BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Orientasi Politik PKL dalam Pemilihan Presiden 2014
3. Perilaku PKLdalam Pemilihan Presiden 2014
Berdasarkan tabel 11, rekapitulasi tanggapan responden terhadap partisipasi keaktifan responden mengikuti dialog capres dan pemasangan poster capres cawapres selama masa kampanye sebesar 59,75 persen. Dapat disimpulkan bahwa partisipasi keaktifan responden dalam megikuti dialog tokoh capres cawapres dan partisipasi pkl dalam pemesangan poster pasangan capres cawapres cukup baik.
Tabel 12: Tanggapan responden terhadap penolakan pemberian imbalan untuk memilih capres tertentu jelang pilpres No. Tanggapan Responden Skor
(x)
F X.F Persentase
1 Sering menolak 4 11 44 25,43%
2 Menolak 3 16 48 27,74%
3 Kadang menolak 2 23 46 26,58%
4 Tidak menolak 1 35 35 20,23%
Total 85 173 100%
Rata-rata Skor
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Dari data tabel 12 di atas menunjukkan tanggapan responden terhadap penolakan pemberian imbalan untuk memilih capres tertentu jelang pilpres dapat dilihat dari 85 respoden, 11 responden dengan 25,43 persen sering menolak,16 responden denga 27,74 persen menolak,23 responden dengan 26,58 persen kadag menolak,da 35 responde dengan 20,23 persen tidak menolak pemberian imbalan untuj memilih capres dan cawapres tertentu.
Dengan melihat nilai rata-rata skor 2,03 dapat disimpulkan bahwa perilaku pkl terhadap penolakan pemberian imbalan untuk memilih capres dan cawapres tertentu jelang pemilu kurang baik.
b).Perilaku pkl melaporkan pelanggaran pemilu ke panwaslu.
Tabel 13: Tanggapan responden terhadap pelaporan kecurangan ke panwaslu
No. Tanggapan Responden Skor (x)
F X.F Persentase
1 Sering melapor 4 0 0 o%
2 Melapor 3 7 21 18,75%
3 Kadang melapor 2 13 26 23,21%
4 Tidak melapor 1 65 65 58,03%
Total 85 112 100%
Rata-rata Skor
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Dari data tabel 13 di atas menunjukkan tanggapan responden terhadap pelaporan kecurangan ke panwaslu dapat dilihat dari 85 responden,65 responden dengan 58,03 persen tidak melapor,13 responden dengan 23,21 persen kadang melapor, 7 responden dengan 18,75 persen melapor sedangkan yang sering melapor tidak ada. Dengan melihat nilai rata-rata skor 1,31 dapat disimpulkan bahwa perilaku melaporkan kepelanggaran pemilu kurang baik.
Tabel 14: Rekapitulasi tanggapan responden terhadap perilaku penolakan pemberian imbalan jelang pilpres dan pelaporan pelanggaran pemilu ke panwaslu
No. Pernyataan Rata-rata
Skor
Rata-rata presentase 1 Perilaku penolakan pemberian imbalan
jelang pilpres
2,03 50,75%
2 Perilaku pelaporan pelanggaran pemilu ke panwaslu
1,31 32,75%
Total 1,67 41,75%
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Berdasarkan tabel 14 rekapitulasi tanggapan responden terhadap perilaku penolakan pemberian imbalan jelang pilpres dan pelaporan pelanggaran pemilu ke panwaslu sebeser 41,75 yang berarti perilaku penolakan pemberian imbalan untuk memilih capres dan cawapres tertentu jelang pemilu dan pelaporan pelanggaran pemilu ke panwaslu dinilai kurang baik
A. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Orientasi Politik PKL Dalam Pemilihan Presiden 2014
Dalam penelitian ini penulis berusaha mencari tahu fenomena apa yang terjadi pada pemilihan presiden 2014 dengan mencoba melihat dari sisi Orientasi Politik para PKL di Kecamatan Manggala dengan menjabarkan
aspek-aspek yang mempengaruhi Orientasi Politik PKL pada Pemilu Presiden 2014 yang lalu dalam menentukan pilihan politiknya.
