• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kompilasi Kisah Maryam dalam Al-Qur’an Perspektif Tartib Nuzuli Kisah Maryam merupakan satu-satunya kisah perempuan yang

Dalam dokumen Pragmatika Al-Quran Aprejdi (Halaman 72-80)

DESKRIPSI STRUKTUR AL KISAH MARYAM DALAM AL-QUR’AN

4. Kompilasi Kisah Maryam dalam Al-Qur’an Perspektif Tartib Nuzuli Kisah Maryam merupakan satu-satunya kisah perempuan yang

kekuasaan, dan penguasaan-Nya atas alam raya, serta terlihat pula bagaimana keluarga itu –ayah, ibu, dan anak, atau suami dan istri- tunduk patuh dan percaya kepada Allah Swt.159

Surat Ali ‘Imran ini, sebagaimana dijelaskan di atas adalah surat yang turun pada periode Madinah, maka salah-satu karakteristiknya,160 yaitu redaksinya panjang-panjang. Menurut H. Lammens SJ, ayat-ayat pada surat-surat Madaniyyah umumnya lebih panjang daripada ayat-ayat yang Makkiyyah. Bagian silogismenya juga sedikit lebih luas.161 Karena itu, ayat-ayat fase Madaniyyah diberi nama al-ayat al-tiwal (ayat-ayat yang panjang),162 sebab pada fase tersebut, al-Qur’an telah sepenuhnya berubah menjadi prosa yang menguraikan konsep-konsep teologis dan praktis keseharian secara rinci dan panjang lebar.163

Berdasarkan teori di atas, maka kisah Maryam yang terdapat dalam surat Ali ‘Imran ini termasuk surat yang diturunkan di Madinah. Hal ini disebabkan menggunakan redaksi yang berbentuk prosa dan disusun dengan bentuk kalimat yang panjang-panjang. Pilihan al-Qur’an menggunakan bentuk redaksi yang demikian karena disesuaikan dengan komunitas yang dihadapinya, yaitu masyarakat Madinah, bukan masyarakat Makkah yang ahli dalam bidang susastra.

4. Kompilasi Kisah Maryam dalam Al-Qur’an Perspektif Tartib Nuzuli

dalam Q.S. Ali ‘Imran [4]: 33-37, 42-47. Kedua, ada 18 (delapan belas) ayat fase Makkah yang terdapat dalam Q.S. Maryam [19]: 16-33. Ketiga, ada 1 (satu) ayat fase Makkah yang terdapat dalam Q.S. al-Anbiya’ [21]:

91. Keempat, ada 1 (satu) ayat fase Madinah yang terdapat dalam Q.S. al- Tahrim [66]: 11. Surat-surat tersebut menyajikan tema yang berbeda-beda, sebagaimana penjelasan di bawah ini.

Namun demikian, tema-tema kisah Maryam perlu dilakukan pengurutan sesuai kronologi tartib nuzuli untuk melihat perkembangan proses dialektika al-Qur’an dengan konteks sosial budaya Arab ketika itu.

Sesuai pendapat Muir, maka analisis yang mendalam terhadap susunan kronologis al-Qur’an akan memberikan informasi signifikan tentang perkembangan ajaran dan dakwah Islam yang dilakukan Nabi Muhammad saw.164

Tema-tema yang terdapat dalam ketiga surat di atas apabila dideskripsikan dengan menggunakan teori tartib nuzuli perspektif ‘Izzah Darwazah,165 maka kronologi teman kisah Maryam seperti tabel di bawah ini

:Tabel: 2

Kompilasi Kisah Maryam dalam Al-Qur’an Perspektif Tartib Nuzuli

No. Tema Surat dan Ayat Periodisasi

01 Maryam Mengandung dan Melahirkan

Maryam Menyepi dan Menyendiri Maryam [19]: 16 Makkiyyah Dialog Maryam dengan Malaikat Jibril Maryam [19]: 1 Makkiyyah

Persalinan Maryam Maryam [19]: Makkiyyah

Tuduhan terhadap Maryam dan

Pembelaan Putranya Maryam [19]: Makkiyyah

Peniupan Ruh dalam Diri Maryam al-Anbiya’ [21]: 91 Makkiyyah

164 Sir William Muir, The Coran (New York: E. & J.B. Young and CO, 2005), 6.

165 Darwazah, al-Tafsir al-Hadith: Tartib al-Suwar Hasab al-Nuzul, Vol. I, II dan III, (Kairo: Dar Ihya’

al-Kutb al-‘Arabiyah, 1421).

