• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ketentuan Bahan dan Peralatan

BAB 7 PEKERJAAN LISTRIK ARUS KUAT

7.5. Ketentuan Bahan dan Peralatan

Tegangan menengah 20 KV dari PLN diterima pada incoming panel MVDP 20 KV daya disalurkan ke Transformator yang merubah tegangan 20 KV menjadi tegangan rendah 380 / 220 V. Panel Tegangan Rendah MVDP 20 KV terdiri dari :

a. Incoming Cubicle

1)1 bh 3 pole load break switch

2)Busbar 3 phase

3)1 bh 3 pole, 24 KV, earthing switch

4)Operated machine, store energy mechanic kmplit dengan interlocking machine

5)bh voltage indicator

b. Perlengkapan pada cubicle outgoing (1 unit)

1)1 bh CB – 3 pole 500 A / 630 V

2)1 bh earthing switch 3 pole, manual lever drive dengan interlocking mechanic

3)3 bh voltage indicator

4)4 pole auxilary switch 24 KV, automatic triping machine

c. Masing-masing unit panel TM harus dilengkapi dengan sistem interlock antara lain :

1)Isolating switch, earthing switch, dan pintu panel

2)Load break switch, earthing switch dan pintu panel

3)Yang tercantum dalam gambar rancangan 7.5.2. Transformator

a. Kapasitas : 500 KVA

b. Rated Primary Voltage : 24 KV

c. Rated Secondary Voltage : 400 Volt, 3 Phase

d. Impedance Voltage : 6 %

e. Connection / Vector Group : Symbol DYN 5

f. Voltage Tapings : ± 5 %

g. Pendingin : Oil

7.5.3. Perlengkapan dari Transformator ke Panel PUTR

a. Penghantar yang digunakan NYY

b. Conductor : copper / tembaga 7.5.4. Panel Bagi Utama 220 – 380 (PDUTR)

a. Panel PDUTR harus rakitan di Indonesia dan pabrik-pabrik pembuatannya harus telah tergabung dalam APPI (Assosiasi Pembuat Panel Indonesia).

b. Cubicle Panel menggunakan model Form 2.

c. Komponen pengaman; Circuit Breaker, Contactor, Magnetic Contactor, relays, harus mempunyai breaking capacity sesuai gambar perencanaan pada tegangan 380/ 415 Volt ; dan harus sesuai dengan iklim Indonesia.

d. Untuk Pemakaian komponen harus diusahakan menggunakan satu produk/

merk saja.

e. Model modul cubicle yang ditanahkan secara sempurna, pasangan pada lantai dan pintu dilengkapi master key.

f. Jenis pasangan dalam (indoor-type) free standing panel.

g. Menggunakan plat baja minimum 2, 0 mm dengan rangka besi siku, kompak dan kuat sehingga mampu menahan stress mekanik pada saat hubung singkat.

h. Dilengkapi louvers untuk ventilasi.

i. Komponen-komponen peletakannya agar diatur dengan baik, terlindung, sehingga mudah dioperasikan dan mudah perawatannya.

j. Meter dan indikator sesuai dengan perletakan yang mudah dilihat.

k. Busbar terdiri dari 5 busbar dengan ukuran seperti gambar rencana.

l. Seluruh bagian baja/ besi dicat dengan powder coating warna abu-abu atau ditentukan kemudian.

m. Jumlah dan jenis komponen panel harus sesuai dengan gambar rencana.

7.5.5. Panel Tegangan Rendah

a. Panel-panel daya dan penerangan lengkap dengan semua komponen yang harus ada seperti yang ditunjukkan pada gambar. Panel-panel yang dimaksud untuk beroperasi pada 220/ 380V, 3 phasa, 4 kawat, 50 Hz dan

solidly grounded dan harus dibuat mengikuti standard PUIL, IEC, VDE/ DIN, BS, NEMA dan sebagainya.

b. Panel menggunakan form 2 dengan busbar biasa (standard)

c. Panel-panel harus dibuat dari plat besi setebal 2 mm dengan rangka besi dan seluruhnya harus di zinchromate dan di cat duco 2 kali dan harus di cat dengan cat powder coating, warna dan cat akan ditentukan kemudian. Pintu panel-panel harus dilengkapi dengan master key.

d. Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan sebagainya harus diatur sedemikian rupa sehingga perbaikan-perbaikan, penyambungan-penyambungan pada komponen dapat mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen-komponen lainnya.

e. Panel PDUTR harus dilengkapi dengan Surja Arrester termasuk sub panel power yang berkaitan dengan IT, PABX, arus lemah/ elektronika yang lainnya.

f. Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan keperluannya dan telah disetujui oleh Konsultan Manajemen Konstruksi.

g. Body/ badan panel harus ditanahkan secara sempurna.

h. Komponen panel:

1)Accessories

Busbar, terminal-terminal, isolator switch dan perlengkapan lainnya harus buatan pabrik dan berkualitas dan dipasang di dalam panel dengan kuat dan tidak boleh ada bagian yang bergetar.

