TAHUN 2022
SKRIPSI
Oleh : Imroatus Sholihah
NIM: T20181251
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
DESEMBER 2022
II
TAHUN 2022
SKRIPSI
Telah diuji dan diterima untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa Program Studi Pendidikan Agama Islam
Oleh : Imroatus Sholihah
NIM: T20181251
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
DESEMBER 2022
III
TAHUN 2022
SKRIPSI
Telah diuji dan diterima untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa Program Studi Pendidikan Agama Islam
Oleh : Imroatus Sholihah
NIM: T20181251
Disetujui Pembimbing
Dr. H. Rusydi Baya’gub, M. Pd. I NIP.1972093020071011002
IV
SKRIPSI
telah diuji dan diterima untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa Program Studi Pendidikan Agama Islam
Hari : Selasa
Tanggal : 20 Desember 2022 Tim Penguji
Ketua Sekretaris
Dr. Hj. Fathiyaturrahmah, M. Ag Akhmad Munir, M. Pd.I NIP. 197508082003122003 NUP. 20160377
Anggota :
1. Dr. Akhsin Ridho, M.Pd.I ( )
2. Dr. H. Rusydi Baya’gub, S.Ag, M.Pd.I ( )
Menyetujui
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M. Pd. I NIP.19640511 1999 03 2001
V
Artinya:
“ Atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (sesuai ilmu tajwid) “(Q.S Al-Muzammil 73: Ayat 4)
Kementrian Agama,Al-Qur’an dan Terjemah, (Jakarta:Lajnah Pentashihan Mushaf Al- Qur’an,2019),73.
VI
rangka menyelesaikan tugas akhir ini. Kupersembahkan skripsi ini yang telah ku kerjakan dengan penuh kesungguhan untuk orang-orang tercinta:
Pertama skripsi ini saya persembahkan untuk diri sendiri yang telah berjuang dan bertahan hingga saat ini dapat menyelesaikan perkuliahan.
Kedua, untuk kedua orang tua Ayah Saiful Bahri dan Ibu Siti Rohimah yang mencintaiku dengan setulus hati dan senantiasa memberikan do’a-do’a terbaiknya. Terimakasih telah membesarkanku dan menyayangiku dengan penuh ikhlas. Semoga Allah SWT mengabulkan segala do’a dan pintamu.
Ketiga, untuk Almarhum kakak Deni Wahyudi terimakasih sudah menjadi kakak paling baik, menjadi motivasiku, semoga adek bisa bahagiain orang tua, kakak tenang disana, semoga nanti bisa dipertemukan oleh Allah SWT.
Ke empat, untuk adekku Izza Afkarina yang selalu memberikan semangat serta dukungan setiap waktu.
VII
Segenap puji syukur sampaikan kepada Allah SWT karena atas rahmat dan karunianya, perencanaan, pelaksanaan, dan penyelesaian skripsi sebagai salah satu syarat menyelesaikan program sarjana, dapat terselesaikan dengan lancar.
Kesuksesan ini dapat penulis peroleh karena dukungan banyak pihak. Oleh karena itu, penulis menyadari dan menyampaikan terima kasih yang sedalam- dalamnya kepada:
1. Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., MM selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah menerima penulis sebagai mahasiswa UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
2. Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan kesempatan penulis untuk menuntut ilmu di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.
3. Dr. Rif’an Humaidi, M. Pd.I selaku Ketua Jurusan Pendidikan Islam dan bahasa UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah membantu kelancaran dalam skripsi ini.
4. Dr. Hj. Fathiyaturrahmah, M.Ag selaku Ko. Program Studi UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah menyetujui permohonan penyusunan skripsi.
5. Dr. H. Rusydi Baya’gub, M. Pd. I selaku dosen pembimbing skripsi UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah meluangkan banyak waktu untuk memberikan bimbingan, petunjuk, pengarahan serta motivasi yang begitu maksimal kepada peneliti dalam proses mengerjakan skripsi ini dengan sebaik-baiknya.
6. Kepada Segenap Bapak dan Ibu Dosen UIN KHAS Jember yang telah memberikan ilmu, semoga ilmu yang diberikan mendapat keberkahan.
VIII
Pesantren Bustanul Ulum Bulugading Tahun 2022, yang telah membantu peneliti dalam mengerjakan skripsi.
9. Kepada keluarga saya Bapak Saiful Bahri, Ibu Siti Rohimah, Alm. Deni Wahyudi, Izza Afkarina serta keluarga yang turut memberikan semangat, motivasi, serta dukungannya.
10. Last but not least, I wanna thank me, I wanna thank me for believing in me, I wanna thank me for doing all this hard work, I wanna thank me for having no days off, I wanna thank me for never quitting, for just being me at all times.
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih terdapat kekurangan dan perlu mendapatkan masukan. Oleh karena itu, saran dan masukan yang membangun sangat diharapkan guna memperbaiki skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi bidang pendidikan, pembaca, dan penulis sendiri. Dan semoga segala bantuan yang diberikan kepada penulis tercatat sebagai amal sholeh yang diterima oleh Allah SWT.
Jember, 22 November 2022
Imroatus Sholihah
IX
Kata Kunci:Metode At-Tanzil, Pembelajaran Al-Qur’an,Pondok Pesantren.
Metode At-Tanzil merupakan salah satu metode praktis membaca Al- Qur’an. Nama pencetusnya ialah ustadz A. Suruto Suruji dari Bata-bata, Pamekasan, Madura. Adapun nama At-Tanzil adalah identik dengan peluncuran perdananya yaitu pada malam peringatan “Nuzulul Qur’an” (17 Ramadhan 1422 H). Penyusunan jilid I-IV disahkan pada tanggal 17 Ramadhan 1422 H.
Selanjutnya jilid V-VI disahkan pada tanggal 18 Ramadhan 1422 H.
Untuk fokus dalam penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana perencanaan metode at-tanzil dalam pembelajaran al-Qur’an di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022, 2) Bagaimana pelaksanaan metode at-tanzil dalam pembelajaran al-Qur’an di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022, 3) Bagaimana evaluasi metode at-tanzil dalam pembelajaran al- Qur’an di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan perencanaan metode at-tanzil dalam pembelajaran al-Qur’an di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022, 2) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan metode at-tanzil dalam pembelajaran al-Qur’an di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022, 3) Untuk mendeskripsikan evaluasi metode at-tanzil dalam pembelajaran al-Qur’an di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kondensasi data, data display, penarikan kesimpulan. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan tringulasi sumber dan tringulasi teknik.
Hasil penelitian ini yaitu:1) perencanaan pembelajaran metode at-tanzil yang meliputi kompetensi ustadzah untuk mengajar metode at-tanzil dengan mengikuti pelatihan wajib dan tidak wajib. Bahan ajar yang digunakan yaitu dengan buku metode mengajar praktis, buku at-tanzil jilid I-VI, buku tajwid praktis, buku do’a. 2) Pelaksanaan pembelajaran metode at-tanzil yang meliputi kegiatan pembuka yaitu dengan muqaddimah, pre-test, kegiatan inti yaitu dengan penyampaian materi, dan membaca satu persatu perolehan halaman dari buku at- tanzil, membaca do’a-do’a, surat-surat, atau nasyid Kegiatan penutup yaitu dengan tanya jawab dan pengucapan salam. 3) Evaluasi formatif untuk santri yang lambaan, evaluasi sumatif yaitu kenaikan jilid, evaluasi diagnostik yaitu dengan menjajaki kemampuan santri sebelum penyampaian materi.
X
Persetujuan Pembimbing ...iii
Pengesahan Tim Penguji...iv
Motto ...v
Persembahan ...vi
Kata Pengantar ...vii
Abstrak ...ix
Daftar Isi ...x
Daftar Tabel ... xii
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. Konteks Penelitian ...1
B. Fokus Penelitian ...9
C. Tujuan Penelitian ...9
D. Manfaat Penelitian ...10
E. Definisi Istilah ...11
F. Sistematika Pembahasan ...13
BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ...15
A. Penelitian Terdahulu ...15
B. Kajian Teori ...26
XI
C. Subyek Penelitian ...62
D. Teknik Pengumpulan Data ...63
E. Analisis Data ...66
F. Keabsahan Data ...69
G. Tahap-tahap Penelitian ...70
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS ...73
A. Gambar Objek Penelitian ...73
B. Penyajian Data dan Analisis ...88
C. Pembahasan Temuan ...117
BAB V PENUTUP ...123
A. Kesimpulan ...123
B. Saran-saran ...124
DAFTAR PUSTAKA ...126 LAMPIRAN-LAMPIRAN
XII
2.2 Nama-nama Huruf Hijaiyah ...53
4.1 Data Ustadzah dan Santri Putri ...84
4.2 Daftar Santri At-Tanzil ...86
4.3 Data Perolehan Jilid Santri Putri ...87
1
A. Konteks Penelitian
Al-Qur’an adalah firman Allah berupa wahyu yang disampaikan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya terkandung ajaran pokok yang dapat dikembangkan untuk keperluan seluruh aspek kehidupan melalui ijtihad.1 Mempelajari Al-Qur’an berarti mempelajari huruf- huruf nya. Tentunya tingkatan ini adalah tingkatan yang paling awal dan sangat menentukan keberhasilan dalam mempelajari Al-Qur’an tersebut pada tingkat selanjutnya.2
Dalam mempelajari A-Qur’an diantaranya ada tahap membaca, menghafal, dan mengamalkannya. Dalam mempelajari Al-Qur’an terdapat beberapa metode yang digunakan, diantaranya : Qiro’ati, Yanbu’a, Ummi, Tartili, dan lain sebagainya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode At-Tanzil dalam mempelajari Al-Qur’an, yang mana metode At- Tanzil ini diterapkan di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember.