1) Faktor sosiologis
a) Pkl mendukung capres yang berasal dari daerah yang sama
Tabel 15: Tanggapan responden terhadap dukungan capres cawapres yang berasal dari daerah yang sama
No. Tanggapan Responden Skor (x) F X.F Persentase (%)
1 Sangat mendukung 4 46 184 64,11%
2 Mendukung 3 28 84 29,26%
3 Kurang mendukung 2 8 16 8,55%
4 Tidak mendukung 1 3 3 1,04%
Total 85 287 100%
Rata-rata Skor
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Dari data tabel 15 di atas menunjukkan tanggapan responden terhadap dukungan terhadap capres cawapres yang berasal dari daerah yang sama dapat dilihat dari 85 responden,48 responden dengan 64,11 persen sangat mendukung capres cawapres dari daerah yang sama,28 responden dengan 29,26 persen mendukung capres cawapres dari daerah yang sama,8 responden dengan 8,55 persen kurang mendukung capres cawapres dari daerah yang sama,dan3 responden dengan 1,04 persen tidak mendukung capres cawapres yang berasal dari daerah yang sama, dapat disimpulkan bahwa dukungan terhadap capres cawapres yang bersal dari daerah yanga sama sangat baik.
b).Menurut pkl capres yang berasal dari daerah yang sama dapat memimpin dengan baik.
Tabel 16: Tanggapan responden terhadap capres yang berasal dari daerah yang sama dapat memimpin dengan baik
No. Tanggapan Responden Skor (x)
F X.F Persentase (%)
1 Sangat dapat memimpin 4 41 164 58,78%
2 Dapat memimpin 3 30 90 32,25%
3 Kurang dapat memimpin 2 11 22 7,88%
4 Tidak dapat memimpin 1 3 3 1,07%
Total 85 279 100%
Rata-rata Skor
Sumber: Diolah dari data primer,januari 2015
Dari data tabel 16 di atas menunjukkan tanggapan responden terhadap capres cawapres yang berasal dari daerah yang sama dapat memimpin dengan baik dapat dilihat dari 85 responden,41 responden dengan 58,78 persen menyatakan capres cawapres dari daerah yang sama sanagt dapat memimpin,30 responden dengan 32,25 persen menyatakan capres dan cawapres yang berasal dari daerah yang sama dapat memimpin,11 responden dengan 7,88 persen menyatakan capres dan cawapres dari daerah sendiri kurang dapat memimpin denagan baik dan 3 responden dengan 1,07 menyatakan capres cawapres dari daerah sendiri tidak dapat memimpin dengan baik, jadi dapat disimpulkan bahwa Tanggapan responden terhadap capres cawapres yang berasal dari daerah yang sama dapat memimpin dengan baik sangat baik.
Tabel 17: Rekapitulasi tanggapan responden dukungan terhadapa capres dari daerah yang sama dan capres dari daerah sendiri dapat memimpin
No. Pernyataan Rata-rata
Skor
Rata-rata presentase 1 Dukungan pkl terhadap capres dari
daerah yang sama
3,37 84,25%
2 Kemampuan capres dari daerah sendiri 3,27 81,75%
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Berdasarkan tabel 17 rekapitulasi tanggapan responden terhadap dukungan capres cawapres yang berasal dari daearah yang sama dan kemampuan memimpin capres dari daerah yang sama sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata persentase rekapitulasi yang menunjukkan 83.% . Dapat disimpulkan bahwa dukungan capres cawapres yang berasal dari daerah yang sama dan kemampuan memimpin capres cawapres yang berasal dari daerah yang sama sangat baik.
2. Faktor Psikologis
a).Komitmen capres mengsejahtrakan PKL
Tabel 18: Tanggapan responden terhadap komitmen capres mengsejahtrakan pkl
No. Tanggapan Responden Skor (x) F X.F Persentase (%)
1 Sangat komitmen 4 4 16 10,19%
2 Komitmen 3 14 42 26,75%
3 Kurang komitmen 2 32 64 40,76%
4 Tidak komitmen 1 35 35 22,29%
Total 85 157 100%
Rata-rata Skor
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Dari data tabel 18 di atas menunjukkan tanggapan responden terhadap komitmen capres mengsejahtrakan pkl dapat dilihat dari 85 responden, 35 responden dengan 22,29 persen menyatakan capres dan cawapres tidak komitmen mengsejahtarakan pkl, 32 responden dengan 40,76 persen menyatakn capres cawapres kurang komitmen mengsejahtrakan pkl, 14 responden dengan 26,75 persen menyatakan capres cawapres komitmen mengsejahtarakan pkl dan 4 responden denagan 10,19 persen menyatakan
capres caapres komitmen mengsejahtakan pkl. Dengan melihat nilai rata-rata skor yang 1,84 dapat disimpulkan bahwa komitmen capres cawapres mengsejahtrakan pkl kurang baik.
