• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterbatasan Penelitian

Dalam dokumen Naskah Skripsi Full Versi (Halaman 136-147)

Budaya Organisasi

C. Keterbatasan Penelitian

120

kerja mahasiswa dan variabel motivasi belajar dapat menyumbang 16,5%

terhadap variabel kesiapan kerja mahasiswa.

Sementara itu, secara tidak langsung variabel efikasi diri mempunyai pengaruh sebesar 5,5% terhadap variabel kesiapan kerja mahasiswa melalui motivasi belajar. Hasil lain juga menunjukkan secara tidak langsung variabel budaya organisasi dapat menyumbang 6,8% terhadap variabel kesiapan kerja mahasiswa melalui motivasi belajar mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

121

3. Data yang terkumpul dalam penelitian ini hanya menggunakan kuesioner, sehingga jawaban-jawaban yang ada hanya menggambarkan persepsi responden terhadap perrnyataan-pernyataan untuk keperluan penelitian. Oleh karena itu, kemungkinan terjadinya bias sangat kuat karena perbedaan persepsi antara peneliti dan responden terhadap pernyataan-pernyataan yang diajukan dan diterima.

122 BAB V PENUTUP A. Simpulan

1. Ada pengaruh signifikan efikasi diri terhadap motivasi belajar secara langsung.

Hal ini ditunjukkan dengan nilai standardized regression weight sebesar 0,335 dan nilai c.r. sebesar 5,173 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000. Dengan demikian, semakin tinggi efikasi diri yang dimiliki mahasiswa maka akan semakin meningkatkan motivasi belajar mahasiswa tersebut.

2. Ada pengaruh signifikan budaya organisasi terhadap motivasi belajar secara langsung. Hal ini ditunjukkan dengan nilai standardized regression weight sebesar 0,409 dan nilai c.r. sebesar 4,238 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000. Dengan demikian, semakin tinggi budaya organisasi yang dimiliki mahasiswa maka akan semakin meningkatkan motivasi belajar mahasiswa tersebut.

3. Secara langsung ada pengaruh signifikan efikasi diri terhadap kesiapan kerja mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi UNY. Hal ini ditunjukkan dengan nilai standardized regression weight sebesar 0,345 dan nilai c.r. sebesar 3,674 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000. Dengan demikian, semakin tinggi efikasi diri yang dimiliki mahasiswa maka akan semakin meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa tersebut. Selain itu, secara tidak langsung efikasi diri melalui motivasi belajar menunjukkan nilai standardized indirect effect sebesar 0,055 terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Nilai 0,055 artinya bahwa efikasi

123

diri melalui motivasi belajar dapat mempengaruhi 5,5% terhadap kesiapan kerja mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi UNY. Angka tersebut juga menunjukkan adanya pengaruh tidak langsung antara efikasi diri terhadap kesiapan kerja melalui motivasi belajar mahasiswa.

4. Secara langsung tidak ada pengaruh signifikan budaya organisasi terhadap kesiapan kerja mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi UNY. Hal ini ditunjukkan dengan nilai standardized regression weight sebesar 0,110 dan nilai c.r. sebesar 1,139 dengan nilai probabilitas sebesar 0,255. Dengan demikian, semakin tinggi budaya organisasi yang dimiliki mahasiswa tidak akan meningkatkan kesiapan kerja mahasiwa tersebut. Selain itu, secara tidak langsung budaya organisasi melalui motivasi belajar menunjukkan nilai standardized indirect effect sebesar 0,068 terhadap kesiapan kerja mahasiswa.

Nilai 0,068 artinya bahwa budaya organisasi melalui motivasi belajar dapat mempengaruhi 6,8% terhadap kesiapan kerja mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi UNY. Angka tersebut juga menunjukkan adanya pengaruh tidak langsung antara budaya organisasi terhadap kesiapan kerja melalui motivasi belajar mahasiswa.

5. Tidak ada pengaruh signifikan motivasi belajar terhadap kesiapan kerja secara langsung. Hal ini ditunjukkan dengan nilai standardized regression weight sebesar 0,165 dan nilai c.r. sebesar 1,674 dengan nilai probabilitas sebesar 0,094. Dengan demikian, semakin tinggi motivasi belajar tidak akan meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi UNY.

