• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesimpulan

Dalam dokumen implementasi metode at-tanzil (Halaman 63-136)

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

telah disampaikan. Guru juga dapat memberi motivasi kepada siswa. Dan terakhir dapat berupa salam.

Dari pembahasan sebelumnya tentang pelasanaan pembelajaran, yang dimaksud peneliti adalah pelasanaan pembelajaran meliputi kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan metode at-tanzil di Pondok Pesantren putri Bustanul Ulum.

c) Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi merupakan penelitian dari keseluruhan program pendidikan mulai dari perencanaan suatu program substansi pendidikan termasuk kurikulum dan penilaian (asesmen),

42Suryo Subroto,Proses Belajar Mengajar di Sekolah,(Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002), 51-52.

pelaksanaan, pengadaan dan peningkatan kemampuan peserta didik secara keseluruhan.43

Dibawah ini beberapa jenis evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran Metode At-Tanzil;

a) Formatif, merupakan kegiatan untuk mengontrol sejauh mana peserta didik memahami materi yang telah diajarkan pada pokok bahasan tersebut. Jadi evaluasi formatif ini dimaksudkan untuk memantau kemajuan belajar peserta didik selama proses belajar berlangsung, untuk memberikan balikan (feed back) bagi penyempurnaan program pembelajaran serta untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang memerlukan perbaikan sehingga hasil belajar peserta didik dan proses pembelajaran guru menjadi lebih baik.

b) Evaluasi Sumatif, adalah evaluasi yang dilakukan pada akhir satu satuan waktu yang melebihi dari satu pokok bahasan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik dapat berpindah dari unit satu ke unit lainnya. Evaluasi ini sering digunakan pada akhir semester, bahkan setelah pembahasan suatu bidang studi.44

Jadi evaluasi sumatif merupakan penilaian yang dilakukan jika satuan pengalaman belajar atau seluruh materi

43Moh Sahlan,Evaluasi Pembelajaran Panduan Praktis Bagi Pendidik dan Calon Pendidik(Jember: Stain Jember Press,2013),8.

44I Putu Suardipa, Kadek Hengki Primayana, Peran Desain Evaluasi Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran,Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya. Volume 4, No. 2, September 2020. 90-91.

pelajaran dianggap telah selesai. Evaluasi sumatif biasanya dilakukan pada ujian akhir semester.

c) Evaluasi Diasnostik, berfungsi untuk mengetahui masalah- masalah apa yang dialami siswa ketika ia mengalami kesulitan dalam belajar, pendidik akan mengetahui kelemahan siswa dan faktor-faktor penyebab terjadinya hal tersebut, dengan demikian pendidik dapat membantu mengatasi kesulitan dan hambatan yang dialami oleh siswa ketika mengikuti kegiatan pembelajaran pada suatu bidang studi.45

2. Pembelajaran Al-Qur’an

a. Pembelajaran Al-Qur’an dengan Huruf Hijaiyah 1) Hijaiyah Tunggal

Tabel 2.2

Nama-nama Huruf Hijaiyah

No Huruf No Huruf No Huruf

1 ٰ )Alif( 11 ِ )za’( 21 ق )qaaf(

2 ب )Baa’( 12 س )siin( 22 ك )kaaf(

3 ت )Taa’( 13 ش )syiin( 23 ل )laam(

4 ث )Tsaa’( 14 ص )shaad( 24 م )miim(

5 ج )jim( 15 ض )dhaad( 25 َ )nuun(

6 ح )haa’( 16 ط )thaa’( 26 ْ )wawu(

7 خ )khaa’( 17 ظ )zha’( 27 ه )haa’(

45I Putu Suardipa, Kadek Hengki Primayana, Peran Desain Evaluasi Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran,Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya. Volume 4, No. 2, September 2020. 91.

8 ْ )dal( 18 ع )‘ain( 28 ء )hamzah(

9 ذ )dzal( 19 غ )ghain( 29 ي )yaa’(

10 َ )raa’( 20 ف )faa’(

Sumber : Faisol,Cara Mudah Belajar Ilmu Tajwid, 2010:2-3 2) Hijaiyah berangkai dua

Hijaiyah berangkai dua merupakan huruf hijaiyah yang terdiri dari dua huruf hijaiyah yang disambung.

