• Tidak ada hasil yang ditemukan

Landasan Teori

Dalam dokumen PERSETUJUAN PEMBIMBING (Halaman 47-51)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

D. Landasan Teori

28

acuh tak acuh. Pendek kata, ada kecenderungan introvert dan menarik diri.

Bentuk tingkah laku yang lebih ringan adalah terlambat dalam pertemuan atau tidak datang sama sekali, atau tertidur di ruang diskusi dan sebagainya.

Kecemasan yang ada dalam ketidak sadarannya adalah bahwa ia seorang yang tidak berharga dan tidak ada orang lain yang mau menghargainya.

c. Perilaku terlalu sosial (over social behavior)

Psikodinamikanya sama dengan perilaku kurang sosial, yaitu disebabkan kurang inklusi. Tetapi pernyataan perilakunya sangat berlawanan. Orang yang terlalu sosial cenderung memamerkan diri berlebih-lebihan (exhibitonistik). Bicaranya keras, selalu menarik perhatian orang, memaksakan dirinya untuk diterima dalam kelompok, sering menyebutkan namanya sendiri, suka mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengagetkan.

Sebagai makhluk sosial, seorang individu sejak lahir hingga sepanjang hayatnya senantiasa berhubungan dengan individu lainnya atau dengan kata lain melakukan relasi interpersonal. Dalam relasi interpersonal itu ditandai dengan berbagai aktivitas tertentu, baik aktivitas yang dihasilkan berdasarkan naluriah semata atau justru melalui proses pembelajaran tertentu. Berbagai aktivitas individu dalam relasi interpersonal ini biasa disebut perilaku sosial.

bersama yang menuntun kita untuk berperilaku dalam kehidupan sehari- hari. Menurut teori ini, seseorang yang mempunyai peran tertentu misalnya sebagai dokter, mahasiswa, orang tua, wanita, dan lain sebagainya, diharapkan agar seseorang tadi berperilaku sesuai dengan peran tersebut.

Mengapa seseorang belajar karena dia adalah seorang mahasiswa. Jadi karena statusnya adalah mahasiswa maka dia harus belajar. Perilaku ditentukan oleh peran sosial. Selain itu ada juga peran lain yang dinamakan oleh mahasiswa yaitu sebagai tenaga-tenaga terpelajar. Kebutuhan perusahaan akan tenaga-tenaga terpelajar bergelar sarjana kemudian mengarahakan mahasiswa pada tenaga produksi dalam ekonomi.

2. Teori Tindakan Sosial

Manusia sebagsi makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial senantiasa melakukan hubungan dengan manusia lain menurut kesanggupannya masing-masinng. Hubungan sosial yang bersifat timbal balik biasanya dikenal dengan istilah interaksi sosial. Syarat terjadinya interaksi sosial adalah adanya kontak dan komunikasi sedangkan inti dari kontak sosial adalah tindakan sosial. Tindakan sosial dapat dikaji dalam tiga tingkatan sesuai dengan kajian ilmu sosial yaitu tingkat mikro, tingkat messo, dan tingkat makro.

Dalam penelitian ini penulis lebih memilih teori tindakan sosial tingkat messo sesuai dengan kajian peneliti yaitu proses sosial diberbagai tempat misalnya di perguruan tinggi.

Dalam kelembagaan senantiasa terdapat empat unsur yaitu sistem nilai, sistem peralatan atau sarana, sistem personal, dan seperangkat tentang

30

aturan dari ketiga sistem tersebut yang biasa dikenal dengan pranata.

Kelembagaan baik itu lembaga pemerintah, lembaga kemasyarakatan, atau lembaga lainnya yang merupakan tempat berlangsungnya interaksi sosial baik secara individu maupun secara kelompok.

