• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep makanan halal dan haram

BAB II HALAL, KONSEP MAKANAN HALAL DAN POLA KONSUMSI

2. Konsep makanan halal dan haram

Makanan menurut Bahasa arab dapat diterjemahkan dari kata tha’am bentuk tunggal dari athi’mah. Sedangkan menurut Bahasa Indonesia dapat di artikan bahwa segala hal yang dapat dikonsumsi dapat kita sebut sebagai makanan.6 Sedangkan pengertian makanan menurut istilah merupakan suatu kebutuhan pokok yang dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup manusia.

Sebab makanan adalah hal yang sangat berperan penting bagi pertumbuh sel –sel yang terdapat didalam tubuh manusia sehingga tubuh menjadi sehat secara jasmani dan tumbuh dengan normal.

Allah telah menyediakan segala apa yang manusia butuhkan dibumi ini untuk mencukupi hidupnya, dengan menjamin kemaslahatannya serta tidak berbahaya bagi manusia dan tidak dilarang oleh agama.7

Sedangkan makanan yang halal merupakan makanan yang diizinkan bagi seorang muslim untuk mengkonsumsinya. Tak

5 Q.S Al-Maidah : 3

6 Qardhawi Yusuf, Halal dan Haram dalam Islam, Bandung: jabal, (2020), 90.

7 Lutfee Hayeuma. “Pandangan Muslim Minoritas Terhadap Produk Halal,”Skripsi (Ponorogo : IAIN Ponorogo, 2022), 16.

jarang banyak sekali varian menu yag ditawarkan oleh para pedagang. Terdapat banyak pilihan dengan Kategori makanan yang berasal dari hewan serta non hewan. Makanan dari hewan meliputi, makanan yang berasal dari daging dan juga ikan. Dalam menyembilih pun makanan yang berasal dari hewan ini terdapat beberapa ketentuan syariat Islammnya.

Sedangkan untuk makanan yang berasal dari non hewan, meliputi roti, mie, pop corn dll.8 Produk halal menurut Undang – Undang RI Nomor 33, Tahun 2014 adalah suatu produk yang telah dinyatakan halal sesuai dengan syariat Islam. Produk halal juga merupakan produk pangan, obat–obatan, kosmetika dan lainnya. Dan jika mengkonsumsi produk halal ini maka kita sebagai muslim tidak akan mendapati dosa ataupun siksa, begitu pula sebaliknya jika kita mengkonsumsi produk makanan yang belum teruji kehalalannya atau bisa dikatakan haram maka kita akan mendapat dosa. Dalam Islam sendiri asumsi halal ataupun haram tidak dapat di dasari dengan kata suka dan tidak suka akan tetapi diputusi dari segi pemahaman dan pengetahuan yang mendalam. 9

8 Ibid., 17

9 Ade Guntur, Nova Yanti Maleha, Chandra Satria, “Pengaruh Pemasaran Dan Kualitas Produk Halal Terhadap Keputusan Pembelian Minyak Goreng Pada Masyarakat Kaliboni, Jimesha : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah, Volume 1, Nomor. 2, (2021).

Suatu makanan atau produk dapat dikatakan halal jika telah mencakup beberapa proses yang dibenarkan oleh syariat Islam, mulai dari pemotongan, penyimpanan, penyajian, penyiapan, serta Kesehatan dan kebersihannya. 10 Tidak hanya memperhatikan dari segi pengolahan saja, pentingnya bagi kita untuk lebih memperhatikan label halal yang terdapat pada suatu kemasaran produk atau makanan yang hendak kita konsumsi. Label halal sendiri memiliki beberapa kapasitas, missal saja tentang mengenali barang atau merek, menentukan kelas pada produk untuk mendeskripsikan produk tersebut. Karena setiap produk harus ditampilkan dengan informasi yang jujur mengenai spesifikasi produk tersebut.11

Terdapat banyak jenis makanan yang dapat ditemukan di warung, restoran, minimarket, berikut beberapa kategori makanan halal :

1. Makanan yang tidak berasal dari hewan. Makanan yang termaksud adalah sayuran, buah–buahan, umbi-umbian, benda–benda (roti, kue dll).

10 Arnis Inrani Ibrahim, Riska Damayanti, “Kepeduliaan Masyarakat Muslim Terhadap Makanan Halal Di Daerah Minoritas,”Ad- Dariyah : Jurnal Dialektika, Sosial Dan Budaya, Volume 2 Nomor 1 (2021).

11 Umi Muzayanah, Setyo Boedi Oetomo, Zakiyah, “Kepedulian Siswa Madrasah Aliyah Terhadap Produk Pangan Halal Di Kota Surakarta,” Jurnal Smart : Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi, Volume 5, Nomor 2, (2019).