Contoh :

تَتّ_تَتْ

3) Hijaiyah berangkai tiga

Hijaiyah berangkai tiga merupakan huruf hijaiyah yang terdiri dari tiga huruf hijaiyah yang disambung.

Contoh:

تَ تَقْ_تجتْتَ

اتقُقْ_ذيَقَتٰ

4) Makhorijul Huruf

Makhorijul huruf merupakan tempat keluarnya huruf ketika melafalkan huruf-huruf Al-Qur’an. Makhroj dalam artian secara bahasa adalah tempat keluar. Sedangkan dalam artian secara istilah adalah tempat keluarnya huruf, yang mana huruf ini adalah huruf hijaiyah dan mengetahui tempat keluar dari huruf-

huruf hijaiyah ini sangatlah penting karena merupakan hal dasar dalam pelafalannya dengan baik dan benar.46

Makhorijul huruf atau tempat keluarnya huruf itu berbeda sesuai jenis hurufnya. Seorang pembaca Al-Qur’an yang tidak paham betul dengan pelafalan makhorijul huruf yang baik tidak akan tahu bagaimana membedakan pengucapan serat keluarnya bunyi huruf dengan tepat tanpa bimbingan dengan ahli. 47Maka dari itu penting untuk mempelajari makhorijul huruf guna mengetahui perbedaan antara pengucapan satu huruf dengan huruf lainnya untuk menghindari dari kesalahan saat mengucapkan huruf-huruf tersebut yang mana dapat berpengaruh terhadap makna dari bacaan yang dibaca.

Dari pengertian mengenai makhorijul huruf di atas, maka dapat dipahami bahwa makhroj merupakan tempat keluarnya huruf-huruf yang sudah ditentukan. Yakni huruf hijaiyah, dimana ketika Al-Qur’an dibaca makhroj harus benar-benar diketahui dan dipahami perbedaannya guna menghasilkan bacaan Al-Qur’an yang baik dan benar.

46Nur Khozin and Abd. Majid Abror, “Pendampingan Pendalaman Makharij Al-Huruf bagi Santri Pondok Pesantren Hidayatul Mustaqim Bulusari Tarokan Kediri, “JPMD:Jurnal

Pengabdian kepada Masyarakat Desa1, no.1 (2020):179-89.

47Fitriyah Mahdali, “Analisis Kemampuan Membaca Al-Qur’an Dalam Perspektif Sosiologi Pengetahuan,” Mashdar:Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hadis2, no.2 (August 28, 2020): 143-68.

b. Pembelajaran Al-Qur’an dengan Ilmu Tajwid

Khusus dalam membaca Al-Qur’an harus dibarengi dengan kemampuan mengetahui ilmu tajwid dan mengaplikasikannya dalam membaca Al-Qur’an. Cara mudah belajar Al-Qur’an secara garis besar seseorang harus menguasai 5 hal berikut:

1) Menguasai huruf hijaiyah yang berjumlah 28 huruf beserta makhorijul hurufnya, hal ini dikarenakan untuk bisa membaca Al-Qur’an 90% ditentukan oleh penguasan huruf hijaiyah dan selebihnya 10% lagi sisanya tanda baca, hukum dan lain-lain.

Namun saat ini metode menghafal huruf hijaiyah 28 huruf dapat dilakukan lebih cepat seperti menggunakan metode titian kata, tanda bentuk, dan sebagainya.

2) Menguasai tanda baca (a, I, u atau disebut fathah, kasrah, dhammah), tanda baca ini di dalam huruf hijaiyah ternyata sama dengan cara kita mengeja huruf latin dengan istilah huruf vocal (huruf hidup). Hanya perbedaannya di dalam huruf arab mengenal vocal A, O, I, sedangkan huruf latin E. Jika di huruf latin huruf B dengan U menjadi BU, maka sama juga dengan huruf Arab Ba’ sama dengan huruf B jika bertemu tanda baca U (dhummah) maka dibaca BU.

