BAB II TINJAUAN PUSTAKA
E. Kerangka Pikir
Pemerintahan koalisi dapat mengaburkan arti penting model ini untuk menjelaskan perilaku memilih, sebab pemerintahan koalisi mengaburkan partai mana yang sesungguhnya berkuasa dalam pemerintahan sekarang (incumbent). Dalam konteks pemerintahan koalisi, perlu dilakukan modifikasi terhadap kekuatan – kekuatan yang bersaing dalam pemilu kedalam kelompok incumbent versus kekuatan lawannya.
F. Devinisi operasional
Untuk memberi suatu pemahaman agar memudahkan penelitian ini maka penulis memberikan beberapa batasan penelitian dan fokus penelitian ini yang dioperasikan melalui beberapa indikator sebagai berikut :
1. Orientasi Politik
Orientasi politik adalah suatu pandangan yang mendasari, pikiran, perhatian dan kecenderungan seseorang atau tiap-tiap individu dalam melakukan suatu aktifitas politik yang akhirnya menimbulkan perilaku dan partisipasi politik dari individu tersebut.
2. Sosialisasi Politik
Sosialisasi politik adalah suatu proses belajar dimana setiap individu memperoleh orientasi berupa keyakinan perasaan dan komponen nilai- nilai terhadap pemerintah dan kehidupan politik.
Selanjutnya Sosialisasi politik adalah bagian dari proses sosialisasi yang khusus membentuk nilai-nilai politik yang menunjukkan bagaimana seharusnya masing-masing anggota masyarakat berpartisipasi dalam sistem politik.
3 Partisipasi Politik
Partisipasi adalah keterlibatan mental/pikiran dan emosi/perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan.
4. Pedagang kaki lima
Pedagang kaki lima ialah orang (pedagang-pedagang) golongan ekonomi lemah, yang berjualan barang kebutuhan sehari-hari, makanan atau jasa dengan modal yang relatif kecil, modal sendiri atau modal orang lain, baik berjualan di tempat terlarang ataupun tidak. Istilah kaki lima diambil dari pengertian tempat di tepi jalan yang lebarnya lima kaki (5 feet). Tempat ini umumnya terletak ditrotoir, depan toko dan tepi jalan.
5. Pemilihan Umum
Fungsi pemilihan umum adalah memberikan dan memperkuat legitimasi politik kepada penguasa sehingga eksistensi, kebijaksanaan, dan program kerja dapat diwujudkan.Pemilu merupakan sarana legitimasi politik untuk merubah suatu keterlibatan politik massa dari yang bersifat sporadic dan dapat membahayakan menjadi sumber utama bagi otoritas dan kekuatan politik nasional.
6 Perilaku Memilih
Kegiatan masyarakat dalam memilih partai politik maupun calon anggota parlemen dalam sebuah proses pemilihan umum. Atau dengan kata lain dapat dikatakan kegiatan – kegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui mana mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa dan secara langsung atau tidak langsung dalam proses pembentukan kebijakan umum.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Kota Makassar Kecamatan Manggala karena di Kecamatan ini penulis menilai banyak pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang jalan dan di pasar-pasar.
B. Jenis dan Tipe Penelitian 1. Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif dimana menggambarkan suatu variabel atau gejala-gejala sosial yang terjadi dalam masyarakat dengan mengumpulkan data berupa angka yang diperoleh dari lokasi penelitian kemudian diolah dalam bentuk untuk mendapatkan informasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui orientasi politik dan faktor-faktor yang mempengaruhi orientasi politik pedagang kaki lima di Kecamatan Manggala Kota Makassar
2. Tipe Penelitian
Tipe penelitian yang dilakukan adalah survei yaitu penelitian dengan mengumpulkan dan menganalisis suatu peristiwa atau proses tertentu dengan memilih data atau menemukan ruang lingkup tertentu sebagai sampel yang dianggap representatif.
31
C. Jenis Data 1. Data Primer
Yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dan informan melalui wawancara langsung dan terbuka sesuai dengan yang dibutuhkan dalam penelitian ini.