3. Posmodernisme (Postmodernism)

Baik teori peran maupun teori interaksionisme simbolik, keduanya menjelaskan perilaku sosial dalam kaitannya dengan harapan peran dalam masyarakat kontemporer. Beberapa psikolog lainnya justru melangkah lebih jauh lagi. Pada dasarnya teori posmodernisme atau dikenal dengan singkatan “Posmo” merupakan reaksi keras terhadap dunia modern. Teori Posmodernisme, contohnya menyatakan bahwa dalam masyarakat modern secara gradual seseorang akan kehilangan individualitasnya, kemandiriannya, konsep diri, atau jati diri (Denzin, 1986: 120). Dalam pandangan teori ini upaya kita untuk memenuhi peran yang dirancangkan untuk kita oleh masyarakat, menyebabkan individualitas kita digantikan oleh kumpulan citra diri yang kita pakai sementara dan kemudian kita campakkan.

E. Kerangka Pikir

Adapun kerangka pikir mengenai perilaku pragmatisme dan dampaknya pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar yaitu:

Dalam melakukan penelitian tentang “Perilaku Pragmatisme dan Dampaknya pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar”, maka penulis akan mengumpulkan data hasil penelitian dari lapangan sesuai dengan kerangka pikir sebagai pedomannya. Dimulai dari pragmatisme yang merupakan

bagian terpenting dari perilaku mahasiswa. Pragmatisme merupakan suatu pemahaman yang mampu mengubah pola pikir dan perilaku mahasiswa.

Berangkat dari pemahaman yang pragmatis akan menghasilkan perilaku sosial mahasiswa yang serba instan, cepat, dan tepat yang sudah tentu akan menghasilkan dampak baik dampak positif, maupun dampak negatif.

Bagan Kerangka Pikir

Perilaku pragmatisme

Mahasiswa

Dampak posotif Dampak negatif

32 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian mengenai Perilaku Pragmatisme dan Dampaknya pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar ini adalah penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yakni penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci.

Disebut sebagai metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. Metode penelitian kualitatif ini juga sering disebut metode penelitian naturalistik, karena penelitiannnya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting). (Sugiyono, 2008 : 8-9).

Bogdan dan Biklen (Sugiyono, 2008: 13) menyatakan bahwa “salah satu ciri penelitian kualitatif adalah bersifat deskriptif, dimana data dikumpulkan dalam bentuk kata-kata, atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka”.

Metode penelitan kualitatif dilakukan secara intensif, peneliti ikut berpartisipasi, mencatat apa yang terjadi, melakukan analisis reflektif terhadap berbagai kejadian yang ditemukan di lapangan dan membuat laporan penelitian.

Adapun ciri-ciri pokok dari metode deskriptif adalah :

1. Memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang ada pada saat penelitian dilakukan (saat sekarang) atau masalah-masalah yang aktual.

2. Menggambarkan fakta-fakta tentang masalah-masalah yang diselidiki sebagimana adanya, diiringi interpretasi rasional.

B. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini menggunakan waktu selama 1 bulan, mulai pada tahap persiapan sampai penyusunan, Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Makassar dengan alasan karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal peneliti. Guna untuk efektif dan efisien tenaga dan biaya.

C. Fokus Penelitian

Penelitian kualitatif tidak di mulai dari sesuatu yang kosong, tetapi di lakukan berdasarkan persepsi seseorang terhadap adanya suatu masalah. Masalah dalam penelitian kualitatif di namakan fokus. Pada dasarnya, penentuan masalah menurut Lincoln dan Guba bergantung pada paradigma yang dianut oleh seorang peneliti, yaitu apakah ia sebagai peneliti, evaluator, atau peneliti kebijakan.