3) Menguasai isyarat baca seperti panjang, pendek, dobel (tasydid), dan seterusnya. Isyarat baca panjang dan pendek Al-Qur’an sama juga seperti kita mengenal ketukan di dalam tanda lagu.

Karena Al-Qur’an juga mengandung unsur irama lagu yang indah.

4) Menguasai hukum-hukum tajwid seperti bacaan dengung, samar, jelas dan sebagainya. Begitu pula tidak ada kesulitaan dalam belajar tajwid karena sudah di temukan formulasinya seperti cukup menghafal tanda dan cara bacanya. Bahkan kalau tidak ingin repot, ada Al-Qur’an yang sudah tersusun tajwid menggunakan warna-warni bagi mereka yang belum bisa.

5) Latihan yang istiqomah dengan seorang guru yang ahli dalam membaca Al-Qur’an, setiap Qori (Pembaca Al-Qur’an) harus membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah Tajwid, selain itu di dalam Al-Qur’an terdapat 2 irama yaitu murattal (membaca perlahan tanpa menggunakan irama) dan tilawah yaitu (membaca dengan menggunakan irama tertentu.48

c. Pembelajaran Al-Qur’an dengan Gharib atau Musykilat

Gharaaib al-qiraa’aat yang terdapat dala al-Qur’an al- Kariim menurut Imam Hafs Riwayat ‘Aashim, dan beberapa bacaan yang harus kita ketahui untuk seorang qori’ yaitu, diantaranya:

1) Saktah

Saktah menurut bahasa artinya mencegah, dan menurut istilah artinya berhenti antara dua kata atau pertengahan kata

48Najib Khalid Al-Amir,Mendidik Cara Nabi SAW, (Bandung:Pustaka Hidayah,2002), 166.

tanpa bernafas dengan niat melanjutkan bacaan. Menurut Imam Hafs, saktah di dalam Al-Qur’an ada empat yaitu:

a. Terdapat dalam surat Al-Kahfi antara ayat 1-2 b. Terdapat dalam surat Yaasiin ayat 52

c. Terdapat dalam surat Al-Qiyaamah ayat 27 d. Terdapat dalam surat Al-Muthaffifin ayat 1449 2) Tashil

Tashil yaitu menyembunyikan suara hamzah yang kedua, karena bertemunya tiga huruf yang hampir sama makhrojnya.

Seperti yang tertera dalam surat Fussilat ayat 44.

3) Ibdal

Ibdal yaitu mengganti. Maksudnya mengganti pada penulisannya tidak sama dengan cara membacanya.

a. Mengganti hamzah yang sukun (mati) dengan yaa’, ketika ibtida’ (memulai). Seperti pada surat Yunus ayat 15,79 dan al-Ahqof ayat 4.

b. Mengganti shad dengan sin. Seperti pada surat al-Baqarah ayat 245.

4) Imalah

Imalah artinya miring, Imalah menurut Syeikh Jalaluddin ass-Suyuti Imalah adalah memiringkan bunyi huruf dari fathah kepadakasrohdan memiringkanalifkepadayaa’.

49Faisol,Cara Belajar Ilmu Tajwid, 144-145.

Menurut pendapat Hafash dan Ibnu Katsir dalam Al-Qur’an hanya ada pada satu tempat saja, yaitu pada surat Hud ayat 41:

اّهِيرجْمَ dibaca maajrehaa, tetapi menurut pembacaan Warasy adalah tiap-tiap kalimat atau suku kata yang memakai hurufalif maqsuroh seperti, ىحس ىحضلاو dan lain-lain, kecuali untuk nama-nama orang seperti ىيحي, ىسع, ىسوَ tidaklah boleh dibaca dengan imalah.50

5) Isymaam

Isymam artinya monyong(mencucung ketika melafalkan).