Lembaga Pendidikan Ilmu Al-Qur’an atau disingkat dengan LPIQ merupakan salah satu lembaga dibawah naungan Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading. Lembaga ini merupakan wadah bagi para
1Zakiah Daradjat, dkk.,Ilmu Pendidikan Islam,(Jakarta:Bumi Angkasa,2017),19.
2Ida Farida,”Pembelajaran Al-Qur’an dan Implementasi Terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa SMP Islam Bait Al-Rahman Tangerang,”(Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah : 2010), 1.
santri untuk mempelajari cara membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik dan benar. Lembaga ini berpusat di kantor sekretariat LPIQ Jl. PP.
Bulugading No. 125, Krajan RT/RW 003/007 Langkap Bangsalsari Jember.
Sebelum menggunakan nama Lembaga Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (LPIQ), lembaga ini bernama At-Tanzil yang diambil dari metode yang digunakan. Metode At-Tanzil sendiri dikarang oleh Ust. Suroto Suruji dan berasal dari PP. Mambaul Ulum Bata-bata. Metode ini pertama kali hadir di jember sekitar pada tahun 2002 yang berpusat di PP. Bustanul Ulum Kasian. Namun karena ada beberapa masalah, akhirnya pada tahun 2003, metode ini berpindah pusat ke PP. Madinatul Ulum Cangkring. Di pusat yang baru, metode ini tidak berjalan baik. Ada beberapa masalah yang membuat metode ini harus dipindahkan kembali. Dan akhirnya, sekitar pada tahun 2004, metode ini berpindah pusat di PP. Bustanul Ulum Bulugading.
Selama 10 tahun, yakni sekitar tahun 2004-2014 berada di PP.
Bustanul Ulum Bulugading, metode ini hanya digunakan oleh lembaga eksternal pesantren yakni TPA Al-Khoirot dan tidak digunakan oleh lembaga internal pesantren. Di dalam pesantren sendiri, Metode ini hanya digunakan untuk kajian Al-Qur’an biasa dan tidak terikat oleh lembaga.
Barulah pada 2014, berdiri lembaga AT-Tanzil dengan kepala lembaga pertama bernama Ust. Sultonuddin dan dimulai dari tahun itu lah, metode ini digunakan oleh lembaga internal pesantren. Di awal berdirinya
lembaga ini, belum ada program untuk mewisuda santri yang telah lulus dari lembaga. Program wisuda pertama kali ada pada tahun 2015 di masa jabatan Ust. M. Aminullah.
Pada tahun 2018, yakni pada masa jabatan Ust. Roni Adi Putra, terjadi perubahan nama lembaga. Nama Lembaga resmi dirubah menjadi Lembaga Pengembangan Ilmu Al-Qur’an (LPIQ). Setelah itu, pada tanggal 24 april 2021 yakni pada masa jabatan kepala lembaga ustadz Moch. Lukman Hakim, nama lembaga mengalami perubahan menjadi Lembaga Pendidikan Ilmu Al-Qur’an.3
Sebagai kitab suci umat Islam, maka harus mampu membaca, mempelajari dan mengamalkannya. Sebelum mengamalkan isi dari al- Qur’an tersebut, maka harus mampu membacanya sesuai dengan kaidah ilmutajwid, sebagaimana dalam firman Allah surat Al-Muzammil ayat 4:
﴾٤﴿ لًيْتِيْتَتَ اٰيْقُيْ تًتِتَتَتِيْتَتَيْتِيْتٰ
Artinya:
“Atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (sesuai ilmu tajwid) “(Q.S Al-Muzammil 73: Ayat 4)4
3Ustadzah Firdatus Sholihah, di wawancarai oleh penulis, 23 Desember 2022.
4Kementrian Agama,Al-Qur’an dan Terjemah, (Jakarta:Lajnah Pentashihan Mushaf Al- Qur’an,2019),73.
Dalam membaca Al-Qur’an sesuai ilmu tajwid, banyak ahli yang menyusun sebuah metode praktis membaca al-Qur’an. Dengan banyaknya metode yang ada, semuanya memiliki visi yang sama, yakni dapat membaca al-Qur’an sesuai ilmu tajwid. Beberapa metode antara lain adalah metode At-Tanzil, yang digagas oleh Ustadz H. Kholilurrahman atau biasa dipanggil dengan Ustadz H. Suroto Suruji mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode At-Tanzil pada saat Nuzulul Qur’an tanggal 17 Ramadhan 1422 H, kemudian mulai diterapkan di Jember yakni Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember pada tahun 20145.Metode Qira’ati, yang digagas oleh Alm. Kyai H. Dahlan Salim Zarkasyi dari Semarangm Jawa Tengah diluncurkan pada tanggal 1 Juli 1986,6 selanjutnya metode Iqro’ yang digagas oleh As’ad Humam dari Kota Gede, Yogyakarta dan diluncurkan pada tahun 1991, metode pembelajaran tersebut menyebar ke seluruh Indonesia dan diajarkan oleh siapa saja tanpa pengesahan.
Pada pertengahan tahun 2000 muncul metode Tilawati yang dikarang langsung oleh Alhafidz Ustadz Syamsul Arifin. Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Darul Hidayah, Kesilir, Wuluhan, Jember, Jawa Timur. Selanjutnya metode Tilawati disusun pada tahun 2002 oleh beberapa Tim yang terdiri dari Drs. H. Hasan Sadzili, Drs. H. Ali Muaffa.
5Khoridatut Thoyyibah, di wawancara oleh Penulis, 12 Maret 2022.
6Seftiyan Pujiana, Santi Lisnawati, Kamalludin,”Implementasi Metode Tilawati Dalam Pembelajaran Al-Qur’an Untuk Menumbuhkan Karakter Disiplin Siswa Di SMP Al-Azhar Syifa Budi Cibinong Bogor”Jurnal Universitas Ibn Khaldun Bogor, Volume IX, Nomer 1, Januari-Juni 2020,190.
Dkk. Kemudian dikembangkan oleh Pesantren Virtual Nurul Falah Surabaya.7 Pada tahun 2004 berkembang metode Yanbu’a yang diikuti oleh Kyai H. Ulil Albab Arwani dari Kudus, 8Dan masih banyak metode yang lain. Salah satu metode yang teliti ialah metode pembelajaran at- tanzil.
Setiap lembaga pendidikan menerapkan metode praktis membaca Al-Qur’an yang berbeda. Salah satunya metode at-tanzil yang diterapkan di pondok pesantren putri Bustanul Ulum (PPBU) Bulugading, Langkap, Kecamatan Bangsalsari. Maka dari itu, peneliti tertarik melakukan penelitian di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember dengan menggunakan pembelajaran Al-Qur’an metode At-Tanzil karena At-Tanzil memiliki keunikan atau kelebihan tersendiri yang digunakan pada lembaga tersebut yakni, dari segi penulisan buku at- tanzil jilid I-VI setiap kalimahatau kata mengambil dari al-Qur’an semua dan mengandung makna, bukan bacaan yang mengandung mainan, seperti metode-metode yang lain.Ada tambahan tanda baca untuk memudahkan anak untuk mengetahui bacaan yang terkandung di dalamnya, selain itu tulisannya sangat mudah dibaca anak-anak yang disesuaikan denganRasm Naskhi.
7Muhammad Amin, Muhammad Ramli,”Implementasi Metode Tilawati Dalam
Pembelajaran Al-Qur’an Pada Anak-Anak Di TPA Al-Falah Unit 081 Kota Banjarbaru”, Al-Falah, Vol. 19 No. 2 Tahun 2019, 164.
8Fitri Rahmawati,Penerapan Metode Yanbu’a dalam Pembelajaran Baca Tulis Al- Qur’an di Taman Pendidikan Al-Qur’an Husnut Tilawah Payaman Mejobo Kudus, 11.