2)Busbar

Setiap panel harus mempunyai 5 busbar copper terdiri dari 3 busbar phase R-S-T, 1 busbar netral dan 1 busbar untuk grounding. Besarnya busbar harus diperhitungkan dengan besar arus yang mengalir dalam busbar tersebut tanpa menyebabkan kenaikkan suhu lebih besar dari 65°C. untuk itu penampang busbar harus sesuai ketentuan dalam PUIL.

Setiap busbar copper harus diberi warna sesuai peraturan PLN, dimana lapisan warna busbar tersebut harus tahan terhadap panas yang timbul.

Busbar adalah batang tembaga murni dengan minimum conduktivitas 98%, rating amper sesuai gambar.

Busbar harus dicat sesuai dengan kode warna dalam PUIL sebagai berikut:

Phasa : Merah, Kuning dan Hitam Netral : Biru

Ground : Hijau/ Kuning

3)Circuit breaker

Miniature Circuit breaker untuk penerangan menggunakan MCB dengan breaking capacity minimal 4.5 kA simetris atau sesuai dengan gambar perencanaan.

Rating arus untuk circuit breaker minimal adalah 10 A. Rating tegangan 240/ 415 VAC.

Miniature Circuit Breaker untuk beban motor induktif harus menggunakan MCB berkarakteristik curva D, tipe H.

Circuit Breaker yang digunakan minimal 1 pole untuk 1 phasa dan 3 pole untuk 3 phasa.

Circuit breaker lainnya harus dari tipe MCCB, sesuai dengan yang diberikan pada gambar rencana dengan breaking capacity MCCB adjustable minimal 36 kA.

Circiuit breaker harus dari tipe automatic trip dengan kombinasi thermal dan instantaneouse magnetic unit.

Main Circuit Breaker dari setiap panel emergensi harus dilengkapi shunt trip terminal.

Type dan jenis dari Circuit Breaker sesuai dengan gambar perencanaan.

4)Alat Ukur

Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis semi flush mounting dalam kotak tahan getaran. untuk Ampermeter dan Voltmeter dengan ukuran 96 x 96 mm dengan skala linier dan ketelitian 1% dan bebas pengaruh induksi serta bersertifikat tera dari LMK/ PLN (minimum 1 buah untuk setiap jenis alat ukur) disetiap Panel PembagiUtama atau Sub Panel Pembagi.

Alat pengukuran yang dipakai di PDTR menggunakan jenis Power Management Metering yang dapat interface pembacaan oleh BAS maupun dapat membaca langsung multi fungsi: KWmeter, KWHmeter, Ampermeter, Voltmeter, Frequencymeter, CosPhimeter, KVARH, THD.

7.5.6. Kabel Tegangan Menengah

Kabel TM berikut perlengkapannya serta pemasangannya harus mengikuti standard VDE/DIN, serta peraturan IEC dan PUIL 1987 serta peraturan lain yang berlaku di Indonesia

a. Incoming cable dari PLN menggunakan jenis XLPE In sulated (type N2XSY) multicore

b. Outgoing cable dari Panel TM ke Transformator menggunakan kabel XLPE insulated (type N2XSY) single core

7.5.7. Kabel Tegangan Rendah

a. Sebelum dipergunakan, kabel dan peralatan bantu lainnya harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan Manajemen Konstruksi.

b. Pada prinsipnya kabel-kabel yang dipergunakan adalah jenis Brach Cable XLPE/ PVC, NYY, NYM, NYA, NYFGbY, FRC, NYMHY, BCC. untuk kabel feeder/ power dari jenis NYY, kabel penerangan dipergunakan kabel NYM sedangkan untuk kabel grounding dari jenis BCC

c. Kabel-kabel yang dipakai harus dapat dipergunakan untuk tegangan min. 0, 6 KV dan 0, 5 KV untuk kabel NYM

d. Kabel FRC (kabel tahan api) harus mempunyai karakteristik sebagai berikut:

1)Fire Resistance

2)Fire Retardant

3)Halogen Free

4)Low toxicity

5)Low corrosivity

6)AmbientTemperature: 20 – 60ºC

e. Penampang kabel minimum yang dapat dipakai 2, 5 mm² 7.5.8. Lighting Fixtures

a. Umum

1)Condensor yang dipasang seri pada lampu-lampu TL harus dapat memberikan koreksi factor daya total minimal 0,9.

2)Fitting lampu dari tipe yang tidak menggunakan mur baut.