2. Data Sekunder
Yaitu data yang berasal dari buku-buku, literatur-literatur serta dokumen- dokumen yang dibutuhkan sesuai dengan maksud penelitian ini.
D. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Menurut Arikunto dalam Ernawati Mansyur (2014:33) populasi merupakan keseluruhan subjek penelitian. Populasi adalah setiap subjek yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 550 orang di Kecamatan Manggala Kota Makassar.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang di teliti Arikunto dalam Very dalam Ernawati Mansyur (2014:33). Menurut Hidayat dalam Very dalam Ernawati Mansyur (2014:33) . sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan mengambil secara acak anggota populasi sebagai responden atau sampel (Sugiyono dalam Very
dalam Ernawati mansyur (2014:33). Berdasarkan jumlah populasi di atas maka penulis mengambil sampel dengan rincian sebagai berikut:.
Rumus perhitungan besaran sampel:
Dengan Taraf signifikan α = 0,10 (10%) N = 550
( ) ( )
Keterangan:
n : Jumlah sampel yang dicari N : Jumlah Populasi
E. Teknik Pengumpulan Data a. Kuesioner
Kuesioner dalam penelitian ini dimaksud sebagai alat untuk memperoleh data dengan memberikan atau penyebaran daftar pertanyaan/pernyataan yang mengacu kepada variablel-veriabel penelitian dan diajukan secara tertulis dan dibagikan kepada seluruh responden orang yang hasilnya akan dikemukakan dalam bilangan presentase dan table frekuensi distribusi.
b. Pengamatan / Observasi
Merupakan teknik pengumpulan data dengan mengamati objek yang akan diteliti dan kemudian dianaisis secara seksama. Peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap Orientasi politik pedagang kaki lima di Kecamatan Manggala Kota Makassar.
c. Wawancara / Interview
Teknik ini dimaksudkan untuk melengkapi informasi yang belum sempuma didapat dari kuesioner, juga dapat dijadikan alat kontrol terhadap data-data yang diragukan atau samar-samar dengan jalan melakukan wawancara secara langsung terhadap sejumlah pedagang kaki lima di Kecatan Manggala Kota Makassar.
d. Studi Dokumentasi
Merupakan teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan bahan-bahan yang berupa buku-buku, dokumen atau bahan pustaka lainnya yang ada hubungannya dengan objek yang diteliti yaitu menyangkut dengan orientasi politik pkl di Kecamatan Manggala Kota Makassar dengan tujuan untuk memperoleh obyek yang menunjang kelengkapan penelitian.
F. Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh dan lokasi penelitian pada dasarnya masih data mentah.
Data tersebut merupakan hasil yang perlu diolah kembali hasilnya kemudian diuraikan secara deskriptif kuantitatif dengan memberikan gambaran mengenai orientasi politik pkl di Kecamatan Manggala Kota Makassar. Terhadap data yang telah diperoleh melalui kuesioner, selanjutnya dipastikan jawaban responden berdasarkan total skor masing-masing jawaban. Dari data tersebut dilakukan analisis deskriptif kuantitatif melalui perhitungan persentase dan sistem skor untuk mengetahui komposisi jawaban responden. Adapun menurut Singararimbun
& Effendy dalam Hindar Jaya dalam Ernawati Mansyur (2014:34) analisis persentasedan rumus peritungan skr untuk setiap item pertanyaan yaitu:
Keterangan:
P = Pesentase F = Frekuensi
X = Rata-rata ∑ (F.X) = Jumlah skor kategori jawaban N = Jumlah Reponden
Selain tabel frekuensi, analisa data juga dilakukan dengan menggunakan skala likert. Skala likert dikembangkan oleh Rensis Likert (1932) yng paling sering digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi responden terhadapat suatu objek. Husaini Usman & Purnomo Setiady dalam Ernawati Mansyur (2014:33).
Pemberian skor dimulai dari nilai tertinggi dengan 4 dan skor terendah 1.
Klasifikasi antara lain sebagai berikut:
Tabel 1: Klasifikasi Skor
sangat mengetahui / sangat mengenal / sangat aktif / sangat sering /sangat mendukung/sangat dapat memimpin/sangat komitmen/sangat menentukan/ selalu menolak / selalu melapor/.
