• Tidak ada hasil yang ditemukan

Media Komunikasi Antara Guru dan Anak Usia Dini Dalam

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

C. Media Komunikasi Antara Guru dan Anak Usia Dini Dalam

setuju. Persuasif memiliki tujuan mempengaruhi komunikan yang lebih mempertahankan ide dan gagasannya.33

3) Koersif

Proses pengiriman pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk mengubah perilaku, opini, atau sikap dengan gaya yang mengandung paksaan. Komunikasi koersif dilakukan secara imveratif yang mengandung sanksi, ancaman, kekhawatiran, dan ketakutan.34 Pesan ini bersifat memaksa.

Komunikasi merupakan segmen yang tak terpisahkan dalam aktivitas manusia karena segala gerak langkah selalu disertai dengan komunikasi. Persyaratan umum suatu pesan dakwah dapat memilih kata yang tepat atau sesuai sasaran komunikan, telah

36 Talizao Tafonao, “Peranan Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Minat Belajar Mahasiswa” dalam Jurnal Komunikasi Pendidikan 2, No.2 (Juli 2018), h. 106.

37 Laudia Tysara, “Media Adalah Alat Untuk Menyampaikan Pesan dan Informasi, Ketahui Jenis-Jenisnya” Di akses dari https://m.liputan6.com (27 Januari 2021).

38 Joseph A Devito, Komunikasi Antarmanusia, (Tangerang Selatan: Karisma Publishing Group, 2018), h. 29.

dilansir dalam beberapa bentuk komunikasi oleh Qur’an diantaranya:

a. Qaulan Sadidan (perkataan benar, lurus, jujur)

Dalam Al-Qur’an menyebutkan dua kali kata qaulan sadidan, pertama Allah memerintahkan manusia menyampaikan qaulan sadidan (perkataan yang benar) dalam urusan anak yatim dan keturunan, yakni (QS. An-Nisa: 9) yang artinya:

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertanya kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS. An-Nisa: 9).39

Kedua, Allah memerintahkan qaulan sesudah takwa, sebagaimana dalam firman Allah dalam QS. Al-Ahzab: 70 yang artinya:

”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar”(QS. Al-Ahzab:

70).40

Jadi, Allah SWT memerintahkan manusia untuk senantiasa bertakwa yang dibarengi dengan perkataan yang benar.

Sehingga Allah akan memberi balasan atas amal yang telah kamu perbuat, mengampuni dosa, dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya niscaya ia akan mencapai keberuntungan yang besar. Jadi, perkataan yang benar merupakan prinsip komunikasi yang terkandung dalam Al-

39 Muslimah, “Etika Komunikasi Dalam Perspektif Islam” dalam Jurnal Sosial Budaya 13, No. 2 (Desember 2016), h. 118-119.

40 Muslimah, “Etika Komunikasi Dalam Perspektif Islam” dalam Jurnal Sosial Budaya 13, No. 2 (Desember 2016), h. 118-119.

Qur’an dan mengandung beberapa makna dari pengertian benar.

b. Qaulan Baligha (perkataan yang membekas pada jiwa) sebagaimana terdapat pada surah An-Nisa ayat 63:

َ كِٕى ٰۤ لو ُ

َْيِفَْم هَّلَْل ق وَْم هْظِع وَْم هْن عَ ْض ِرْع ا فَْمِهِب ْو ل قَْيِفَا مَ هاللَّٰ م لْع يَ نْيِذَّلا َ

َ ُ

َ

َ الً ْو قَْمِهِس فْن ا

َ ُ ااغْيِل ب َ

َ

“Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka”.

(Q.S. An-Nisa: 63).

