• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

IV BAB

F. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Dalam Standar Nasional Pendidikan pasal 1 ayat 15 disebutkan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.

Kurikulum ini dikembangkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1 dan 2, kedua ayat tersebut adalah:

1. Pengembangan kurikulum mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan Tujuan Pendidikan Nasional.

2. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai

1) Keseimbangan etika

2) Kesamaan memperoleh kesempatan 3) Memperkuat identitas sosial

4) Menghadapi abad pengetahuan

5) Menyongsong tantangan teknologi informasi dan komunikasi

6) Mengembangkan keterampilan hidup

7) Mengintegrasikan unsur-unsur penting kedalam kurikuler

8) Pendidikan alternatif

9) Berpusat pada anak sebagai pusat pengetahuan 10) Pendidikan multikultural dan multi bahasa 11) Penilaian berkelanjutan dan komrehensif 12) Pendidikan sepanjang hayat

F. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Dalam Standar Nasional Pendidikan pasal 1 ayat 15 disebutkan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.

Kurikulum ini dikembangkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1 dan 2, kedua ayat tersebut adalah:

1. Pengembangan kurikulum mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan Tujuan Pendidikan Nasional.

2. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai

dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik.

Mulyana (2006), menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan, hal tersebut adalah:

(1) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi dan karakteristik daerah, serta sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik (2) Sekolah dan Komite Sekolah mengembangkan

kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, dibawah supervisi dinas pendidikan kabupaten/kota dan departemen agama yang bertanggung jawab dibidang pendidikan

(3) Kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi diperguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.

KTSP merupakan startegi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah efektif, produktif dan berprestasi.

Kurikulum ini secara subtansial juga merupakan paradigma baru pengembangan kurikulum, yang memberikan otonomi yang luas pada setiap satuan pendidikan dan melibatkan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar disekolah. Otonomi ini diberikan setiap satuan pendidikan dan sekolah memiliki kecerdasan dalam mengelola sumber daya, sumber dana, sumber belajar dan mengalokasikannya sesuai prioritas kebutuhan, serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat.

Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah juga suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakkan pada posisi yang saling dekat dengan pembelajaran, yakni sekolah dan

satuan pendidikan. Pemberdayaan sekolah dan satuan pendidikan dengan memberikan otonomi yang lebih besar, disamping menunjukan sikap tanggap pemerintah terhadap tuntutan masyarakat juga merupakan sarana peningkatan kualitas, efisien dan pemerataan pendidikan kurikulum ini juga merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi tuntutan dan kebutuhan masing-masing. Otonomi dalam pengembangan kurikulum pembelajaran merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dan staf sekolah, menawarkan partisipasi langsung kelompok-kelompok terkait dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan, khususnya kurikulum.

Dalam sistem kurikulum tingkat satuan pendidikan ini sekolah memiliki full authority and responsibility dalam mentapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi, misi dan tujuan satuan pendidikan. Untuk mengembangkan standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam indikator kompetensi, mengembangkan strategi menentukan prioritas, mengendalikan pemberdayaan berbagai potensi sekolah dan lingkungan sekitar, serta mempertanggung jawabkannya kepada masyarakat dan pemerintah. Dalam KTSP pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru, kepala sekolah, serta komite sekolah, dan dewan pendidikan.

Perlu diketahui bahwa dewan pendidikan adalah lembaga yag ditetapkan berdasarkan musyawarah dari pejabat daerah setempat, komisi pendidikan pada DPRD, pejabat pendidikan daerah, kepala sekolah, tenaga pendidikan, perwakilan orang tua peserta didik dan tokoh masyarakat.

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Kurikulum Indonesia termasuk negara yang selalu melakukan evaluasi kurikulum pendidikan , karena itu pergantian kurikulum terjadi

satuan pendidikan. Pemberdayaan sekolah dan satuan pendidikan dengan memberikan otonomi yang lebih besar, disamping menunjukan sikap tanggap pemerintah terhadap tuntutan masyarakat juga merupakan sarana peningkatan kualitas, efisien dan pemerataan pendidikan kurikulum ini juga merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi tuntutan dan kebutuhan masing-masing. Otonomi dalam pengembangan kurikulum pembelajaran merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dan staf sekolah, menawarkan partisipasi langsung kelompok-kelompok terkait dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan, khususnya kurikulum.

Dalam sistem kurikulum tingkat satuan pendidikan ini sekolah memiliki full authority and responsibility dalam mentapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi, misi dan tujuan satuan pendidikan. Untuk mengembangkan standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam indikator kompetensi, mengembangkan strategi menentukan prioritas, mengendalikan pemberdayaan berbagai potensi sekolah dan lingkungan sekitar, serta mempertanggung jawabkannya kepada masyarakat dan pemerintah. Dalam KTSP pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru, kepala sekolah, serta komite sekolah, dan dewan pendidikan.

Perlu diketahui bahwa dewan pendidikan adalah lembaga yag ditetapkan berdasarkan musyawarah dari pejabat daerah setempat, komisi pendidikan pada DPRD, pejabat pendidikan daerah, kepala sekolah, tenaga pendidikan, perwakilan orang tua peserta didik dan tokoh masyarakat.

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Kurikulum Indonesia termasuk negara yang selalu melakukan evaluasi kurikulum pendidikan , karena itu pergantian kurikulum terjadi

dihampir setiap dekade. Perubahan kurikulum secara garis besar dapat digolongkan dalam 2 model perubahan kurikulum.