Skor 4
Mengetahui/mengenal/aktif/sering/mendukung/dapat memimpin/komitmen/menentukan/menolak /melapor/
Skor 3 Kurang mengetahui / kurang mengenal / kurang aktif / kurang
sering / kurang mendukung / kurang dapat memimpin / kurang komitmen / kurang menentukan / kurang menolak /kurang melapor/
Skor 2
Tidak mengetahui / tidak mengenal / tidak aktif / tidak sering / tidak mendukung / tidak dapat memimpin / tidak komitmen/
tidak menentukan / tidak melapor/tidak menolak /
Skor 1
Mengetahui orientasi politik pkl di Kecamatan Manggala Kota Makassar, maka penulis membuat suatu ukuran yaitu sebagai berikut:
Rumus interval
Interval kategori =
=
=
Oleh karenanya kategori dari data yang dihasilkan akan diuraikan sebagai berikut:
1,00 – 1,75 = Kategori tidak mengetahui 1,76 – 2,50 = Kategori kurang mengetahui 2,51 – 3,25 = Kategori mengetahui
3,26 – 4.00 = Kategori sangat mengetahui Persentase:
0% - 25% = Kategori tidak baik 26% - 50% = Kategori kurang baik 51% - 75% = Kategori baik
76% - 100% = Kategori sangat baik.
G. Jadwal Penelitian
Tabel 2 : Jadwal Penelitian
No Kegiatan
Bulan
November Desember Januari
Minggu Minggu Minggu
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1
Pembuatan Proposal 2
Konsultasi Proposal 3
Pengumpulan Data
4
Pengolahan dan Analisis Data 5 Penulisan Skripsi
6 Persiapan Ujian
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Obyek Penelitian
1. Gambaran Umun Kecamatan Manggala
Kecamatan Manggala merupakan salah satu kecamatan yang berada di kota Makassar, berada di sebelah barat pusat pemerintahan kota Makassar.
Kecamatan Manggala yang dalam sejarah pembentukannya merupakn pecahan dari kecamatan Panakukang.
Kehadiran kecamatan Manggala dengan beberapa instansi terkait yang dapat diklasifikasikan dalam instansi vertical, seperti Puskesmas dan lain sebagainya, serta lembaga keuangan seperti BTN, dan BRI, menambah arti penting serta tanggung jawab yang semakin besar untuk terus mampu mengkordinasikan dan mengkonsolidasikan potensi, peran institusi-institusi tersebut.
Di dalam wilayah kecamatan Manggala terdapat 6 (enam) kelurahan, yaitu kelurahan Manggala, Tamangapa, Bangkala, Antang, Borong, dan Batua.
Selain itu terdapat 304 RT dan 60 RW. Kecamatan Manggala dilihat secara geografis dapat dituliskan sebagai berikut :
Sebelah utara berbatasan dengan kecamatan Panaikang.
Sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Tamalanrea dan Tamalanrea Indah.
Sebelah barat berbatasan dengan kecamatan Panakukang.
Adapun luas wilayah masing-masing kelurahan adalah sebagai berikut:
1. Kelurahan Borong dengan luas wilayah 2,10 Km2. 2. Kelurahan Batua dengan luas wilayah 2,3 Km2. 3. Kelurahan Antang dengan luas wilayah 3,71 Km2. 4. Kelurahan Manggala dengan luas wilayah 5,11 Km2. 5. Kelurahan Tamangapa dengan luas wilayah 6,62 Km2. 6. Kelurahan Bangkala dengan luas wilayah 4,3 Km2.
