BAB V PENUTUP
B. Saran
1. Masyarakat muslim Karangasem Bali lebih memperhatikan kandungan yang terdapat dalam makanan yang hendak dikonsumsi, selain itu masyarakat muslim Karangasem lebih selektif dalam memilih produk.
2. Pemerintah meningkatkan upaya serta sosialisasi lebih untuk membangun kesadaran masyarakat muslim, terkait pentingnya pengajuan sertifikasi halal untuk produk makanan.
3. Pemerintah mengupayakan agar masyarakat muslim Karangasem Bali tidak harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk mendapatkan produk halal.
85
DAFTAR PUSTAKA Referensi Buku :
Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. t.tp: CV. Syakir Media Press.
Wijaya, H. H. (2019). Analisis Data Kualitatif. t.tp: t.p.
Yusuf, Q. (2020). Halal dan Haram Dalam Islam. Bandung: Jabal.
Al-Qur'an, T. P. (2013). Makanan Dan Minuman Perspektif Al-Qur'an dan Sains.
Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.
Pujiyono, A. (2006). Teori Konsumsi Islami . Jakarta : PT.Raja Gradindo Persada.
Referensi Jurnal :
Achmad, B. (2022). Pemahaman Nilai-Nilai Etika Konsumsi Islam Terhadap Perilaku Konsumtif Masyarakat Indoneisa. Jurnal Pendidikan & Konseling.
Ade Guntur, N. Y. (2021). Pengaruh pemasaran dan kualitas produk halal terhadap keputusan pembelian. Jimesha : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah.
Ade Nur Rohim, P. D. (2021). ola Konsumsi Dalam Implementasi Gaya Hidup Halal. Maro: Jurnal .
Arisanti, Y. (2022). Memahami Kebutuhan Wisatawan Muslim Dalam Berwisata.
Jurnal Ilmiah Kepariwisataan.
Arnis Inrani Ibrahim, R. D. (2021). Kepeduliaan Masyarakat Muslim terhadap Makanan Halal di Daerah Minoritas. Ad- Dariyah : Jurnal Dialektika, Sosial dan Budaya.
Arofah. (2023, 03 7). Wawancara. (F. Ayu, Pewawancara)
As Syaffa Amalia Adha, S. H. (2020). Pola Konsumsi Pangan Pokok Dan Kontribusinya Terhadap Tingkat Kecukupan Energi Masyarakat Desa Sukaamai. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat.
D.Q.Alva Salam, A. M. (2022). Implementasi Jaminan Produk Halal Melalui Sertifikasi Halal pada Makanan dan Minuman UMKM Di Kabupaten Sampang. Qawwam : The Leader’s Writing.
Dwi Edi Wibowo, B. D. (2018). Pengaruh Labelisasi halal terhadap keputusan pembelian oleh konsumen muslim terhadap produk makanan di kota pekalongan. IJH : Indonesian Journal Of Halal.
Faqiatul Mariya Waharini, A. H. (2018). Model Pengembangan Industri Halal Food di Indonesia. Junal Muqtasid : Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
mtihanah, A. N. (2022). Analisis Faktor Sikap, Norma Subjektif, Persepsi Kontrol Perilaku terhadap Minat Beli Masyarakat Nonmuslim pada Halal Food Di Kota Metro. Jurnal Ekonomi dan Bisnis.
Nurdin, N. A. (2019). Potensi industry makanan halal di kota Palu. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Bisnis Islam.
Umi Muzayanah, S. B. (2019). Kepedulian Siswa Madrasah Aliyah Terhadap Produk Pangan Halal Di Kota Surakarta. Jurnal SMaRT : Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi.
Referensi Skripsi :
Hayeuma, L. (2022). Pandangan Muslim Minoritas Terhadap Produk Halal.
Ponorogo: Skripsi IAIN Ponorogo.
Aprilia, L. (2018). Pengaruh Pendapatan Jumlah Anggota Keluarga Dan Pendidikan Terhadap Pola Konsumsi Rumah Tangga. Lampung: Skripsi : UIN Raden Intan Lampung.
