BAB 11 PEKERJAAN TATA SUARA
11.4. Ketentuan Bahan dan Peralatan
a. Voice Evac Frame.
Voice Evac Frame merupakan perangkat yang dirancang untuk mengontrol pengumuman evakuasi suara dari sistem evakuasi suara tipe rak-mount.
Yang memiliki terminal input audio dan dapat mengeluarkan sinyal audio yang diperkuat ke jalur speaker ketika modul penguat daya opsional dipasang. Siaran Peringatan Darurat dapat dibuat dengan prioritas lebih tinggi daripada siaran Darurat. Dua pola siaran Darurat dapat diaktifkan secara bersamaan. Kompatibel dengan jaringan, sistem dapat dikonfigurasi dalam pengaturan terdistribusi. Fitur-fiturnya mencakup fungsi berikut:
b. Fungsi pemrosesan sinyal digital yang memungkinkan penyesuaian akustik yang sesuai untuk masing-masing sumber suara masukan dan penguat keluaran,
c. Penekan umpan balik fungsi yang secara otomatis menekan umpan balik akustik ketika terjadi, fungsi VOX yang memungkinkan kontrol mulai/berhenti siaran melalui pemicu audio, dan fungsi ANC yang memungkinkan kontrol kebisingan sekitar
Voice Evac Frame memiliki output daya 33 V DC, 90 W (RS Link: output 2 A) pada input 33 V DC
d. Power Amplifier.
Power Amplifier haruslah memiliki output total seperti ditunjuk dalam gambar rencana dan tegangan output 31 V DC, sakelar pemilihan tegangan output: 100 V.
e. Ceiling Loud Speaker
Loud speaker harus mempunyai frekuensi antara 65 Hz sampai dengan 18 kHz. Mempunyai diameter 6 inchi, dengan sensitivitas tidak kurang dari 92 dB max. Loud speaker dilengkapi dengan matching trafo 100 V dan ditap pada 1 watt dan 3 watt.
f. Column Speaker
Horn speaker harus mempunyai frekuensi 70 Hz – 20 kHz, dengan sound pressure level ± 90 dB max. Power input (max) = 30 W. Impedance ± 10 kilo ohm
g. Microphone
Paging Microphone type Dynamic Microphone dengan flexible microphone stem, Patern UniDirectional condenser, selectable gain dan Frekuensi response antara 100 Hz sampai dengan 16 kHz. Microphone harus dilengkapi dengan Heavy Duty Press to Talk Switch dan 6-selectable zone.
h. Volume Control/ Attenuator
Volume Control/ Attenuator mempunyai minimal 5 step pembesaran volume. Input Range: 0, 5 W ~ 60 W atau disesuaikan dengan kebutuhan.
i. Digital Announcer/ Message Manager
Berbasis pada micro-processor yang mampu memprogram sinyal informasievakuasi dari perintah panel Fire Alarm setara kualitas CD serta mampumemutar ulang pemberitahuan evakuasi dalam bahasa English dan bahasa Indonesia, memenuhi standard EVAC.
Contact relay : Emergency active relay, call active relay, fault relay Power : DC 24 Volt, 220 Volt + 10%-50/ 60 Hz
j. DVD/ CD Player
Frequency Response : 2 Hz – 20 kHz (+1/ -3 dB) Distortion : < 0.1%
S/ N Ratio : > 90 dB
Capacity player : DVD/ CD, MP3
k. Terminal Box
Terminal Box terbuat dari plat baja tebal 1, 2 mm ukuran 400 x 600 x 150 mm untuk ukuran besar dan 300 x 500 x 150 mm untuk ukuran kecil
dengan finishing cat bakar atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas/
Konsultan Manajemen Konstruksi.
11.4.2. Konduit dan Kabel
a. Pipa Konduit
1)Semua kabel harus dipasang di dalam pipa konduit PVC High impact dia.
20 mm, baik yang di atas plafond (horizontal) maupun yang di dinding/
tembok/ beton (vertikal). Pemasangan pipa konduit vertikal harus inbow.
2)Seluruh kotak sambungan, persimpangan, dan lain-lain harus dipasang tertutup sehingga tidak akan masuk benda-benda lain ke dalam kotak tersebut. Seluruh saluran ini harus terpisah dengan sistem saluran lainnya yang terdapat pada bangunan ini.