BITREAD

No. Tema Surat dan Ayat Periodisasi 02 Profil Keluarga Ideal ‘Imran Ibn Mathan

Keluarga ‘Imran Ibn Mathan Ali ‘Imran [03]: 3 Madaniyyah Impian dan Nadzar Ibunda Hannah

Binta Faqudh Ali ‘Imran [03]: Madaniyyah

Hannah Melahirkan Bayi Ali ‘Imran [03]: Madaniyyah Bayi Mungil Diberi Nama Maryam Ali ‘Imran [03]: Madaniyyah 03 Potret Kehidupan dan Pendidikan Maryam

Terkabulnya Doa Ibunda Hannah Ali ‘Imran [03]: Madaniyyah Maryam dalam Asuhan Nabi Zakariya as Ali ‘Imran [03]: Madaniyyah

Maryam: Ali ‘Imran [03]: Madaniyyah

Maryam Ali ‘Imran : Madaniyyah

Pengasuhan Berdasarkan Undian Para

Rahib Ali ‘Imran [03]: Madaniyyah

Berdasarkan tabel di atas, kronologi ayat-ayat dan tema kisah Maryam dalam al-Qur’an perspektif tartib nuzuli sebagaimana berikut:

a. Maryam Mengandung dan Melahirkan 1) Maryam Menyepi dan Menyendiri

QS Maryam [19]: 16-17

ْمــِ ِنوُد ْنــ ِم ْتَذــَ َّتاَف )61( اــًّيِقْ َش ًن َاــَم اــَهِلْهأ� ْنــ ِم ْتَذــَبَتْن� ِذإ� َ َيْرــَم ِباــَتِك ْل� ِفي ْرــُكْذ�َو )71( ًّيِو َس �ً َشَب اَهَل َلَّثَمَتَف اَن َحو ُر اَ ْيَلإ� اَنْل َسْرأ�َف ًبااَجِح

“Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna”.166 2) Dialog Maryam dengan Malaikat Jibril

QS Maryam [19]: 18-21

ِ َل َبــَهأ ِل ِكــِّبَر ُلوــ ُسَر َنأ� اــَمَّنإ� َلاــَق )81( اــًّيِقَت َتــْنُك ْنإ� َكــْنِم ِنــَ ْحَّرل ِبا ُذوــُعأ� ِّنإ� ْتــَلاَق َلاــَق )02( اــًّيِغَب ُكأ� ْمــَلَو ٌ َشــَب ِيــْشس َس ْمَي ْمــَلَو ٌم َلاــُغ ِل ُنوــُكَي َّنأ� ْتــَلاَق )91( اــًّيِكَز اــًم َلاُغ )12( اًّي ِضْقَم �ًر ْمأ� َن َكَو اَّن ِم ًةَ ْحَرَو ِساَّنلِل ًةَيآ� ُ َلَع ْجَنِلَو ٌ ِّيَه َّ َلَع َوُه ِكُّبَر َلاَق ِ ِلَذَك

166 Ibid., 306

BITREAD

Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari pada-Mu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.” Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!.” Jibril berkata:

“Demikianlah, Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi- Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”.167

QS Ali ‘Imran [03]: 45-47

َ َي ْرــَم ُنــْب� َىــيِع ُحيــِشسَمْل� ُهــُ ْس� ُهــْن ِّم ٍةــَمَِكِب ِكُ ِّشــَبُي َ َّلل� َّنإ� ُ َيْرــَم َي ُةــَكِئآلَمْل� ِتــَلاَق ْذإ�

َنــ ِمَو ًلاــْهَكَو ِدــْهَمْل� ِفي َساــَّنل� ُمــَِّكُيَو )54( َيــِبَّرَقُمْل� َنــ ِمَو ِةَرــِخآل�َو اــَيْنُّلد� ِفي اــًي ِجَو ُقــُلْ َي ُ َّلل� ِ ِلَذــَك َلاــَق ٌ َشــَب ِيــْشس َس ْمَي ْمــَلَو ٌ َلدَو ِل ُنوــُكَي َّنأ� ِّبَر ْتــَلاَق )64( َيــِحِلا َّصل�

)74( ُنوُكَيَف نُك ُ َل ُلوُقَي اَمَّن إاَف �ًر ْمأ� َضَق �َذإ� ءا َ�َي اَم

“(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah Swt. menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah Swt.). Dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh”. Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun”. Allah Swt. berfirman (dengan perantaraan Jibril):

“Demikianlah Allah Swt. menciptakan apa yang dikehendaki-Nya.

