• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.3 Langkah-Langkah Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan psikologi sastra sebagai objek kajiannya. Subbab ini menjabarkan langkah-langkah yang penulis lakukan dalam penelitian ini.

3.3.1 Identifikasi Data

Unsur-unsur pembangun cerita atau informasi-informasi yang didapat penulis dalam film Soshite Chichi Ni Naru merupakan data yang akan dianalisis penulis melalui platform tayangan daring KissAsian. Pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam tahap ini adalah teknik transkripsi atau pengalihan tuturan, yaitu dari bentuk bunyi ke dalam bentuk tulisan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mempermudah proses penelitian dengan menyalin huruf atau kata dalam bentuk teknik terjemahan.

Lalu penulis mengumpulkan data untuk penganalisisan menggunakan penelitian kepustakaan yakni buku, jurnal, penelitian sebelumnya, serta sumber internet yang relevan yang memiliki hubungan dengan permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian.

3.3.2 Analisis Data

Dalam menganalisis data, penulis terlebih dahulu menganalisis unsur naratif film yang digunakan untuk mengetahui unsur-unsur naratif film yang terkandung dalam film Soshite Chichi Ni Naru menggunakan referensi menurut buku Memahami Film Edisi 2 yang ditulis oleh Himawan Pratista, yang dibatasi pada

struktur tiga babak, hubungan naratif dengan ruang, dan hubungan naratif dengan waktu. Setelahnya penjelasan mengenai tokoh Nonomiya Ryota dalam film Soshite Chichi Ni Naru menggunakan teori psikologi kepribadian Ludwig Klages meliputi unsur temperamen.

3.3.3 Penyajian Data

Berdasarkan hasil analisis, data akan disusun dalam bentuk laporam dan diuraikan dengan metode deskripsi guna menjelaskan adegan yang terjadi, kemudian digunakan untuk memaparkan mengenai penganalisisan karakter tokoh Nonomiya Ryota dalam film Soshite Chichi Ni Naru, juga untuk memaparkan data-data berupa cuplikan adegan yang berupa tangkapan layar dan cuplikan teks percakapan yang terdapat dalam film Soshite Chichi Ni Naru.

BAB 4

KARAKTER TOKOH NONOMIYA RYOTA DALAM FILM SOSHITE CHICHI NI NARU

Bab ini terdiri atas dua subbab, yang mana pada subbab pertama membahas mengenai analisis unsur naratif dalam film Soshite Chichi Ni Naru yang dianalisis menggunakan teori unsur naratif film oleh Himawan Pratista, sedangkan dalam subbab kedua membahas karakter tokoh Nonomiya Ryota dalam film Soshite Chichi Ni Naru yang dianalisis menggunakan teori psikologi kepribadian Ludwig Klages.

4.1 Analisis Unsur Naratif Film Soshite Chichi Ni Naru

Di bagian ini, penulis akan memaparkan hasil penelitian mengenai unsur-unsur naratif film yang terkandung dalam film Soshite Chichi Ni Naru karya Hirokazu Koreeda dengan menggunakan teori unsur naratif film oleh Himawan Pratista.

Adapun unsur-unsur naratif film tersebut meliputi struktur tiga babak, hubungan naratif dengan ruang, dan hubungan naratif dengan waktu.

4.1.1 Struktur Tiga Babak

Subbab ini akan menjabarkan mengenai analisis struktur tiga babak dalam film Soshite Chichi Ni Naru yang terdiri atas tahap persiapan, tahap konfrontasi, dan tahap resolusi.