Dalam UU Nomer 18 tahun 2019 pasal 2 tentang pesantren menyatakan bahwa:
“Pondok pesantren adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh Pesantren dan berada di lingkungan Pesantren dengan mengembangkan kurikulum sesuai dengan kekhasan Pesantren dengan berbasis kitab kuning atau dirasah Islamiah dengan pola pendidikan muallimin.9
Pondok Pesantren Bustanul Ulum merupakan salah satu pondok pesantren dengan sistem sekolah atau madrasah, yang mana pondok pesantren tersebut memiliki pendidikan formal di bawah naungannya dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), MTS (Madrasah Tsanawiyah), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pondok pesantren bustanul ulum merupakan salah satu koordinator cabang Jember Yayasan Al-Khairot metode At-Tanzil.10
Hal ini perlu adanya perhatian khusus, sebab Al-Qur’an merupakan pedoman hidup dan tuntunan hidup manusia untuk menuju arah yang lebih baik, supaya tidak terjerumus ke dalam jurang ke dzaliman.
Dari pandangan di atas, dapat diambil pengertian bahwa Al-Qur’an merupakan kebenaran hakiki dan menjadi petunjuk bagi manusia yang menghendaki keselamatan dunia dan akhirat.
Dari pemikiran tersebut di atas, akhirnya dapat dimengerti bahwa siapa saja yang menghendaki kehidupan yang baik, maka harus dapat
9Sekertariat Negara Republik Indonesia. Undang-Undang Nomer 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, pasal 2.
10Khoridatut Thoyyibah, di wawancara oleh Penulis, 12 Maret 2022.
memahami dan mengambil hikmah yang diberikan Allah melalui Kalam- Nya. Hal ini dapat dilaksanakan, apabila orang tersebut dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, kalau membaca saja tidak bisa apalagi memahaminya. Dengan membaca dan memahami Al-Qur’an, manusia akan mendapatkan ilmu pengetahuan. Untuk itu manusia dituntut untuk belajar membaca Al-Qur’an sesuai dengan firman Allah dalam surat Al- Alaq ayat 1-5 yang berbunyi :
تَبّتَتْ يْتْيَاٰ)٢(تََتَ يْتِ تَاتَيتيإٰ تَتَتَ )١(َتَتَ يتِلْٰ تَتّتَ تِيْاتّ يْتْيَا ل )٥(يِتَيْتَ يتم اتِ تَاتَيتيإٰ تِلَتَتَ)٤(َِتُيْاتّ تِلَتَ يتِلْ)٣(متْيْتيأٰ
Artinya :
Bacalah dengan (Menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahui”. (QS.Al-Alaq (96):1-5)11
Berdasarkan hasil observasi mengenai pembelajaran Al-Qur’an dengan santri di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading menggunakan metode At-Tanzil dapat menjadi faktor membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar dan sesuai dengan ilmu tajwid dan tartil. Jadi peneliti sangat tertarik untuk meneliti hal tersebut. Dikarenakan dalam menerapkan metode At-Tanzil dalam pembelajaran Al-Qur’an pada realita
11Kementrian Agama,Al-Qur’an dan Terjemah, (Jakarta:Lajnah Pentashihan Mushaf Al- Qur’an,2019),902.
yang terjadi banyak kalangan anak-anak, baik laki-laki maupun wanita dalam membaca Al-Qur’an tidak sesuai dengan ilmu tajwid. Masih ada orang tua yang tidak memperhatikan dalam membaca al-Qur’an sesuai ilmu tajwid, peran orang tua sebagai pendidikan utama bagi anak-anak kurang berfungsi, orang tua yang lebih memperhatikan nilai akademik anak-anak dibandingkan dengan membaca kitab suci al-Qur’an. Asatidz pun yang merupakan lembaga pendidikan kedua bagi anak-anak juga kurang berfungsi dengan baik dalam hal memperhatikan membaca al- Qur’an. Dan asatidz yang kurang pengawasannya dalam mendidik anak dalam membaca al-Qur’an dengan tartil. Maka peneliti mengangkat judul
“Implementasi Metode At-Tanzil Dalam Pembelajaran Al-Qur’an di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022.
B. Fokus Penelitian
Perumusan masalah dalam penelitian kualitatif disebut dengan istilah fokus penelitian. Bagian ini mencantumkan semua fokus permasalahan yang akan dicari jawabannya melalui proses penelitian.
Oleh karena itu, peneliti memfokuskan penelitiannya sebagai berikut:
1. Bagaimana Perencanaan Metode At-Tanzil dalam pembelajaran Al- Qur’an di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022?
2. Bagaimana Pelaksanaan Metode At-Tanzil dalam pembelajaran Al- Qur’an di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022?
3. Bagaimana Evaluasi Metode At-Tanzil dalam pembelajaran Al-Qur’an di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan fokus penelitian yang telah diuraikan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mendeskripsikan Perencanaan Metode At-Tanzil dalam pembelajaran Al-Qur’an di Pondok Pesantren putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022?
2. Untuk mendeskripsikan Pelaksanaan metode At-Tanzil dalam pembelajaran Al-Qur’an di Pondok Pesantren putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022?
3. Untuk mendeskripsikan Evaluasi metode At-Tanzil dalam pembelajaran Al-Qur’an di Pondok Pesantren putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022?
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian berisi tentang kontribusi apa yang akan diberikan setelah selesai melakukan penelitian. Adapun manfaat dalam penelitian.
1. Manfaat Teoritis
Manfaat penelitian ini adalah diharapkan dapat menambah wawasan baru tentang pembelajaran Al-Qur’an dengan menggunakan metode At-Tanzil di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember.
2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti
Diharapkan penelitian ini dapat menambah wawasan bagi peneliti ketika terjun di masyarakat khususnya calon guru Pendidikan Agama Islam dalam penguasaan membaca Al-Qur’an dengan fasih dan tartil, dan dapat mengetahui salah satu metode pembelajaran Al-Qur’an yang diterapkan di negara Indonesia.
Dan dijadikan sebagai persyaratan untuk menempuh tugas akhir perkuliahan.
b. Bagi UIN KH Achmad Siddiq Jember
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baru yang bermanfaat dan memberikan informasi bagi mahasiswa UIN KH Achmad Siddiq Jember khususnya Fakultas Tarbiyah.
c. Bagi Pondok Pesantren
Penelitian ini diharapkan menjadi masukan sekaligus pertimbangan dalam menciptakan proses belajar mengajar terutama dalam kaitannya dengan pemilihan metode pembelajaran dan sebagainya.
d. Bagi Pembaca
Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk merealisasikan terwujudnya bacaan Al-Qur’an yang benar dan berkualitas.
E. Definisi Istilah
Definisi istilah ini berisi tentang pengertian atau penjelasan tentang istilah-istilah penting yang menjadi titik perhatian peneliti di dalam judul penelitian yang diangkat. 12Untuk menghindari kesalahpahaman terhadap makna istilah sebagaimana yang dimaksud oleh peneliti, beberapa istilah kunci yang mendukung judul skripsi ini sebagai berikut:
1. Metode At-Tanzil
Metode At-Tanzil merupakan salah satu metode praktis membaca Al-Qur’an. Nama pencetusnya ialah Ustadz H. Kholilurrahman atau biasa dipanggil dengan ustadz A. Suroto Suruji dari Bata-Bata,
12Tim penyusun,Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah(Jember: IAIN Jember,2020), 46.
Pamekasan, Madura. Adapun nama At-Tanzil adalah identik dengan peluncuran perdananya yaitu pada malam peringatan “Nuzulul Qur’an”
(17 Ramadhan 1422). Penyusunan jilid I-IV disahkan pada tanggal 17 Ramadhan 1422 H. Selanjutnya jilid V-VI disahkan pada tanggal 18 Ramadhan 1422 H. Ustadz H. Suroto Suruji mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode At-Tanzil pada saat Nuzulul Qur’an tanggal 17 Ramadhan 1422 H, kemudian mulai diterapkan di Jember yakni Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember pada tahun 2014.
Dan yang dimaksud peneliti ialah metode pembelajaran at-tanzil dari jilid I-jilid VI yang diterapkan di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading.
Program metode At-Tanzil adalah metode cara cepat baca Al- Qur’an lengkap dengan makhroj, tajwid dan ghorib musykilat.
Pembelajaran metode At-Tanzil ini dilakukan selama minimal kurang lebih 1 tahun sesuai dengan kemampuan normalnya santri, setiap jilidnya khatamnya 1,5 bulan biasanya selama 9 bulan sudah selesai, karena terpotong dengan hari libur. Beserta dibantu dengan nasyid- nasyid tajwid guna untuk mempermudah belajar ilmu tajwid.
