• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterbatasan Peneliti

Dalam dokumen A K M A L - ADOC.PUB (Halaman 91-129)

BAB IV HASIL PENELITIAN

E. Keterbatasan Peneliti

bola yang tersedia sangat sedikit, sehingga pemain tersebut harus menunggu lama untuk menunggu giliranya. Rendahnya kemampuan pengusaan teknik dasar melalui pendekan metode elementer juga disebabkan kurang bersemangatnya pemain dalam melakukan latihan karena gerakan yang dilakukan berulang-ulang sehingga menimbulkan membosankan.

Dengan demikian, dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa secara jelas terdapat perbedaan yang berarti antara kedua pendekan metode elementer dan modifikasi dalam bentuk permainan. Pendekan latihan modifikasi dalam bentuk permainan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan pemain yang dilatih melalui pendekan elementer.

3. Keadaan gizi pemain tidak dapat dikontrol karena mereka memiliki keadaan sosial ekonomi yang berbeda, walaupun telah diberitahukan untuk memakan makanan yang bergizi.

4. Terbatasnya literatur yang ada untuk bahan bacaan sehingga ada hal- hal yang kurang tepat dan terjadi diluar dugaan penulis.

5. Keadaan cuaca yang berubah-ubah dan cukup panas pada saat latihan sehingga jadwal latihan tidak tepat waktu, namun waktu berakhirnya latihan juga dilakukan mundur dari jadwal yang seharusnya.

   

BAB V

KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Berdasrkan analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Terdapat pengaruh yang signifikan keterampilan tehnik dasar sepak bola siswa SSB Cendana Pekanbaru antara awal perlakuan dengan akhir perlakuan melalui pendekatan elementer. Dengan kata lain pendekatan latihan elementer memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan teknik dasar sepak bola siswa SSB Cendana Pekanbaru.

2. Terdapat pengaruh yang signifikan keterampilan teknik dasar sepak bola siswa SSB Cendana Pekanbaru anatara awal perlakuan dengan akhir perlakuan melalui pendekatan modifikasi dalam bentuk permainan.

Dengan kata lain pendekatan latihan modifikasi dalam bentuk permainan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan teknik dasar sepak bola siswa SSB Cendana Pekanbaru.

3. Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pendekatan latihan elementer dengan modifikasi dalam bentuk permainan terhadap peningkatan keterampilan teknik dasar sepakbola siswa SSB Cendana Pekanbaru.

4. Pendekatan latihan modifikasi dalam bentuk permainan sama-sama memberikan peningkatan terhadap penguaan teknik dasar permainan sepakbola, tetapi metode modifikasi dalam bentuk permainan memberikan

   

peningkatan yang lebih tinggi dari pada pendekatan metode elementer pada SSB Cendana Pekanbaru.

5. Metode modifikasi dalam bentuk permainan tersebut juga dapat memberikan suasana baru bagi pemain yang selama ini merasa kaku dan monoton, berubah menjadi menjadi menyenangkan, realistis dan tidak membosankan.

6. Mengajarkan teknik dasar bermain sepakbola menggunakan metode elementer cocok bagi pemain pemula dan usia dini akan lebih mudah untuk mengusai teknik dan skill dalam bermain sepakbola.

7. Mengajarkan teknik dasar bermain sepakbola menggunakan metode modifikasi dalam bentuk permainan cocok bagi siswa/pemain yang telah menguasai tehnik bagian, sehingga dapat mengembangan teknik, taktik dan skill dalam bermain sepakbola.

8. Metode modifikasi dalam bentuk permainan memberi kesempatan pada pemain untuk berinteraksi dengan teman, pelatih dan lingkungannya serta dapat pula menyelesaikan program latihan yang disesuiakan dengan perkembangan dan tingkat kematangannya.

B. Implikasi.

Hasil penelitian menunjukan bahawa pendekatan latihan elementer dan modifikasi dalam bentuk permainan sama-sama dapat meningkatan keterampilan teknk dasar sepak bola pada sswa SSB Cendana Pekanbaru. Kedua pendekatan ini sama - sama dapat dipergunakan dalam melatih tehnik dasar sepak bola pada pemain usia dini dan remaja. Metode elementer dapat diterapkan pada

   

pengenalan teknik dasar pada pemain dan bila pemain telah mengenal teknik secara elementer, pelatih mengembangkan penguasan teknik dasar pada tingkat yang lebih tinggi dengan menggunakan metode modifikasi dalam permainan.