124 B. Saran

Berdasarkan hasil simpulan di atas, maka dapat diberikan saran-saran sebagai berikut ini:

1. Mahasiswa harus mempunyai efikasi yang tinggi sesuai dengan makna dari efikasi diri itu sendiri. Dengan efikasi diri yang tinggi, mahasiswa mempunyai keyakinan bahwa dirinya mampu untuk menyelesaikan tugas dan menghadapi permasalahan yang beraneka ragam. Efikasi diri erat kaitannya dengan motivasi intrinsik karena efikasi berada dalam diri seseorang tersebut. Pada akhirnya, efikasi diri yang dimiliki ini memunculkan motivasi pada diri mahasiswa yang dikhususkan menjadi motivasi untuk belajar sehingga hasil yang diraih dalam belajar dapat maksimal.

2. Selain efikasi diri, mahasiswa juga perlu untuk menerapkan budaya organisasi yang baik pula. Motivasi tidak hanya dipengaruhi oleh motivasi intrinsik, namun juga dipengaruhi oleh motivasi ekstrinsik. Motivasi ekstrinsik berasal dari luar yang secara tidak mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. Budaya organisasi yang baik sebagai faktor dari luar akan mendorong mahasiswa berinteraksi dengan orang lain dan mengerjakan tugas dengan cara yang akan membantu mahasiswa dalam memuaskan kebutuhannya untuk tumbuh dan berkembang. Dengan hal ini, kondisi budaya organisasi yang baik akan menimbulkan motivasi terhadap mahasiswa terutama dalam aktivitas belajar.

3. Mahasiswa perlu meningkatkan efikasi diri untuk menunjang kesiapan karir di masa yang akan datang. Karena efikasi diri merujuk pada keyakinan individu

125

bahwa individu tersebut mampu mengerjakan tugasnya atau menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Hal ini diwujudkan dengan semakin tinggi efikasi diri yang dimiliki seseorang, maka semakin tinggi pula rasa percaya diri yang dimiliki sehingga kemampuan untuk berhasil selalu muncul dalam diri mahasiswa. Oleh karena itu, mahasiswa dengan efikasi diri yang tinggi akan merasa siap dalam menyongsong dunia kerja yang sebenarnya.

4. Mahasiswa perlu aktif mengikuti organisasi kampus karena dalam organisasi tersebut terdapat ikatan budaya yang membedakan kelompok satu dengan kelompok lainnya. Dengan mengikuti organisasi kampus, mahasiswa diajari bagaimana berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan, sehingga dengan budaya organisasi yang mengikat dan selalu diterapkan dalam kehidupan akan meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa ketika lulus dari bangku perkuliahan.

5. Perlunya mahasiswa untuk terus meningkatkan motivasi belajar di bangku perkuliahan terutama hasrat dan keinginan untuk berhasil yang dimiliki mahasiswa tersebut, sehingga kesiapan mahasiswa untuk menyongsong dunia kerja semakin meningkat pula.

126

DAFTAR PUSTAKA

Alwisol. (2009). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.

Anni, C. T. (2006). Psikologi Belajar. Semarang: UPT Unnes Press.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Badan Pusat Statistik. (2010). Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2010.

Available FTP. Diakses pada 9 Februari 2018 dari http://www.bps.go.id/brs_file/naker-10Mei2010.pdf

Bandura, A. (1997). Self-Efficacy. The Exercise of Control. New York: W. H.

Freeman and Company.

Batubara, Z. (2010). Pengaruh Efikasi Diri dan Kebutuhan akan Prestasi terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Gergas Utama Medan. Skripsi. Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara: Medan.

BPS D.I. Yogyakarta. (2017). Keadaan Ketenagakerjaan di D.I. Yogyakarta pada Februari 2017. Yogyakarta: BPS.

Denison & Mishra. (2000). Organizational culture and organizational effectiveness:

a theory and some preliminary empirical evidence. School of business administration. University of Michigan.

Depdiknas. (2003). Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Dimyati & Mudjiono. (2015). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Feist, J. & Feist, G. (2010). Theories of Personality, 𝑡ℎed. Penerjemah: Smita Prathita Sjahputri. Jakarta: Salemba Humanika.

Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19 (edisi kelima). Semarang: Universitas Diponegoro.

Herniyani, T. (2011). Dampak Budaya Organisasi dan Lingkungan Sekolah pada Motivasi Belajar Murid (Studi Kasus: Sekolah SD Swasta AL-ABID Medan).

Tesis. Medan: STMIK Trigunadarma.

Kartono, K. & Gulo, D. (1987). Kamus Psikologi. Bandung: Pionir Jaya.

Kurniawati, R. (2012). Hubungan antara Efikasi Diri dengan Motivasi Belajar Siswa.