2. Pembelajaran Al-Qur’an
Pembelajaran Al-Qur’an adalah sebuah proses pembelajaran yang terkait dengan Al-Qur’an. Jadi menurut peneliti santri putri merupakan siswi yang sedang menuntut ilmu Al-Qur’an dengan menggunakan metode At-Tanzil sekaligus menuntut ilmu di madrasah yang duduk di kelas VII, VIII dan XI MTS. Proses pembelajarannya meliputi membaca, menulis, memahami, menghafal, dan mengamalkan.
Yang dimaksud peneliti adalah mampu membaca Al-Qur’an dengan huruf hijaiyah,ilmu tajwid, dangharibataumusykilat.
F. Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan berisi tentang diskripsi alur pembahasan skripsi yang dimulai dari bab pendahuluan hingga bab penutup. Dalam penelitian ini peneliti menguraikan menggunakan bab agar memberikan kemudahan pemahaman. Berikut sistematika dalam pembahasan penelitian.
Bab pertama pendahuluan, pada bab ini peneliti membahas tentang latar belakang masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi istilah.
Bab kedua kajian pustaka, pada bab ini membahas kajian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang akan peneliti lakukan, dilanjutkan dengan kajian teori yang membahas tentang teori apa saja yang dijadikan pijakan dalam penelitian.
Bab ketiga metode penelitian, pada bab ini membahas tentang metode penelitian yang akan dilakukan selama penelitian berlangsung,
yang mana meliputi, pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, subyek penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, keabhasahan data, dan tahapan penelitian.
Bab keempat penyajian data dan analisis, merupakan bab yang membahas tentang penyajian data dan analisis data serta pembahasan temuan.
Bab kelima penutup, merupakan bab terakhir dalam penelitian ini yang berisikan tentang kesimpulan dan saran-saran, fungsi bab ini adalah memperoleh suatu gambaran dari hasil penelitian berupa kesimpulan.
Sedangkan saran-saran dapat membantu memberikan saran yang bersifat konstruktif yang terkait dengan penelitian.
15
A. Penelitian Terdahulu
Adapun beberapa penelitian terdahulu yang memiliki relevansi dengan permasalahan yang peneliti angkat sebagai judul adalah sebagai berikut :
1. Penelitian ini dilakukan oleh Kurratul Aini, Supandi, Jurnal Pendidikan dan Pemikiran ke Islaman, Juli 2020. Vol.7. No.2, Sistem Pendidikan Al-Qur’an Pada Anak Usia Dini (Studi Komparasi Penggunaan Metode Tartila dan At-Tanzil di RA Ash-Shiddiqi dan RA Tarbiyatus Sholihin Kowel Pamekasan.13
Hasil penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.
Menggunakan dua tempat yang berbeda dan juga menggunakan dua metode pembelajaran Al-Qur’an yang berbeda, di RA Ash-Shiddiqi Kelurahan Kowel Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan, Pelaksanaan kegiatan pendidikan Al-Qur’annya menggunakan metode Tartila yang terdiri dari enam jilid masing-masing jilid mempunyai strategi belajar yang berbeda satu dengan yang lainnya, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, penggunaan tanda baca juga dilengkapi dengan pola Tajwid dan cara bacanya. Sedangkan di RA Tarbiyatus Sholihin Kelurahan Kowel Kecamatan Pamekasan, pelaksanaan
13Kurratul Aini, Supandi,Jurnal Pendidikan dan Pemikiran ke Islaman, Juli 2020. Vol.7.
No.2, Sistem Pendidikan Al-Qur’an Pada Anak Usia Dini (Studi Komparasi Penggunaan Metode Tartila dan At-Tanzil di RA Ash-Shiddiqi dan RA Tarbiyatus Sholihin Kowel Pamekasan. 214
kegiatan pendidikan Al-Qur’an yang dilakukan, mereka menggunakan metode At-Tanzil yang juga terdiri dari enam jilid dengan materi yang hampir sama, yaitu dimulai dengan pengenalan huruf hijaiyah dan cara bacanya serta pola penggunaan tajwidnya.
Namun dalam kenyataannya hasil dari kedua lembaga tersebut menunjukkan hasil yang sama sekali berbeda antar yang satu dengan yang lainnya, dalam jangka waktu yang sama, output siswa dari Ra Ash-Shiddiqi Kelurahan Kowel Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan yang menggunakan metode Tartila menunjukkan lebih cepat memahami materi pembelajaran Al-Qur’an dibandingkan dari output siswa Ra Tarbiyatus Sholihin Kelurahan Kowel Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan yang menggunakan metode At- Tanzil.
Persamaan pada penelitian terdahulu dengan peneliti sama-sama menggunakan metode pembelajaran At-Tanzil, sedangkan perbedaannya peneliti terdahulu menggunakan dua lembaga yang berbeda dan juga menggunakan dua metode.
2. Penelitian ini dilakukan oleh Ahmad Zaini, Moh Ruslan, Jurnal Pengabdian Masyarakat, Vol, 1 No. 1 2021. Pembekalan Tajwid Al- Qur’an Melalui Metode At-Tanzil Bagi Guru Ngaji Desa Bulangan Haji Pengantenan Pamekasan.14
14Ahmad Zaini, Moh Ruslan,Jurnal Pengabdian Masyarakat, Vol, 1 No. 1 2021.
Pembekalan Tajwid Al-Qur’an Melalui Metode At-Tanzil Bagi Guru Ngaji Desa Bulangan Haji Pengantenan Pamekasan. 23
Hasil penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, kegiatan ini bertujuan untuk membekali guru ngaji di desa Bulangan Haji Pengantenan Pamekasan agar mereka mampu mengidentifikasi, memilih, mengembangkan, dan mempraktikkan metode tahsin dalam pengenalan Al-Qur’an untuk anak usia dini. Bentuk kegiatan yang paling cocok untuk membekali para guru tersebut adalah pelatihan.
Fokus pengabdian mempunyai makna batasan pengabdian karena pengabdian banyak gejala yang menyangkut tempat, pelaku, dan aktifitas, namun tidak semua tempat, pelaku dan aktifitas menjadi ranah pengabdian.
Persamaan dalam penelitian ini dengan penelitian terdahulu sama- sama menggunakan metode pembelajaran At-Tanzil, sedangkan perbedaannya penelitian terdahulu terfokus pada pembekalan tajwid al-Qur’an melalui metode At-Tanzil bagi guru ngaji.
3. Penelitian dilakukan oleh Shahibul Muttaqien Al-Manduriy,Fitriyah Ika Astutik, Angga Pratama, Jurnal Pengabdian Masyarakat, Vol. 1 No. 1 2021, Akselerasi Membaca Al-Qur’an Dengan Metode Pembelajaran Tajwid Praktis At-Tanzil di LPI Khoirul Fatih di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan.15
Penelitian ini merupakan penelitian pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan
15 Shahibul Muttaqien Al-Manduriy,Fitriyah Ika Astutik, Angga Pratama, Jurnal Pengabdian Masyarakat, Vol. 1 No. 1 2021, Akselerasi Membaca Al-Qur’an Dengan Metode Pembelajaran Tajwid Praktis At-Tanzil di LPI Khoirul Fatih di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. 3
dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan fenomena yang terjadi sebelum dan setelah pelatihan yang diberikan kepada peserta didik. Tujuan dalam penelitian ini ialah mampu mengetahui peningkatan yang diperoleh oleh anak-anak peserta pengajian Al-Qur’an setelah menerima pembelajaran. Tajwid Praktis serta sosialisasi metode tersebut kepada pengajar tetapnya.
Pelatihan menggunakan metode pembelajaran Tajwid Praktis At- Tanzil. Pelaksanaan pengabdian dilaksanakan selama 1 bulan. Subjek dan tempat penelitian ini ialah anak-anak yang mengaji di mushollah yang dilakukan setiap malam selesai berjamaah maghrib di LPI Al- Fatih di desa Klampar Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan.
Evaluasi dilakukan sejak saat dan setelah pelatihan berlangsung.
Persamaan dalam penelitian ini dengan peneliti adalah sama-sama menggunakan metode At-Tanzil. Sedangkan perbedaannya penelitian terdahulu subjeknya dilakukan kepada anak-anak yang mengaji di mushollah yang dilakukan setiap malam selesai berjamaah maghrib di LPI Al-Fatih di desa Klampar Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan. Sedangkan subjek peneliti dilaksanakan pada santri pondok pesantren bustanul ulum bulugading.