Yang di maksud ayat di atas adalah perilaku orang munafik. Jalaluddin Rahmat memerinci pengertian qaulan baligha terbagi menjadi dua, qaulan baligha terjadi bila komunikator menyesuaikan pembicaraannya dengan sifat- sifat khalayak yang di hadapinya. Qaulan baligha terjadi bila komunikator menyentuh khalayak hati dan otak sekaligus. 41 c. Qaulan Layyinan (perkataan yang lembut)

Sebagaimana terdapat pada surah Thaha ayat 43-44:

ى شْخ يَ ْو أَ رَّك ذ ت يَ هَّل ع لَاانِ ي لَ الً ْو قَ ه لَ لًو ق ف َ غ طَ هَّنِإَ ن ْو ع ْرِفَى لِإَا ب هْذا

“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, maka berbicaralah kamuberdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah- mudah dia ingat atau takut”. (Q.S. Thaha: 43-44).

41 M Munir, Metode Dakwah, (Jakarta: Kencana. 2009), h. 165-166.

Yang dimaksud ayat di atas adalah berkata lembut yang diperintahkan Allah kepada Nabi Musa dan Harun supaya menyampaikan tabsyier dan inzar kepada Fir’aun dengan qaulan Layyinan karena ia telah menjalani kekuasaan melampaui batas, Musa dan Harun sedikit khawatir menemui Fir’aun yang kejam, tetapi Allah tahu dan memberi Jaminan.42 d. Qaulan Ma’rufan (perkataan yang baik)

Di artikan dengan ungkapan yang pantas. Pengertian qaulan ma’rufan secara etimologis adalah Al-Khair atau Ihsan, yang memiliki makna yang baik-baik. Jadi, qaulan ma’rufan mengandung pengertian perkataan atau ungkapan yang pantas dan baik. Di dalam Al-Qur’an ungkapan qaulan ma’rufan di temukan pada 3 suruh dan 4 ayat. Yakni pada surah Al- Baqarah 2:235, pada surah An-Nisa ayat 5 dan 8, serta surah Al-Ahzab ayat 32. Pada salah satu surah yakni surah Al- Baqarah ayat 235 qaulan ma’rufan mengandung beberapa pengertian antara lain rayuan halus terhadap seorang wanita yang ingin dipinang untuk istri. Jadi, ini merupakan komunikasi etis dalam menimbang perasaan wanita, apalagi wanita yang diceraikan suaminya.43

e. Qaulan Maisura (perkataan yang ringan)

Qaulan maisura adalah pesan yang disampaikan secara sederhana, mudah dimengerti dan dapat dipahami secara spontan tanpa harus berpikir dua kali. Pesan dakwah ini tidak memerlukan dalil naqli maupun aqli.44

f. Qaulan Karima (perkataan yang mulia)

42 M Munir , Metode Dakwah, (Jakarta: Kencana. 2009), h. 166-167.

43 M Munir, Metode Dakwah, (Jakarta: Kencana. 2009), h. 167-168.

44 M Munir, Metode Dakwah, (Jakarta: Kencana. 2009), h. 169.

Sasaran dakwah qaulan karima adalah orang yang telah lanjut usia, pendekatan yang digunakan adalah dengan perkataan yang mulia, santun, penuh penghormatan dan penghargaan, tidak perlu menggurui, tidak perlu retorika yang meledak- ledak.45 Sebagaimana terdapat pada surah Al-Isra ayat 23 yang artinya:

“Dan tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik”. (Q.S. Al-Isra: 23).

B. Membaca Al-Qur’an

yang ada pada Al-Qur’an adalah kalamullah, bukan perkataan manusia, jin, maupun malaikat.47

Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tertulis diantara dua sampul mushaf, sampai kepada manusia secara mutawatir, membaca nya bernilai ibadah, menjadi mukjizat meski dengan surah yang paling pendek sekalipun, dimulai dengan surah Al-Fatihah dan ditutup dengan surah An-Nas.48 Memori kolektif kaum muslimin sepanjang abad adalah Al- Qur’an, dimana Al-Qur’an adalah kitab suci yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Untuk menjadi pedoman bagi umat manusia.49

2. Hukum Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an dengan tartil hukumnya fardu ‘ain.

Hukum ini ditujukan kepada Nabi SAW, lalu kepada umatnya yang bersifat mengikuti.50 Bacaan Al-Qur’an yang baik adalah bacaan Al-Qur’an yang dilakukan dengan tenang, perlahan, tidak terburu-buru dan benar sesuai hukum tajwid dan ilmu Al-Qur’an lainnya.51 Cara membaca anak-anak pada penelitian ini dengan

47 Syaikh Manna Al-Qathan Mabahits Fii Ulumil Qur’an terj, Aunur Rafiq El- Mazni Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2018), h. 18.