Apabila Allah Swt. berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah Swt. hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia”.168

167 Ibid., 168 Ibid., 308.

BITREAD

3) Persalinan Maryam QS Maryam [19]: 22-26

َي ْتــَلاَق ِ َةــ ْخَّنل� ِعْذــ ِج َلإ� ُضاــَخَمْل� اــَهءاَجأ�َف )22( اــًّي ِصَق ًنَاــَم ِهــِب ْتَذــَبَتناَف ُهــْتَلَمَحَف َلــَع َج ْدــَق ِن َزــْ َتح َّلاأ� اــَ ِتْ َتح نــ ِم اــَه�َداَنَف )32( اًّيــِشسنَّم اًيــْشسَن ُتــنُكَو �َذــَه َلــْبَق ُّتــ ِم ِيــَتْيَل يــ ِ ُكَف )52( اــًّيِنَج اــًب َطُر ِكــْيَلَع ْطِقاــ َسُت ِ َةــ ْخَّنل� ِعْذــِ ِب ِكــْيَلإ� يِّزــُهَو )42( ًّيِ َس ِكــَتَْتح ِكــُّبَر ْنــَلَف اــًمْو َص ِنــَ ْحَّرلِل ُتْرَذــَن ِّنإ� ِلوــُقَف �ًدــَحأ� ِ َشــَبْل� َنــِم َّنــِيَرَت اــَّمإاَف اــًنْيَع يِّرــَقَو ِبَ ْش�َو )62( اًّيِشسنإ� َمْوَيْل� َمَِّكأُ�

“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.”

Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepada-Mu, maka makan, minum, dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah:

“Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini”.169

4) Tuduhan terhadap Maryam dan Pembelaan Putranya QS Maryam [19]: 27-33

َن َك اــَم َنو ُراــَه َتــ ْخأُ� َي )72( ًّيِرــَف اًئْيــ َش ِتــْئ ِج ْدــَقَل ُ َي ْرــَم َي �وــُلاَق ُ ُلــِمْ َتح اــَهَمْوَق ِهــِب ْتــَتأ�َف ِفي َن َك نــَم ُمــَِّكُن َفــْيَك �وــُلاَق ِهــْيَلإ� ْتَراــ َشأ�َف )82( اــًّيِغَب ِكــُّمأُ� ْتــَنَك اــَمَو ٍءْوــ َس أ�َرــْم� ِكوــُبأ�

َنــْيأ� ًكَراــَبُم ِيــَلَعَجَو )03( اــًّيِبَن ِيــَلَعَجَو َباــَتِكْل� َ ِن َتآ� ِ َّلل� ُدــْبَع ِّنإ� َلاــَق )92( اــًّيِب َص ِدــْهَمْل�

�ًراــَّبَج ِيــْلَعْ َي ْمــَلَو ِت َ ِلد�َوــِب �ًّرــَبَو )13( اــًّيَح ُتــ ْمُد اــَم ِة َكَّزــل�َو ِةلاــ َّصل ِبا ِناــ َصْوأ�َو ُتــنُك اــَم )33( اًّي َح ُثَعْبأُ� َمْوَيَو ُتوُمأ� َمْوَيَو ُّت ِلدُو َمْوَي َّ َلَع ُملا َّسل�َو )23( اًّيِق َش

169 Ibid., 306-307.

BITREAD

Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar”. “Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”. Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?”. Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah Swt., Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, serta Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.170

5) Peniupan Ruh dalam Diri Maryam QS al-Anbiya’ [21]: 91

َي ِمَلاَعْلِّل ًةَيآ� اَ َنْب�َو اَهاَنْلَع َجَو اَن ِحو ُّر ن ِم اَيِف اَن ْخَفَنَف اَ َجْرَف ْتَن َص ْحأ� ِتَّل�َو

“Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah Swt.) yang besar bagi semesta alam”.171

QS al-Tahrim [66]: 12

اــَ ِّب َر ِتاــَمَِكِب ْتــَقَّد َصَو اــَن ِحو ُّر نــ ِم ِهــيِف اــَن ْخَفَنَف اــَ َجْرَف ْتــَن َص ْحأ� ِتــَّل� َن�َرــْ ِع َةــَنْب� َ َي ْرــَمَو

َيِتِناَقْل� َن ِم ْتَن َكَو ِهِبُتُكَو

“Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya

170 Ibid., 171 Ibid., 330.

BITREAD

dan kitab-kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat”.172

b. Keluarga ‘Imran: Profil Keluarga Ideal 1) Keluarga ‘Imran bin Mathan

QS Ali ‘Imran [03]: 33-34

نــ ِم اــَه ُضْعَب ًةــَّيِّرُذ )33( َيــِمَلاَعْل� َىــَع َن�َرــْ ِع َلآ�َو َيمــ ِه�َرْبإ� َلآ�َو اــًحوُنَو َمَدآ� ىــَف َط ْص� ََّلل� َّنإ�

)43( ٌيمِلَع ٌعيِ َس ُ َّلل�َو ٍضْعَب

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing- masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.173 2) Impian dan Nadzar Ibunda Hannah binta Faqudz

QS Ali ‘Imran [03]: 35

َتــنأ� َكــَّن إ� ِّيــ ِم ْلــَّبَقَتَف �ًر َّرــَحُم ِيــ ْطَب ِفي اــَم َ َل ُتْرَذــَن ِّنإ� ِّبَر َن�َرــْ ِع ُةأ�َرــْم� ِتــَلاَق ْذإ�

)53( ُيمِلَعْل� ُعيِم َّسل�

“(Ingatlah), ketika istri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis).

Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.174 3) Ibunda Hannah Melahirkan Bayi Perempuan (Kelahiran Anak yang

Tidak Dirindukan) QS Ali ‘Imran [03]: 36

.... َىــنأُل َك ُرــَكَّلذ� َســْيَلَو ْتــَع َضَو اــَمِب َُمــْعأ� ُ َّلل�َو َىــنأُ� اــَ ُتْع َضَو ِّنإ� ِّبَر ْتــَلاَق اــَ ْتَع َضَو اــَّمَلَف )63(

172 Ibid., 559.

173 Departemen Agama RI, al-Qur’an dan Terjemahnya (Bandung: Diponegoro, 2010), 54.

174 Ibid.,

BITREAD

“Maka tatkala istri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan;

dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. ...”.175

4) Bayi Mungil Diberi Nama Maryam QS Ali ‘Imran [03]: 36

)63( ِيم ِجَّرل� ِنا َطْيَّش�ل� َن ِم اَ َتَّيِّرُذَو َكِب اَهُذيِعأُ� ِّنإ�ِو َ َيْرَم اَ ُتْيَّ َس ِّنإ�َو....

“.... Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk”.176

c. Potret Kehidupan dan Pendidikan Maryam 1) Terkabulnya Doa Ibunda Hannah

QS Ali ‘Imran [03]: 37

)73( ... اًنَشس َح ًتاَبَن اَ َتَبنأ�َو ٍن َس َح ٍلوُبَقِب اَ ُّب َر اَهَلَّبَقَتَف

“Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik ....”.177 2) Maryam dalam Asuhan Nabi Zakariyya as.

QS Ali ‘Imran [03]: 37

ِ َل َّنأ� ُ َي ْرــَم َي َلاــَق ًاــقْزِر اــَهَدنِع َدــَجَو َب�َرــ ْحِمْل� َّيِرــَكَز اــَ ْيَلَع َلــَخَد اــَمَّ ُك َّيِرــَكَز اــَهَلَّفَكَو ...

)73( ٍبا َس ِح ِ ْيَغِب ءا َ�َي نَم ُق ُز ْرَي َ َّلل� َّنإ� ِ َّلل� ِدنِع ْن ِم َوُه ْتَلاَق �َذَه

“... dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab”.178

175 Ibid., 176 Ibid., 177 Ibid., 178 Ibid.,

BITREAD

3) Maryam: Sang Perempuan Pilihan QS Ali ‘Imran [03]: 42

)24( َي ِمَلاَعْل� ءا َسِن َىَع ِكاَف َط ْص�َو ِكَرَّه َطَو ِكاَف َط ْص� َ َّلل� َّنإ� ُ َيْرَم َي ُةَكِئَلاَمْل� ِتَلاَق ْذإ�َو

“Dan (Ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, Sesungguhnya Allah Swt. Telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu)”.179

4) Maryam: Sang Perempuan Asketis QS Ali ‘Imran [03]: 43

)34( َيِعِك�َّرل� َعَم ي ِعَكْر�َو يِدُ ْس�َو ِكِّبَرِل ِتُنْق� ُ َي ْرَم َي

”Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk”.180

5) Undian Para Rahib: Kompetisi Rebutan Maryam QS Ali ‘Imran [03]: 44

َ َي ْرــَم ُلــُفْكَي ْمــُُّيأ� ْمــُهَمَلاْقأ� نوــُقْلُي ْذإ� ْمــِْيََلد َتــنُك اــَمَو َكــيَلإ� ِهــيِحوُن ِبــْيَغْل� ءاــَبنأ� ْنــِم َ ِلَذ )44( َنو ُم ِصَتْ َي ْذإ� ْمِْيََلد َتنُك اَمَو

“Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa”.181

B. Analisis Unsur-unsur Intrinsik Kisah Maryam

Dalam dokumen Pragmatika Al-Quran Aprejdi (Halaman 72-80)