Referensi Internet :
Adica. (2023, 01 21). Pengertian Pola Konsumsi. Diambil kembali dari Pengertian Pola Konsumsi: https://www.silabus.web.id/teori-pola-konsumsi-makan/
Bali, D. B. (2022, 9 17). Data Boks Bali. Diambil kembali dari Data Boks Bali:
https://databoks.katadata.co.id/tags/bali
Disparda.ProvBali. (2023, 03 9). Disparda.provbali.go.id. Diambil kembali dari Disparda.provbali.go.id: https://disparda.baliprov.go.id/karangasem-agung Karangasemkab.go.id. (2023, 03 19). Karangasemkab.go.id. Diambil kembali dari
Karangasemkab.go.id: http://v2.karangasemkab.go.id/index.php/profil Statistik, B. P. (2022, 9 17). Data Penduduk. Diambil kembali dari Data Penduduk:
https://bali.bps.go.id WAWANCARA :
Arianda, S. (2022, 11 24). Wawancara. (F. A. Saputri, Pewawancara) And, K. M. (2023, 03 7). Wawancara. (F. Ayu, Pewawancara)
Abdullah. (2023, 03 7). Wawancara. (F. Ayu, Pewawancara) Budi, F. (2023, 03 7). Wawancara. (F. Ayu, Pewawancara) Dwi, S. (2023, 03 7). Wawancara. (F. Ayu, Pewawancara) Fatimah, S. (2023, 03 7). Wawancara. (F. Ayu, Pewawancara) Hardika, M. (2023, 03 7). Wawancara. (F. Ayu, Pewawancara) Moh.Mursyid. (2023, 03 7). Wawancara. (F. Ayu, Pewawancara) Murtatik, E. (2023, 03 7). Wawancara. (F. Ayu, Pewawancara) Nimas. (2023, 03 7). Wawancara. (F. Ayu, Pewawancara)
Ningtias, N. A. (2023, 03 7). Wawancara. (F. Ayu, Pewawancara) Nurdiansyah, Z. (2022, 11 24). Wawancara. (F. Ayu, Pewawancara) Raisa, D. (2023, 03 7). Wawancara. (F. Ayu, Pewawancara)
Rendra, M. (2023, 03 7). Wawancara. (F. Ayu, Pewawancara) Shanty. (2023, 03 7). Wawancara. (F. Ayu, Pewawancara) Wahyudi. (2023, 03 7). Wawancara. (F. Ayu, Pewawancara)
Yanuar, F. (2022, 11 24). Wawancara. (F. Ayu, Pewawancara) Hasil Observasi :
Dokumen Data UMKM Pemohon Sertifikat Halal Hasil Penelitian Di Karangasem Bali
89 LAMPIRAN Lampiran 1. Pedoman Wawancara
DRAFT PEDOMAN WAWANCARA
1. Bagaimana pola konsumsi makanan halal masyarakat minoritas muslim di Kecamatan Karangasem Bali ?
Teori Daftar Pertanyaan
1. Pola konsumsi merupakan memberikan suatu gambaran yang mencakup kebiasaan masyarakat terkait komoditas yang paling banyak
dikonsumsi.
2. Dalam pengunaan bahan makanan masyarakat biasanya memilih sesuai dengan faktor sosial, faktor budaya dan faktor ekonominya.
3. Terdapat pola makan mulai dari frekuensi, jenis, tujuan
konsumsi.
4. Terdapat beberapa hal dalam Islam yang mestinya dilakukan
Mayarakat :
1. Apa yang saudara ketaui terkait pola konsumsi halal dalam Islam ? 2. Apakah di keluarga saudara sangat
memperhatikan pola konsumsi makanan halal ?
3. Bahan atau produk makanan apakah yang menjadi prioritas konsumsi dikeluarga saudara ?
4. Apakah saudara memperhatikan kandungan yang terdapat di makanan ?
sebelum mengkonsumsi
makanan. Yang pertama terkait membangun kesadaran halal sebagai pondasi pola hidup halal dalam diri manusia. Yang kedua terkait memegang prinsip halal serta thayyib yang termaksud dalam Q.S Al-Baqarah 2:168.