Siswa SSB adalah siswa yang masih berusia anak-anak, mereka masih senang bermain maka pendekatan latihan modifikasi dalam bentuk permainan sangat baik digunakan untuk menigkatkan keterampilan tehnik dasar sepakbola, karena siswa telah dihadapkan pada situasi bermain yang sebenarnya dan juga menuntut pemecahan masalah dari siatuasi tersebut.

Sebagai pelatih dalam menjarkan teknik dasar bermain sepak bola harus juga memiliki model-model pendekatan modifikasi dalam bentuk permainan yang bervariasi sehingga siswa tidak merara bosan dan jenuh dalam melakukan latihan. Artinya sebagai guru penjasorkes di sekolah juga harus memperkaya diri dengan berbagai bentuk metode modifikasi dalam bentuk permainan sepak bola sebagai bahan untuk mengajar teknik dasar sepak bola.

Bila kita lihat dari kurkulum Sekolah Sepak Bola (SSB) yang dibuat dan dikembangkan oleh pelatih maupun guru penjasorkes banyak yang dirancang dalam bentuk terpisah-pisah dalam mengajarkan teknik dasar sepak bola kepada siswanya maka pendekatan modifikasi dalam bentuk permainan ini dapat juga dapat dipakai untuk menyempurkan kurikulum tersebut. Hal ini juga tidak akan terlepas dari situasi dan kondisi serta banyak variasi latihan maupun tujuan yang ingin dicapai dalam latihan tersebut, serta dalam memilih pendekan yang cocok digunakan dalam mengajar dan melatih siswa SSB.

   

C. Saran

1. Pelatih dalam membentuk team haruslah dapat mengembangkan berbagai bentuk modifikasi dalam bentuk permainan dalam melatih pemainnya dalam menguasai teknik dasar bermain sepakbola karena pendekatan ini lebih mengarah pada permainsepak bola yang sebenarnya.

2. Sebagai guru Penjasorkes agar dapat juga merancang dan mempedomani pendekatan modifikasi dalam bentuk pemainanan ini dalam mengajarkan tehnik dasar sepak bola agar lebih cepat dalam menguasai keterampilan dasar sepak bola pada siswanya.

3. Kepada siswa//pemain dalam menerapkan pendekatan modifikasi dalam bentuk permaiinan ini agar selalu mematuhi aturan dan pentunjuk yang disampaikan oleh pelatih /guru agar tujuan latihan dapat dicapai secara optimal.

4. Sebagai peneliti, karena keterbatasan penelitian dan masih kecilnya ruang linkup serta sedikitnya sampel, maka bagi peneliti yang lain yang mau melanjutkan dengan item yang sama sebaiknya memakai kelompok yang lebih banyak.

.

   

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi, Chlid Marbuko. 2001, Metodologi Penelitian. Jakarta : PT Burni Aksara.

Bauer, Gerhard. 1986. Futball perfekt. Munchen. ,lerman

Bompa, Tudor. 1994. Theory And Metodologi Of Training, The Key To Atletic Performance. Debuge Lowa : Kendall/Hunt Publishing. Compeny.

Coever, Well. 1989. Sepak Bola Program Pembinaan Pemain Idealocal. Jakarta : PT. Gramedia.

Collinns, D. Ray Patrik B.Hodges. 1978. Spore Skills Test And Measurement.

Charles C Thomas : Publisher USA

Dimyati. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Proyek Pernbinaan dan Peningkatan Mutu "tenaga Kependidikan : Dirjen Dikti Depdikbud.

Dinata, Marta. 2007. Dasar – dasar Mengajar Sepakbola. Jakarta.Penerbit”Cerdas Jaya”.

Harsono. 1988. Coaching dan Aspek-aspek Psikologis Dalam Coaching. Jakarta Dirjen Dikti Depdikbud.

Hutasuhut, Chairuddin, 1985,Teori Pengajaran Olahraga Sekolah, Fakultas Ilmu Keolahragaan Univeristas Negeri Padang.

Hp. Suharno 1982. Ilmu Kepelatihan Olahraga Yogyakarta : FPOK IKIP..lakarta.

Irsyad, Rosida. 2007. Making It Real “Keterampilan bermain sepak bola David Bechkam : On Read – Books Publisher.

Kiram, Yanuar. 2001. Belajar Gerak dan Belajar Melalui Gerak Dalam Pendidikan Jasmani. Padang : Fakultas Ilmu Keolahragaan Univeristas Negeri Padang.