Sugiyono menjelaskan bahwa untuk mempertajam penelitian, peneliti kualitatif menetapkan fokus penelitian, yang merupakan domain tunggal atau beberapa domain yang terkait dengan situasi sosial. Penentuan fokus penelitian didasarkan pada tingkat kebaruan informasi yang akan diperoleh dari situasi sosial di lapangan, maka yang menjadi fokus atau titik perhatian dalam penelitian ini adalah perilaku pragmatisme dan dampaknya pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar (Prof. Dr.H.Afifuddin,M.M, 2012:106)

D. Informan Penelitian

Informan penlitian adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberi informasi tentang situasi dan kondisi di Unismuh Makassar. Dalam penelitian ini sampel yang dugunakan adalah informan dan responden dari berbagai pihak, yaitu

34

mahasiswa jurusan Sosiologi semester IX berjumlah 4 orang, mahasiswa jurusan manajemen semester III berjumlah 2 orang, dan mahasiswa Fai 2 orang.

E. Sumber data

Sumber data merupakan hal yang sangat penting bagi peneliti, karena ketepatan dalam memilih dan menentukan jenis sumber data akan menentukan kekayaan data dan ketepatan data atau informasi yang diperoleh. Adapun jenis sumber data secara menyeluruh dapat dikelompokkan sebagi berikut :

1. Responden

Jenis sumber data yang berupa manusia dalam penelitian pada umumnya dikenal sebagai responden. Dalam penelitian ini yang bertindak sebagi informan adalah mahasiswa.

2. Peristiwa atau aktivitas

Data atau informan yang dikumpulkan dari peristiwa, aktivitas atau perilaku sebagai sumber data yang berkaitan dengan sasaran penelitian. Dalam hal ini peneliti melakukan pengamatan terhadap aktivitas yang dilakukan para informan dalam kehidupan mereka.

3. Tempat atau lokasi

Tempat atau lokasi yang berkaitan dengan sasaran atau permasalahan peneliti juga dapat dijadikan sebagai sumber data yang dapat dimanfaatkan oleh peneliti. Informan mengenai kondisi dari lokasi peristiwa atau aktivitas yang dilakukan bisa digali lewat sumber lokasinya baik yang merupakan tempat maupun lingkungannya. Dalam hal ini keadaan lingkungan yang terdapat di Universitas Muhammadiyah Makassar.

4. Gambar

Beragam gambar yang ada dan berkaitan dengan aktivitas dan kondisi yang ada di lokasi penelitian. Dalam hal ini gambar atau foto yang berkaitan dengan femikiran mahasiswa yang pragmatis.

5. Dokumen dan arsip

Dokumen dan arsip merupakan bahan tertulis yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau aktivitas tertentu, diantaranya adalah deskripsi lokasi Universitas Muhammadiyah Makassar.

Sedangkan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Data primer

Yaitu data yang diperoleh secara langsung dari informan melalui teknik wawancara atau interview.

2. Data sekunder

Yaitu merupakan data primer yang telah diolah lanjut dan disajikan baik oleh pengumpul data primer atau oleh pihak lain. Misalnya dalam bentuk tabel atau diagram. Data sekunder dalam penelitian ini mengunakan :

a. Dokumentasi

Yaitu proses pengambilan data dari dokumentasi yang ada di Universitas Muhammadiyah Makassar.

b. Kepustakaan

Sumber ini berupa jurnal-jurnal penelitian, buku-buku terbitan pemerintah, serta karya-karya ilmiah lainnya.

36

F. Teknik Pengambilan Informan

Teknik sampling yang digunakan penelitian adalah Teknik Purposive sampling (sampling bertujuan). Teknik ini berdasarkan pada ciri-ciri atau sifat-

sifat tertentu yang diperkirakan mempunyai sangkut paut erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat yang ada dalam populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Jadi ciri- ciri atau sifat-sifat yang spesifik yang ada atau dilihat dalam populasi dijadikan kunci untuk pengambilan sampel (Drs. Cholid Narbuko, Drs.H.Abu Achmadi, 2013:116).

Sehingga peneliti akan mendapatkan informasi sesuai dengan data-data yang diinginkan, yang nantinya diperlukan dalam pembuatan laporan penelitian.