Pelaku usaha :
1. Apa yang saudara ketahui tentang pola konsumsi halal ?
2. Apakah saudara menjaga kehalalan dari makanan yang saudara jual ?
3. Apakah saudara memperhatikan kehalalan produk atau makanan sesuai syariat Islam ?
2. Bagaimana ketersediaan produk halal yang ada di Kemacatan Karangasem Provinsi Bali ?
Teori Daftar Pertanyaan
1. Halal didefinisikan sebagai sesuatu yang diperbolehkan untuk dikerjakan, syariat juga membenarkan dan pelaku tidak mendapat sanksi dari Allah SWT.
2. Dalam perspektif Islam pemenuhan kebutuhan baik kebutuhan jasa ataupun barang layaknya sesuai dengan syariat atau ketentian halal yang benar sesuai dengan syariah.
Pemerintahan :
1. Mengapa produk halal itu penting ? 2. Apakah peran pemerintah terkait
perlindungan halal food bagi masyarakat ?
3. Apa keuntungan mengajukan dan memiliki Sertifikasi Halal ? 4. Apakah terdapat sosialisasi terkait
sertifikasi produk halal di Karangasem Bali ?
5. Bagaimana MUI membuat fatwa tentang sertifikasi halal?
6. Berapa lama kah masa berlaku Sertifikasi Halal?
7. Berapa total UMKM yang mengajukan sertfikasi Halal di Karangasem ?
8. Bagaimana ketersediaan makanan halal di Karangasem Bali ? Masyarakat :
1. Apa yang saudara ketahui terkait halal food ?
2. Apakah saudara mengetahui
pentingnya mengkonsumsi makanan halal ?
3. Apakah saudara selalu
mengkonsumsi produk berlabel halal
?
4. Apakah saudara selalu memeriksa komposisi/ bahan makanan serta negara asal pada kemasan produk makanan sebelum membeli? Jika ya/tidak, kenapa?
Pelaku usaha :
1. Apakah saudara mengetahui terkait halal food ?
2. apakah produk yang saudara
gunakan ini terjamin kehalalannya ? 3. bentuk tanggung jawab apakah yang
menjadi tanda jika produk yang saudara jual ini halal ?
4. apakah saudara mengetahui pentingnya label halal pada suatu produk ?
5. apakah saudara mengetahui prosedur pengajuan sertifikasi halal ?
3. Bagaimana upaya masyarakat minoritas muslim di Kecamatan Karangasem dalam mendapatkan produk halal ?
Teori Daftar Pertanyaan
1. Konsep makanan halal dan haram telah tercantum dalam UU ataupun Al- Qur’an.
2. Suatu Makanan atau produk dapat dikatakan halal jika telah mencakup beberapa proses yang dibenarkan oleh syariat Islam, mulai dari pemotongan,
penyimpanan, penyajian, penyiapan, serta Kesehatan dan kebersihannya.
Pemerintah :
1. Bagaimana kondisi agama di daerah Karangasem Bali ?
2. Berapa total penduduk yang tinggal di Karangasem ?
3. Bagaimana kondisi perekonomian serta tingkat pendidikan di
Karangasem Bali ?
3. Tidak hanya
memperhatikan dari segi pengolahan saja, pentingnya bagi kita untuk lebih
memperhatikan label halal yang terdapat pada suatu kemasaran produk atau makanan yang hendak kita konsumsi.
4. Terdapat banyak jenis makanan yang dapat ditemukan di warung, restoran, minimarket, berikut beberapa kategori makanan halal diantaranya, Makanan yang tidak berasal dari hewan. Makanan yang termaksud adalah sayuran, buah – buahan, umbi- umbian, benda – benda (roti, kue dll). Dan makanan yang berasal dari hewan.
Semua hewan yang
diperbolehkan untuk di konsumsi secara syariat Islam.
5. Makanan haram merupakan makanan yang tidak boleh konsumsi oleh manusia karena dapat
membahayakan Kesehatan manusia itu sendiri karena mungkin mengandung racun atau zat yang
berbahaya bagi tubuh, maka sebaiknya untuk
menghindari memakannya.
Masyarakat :
1. Apakah saudara mengetahui apa saja yang boleh dikonsumsi dalam ajaran Islam ?
2. Apakah saudara merasa kesusahan mencari produk halal ?
3. Apakah dengan adanya logo halal dapat memudahkan saudara dalam mencari produk halal ?
4. Apakah menurut saudara, di daerah Karangasem membutuhkan tempat makanan atau produk halal yang lebih banyak ?
Pelaku usaha :
1. Apakah saudara mengetahui cara pengolahan makanan dalam Islam ? 2. Apakah suadara mengetahui kriteria
makanan halal ?