b). Janji-janji politik menjadi penentu pkl memilih capres dan cawapres tertentu
Tabel 19: Tanggapan responden terhadap janji-janji politik untuk menentukan memilih capres dan cawapres tertentu
No. Tanggapan Responden Skor (x) F X.F Persentase (%)
1 Sangat mementukan 4 14 56 29,16%
2 Mementukan 3 18 54 28,12%
3 Kurang menentukan 2 29 58 30,20%
4 Tidak menentukan 1 24 24 12,5%
Total 85 192 100%
Rata-rata Skor
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Dari data tabel 19 di atas menunjukkan tanggapan responden terhadap janji-janji politik untuk menentukan memilih capres dan cawapres tertentu dapat dilihat dari 85 responden, 29 responden dengan 30,20 persen menyatakan janji – janji politik capres cawapres kurang menentukan untuk memilih capres cawapres, 24 responden dengan 12,5 persen menyatakan janji-janji capres cawapres tidak mementukan untuk memilih capres cawapres, 18 responden dengan 28,12 persen menyatakan janji-janji capres cawapres menentukan untuk memilih capres cawapres tertentu,dan 14 responden dengan 29,16 persen menyatakan janji-janji capres cawapres sangat menentukan untuk memilih capres cawapres tertentu. Dengan melihat nilai rata-rata skor yang 2,25 dapat disimpulkan bahwa janji-janji politik untuk menentukan pilihan capres dan cawapres tertentu kurang baik.
Tabel 20: Rekapitulasi tanggapan responden terhadap komitmen capres mengsejahtrakan pkl dan janji-janji politik untuk menentukan memilih capres dan cawapres tertentu
No. Pernyataan Rata-rata
Skor
Rata-rata presentase 1 Komitmen capres cawapres
mengsejahtarakan pkl
1,84 46%
2 Janji-janji politik untuk menentukan memilih capres dan cawapres tertentu
2,25 56,25%
Total 2.04 51,12%
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Berdasarkan tabel 20 rekapitulasi tanggapan responden terhadap komitmen capres cawapres mengsejahtrakan pkl dan janji-janji politik untuk menentukan memilih capres dan cawapres tertentu dengan skor rata-rata 2,04 dan rata-rata presentase 51,12 persen . Dapat disimpulkan bahwa pkl sudah baik dalam menentukan pilihan.
3. Faktor Sosial Ekonomi (faktor pelengkap) a) Pemberian uang menjelang pemilu
Tabel 21: Tanggapan responden terhadap seringya pemberian uang untuk memilih capres cawapres tertentu menjelang pemilu
No. Tanggapan Responden Skor (x)
F X.F Persentase (%) 1 Sangat sering diberikan uang 4 7 28 15,46%
2 Sering diberikan uang 3 17 51 28,17%
3 Kurang sering diberikan uang 2 41 82 45,30%
4 Tidak diberikan uang 1 20 20 11,04%
Total 85 181 100%
Rata-rata Skor
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Dari data tabel 21 di atas menunjukkan tanggapan responden terhadap pemberian uang untuk memilih capres tertentu jelang pilpres dapat dilihat dari 85 responden, 41 responden dengan 45,30 persen mengaku kurang sering di
berikan uang untuk memilih capres cawares tertentu jelang pemilu, 20 responden dengan 11,04 persen mengaku tidak di berikan uanguntuk memilih capres cawapres tertentu jelang pemilu, 17 responden dengan 28,17 persen mengaku sering di berikan uang untuk memilih capres cawapres tertentu jelang pemilu dan 7 responden dengan 15,46 persen mengaku sangat sering diberikan uang untuk memilih capres cawapres tertentu jelang pemilu. Dengan melihat nilai rata-rata skor yang 2,12 dapat disimpulkan bahwa pemberian uang untuk memilih capres cawapres tertentu jelang pilpres kurang baik.
b) Pkl sering di berikan sembako untuk memilih capres dan cawapres tertentu jelang pilpres.