4. Penelitian ini dilakukan oleh Rusmiyati, Skripsi, 2022, Penggunaan Metode At-Tanzil Dalam Mengembangkan Kemampuan Membaca
Al-Qur’an di Ra Nurul Ihsan Di Desa Dempo Timur Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan.16
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penggunaan metode At-Tanzil ini guru memiliki strategi-strategi khusus dalam mengembangkan membaca Al-Qur’an yang berada di sekolah tersebut, mulai dari guru memberikan penjelasan terlebih dahulu, mencontohkan kepada anak secara berulang-ulang dan mendetail agar anak tetap ingat dan paham dalam membedakan huruf-guruf yang ada di Al-Qur’an strategi tersebut sudah dipersiapkan dengan matang- matang oleh guru agar kesuksesan dalam kegiatan belajar tersebut dapat berhasil sehingga penggunaan metode At-Tanzil dalam mengembangkan membaca Al-Qur’an merupakan metode yang sudah layak untuk digunakan. Adapun untuk mengetahui perkembangan membaca setelah dilaksanakan pembelajaran disitu dilihat dari sebuah tes yang dilakukan oleh guru setelah selesai dan hasilnya pun terlihat jelas dengan kebiasaannya anak membaca dan mengingat pelajaran yang telah dilakukan.
Persamaan dalam penelitian ini dengan penelitian terdahulu sama- sama membahas tentang pembelajaran menggunakan metode At- Tanzil, sedangkan perbedaannya dengan penelitian terdahulu menggunakan subjek pada anak Ra anak usia tiga sampai enam tahun.
16Rusmiyati,”Penggunaan Metode At-Tanzil Dalam Mengembangkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an di Ra Nurul Ihsan Di Desa Dempo Timur Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan”. (Skripsi, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah IAIN MADURA,2022). 8
5. Penelitian ini dilakukan oleh Muhammad Husnul Amri, Skripsi, 2022, Implemetasi Metode Yanbu’a dalam Pembelajaran Al-Qur’an di STIQ Al Azka Cisauk Tangerang.17
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode yanbu’a dalam pembelajarn Al-Qur’an di SDIQ Al Azka sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan sistem yang sudah diajukan oleh Yanbaul Kudus baik itu materi pembelajaran, target pencapaian, maupun tahapan pembelajaran. Pembelajaran Al-Qur’an dilaksanakan dihari senin, selasa, rabu, kamis, dan malam sabtu dengan durasi waktu 60 menit. Proses pembelajaran adalah dengan menggunakan metode klasikal, pertama guru membaca materi yang ada di alat peraga, setelah itu membaca buku jilid pada halaman yang sudah ditentukan, guru mencontohkan bacaan terlebih dahulu kemudian membaca bersama-sama dengan anak-anak, setelah dirasa cukup maka anak-anak satu persatu membaca dan yang lainnya menyimak bacaan.
Penerapan ini dilakukan dikelas-kelas, musholla, asrama, dimana dibagi perkelompok terdiri dari 5 sampai 10 anak dengan guru tahfidz 1 orang. Setiap metode pasti memiliki kekurangan dan kelebihan dalam penerapannya dalam suatu lembaga, untuk mengatasi kekurangan penerapan metode yanbu’a maka yang dilakukan SDIQ Al Azka adalah mengadakan supervisi internal maupun eksternal, mengadakan evaluasi guru al-qur’an seminggu sekali atau persemester,
17Muhammad Husnul Amri,”Implemetasi Metode Yanbu’a dalam Pembelajaran Al-Qur’an di STIQ Al Azka Cisauk Tangerang”. (Skripsi, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, 2022). 105
dan bekerja sama dengan orang tua murid maelalui grup whatsaap serta mengadakan program sharing season di sekolah.
Persamaan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif.
Pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan perbedaannya penelitian terdahulu menggunakan pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Yanbu’a, dan peneliti menggunakan pembelajaran Al-Qur’an dengan metode At- Tanzil.
Tabel 2.1
Perbedaan dan Persamaan Penelitian Terdahulu No. Nama,Judul, dan
Tahun
Persamaan Perbedaan
1. 2. 3. 5.
1. Kurratul Aini, Supandi, Jurnal Pendidikan dan Pemikiran ke Islaman, Juli 2020.
Vol.7. No.2, Sistem Pendidikan Al- Qur’an Pada Anak Usia Dini (Studi Komparasi
Penggunaan Metode Tartila dan At- Tanzil di RA Ash- Shiddiqi dan RA
1. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif 2. Variabelnya
sama-sama membahas tentang metode At-Tanzil
1. perbedaannya peneliti terdahulu terfokus kepada dua perbedaan metode di dua lembaga dan menggunakan dua lembaga yang berbeda dan juga menggunakan dua metode yaitu pada metode Tartila dan At-
Tanzil .sedang kan peneliti hanya
menggunakan di satu lokasi
Tarbiyatus Sholihin Kowel Pamekasan
dan satu metode At- Tanzil.
2. Lokasi penelitian terdahulu terletak di Sistem Pendidikan Al-Qur’an Pada Anak Usia Dini (Studi Komparasi Penggunaan Metode Tartila dan At-Tanzil di RA Ash- Shiddiqi dan RA Tarbiyatus Sholihin Kowel Pamekasan, sedangkan peneliti di pondok pesantren bustanul ulum bulugading bangsalsari jember.
2. Ahmad Zaini, Moh Ruslan, Jurnal Pengabdian
Masyarakat, Vol, 1 No. 1 2021.
Pembekalan Tajwid Al-Qur’an Melalui Metode At-Tanzil Bagi Guru Ngaji Desa Bulangan Haji
1. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif 2. Variabelnya
sama-sama membahas tentang metode At-Tanzil
1. perbedaannya penelitian terdahulu terfokus pada pembekalan tajwid al- Qur’an melalui metode At- Tanzil bagi
Pengantenan Pamekasan.
guru ngaji, sedangkan peneliti pada santri bustanul ulum
bulugading.
2. Lokasi penelitian terdahulu terletak di Desa
Bulangan Haji Pengantenan Pamekasan.
sedangkan peneliti di pondok pesantren bustanul ulum bulugading bangsalsari jember.
3. Shahibul Muttaqien Al-
Manduriy,Fitriyah Ika Astutik, Angga Pratama,Jurnal Pengabdian
Masyarakat, Vol. 1 No. 1 2021,
1. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif 2. Variabelnya
sama-sama membahas tentang metode
1. Perbedaannya penelitian terdahulu subjeknya dilakukan kepada anak- anak yang mengaji di
Akselerasi
Membaca Al-Qur’an Dengan Metode Pembelajaran Tajwid Praktis At- Tanzil di LPI Khoirul Fatih di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten
Pamekasan
At-Tanzil mushollah yang
dilakukan setiap malam selesai berjamaah maghrib di LPI Al-Fatih di desa Klampar
Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan 4. Rusmiyati, Skripsi,
2022, Penggunaan Metode At-Tanzil Dalam
Mengembangkan Kemampuan
Membaca Al-Qur’an di Ra Nurul Ihsan Di Desa Dempo Timur Kecamatan Pasean Kabupaten
Pamekasan
1. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif 2. Variabelnya
sama-sama membahas tentang metode At-Tanzil
1. perbedaannya dengan penelitian terdahulu menggunakan subjek pada anak Ra anak usia tiga sampai enam tahun.sedangkan peneliti pada santri bustanul ulumbulugading.
2. Lokasi penelitian terdahulu
terletak di Ra Nurul Ihsan Di Desa Dempo Timur Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan, sedangkan peneliti di pondok pesantren bustanul ulum bulugading
bangsalsari jember.
5. Muhammad Husnul Amri, Skripsi, 2022, Implemetasi Metode Yanbu’a dalam Pembelajaran Al- Qur’an di STIQ Al Azka Cisauk Tangerang.
1. Persamaan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif.
Pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi
1. perbedaannya penelitian terdahulu menggunakan pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Yanbu’a, dan peneliti menggunakan pembelajaran Al-Qur’an dengan metode At- Tanzil.
2. Lokasi penelitian terdahulu terletak di STIQ Al Azka Cisauk
Tangerang.
sedangkan peneliti di pondok pesantren bustanul ulum bulugading.
Berdasarkan tabel diatas, peneliti menyimpulkan bahwa penelitian terdahulu dengan penelitian yang sekarang terdapat beberapa perbedaan dan juga persamaan. Adapun perbedaan berada pada fokus penelitian atau variabel penelitian, lokasi penelitian, dan hasil penelitian. Sedangkan persamaannya terdapat pada jenis pendekatan yaitu pendekatan kualitatif.
Selain itu peneliti juga menyimpulkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode At-Tanzil merupakan hal yang menarik untuk dibahas, yang mana melanjutkan fokus penelitian dan fokus yang belum digunakan oleh peneliti-peneliti sebelumnya.