48 Hartanto Saryono, Tajwid Al-Qur’an Riwayat Hafs Dan Hasyim, (Depok:

Yayasan Rumah Tajwid Indonesia, 2018), h. 1.

49 Dian Febrianingsih, “Sejarah Perkembangan Rasm Ustsmani” dalam e- journal.kopertais4.or.id 2 No.2 (Januari 2016) h. 293-294.

50 Mutiara Alfi Maghfiroh, “Penerapan Metode Jabaroil Dalam Pembelajaran Al- Qur’an Orang Dewasa Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Di Lembaga Belajar Mengajar Al-Qur’an (BMQ) At-Tartil Kandangan” (Skripsi Sarjana Fakultas Tarbiyah IAIN Kediri 2019) h. 13.

51 Fitriyah Mahdali, “Analisis Kemampuan Membaca Al-Qur’an Dalam Perspektif Sosiologi Pengetahuan” Dalam Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hadits 2. No. 2 (2020) h. 149- 150.

pada biasanya.

Rasulullah SAW menjanjikan bahwa orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapatkan pahala 10 huruf, sementara untuk memahami maknanya ada tambahan pahala tersendiri, karena berarti dia mengamalkan firman Allah dalan (QS. Shad: 29) yang artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran”52

C. Guru Mengaji Dalam Pembinaan Membaca Al-Qur’an

1. Pengertian Guru Mengaji

َملعتَنمَمكريخ نآرقلا

َ هملعو

“Sebaik-baiknya orang di antara kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya”

Guru mengaji diambil dari dua kata yaitu guru dan mengaji, pengertian guru adalah orang yang memberikan pendidikan atau ilmu pengetahuan kepada muridnya, dengan tujuan agar setiap murid memahami dan mengamalkan dalam kehidupan sehari- hari. Guru juga bisa dimaknai sebagai pendidik, yaitu orang dewasa yang bertanggung jawab memberi arahan atau bantuan kepada murid dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, mampu berdiri sendiri dapat

52 Yufid.TV, “Hukum Membaca Al-Qur’an Tanpa Memahami Maknanya”

Publikasi, 2017, https://youtu.be/8Ud91Y6O2sg accessed 19 Juni 2017.

melaksanakann tugasnya sebagai makhluk Allah khalifah di muka bumi, sebagai makhluk sosial dan individu yang berdiri sendiri.53 Guru ngaji adalah sebutan kepada seseorang dalam masyarakat yang mempunyai ilmu agama lebih tinggi tapi juga bisa mengaplikasikan kepada orang lain terutama kepada anak- anak, tidak hanya mengajarkan ngaji saja, tetapi juga memberi motivasi supaya terhindar dari hal-hal yang negative.54

Sedangkan pengertian mengaji diambil dari kata kaji yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pelajaran (agama dan sebagainya), penyelidikan tentang sesuatu sedangkan mengaji adalah mendaras (membaca) Al-Qur’an, belajar membaca Al-Qur’an tanpa dimulai dengan metode mengeja.55

2. Tugas Guru Mengaji

Peran guru sangat penting untuk membantu anak mengenal huruf hijaiyah dan membaca Al-Qur’an, pertama kali yang harus di lakukan oleh guru mengaji pada saat kegiatan proses belajar mengajar adalah sebelum di sampaikan materi pelajaran kepada anak, mereka harus mengenal huruf hijaiyah dan belajar mengaji terlebih dahulu.56

Seorang guru bertugas mengajarkan murid nya agar mereka dapat memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan cara

53 Muhammad Asdar, “Peranan Guru Mengaji Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Santri Di TPA Al-Qalam Ereng-Ereng Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng, (Skripsi Sarjana Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alaudin Makasar, 2017), h. 21.