G. Teknik pengumpulan data

Penelitian kualitatif pada dasarnya merupakan suatu proses penyelidikan yang mirip dengan pekerjaan detiktif. Dari sebuah penyelidikan akan dihimpun data-data utama dan sekaligus data tambahannya. Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, sedangkan data tertulis, fhoto, dan statistik adalah data tambahan.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:

1. Wawancara

Yaitu teknik pengumpulan data dengan cara memperoleh informasi melalui kegiatan tanya jawab secara langsung pada responden. Wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dimana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi- informasi atau keterangan-keterangan. (Drs.Cholid Narbuko, Drs.H.Abu Achmadi, 2013:83).

Teknik wawancara mendalam ini tidak dilakukan secara ketat dan terstruktur, tertutup, dan formal, tetapi lebih menekankan pada suasana akrab dengan mengajukan pertanyaan terbuka. Cara pelaksanaanya wawancara yang lentur dan longgar ini mampu menggali dan menangkap kejujuran informasi di dalam memberikan informasi yang sebenarnya.

2. Observasi

Observasi yaitu alat pengumpulan data yang dilakukan secara mengamati dan mencatat secara sistematik gajala-gejala yang diselidiki. (Drs.Cholid Narbuko,Drs.H.Abu Achmadi,2013:70).

3. Dokumentasi

Salah satu bahan dokumentasi adalah fhoto. Fhoto bermanfaat sebagai sumber informasi karena mampu membekukan dan menggambarkan peristiwa yang terjadi. Dokumen-dokumen yang dikumpulkan akan membantu peneliti dalam memahami fenomena yang terjadi di lokasi penelitian dan membantu dalam membuat interpretasi data (Prof.Dr.H.Afifuddin,M.M, 2012:141).

H. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan proses pengatur urutan data, mengorganisasikannya kedalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar.

Taylor mendefinisikan analisi data sebagai proses yang memerinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis seperti yang disarankan dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis (Prof.Dr.H.Afifuddin,M.M, 2012:145).

38

Adapun penjelasannya sebagai berikut : 1. Reduksi Data

Reduksi data merupakan proses seleksi, pemfokusan, penyerderhanaan, dan abstraksi data kasar yang ada dalam field note. Proses ini berlangsung sepanjang pelaksanaan penelitian, yang dimulai dari bahkan sebelum pengumpulan data.

2. Penyajian Data

Penyajian data adalah suatu rakitan informasi yang memungkinkan kesimpulan penelitian dilakukan. Pada bagian ini, data yang disajikan telah disederhanakan dalam reduksi data dan harus ada gambaran secara menyeluruh dari kesimpulan yang diambil.

3. Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan adalah suatu proses penjelasan dari suatu analisis (reduksi data).

I. Teknik Keabsahan Data

Triangulasi yaitu pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan waktu, sehingga ada triangulasi dari sumber atau informan, triangulasi dari teknik pengumpulan data, dan triangulasi waktu (prof.Dr. Djam’ Satori,M.A, dan Dr. Aan Komariah, M.Pd, 2014:170).

Menurut Patton, ada 4 macam Triangulasi sebagai teknik pemeriksaan untuk mencapai keabsaan, yaitu sebagai berikut :

1. Triangulasi pengamat

Triangulasi pengamat dilakukan dengan cara menggunakan lebih dari satu orang dalam pengumpulan dan analisis data.

2. Triangulasi data

Triangulasi data menggali kebenaran informan tertentu melalui berbagai metode dan sumber perolehan data.

3. Triangulasi teori

Triangulasi teori dapat dilakukan dengan memakai fenomena perilaku tertentu yang dipandu oleh beberapa teori yang berbeda tetapi berhubungan.

40 BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Umum Obyek Penelitian

1. Letak Geografis Universitas Muhammadiyah Makassar

Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) adalah perguruan tinggi swasta yang berdiri pada tanggal 19 Juni 1963. Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) ini memiliki 3 kampus. Kampus I alamat di Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar 90221. Fax (0411) 860. Kampus II di Jl. Letjen A.