4.1.1.1. Tahap Persiapan

Dalam struktur tiga babak, tahap persiapan merupakan titik paling kritis dalam sebuah cerita film karena dari titik inilah semua bermula. Dalam film Soshite Chichi Ni Naru, tahap persiapan berdurasi sekitar 15 menit dari total 120 menit durasi film. Film diawali dengan menampilkan tokoh anggota keluarga Nonomiya, yakni Ryota, Midori, dan Keita, yang diperkenalkan melalui adegan wawancara antara keluarga Nonomiya dengan pihak sekolah dalam rangka mendaftarkan Keita sekolah. Setelahnya, film berjalan dengan menampilkan kegiatan sehari-hari anggota keluarga Nonomiya. Ryota, sang kepala keluarga yang bekerja sebagai arsitek di salah satu perusahaan besar yang mengabiskan hampir separuh hidupnya untuk bekerja, dari pagi hingga malam, dari awal pekan hingga akhir pekan. Akibat dari dirinya yang memiliki orientasi hidup pada pekerjaannya, ia menyerahkan semua pekerjaan rumah dan urusan anaknya, Keita, kepada Midori, istrinya, yang bekerja sebagai ibu rumah tangga karena ia tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan hal-hal tersebut.

Ryota yang merupakan pekerja keras, memiliki ekspektasi besar terhadap Keita sedari dini untuk menjadi seorang pekerja keras seperti dirinya. Berbeda dengan suaminya, Midori cenderung enggan untuk memberikan banyak beban kepada Keita yang masih berusia enam tahun.

Sampai pada suatu ketika, Midori memberitahu Ryota bahwa mereka mendapat undangan untuk datang ke rumah sakit Maebashi, tempat dimana Midori melahirkan Keita, dengan maksud bahwa pihak rumah sakit memiliki suatu hal penting untuk diberitakan kepada Ryota dan Midori. Tak diduga, sesampainya disana, kedua pasangan tersebut mendapat kabar bahwa Keita kemungkinan besar tertukar dan bukanlah anak kandung mereka. Kecurigaan pihak rumah sakit tersebut didasari oleh seorang anak yang lahir di hari yang sama dengan Keita memiliki hasil tes darah yang tidak sesuai dengan kedua orang tuanya. Kejadian ini merupakan inciting incident atau adanya peristiwa, aksi, atau tindakan yang memicu terjadinya kejadian selanjutnya, yang mana kejadian selanjutnya adalah anggota keluarga Nonomiya melakukan tes DNA atas saran dari pihak rumah sakit demi menemukan titik terang atas asumsi mereka. Pada segmen berikutnya, arah cerita pun berubah, sebagai bentuk aksi titik balik cerita pertama atau turning point pertama.

Gambar 1. Midori mengabarkan Ryota bahwa ia baru saja mendapat panggilan dari rumah sakit Maebashi, tempat dimana ia melahirkan Keita. (Soshite Chichi Ni Naru,

00.09.45)

みどり:あ、そうだ。今日まえばし病院から電話があったの。

良多

:病院?

みどり:ほら、けいた生んだ。

良多

:なんだって。

みどり:何か話したいことが会って。

良多

:何?

みどり:あったのが話すって。何だろう。。。

良多

:面倒のことじゃなにんで良いんだけどな。

Midori: Aku hampir lupa. Ada telepon dari rumah sakit Maebashi Ryota: Rumah sakit apa?

Midori: Tempat aku melahirkan Keita.

Ryota: Ya, dan?

Midori: Entahlah, mereka bilang ingin bicara dengan kita.

Ryota: Membicarakan apa?

Midori: Mereka akan mengatakannya saat kita disana. Aku cemas.

Ryota: Kuharap bukan hal buruk.

(Soshite Chichi Ni Naru,0.09.45-0.10.11)

Gambar 2. Ryota dan Midori datang ke rumah sakit Maebashi untuk memenuhi panggilan dari pihak rumah sakit Maebashi. (Soshite Chichi Ni Naru, 0.10.24)

良多

:取り中があって。。。そんなの僕たちを。。。話ですよね。

病院の人:ええ。

Ryota: Anak tertukar? Itu biasanya terjadi di masa lalu, saat kami dilahirkan.

Pihak RS: Benar.

(Soshite Chichi Ni Naru,0.10.27-0.10.34) 4.1.1.2 Tahap Konfrontasi

Dalam tahap ini, sebagian besar berisikan usaha dari tokoh utama atau protagonis untuk menyelesaikan solusi dari masalah yang telah timbul dari tahap persiapan.