...1994. Teori – teori Belajar dan Implementasinya Kedalam Pembelajaran Keterampilan Motorik Olahraga. Padang : FPOK IKP.

...2001. Metode Pembelajaran Keterakmpilan Motorik Dasar Bagi Anak-Anak Sekolah Dasar. Padang : Universitas Negeri Padang.

   

Luxbacher, Joe.2004. Taktik dan Teknik Bermain Sepakbola. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada.

Laimana, Johanis Julius. 1999. Pengaruh Modifikasi Bentuk Permainan Terhadap Penguasaan keterampilan Teknik Dasar Permainan Bola Voli.

Bandung IKIP

Lutan, Rusli. 1993. Pengembangan Model Pentahapan Tugas gerak Untuk Jenjang Pendidikan Dasar Kajian Teroritis dan Kajian Empiris.

Bandung : FPOK IKIP.

Mazuardi, 2003, “ Pengaruh Pembelajaran Metode Elementer dan Metode Global Terhadap Keterampilan Bermain Sepakbola”, Tesis, Pascasarjana UNP Padang.

Muctar, Remy. 1992. Olahraga Pilihan Sepak Bola. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Dikti.

Nugraha, Ubaidahlah, 2008: Republik Gila Bola. PT. Cahaya Intan Suci, Jakarta.

Nurhasan, 2001: Tes dan Pengukuran dalam Pendidikan Jasmani Prinsip-Prinsip dan Penerapannya.Jakarta: Dirjen Olahraga Depdiknas.

Pasca Sarjana UNP. 2004. Petunjuk Penulisan Tesis. Padang: UNP

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. 2001. Buku Panduan Pelatih C. Jakarta : PSSI Tehnical Departement

Purbodjati. Ngasmain. 1997. Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Usia Dini sebagai Alternatif Pemberdayaan Sub Sistim Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Bandung: IKIP Bandung.

Pate. Rotella, M CLenaghan. 1993. Dasar-dasar Ilmiah kepelatihan.Terjemahan Semarang :IKIP Press.

Rahantoknam, BE. 1988. Belajar Motorik Teori dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Jakarta: P2LPTK Dirjen Dikti Depdikbud.

Sukatamsi, 1984. Teknik dasar Bermain Sepak Bola. Solo: Tiga Serangkai ...2001. Permainan Besar I Sepak Bola. Jakarta: Universitas Terbuka Sugiyanto, 1993. Belujar Gerak. Jakarta: KONI Pusat Pendidikan/Penataran.

   

Suwirman. 1996. Pengaruh Pendekatan Pembelajaran dan Tingkat Koordinasi Mata dan Kaki Terhadap Hasil Belajar Sepak Bola. Jakarta : IKIP.

Sujana, 1997. Metode Statistika. Bandung: Transito

...1994. Desain dan Analisis Aksperimen. Bandung : Transito.

Syafruddin.1992.Pengantar Ilmu Melatih: FPOK Padang IKIP Padang.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Jakarta: Kementrian Negara dan Pemuda Olahraga RI.

Toho, M Cholik. Rush Lutan (1996). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Buku Teks DII PGSD Jakarta : Dikti Depdikbud.

Toho, M Cholik. Ciusril (2004). Perkembangan Motorik Pada Masa Anak-Anak.

Direktorat Jenderal Olahraga DEPDIKNAS.Jakarta.

Yusuf, A, Muri. 2007. Dasar – dasar Penyelidikan Ilmiah. Universitas Negeri Padang. Padang.

   

Lampiran 1

Data uji coba (test-retest) Keterampilan Teknik Dasar Sepak Bola ( kelompok siswa lain yang kemampuannya sama)

No X Y X2 Y2 XY

1 12.94 13.1 167.4436 171.61 169.514 2 11.12 11.28 123.6544 127.2384 125.4336 3 11.36 11.47 129.0496 131.5609 130.2992 4 12.11 12.6 146.6521 158.76 152.586 5 12.61 13.1 159.0121 171.61 165.191 6 14.84 15.58 220.2256 242.7364 231.2072 7 13.12 13.43 172.1344 180.3649 176.2016 8 10.69 10.89 114.2761 118.5921 116.4141 9 14.31 14.53 204.7761 211.1209 207.9243 10 12.98 12.41 168.4804 154.0081 161.0818 11 13.48 13.58 181.7104 184.4164 183.0584 12 13.66 14.25 186.5956 203.0625 194.655 13 10.29 10.37 105.8841 107.5369 106.7073 14 12.44 12.21 154.7536 149.0841 151.8924 15 11.23 11.05 126.1129 122.1025 124.0915 16 14.27 14.58 203.6329 212.5764 208.0566 Jumlah 201.45 204.43 2564.394 2646.381 2604.314

rxy =

[

∑ ∑ ][

]

