BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN
B. Komunikasi Antar Pribadi Antara Guru dan Anak Usia Dini Dalam
berkomunikasi dengan diri sendiri, (menangkap dan memastikan arti pesan orang lain), hanya saja caranya sering tidak disadari. Keberhasilan komunikasi kita dengan orang lain tergantung dengan keefektifan komunikasi kita dengan diri sendiri.17
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi intrapribadi ialah komunikasi yang dilakukan kepada diri sendiri, dimana perannya tidak hanya menjadi komunikator tapi juga mejadi komunikan.
Orang yang memiliki empati mampu memahami motivasi pengalaman orang lain, perasaan dan sikap orang lain.19
Sikap mendukung, adalah ikatan yang terdapat sikap mendukung (supportive), dimana satu dengan yang lain saling memberikan dukungan terhadap pesan yang disampaikan.
Sikap ini adalah sikap yang mengurangi sikap defensif (menggangap kritik atau saran dari orang lain suatu serangan) dalam komunikasi sehinga sikap ini memiliki efek seperti ketakutan, kecemasan dan lainnya yang menyebabkan komunikasi antar pribadi akan gagal, karena orang yang defensif akan melindungi diri sendiri dari ancaman yang di tanggapi dalam komunikasi dibandingkan mengerti orang lain.20
Sikap positif, Devito mengatakan bahwa sikap positif ditunjukan dalam bentuk sikap dan perilaku. Yang dimaksud dalam sikap dan perilaku adalah pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi antarpribadi harus memiliki perasaan dan pikiran positif, bukan prasangka dan curiga. 21
kesetaraan,merupakan pengakuan bahwa kedua pihak memiliki kepentingan, kedua pihak sama-sama berharga dan saling memerlukan. Adapun penunjuk kesetaraan yaitu meletakan diri setara dengan orang lain, menyadari akan
19 Nanda Paramithasari, Risma Kartika, “Lima Kualitas Sikap Komunikasi Antar Pribadi Oleh Unit Custumer Complaint Handling PT BNI Life Insurance” dalam Journal Of Strategic Communication 8, No. 1 (September 2017) h. 3
20 Amyvia Natasha Sujarwo, “Tingkat Kemampuan Komunikasi Interpersonal Dalam Berpacaran” (Skripsi Sarjana: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Yogyakarta, 2017), h. 19-20.
21 Joseph A Devito, Komunikasi Antarmanusia, dalam Sabarhati Menderita Lumban Gaol, Dedi Supriadi, Khairil, “Pola Komunikasi Antar Pribadi Mahasiswa Papua Di Lingkungan Universitas Bengkulu”, dalam Jurnal Professional 7, No. 1, h. 54.
adanya kepentingan yang berbeda, mempertimbangkan pentingnya keberadaan orang lain, tidak mendesak kehendak, komunikasi dua arah, saling mengharapkan, keadaan komunikasi yang menyenangkan dan tenteram.22
Komunikasi antarpribadi jika dilakukan oleh dua orang. Satu orang menjadi pengirim pesan dan satunya sebagai penerima pesan. Tugas pengirim dan penerima pesan bisa bergantian posisi manakala terjadi feedback atau interaktif. Pesan yang disampaikan diinterpretasikan oleh penerima pesan, selanjutnya timbul respons. Kadang respons tidak bisa tersampaikan karena adanya hambatan, entah berupa hambatan teknis, psikologis, atau karena pengirim pesan bersikap dominan sehingga percakapan terjadi hanya dengan satu arah. Bila komunikasi seperti itu (satu arah) tidak layak disebut komunikasi antarpribadi, sebab tidak terjadi jalinan yang masing-masing mengaitkan dengan faktor pribadi. Komunikasi semacam itu lebih tepat disebut komunikasi tatap muka (face to face communication).23
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi antarpribadi ialah proses pengiriman pesan antara dua orang atau kelompok kecil secara langsung baik itu pesan verbal maupun nonverbal sehingga mendapatkan feedback secara langsung dan membantu interaksi menjadi lebih berarti, lebih jujur dan memuaskan.
22 Wiwit Aprilia Wulandari, “Perilaku Komunikasi Pasangan Suami Istri Beda Agama Dalam Membangun Keharmonisan Keluarga Di Sabbang Luwu Utara”, (Skripsi Sarjana: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Makasar, 2021), h. 16.
23 Redi Panuju, Pengantar Studi Ilmu Komunikasi Komunikasi Sebagai Kegiatan Komunikasi Sebagai Ilmu, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2018), h. 63.
c. Komunikasi kelompok
Kelompok adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan bersama yang berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan melihat mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut.