54 Ahmad Saefudin , Nur Fitriyah, “Peran Guru Ngaji di Era Sustainable Development Goals (SDGs) (Studi Kasus di Desan Semat Tahunan Jepara), dalam Jurnal Indo-Islamika 10, No. 2 (2020), h. 97.

55 “Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)”, https://kbbi.web.id/kaji.html

56 Rasi Mayasari, Mahfuz, Eri Wanto, “Peran Guru Dalam Meningkatkan

Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Di Sekolah Umum” dalam Jurnal Al-Mauizhoh 2, No.2 (November 2020), h. 3.

membiasakan membaca Al-Qur’an. Dalam pengajaran Al- Qur’an harus mengetahui tingkat perkembangan dan kemampuan anak, sebab pemahaman, pisikologi anak juga akan mempengaruhi keberhasilan dalam proses belajar, oleh karena itu kita sebagai pendidik, bagaimana caranya, pendekatan pembelajaran agar peserta didik benar-benar memiliki minat belajar terhadap Al-Qur’an dan hadist, menjadi tanggung jawab guru yang harus perlu dipecahkan. Pelajaran sekarang ini tidak lagi mengutamakan pada penyerapan dan pemahaman melalui transfer informasi, tetapi lebih mengutamakan pada pengembangan kemampuan dan pemprosesan informasi. Untuk itu aktifitas peserta didik perlu ditingkatkan, melalui peran dan latihan-latihan atas tugas belajar dengan belajar secara mandiri sehingga ia mampu, memahami dan menjelaskan ilmu yang diberikan sebagaimana yang di jelaskan oleh guru pelajaran membaca Al-Qur’an secara tajwid dan tahsin tilawah hingga saat ini, yang secara umum kurang di minati oleh peserta didik.58

Seorang guru akan lebih mudah mengajarkan anak sejak dini, pada metode Glenn Doman ketika membacakan kata yang memiliki arti yang dibacakan dengan cepat, kemudian anak mengikutinya. Bagi anak yang belum bisa mengikuti bacaan dari guru maka cara membacanya akan dituntun dengan bantuan

57 Milatuchulwiyah, “Pengaruh Pemahaman Ilmu Tajwid Terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Mata Pelajaran Tashinul Qur’an Mts Yayasan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Mathla’ul Huda Ambarawa Pringsewu” (Skripsi Sarjana Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAN Metro, 2018) h. 25.

58 Darwin, “Pengaruh Penguasaan Ilmu Tajwid dan Tahsin Terhadap Hasil Belajar Al-Qur’an (Studi Kasus Pada Siswa Madrasah Aliyah Negeri I Kendari Sulawesi Tenggara)” Dalam Jurnal Fikratuna 9. No . 1 (2018).

gambar.59 Yang dimaksud dengan anak usia dini adalah sejak lahir hingga usia enam tahun atau berdasarkan psikologi perkembangan antara usia 0-8 tahun.60

Menurut Ahmad Susanto mengutip pendapat Bachruddin Musthafa, bahwa anak usia dini merupakan anak yang terletak pada rentang usia antara satu hingga lima tahun. Pengertian ini didasarkan pada batasan pada psikologi kemajuan yang melingkupi bayi (infancy atau babyhoof) berusia 0 sampai 1 tahun, usia dini (early childhood) berusia 1 sampai 5 tahun, masa kanak-kanak akhir (late childhood).61 Namum pembatasan anak TPA di Yayasan Sahabat Qur’an Depok di mulai dari usia 5 tahun sampai kelas 9 SMP.