Arah kebijakan pembangunan yang dicanangkan pemerintah Kecamatan adalah pembangunan yang merata disegala bidang dengan memanfaatkan segala sendi-sendi sumberdaya, baik alam maupun penduduknya. Hal ini sejalan dengan sejalan dengan semangat pembangunan nasional dan kebijakan regional yang mencanangkan Asean Free Trade Area (AFTA). Sebagai salah satu kecamatan yang terluas di Wilayah Kota Makassar dan juga sebagai daerah pusat pemukiman, Kecamatan Manggala membuka keran seluas- luasnya bagi investor dan Developer untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan di Kecamatan Manggala. Bagi para investor dan developer, syarat mutlak yang diperlukan adalah situasi dan iklim yang aman dan kondusif, disertai keterbukaan pemerintah dan dukungan dari masyarakat terhadap dunia usaha yang menghidupkan roda perekonomian serta peningkatan pendapatan masyarakat. Hal ini terjadi karena konsep usaha yang diterapkan adalah memberikan manfaat pada masyarakat disekitarnya. Dampak positif yang terlihat adalah secara psikologis masyarakat merasa ikut
“memiliki” perusahaan tersebut, sehingga masyarakat dan dunia usaha akan terjadi interaksi positif dan saling menguntungkan.
Sebagai salah satu pusat pemukiman di Kota Makassar Kecamatan Manggala berjarak tempuh ±15 Km dari pusat kota Makassar, Kecamatan Manggala yang berpenduduk 118.920 jiwa memiliki peluang besar diberbagai sektor, terutama perekonomian dan pembangunan. Dimana secara umum dapat disimpulkan bahwa penungkatan produksi kedua sektor tersebut relatif menggembirakan, demikian pula pada sektor industri rumah tangga, dimana usaha pengarajinan kayu beberapa tahun belakang ini menjadi pengrajin terbanyak di Kota Makassar.
Kecamatan Manggala memang memiliki kemampuan yang menonjol di bidang ekonomi, dan pembangunan. Kemampuan ini juga didukung faktor demografi, personil dan partisipasi Pemerintah Kecamatan. Dalam menjalankan pemerintahan, berdasarkan 4 (empat) sikap utama jajaran Pemerintah Manggala yaitu :
1. Peningkatan moral pejabat maupun masyarakat melalui pengalaman ajaran agama.
2. Pemerintahan yang bersih, berwibawa dan terbuka.
3. Sistem keamanan yang kondusif pendukung pembangunan.
4. Melibatkan semua unsur dalam masyarakat dalam pembangunan.
(Sumber: Pemerintah Kecamatan Manggala, 2015)
B. Karakteristik Responden
Kuesioner yang disebarkan dalam penelitian ini berjumlah 85 kuesioner dengan subyek penelitian adalah pedagang kaki lima di Kecamatan manggala kota Makassar. Kuesioner yang kembali berjumlah 85. Jadi respon pada penelitian ini adalah 100% semua jawaban lengkap dan layak untuk dianalisa.
Berikut ini akan dipaparkan karakteristik responden secara umum menurut jenis kelamin, umur dan pendidikan terakhir.
1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Karakteristik responden yang menjadi subyek penelitian ini menurut jenis kelamin ditunjukkan dalam tabel dibawah ini:
Tabel 3:Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No. Jenis Kelamin Jumlah Persentase
1 2
Laki-laki Perempuan
29 56
34,11%
65,88%
Jumlah 85 100%
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Dari data tabel di atas menunjukkan bahwa dari 85 orang yang merupakan responden yang domian adalah berjens kelamin perempuan sebesar 56 orang sedangkan laki-laki sebanyak 29 orang. Itu menunjukkan bahwa pedagang perempuan lebih banyak dibandingkan pedagang yang berjenis kelamin laki- lakidi Kecamatan Manggala Makassar. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penelitian persentase perempuan 65,88 persen lebih besar dibandingkan dengan persentase laki-laki 34,11 persen.
2. Karakteristk Responden Berdasarkan Umur
Karakteristik responden yang menjadi subyek penelitian ini menurut umur ditunjukkan dalam tabel dibawah ini:
Tabel 4:Karakteristik Responden Berdasarkan umur
No. Klasifikasi Umur Jumlah Persentase 1
2 3 4
17-30 tahun 31-40 tahun 41-50 tahun 51 tahun ke atas
23 36 14 12
27,05%
42,35%
16,47%
14,11%
Jumlah 85 100%
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Dari data tabel 4 di atas menunjukkan bahwa dari 85 orang yang merupakan responden yang domian kebanyakan umur responden berada pada kisaran umur 31-40 tahun sebesar 43,35 persen sedangkan yang terkecil berada pada umur 51 tahun keatas yaitu sebesar 14,11 persen.