Menurut Syafruddin mengutip pada kitab al-Itqan Isyamaam artinya memiringkan bacaan harokat fathah ke harokat dhommah dengan kadar tiga perempat. Bacaan Isyaam dalam mushaf Al-Qur’an terdapat pada kalimah (kata): ّنّمَ جّْمَما yaitu dalam surat Yusuf ayat 11. Cara membaca ّمَ disuarakan antara fathah dan dhommah sambil kedua bibir dimoncongkan ke depan.

6) ikhtilaas

ikhtilaas artinya menyambar. Cara membacanya yaitu dipercepat seakan-akan antara dua huruf itu bersambung, seperti terdapat dalam surat an-Nuur ayat 52: هِجْنّضيمو .

7) Naqal

50Faisol,Cara Belajar Ilmu Tajwid, 146-148.

Naqal artinya memindahkan. Yang dimaksud adalah memindahkan harokat dari huruf yang satu kepada huruf yang lain, baik dalam satu kalimah maupun dalam lain kalimah.

Menurut Imam Hafash pembacaan naqal ada pada surat al- Hujurat ayat 11 yang berbunyi: ۚ  تَ اتيم تياٰ تَيْتَّ ققيَقَقُيْٰ قِيْ تاٰ تَيْتّ    

Pada kalimah (kata) yang bergaris bawah harokatnya hamzah washol dipindahkan kepada huruf lam, sehingga kalimah tersebut berbunyi: مَجْهِمُجسهل.51

Dari pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa membaca al-Qur’an dengan gharib atau musykilat diberikan pada jilid ke-berapa pada buku metode at-tanzil.

51Faisol,Cara Belajar Ilmu Tajwid, 149.

61

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati. Pendekatan kualitatif diharapkan mampu menghasilkan uraian yang mendalam tentang ucapan, tulisan, dan atau perilaku yang dapat diamati dari suatu individu, kelompok, masyarakat, dan atau organisasi tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif, dan holistik.52

Jenis penelitian yang di gunakan peneliti adalah studi kasus. Jenis penelitian studi kasus adalah suatu proses pengumpulan data dan informasi secara mendalam, mendetail, intensif, holistik dan sintematis tentang orang, kejadian, social setting (latar social), atau kelompok dengan menggunakan berbagai metode dan teknik serta banyak sumber informasi untuk memahami secara efektif bagaimana orang, kejadian latar alami, itu beroperasi atau berfungsi sesuai dengan konteksnya.53

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif untuk menghasilkan data deskriptif, sesuai dengan tujuan penelitian yang

52Basuki,Pengantar Metode Penelitian Kuantitatif, (Bandung: CV Media Saian Indonesia, 2021), 6.

53Muri Yusuf,Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan(Jakarta:

Prenadamedia Group, 2014), 339.

sudah di cantumkan. Maka penelitian yang dilakukan ini berusaha untuk mendeskripsikan tentang “Implementasi Metode At-Tanzil Dalam Pembelajaran Al-Qur’an di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022”.

B. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian adalah lokasi yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk melakukan penelitian. Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian di lokasi Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading Dusun Krajan Desa Lamgkap RT/RW 03/03. Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Lembaga non formal tersebut menerapkan metode at-tanzil.

Memilih tempat tersebut karena merupakan pondok pesantren terbesar di Kecamatan Bangsalsari, dan merupakan koordinator cabang Jember Yayasan al-Khairot at-tanzil. Selain itu memiliki sekolah formal di bawah naungan yayasan Bustanul Ulum dari tingkat RA sampai MA.54

C. Subyek Penelitian

Dalam penelitian Kualitatif, subyek penelitian adalah orang dalam pada latar penelitian yang menjadi sumber informasi. Subjek penelitian juga dimaknai sebagai orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian, yang mana nantinya dapat membantu peneliti dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penelitian.55

54Khoriddatu’ Thoyyibah, diwawancara oleh penulis, Jember, 30 Maret 2022.

55Rahmawadi,Pengantar Metodologi Penelitian(Banjarmasin: Antasari Press, 2011), 62.

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian. Karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.

56Sugiono,Metode Penelitian Kuantitatifm Kualitatif, Dan R&D(Bandung: Alfabeta CV, 2016), 216.