3)Semua lighting fixtures harus bebas dari karat dan lecet-lecet, dicat dengan cat bakar acrylic warna putih atau sesuai dengan persetujuan pemberi tugas. Contoh dan warna lampu harus disetujui oleh Pemberi Tugas dan Konsultan Manajemen Konstruksi.

4)Konstruksi lighting fixtures pada umumnya harus memberikan effisiensi penerangan yang maksimal, rapih, kuat serta sedemikian rupa hingga pekerjaan-pekerjaan seperti penggantian lampu, pembersihan, pemeriksaan dan pekerjaan pemeliharaan dengan mudah dapat dilaksanakan.

5)Pada semua lighting fixtures harus dibuatkan mur dan baut sebagai tempat terminal pentanahan (Grounding).

b. V-Shape TL 1 x 18 Watt

Color : White 6500K

Light Source : T8 LED 18 Watt

Light Intensity : 2100 Lumens

Power : 18 W

Material : Alumunium

Ambient temp : -20ºC < To < + 45ºC

c. RM TL 1 x 18 Watt

Color : White 6500K

Light Source : T8 LED 18 Watt

Light Intensity : 2100 Lumens

Power : 18 W

Material : Alumunium

Ambient temp : -20ºC < To < + 45ºC

d. Downlight LED 10 Watt Inbow

Color : White 6500 K

Light Source : T8 LED 9.5 Watt

Light Intensity : 1100 Lumens

Power : 9.5 W

Material : Aluminium die cast

Ambient temp : -20ºC to + 40ºC

IP Class : IP 20

e. Downlight LED 19 Watt Inbow

Color : White 6500 K

Light Source : T8 LED 19 Watt

Light Intensity : 2200 Lumens

Power : 19 W

Material : Aluminium die cast

Ambient temp : -20ºC to + 40ºC

IP Class : IP 20

f. Lampu Exit

1)Rumah lampu dari plat baja/ besi tebal minimal 0.5 mm dengan cat powder coating warna putih.

2)Type dari ballast yang digunakan adalah electromagnetic low loss.

3)Frame terbuat dari allumunium extrusion tanpa cat dengan tebal 1.1 mm.

4)Cover terbuat dari acrylic dengan tebal 2.0 mm.

5)Daya lampu yang digunakan adalah 18W

6)Tabung lampu yang dapat dipakai adalah TL-D Seri 840/ 865 (Cool Daylight/ Neutral White) TL-D.

7)Lampu harus dilengkapi dengan nicad battery.

g. Lampu Emergency

Sesuai dengan gambar perencanaan yang dilengkapi dengan nicad battery dengan kapasitas memback-up lampu minimal sampai dengan 2 jam.

7.5.9. Kotak-Kontak dan Saklar

a. Kotak-kontak dan saklar yang akan dipasang pada dinding tembok bata adalah tipe pemasangan masuk/ inbow (flush mounting).

b. Kotak-kontak biasa (inbow) yang dipasang mempunyai rating 13 A dan mengikuti standard VDE, sedangkan kotak-kontak khusus tenaga (outbow) mempunyai rating 16 A dan mengikuti standard BS (3 pin) dengan lubang bulat.

c. Flush-box (inbow doos) untuk tempat saklar, kotak-kontak dinding dan push button harus dipakai dari jenis bahan blakely atau metal.

d. Kotak-kontak dinding yang dipasang 300 mm dari permukaan lantai kecuali ditentukan lain dan ruang-ruang yang basah/ lembab harus jenis water dicht (WD) sedang untuk saklar dipasang 1, 500 mm dari permukaan lantai atau sesuai gambar.

7.5.10. Konduit

a. Konduit instalasi penerangan dan stop kontak yang dipakai adalah dari jenis PVC High Impact.

b. Factor pengisian konduit harus mengikuti ketentuan pada PUIL.

7.5.11. Rak Kabel/ Cable Tray

a. Rak kabel terbuat dari plat galvanis dan buatan pabrik, ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan.

b. Penggantung dibuat dari Hanger Rod, jarak antar penggantung maximum 1 m. Penggantung harus rapi & kuat sehingga bila ada pembebanan tidak akan berubah bentuk. Penggantung harus dicat dasar anti karat sebelum dicat akhir dengan warna abu-abu.

c. Bahan-bahan untuk rak kabel dan penggantung harus buatan pabrik.

7.5.12. Perlengkapan Instalasi

a. Perlengkapan instalasi yang dimaksud adalah material-material untuk melengkapi instalasi agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan, handal dan mudah perawatan.

b. Seluruh klem kabel yang digunakan harus buatan pabrik.

c. Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam junction box/ doos, warna kabel harus sama.

d. Juction box/ doos yang digunakan harus cukup besar dan dilengkapi tutup pengaman.

7.6. Persyaratan Teknis Pemasangan