Tabel 22: Tanggapan responden terhadap sering diberikan sembako untuk memilih capres dan cawapres tertentu jelang pemilu No. Tanggapan Responden Skor
(x)
F X.F Persentase (%)
1 Sangat sering 4 9 36 23,52%
2 Sering 3 11 33 21,56%
3 Kurang sering 2 19 38 24,83%
4 Tidak sering 1 46 46 30,06%
Total 85 153 100%
Rata-rata Skor
Sumber: Diolah dari data primer, Januari 2015
Dari data tabel 22 di atas menunjukkan tanggapan responden terhadap sering diberikan sembako untuk memilih capres dan cawapres tertentu jelang pemilu dapat dilihat dari 85 responden, 46 responden dengan 30,06 persen mengaku tdk sering di berikan sembako untuk memilih capres cawapres tertentu jelang pemilu,19 responden dengan 24,83 persen mengaku kurang sering di berikan
dengan 21,56 persen mengaku sering di berikan sembako untuk memilih capres cawapres tertentu jelang pemilu, dan 9 responden dengan 23,52 persen mengaku sering diberikan sembako untuk memilih capres cawapres tertentu jelang pemilu. Dengan melihat nilai rata-rata skor yang 1,8 dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap sering diberikan sembako untuk memilih capres dan cawapres tertentu jelang pemilu kurang baik.
Tabel 23: Rekapitulasi Tanggapan responden terhadap pemberian uang untuk memilih capres tertentu menjelang pemilu dan Tanggapan responden terhadap sering dibrikan sembako untuk memilih capres dan cawapres tertentu jelang pemilu
No. Pernyataan Rata-rata
Skor
Rata-rata presentase 1 Pemberian uang untuk memilih capres
dan cawapres tertentu jelang pemilu
2,12 53%
2 Pemberian sembako untuk memilih capres dan cawapres tertentu jelang pemilu
1,8 45%
Total 1,96 49%
Sumber: Diolah dari data primer, januari 2015
Berdasarkan tabel 23 rekapitulasi tanggapan responden terhadap pemberian uang untuk memilh capres dan cawapres menjelang pemilu dan pemberian sembako untuk memilih capres dan cawapres tertentu jelang pemilu kurang baik. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata persentase rekapitulasi yang menunjukkan 49%.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Dari pembahasan sebelumnya maka ada beberapa yang dapat disimpulkan dari penelitian ini :
1. Kecenderungan PKL telah memiliki pandangan politik tersendiri yang resisten terhadap mobilisasi dan ini menandakan tidak akan udah lagi bagi siapapun yang ingin menjadikan mereka sebagai objek untuk mendapatkan keuntungan dengan jalan pintas. Aktivitas yang mereka lakukan tidak membuat mereka kehilangan rasionalitas terhadap peristiwa-peristiwa politik dan konspirasi politik yang dilakukan para elit politik. Ajakan dan bujukan pihak-pihak tertentu melalui berbagai cara dari cara halus dengan uang dan paksaan ternyata tidak memberikan efektifitas yang mengubah dalam sikap dan pandangan politik mereka.
Itupun dengan catatan bahwa mereka yang alami langsung atau melihatnya ternyata tidak terlalu besar jumlahnya. Semakin mereka dipaksa dan dimanipulasi semakin tidak berhasil pula tujuan mobilisasi dan manipulasi untuk menguntungkan calon/tokoh tertentu.
2. PKL telah memiliki kesadaran yang tinggi terhadap objek-objek politik dan melakukan apresiasi terhadap objek politik dalam hal ini partisipasi politik pada pemilu presiden yang lalu berdasarkan kesdaran dan pengetahuan politik mereka diperoleh melalui media massa dan informasi-
informasi lainnya. Orientasi politik PKL juga sangat dipengaruhi oleh sebuah kesadaran yang kuat yang tercermin dalam sikap mereka.
B. Saran
1. Pemilihan umum presiden yang berlangsung dalam rentang waktu lima tahun sekali, berdasarkan undang-undang pemilu presiden No. 7 tahun 2003 hendaknya menjadi sarana penyaluran aspirasi politik berdasarkan kesadaran langsung dari diri individu, bukan merupakan paksaan atau tekanan dari pihak-pihak tertentu.