Macam-macam teknik pengumpulan data secara umum terdapat empat macam teknik yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan gabungan atau triangulasi.57

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

a. Wawancara

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam.58

Penelitian ini menggunakan wawancara tidak terstruktur atau wawancara bebas, sebelum diadakan wawancara terlebih dahulu menetapkan masalah dan pertanyaan yang diajukan, kemudian peneliti menggunakan pertanyaan tersebut.

Adapun data yang diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara ialah:

1) Perencanaan Pengajaran Metode At-Tanzil di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022

2) Pelaksanaan pengajaran metode At-Tanzil di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022

57Sugiono,Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D,224-225.

58Sugiono,Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D,231.

3) Evaluasi pengajaran metode At-Tanzil di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022

b. Observasi

Pengamatan atau observasi berarti melihat dengan penuh perhatian.

Dalam konteks penelitian, observasi diartikan sebagai cara-cara mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati tingkah laku individu atau kelompok yang diteliti secara langsung.59

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan observasi jenis terus terang atau tersamar, peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwasanya sedang melakukan penelitian, tetapi dalam suatu saat peneliti juga tidak terus terang atau tersamar dalam observasi, untuk mengamati tingkah laku yang di teliti secara langsung.

c. Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan atau karva seseorang tentang suatu yang sudah berlalu. Dokumen tentang orang atau sekelompok orang, peristiwa, atau kejadadian dalam situasi sosial yang sesuai dan terkait dengan fokus penelitian adalah informasi yang sangat berguna dalam penelitian kualitatif. Dokumen itu dapat berupa bentuk teks tertulis, artefacs, gambar, maupun foto. Dokumen tertulis dapat pula berupa

59Rahmawadi,Pengantar Metodelogi Penelitian(Banjarmasin:Antasari Press, 2011),80.

sejarah kehidupan (life histories), biografi, karya tulis, dan ceita.

Disamping itu ada pula material budaya, atau hasil karya seni yang merupakan sumber informasi dalam penelitian kualitatif.60

Adapun data dokumen yang di peroleh dalam penelitian ini adalah:

1) Struktur organisasi pondok pesantren bustanul ulum bulugading 2) Visi dan misi pondok pesantren bustanul ulum bulugading 3) Sejarah pondok pesantren bustanul ulum bulugading 4) Daftar nama ustadzah at-tanzil

5) Daftar santri at-tanzil jilid I-IV

6) Foto-foto kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan penelitian.

7) Dokumen yang relevan seperti: Buku metode praktis mengajar At-Tanzil jilid I-VI, Buku tajwid, Ghorib musykilat, Nasyid- nasyid At-Tanzil, dan do’a-do’a.

E. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.

Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan

60Muri Yusuf,Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan (Jakarta:Prenadamedia Group, 2014), 391.

data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu.61

Menurut Miles Huberman dan Saldana, di dalam analisis data kualitatif terdapat 3 alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, aktivitas dalam analisis data yaitu data condensation, data display, dan conclusion drawing/verification.62

a. Kondensasi Data

Data condensation refers to the process of selecting, simplifying, abstracting, and/or transforming the data that apper in the full corpus (body) of written-up field notes, interview transcripts, documents, and other empirical materials.63

Kondensasi data mengcu pada proses memilih, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstrakkan atau mengubah data yang mirip dengan catatan lapangan tertulis, transkip wawancara, dokumen dan bahan empiris lainnya.

Berdasarkan data yang peneliti peroleh, peneliti mencari data, tema dan pola mana yang dianggap penting, sedangkan data yang dianggap tidak penting dibuang oleh peneliti. Pada penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi

61Sugiono,Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D(Bandung: Alfabeta CV,2016), 124-125.

62Mathew B. Miles, A. Michael Huberman, Dan Johnny Saldana,QualitativeData Analysis, A Methods Sourcebook Edition 3, Tjetjep Rohindi (Jakarta: UI Press, 2014), 31.

