Daftar Tabel
5.1. Kesimpulan
83 BAB V
PENUTUP
84
3. Alasan Petani Menjual Lahan: Penawaran Harga Menarik:
Pemerintah menawarkan harga yang menarik untuk lahan pertanian.
Tekanan Ekonomi: Petani terpaksa menjual lahan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Tanggungan Keluarga; Penjualan lahan digunakan untuk membiayai kebutuhan keluarga dan usaha.
Kebijakan Pemerintah: Kebijakan yang mendukung pembangunan bendungan mempengaruhi keputusan petani untuk menjual lahan.
4. Dampak Sebelum dan Sesudah pembangunan bendungan memberikan pengaruh yang besar untuk masyarakat: Sebelum:
Keberadaan bendungan ini dinilai sangat membantu dalam meningkatkan Lahan pertanian subur, Sering terjadi banjir yang merusak tanaman, dan Keterbatasan air minum. Sesudah: Pasokan air minum menjadi lebih stabil, Masyarakat mendapatkan ganti rugi dan lahan pertanian baru, Bendungan mengurangi risiko banjir, Hilangnya lahan pertanian subur, dan Pemindahan penduduk ke tempat tinggal baru. Secara keseluruhan, pembangunan Bendungan Napun Gete membawa manfaat seperti stabilitas air minum dan pengendalian banjir, namun juga mengakibatkan hilangnya lahan subur dan pemindahan penduduk.
85 5.2.Saran
Adapun saran -saran yang dapat diberikan oleh penulis melalui hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Pemerintah Desa, agar lebih memahami undang-undang dan peraturan pemerintah baik dari segi apapun khususnya tentang konversi lahan.
2. Bagi Masyarakat Desa Ilin Medo, khususnya yang berprofesi sebagai petani agar tidak asal melakukan atau menjual suatu lahan pertanian di konversikan menjadi kawasan non pertanian, dan agar memahami setiap resiko yang akan ditimbulkan pada setiap keputusan yang diambil. Melakukan sistem tumpang sari atau menanam lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan untuk mengoptimalkan hasil panen, seperti tanaman hortikultura.
3. Bagi Pengelola Bendungan, Pengelolaan bendungan melakukan pemeliharaan rutin, pengawasan real-time, serta pengelolaan air yang berkelanjutan untuk mencegah kerusakan dan mendukung kebutuhan masyaraka, dan membuat sistem irigasi yang terintegrasi agar pemanfaatan air lebih efisien dan berkelanjutan.
4. Bagi Pemerintah, Pemerintah dan seluruh pihak terkait diharapkan mampu untuk mengontrol laju konversi lahan dengan cara mencegah faktor-faktor terpilih yang dapat menyebabkan konversi lahan pertanian produktif di Desa Ilin Medo Kecamatan Waiblama.
86
DAFTAR PUSTAKA
Adlani Nabil. (2021). Jenis Pertanian Lahan Basah Sebagai Pemanfaatan Sumber Daya Alam.
Adolph, R. (2016). Rencana Strategi Perangkat Daerah Kabupaten Sikka, 1–23.
Aksa, F. I. (2019). Geografi dalam Perspektif Filsafat Ilmu. Majalah Geografi Indonesia, 33(1), 43.
Baba, M. A. (2017). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Retrieved from http://repository.iain-manado.ac.id/415/
BPSDM PUPR. (2002). Modul Pengaturan Dan Konsepsi Keamanan Bendungan.
Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Sumber Daya Air Dan Konstruksi BPSDM Kementerian PUPR, lim(2009), 1–25.
Creswell. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Metode Penelitian Kualitatif, 71–
92.
Dinigrum, Y. (2020). metode penelitian tentang subjek dan objek. Suparyanto Dan Rosad (2015, 5(3), 248–253.
F. Fairus. (2018). Metode penelitian.
Fadli, R., Noor, T. I., & Isyanto, A. Y. (2019). Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan Waduk Jatigede terhadap Masyaraakt Tani di Kabupaten Sumedang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 6(3), 552–563.
Fairas f. (2018). Metode Pengumpulan Data. Oxford Art Online, 31–38.