Skripsi.Surakarta: Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Marwanti. (2006). Studi tentang Softskill dan Kesiapan Kerja sebagai Tenaga Kerja Profesional Bidang Boga Mahasiswa Pendidikan tata Boga Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik UNY.

127

Muhson, A. (2015). Pedoman Praktikum Aplikasi Komputer Lanjut. Yogyakarta: FE UNY.

Nugraheni, E. R. (2011). Pengaruh Praktek Kerja Industri dan Minat Kerja terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII SMK YPKK 2 Sleman Tahun Ajaran 2010/2011. Skripsi: FISE UNY.

Nugroho, B. A. (2005). Strategi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian dengan SPSS. Yogyakarta: ANDI.

Nugroho, F. B. (2010). Pengaruh Pengalaman Praktek Kerja dan Informasi Dunia Kerja terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Klaten Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi: FISE UNY.

Permana, C. (2017). Pengangguran di Indonesia Tinggi karena Lulusan Perguruan Tinggi Terlalu ‘Milih’ Pekerjaan. Diakses pada 12 Februari 2018 dari http://m.tribunnews.com/nasional/2017/11/08/pengangguran-di-indonesia- tinggi-karena-lulusan-perguruan-tinggi-terlalu-milih-pekerjaan

Pratiwi, R. (2012). Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Makassar. Skripsi. Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanudin:

Makassar.

Riduwan. (2009). Dasar-Dasar Statistik. Bandung: Alfabeta.

Sardiman, A. M. (2016). Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar, Ed. 1, -cet. 23.

Jakarta: Rajawali Pers.

Sari, D. N. (2015). Pengaruh Budaya Organisasi dan Self Efficacy terhadap Kinerja Pramuniaga PT. Mirota Kampus Yogyakarta. Skripsi. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Soemanto, W. (2003). Psikologi Pendidikan. Malang: Rineka Cipta.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Syah, M. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Tika, M. P. (2006). Budaya Organisasi dan Peningkatan Kinerja Perusahaan.

Jakarta: PT Bumi Aksara.

Tim Penyusun. (2013). Peraturan Akademik Universitas Negeri Yogyakarta.

Yogyakarta: UNY.

128

Ulfah, S. H. (2010). Efikasi Diri Mahasiswa yang Bekerja pada saat Penyusunan Skripsi. Skripsi. Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta: Surakarta.

Uno, H. B. (2014). Teori Motivasi & Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan.

Jakarta: PT Bumi Aksara.

Utami, A. K. (2018). The Effect of Teacher’s Teaching Skill on Student’s Learning Achievement in Accounting Subject ar Class XII IPS MAN 4 Bantul with Learning Motivation as Intervening Variable. Skripsi. Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta:

Yogyakarta.

Wibowo. (2011). Budaya Organisasi: Sebuah Kebutuhan untuk Meningkatkan Kinerja Jangka Panjang, -Ed. 1,-cet. 2. Jakarta: Rajawali Pers.

Widyatmoko, Y. (2014). Pengaruh Keaktifan Mahasiswa dalam Organisasi dan Prestasi Belajar terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta: Yogyakarta.

Yuwanto, D., Mayangsari, M. D., & Anward, H. H. (2013). Hubungan Efikasi Diri dengan Kesiapan Kerja pada Mahasiswa yang Sedang Mempersiapkan Skripsi.

Skripsi. Banjarmasin: Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat.

Zuniarti & Siswanto, B. T. (2013). Pengaruh Motivasi Belajar, Kinerja Intensitas Pembimbingan Prakerin terhadap Kesiapan Kerja Siswa SMK Pariwisata DIY.

Jurnal Pendidikan Vokasi, Vol. 3, No. 3, 405-415.

129

LAMPIRAN

130 LAMPIRAN 1

ANGKET UJI INSTRUMEN PENELITIAN

131 Assalamu’alaikum, wr. wb.

Saya mengucapkan terima kasih sebelumnya kepada Anda karena sudah bersedia berpartisipasi dalam penelitian Saya yang berjudul ―PENGARUH EFIKASI DIRI, BUDAYA ORGANISASI, DAN MOTIVASI BELAJAR SEBAGAI VARIABEL INTERVENING TERHADAP KESIAPAN KERJA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA‖. Adapaun penelitian ini diadakan dalam rangka penulisan tugas akhir sebagai salah satu syarat kelulusan pada Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

Saya menjamin kerahasiaan Anda sebagai kode etik penelitian.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Hormat Saya,

Rizky Suryo Jatmiko

Dalam dokumen Naskah Skripsi Full Versi (Halaman 136-147)