63Mathew B. Miles, A. Michael Huberman, Dan Johnny Saldana,QualitativeData Analysis, A Methods Sourcebook Edition 3, (American: SAGE:2014), 31.

langsung kepada koordinator LPIQ putri, para ustadzah at-tanzil, dan santri putri mengenai proses pembelajaran at-tanzil.

b. Display Data

Mendisplay data akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi melalui penyajian data, maka data terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga semakin mudah dipahami. Penyajian data dilakukan dalam bentuk teks yang bersifat naratif. Mendisplay data memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan apa yang telah dipahami.

Peneliti melakukan penyajian data tentang implementasi metode at-tanzil dalam pembelajaran Al-Qur’an di pondok pesantren putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember tahun 2022.

Dalam bentuk uraian kalimat yang tersusun dalam sebuah paragraf.

c. Penarikan Kesimpulan (Verifikasi)

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada, temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih belum jelas menjadi jelas dan akurat dapat berupa hubungan kausal atau interaktif hipotesis atau teori.64

Peneliti melakukan penarikan kesimpulan berdasarkan penemuan dan data-data tentang implementasi metode at-tanzil dalam pembelajaran Al-Qur’an di pondok pesantren putri bustanul ulum

64A.Sukmawati, H.M. Basri, Muhammad Akhir,” Pembentukan Karakter Berbasis Keteladan Guru Dan Pembiasaan Murid SIT Al Biruni Jipang Kota Makassar”.Education And Human Development Journal5, No. 1 (2020): 95.

bulugading langkap bangsalsari jember tahun 2022. Dari berbagai informan yang menjadi subyek penelitian melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang telah dikumpulkan selama proses penelitian.

F. Keabsahan Data

Keabsahan data merupakan standar kebenaran suatu data hasil penelitian yang lebih menekankan pada data atau informan dari pada sikap dan jumlah orang. Pada dasarnya uji keabsahan data dalam sebuah penelitian, hanya ditekankan pada uji validitas dan reliabilitas, dalam penelitian kualitatif yang diuji adalah datanya. Dalam penelitian kualitatif, temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti.65

Dalam penelitian ini, pengujian keabsahan data menggunakan teknik trungulasi. Tringulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu, dengan demikian terdapat tringulasi teknik pengumpulan data dan waktu.66

Tringulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tringulasi sumber dan Tringulasi teknik.

65Muh. Fitrah Dan Luhfiyah,Metode Penelitian, (Sukabumi: Cv Jejak, 2017), 93.

66Sugiono,Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D(Bandung: Alfabeta CV, 2016), 273.

Bagian ini menguraikan rencana pelaksanaan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, dan sampai pada tahap penulisan laporan.

Peneliti menyusun tahapan penelitian sebagai berikut:

1. Tahap Pra Lapangan

Tahap pra lapangan yaitu tahap yang dilakukan sebelum penelitian dilaksanakan. Kegiatan dalam tahap pra lapangan meliputi:

67Sugiono,Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, 274.

68Sugiono,Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, 274.

a. Menyusun Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian ini meliputi latar belakang masalah dan alasan pelaksanaan penelitian, pemilihan lokasi, penetuan jadwal penelitian, rancangan pengumpulan data, rancangan prosedur analisis data, dan rancangan pengecekan keabasahan data.

b. Studi Eksplorasi

Studi eksplorasi merupakan kunjungan ke lokasi penelitian sebelum penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenal segala unsur lingkungan sosial, fisik dan keadaan alam lokasi penelitian.

c. Perizinan

Sebelum melakukan penelitian, peneliti memerlukan izin dengan prosedur sebagai berikut, yaitu meminta surat permohonan penelitian kepada pihak Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Kian Haji Achmad Siddiq Jember melalui website smart layanan akademik (SALAMI) sebagai permohonan izin melakukan penelitian di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember.

d. Penyusunan Instrumen Penelitian

Kegiatan dalam penyusunan instrumen penelitian meliputi penyusunan daftar pertanyaan untuk wawancara, membuat lembar observasi, dan pencatatan dokumen yang diperlukan.

Dalam dokumen implementasi metode at-tanzil (Halaman 63-136)

Dokumen terkait