3. Karakteristi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Karakteristik responden yang menjadi subyek penelitian ini menurut umur ditunjukkan dalam tabel dibawah ini:
Tabel 5:Karakteristik Responden Berdasarkan pendidikan terakhir No. Pendidikan Terakhir Jumlah Persentase
1 2 3 4
SD
SMP/Sederajat SMA/Sederajat Perguruan Tinggi
23 15 44 3
25,84%
16,85%
49,44%
3,52%
Jumlah 85 100%
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Dari data tabel 5 di atas menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dari 85 orang yang merupakan responden secara dominan memiliki latar belakang pendidikan terakhir SD/Sederajat sebanyak 23 orang 25,84 persen, SMP/Sederajat sebanyak 15 orang 16,85 persen, SMA/Sederajat sebanyak 44 orang 49,44 persen, Perguruan Tinggi sebanyak 3 orang 3,52 persen. Jika dilihat dari tabel di atas sebagian besar responden memiliki latar belakang pendidikan
SMA. Namun masih ada sebagian pedagang yang hanya berpendidikan setingkat SD.
C. Orientasi Politik Pedagang Kaki lima terhadap pemilihan presiden 2014 di Kecamatan Manggala Kota Makassar dimana terbagi dalam tiga bentuk bagian yaitu :
1. Sosialisasi Pemilihan Presiden pada PKL di Kecamatan Manggal
Selama ini yang ditangkap pedagang kaki lima Jokowi-JK menjanjikan perubahan yang memperhatikan rakyat, ide-ide untuk membangun bangsa dengan kejujuran dan kerja keras,menghargai pluralisme. Namun yang masih dipertanyakan masyarakat adalah arah yang jelas untuk pembangunan, apakah pluralisme berarti mengabaikan proporsi, hak-hak kelompok sebagian besar masyarakat yang lemah.
Sedangkan Prabowo-Hatta, menawarkan pemerintah yang kuat yang akan meningkatkan kesejahteraan kelompok miskin petani, buruh, nelayan, pedagang kaki lima. Identitas diri sebagai negara yang dihargai oleh negara lain. Menegakkan disiplin nasional serta memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mencegah kebocoran akibat penyelewengan pajak, korupsi serta perjanjian yang tidak menguntungkan dengan perusahaan asing. Salah satu yang mejadi pokok utama dalam sosialisasi adalah :
a) PKL di Kecamatan Manggala sudah mengetahui pilpres di tetapkan pada tanggal 9 Juli 2014 ?
Tabel 6: Pengetahuan PKL tentang Pemilihan Presiden pada tanggal 9 Juli 2014
No. Tanggapan Responden Skor (x) F X.F Persentase
1 Sangat mengetahui 4 37 144 54,33%
2 Mengetahui 3 32 96 36,22%
3 Kurang mengetahui 2 9 18 6,79%
4 Tidak mengetahui 1 7 7 2,64%
Total 85 265 100%
Rata-rata Skor
3,11 Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Dari data tabel 6 di atas menunjukkan pengetahuan responden tentang pemilihan pilpres 9 Juli dapat dilihat dari 85 responden,37 responden dengan 54,33 persen sangat mengetahui pemilihan presiden dan wakil presiden tanggal 9 Juli,32 responden dengan 36,22 persen mengaku mengetahui pilpres pada tanggal 9 Juli,9 responden dengan 6,79 persen mengaku kurang mengetahui pilpres pada tanggal juli,dan 7 responden dengan 2,64 persen mengaku tidak mengetahui pilpres pada tanggal 9 Juli.dari hasil diatas dengan rata- rata 3,11 dapat di simpulkan bahwa pengetahuan PKL tentang pilpres 9 Juli sangat baik.
b) PKL mengenali capres dan cawapres yang akan di pilih.