B. Kajian Teori
Pada bagian ini berisi tentang pembahasan teori yang dijadikan sebagai prespektif dalam melaksanakan penelitian. Pembahasan teori secara lebih luas dan mendalam akan semakin menambah wawasan peneliti dalam mengkaji permasalahan yang hendak dipecahkan sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, dimana teori sebagai perspektif atau pisau analisis, bukan untuk diuji.18
1. Metode pembelajaran At-Tanzil
Metode at-tanzil merupakan salah satu metode praktis membaca al- Qur’an yang di cetuskan oleh ustad suruto suruji dari Bata-bata, Pamekasan, Madura. Dinamakan at-tanzil karena bersamaan dengan
18Tim Penyusun,Pedoman Penulisan Karya Ilmiah IAIN Jember, 46.
peringatan Nuzulul Qur’an. Adapun peluncuran jilid I-IV at-tanzil pada tanggal 17 Ranadhan 1422 H, selanjutnya jilid V-VI at-tanzil pada tanggal 18 Ramadhan 1422 H. Pembuatan metode tersebut merupakan usulan masyayikh Madura kepada Ustad Suroto untuk membuat sebuah metode praktis membaca al-Qur’an, karena sebelumnya ustad suruto suruji berada di lembaga Qiro’ati selama 10 tahun.Ustadz H. Suroto Suruji mengembangkan pembelajaran Al- Qur’an menggunakan metode At-Tanzil pada saat Nuzulul Qur’an tanggal 17 Ramadhan 1422 H, kemudian mulai diterapkan di Jember yakni Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember pada tahun 2014.
Kelebihan metode at-tanzil yaitu dari segi penulisan buku at-tanzil jilid I-VI setiap kalimah atau kata mengambil dari al-Qur’an semua dan mengandung makna, bukan bacaan yang mengandung mainan, seperti metode-metode yang lain. Ada tambahan tanda baca untuk memudahkan anak untuk mengetahui bacaan yang terkandung di dalamnya, selain itu tulisannya sangat mudah dibaca anak-anak yang disesuaikan denganRasm Naskhi.19
Pokok-pokok metode pembelajaran at-tanzil sebagai berikut:
a. Ketentuan-ketentuan Proses Mengajar At-Tanzil 1) Siap mental dan menguasai kelas
2) Harus mampu memberi contoh yang baik dalam segala hal
19Khoridatut Thoyyibah, diwawancarai oleh penulis, 16 Mei 2022.
a) Tingkah laku yang baik sehari-hari (berakhalaqul karimah) b) Perkataan yang baik
c) Penampilan sopan dan rapi
d) Mampu memberikan contoh yang baik 3) Menguasai materi pembelajaran
a) Materi wajib terdiri dari: (1) tulisan (2) ubudiyah (3) bertingkah laku sopan
b) Materi penunjang terdiri dari (1) do’a-do’a (2) surat-surat pendek (3) tepuk-tepuk, dan lain-lain
4) Harus mengetahui pokok pembahasan
5) Harus mengetahui karakter anak (Psikologi Anak) 6) Harus keras kemauan meliputi T7
a) Tekun b) Tabah
c) Telaten (tidak ada pilihan antara cerdas dan idiot) d) Teliti dan meneliti (situasi dan kondisi)
e) Tanggulangi bersama f) Tawakkal
g) Taqwa dan amanah
7) Ikhlas mendidik anak sehingga muridnya diperlakukan layaknya anak sendiri
b. Tahapan-tahapan Penyampaian Metode At-Tanzil 1) Muqoddimahyaitu mengatur anak-anak
2) Iftitah(pembukaan) yaitu mengucapkan salam
3) Ar-robtuyaitupre-testatau menjajaki kemampuan anak 4) Al-ardhuyaitu penyajian pelajaran baru
5) Al-tadbiqyaitu evaluasi atau diisi tanya jawab, dan lain-lain 6) Ikhtitam yaitu mauidhoh atau pesan-pesan yang baik dan
ditutup dengan do’a senandung al-Qur’an beserta salam c. Teknis Penyampaian metode At-Tanzil
1) Guru harus menerangkan mulai dari halaman dan seterusnya 2) Materi dibaca langsung tanpa dieja
3) Dalam memberikan contoh harus berulang-ulang seperti alat peraga, dan lain-lain
4) Memberikan contoh yang disesuaikan dengan kaidah ilmu tajwid
5) Tidak boleh membahas kaidahilmu tajwidpada jilid I 6) Disesuaikan dengan kemapuan anak
7) Mendahulukan bunyi bacaan ketimbang dengan hurufnya.
d. Syarat-syarat Menjadi guru 1) Siap mental (menguasai kelas)
2) Penampilan harus (mampu memberi contoh atau cermin yang baik dalam semua aspek)
3) Suara harus jelas dan lantang
4) Mengetahui dan memahami pokok-pokok pembahasan 5) Tulisan harus jelas
6) Harus menguasai materi pelajaran secara total
7) Guru harus mengetahui pola pikir dan kebiasaan murid 8) Wajib tahu membaca (bagi murid)
9) Guru wajib menganjurkan menulis (tapi murid tidak wajib mengetahuinya)
10) Ubudiyah
11) Berperilaku positif dan perkataan baik (berakhlaqul karimah) e. Kurikulum Metode At-Tanzil
Metode At-Tanzil merupakan metode yang tersusun secara sistematis dan digunakan dalam proses pembelajaran Al-Qur’an sebagai media untuk mencapai hasil yang diharapkan.20 Adapun metode At-Tanzil sebagai berikut:
1. Langkah pembelajaran At-Tanzil a) Kegiatan Awal
15 menit pertama membaca bersama-sama sesuai dengan tingkatan dan bahasan yang telah ditentukan mulai dari halaman depan sampai halaman belakang.
b) Kegiatan Pokok 30 menit individual
20A. Suroto, Suruji,Metode Praktis Mengajar Attanzil,(Pemekasan: lembaga TK-TP Al- Qur’an Mambaul Ulum Bata-Bata, 2003), hal. 4
c) Kegiatan Akhir
15 menit terakhir klasikal dengan menggunakan alat peraga mulai halaman belakang sampai halaman depan, dari halaman yang sudah diajarkan sampai halaman yang akan diajarkan.
2. Metode
a) Menggunakan sistem baca bersama dan individual
b) Mengadakan pengelompokan bunyi untuk mengenal huruf yang sudah diberisakal
c) Mengelompokkan huruf yang sudah diberi sakal untuk memudahkan belajar meyambung dan merangkai kata-kata.
d) Mengelompokkan huruf yang diberi sakal dan yang dibaca panjang
e) Menggunakan drill dalam mengenal makhroj dalam kefasihan membaca Al-Qur’an
f) Menerapkan bacaan tajwid g) Mengenalkanwaqafdanibtida’
h) Mengenalkan bacaangharibpada kelasmusykilat Pelajaran do’a-do’a sehari-hari ;
3. Sistem pembelajaran metode at-tanzil sebagai berikut 1) Juz 1
a) 15 menit pertama membaca bersama-sama sesuai dengan tingkatan dan batasan yang telah ditentukan mulai dari halaman depan sampai halaman belakang
b) 30 menit individual
c) 15 menit terakhir klasikal dengan menggunakan alat peraga mulai halaman belakang sampai halaman depan.
2) Juz 2 sampai 6
a) 10 menit pertama membaca Al-Qur’an bersama-sama sesuai dengan batasan yang telah ditentukan mulai dari halaman depan sampai belakang
b) 5 menit pelajaran tajwid sesuai dengan juz masing- masing
c) 30 menit individual
d) 15 terakhir klasikal dengan menggunakan alat peraga mulai halaman belakang sampai halaman depan.
3) Kelasmusykilat disertai dengan Al-Qur’an juz 15 sampai juz 30
a) 15 menit pertama membaca Al-Qur’an bersama-sama b) Penjelasan pelajaran gharib
c) 30 menit terakhir digunakan untuk membaca buku gharib secara bergantian satu persatu sesuai dengan halaman masing-masing.
4) Kenaikan juz dan kelulusan santri
a) Kenaikan juz diuji dan ditentukan oleh para ustadzah b) Kelulusan pada jenjang akhir diuji oleh kepala LPIQ
(Lembaga Pengembangan Ilmu Al-Qur’an).