3. Bagaimana tentang tanggungjawab sauadara terhadap produk halal?
Lampiran 2. Transkip Wawancara.
1. Bagaimana pola konsumsi makanan halal masyarakat minoritas muslim di Kecamatan Karangasem Bali ?
Nomor Informan : 01/W/07-03/2023
Klasifikasi : Masyarakat
Nama Informan Pertama : Siti
Peneliti : Apa yang saudara ketaui terkait pola konsumsi halal dalam Islam ?
Informan : Menurut saya, pola konsumsi halal itu apapun yang dikonsumsi setiap harinya adalah berbahan dasar halal sesuai ajaran agama Islam.
Peneliti : Apakah di keluarga saudara sangat memperhatikan pola konsumsi makanan halal ?
Informan : Dalam keluarga saya sangat
memperhatikan pola makanan sehari – hari agar aman dan halal gitu mbak.
Peneliti : Bahan atau produk makanan apakah yang menjadi prioritas konsumsi dikeluarga saudara ?
Informan : Terkait jenis makanan ya yang pasti yang halal soalnya kan disini banyak yang nonmuslim.
Peneliti : Apakah saudara memperhatikan kandungan yang terdapat di makanan ?
Informan : Terkait jenis makanan ya yang pasti yang halal soalnya kan disini banyak yang nonmuslim.
Nomor Informan : 01/W/07-03/2023
Klasifikasi : Masyarakat
Nama Informan Kedua : Abdullah
Peneliti : Apa yang saudara ketaui terkait pola konsumsi halal dalam Islam ?
Informan : Kalau soal pola yang saya tau bentuk, kalau konsumsi ya makanan dan minuman yang dimakan setiap hari, sedangkan halal adalah yang sesuai dengan ajaran islam.
Peneliti : Apakah di keluarga saudara sangat memperhatikan pola konsumsi makanan halal ?
Informan : Soal memperhatikan pola konsumsi halal sudah sangat jelas saya memperhatikan hal tersebut.
Peneliti : Bahan atau produk makanan apakah yang menjadi prioritas konsumsi dikeluarga saudara ?
Informan : Soal jenis produk atau bahan makanan keluarga saya lebih memilih mengkonsumsi makanan yang halal.
Peneliti : Apakah saudara memperhatikan kandungan yang terdapat di makanan ?
Informan : Iya mbak.
Nomor Informan : 01/W/07-03/2023
Klasifikasi : Masyarakat
Nama Informan Ketiga : Shanty
Peneliti : Apa yang saudara ketaui terkait pola konsumsi halal dalam Islam ?
Informan : Apa ya mbak, kayaknya ya segala aktifitas konsumsi makanan halal. Persoalan
memperhatikan atau tidak saya tetap memperhatikan ya mbak, ya terlebih sudah ada penjelasan apa saja yang halal dan haram itu, sebagai hamba Allah ya berusaha menjaga itu.
Peneliti : Apakah di keluarga saudara sangat memperhatikan pola konsumsi makanan halal ?
Informan : Iya.
Peneliti : Bahan atau produk makanan apakah yang menjadi prioritas konsumsi dikeluarga saudara ?
Informan : Lebih yang aman saja mbak, ya kaya yang dikonsumsi sehari-hari gitu.
Peneliti : Apakah saudara memperhatikan kandungan yang terdapat di makanan ?
Informan : Kalau memperhatikan kandungan makanan sudah tentu pasti tak perhatikan, terlebih daerah sini kan juarang sekali ada pedagang muslim, sesuailah dengan agama mayoritas yang ada disini, jadi yang muslim hanya satu atau dua ja kadang
Nomor Informan : 01/W/07-03/2023
Klasifikasi : Masyarakat
Nama Informan Keempat : Dina
Peneliti : Apa yang saudara ketaui terkait pola konsumsi halal dalam Islam ?
Informan : Pokoknya yang sesuai aturan islam.
Peneliti : Apakah di keluarga saudara sangat memperhatikan pola konsumsi makanan halal ?