Pendidikan pada anak usia dini merupakan salah satu wujud penyelenggaraan pendidikan yang mengutamakan pada penempatan dasar kearah pertumbuhan dan enam perkembangan yaitu: perkembangan moral agama, perkembangan fisik, kecerdasan, sosial emosional, bahasa, dan komunikasi sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan sesuai kelompok usia yang dilalui oleh anak-anak usia dini.62

59 Vivi Puspa Indria, Sumarsih dan Nesna Agustriana, “Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Metode Membaca Gleen Doman Pada Kelompok A PAUD Sambela Kota Bengkulu”,Dalam Jurnal Ilmiah Potensia 2, no, 2. (2017) h. 96.

60 Aidil Saputra, “Pendidikan Anak Pada Usia Dini” dalam Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam 10, no, 2, (Desember 2018) h. 195.

61 Ahmad Susanto, Pendidikan Anak Usia Dini Konsep dan Teori, (Jakarta: PT.

Bumi Aksara, 2017), h. 1.

62 Dadan Suryana, Pendidikan Anak Usia Dini “Stimulasi Dan Perkembangan Anak”, (Jakarta: Kencana, 2016), h. 257.

47

GAMBARAN UMUM YAYASAN SAHABAT QUR’AN

Pada bab ini akan menjelaskan mengenai bagaimana profil Yayasan Sahabat Qur’an, struktur pengurus Yayasan Sahabat Qur’an, sejarah Yayasan Sahabat Qur’an, visi misi dan tujuan lembaga, metode pembinaan, serta sarana fasilitas di Yayasan Sahabat Qur’an.

A. Profil Yayasan Sahabat Qur’an

Yayasan Sahabat Qur’an didirikan pada tanggal 25 november 2012 atau 11 Muharam 1434 H, dengan akta pendirian No. 117, tanggal 28 Juli 2012, Notaris Nur Qomsah Sokarno, SH. dan diperbaharui dengan No. 281 tanggal 29 Oktobar 2019, Notaris Jauhar Arifin, SH. Surat Keputusan Kementrian Hukum Hak Asasi Manusia Rebuplik Indonesia (SK Kemenkumham RI) No. HU- 7847.AH.01.04 Tahun 2012 ditetapkan pada tanggal 07 Desember 2012 diperbaharui dengan No. AHU-00221499.AH.01.12 Tanggal 31 Oktober 2019. NPWP: 31.630.290.0-412.000.1

Yayasan ini membuka lembaga non profit, yang mana dalam mengelola lembaga tersebut menggunakan dana yang di peroleh dari para muwaqif (orang-orang yang mewaqafkan hartanya), yang fokus pada peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an, seiring berjalannya waktu yayasan ini berkembang semakin baik. Tercatat sebanyak lebih 1000 peserta yang sudah bergabung belajar bersama yayasan sahabat

1 Yuni Endah, Staff Admin Sahabat Qur’an, Kecamatan Sahabat Qur’an, Wawancara oleh penulis melalui chat whatsaap, 7 Juli 2021.

qur’an yang berada didua cabang yaitu Kecamatan Tapos dan Kecamatan Sawangan.2

Yayasan sahabat Qur’an selalu berusaha untuk terus melakukan inovasi dalam proses pembelajaran, dengan tetap memperhatikan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Sumber daya pengajar di yayasan ini juga terus diperbaiki untuk meningkatkan kualitas guru sebagaimana diadakannya kegiatan tahsin seminggu sekali. Berbagai fasilitas juga disediakan agar suasana belajar lebih kondusif dan menarik dengan adanya taman bermain anak.3

Gambar 3.6

Gedung Yayasan Sahabat Qur’an

Sumber: Yayasan Sahabat Qur’an

2 Yuni Endah, Staff Admin Sahabat Qur’an, Kecamatan Sahabat Qur’an, Wawancara oleh penulis melalui chat whatsaap, 7 Juli 2021.

3 Yuni Endah, Staff Admin Sahabat Qur’an, Kecamatan Sahabat Qur’an, Wawancara oleh penulis melalui chat whatsaap, 7 Juli 2021.

