporan hasil penelitian. Berikut tahapan penelitian dalam penelitian ini,

a) Tahap pra penelitian lapangan

Dalam tahapan pra penelitian, peneliti akan membuat rancangan

penelitian yang imeliputi: penemuan dan pengumpulan masalah penelitian untuk kemudian diangkat menjadi judul penelitian. Setelah itu peneliti menentukan fokus penelitian dengan mengadakan studi pendahuluan terkait permasalahan yang diteliti di fokus penelitian dan melibatkan beberapa subjek penelitian sebagai informan dalam kegiatan studi pendahuluan, informan yang dipilih dalam kegaiatan studi pendahuluan adalah Kepala Madin dan Asatidz

b) Tahapan penelitian lapangan

Tahapan penelitian lapangan dilakuan setelah peneliti memahami konteksi dan tujuan dalam penelitian. Setelah menyiapkan instrumen penelitian dan surat izin melakukan penelitian, peneliti memasuki fokus penelitian dan mulai melaksanakan penelitian diantaranya: menemui subyek atau sumber data sesuai dengan fokus penelitian dan menganalisis data sesuai dengan prosedur penelitian yang digunakan.

c) Tahap akhir penelitian

Tahap akhir dalam penelitian adalah menyusun data sekaligus pelaporan data, kemudian peneliti menarik kesimpulan dari data yang diperoleh

A. Gambaran Objek Penelitian

1. Profil Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustho Annur

a. Letak Geografis Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustho Annur Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustho Annur, merupakan lembaga pendidikan dibawah naungan pondok pesantren Annur Haji Alwi. yang terletak di lingkungan pesantren, lebih tepatnya disebelah selatan kantor madrasah, di sebelah timur koperasi Pesantren.

Dari letak geografis tersebut dapat dilihat lokasi Madrasah Diniyah Annur mudah ditemukan karena masih berada dilingkungan pesantren.

b. Kondisi Obyektif Madrasah Diniyah Annur Haji Alwi

Kondisi obyektif sangat perlu diketahui oleh semua pihak.

Utamanya instansi atau dinas yang terkait dalam mengevaluasi pelaksanaan pendidikan. Kondisi obyektif tersebut juga akan besar pengaruhnya dalam pelaksanaan progam kerja sekolah dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa. Adapun kondisi obyektif yang dimaksud adalah sebagai berikut :

Nama MDTW : ANNUR.

Alamat MDTW : Jl. Argopuro 47

Desa : Rambigundam

Kecamatan : Rambipuji

Kabupaten : Jember

Nomor Statistik : 510035090563 Didirikan : 17 Nopember 2002

Akte Notaris : Nomor 93/IR-NOT/XI/2010 Penyelenggara : Yayasan Annur Haji Alwi

SK Menkumham : NomorAHU-825.AH.01.04.Tahun 2011 Tanggal 17 Pebruari 2011

Status Tanah : Milik Yayasan Status Bangunan : Milik Yayasan

a) Luas Bangunan : 1500 M2

b) Jumlah gedung : 12 Lokal, dan 1 Aula c. Identitas Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah :

Nama : Fatkhur Rohman

Alamat Rumah : Jl. Dharmawangsa, Krajan, Kaliwining, Kec.

Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur Pendidikan Terakhir : S1

d. Visi dan Misi 1) Visi

“Berilmu, Beriman, Berakhlaqul Karimah dan Berprestasi”

2) Misi

a) Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa

b) Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis Al-Qur’an serta Pendalaman Bidang Keagamaan Islam

c) Membentuk Generasi Ahli Fikir dan Dzikir

d) Mencetak Insan yang Berilmu dan Beramal

e. Struktur kepengurusan Madrasah Diniyyah Takmiliyah Wustho Annur Periode 1441-1442 H \ 2021-2022 M Rambigundam Rambipuji Jember

1) Dewan Pelindung a) KH. Rohmatullah Ali b) Nyai Dewi Samawiyah 2) Dewan Penasehat

a) Ust. Shiddiq, S.Pd

b) Ust. Asep Jamaluddin, S.Pd c) Ust. Imam Ghozali, S.Pd d) Ust. Yusuf Nur

e) Ust. Misbahul Umam, S.Pd f) Kyai Ghozali

g) Agus Ali Zainal Abidin h) Ust. Nawawi

i) Ust. Abdur Rohim

j) Ust. Badrus Sholih Ahmad k) Ust. M. Idris

3) Dewan Mufattisy (pengawas madrasah diniyah Annur) a) Ust. Asep Jamaluddin, S.Pd

b) Agus Ali Zainal Abidin

4) Dewan Harian

a) Ketua : Ust. Khoiruman

b) Wakil Ketua : Ust. Asrori Mahmud c) Sekretaris : Ust. Vicky Hidayat d) Wakil Sekretaris : Ust. Ali Hasyim Azhari e) Bendahara : Ust. Islah Hamdani f) Wakil Bendahara : Ust. Feri Ferdiawan 5) Pembantu Umum

a. Tamatan atau Mutakhorijin 6) Seksi Keamanan

a) Rohis Rosatullah Ali b) Aulia Ma'rufah

7) Seksi Akomodasi \ Sarpras a) Arif Khauzaki

b) Ulfatus Sholihah 8) Seksi Konsumsi

a) Dahil Hamdani b) Aulia Ma’rufah 9) Seksi Penabuh Lonceng

a) Lailatul Mukarromah b) Siti Maghfiroh

Dokumen terkait