E. Tujuan Penelitian
2. Motivasi Belajar
22
serasi yang meliputi meliputi pertimbangan yang logis dan obyektif, bersikap dewasa dan emosi terkendali, kemauan dan kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain, sikap kritis, ambisi untuk maju dan berusaha mengikuti perkembangan sesuai bidang keahlian yang dimiliki, kemampuan adaptasi dengan lingkungan, keberanian untuk menerima tanggung jawab.
23
perasaan, atau gerakan) dan respons (yang juga bisa berupa pikiran, perasaan atau gerakan). Jelasnya, menurut Torndike, perubahan tingkah laku dapat berwujud sesuatu yang konkret (dapat diamati), atau yang non-konkret (tidak bisa diamati).
Sementara menurut Sardiman (2016: 75) mengungkapkan bahwa motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar dapat tercapai. Motivasi belajar merupakan faktor yang psikis yang bersifat non-intelektual. Peranannya yang khas dalam hal menumbuhkan gairah, merasa senang, dan semangat untuk belajar. Seseorang yang memiliki motivasi yang kuat, akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar.
Sedangkan Dimyati dan Mudjiono (2015: 80) mendefinisikan bahwa motivasi belajar merupakan dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku individu untuk terus belajar.
Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal yang muncul pada diri seseorang yang akan menggerakkan dan mengarahkan
24
perilaku manusia, mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan belajar agar dapat mencapai tujuan tertentu. Perubahan perilaku seseorang dapat berwujud sesuatu yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati secara langsung. Semakin tinggi motivasi seseorang, maka semakin tinggi pula hasil yang dicapai dalam belajar.
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Menurut Muhibbin Syah (2008: 108), mengungkapkan bahwa faktor yang mempengaruhi motivasi seseorang berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor-faktor tersebut dijabarkan sebagai berikut:
1) Faktor internal, merupakan faktor-faktor yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri, terdiri dari: a) Faktor kecerdasan, tinggi rendahnya kecerdasan siswa sangat menentukan motivasi; b) Faktor minat dan perhatian, minat merupakan kecenderungan yang besar terhadap sesuatu. Sedangkan perhatian merupakan sikap melihat dan mendengar dengan baik serta teliti terhadap sesuatu; c) Faktor bakat, merupakan kemampuan yang dimiliki siswa; d) Kemampuan belajar, setiap siswa mempunyai kemampuan belajar yang berbeda. Hal ini diukur melalui taraf perkembangan berpikir siswa, dimana siswa yang taraf perkembangan konkret tidak sama dengan siswa yang sudah sampai taraf perkembangan berpikir rasional; e) Kondisi siswa, dapat diketahui dari kondisi fisik dan kondisi psikologis
25
siswa, karena siswa merupakan makhluk yang terdiri dari kesatuan psikofisik; dan f) Prestasi belajar, merupakan hasil yang dicapai siswa ketika mengerjakan tugas.
2) Faktor eksternal, merupakan faktor yang berasal dari luar diri manusia itu sendiri, terdiri dari lingkungan sosial, di mana lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menumbuhkan motivasi siswa. Selain itu terdapat faktor lingkungan non-sosial, meliputi keadaan gedung sekolah, letak sekolah, jarak tempat tinggal dengan sekolah, alat-alat belajar, dan kondisi.
c. Macam-macam Motivasi Belajar
Menurut Sardiman (2016: 86), motivasi belajar memiliki manfaat sebagai berikut:
1) Dilihat dari dasar pembentukannya terdapat dua motivasi, yaitu motif-motif bawaan yang merupakan motif yang dibawa sejak lahir, jadi motivasi ini ada tanpa harus dipelajari terlebih dahulu. Motif- motif ini seringkali disebut sebagai motif-motif yang diisyaratkan secara biologis. Selain itu, terdapat motif-motif yang dipelajari yang mana motivasi ini timbul karena dipelajari. Motif-motif ini sering disebut dengan motif-motif yang diisyaratkan secara sosial. Sebab manusia hidup dalam lingkungan sosial dengan manusia lain, sehingga motivasi itu terbentuk.
2) Motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah motif-
26
motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, yang dimaksud motivasi intrinsik ialah ingin mencapai tujuan yang terkandung di dalam perbuatan belajar itu sendiri. Siswa yang memiliki motivasi intrinsik akan memiliki tujuan menjadi orang yang terdidik, yang memiliki pengetahuan, yang ahli dalam bidang studi tertentu. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. Dalam kegiatan belajar-mengajar, motivasi ekstrinsik tetap penting karena kemungkinan besar keadaan siswa itu dinamis, berubah-ubah, dan juga mungkin komponen-komponen lain dalam proses belajar- mengajar ada yang kurang menarik sehingga diperlukan motivasi ekstrinsik.
d. Fungsi Motivasi Belajar
Menurut Sardiman (2016: 84) mengungkapkan bahwa motivasi dalam belajar memiliki fungsi mendorong manusia untuk berbuat, sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan
27
dikerjakan. Kemudian motivasi untuk menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya. Selain itu, motivasi untuk menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
e. Ciri-ciri Motivasi Belajar
Motivasi terutama dalam motivasi belajar yang ada pada individu memiliki beberapa ciri-ciri (Sardiman, 2016: 83). Ciri-ciri tersebut antara lain: 1) Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai); 2) Ulet menghadapi kesulitan (tidak putus asa). Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapai); 3) Menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah untuk orang dewasa (misalnya masalah-masalah pembangunan, agama, politik, ekonomi, keadilan, pemberantasan korupsi, penentangan terhadap setiap tindak kriminal, amoral dan sebagainya); 4) Lebih senang bekerja mandiri; 5) Cepat bosan terhadap tugas-tugas rutin (hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif); 6) Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu);
7) Tidak mudah melepaskan hal-hal yang diyakini itu; dan 8) Senang
28
mencari dan memecahkan masalah soal-soal.