4. Materi
Materi pelajaran at-tanzil juz 1;
1) Materi pengenalan huruf hijaiyah berharokat fathah
a) Guru mengulang membaca huruf alif yang berharokat fathah berbunyi “a” tanpa dieja (jangan dibaca alif fathah)
b) Guru mencontohkan bunyi harokat fathah berulang- ulang dengan metode dilihat dan dibaca
c) Guru tidak boleh pindah ke huruf “ba”sebelum bacaan
“a”betul-betul difahami oleh murid
d) Setelah murid faham pada bacaan “a” , kemudian pindah kehuruf “ba” yang berharokat fathah berbunyi
“ba” dengan metode seperti metode seperti metode pengenalan alif di atas
e) Setelah murid faham pada huruf alif dan “ba” , murid disuruh membaca huruf-huruf yang ada pada lembar latihan sebagaimana terdapat dalam kitab metode praktis belajar membaca Al-Qur’an
f) Agar murid betul-betul faham pada pokok pembahasan di halaman satu, guru memberikan tugas mencari dan menghitung bacaan “a” dan “ba” yang ada pada lembar latihan
g) Teknis mengajar pada halaman 2-28 sama dengan teknis mengajar pada halaman satu
h) Mulai dari halaman 29-44 cara membacanya harus disambung sebagaimana bentuk tulisannya
i) Pada halaman 44 murid sebaiknya dilatih, agar tidak bernafas di tengah-tengah kalimat.21
Materi pelajaran At-Tanzil juz 2;
1) Materi pokok
a) Pada halaman 1-15 adalah pengenalan bacaan panjang (fathah di ikuti alif, kasrah di ikuti ya’
sukun,dandhommahdi ikutiwawu sukun)
b) Pada halaman 16-19 guru menjelaskan cara membacaharokat fathah panjang, kasrah panjang, dandhammah panjang.
c) Pada halaman 20 pengenalan wawu sukun di ikuti alif dibaca sama denganwawu sukun yang tidak di ikuti denganalif
d) Pada halaman 21-23 pengenalan bunyi tanwin
21A. Suroto Suruji,Metode Praktis Mengajar At-Tanzil, hal. 5
e) Pada halaman 24-32 pengenalan bunyi huruf lam danhamzahyangberharokat
f) Pada halaman 33-39 pengenalan lam sukun dengan cara di tekan cara bacaannya jangan memanjangkan bunyi lam sukun, untuk lebih mudah sebaiknya semua kalimat dibaca tiga kali ditunjang dengan rumusAl-Qomariyah.22
g) Pada halaman 40-44 pengenalan sin sukun, dengan cara ditekan jangan dipantulkan atau diperpanjangkan (tawalludh) sepertinya masjidun dibaca(masejidun).
Materi pelajaran At-Tanzil juz 3;
1) Materi pokok
a) Pada halaman 1 lembar latihan membaca dengan tartil
b) Halaman 2 pengenalan mim sukun, dan penekanan bunyinya.
c) Pada halaman 3-6 lembar latihan
d) Halaman 7-13 pengenalan tentangwawu sukunyang didahului harokat fathah dan cara bacanya pendek dan berbunyi“au”bukan berbunyi“ao”
22A. Suruto Suruji,Metode Praktis Mengajar At-Tanzil, hal. 8
e) Pada halaman 15-16 guru menjelaskan lam sukun yang bersambung dengan hamzah dengan cara ditekan bacaannya.
f) Pada halaman 17-20 pengenalan tentangya’ sukun , yaituya’ sukunyang didahuluiharokat fathah, cara bacaannya juga pendek berbunyi“ai”bukan“ae”
g) Pada halaman 21-25 pengenalan tentang ra’ sukun yang dibaca tebal dan dibaca tipis, dengan cara ditekan bacaannya.23
h) Pada halaman 26 guru menerangkan perbedaan bunyihamzah sukundanain sukun.
i) Pada halaman 27-30 bentuk latihan
j) Pada halaman 31 guru menerangkan fa’ sukun dengan cara ditekan bacaannya bisa untuk membedakan antara bunyi fa’ sukun dengan ba’
sukun. Kalau fa’ sukun dibaca dengan hembusan angin keluar dari mulut,ba’ sukunsebaliknya k) Pada halaman 32-35 latihan sekaligus
mempraktikkan bacaan yang ada di bawah kotak.
l) Pada halaman 36-37 guru menerangkan kha’ sukun serta penekananmakhrojnya
23A. Suruto Suruji,Metode Praktis Mengajar At-Tanzil,hal. 9
m) Pada halaman 38 pengenalan tentang syin sukun dengan cara menekankanmakhrojnya
n) Pada halaman 39 bentuk latihan sekaligus pengenalan ulang tentang harokat yang ada dibawah kotak.
o) Pada halaman 40 guru menerangkan tasydid. Pada halaman ini guru cukup menerangkan dengan bentuk tulisannya saja
p) Pada halaman 41-44 penekanantasydid.24 Materi pelajaran At-Tanzil juz 4;
1) Materi pokok
a) Pada halaman 1 pengenalan bacaan panjang yang lebih dari satu alif (mad wajib muttashil, dan mad jaiz munfashil) dengan memperhatikan tanda coret panjang di atasnya tanpa menjelaskan hukum mad nya.
b) Pada halaman 2-9 pengenalan bacaan dengung dan tanwin, tanpa menguraikan hukum tajwidnya c) Pada halaman 1-13 guru menerangkan huruf alif
lam yang tidak berfungsi (al-syamsiyah) dengan cara huruf alif lamnya tidak dibaca (seakan-akan
24A. Suruto Suruji,Metode Praktis Mengajar At-Tanzil,hal. 12
tidak ada) perlu diperhatikan jika berhadapan dengannuntetap dibaca dengung.
d) pada halaman 14-15 pengenalan perbedaan bacaan lafdzul jalalah apabila didahului harokat fathah atauharokat dhaommahdibaca tebal.
e) Pada halaman 16-20 guru menerangkan tentang huruf yang tidak ada tanda sukun nya, baik didahului huruf yang berharokat fathah atau harokat dhommah dalam membacanya wawutidak difungsikan.
f) Pada halaman 21-24 adalah pembahasan nun sukun atau tanwinyang di baca dengung apabila bertemu dengan huruf
g) Pada halaman 25-27 adalah pembahasan nun sukun atau tanwinyang di baca dengung apabila bertemu dengan hurufba’
h) Pada halaman 28-31 pembahasan mim sukun atau tanwinyang di baca terang apabila bertemu dengan hurufra’danlam
i) Pada halaman 38-44 lembar latihan (hukum tajwid dengan memakai kode)25
25A. Suruto Suruji,Metode Praktis Mengajar At-Tanzil, hal. 17
Materi pelajaran At-Tanzil juz 5;
1) Materi pokok
a) Pada halaman 1-33 pengenalan cara membaca waqof dengan melihat tanda lingkaran atau tanda waqof
b) Pada halaman pengenalanqalqalahdengan praktek bunyinya untuk lebih difahami, khusus halaman 12 bentuk bacaannya harus betul-betul diperhatikan c) Pada halaman 14 dan 15 harus bisa membedakan
bunyi huruftsa’, syin, baik yangberharokatatau sukun
d) pada halaman 16-30 pemahaman bentuk bacaan idzharbesertamakhrojnya
e) Pada halaman 32 adalah penyempurnaan bacaan mad lazim mutsaqqol kilmiyang harus dibaca3 alif (6 harokat)
f) Pada halaman 36 adalah cara melafadzkan “ana”
yang dibaca pendek26
g) Pada halaman 20 pengenalannun idzharyang ada di atas
h) Pada halaman 41 pengenalannun iwadyang ada di bawah
26A. Suruto Suruji,Metode Praktis Mengajar At-Tanzil, hal. 21
i) Pada halaman 43 adalah praktek membaca “illa”
yang sebaiknya di wahal (di teruskan) dengan ayat sebelumnya27
Materi pelajaran At-Tanzil juz 6;
1) Materi Pokok
a) Pada halaman 1, lembar latihan
b) Pada halaman 2-3 adalah praktek membacaizdhar mutlaq
c) Pada halaman 4 penjelasan tanda waqaf mu’anaqoh yang cara bacanya berhenti disalah satu tandanya d) Pada halaman 5 adalah praktek membacawaqof
dengan memperhatikan tanda-tandanya
e) Pada halaman 6 adalah praktek membacawashal dengan memperhatikan tanda-tandanya
f) Pada halaman 7-9 “shad” yang dibaca sin
g) Pada halaman 10-11 adalah 4 kalimat yang dibaca panjang
h) Pada halaman berikutnya adalah lafadz yang dibaca pendek (alifnya tidak berfungsi)
i) Pada halaman 18 praktek membacawaqafdan wahsaldengan memperhatikan tulisannya
j) Pada halaman 12 hati-hati membaca “ra” dan “hi”
27A. Suruto Suruji,Metode Praktis Mengajar At-Tanzil,hal. 22
k) Pada halaman 20 praktek membaca “ana” dan
“anna”
l) Pada halaman 22-23 cara membacasaktahdengan berhenti sejenak tanpa bernafas
m) Pada halaman 24-25 bacaannaqlperhatikan bentuk tulisannya dan hati-hati membaca “hu” yang di baca pendek
n) Pada halaman 26 praktek membacaimalah o) Pada halaman 27 praktik membacaisymamdan
tashil
p) Pada halaman 28 tidak boleh membacabasmalah dan praktekwaqaf
q) Pada halaman 30-31 praktik membacawaqafdan washaldengan memperhatikan bentuk tulisannya r) Pada halaman 32-34 adalah lembar latihan28
Untuk strategi yang digunakan pada pembelajaran metode at-tanzil yaitu menggunakan metode drill dan metode klasikal individual. Selain itu menggunakan metode ceramah dalam menerangkan materi yang disampaikan pada peserta didik.