Informan : Iya mbak, sebagai seorang muslim serta demi Kesehatan saya dan keluarga.
Peneliti : Bahan atau produk makanan apakah yang menjadi prioritas konsumsi dikeluarga saudara ?
Informan : Jenis makanan saya lebih sering makan sayur mbak, kalau kaya daging – daging jarang, karena ya keluarga saya jarang yang suka daging atau ikan laut gitu.
Peneliti : Apakah saudara memperhatikan kandungan yang terdapat di makanan ?
Informan : Iya mbak, Saya mengonsumsi makanan halal karena saya islam. Kalau non islam
tidak mengapa makan haram, manfaat makanan halal ya sehat itulah.
Nomor Informan : 01/W/07-03/2023
Klasifikasi : Masyarakat
Nama Informan Kelima : Faisal
Peneliti : Apa yang saudara ketaui terkait pola konsumsi halal dalam Islam ?
Informan : Saya pribadi mengartikan konsumsi halal itu ya jenis makanan yang dikonsumsi sehari hari itu halal dan sah dalam islam.
Pesoalan prioritas dalam keluarga, sudah pasti makanan atau produk yang halal, ya memilih yang aman dalam agama maupun tubuh aja lah mbak.
Peneliti : Apakah di keluarga saudara sangat memperhatikan pola konsumsi makanan halal ?
Informan : Iya mbak, biar lebih aman aja.
Peneliti : Bahan atau produk makanan apakah yang menjadi prioritas konsumsi dikeluarga saudara ?
Informan : Ya bahan yang aman saja mbak, pas beli itu yang ada logo halal.
Peneliti : Apakah saudara memperhatikan kandungan yang terdapat di makanan ?
Informan : Bicara tentang kandungan dalam makanan, nah ini kadang tidak saya perhatikan soalnya pas beli tidak tanya pada penjual walaupun saya kadang beli ya di nonmuslim, tapi ya gimana terpaksa cari disitu soalnya sesuai dengan daerah yang saya tempati kan yang paling banyak hindu.
Nomor Informan : 01/W/07-03/2023
Klasifikasi : Pelaku Usaha
Nama Informan Pertama : Endang
Peneliti Apa yang saudara ketahui tentang pola konsumsi halal ?
Informan Makanan halal yang ibu paham itu makanan yang dibolehkan dikonsumsi dalam islam.
Peneliti Apakah saudara menjaga kehalalan dari makanan yang saudara jual ?
Informan Kalau untuk cara menjaga ibu lebih ke bahan makanan tentu memilih ibu pilih
yang halal, karena kalau mau memasok barang baru ibu melihat dulu, produk ini halal atau tidak, kan ada to yang tulisannya itu pakai bahasa inggis dan ibu tidak paham.
Tapi pemasok toko ibu itu orang islam jadi ibu juga yakin kalau bahan yang dijual itu halal semua.
Peneliti Apakah saudara memperhatikan kehalalan produk atau makanan sesuai syariat Islam ?
Informan Iya, ibu memperhatikan.
Nomor Informan : 01/W/07-03/2023
Klasifikasi : Pelaku Usaha
Nama Informan Kedua : Arofah
Peneliti Apa yang saudara ketahui tentang pola konsumsi halal ?
Informan Pola konsumsi halal bagi saya segala bahan atau makanan yang tidak terdapat campuran babi.
Peneliti Apakah saudara menjaga kehalalan dari makanan yang saudara jual ?
Informan Kalau untuk cara menjaga ibu lebih ke bahan makanan tentu memilih ibu pilih
yang halal, karena kalau mau memasok barang baru ibu melihat dulu, produk ini halal atau tidak, kan ada to yang tulisannya itu pakai bahasa inggis dan ibu tidak paham.
Tapi pemasok toko ibu itu orang islam jadi ibu juga yakin kalau bahan yang dijual itu halal semua.
Peneliti Apakah saudara memperhatikan kehalalan produk atau makanan sesuai syariat Islam ? Informan Ya pastinya saya pilih bahan-bahan yang aman buat dikonsumsi mbak. Terlebih saya ini juga muslim jadi sudah pasti tak jaga kehalalan makanan yang saya jual. Kalau soal pembeli yah rata-rata tau lah bahan atau kandungan dari makanan yang saya sajikan, jadi aman saja.