Tabel 7: Tanggapan responden terhadap mengenali capres dan cawapres yang akan di pilih
No. Tanggapan Responden Skor (x) F X.F Persentase
1 Sangat mengenal 4 22 26 14,52%
2 Mengenal 3 36 108 60,33%
3 Kurang mengenal 2 18 36 20,11%
4 Tidak mengenal 1 9 9 5,02%
Total 85 179 100%
Rata-rata Skor = 2,10
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Dari data tabel 7 di atas menunjukkan tanggapan responden mengenal tokoh capres yang akan di pilih dapat dilihat dari 85 responden 22 (14,52%) responden sangat mengenal Capres yang akan dipilih,36 (60,33%) mengenal, 18 (20,11%) kurang mengenal dan 9 (5,02%) tidak mengenal capres yang akan dipilih. Dengan melihat nilai rata-rata skor yang 2,10 dapat disimpulkan bahwa pkl sudah mengetahui capres yg akan dipilih dengan baik.
Tabel 8: Rekapitulasi tanggapan responden tentang sosialisasi pilpres dan capres
No. Pernyataan Rata-rata
Skor
Rata-rata presentase 1 Pengetahuan pkl tentang pemilihan pilpres
9 Juli 2014
3,11 77,75%
2 Pengetahuan pkl tentang capres yang akan di pilih
2,10 52,5%
Total 2,60 65,12%
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Berdasarkan tabel 8 rekapitulasi tanggapan responden terhadap pilpres pada tanggal 9 Juli 2014 berkategorikan sagat baik. Hal ini dapat dilihat dari rata- rata persentase rekapitulasi yang menunjukkan 65,12% . Dapat disimpulkan bahwa sosialisasi pemilihan pilpres sagat berjalan dengan baik.
2. Partisipasi PKL Terhadap Pemilihan Presiden 2014
Partisipasi politik dalam hal ini bagaimana seseorang atau beberapa orang ikut serta datam proses bekerjanya sistem politik, Dalam penyelenggaraan kampanye yang diadakan di Kecamatan Manggala dibagi atas berbagai bentuk kampanye pemilu yang telah ditentukan seperti dialogis, pemasangan alat-alat peraga di tempat-tempat umum serta rapat-rapat umum.
Sesuai dengan tujuan penelitian maka kampanye yang diselenggarakan di kecamatan Manggala yang akan di bahas hanya berupa kegiatan dialog diskusi antara tokoh/calon dengan rakyat pemilih dan pemasangan Poster-poster.
a) Pkl berpartisipasi aktif dalam menghadiri dialog tokoh capres.
Tabel 9: Tanggapan responden terhadap keaktifan menghadiri dialog tokoh capres
No. Tanggapan Responden Skor (x) F X.F Persentase
1 Sangat aktif 4 8 32 16,41%
2 Aktif 3 19 57 29,23%
3 Kurang aktif 2 48 96 49,23%
4 Tidak aktif 1 10 10 5,12%
Total 85 195 100%
Rata-rata Skor
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Dari data tabel 9 di atas menunjukkan tanggapan responden terhadap keaktifan berpartisipasi dialog tokoh capres dapat di lihat dari 85 respoden,48 respoden dengan 49,23 persen meunjukan kurang aktif,19 respoden dengan 29,23 persen mengungkapkan aktif,10 responden dengan 5,12 persen mengungkapkan tidak aktif ,dan 8 responden dengan 16,14 persen mengungkapkan sangat aktif menghadiri diolog tokoh capres dan cawapres.
Dengan nilai rata-rata skor 2,29 maka partisipasi responden terhadap ke aktifan mengikuti dialog tokoh capres dan cawapres dinilai cukup baik.
b).Partisipasi pkl terhadap pemasangan poster capres selama masa kampanye.