2 2

2

2 ( ) ( )

) )(

(

Y Y

n X X

n

Y X XY n

rxy =

}

2

}

216(2646.381) (204.43) )

45 . 201 ( ) 3939 . 2564 ( 16

) 43 . 204 )(

45 . 201 ( ) 314 . 2604 ( 16

rxy =

}

42342.0864 41791.6249

}

1025 . 40582 3024

. 41030

4235 . 4182 024 . 41669

rxy=

) 4615 . 550 ( 19999 . 488

6005 . 486

rxy =

7893 . 246716

6005 .

486 rxy =

7050 . 496

6005 .

486 = 0.97

Lampiran 2

Data Awal Tes Keterampilan Teknik Dasar Sepak Bola

No WAKTU

RATA-RATA 1 2

1 9.94 10.16 10.05

2 9.75 13.05 11.40

3 10.12 9.48 9.80

4 9.78 9.81 9.80

5 9.96 9.63 9.80

6 8.46 9.24 8.85

7 8.7 8.15 8.43

8 10.96 10.87 10.92

9 12.45 11.22 11.84

10 11.55 10.74 11.15

11 10.42 9.14 9.78

12 9.77 10.9 10.34

13 9.86 10.12 9.99

14 10.78 9.44 10.11

15 9.72 9.00 9.36

16 9.62 11.53 10.58

17 11.34 12.44 11.89

18 12.73 11.82 12.28

19 10.64 11.29 10.97

20 12.18 11.52 11.85

21 12.42 9.99 11.21

22 13.34 13.42 13.38

23 9.24 9.43 9.34

24 12.14 10.7 11.42

25 16.6 12.24 14.42

26 12.33 11.16 11.75

27 13.28 14.08 13.68

28 8.93 9.21 9.07

29 9.06 11.12 10.09

30 11.72 11.06 11.39

Lampiran 3

Data Awal Tes Keterampilan Teknik Dasar Sepak Bola Menurut Ranking

No WAKTU (detik)

RATA-RATA (detik)

1 2

1 8.7 8.15 8.43

2 8.46 9.24 8.85

3 8.93 9.21 9.07

4 9.24 9.43 9.34

5 9.72 9.00 9.36

6 10.42 9.14 9.78

7 9.78 9.81 9.80

8 9.96 9.63 9.80

9 10.12 9.48 9.80

10 9.86 10.12 9.99

11 9.94 10.16 10.05

12 9.06 11.12 10.09

13 10.78 9.44 10.11

14 9.77 10.9 10.34

15 9.62 11.53 10.58

16 10.96 10.87 10.92

17 10.64 11.29 10.97

18 11.55 10.74 11.15

19 12.42 9.99 11.21

20 11.72 11.06 11.39

21 9.75 13.05 11.40

22 12.14 10.7 11.42

23 12.33 11.16 11.75

24 12.45 11.22 11.84

25 12.18 11.52 11.85

26 11.34 12.44 11.89

27 12.73 11.82 12.28

28 13.34 13.42 13.38

29 13.28 14.08 13.68

30 16.6 12.24 14.42

Lampiran 4

DATA AWAL KELOMPOK PENDEKATAN ELEMENTER

No

WAKTU (detik)

RATA-RATA (detik) 1 2

1 8.7 8.15 8.43

2 9.24 9.43 9.34

3 9.72 9.00 9.36

4 9.96 9.63 9.80

5 10.12 9.48 9.80

6 9.06 11.12 10.09

7 10.78 9.44 10.11

8 10.96 10.87 10.92

9 10.64 11.29 10.97

10 11.72 11.06 11.39

11 9.75 13.05 11.40

12 12.45 11.22 11.84

13 12.18 11.52 11.85

14 13.34 13.42 13.38

15 13.28 14.08 13.68

RATA-RATA 10.8

DATA AWAL KELOMPOK PENDEKATAN MODIFIKASI

No

WAKTU (detik)

RATA-RATA (detik)