Kegiatan di pondok pesantren ini dengan mengaji menggunakan metode At-Tanzil yaitu ketika malam hari dilaksanakan 2 kali pembelajaran ketika selesai ba’dha maghrib dan ba’dha isya’ pada saat
28A. Suruto Suruji,Metode Praktis Mengajar At-Tanzil, hal. 25
jam 18:30-19:30 dilaksanakan setelah ba’dha maghrib, sedangkan ketika ba’dha isya dilaksanakan pada jam 20:30-21:30. dan dilakukan pada hari sabtu,minggu,senin,rabu,dan kamis. Pembelajaran At-Tanzil adalah pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar membaca Al-Qur’an. Pembelajaran At-Tanzil menggunakan kitab At- Tanzil jilid I sampai jilid IV.
Pembelajaran metode At-Tanzil ini dilakukan selama minimal kurang lebih 1 tahun sesuai dengan kemampuan normalnya santri, setiap jilidnya khatamnya 1,5 bulan biasanya selama 9 bulan sudah selesai, karena terpotong dengan hari libur. Beserta nasyid-nasyid tajwid guna untuk mempermudah belajar ilmu tajwid.29
Dalam pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode At-Tanzil memiliki prosedur pelaksanaan kegiatan yang diatur dengan tiga tahapan yaitu:
a) Perencanaan Pembelajaran
Planningadalah bahasa inggris yang berasal dari kata plan, artinya rencana, rancangan, maksud, atau niat. Planning berarti perencanaan.30 Perencanaan pembelajaran merupakan salah satu tahapan dalam standar proses.
29Khoridatut Thoyyibah, diwawancarai oleh penulis, 20 Mei 2022.
30Hikmat,Manajemen Pendidikan, (Bandung:CV Pustaka Setia, 2014), 101.
Nana dan Sukirman dikutip oleh Mushlih berpendapat bahwa perencanaan pembelajaran merupakan penjabaran, pengayaan dan pengembangan dari kurikulum. Dalam membuat perencanaan pembelajaran, tentu saja guru selain mengacu pada tuntutan kurikulum, juga harus mempertimbangkan situasi dan kondisi serta potensi yang ada di sekolah masing-masing. Hal ini tentu saja akan berimplikasi pada model atau isi perencanaan pembelajaran yang dikembangkan oleh setiap guru, disesuaikan dengan kondisi nyata yang dihadapi setiap sekolah.31
Dari beberapa pengertian perencanaan pembelajaran pada pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud peneliti adalah hal-hal yang direncanakan dalam metode pembelajaran at-tanzil. Hal-hal yang direncanakan tersebut terdiri dari: (1) kompetensi guru; (2) bahan ajar; (3) materi pembelajaran;
(4) media pembelajaran; (5) strategi pembelajaran.
1) Kompetensi guru
Kompetensi berasal dari kata competency yang memiliki artiability(kemampuan),capability(kesanggupan),proficiency (keahlian), qualification (kecakapan), eligibity (memenuhi persyaratan), readiness (kesiapan), skill, (kemahiran), dan adequency (kepadanan). Sedangkan definisi guru memiliki
31Rudi Ahmad Suryadi, Aguslani Mushlih,Desain Perencanaan & Pembelajaran, (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2019), 13-15.
pengertian dari banyak aspek, yakni dari segi psikologi, pemerintah, dan menurut pakar-pakar yang lain.32
Guru kata lainnya ialah pendidik. Menurut ‘Abdul Hamid Al-Hasyimi yang dikutip oleh Mahmud guru adalah pendidik dengan orang yang secara sengaja mengasuh individu atau beberapa individu lainnya agar dibawah pengasuhnya, dan individu tersebut dapat tumbuh dan berhasil dalam menjalani kehidupan.33
Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional yang dikutip Rina Febriana, pemerintah merumuskan empat jenis kompetensi guru, sebagaimana tercantum dalam penjelasan Peraturan Pemerintah No.14 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan, yaitu:
a) Kompetensi paedagogik, yaitu adalah kemapuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi:
1. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan 2. Pemahaman terhadap peserta didik
3. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya
4. Evaluasi hasil belajar, dan lain-lain.
b) Kompetensi kepribadian, yaitu kemampuan kepribadian yang:
32Rina Febriana,Kompetensi Guru, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2019), 1-2.
33Mahmud,Sosiologi Pendidikan, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2012), 105.
1. Stabil 2. Dewasa
3. Berakhlakul karimah
4. Menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, dan lain-lain.
c) Kompetensi sosial, kemapuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk:
1. Berkomunikasi lisan dan tulisan
2. Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik
3. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar d) Kompetensi profesional, yaitu kemampuan penguasaan
materi pembelajaran secara luas dan mendalam, meliputi:
1. Materi ajar
2. Konsep, struktur, dan metode keilmuan, koheran dengan materi pelajaran, dan lain-lain.34
2) Bahan ajar
Bahan ajar ialah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisiskan materi pembelajaran, metode-metode, batasan- batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka yang diharapkan, yaitu mencapai
34Rina Febriana,Kompetensi Guru, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2019), 9-13.
kompetensi atau sub kompetensi dengan segala kompleksitasnya.35
Untuk membuat bahan ajar membutuhkan banyak sumber, tergantung bagaimana mengonsep bahan ajar yang sesuai dengan mata pelajaran. Di antaranya sumber yang didapatkan ialah Al-Qur’an, Al-Hadits, tafsir, buku referensi yang bisa didapatkan di toko, surat kabar, majalah, buletin, dan lain-lain.
3) Materi pembelajaran
Materi pembelajaran (instructional materials) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus diajarkan oleh guru dan harus dipelajari oleh siswa untuk mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Ada beberapa jenis materi pelajaran. Jenis-jenis itu adalah fakta, konsep, prinsip, prosedur, dan sikap atau nilai. Materi pembelajaran yang termasuk fakta misalnya nama-nama objek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, dan sebagainya. Materi pembelajaran yang termasuk konsep misalnya pengertian, definisi, ciri khusus, komponen, dan sebagainya. Materi pembelajaran yang termasuk prinsip seperti dalil, rumus, teorema. Materi pembelajaran yang berupa prosedur adalah langkah-langkah secara sistematis atau berurutan dalam mengerjakan tugas. Sikap atau nilai
35Rina Febriana,Kompetensi Guru, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2019),124.
merupakan materi pembelajaran efektif seperti kejujuran, kasih sayang, semangat, minat belajar, dan sebagainya.36
4) Media pembelajaran
Media dalam proses pembelajaran merupakan perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan sehingga terdorong serta terlibat dalam pembelajaran. Proses pembelajaran pada dasarnya juga merupakan proses komunikasi, sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran.37
5) Strategi pembelajaran
Startegi pembelajaran adalah rangkaian kegiatan dalam proses pembelajaran yang terkait dengan pengelolaan siswa, pengelolaan guru, pengelolaan kegiatan pembelajaran, pengelolaan lingkungan belajar, pengelolaan sumber belajar dan penilaian (asesmen) agar pembelajaran lebih efektif dan efisien sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan.38
Jadi, dari pembahasan tentang perencanaan pembelajaran yang dimaksud peneliti adalah perencanaan metode pembelajaran at-tanzil yang meliputi kompetensi guru, bahan
36Tuti Iriani,M. Agphin Ramadhan,Perencanaan Pembelajaran untuk Kejuruan, (Jakarta:
Kencana, 2019), 88-91.
37Mustofa Abi Hamid, Rahmi Ramadhani,Media Pembelajaran,(Jakarta: Yayasan Kita Menulis,2020), 3.
38Rina Febriana,Kompetensi Guru, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2019), 73.
ajar, materi pembelajaran, media pembelajaran, dan strategi pembelajaran di PPBU putri.
b) Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci, implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaan sudah dianggap siap. Secara sederhana pelaksanaan bisa diartikan penerapan.39
Pembelajaran merupakan suatu proses yang terdiri dari kombinasi dua aspek yaitu, belajar tertuju kepada apa yang harus dilakukan oleh siswa, mengajar berorientasi pada apa yang harus dilakukan oleh guru sebagai pemberi pelajaran adalah suatu kegiatan belajar mengajar yang didalamnya terdapat interaksi positif antara guru dengan siswa dengan menggunakan segala potensi dan sumber yang ada untuk menciptakan kondisi belajar yang aktif dan menyenangkan.40
Dalam pelaksanaan pembelajaran ada: (1) kegiatan pembuka, (2) kegiatan inti, dan (3) kegiatan penutup, sebagai berikut:
39Suprapno,Budaya Religius Sebagai Sarana Kecerdasan Spiritual,(Malang: CV. Literasi Nusantara Abadi, 2019). 9
40R.Gilang K,Pelaksanaan Pembelajaran Daring di Era Covid-19, (Banyumas:Lutfi Gilang,2020), 11.