2. Pemilu presiden sebagai saran untuk mewujudkan sebuah sistem politik yang demokratis tidak membutuhkan sebuah paternalistic sebagai ajang mobilisasi massa dan hal tersebut merupakan kondisi yang kurang kondusif bagi berkembangnya kehidupan politik yang menumbuhkan nilai-nilai demokrasi. Karena itu pula usaha secara bertahap dan konsisten dikedepankan misalnya melalui proses pendidikan politik agar nilai tersebut dapat digantikan dengan nilai demokrasi dengan demikian pada masa yang akan datang kehidupan politik yang demokratis mempunyai basis yang cukup tangguh untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat sehingga pemilu dapat benar-benar merupakan ajang kompetisi yang sehat diantara calon/tokoh untuk menawarkan program- program yang relevan dengan kepentingan dan aspirasi rakyat dan tidak merupakan mobilisasi politik penguasa untuk memperoleh dukungan politik.
3. Pers atau media massa harus mampu memberikan informasi kepada rakyat secara benar, karena dalam nuansa keterbukaan sekarang ini masyarakat memiliki kecenderungan yang besar untuk mencari informasi-informasi politik. Informasi yang benar dengan sendirinya akan memberikan reaksi yang benar dan progresif, tidak dalam nuansa destruktif dan penuh kebingungan.
DAFTAR PUSTAKA
Almond, Gabriel. A., dan Sidney Verba. 1985. Budaya Politik, Tingkah Laku Politik dan Demokrasi di Lima Negara. Bina Aksara. Jakarta.
Alfian. 1985. Kebudayaan dan Manusia Indonesia, LP3ES, Jakarta.
Apter, E. David. 1985. Pengantar Analisa Politik. Rajawali Press. Jakarta Arikunto, 2012. metode penelitian kualitatif kuantitatif dan R & D,alfabeta
cv,Bandung
Asfar, Muhammad. 1997. Jurnal Ilmu Politik, Beberapa pendekatan dalam Memahami perilaku Pemilih. PT. Gramedia. Jakarta
Budiardjo, Meriam. 1998. Partisipasi dan Partai Politik, PT Gramedia, Cet I dan II. Jakarta.
Chandrakirana dan Sadoko. 1995. Dinamika Ekonomi Pedagang Kaki Lima.
Jakarta: Universitas Indonesia.
Chilcote H. Ronald. 2003. Teori Perbandingan Politik, PT. Gramedia. Jakarta.
Dhakidae, Daniel. 2004. Pengantar Memetakan Jalan, Bukit, dan Ngarai Menuju Medan Pemilihan Umum 2004, dalam Buku Peta Politik Pemilihan Umum 1999-2004. Kompas. Jakarta.
Ginsberg, Beyamin. 1992. Fungsi Pemilihan Umum, PT Gramedia. Jakarta Hikam, AS. 1999. Menggugat pemilihan Umum Orde Baru. Yayasan Obor
Indonesi-PPW LIPI. Jakarta.
Huntington, Samuel. P., dan Joan Nelson. 1994. Partisipasi Politik di Negara Berkembang. PT. Rineka Cipta. Jakarta.
Huntington, Samuel. P. 1995. Gelombang Demokrasi Ketiga. Pustaka Utama Grafiti. Jakarta.
Madani, Muhlis, 2013.Pedoman Penulisan Proposal dan Skripsi.Fisipol Unismuh.Makassar.
Mochtar, Mas’oed., Colin Mac Andrew. 1986. Perbandingan Sistem Politik : Sosialisasi Kebudayaan dan Partisipasi Politik . Gadjah Mada university Press, Cet. I dan II. Yogyakarta.
Plano, C. Jack. 1994. Kamus analisa Politik. CV. Rajawali Press, Jakarta.
Przeworski, Adam. 1993. Sejumlah Masalah dalam Studi Transisi Demokrasi
; dalam O’Donnel, et.al., Transisi Menuju Demokrasi, Tinjauan Berbagai Perspektif. LP3ES. Jakarta.
Rush, Michael., dan Philip Althoff. 1986. Pengantar Sosiologi Politik.
Rajawali Press. Jakarta.
Sugiono, 2012. metode penelitian kualitatif kuantitatif dan R & D,alfabeta cv,Bandung
Stone F. William, Perilaku Politik, LSN, Yogyakarta, 1981.