Mappaoddang II No. 17 Makassar 90222. Telp 0411 – 851914 dan fax 0411 – 865588. Kampus III di Jl. Rnaggong Og Romo No. 21 Makassar 90112. Telp (0411)318791. Fakultas yang disediakan oleh pihak Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) ini adalah :

a. Fakultas FKIP b. Fakultas Teknik c. Fakultas Pertanian d. Fakultas Agama Islam e. Fakultas Kedokteran f. Fakultas Ekonomi g. Pasca Sarjana

2. Sejarah Berdirinya Universitas Muhammadiyah Makassar

Universitas Muhammadiyah Makassar yang lebih dikenal dengan sebutan UNISMUH Makassar ini adalah realisasi dari hasil Musyawarah Wilayah

hasilnya pada tanggal 19 Juni 1963 melalui Surat Pendirian yang bernomor: E- 6/098/1968 tertanggal 22 Jumadil Akhir 1394H/ 12 Juli 1963 oleh Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi social yang bergerak di bidang pendidikan dan pengajaran dakwah amar ma'ruf nahi mungkar, serta melalui Akte Pendirian yang saat itu dibuat oleh notaris R. Sinojo Wonsowidjojo pada tanggal 71 tanggal 19 Juni 1963 akhirnya Universitas Muhammadiyah secara resmi didirikan. Namun, Universitas Muhammadiyah Makassar baru dinyatakan terdaftar sebagai perguruan tinggi swasta sejak tanggal 1 Oktober 1965. Sebelum itu, Universitas Muhammadiyah Makassar hanya merupakan cabang dari Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Awal berdirinya Unismuh Makassar hanya memiliki dua fakultas yakni Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan yang menggunakan kurikulum yang sama dengan IKIP Makassar, dan Fakultas Tarbiyah yang menggunakan kurikulum yang sama dengan IAIN Alauddin Makassar. Dalam perkembangannya kedua fakultas ini dikembangkan dengan membuka cabang di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Saat itu, cabang untuk Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan dibuka di Kabupaten Bone, Bulukumba, Sidrap, Enrekang, dan Parepare. Kesemua cabang FKIP ini, akhirnya dapat berdiri sendiri sebagai Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) kecuali cabang Parepare yang berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR).

Sementara untuk cabang Fakultas Tarbiyah saat itu membuka cabang di Kabupaten Jeneponto, Sinjai, Enrekang, Maros, dan Pangkep.

42

Dalam eksistensinya Universitas Muhammadiyah Makassar mengemban tugas dan amanah besar bagi agama, bangsa, dan negara. Selain posisinya sebagai salah satu PTM dan PTS di Kawasan Timur Indonesia yang tergolong besar juga padanya tertanam kultur pendidikan yang diwariskan oleh Persyarikatan Muhammadiyah dengan terintegrasinya nama Muhammadiyah dalam nama Unismuh Makassar terbentang harapan terpadunya budaya, keilmuan, dan nafas keagamaan dalam setiap aktivitasnya.

Universitas Muhammadiyah Makassar selain telah memiliki 7 Fakultas, 1 Program Pascasarjana, dan 29 Program Studi, Unismuh Makassar juga senantiasa mendorong tumbuhnya dana abadi dan akses yang luas baik dalam lingkup PTM se-Indonesia maupun akses jaringan kerja sama internal antar instansi pendidikan, birokrasi, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan, Unismuh Makassar juga telah menjadi pembina bagi seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang ada di Sulawesi Selatan yang terdiri dari 2 Universitas, 7 Akademik, dan 10 Sekolah Tinggi. Dalam mengemban amanah Persyarikatan, Visi dan Misi-nya, Universitas Muhammadiyah Makassar senantiasa melakukan aktivitas pengabdian sebagai upaya pemberian layanan terbaik untuk meningkatkan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi.