Nomor Informan : 01/W/07-03/2023
Klasifikasi : Pelaku Usaha
Nama Informan Ketiga : Rendra
Peneliti Apa yang saudara ketahui tentang pola konsumsi halal ?
Informan Konsumsi halal kalau menurut saya segala makanan yang halal.
Peneliti Apakah saudara menjaga kehalalan dari makanan yang saudara jual ?
Informan Kalau soal menjaga misal saya kasih makan ayam dikandang, ya yang saya pakai makanan ayam biasa aja mbak, kaya por ayam itu, kadang juga kangkung. cara menjaga biar ayam saya itu halal, semisal ada yang beli ayam dalam bentuk sudah disembelih, ya saya ucapkan basmalah biar halal, kan di islam juga diajarkan.
Peneliti Apakah saudara memperhatikan kehalalan produk atau makanan sesuai syariat Islam ? Informan Penting itu kita sebagai seorang muslim yang taat dengan ajaran yang dibawa oleh nabi kita, biar kita terhindar juga dari dosa.
Maka saya jaga itu biar ayam saya ini tetap
halal, ya sama kaya yang saya katakan tadi dijaga mulai dari makanan yang diberikan untuk ayam hingga cara menyembelih ayamnya.
Nomor Informan : 01/W/07-03/2023
Klasifikasi : Pelaku Usaha
Nama Informan Keempat : Ni Ayu
Peneliti Apa yang saudara ketahui tentang pola konsumsi halal ?
Informan ditanya soal pola konsumsi halal ya ini mbak, makanan dan minuman yang halal dan sesuai dengan ajaran agama islam. Dan pasti soal halal dari bakso saya ini pasti halal soalnya saya sendiri beserta suami yang buat baksonya, bahannya sudah pasti saya perhatikan.
Peneliti Apakah saudara menjaga kehalalan dari makanan yang saudara jual ?
Informan Saya pakai ayam, biasanya saya beli di pasar pagi, selain itu bahan seperti tepung, penyedap rasa, bawang putih, dan lainnya saya beli juga dipasar, dan pasti halal
soalnya kan ada juga itu tulisan halalnya, kalau garam biasanya kan tidak ada tapi saya yakin saja kan dari air laut bahan utamanya, jadi wis pasti halal.
Peneliti Apakah saudara memperhatikan kehalalan produk atau makanan sesuai syariat Islam ?
Informan Iya mbak.
2. Bagaimana ketersediaan produk halal yang ada di Kemacatan Karangasem Provinsi Bali ?
Nomor Informan : 02/W/07-03/2023 Klasifikasi : Instansi Pemerintah Nama Informan Pertama : Moh. Mursyid, S.Ag
Peneliti : Mengapa produk halal itu penting ?
Informan : Produk halal itu sangatlah penting terlebih bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang rata-rata pemeluk agamanya merupakan noon muslim, sebagai seorang muslim yang menjaga rahmatan lil alamin ya sudah pastinya juga harus melihat segi halal dari produk yang dijual disini.
Peneliti : Apa peran pemerintah terkait perlindungan halal food bagi masyarakat ?
Informan : Persoalan perlindungan untuk halal food atau makanan halal itu langsung dari kementerian agama jadi MUI tidak berjalan di arah tersebut, akan tetai sudah pasti sebagai masyarakat yang sadar dengan kententuan halal sudah pasti juga ikut terlibat MUI dalam hal ini.
Peneliti : Apa keuntungan dari mengajukan
sertifikasi halal ?
Informan : Keuntungannya tentu secara pribadi bagi pelaku usaha, secara agama tentu saja dia akan diuntungkan dalam halal pahala, ya namanya saja penyedia makanan halal dan masih memikirkan saudara muslim. Jika secara umum ya untuk produsen nonmuslim untuk membuka peluang pasar artinya barang yang diproduksi orang nonmuslim pun, orang muslim tidak akan ragu dalam mengkonsumsi karena sudah memiliki sertifikat halal. Itulah antara keuntungannya, artinya disamping pribadi dia muslim layak mendapat pahala karena telah menyiapkan produk atau makanan
halal untuk suadara muslim kalau dia nonmuslim berpikir pada orientasi terbukanya peluang usaha. Terlebih ketiika kita berada di wiliayah yang mayoritas nonmuslim seperti di Bali, kemudian untuk mengkonsumsi orang muslim sudah tidak akan ragu walaupun tau produsennya merupakan nonmuslim karena terdapat sertifikat. Lebih – lebih Bali adalah destinasi wisata yang banyak dikunjungan oleh masyarakat muslim. Keuntungannya banyak sekali sebetulnya.