Syafran, eka. 2004. Orientasi Politik Pemilih Pemula Pada pemilihan Umum legislatif 2004 di Kabupaten wajo (Skripsi). Fisip-Unhas. Makassar Tim Penyusun Kamus Bahasa Idonesia, 2001, Kamus Besar Bahasa
Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka.
Weiner, Myron. 1984. Partisipasi dan Perkembangan Politik. Gadjah Mada University Press. Jakarta.
http:pengertian.blogspot.com/2014/11/definisi-pedagang-kaki-lima.html http:bambumoeda.blogspot.com/2014/10/pengertian-pemilihan-umum-di-
indonesia.html
Data Monografi Kecamatan Manggala Undang-Undang Dasar 1945
Undang-Undang No. 7 Tahun 2003 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden
SURVEI
ORIENTASI POLITIK PEDAGANG KAKI LIMA TERHADAP PEMILIHAN PRESIDEN 2014 DI KECAMATAN MANGGALA
KOTA MAKASSAR 2014-2015
Makassar,9 Januari 2015 Dengan hormat,
Sehubung tugas akhir saya sebagai program Ilmu Pemerintahan Uiversitas Muhammadiah Makassar untuk mengadakan penelitian tentang “Orientasi Politik Pedagang Kaki Lima Terhadap Pemilihan Presiden 2014 DiKecamatan Manggala Kota Makassar” saya mohon bapak/ibu,saudara (i) berkenan mengisi kusioner terlampir sebagai bahan informasi penyusunan penelitian saya.Perlu saya tegaskan bahwa kuisioner ini semata mata digunakan untuk keperluan penyusunan skripsi.
Oleh karananya, jawabanan saudara (i) tidak berhubungan dengan politik atau apapun yang berada di luar jalur penelitian. Untuk itu ,harapan saya agar saudara (i) mengisi dengan sejujur jujurnya sehingga hasil penelitian saya bisa memberikan gambran tentang bagaimna oriebtasi politik pkl pada pemilihan presiden 2014 yang lalu,
Atas bantuan dan partisipasi yang bapak/ibu,saudara ,(i) berikan saya mengucapkan terima kasih yang setulus tulusnya.
Hormat saya,
WAHYU RAHARDI NIM: 1056 4013 26 11
Petunjuk pengisian :
1. Lengkapi identitas saudara (i) saudari sesuai dengan format yang.
2. Jawablah pertanyaan pada lembar kuisioner ini dengan memberi tanda silang (x) atau lingkari (o) pada salah satu jawaban yang sesuai dengan pilihan jawaban saudara (i).
3. Apabila saudara (i) pandang perlu,berikan komentar secara singkat terhadap setiap pertanyaan pada lembar terakhir.
I. IDENTITAS RESPONDEN
Nama :
Usia :
Jenis kelamin : 1. Laki- laki 2. Perempuan Pendidikan terakhir : 1. SD/MI
2. SMP/MTs 3. SMA/MA 4. S I
5. S II 6. S III
II. VARIABEL “Orietasi politik dan faktor-faktor yang mempengaruhi orientasi politik pkl”
1. Apakah anda mengetahui bahwal pilpres di tetapkan pada tanggal 9 Juli ?
a.sangat tahu c.kurang tahu
b. tahu d.tidak tahu
2. Apakah anda sudah mengenal capres yang akan di pilih ? a.sangat kenal c.kurang kenal
b.kenal d.tidak kenal
3. Apakah anda aktif menghadiri dialog tokoh capres ? a.sangat aktif c.kurang aktif
b.aktif d.tidak aktif
4. Apakah anda sering memasang poster capres selama masa kampanye ? a.sangat sering c.kadang- kadang
b.sering d.tidak pernah
5. Apakah anda sering menolak pemerian imbalan untuk memilih capres tertentu?
a.sering menolak c.kadang menolak b.menolak d.tidak menolak
6. Pernakah anda melaporkan pelanggaran pemilu peda panwaslu?
a.sering melapor c.kadang melapor b.melapor d.tidak melapor
7. Apakah anda mendukung capres yg berasal dari daerah anda ? a.sangat mendukung c.kurang mendukung
b.mendukung d.tidak mendukung
8. Apakah capres dari daerah anda dapat memimpin dengan baik ? a.sangat dapat memimpin c.kurang dapat memimpin b.dapat memimpin d.tidak dapat memimpin