Tabel 10: Tanggapan responden terhadap partisipasi pkl dalam pemasangan poster capres pada masa kampanye
No. Tanggapan Responden Skor (x) F X.F Persentase
1 Sangat sering 4 18 72 33,96%
2 Sering 3 26 78 36,79%
3 Kurang sering 2 21 42 19,81%
4 Tidak sering 1 20 20 9,42%
Total 85 212 100%
Rata-rata Skor
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Dari data tabel 10 di atas menunjukkan tanggapan responden terhadap partisipasi pkl dalam pemasangan poster selama masa kampanye dilihat dari 85 responden, 18 responden dengan 33,96 persen mengaku sangat sering memasang poster,26 responden dengan 36,79 persen mengaku sering memasang poster, 21 responden dengan 19,81 persen mengaku kurang sering memesang poster,dan 20 responden dengan 9,42 persen mengaku tidak pernah memesang poster capres cawapres saat masa kampanye.Dengan nilai rata- rata skor 2,49 maka partisipasi responden terhadap pemasangan poster capres cawapres selama masa kampanya dinilai berpartisipasi dengan cukup baik Tabel 11: Rekapitulasi tanggapan responden terhadap partisipasi pkl
dalam mengikuti diolog tokoh capres dan partisipasi dalam pemasangan poster capres
No. Pernyataan Rata-rata
Skor
Rata-rata presentase 1 Partisipasi pkl dalam ke aktifan mengikuti
dialog capres
2,29 57,25%
2 Partisipasi pkl terhadap pemasangan poster capres pada masa kampanye
2,49 62,25%
Total 2,39 59,75%
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Berdasarkan tabel 11, rekapitulasi tanggapan responden terhadap partisipasi keaktifan responden mengikuti dialog capres dan pemasangan poster capres cawapres selama masa kampanye sebesar 59,75 persen. Dapat disimpulkan bahwa partisipasi keaktifan responden dalam megikuti dialog tokoh capres cawapres dan partisipasi pkl dalam pemesangan poster pasangan capres cawapres cukup baik.
3. Perilaku PKL Dalam Pemilihan Presiden 2014
Sebagaimana dibahas pada Bab II bahwa perilaku politik merupakan aktifitas politik individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan ataupun kultur dimana dia berada. Disini akan dipaparkan, berdasarkan hasil jawaban responden atas pertanyaan-pertanyaan yang penulis ajukan.
Untuk melihat perilaku politik pemilih di Kecamatan Manggala pada Pemilu 2014 maka penulis mengajukan pertanyaan menyangkut aktifitas responden yang dimulai pada proses menjelang pemilu sampai dengan tingkat kesadaran PKL dalam pemilu 2014.
Gambaran bahwa PKL sudah memiliki independensi dalam sikap politiknya ditunjukkan juga dalam sikap mereka mengenai praktik-praktik mobilisasi. menunjukkan bahwa praktik-praktik seperti pemberian imbalan,dan pelaporan kecurangan kepada panwaslu.
a).Perilaku pkl terhadap penolakan pemberian imbalan untuk memilih capres tertentu jelang pilpres.
Tabel 12: Tanggapan responden terhadap penolakan pemberian imbalan untuk memilih capres tertentu jelang pilpres No. Tanggapan Responden Skor
(x)
F X.F Persentase
1 Sering menolak 4 11 44 25,43%
2 Menolak 3 16 48 27,74%
3 Kadang menolak 2 23 46 26,58%
4 Tidak menolak 1 35 35 20,23%
Total 85 173 100%
Rata-rata Skor
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Dari data tabel 12 di atas menunjukkan tanggapan responden terhadap penolakan pemberian imbalan untuk memilih capres tertentu jelang pilpres dapat dilihat dari 85 respoden, 11 responden dengan 25,43 persen sering menolak,16 responden denga 27,74 persen menolak,23 responden dengan 26,58 persen kadag menolak,da 35 responde dengan 20,23 persen tidak menolak pemberian imbalan untuj memilih capres dan cawapres tertentu.
Dengan melihat nilai rata-rata skor 2,03 dapat disimpulkan bahwa perilaku pkl terhadap penolakan pemberian imbalan untuk memilih capres dan cawapres tertentu jelang pemilu kurang baik.
b).Perilaku pkl melaporkan pelanggaran pemilu ke panwaslu.
Tabel 13: Tanggapan responden terhadap pelaporan kecurangan ke panwaslu
No. Tanggapan Responden Skor (x)
F X.F Persentase
1 Sering melapor 4 0 0 o%
2 Melapor 3 7 21 18,75%
3 Kadang melapor 2 13 26 23,21%
4 Tidak melapor 1 65 65 58,03%
Total 85 112 100%
Rata-rata Skor