Yang tergolong sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta terbesar di Kawasan Timur Indonesai terus berbenah diri untuk memberikan kualitas akademik yang lebih baik kepada masyarakat. Letaknya yang strategis di bagian Selatan Kota Makassar menyebabkan Unismuh Makassar mudah dicapai dari berbagai arah dan sarana angkutan. Ketersediaan sarana dan prasarana yang cukup memadai sebagai penunjang keberhasilan dari seluruh proses akademik, dan

bulat untuk mengembangkan Unismuh Makassar kedepan sebagai kampus yang bernuansa islami menyebabkan Universitas Muhammadiyah Makassar semakin banyak dilirik dan digemari oleh banyak kalangan khususnya oleh para siswa yang akan melanjutkan pendidikannya ke tingkat Universitas. Ini terbukti melonjaknya angka pendaftar di setiap tahun penerimaan mahasiswa baru.

3. Visi, Misi, dan Tujuan Universitas Muhammadiyah Makassar a. Visi

Visi Universitas Muhammadiyah Makassar adalah menjadi perguruan tinggi Islam terkemuka, unggul, dan mandiri serta menjadi perguruan tinggi Muhammadiyah berkelas nasional berbasis pada nilai keulamaan dan keislaman.

b. Misi

Untuk mewujudkan Visi tersebut, Universitas Muhammadiyah Makassar menetapkan misi sebagai berikut :

1) Menyelengarakan program-program akademik bermutu dan relevan dengan tujuan persyarikatan dalam suasana kampus Islam.

2) Menyelenggarakan penelitian yang beriorentasi pada integrasi seluru bidang keilmuan untuk pencapaian masyarakat islami.

3) Memberikan layanan kepakaran yang beriorentasi pada pembentukan ulama’ muhammadiyah dan Kader Muhammadiyah.

Hal-hal yang harus dilakukan untuk mewujudkan misi tersebut diatas adalah mengadakan pnelitian bagi mahasiswa yang sudah memprogram semester VII sampai semester VIII yaitu melakukan pengapdian kepada masyarakat dan

44

mengaplikasikan hal-hal yang didapat dibangku kuliah di tengah masyarakat, dan mengadakan program-program akademik seperti pesantren maba, jadi sebelum perkuliahan mahaiswa baru diselenggarakan terlebih dahulu peserta maba melewati berbagai rangkaian pengkaderan yang dilahirkan dari organisasi Muhammadiyah dengan tujuan untuk menambah wawasan mahasiswa tentang penyembahan kepada Allah SWT. Sesuai dengan tindakan dan ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

c. Tujuan

Adapun tujuan Universitas Muhammadiyah Makassar 1) Membentuk peserta didik untuk menjadi sarjana.

2) Muslim yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia yang mempunyai kemampuan akademik, profesional dan beramal menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

3) Membentuk peserta didik menjadi kader ulama’ dan pemimpin yang berkepribadian Muhammdiyah.

4. Penyelenggara Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Sebagai Penyelenggara Pendidikan Tinggi dan Penelitian serta Pengabdian pada Masyarakat yang berazaskan Islam Universitas Muhammadiyah Makassar berfungsi sebagai pencetak akademisi yang berjiwa tauhid sebagai pemandu dan pencerah kepada seluruh lapisan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan Pola Ilmiah Pokok (PIP) yang dimiliki Universitas Muhammadiyah Makassar akan semakin memacu untuk mewujudkan kemandirian dan kewirausahaan yang islami. Demikian halnya pada penerapan ciri khusus di seluruh sivitas akademik pemberian tambahan pelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan di setiap

persyarikatan juga sebagai upaya untuk menghasilkan manusia-manusia terdidik dan berdedikasi tinggi pada masyarakat, bangsa, dan negara.