Turning point pertama atau masalah pertama timbul ketika hasil tes DNA keluar dan menunjukkan bahwa Keita bukanlah anak kandung dari Ryota dan Midori.

Gambar 3. Ryota dan Midori membaca hasil tes DNA Keita yang menunjukkan Keita tidak memiliki hubungan darah dengan keduanya. (Soshite Chichi Ni Naru, 00.14.05)

し尿一野々宮りょうた、し尿二野々宮みどりと、し尿三の野々宮けいた を生物がかんけいと。

Narasi: “Hasil tes nomor 1 dari Nonomiya Ryota, hasil tes nomor 2 dari

Nonomiya Midori, hasil tes nomor 3 dari Nonomiya Keita, menunjukkan mereka tak berhubungan.”

(Soshite Chichi Ni Naru, 0.13.51-0.14.05) Berdasarkan dari adegan di atas, pihak rumah sakit pun bertindak sebagai mediator atau pihak penengah dengan turut mengundang keluarga kandung dari Keita, yakni Saiki Yudai dan Saiki Yukari. Kehadiran mereka menambah karakter baru dalam film. Kepada dua belah pihak keluarga, pihak rumah sakit dengan pengacaranya, menghadapkan mereka dengan dua pilihan, yaitu untuk tetap mengurus anak yang sudah mereka rawat selama enam tahun, atau menukarnya. Sebagai bahan pertimbangan, pihak rumah sakit menyarankan kedua belah pihak keluarga untuk melakukan penukaran sebelum waktu masuk sekolah tiba agar kasus ini cepat selesai, namun ide tersebut ditolak dengan alasan terlalu cepat.

Gambar 4. Pertemuan pertama Ryota dan Midori dengan Yudai dan Yukari. (Soshite Chichi Ni Naru, 00.16.20)

病院の人:とにかく、こう言うケスは、最首運的には、百パ-セントご 両親は交換と言う選択肢は選びます。お子さんの諸頼を考えたら、鵜決 断は早い法がよいと尾も思います。できれば、小学校になる前に。

みどり:突然そんなこと言われても。

ゆかり:四月ってたては半年もないじゃないですか。

雄大:犬や猫ならともかく。

ゆかり:犬や猫だっても無理よ。

雄大:そうや。犬の猫でも、普通は無理ですよ。ね、それに、そう言う 話を持ち出すまえに、小田倉何かすることはあるんちゃうんですか。

病院の人:ええ、ですから今、弁護牛の織間先生との相談してましてい て。れいを。。それはもう。。何ですけれどもう。ここはまず、何より も二人のお子さんの諸頼を考えてですね。

Pihak RS: Dalam kasus seperti ini, para orangtua 100% memilih untuk melakukan pertukaran. Demi masa depan anaknya, kalian harus memutuskannya sesegera mungkin. Sebelum sekolah dasar dimulai.

Midori: Itu cepat sekali.

Yukari: Itu bulan April, kurang dari enam bulan lagi.

Yudai: Mereka bukan binatang peliharaan.

Yukari: Bahkan sekalipun jika itu binatang peliharaan!

Yudai: Kau benar. Bahkan hewan peliharaan tak bisa ditukar begitu saja. Lagi pula, apa kalian sudah memikirkan kemungkinan yang lain, selain pertukaran?

Pihak RS: Ya, tentu saja, pengacara rumah sakit, pak Orima, sedang meninjau kasus ini. Bagi pihak orang tua, tentu ini merupakan situasi yang sulit. Sekarang tak diragukan lagi, dan jika kita memikirkan masa depan mereka...