1 2

1 8.46 9.24 8.85

2 8.93 9.21 9.07

3 10.42 9.14 9.78

4 9.78 9.81 9.80

5 9.86 10.12 9.99

6 9.94 10.16 10.05

7 9.77 10.9 10.34

8 9.62 11.53 10.58

9 11.55 10.74 11.15

10 12.42 9.99 11.21

11 12.14 10.7 11.42

12 12.33 11.16 11.75

13 11.34 12.44 11.89

14 12.73 11.82 12.28

15 16.6 12.24 14.42

RATA-RATA 10.8

Lampiran 5

Tes Keterampilan Teknik Dasar Sepakbola

Lampiran 6

Perincian Jadwal Latihan

HARI MARET APRIL

Senin 1 8 15 22 29 5 12 19 26

Selasa 2 9 16 23 30 6 13 20 27

Rabu 3 10 17 24 31 7 14 21 28

Kamis 4 11 18 25 1 8 15 22 29

Jumat 5 12 19 26 2 9 16 23 30

Sabtu 6 13 20 27 3 10 17 24

Minggu 7 14 21 28 4 11 18 25

Keterangan

: Tes Pengelompokan/pre test

: Tes Akhir

: Latihan 1

Lampiran 7.

Desain Metode Pendekatan Elementer dan Modifikasi Minggu Kelompok I

Pendekatan Elementer

Kelompok II Pendekatan

Modifikasi

Jumlah Hari Pertemuan

Waktu Latihan

1 Teknik pasing bola jarak pendek

Permainan sepak bola dilapangan

kecil

3 x /minggu Rb,Jum,Sn

Pendahuluan : l5 mnt Inti : 60 mnt Penutup : 15 mnt 90 mnt 2 Kombinasi jarak pendek

dan menengah

Permainan sepak bola dilapangan

kecil

2 x /minggu Rb,Jum

Pendahuluan : l5 mnt Inti : 60 mnt Penutup : 15 mnt 90 mnt 3 Teknik menendang bola

ke gawang

Permainan sepak bola dilapangan

kecil

3 x /minggu Sn,Rb,Jum

Pendahuluan : l5 mnt Inti : 60 mnt Penutup : 15 mnt 90 mnt 4 Teknik mendribel bola Permainan sepak

bola dilapangan kecil

3 x /minggu Sn,Rb,Jum

Pendahuluan : l5 mnt Inti : 60 mnt Penutup : 15 mnt 90 mnt 5 Teknik menenahan dan

mengontrol bola

Permainan sepak bola dilapangan

kecil

2 x /minggu Sn,Rb

Pendahuluan : l5 mnt Inti : 60 mnt Penutup : 15 mnt 90 mnt 6 Teknik menyundul bola

(heading bola)

Permainan sepak bola dilapangan

kecil

2 x /minggu Jum,Sn

Pendahuluan : l5 mnt Inti : 60 mnt Penutup :15 mnt 90 mnt 15 minggu

Lampiran 8.

JADWAL LATIHAN ELEMENTER DAN MODIFIKASI PERMAINAN SISWA SSB CENDANA PEKANBARU

NO HARI

TANGGAL MATERI PENDEKATAN LATIHAN TEKNIK ELEMENTER

PENDEKATAN LATIHAN MODIFIKASI

PERMAINAN

1 2 3 4 5

I Senin 1-3-2010

Tes Awal A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Tes awal (pre test)

keterampilan sepak bola C. Latihan penutup

Setiap siswa sampel mengikuti tes awal (pre test) keterampilan sepakbola

II Rabu 3-3-2010

Passing jarak pendek

A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Latihan Inti

1. Siswa melakukan passing pendek saling berhadapan jarak 5m menggunakan sisi kaki bagian dalam.

A. LatihanPendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Latihan Inti

1. Siswa bermain 4 vs 2 pada lapangan 15m x 5m mempergunakan passing pendek.

2. Siswa melakukan passing jarak

5m sampai 7m dengan sisi kaki bagian dalam.

3. Siswa bermain 3vs3 pada lapangan 15mx15m

menggunakan teknik passing pendek.