Pertama, perubahan sebagian kurikulum dan kedua, perubahan total.

Dikatakan perubahan sebagian, karena adanya perubahan salah satu komponennya yang berbeda dengan kurikulum sebelumnya misalnya:

a. Perubahan tujuan yang tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu; perkembangan masyarakat dan zaman;

b. Perubahan isi atau perubahan sistem penilaian

Adapun perubahan total terjadi apabila seluruh sistem dan komponen kurikulum berbeda dengan kurikulum sebelumnya misalnya, kurikulum 1968 menjadi kurikulum 1975 atau kurikulum 1984 menjadi kurikulum 1994 dan kurikulum berbasis kompetensi 2004 menjadi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) 2006. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya perubahan kurikulum tersebut, yaitu:

1. Keluasan dan pemerataan kesempatan pelajar 2. Upaya peningkatan mutu pendidikan

3. Memperhatikan relevansi pendidikan

4. Persoalan efektifitas dan efesiensi pendidikan 5. Perubahan paradigma pendidikan

Ringkasan

Secara etimologis, kurikulum merupakan terjemahan dari kata 6 dalam bahasa inggris yang berarrti rencana pelajaran (Echols, 1984) curriculum berasal dari kata “currere” yang berarti: berlari cepat maju dengan cepat, merambat, tergesa- gesa, menjelajahi, menjalani dan berusaha untuk (Olasbuan 1979). Kurikulum juga diartikan sebagai jarak yang harus

ditempuh seorang pelari mulai dari start hingga finish. Dalam kamus Webster’s 1857, kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus dikuasai siswa untuk mendapatkan ijazah atau naik kelas.

Dalam kajian tentang pengertian kurikulum dikalangan praktis pendidikan dan pakar pendidikan, banyak persepsi (tentang pemahaman kurikulum). Karena itu terdapat berbagai macam pengertian atau pemahaman sekitar kurikulum.

Beberapa pemahaman tersebut adalah:

1. Kurikulum dipandang sebagai suatu bahan tertulis yang berisi uraian tentang program kehidupan suatu sekolah yang harus dilaksanakan dari tahun ketahun.

2. Kurikulum dilukiskan sebagai bahan tertulis untuk digunakan para guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik

3. Kurikulum adalah suatu usaha untuk menyampaikan asas-asas dan ciri-ciri yang penting dari suatu rencana dalam bentuk yang sedemikian rupa sehingga dapat dilaksanakan guru disekolah

4. Kurikulum diartikan sebagai tujuan pengajaran, pengalaman-pengalaman belajar, alat-alat pembelajaran dan cara-cara penilaian yang direncanakan dan digunakan dalam pendidikan

5. Kurikulum dipandang sebagai program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan- tujuan pendidikan tertentu.

Ada empat landasan yang digunakan dalam pengembangan kurikulum adalah:

1. Landasan Statis/ Yuridis 2. Psikologis

3. Sosiologis 4. Organisatoris

ditempuh seorang pelari mulai dari start hingga finish. Dalam kamus Webster’s 1857, kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus dikuasai siswa untuk mendapatkan ijazah atau naik kelas.

Dalam kajian tentang pengertian kurikulum dikalangan praktis pendidikan dan pakar pendidikan, banyak persepsi (tentang pemahaman kurikulum). Karena itu terdapat berbagai macam pengertian atau pemahaman sekitar kurikulum.

Beberapa pemahaman tersebut adalah:

1. Kurikulum dipandang sebagai suatu bahan tertulis yang berisi uraian tentang program kehidupan suatu sekolah yang harus dilaksanakan dari tahun ketahun.

2. Kurikulum dilukiskan sebagai bahan tertulis untuk digunakan para guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik

3. Kurikulum adalah suatu usaha untuk menyampaikan asas-asas dan ciri-ciri yang penting dari suatu rencana dalam bentuk yang sedemikian rupa sehingga dapat dilaksanakan guru disekolah

4. Kurikulum diartikan sebagai tujuan pengajaran, pengalaman-pengalaman belajar, alat-alat pembelajaran dan cara-cara penilaian yang direncanakan dan digunakan dalam pendidikan

5. Kurikulum dipandang sebagai program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan- tujuan pendidikan tertentu.

Ada empat landasan yang digunakan dalam pengembangan kurikulum adalah:

1. Landasan Statis/ Yuridis 2. Psikologis

3. Sosiologis 4. Organisatoris

Mulyana (2006), menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan, hal tersebut adalah:

1. KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi dan karakteristik daerah, serta sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik.

2. Sekolah dan Komite Sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, dibawah supervisi dinas pendidikan kabupaten/kota dan departemen agama yang bertanggung jawab dibidang pendidikan.

3. Kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi diperguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.

Latihan

1. Apakah yang dimaksud dengan kurikulum? Berikan satu contoh wujud konkret kurikulum!

2. Sebutkan salah satu landasan pengembangan kurikulum, mengapa hal tersebut harus menjadi landasan?

3. Salah satu prinsip pengembangan kurikulum adalah

“fleksibilitas” jelaskan dan bagaimana penerapannya dalam pembelajaran.

4. Adakah perbedaan antara kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)? Jelaskan!

Sumber Bacaan

Mulyasa (2004), Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik Implemantasi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyasa (2006), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Panduan Praktis, Bandung PT. Remaja Rosdakarya.

Nasution S (1988), Pengembangan Kurikulum. Bandung: Alumni 1988.