Fathoni, M. Z., Ismiyah, E., & Sudirdjo, P. (2020). Pelatihan Pembuatan dan Penggunaan Pupuk Pada Tanaman di SMA Muhammadiyah 3 Bungah Gresik.
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 127–133.
https://doi.org/10.30651/hm.v1i2.5870
Fauzi, R. (2019). Survey Produktivitas Lahan. Fakultas Pertanian UMP, 4–10.
Fuad, A. (2016). Produktivitas Lahan Sawah dalam Pemenuhan Kebutuhan Beras Penduduk di Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal. Prosiding Seminar Nasional Peran Geospatial dalam Membingkai NKRI.
Gitleman, L., & Kleberger, J. (2014). Pengaruh Penambahan Pupuk Urea Terhadap Karakteristik Pupuk Kompos Pelet. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents.
Halidi Risna. (2021). Ketahui Manfaat dan Kerugian Bendungan Bagi Lingkungan.
Retrieved January 16, 2024, from
https://www.suara.com/lifestyle/2021/02/15/135343/ketahui-manfaat-dan- kerugian-bendungan-bagi-lingkungan
87
Hendri Encik. (2017). geografi pembangunan. Retrieved January 12, 2024, from https://mangkutak.wordpress.com/2009/01/05/geografi-pembangunan/
Ihsan, G. T., Arisanty, D., & Normelani, E. (2016). Upaya Petani Meningkatkan Produksi padi di Desa Tabihi Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan. JPG (Jurnal Pendidikan Geografi), 3(2), 11–20.
Iswahyudi, I., Izzah, A., & Nisak, A. (2020). Studi Penggunaan Pupuk Bokashi (Kotoran Sapi) Terhadap Tanaman Padi, Jagung & Sorgum. Jurnal Pertanian Cemara, 17(1), 14–20. https://doi.org/10.24929/fp.v17i1.1040
Itera. (2018). Nilai pH Tanah. Teori Kesuburan Tanah, 1(1), 6–19.
Javed, A. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesuburan Tanah dan Keanekaragaman Hayati, 12(1), 21–33.
Karlina, Y. (2022). Studi Kasus Keberadaan Bendungan Karalloe di Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa (Dalam Tinjauan Enviromental Ethics ).
karya indra. (2021). supervisi proyek bendungan napun gete. Retrieved December 22, 2023, from https://news.republika.co.id/berita/qp72sl374/indra-karya- konsultan-supervisi-proyek-bendungan-napun-gete
Latue, P. C. (2023). Analisis Spasial Temporal Perubahan Tutupan Lahan di Pulau Ternate Provinsi Maluku Utara Citra Satelit Resolusi Tinggi. Buana Jurnal Geografi, Ekologi Dan Kebencanaan, 1(1), 31–38.
Noviyanti, E. C., & Sutrisno, I. (2019). Analisis dampak alih fungsi lahan pertanian terhadap pendapatan petani di kabupaten mimika, 1–14.
Nugroho, D. S. (2015). peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat republik indonesia Nomor 27/PRT/M/2015 tentang bendungan, 151, 10–17.
Nuzulia, A. (2020). Lahan Pertanian, 5–24.
Poetra RD. (2019). Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Gastronomía Ecuatoriana y Turismo Local., 1(69), 5–24.
Pratama, V. H. (2021). lahan pertanian, 1. Retrieved from http://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/5261
Presiden RI. (2020). Peraturan Pemerintah RI No.26 Tahun 2020 tentang Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan. Lembar Negara RI Tahun 2020 No. 137, (26), 1–7.
Prima Ryan. (2014). Lahan Pertanian Basah Dan Lahan Pertanian Kering, 14–34.
PUPR. (2017). Modul 2 Kebijakan Dalam Pengembangan Bendungan.
Purba, T. (2021). Tanah Dan Nutrisi Tanaman. Yayasan Kita Menulis (Vol. 1).
Rahmanelli. (2016). Kecerdasan Spasial dalam Pembangunan dan Perencanaan Pembangunan. Prosiding Seminar Nasional Geografi 2016, 53(9), 21–25.
88
Retrieved from http://www.elsevier.com/locate/scp Ramadhana. (2021). pemangunan bendungan, 5–23.