3)Untuk instalasi yang menyeberang jalan harus menggunakan jenis konduit galvanis
b. Kabel
1)Jenis kabel yang digunakan untuk instalasi fire alarm adalah sebagai berikut:
2)NYMHY 3 x 1, 5 mm2: dari peralatan utama menuju terminal box untuk masing-masing zone, dan instalasi volume control.
3)NYMHY 2 X 1, 5 mm2: untuk instalasi ceiling speker.
c. Instalasi pengkabelan lainnya seperti yang ditunjukkan dalam gambar.
11.4.3. Panel
a. Monitor Panel.
1)Digunakan untuk memonitor level output power amplifier secara audio-visual.
2)Dirancang dengan sistem modul untuk dipasangkan pada frame mixer.
3)Mempunyai kapasitas monitoring 10 jalur secara presisi.
b. Main Distribution Frame (MDF).
1)MDF digunakan untuk menerima sinyal audio bertegangan 100 V dari power-amplifier sebelum didistribusikan ke masing-masing lantai ge- dung melalui CTB.
2)Semua kabinet harus dibuat dari plat baja dengan ketebalan minimum 1,7 mm.
3)Kabinet untuk panel MDF harus mempunyai ukuran yang proporsional seperti dipersyaratkan, sehingga untuk jumlah dan ukuran kabel yang dipakai tidak perlu sesak.
4)Frame / rangka panel harus ditanahkan. Pada kabinet harus ada cara-cara yang baik untuk memasang, mendukung dan menyetel panel daya serta penutupnya.
5)Kabinet dengan kabel through feeder harus diatur dengan baik, rapi dan benar.
a) Finishing.
Semua rangka, penutup, cover plate dan pintu panel MDF seluruhnya harus dibuat tahan karat dengan diberi cat dasar atau prime coating dan diberi pelapis cat akhir (finishing paint).
Penentuan warna dan merek cat sebelumnya harus dimintakan persetujuannya ke WASPANG (Pengawas Lapangan).
Pengecatan harus tahan karat, dikerjakan dengan cara galvanized cadmium plating atau dengan zinc chromate primer dan di cat dengan cat akhir sistem bakar (oven).
b) K u n c i.
Setiap kabinet harus dilengkapi dengan kunci "catch and flat key lock".
Jenis kunci untuk setiap kabinet harus dari tipe "common key", sehingga kunci untuk setiap kabinetnya adalah sama. Pada masing-masing kabinet harus disediakan dua anak kunci.
c) Tinggi Pemasangan Panel.
Pemasangan panel sedemikian rupa, sehingga setiap peralatan di dalam panel dengan mudah masih dapat dijangkau. Bila dibutuhkan alas / pondasi / penumpu / penggantung, Kontraktor harus menyediakan dan memasang, sekalipun tidak tertera pada gambar.
d) L a b e l.
Semua kabinet harus diberi label sesuai dengan fungsinya untuk mengindikasikan / mengidentifikasikan penggunaan / nama alat tersebut. Label ini terbuat dari bahan logam anti karat dengan huruf-huruf hitam.
e) Terminal Kabel.
Terminal penyambungan yang digunakan harus dari jenis heavy duty dengan rating arus tidak kurang dari 15 A dan sanggup menampung kabel minimum 6 mm2.
c. Control Terminal Box (CTB).
1)Terbuat dari plat baja dengan ketebalan 1,5 mm, dicat anti karat dan difinish dengan rapi dan kokoh.
2)Sambungan kabel dengan baut.
3)Dilengkapi dengan pintu dan kuncinya.
4)Kabinet untuk panel MDF harus mempunyai ukuran yang proporsional seperti dipersyaratkan, sehingga untuk jumlah dan ukuran kabel yang dipakai tidak perlu sesak.
d. Cabinet Racks.
1)Digunakan untuk menampung keseluruhan peralatan utama car call (kecuali remote mic yang dipasang di atas meja).
2)Bahan rak dari pelat besi yang dicat bakar.
3)Dimensi dan jumlah rak yang digunakan disesuai kan dengan kebutuhan banyaknya peralatan satu sistem car call.