3 Siswa melakukan passing saling berhadapan jarak 7m sampai 10m dengan kura-kura kaki.

C. Latihan penutup

4. Siswa bermain 5vs5 pada lapangan 30m x 30m dibantu 2 orang pemain netral dengan teknik passing pendek.

III Jumat 5-3-2010

Passing jarak pendek

A.Latihan Pendahuluan 1.Pemanasan 2.Peregangan 3.Pelemasan B. Latihan Inti

Materi latihan dan organisasi sama dengan pertemuan ke-II C. Latihan penutup

A.Latihan Pendahuluan 1.Pemanasan 2.Peregangan 3.Pelemasan B. Latihan Inti

Materi latihan dan organisasi sama dengan pertemuan ke-II C.Latihan penutup

IV Senin 8-3-2010

Passing jarak menengah

A.Latihan Pendahuluan 1.Pemanasan 2.Peregangan 3.Pelemasan B. Latihan Inti

1.Siswa melakukan passing saling berhadapan dengan jarak 15m dengan sisi kaki bagian dalam.

A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Latihan Inti

1. Siswa bermain 2vs2 dengan dua pemain netral pada lapangan 30m x 30m, setelah mengontrol bola, melakukan passing jarak 10m sampai 15m kepada teman atau pemain

netral lalu bergerak ke daerah kosong

2. Siswa melakukan passing

saling berhadapan dengan jarak 15m dengan sisi kaki bagian luar.

2. Siswa bermain 3vs3 dengan 1 pemain netral pada lapangan 30m x 30m setelah melakukan passing kepada teman atau pemain netral dengan jarak 10 sampai 15 meter bergerak ke daerah kosong.

3. Siswa melakukan passing

saling berhadapan dengan jarak 15m dengan kura-kura kaki.

3. Dua regu bermain pada lapangan 40m 40m, (regu A3vs3 dan regu B3vs3) setelah bola terkontrol melakukan passing pada teman jarak 10m sampai 15m.

4. Siswa melakukan passing

dengan sisi kaki dalam dan sisi kaki luar berhadapan jarak 15m C.Latihan penutup

V Rabu 10-3-2010

Kombinasi passing jarak pendek dan menengah

A.Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Latihan Inti

1. Siswa melakukan passing bola jarak pendek saling

berhadapan dengan teman jarak 5m dengan sisi kaki bagian dalam, setelah lima kali pelaksanaan jarak siperjauh sampai 10m.

A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Latihan Inti

1. Siswa bermain pada lapangan 30m x 30m 2vs2 dengan 2 pemain netral bermain bola passing pendek 4 kali sentuhan, lalu sentuhan ke-5 bola dipassing jarak 15m sampai 20m kepada teman yang bergerak ke daerah kosong.

2. siswa melakukan passing bola jarak pendek saling

berhadapan dengan teman jarak 10m dengan kura-kura kaki, setelah 10 kali passing jarak diperjauh jadi 15.

2. Sama dengan permainan di atas tetapi sentuhan bola pendek dikurangi menjadi 3 kali lalu dilakukan passing jarak 15m sampai 20m kepada temannya.

3. Siswa 2 orang saling

berhadapan (X1 dan X2) jarak 5m, dan 2 orang lagi (Y1 dan Y2) juga saling berhadapan dengan jarak 5m lalu melakukan passing bola pendek. Seterusnya X1 passing bola atas pada Y1 jarak 15m sampai 20m melewati X2

berikutnya Y1 melakukan latihan yang sama dengan X1. C. Latihan penutup

3. Dua regu bermain pada lapangan 50m x 60m (regu A 3vs3 regu B 3vs3), masing- masing regu melakukan passing pendek 3 kali, lalu untuk passing yang ke-4 bola dipassing kepada salah seorang temannya yang bergerak kelpangan kosong jarak 15m sampai 20m.

C.Latihan penutup VI Jumat

12-3-2010

Kombinasi passing jarak

A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan

A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan

pendek dan menengah.

3. Pelemasan B. Latihan Inti

Materi latihan dan organisasi sama dengan pertemuan ke-V C. Latihan penutup

3. Pelemasan B. Latihan Inti

Materi latihan dan organisasi sama dengan pertemuan ke-V C.Latihan penutup

VII Senin 15-3-2010

Menendang bola ke gawang

A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Latihan Inti

1. Siswa latihan menendang bola diam ke gawang secara bergantian jarak 12m.

A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Latihan Inti

1. Bermain adu tembak menendang bola bergulir dari depan, darin samping kiri, dan samping kanan ke gawang.

Setiap bola yang masuk ke dalam gawang, pemain menendang memperoleh 1 poin.

2. Siswa latihan menendang bola

bergulilr ke depan ke gawang bergantian jarak 12m.