Kelompok ini misalnya ialah kelompok keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah atau suatu komite yang sedang rapat untuk mengambil suatu keputusan.24
1) Kelompok kecil
Kelompok ini memiliki sekumpulan perorangan yang relatif kecil small group communication, dimana masing-masing orang dihubungkan dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki derajat organisasi khusus diantara mereka. kelompok kecil terdiri dari 5 sampai 12 orang, jika kelompok menjadi lebih besar maka hal ini akan semakin sulit dipenuhi.25
2) Kelompok besar
Komunikasi kelompok besar ini biasa disebut (large group communication), kontak pribadi antara pengirim dengan penerima pesan jauh lebih kurang dibandingkan dengan komunikasi kelompok kecil,
24 Ririn Puspita Tutiasri, “Komunikasi Dalam Komunikasi Kelompok” Dalam journal.uad.ac.id 4, No. 1, (2016).
25 Fyan Andinasari Kuen, Afrizal, “Peranan Komunikasi Antarpribadi Terhadap Hubungan Masyarakat Kecamatan Tamalate Kelurahan Mangasa Kota Makasar” dalam Jurnal Ilmiah Paranata Edu1, No. 1 (Maret 2019) h. 41.
contoh komunikasi kelompok besar sedang rapat raksaksa disebuah halaman, kampanye disebuah halaman dan lain-lain. Jika komunikan pada komunikasi kelompok kecil umunya bersifat homogen (sama jenis kelaminnya, sama pendidikannya, sama umumnya, sama status sosialnya), maka komunikasi kelompok besar bersifat heterogen atau berbagai macam jenisnya.26
Jadi komunikasi kelompok ialah komunikasi yang melibatkan dua orang atau lebih antara manusia dengan masyarakat.
d. Komunikasi Massa
Proses komunikasi massa ialah dimana pesan sampai ke audien melalui media massa.27 Komunikasi merupakan suatu proses untuk menerima dan mencara informasi yang dilakukan oleh seorang pengirim pesan kepada penerima pesan dengan menggunakan media yang berisi pesan yang akan dikirimkan sehingga mendapat timbal balik sesuai dengan tujuannya. Massa merupakan sekumpulan orang banyak. Jadi komunikasi massa adalah aktivitas untuk menerima dan mencari pesan melalui media (cetak atau
26 Tri Pujiana, “FGD Strategi Komunikasi Kelompok Dalam Penyuluhan Peranian”
(Skripsi Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Lampung, 2018), h. 4-5.
27 John Vivian, The Media Of Mass Communication, terj. Tri Wibowo BS, Teori Komunikasi Massa, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2015) h. 453.
elektronik) untuk ditunjukan kepada orang banyak atau masyarakat.28
e. Komunikasi Media
Fungsi media sebagai pengamat lingkungan secara teratur untuk menerangkan informasi mengenai keadaan yang terjadi di dunia sana kepada pembacanya. Peran ini dilakukan secara teratur sehingga terbentuk perilaku manja khalayak pada media yang yakin bahwa realita sebenarnya adalah yang tersaji dilayar kaca, siaran radio, berita situs internet dan halaman-halaman surat kabar dan majalah.29
Kesimpulannya ialah proses komunikasi yang mengunakan alat atau sarana untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak.
3. Unsur-unsur Komunikasi a. Komunikator
Komunikator adalah pihak yang memproses komunikasi (pihak yang mengirimkan informasi atau pesan kepada orang lain). Secara garis besar komunikator terbagi menjadi dua jenis. Pertama, komunikator individual, yaitu yang bertindak atas nama dirinya sendiri, tidak menggantikan orang lain, lembaga, organisasi, atau institusi. Komunikator seperti ini dapat berupa individu yang sedang berbicara, menulis, menyampaikan berita, dan lain-lain. Kedua, komunikator
28 Febrianti Sholihat, “Mass Communication” dalam Jurnal Komunikasi Massa, (2019).
29 Komaruddin Hidayat, Media dan Integrasi Sosial Jembatan Antar Umat Beragama, (Jakarta: Cordaid, 2011) h. 3.
yang menggantikan lembaga (instituonalized person), yaitu komunikator yang mengarahkan fungsinya sebagai wakil, atau yang menggantikan kelompok orang organisasi komunikasi seperti wartawan surat kabar, penyiar radio, televisi, pembicara yang menggantikan institusinya, pemeran film, dan sebagainya.30
b. Pesan
Proses pesan dalam komunikasi biasa disebut sebagai simbol dan kode, Karena pesan yang disampaikan komunikator kepada penerima terdiri atas rangkaian simbol dan kode.31
Ada beberapa bentuk pesan diantaranya : 1) Informatif
Pesan yang menerangkan fakta dan data, kemudian komunikan mengambil kesimpulan dan ketentuan sendiri, dalam keadaan khusus pesan informatif jelas lebih berhasil dibanding persuasif.32
2) Persuasif
Proses yang mengubah perilaku, keyakinan atau kelakuan komunikan untuk mencapai suatu tujuan. Secara sederhana, persuasif yang efektif adalah keberhasilan untuk mengirim pesan dengan cara membuat komunikan merasa memiliki pilihan dan mewujudkan bahwa mereka
30 Idrus Boamona, Rikha Muliasari, “Pengaruh Efektivitas Komunikator/
Narasumber Terhadap Pengetahuan Apatur Desa/Kelurahan Di Kota Ambon” dalam Jurnal Politik Pemerintahan 10, No. 1 (Agustus 2017), h.19.
31 Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi, ed. 3 cet. 18 (Depok: Rajawali, 2018) h. 115.
32 Ns Munifah, “Pesan Sabar Dalam Film “Hijrah Cinta” (analisis semiotik)”, (Thesis Sarjana Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo, 2016), h. 18.
setuju. Persuasif memiliki tujuan mempengaruhi komunikan yang lebih mempertahankan ide dan gagasannya.33
3) Koersif
Proses pengiriman pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk mengubah perilaku, opini, atau sikap dengan gaya yang mengandung paksaan. Komunikasi koersif dilakukan secara imveratif yang mengandung sanksi, ancaman, kekhawatiran, dan ketakutan.34 Pesan ini bersifat memaksa.