Sistem penyelenggaraan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar adalah pendidikan akademik dan pendidikan profesional. Khusus sistem pendidikan akademik, sementara ini terdiri atas jenjang Program Strata Satu (S1) dan Program Pascasarjana (S2). Kedua Program Akademik ini akan diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adapun penyelenggaraannya dilaksanakan disetiap awal bulan September dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya. Setiap proses satu tahun akademik dibagi dalam dua semester yakni semester ganjil dan semester genap. Masing-masing di pembagian semester tersebut dibebani beban belajar sebanyak 16 kali pertemuan dalam bentuk proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar ini dapat berupa proses belajar di kelas (tatap muka), maupun dalam bentuk seminar, mid semester, praktikum, ujian akhir semester (final), dan kegiatan ilmiah lainnya.

Adapun Sistem Administrasi Akademik di Universitas Muhammadiyah Makassar dilaksanakan dengan menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS) dengan menggunakan Kurikulum Berwawasan Kompetensi (KBK), atau kurikulum yang sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional RI dan Menteri Agama RI. Untuk Muatan Lokal dilaksanakan sesuai dengan ketetapan Rektor Unismuh Makassar. Sedangkan untuk pertanggungjawaban hasil proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan, Universitas Muhammadiyah Makassar melakukan pelaporan secara rutin ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) melalui pelaporan Elektronik

46

Evaluasi Program Studi Berdasarkan Evaluasi Diri (EPSBED) melalui Kopertis IX untuk Fakultas non keagamaan. Sedangkan untuk Fakultas Agama pelaksanaan pelaporan pertanggungjawabannya ke Departemen Agama melalui Kopertis VIII.

5. Fasilitas Kampus Universitas Muhammadyah Makassar

Selain fasilitas dua kampus yang dimiliki Universitas Muhammadiyah Makassar dalam memberikan pelayanan, baik pelayanan administrasi maupun pelayanan pengembangan keterampilan dan keintelektualan mahasiswa juga telah disediakan sarana-sarana yang berupa :

a) Gedung dan ruang belajar yang permanen b) Gedung dan ruang untuk pelayanan administrasi c) Laboratorium Komputer

d) Laboratorium Teknik e) Laboratorium MIPA f) Laboratorium Bahasa

g) Laboratorium Microteaching h) Laboratorium Anatomi i) Laboratorium Akuntansi

j) Laboratorium dan Hutan Pendidikan k) Laboratorium School

l) Kebun Percobaan “Bissoloro”

m) Lapangan Olahraga dan Arena Panjat Tebing n) Perpustakaan

o) Area free hotspot p) Tempat Ibadah

r) Studio Gambar dan Radio FM s) Medical Centre

t) Apartemen Mahasiswa u) Bank

v) Kendaraan Bis untuk kegiatan akademik w) Koperasi Karyawan dan Mahasiswa x) Fotocopy, Wartel, dan Kantin y) Koran Kampus “Al Amien”

z) Area Parkir

6. Prosedur Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Makassar

Seluruh proses rangkaian penerimaan mahasiswa baru terselesaikan dalam pelayanan sehari penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2014-2015 Universitas Muhammadiyah Makassar menerapkan sistem "One Day Service".

Penerapan sistem ini selain untuk mendapatkan mahasiswa baru yang berkualitas juga bertujuan peningkatan kualitas lulusan. Lebih detail penerapan sistem "ODS' ini juga bertujuan selain menghindari praktik perjokian juga untuk efisiensi dan efektifitas dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

Dalam praktik ODS pelayanan penerimaan mahasiswa baru dipusatkan di kantor UPT-PPMB dengan sistem pelayanan sehari. Dimulai dari pembayaran dan pengambilan kelengkapan pendafataran di Bank mitra Unismuh. Selanjutnya calon maba mengisi formulir secara online dan dipandu oleh panitia yang telah

Dalam dokumen PERSETUJUAN PEMBIMBING (Halaman 47-51)

Dokumen terkait