B. Struktural Pengurus Yayasan Sahabat Qur’an 1. Struktur Yayasan Sahabat Qur’an

a. Dewan Pembina

Ketua : Otong Somantri Anggota : HM Fathoni Yasin

Chairul Saleh Mustofa Arif Hermanu.4 b. Dewan Pengawas : Ary Wijaya

Anggota : Yanti.5 c. Dewan Pengurus

Ketua : Tati Surtiningsih Sekertaris : Meiriantie

Sayutinah Bendahara : Istinigrum

Zumronih.6

2. Struktur Pusat Pendidikan Al-Qur’an Yayasan Sahabat Qur’an a. Pengurus Pusat

Direktur Umum : Chairul Saleh Direktur Harian : Tati Surtiningsih Bendahara : Istiningrum Bid. SDM : Meiriantie

Bid. Fundrising : Fakhri Nur Hendarwan Bid. Humas : Ibnu Syahmiru.7

4 Yuni Endah, Staff Admin Sahabat Qur’an, Kecamatan Sahabat Qur’an, Wawancara oleh penulis melalui chat whatsaap, 7 Juli 2021.

5 Yuni Endah, Staff Admin Sahabat Qur’an, Kecamatan Sahabat Qur’an, Wawancara oleh penulis melalui chat whatsaap, 7 Juli 2021.

6 Yuni Endah, Staff Admin Sahabat Qur’an, Kecamatan Sahabat Qur’an, Wawancara oleh penulis melalui chat whatsaap, 7 Juli 2021.

b. Pengurus Cabang / Lembaga Formal Lainnya/

Penanggungjawab

Manager Saqu Cabang Tapos : Mamuri Manager Saqu Cabang Balige : Nurlela

Manager Pendidikan : Kamal Ibrahim Ketua TPA Saqu :Uni Kalsum Administrasi Umum :Yuni Endah S.8

gambar 3.7

Pengurus Yayasan Sahabat Qur’an

Sumber: Yayasan Sahabat Qur’an

7 Yuni Endah, Staff Admin Sahabat Qur’an, Kecamatan Sahabat Qur’an, Wawancara oleh penulis melalui chat whatsaap, 7 Juli 2021.

8 Yuni Endah, Staff Admin Sahabat Qur’an, Kecamatan Sahabat Qur’an, Wawancara oleh penulis melalui chat whatsaap, 7 Juli 2021.

C. Sejarah Berdirinya Yayasan Sahabat Qur’an

Yayasan Sahabat Qur’an adalah lembaga pendidikan di Sawangan. Awal mula merintis Sahabat Qur’an karena pendiri Sahabat Qur’an bernama ustadz Chaerul Saleh, memiliki masalah pribadi dengan istri yang di nyatakan kesulitan memiliki anak, sehingga ketika awal tahun 2012 ada pelaksanaan daurah quran untuk guru-guru, jumlah anggota yang mengikuti pelatihan sekitar 40 orang laki-laki dan perempuan, dari sini belum ada nama sahabat qur’an, setelah pelatihan berjalan, pendiri mengumumkan kepada para pengajar untuk meresmikan lembaga yang dinamakan Sahabat Qur’an, di namakan Sahabat Qur’an bertujuan agar orang-orang yang belajar di yayasan ini memiliki kualitas bacaan Al-Qur’an yang baik.

Setelah meresmikan lembaga Sahabat Qur’an pendiri langsung membuka kelas-kelas tahsin Al-Qur’an. Mengenai informasi akan diresmikannya Sahabat Qur’an ternyata tidak semua berminat untuk mengajar, hanya sebagian yang berminat kurang lebih sekitar 10 orang. Dari guru-guru yang bersedia mengajar, ustadz Chaerul Saleh meminta waktu para guru seminggu sekali untuk mengajar, sekitar pertengahan 2012 dibukalah kelas tahsin Al-Quran, karna belum adanya tempat, pendiri melaksanakan kegiatan tahsin disekitar mushala terdekat. Dari bulan November 2012 bertempatan dengan lahirnya anak pendiri yayasan Sahabat Qur’an berbarengan dengan launchingnya Sahabat Qur’an depok ke pemerintahan Depok sekaligus di resmikan juga tempat Sahabat Qur’an yang awalnya

berlokasi di sekitar mushala pendiri kemudian berpindah diBumi Sawangan Indah 2.9