Peneliti : Apakah terdapat sosialisasi terkait sertifikasi halal ?
Informan : Kalau bersosialisasi tentu liwat Kementerian Agama, jika mengharap pada pemerintah yang mayoritas nonmuslim iya tentu tidak, tapi yang fokus lewat Kementerian Agama, artinya betapa secara umum yang masyarakat butuhkan terkait kualifikasi produk halal dan lainnya, khususnya masyarakat muslim. Kalau nonmuslim kan tidak terlalu berpikir
tentang produk halal, tidak pentinglah bagi mereka. Tdak ada bagi kawan-kawan nonmuslim ini penting atau tidaknya bersertifikat halal, tapi yang mementingkan itu kawan-kawan muslim.
Peneliti : Bagaimana MUI membuat Fatwa tentang sertifikat halal ?
Informan : Tahapannya, kalau sekarang dia parktis saja, dia terima hasil audit yang dilakukan oleh timnya Kementerian Agama, kemudian hasil audit yang dilakukan disampaikan oleh MUI, kemudian spesifik nanti akan disidangkan oleh komisi fatwanya MUI. Tetapi tidak semua MUI memiliki kapasitas untuk sampai pada tahap menyidangkan, kalau di Bali hanya MUI Provinsi saja di Kabupaten tidak ada. Jadi kalau ada pemohon sertifikat halal dari Kabupaten tentu diarahkan secara prosedur lewat Kemenag Kabupaten Kota, habis itu direkomendasikan kepada Kemenag Provinsi, oleh Kemenag Provinsi dikirim dokumen pemeriksaan produk halal ke
MUI, oleh MUI tentu didelegasikan kepada komisi fatwa untuk disidangkan, disidangkan ini dalam bentuk dilihat saja dokumennya, ini rumah makan atau produsen ini pada saat pemeriksaan bahan- bahannya apa saja, kalau menggunakan dagig sudah ada kepastian bahwa sumber dagungnya dari pemotong hewan yang muslim dan lain sebagainya, bisa saja sudah ada kententuan ini pemotongnya sudah besertifikat halal, ternyata ini bumbunya adalah bumbu jadi yang sudah bersertifikat halal,tentu disidangkan setelah disidangkan barulah keluar fatwa bahwa produk yang diproduksi ini adalah halal. Gitu saja sih prosedurnya, oleh tim MUI tentu dikembalikan lagi ke Kemenag untuk proses dikeluarkannya sertifikat halal.
Peneliti : Berapa lama masa berlaku Sertifikat Halal ? Informan : Masa berlaku sertifikat ini adalah dua tahun, jadi dua tahun sekali harus ada pembaruan prmohonan lagi, itu kalau otoritasnya masih di MUI, jadi dua tahun
sekali harus diperbaharui. Kemudian MUI juga berkewajiban untuk melakukan sebuah monitoring didalam waktu mulai dari dikeluarkannya sertifikat sampai dua tahun kedepannya, dengan melihat apakah pemohon konsisten dengan fatwa yang dikeuarkan.
Peneliti : Berapa total UMKM yang mengajukan sertifikasi halal ?
Informan : Sejauh ini data yang masuk dari 2021 hingga per maret 2023 hanya 45 UMKM yang menjadi pemohon Sertifikasi Halal, diantara 45 UMKM tersebut yang paling banyak nonmuslim.
Nomor Informan : 02/W/07-03/2023 Klasifikasi : Instansi Pemerintah Nama Informan Kedua : Ketut Mondai The And
Peneliti : Bagaimana ketersediaan makanan halal di Karangasem Bali ?
Informan : Di daerah karangasem ini untuk
masyarakatnya banyak yang nonmuslim, jadi kalau mau mencari makanan yang halal