2. Makanan yang berasal dari hewan. Semua hewan yang diperbolehkan untuk di konsumsi secara syariat Islam.

b) Makanan Haram

Makanan haram merupakan makanan yang tidak boleh konsumsi oleh manusia karena dapat membahayakan Kesehatan manusia itu sendiri karena mungkin mengandung racun atau zat yang berbahaya bagi tubuh, maka sebaiknya untuk menghindari memakannya.12 Pengharaman sesuatu atau makanan yang berdasarkan dengan ketentuan Allah dan Rosul-Nya banyak terdapat dalam Al–Qur’an dan Sunah. Sebab seperti hal yang terpaparkan serta hal yang perlu kita ketahui bahwa pengharaman suatu makanan oleh Allah dan Rosul-Nya sudah tentu didasarkan pada kepentingan serta kondisi manusia itu sendiri. Terdapat beberapa macam makanan yang diharakamkan yakni :

a) Hewan mati atau bisa dikatakan bangkai, yakni hewan yang mati akan tetapi tidak disembelih sesuai dengan syariat Islam. Hewan ini termasuk pada hewan yang sakit, terpukul, tercekik, jatuh dan lainnya.

b) Darah yang mengalir dari tubuh hewan yang disembelih atau karena luka.

12 Terj.Lajnah Pethashihan Mushaf Al -Qur’an, “Makanan Dan Minuman Perspektif Al- Qur’an Dan Sains,” (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, 2013), 104.

c) Daging babi, semua bagian tubuhnya merupakan haram baik dari bulu, kulit, tulang, susu dan juga lemaknya.

d) Binatang yang disembelih namun tidak menyebut nama Allah ketika menyembelihnya atau yang dipersembahkan kepada selain Allah.

Ayat yang menjelaskan makanan yang diharamkan oleh Allah terdapat pada Q.S Al – Ma’idah 5:3

ُر مَمُْعَلَي َُُُ ٱلمْ ُيَتُر َو ملََّ َُوُُمتُر َو ْ ِ ز ِِلر لُعَُ ر ِ ِمَ ْرَُ َو لِ بُ وُر مَُمَر َو مَِِر َو ملَمُعَت مذَةيم َمَُُْ َََ َو َمُ ُر نَلَي َة زمة رَُ َو َُممُعِسَة رَُ ِلَّ مامذِْر َ َسََ ْرَُ َو ملَمع لُِر َو ملَِ ٱَ َلَممتُر َو سِيمت َُّْ

َِر ََُ ُل ز ُر َ ُيَمُ َو َُمِ ُيَمُوَُ َََِ َُمْ ُِ َ ُ سِو ملَ َس َ ِ نِر َ ََِ َِ ُيَعُر مُْْ ِ َُمْ رَِة َ مُُلَتُسََ َِ ُيَع ُوَُ ن ِ ِلملُْ َتَِ رُِْ َ َََِلُم ُن مَمَْر مُع ْ َي َو ن مَتُ لْ َُمُْعَلَي مُُتَتََُُ َو َُمَُِْ َ َُمَْر َلُعَغ يلََُت َتَممُ مَع ْ ِي مييم َغ َِِلر َِ ََِ يَُر ٱن يي لْر

Artinya :

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala.13

13 Al-Qur’an Al-Maidah, 5:3

Beberapa makanan yang wajib dihindari atau haram untuk dikonsumsi :

1. Terdapat campuran daging babi

Daging babi diharamkan sebab terdapat banyak alasan yang menurut beberapa ahli menyebutkan hewan ini jorok dan suka memakan kotoran, suatu barang yang najis, yang sudah pasti hal yang dimakannya dapat membahayakan tubuh manusia. Selain itu tubuh babi banyak mengandung jenis kuman dan cacing yang berbahaya bagi Kesehatan manusia.

Akan tetapi akan sangat sulit jika dihadapkan dengan masalah seperti pencampuran daging babi dengan daging sapi pada adonan bakso, sosis. Akan tetapi untuk lebih amannya kita harus memperhatikan sertifikasi halal dari LPPOM- MUI yang bertugas melakukan sertifikasi pada produk makanan dan minuman yang halal. 14

2. Darah Beku atau Didih

Didih merupakan darah hewan yang disembelih kemudian yang dibekukan atau direbus dan berubah menjadi kenyal serta dapat dipotong. Biasanya dimasak dengan cara digoreng.15

14 Terj.Lajnah Pethashihan Mushaf Al -Qur’an, “Makanan Dan Minuman Perspektif Al- Qur’an Dan Sains,”, 107.

15 Ibid.

3. Daging Ular

Hewan melata satu ini dipercayai oleh masyarakat mengandung banyak manfaat akan tetapi hewan ini diharamkan sesuai dengan hadis Rasulullah.

4. Daging Anjing

Daging anjing merupakan salah satu hewan yang diharamkan sebab anjing merupakan salah satu hewan yang memiliki taring sehingga diharamkan oleh Rasulullah. 16

5. Hewan yang diragukan kehalalannya

Banyak hewan yang terkadang masih diragukan terkait status halal atau haramnya, misalnya bekicot, katak, serangga, cacing dll. 17

3. Pola Konsumsi Dalam Islam