Seiring berjalan nya waktu Yayasan Sahabat Qur’an membuka cabang di Tapos. Cabang baru tersebut di fungsikan juga untuk anak-anak yang mengaji di daerah yang dekat dengan lokasi Yayasan Sahabat Qur’an. Yayasan Sahabat Qur’an semakin berkembang dan mandiri sehingga bertambahnya peminat, akhirnya di buka kelas untuk kalangan dewasa. Dengan adanya program ini terbagi menjadi 9 program yaitu program reguler, program TPA, program privat, program keluarga, program bimbingan luar lembaga (BILAL), program pelatihan terpadu, program TK dan SD, program SMP tahfidz, program sosial ekonomi. Semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang berhembus, Yayasan Sahabat Qur’an memiliki tambahan peserta didik. Hal ini di karenakan adanya program SMP tahfidz, sehingga jarak rumah dengan yayasan berjarak tempuh dekat dan ada juga yang jarak tempuhnya cukup jauh.

Dengan kondisi ini tidak sedikit anak yang kelelahan setelah pulang belajar. Akhirnya Yayasan Sahabat Qur’an membangun Pesantren Yayasan Sahabat Qur’an yang didirikan sejak tahun 2020, dan sudah ada satu angkatan program ini yang mendapat beasiswa untuk yatim dan dhuafa, meskipun di berikannya beasiswa tidak luput Yayasan Sahabat Qur’an tetap memberikan pelayanan semaksimal mungkin seperti memberi makanan, pendidikan dan asupan gizi lainnya

9 Chaerul Saleh, Pendiri Yayasan Sahabat Qur’an, Kecamatan Sawangan,, Wawancara oleh peneliti melalui telpon whatsaap, 16 Juli 2021.

dengan tujuan ingin memliakan para penghafal Qur’an dengan memberikan yang terbaik. 10

Perbaikan dan pengelolaan dalam suatu lembaga merupakan suatu kewajiban. Dengan segala pertimbangan, yang pada awalnya belajar di mushala hingga memiliki bangunan dan pesantren untuk SMP tahfidz di Yayasan Sahabat Qur’an. Ustadz Chaerul Shaleh mengumpulkan dana dari para muwaqif (orang yang berwakaf), sehingga yayasan ini adalah milik orang-orang yang berwakaf di Yayasan Sahabat Qur’an, hingga berkembangnya Sahabat Qur’an yang memiliki fasilitas saqu mart yang keuntungannya didonasikan juga untuk berkembangnya yayasan tersebut.11

Yayasan Sahabat Qur’an ingin memberantas buta huruf baik pada kalangan anak-anak maupun kalangan dewasa, dengan bertambahnya peserta didik yang semakin banyak maka Yayasan Sahabat Qur’an akan terus menambah sarana dan prasarana sebagai penunjang pendidikan baik untuk peserta didik yang tinggal di Pesantren maupun yang tidak.12

D. Visi Misi Yayasan Sahabat Qur’an

Pada sebuah Lembaga dituntut atau diwajibkan untuk mempunyai kejelasan visi dan misinya. Secara umum visi dan misi dari Yayasan Sahabat Qur’an sebagai berikut:

10 Chaerul Saleh, Pendiri Yayasan Sahabat Qur’an, Kecamatan Sawangan,, Wawancara oleh peneliti melalui telpon whatsaap, 16 Juli 2021.

11 Chaerul Saleh, Pendiri Yayasan Sahabat Qur’an, Kecamatan Sawangan,, Wawancara oleh peneliti melalui telpon whatsaap, 16 Juli 2021.

12 Chaerul Saleh, Pendiri Yayasan Sahabat Qur’an, Kecamatan Sawangan,, Wawancara oleh peneliti melalui telpon whatsaap, 16 Juli 2021.