Riadi Muchlisin. (2018). pengertian, fungsi, manfaat dan jenis-jenis Bendungan.
Rusandi, & Muhammad Rusli. (2021). Merancang Penelitian Kualitatif Dasar/Deskriptif dan Studi Kasus. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 2(1), 48–60.
Santy Dian. (2021). Analisis Perubahan Hemodinamik. Skripsi STT Kedirgantaraan Yogyakarta, 34–50.
Saputra, S. E. (2019). Pemanfaatan Bendungan Sebagai Perencanaan Penyediaan Sumber Air Bersih, 1–66.
Sarastika, T., Yusuf Susena, & Dwi Kurniawan. (2023). Prediksi Konversi Lahan Pertanian Berbasis Artificial Neural Network-Cellular Automata (Ann-Ca) Di Kawasan Sleman Barat. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 10(2), 471–
482.
Sari, P. M., Surahman, M., & Budiman, C. (2018). Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Jagung Hibrida melalui Aplikasi Pupuk N, P, K dan Bakteri Probiotik.
Buletin Agrohorti, 6(3), 412–421.
Sasongko, W., Safari, I., & Sari, K. (2017). Konversi Lahan Pertanian Produktif Akibat Pertumbuhan Lahan Terbangun Di Kecamatan Kota Sumenep. Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 6(1), 15–26.
Sinong J F, Wulakada, H. P. (2021). Pemanfaatan Dan Konversi Sumber Daya Air Tanah Untuk Kebutuhan Lahan Pertanian Sawah Di Desa Nanga Labang Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur, 17, 45–54.
Soemarno. (2010). Metode valuasi ekonomi sumberdaya lahan pertanian, 10.
Suban Angin, I., & Sunimbar. (2021). Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Kota Kupang Nusa Tenggara Timur Tahun 2010-2018 (Studi Kasus di Kecamatan Kelapa Lima, Oebobo, dan Kota Lama). Jurnal Geoedusains, 2(1), 36–52.
Sudarta, C., Wulakada, H. H., & Sunimbar, S. (2022). Kontribusi Unsur-Unsur Geografi Dalam Pertanian Kemiri Di Desa Kerirea Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur. Jurnal Geografi, 18(1), 64–83.
https://doi.org/10.35508/jgeo.v18i1.7519
Susanto Adha. (2022). Dampak Pembangunan Bendungan Terhadap Lingkungan.
Retrieved January 15, 2024, from https://adhasusanto.com/dampak- pembangunan-bendungan/
Ummah, M. S. (2019). Penyusunan Dokumen Rencana Induk sistem Drainase Perkotaan Kabupaten Sikka. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14.
Viera Valencia, L. F., & Garcia Giraldo, D. (2019). Analisis Faktor-faktor yang
89
mempengaruhi konversi lahan pangan padi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit di kabupaten labuhanbatu. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. (Vol. 2).
Wanto, A. H. (2018). Strategi Pemerintah Kota Malang Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik Berbasis Konsep Smart City. JPSI (Journal of Public Sector Innovations), 2(1), 39. https://doi.org/10.26740/jpsi.v2n1.p39- 43
Widowati, L. R., Hartatik, W., Setyorini, D., & Yani Trisnawati. (2022). Pupuk Organik Dibuatnya Mudah, Hasil Tanam Melimpah. Pusat Perpustakaan Dan Penyebaran Teknologi Pertanian, 58.
Yusri, A. Z. dan D. (2020). metode penelitian dan rancangan penelitian. Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(2), 809–820.
90
LAMPIRAN
91 Lampiran 1 Instrumen Penelitian
“KONVERSI LAHAN PERTANIAN PRODUKTIF AKIBAT PEMBANGUNAN BENDUNGAN NAPUN GETE DI DESA ILIN MEDO KECAMATAN
WAIBLAMA KABUPATEN SIKKA”
PEDOMAN OBSERVASI
A. Tujuan Observasi
Karakteristik perubahan lahan tahun 2012 dan 2022 Desa Ilin Medo, mengetahui faktor penyebab konversi lahan, mengetahui faktor yang menyebabkan petani menjual lahan Bendungan Napun Gete di Desa Ilin Medo dan dampaknya.
B. Pelaksanaan Observasi