2. Bermain 3vs3 dengan dua orang pemain netral pada lapangan 30m x 25m dengan gawang di tengah lapangan.

3. Siswa latihan menendang bola

bergulir dari depan ke gawang secara bergantian jarak 15m.

3. Siswa bermain 3vs3 dengan 4 pemain netral sebagai tembok pantul pada lapangan 30m x 30m memakai satu gawang di tengah lapangan. Pemain netral masing-masingnya menempati gar is sisi melebar dan

4. Siswa latihan menendang bola

bergulir dari samping ke kiri ke gawang jarak 12m.

4. Menanjang lapangan yang selalu bergerak dan berpihak kepada regu yang menguasai bola. Jika ada peluang, tendangan kegawang harus dilakukan dengan secermat mungkin.

5. Siswa latihan menendang bola

bergulir dari samping kanan kegawang jarak 12m.

C.Latihan penutup VIII Rabu

17-3-2010

Menendang bola ke gawang

A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Latihan Inti

Materi dan organisasi latihan sama dengan pertemuan ke-VII C. Latihan Penutup

A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Latihan Inti

Materi dan organisasi latihan sama dengan pertemuan ke- VII

C. Latihan Penutup IX Jumat

19-3-2010

Menendang ke gawang

1. Siswa menendang bola ke gawang dilambungkan sendiri dari jarak 10m.

1. Siswa bermain 4vs4 dengan 2 pemain netral dalam lapangan berukuran 40m x 30m

memakai 2 gawang mini berhadapan, dimana setiap regu berusaha mencari kesempatan menendang bola ke gawang dan setiap ada peluang harus melakukannya.

2. Siswa menendang bola ke

gawang dilambungkan teman dari samping kanan.

2. Siswa bermain 6vs6 dengan satu pemain netral dalam lapangan 40m x 30m memakai dua gawang mini berhadapan. Setiap regu yang memiliki peluang harus melakukan tendangan ke gawang seefektif mungkin.

3. Siswa menendang bola ke

gawang dilambungkan temandari samping kiri.

4. Siswa menendang bola drop

kick ke gawang yang dilambungkan sendiri.

C.Latihan penutup X Senin

24-3-2010

Mendribel bola

A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Latihan Inti

1. Siswa medribel bola lurus ke dapan dengan kura-kura kaki kearah teman didepannya sejauh 10m.

A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Latihan Inti

1. dengan satu orang pemain netral pada lapangan 15m x 15m dengan target masing- masing pemain berusaha menyentuh garis melebar lapangan.

2. Siswa mendribel bola lurus ke

depan dengan sisi kaki bagian dalam kearah teman di depannya sejauh 10m.

2. Siswa bermain mendribing bola 2vs2 dengan 2 orang pemain netral pada lapangan 15m x 15m dengan target menyentuh garis melebar lapangan , dan setiap melewati lawan harus dengan mendribel bola.

3. Tiga kelompok siswa berbaris

berbanjar saling berhadapan dengan jarak 8 meter.

Seterusnya regu I mendribel bola keregu II yang kemudian melakukan latihan yang sama dengan regu I secara bertahap kecepatan mendribling bola ditingkatkan.

4. Bermain mendribel bola 5vs5 dengan 2 orang pemain netral pada lapangan 30m x 30m dengan target bola menyentuh garis melebar lapangan, dan setiap melewati lawan harus dengan mendribel bola.

4. Siswa A melakukan latihan

mendribel bola kedepan, saat bersaan siswa B maju ke depan.

Saat bertemu siswa B mengambil bola dari A dan melakukan latihan yang sama

5. Enam siswa bermain

mendribel bola pada lapangan 15m x 15m. masing-

masingnya berusaha

melindungi bola dan mencuri bola yang dikuasai temannya

dengan A.

C.Latihan penutup

melalui sentuhan kearah luar lapangan permainan.

C.Latihan penutup XI Rabu

24-3-2010

Mendribel bola

A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Latihan Inti

1. Melakukan dribling kedepan melewati rintangan secara berliku-liku. Secara bertahap jarak antar pancang dikurangi ketemu target lakukan gerak tipu.

A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Latihan Inti

1. Siswa bermain mendribling bola pada lapangan 10m x 10m dengan jumlah pemain 4 orang. Satu orang pemain mendribling bola dengan tidak bersentuhan antara satu pemain dengan pemain lain.

2. Setiap pemain menempati

satu sudut, kemudian mendribling bola ketarget di tengah lapangan dan melakukan shielding, selanjutnya secara bersamaan melakukan dribbling bola ke sudut lain searah jarum jam.

2. Siswa bermain 3vs3 dengan satu orang pemain netral pada lapangan 20m x 20m, pakai 2 gawang kecil, saat melewati lawan melakukan gerak tipu.

Peraturan : saat bola dikuasai regu A, pemain regu B hanya boleh membayangi.

3. Satu orang pemain mendribling

bola kedepan dengan teknik gerakan cepat, kemudian pada posisi yang ditentukan (target) merobah arah dan melanjutkan mendribling bola keposisi yang berbeda.

C.Latihan penutup

3. Organisasi bermain sama dengan pemain 1 tetapi pemain yang kalah bola sudah boleh mengganggu, bola bisa dirampas dari lawan bila diluar kontrolnya.

C.Latihan penutup XII Jumat

26-3-2010

Mendribel bola

A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Latihan Inti

1. Dua orang siswa secara bersamaan dari posisi berhadapan mendribling bola dengan kaki kanan menuju target dan pada saat sampai pada target melakukan gerak tipu dan seterusnya

melanjutkan mendribling bola ketarget didepannya.

A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Latihan Inti

1. Materi dan organisasi latihan sama dengan pertemuan XII, tetapi kedua regu sudah sama- sama aktif bila bertemu lawan, bola ditarik (kepping) dengan sisi kaki luar.

2. Dua orang siswa secara

bersamaan dari posisi berhadapan mendribling bola dengan kaki kiri menuju satu target dan pada saat sampai pada target melakukan gerak tipu dan seterusnya

melanjutkan mendribling bola ke target didepannya.

2. Bermain mendribel bola pada lapangan 30m x 30m 4vs4 dengan 2 orang pemain server dan dua orang pemain tembok. Setiap melewati pemain lawan harus didahului dengan gerak tipu dan dilanjutkan dengan mendribling bola.

3. Dua orang siswa melakukan 3. Bermain mendribel bola pada

mendribling bola dari arah yang berlawanan menuju satu titik, lalu menarik bola dengan sisi kaki bagian dalam, dan seterusnya melanjutkan mendribling bola ke posisi semula.

lapangan 30m x 30m 8vs8 dengan 2 pemain netral saling mencuri bola lawan, masing- masing pemain memiliki satu buah bola. Regu terakhir yang terbanyak tinggal di lapangan menguasai bola dinyatakan sebagai pemenang.

C.Latihan penutup

4. Organisasi latihan sama

dengan organisasi 3, tetapi saat ketemu teman bola ditarik dengan sisi kaki bagian luar.

C.Latihan penutup XIII Senin

29-3-2010

Menahan dan mengontrol bola

A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Latihan Inti

1. Pemain A berdiri berhadapan dengan pemain B pada jarak 5m, lalu pemain B

menggelindingkan bola dengan tangan kearah pemain A. bola ditahan dan dikontrol pemain A. kemudian pemain A. melakukan hal yang sama untuk bermain B.

A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Latihan Inti

1. Bermain pada lapangan 10m x 10m 4 vs 2 dengan bebas sentuhan bagi pemain yang menguasai bola.

2. Masing-masing pemain

memegang bola kemudian melambungkan sendiri didepannya kemudian menahan dan mengontrol bola setelah menyentuh tanah.

2. Bermain pada lapangan 10m x 10m 3vs2 dengan tiga kali sentuhan bagi pemain yang menguasai bola.

3. Organisasi latihan sama

dengan 1, tetapi bola dilambungkan dari jarak 5 meter, pemain A menahan dan mengontrol bola saat diudara dengan kaki.

C.Latihan penutup

3. Bermain pada lapangan 10m x 10m 3vs2 dengan empat kali sentuhan bagi pemain yang menguasai bola.

4. Bermain pada lapangan 10m x

10m 3 vs 3 dengan satu pemain netral tiga kali sentuhan bagi pemain yang menguasai bola.

C.Latihan penutup XIV Rabu

31-3-2010

Menahan dan mengontrol bola

A. Latihan Pendahuluan 1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan B. Latihan Inti

Materi dan organisasi latihan sama dengan pertemuan ke-XIII A. Latihan Pendahuluan

1. Pemanasan 2. Peregangan 3. Pelemasan

Dalam dokumen A K M A L - ADOC.PUB (Halaman 91-129)

Dokumen terkait