(Soshite Chichi Ni Naru, 0.17.56 – 0.18.52)

Dirasa sesi mediasi pertama bersama pihak rumah sakit tidak membuahkan solusi, kedua belah pihak keluarga memutuskan bertemu di sebuah pusat perbelanjaan tanpa sepengetahuan pihak rumah sakit untuk mendiskusikan masalah tersebut. Kedua belah pihak keluarga pun memiliki pandangan yang berbeda mengenai kasus ini. Yudai membicarakan mengenai besarnya uang ganti

rugi yang akan ia dapat, sedang Ryota penasaran dengan bagaimana kasus ini bisa terjadi. Dikarenakan kasus ini menyangkut banyak hal, Ryota yang memiliki kenalan dengan seseorang di firma hukum, menawarkan diri untuk mengurus kasus ini. Disini pula, untuk pertama kalinya, kedua belah pihak keluarga juga bertemu dengan anak kandung mereka masing-masing, dimana pasangan Nonomiya bertemu dengan Ryusei dan pasangan Saiki bertemu dengan Keita.

Gambar 5. Kedua pasangan Nonomiya dan Saiki saat berdiskusi mengenai kasus penukaran anak yang menimpa anak mereka. (Soshite Chichi Ni Naru menit 0.25.45)

Dibalik penawarannya yang terlihat menolong, Ryota sebenarnya memiliki rencana lain, apalagi setelah melihat kondisi keluarga Saiki yang menurutnya jauh dari kata layak. Rencananya yaitu keinginannya untuk mendapat hak asuh atas keduanya, yaitu Keita dan Ryusei. Ryota beralasan bahwa ia enggan untuk melepas Keita yang sudah diasuhnya sejak bayi, namun ia juga merasa menjadi figur ayah bagi Ryusei karena hubungan darah yang mengikat mereka. Menurutnya, pasangan Saiki tak mampu dan layak untuk mengurus anak dengan baik berdasarkan pertemuannya dengan keluarga Saiki. Ia pun tidak keberatan untuk membayar uang kompensasi kepada keluarga Saiki jika ia dapat memenangkan hak asuh atas keduanya. Berbalik dari rencana Ryota, dibanding menyetujui rencana Ryota, justru temannya menyarankan Ryota untuk

bersatu dengan pihak keluarga Saiki dan menuntut kompensasi dari rumah sakit Maebashi.

Demi segera menyelesaikan kasus ini, pihak rumah sakit Maebashi kembali mengadakan mediasi dengan kedua belah pihak keluarga di suatu restoran. Pada diskusi kali ini, pihak rumah sakit memberikan saran kepada kedua belah pihak keluarga agar Keita dan Ryusei untuk segera bertukar tempat sementara dengan alasan bahwa anak-anak memiliki kemampuan adaptasi yang cepat pada lingkungannya. Saat pasangan Saiki berpikir bahwa mereka butuh pertimbangan saran dari anak mereka yang lain, Miyu dan Yamato, Ryota justru memberikan ide untuk mencoba pertukaran pada akhir pekan, yang mana ide dari Ryota itulah yang akhirnya disetujui.

Setelah penukaran itu berlangsung sukses, kedua belah pihak keluarga kembali bertemu di pusat perbelanjaan tanpa hadirnya pihak rumah sakit Maebashi. Melihat Ryota yang tidak pernah ikut bermain bersama Keita, Yudai mengutarakan rasa penasarannya itu kepada Ryota dan betapa terkejutnya ia akan perbedaan dirinya dengan Ryota dalam memandang pengasuhan anak.

Gambar 6. Ryota dan Yudai membicarakan tentang pola asuh mereka. (Soshite Chichi Ni Naru menit 00.52.13)

雄大:もっと一緒にいる時間作ったほうがいいよ、子供と。

良多:まあ、色んな親子があっていいんじゃないんですかね。

雄大:お風呂もいっしょうはえないんだって?

良多

:うちは何でも一人でできるようにって方針に何ですよ。

雄大:まあ、方針ならしかたないこと。でもさあ、それともめんどうく さだちゃだめだよ。だって、俺この半年で、りょうたさんはいsっほう にたじかるなおおおけいるよ。

良多

:時間だけじゃないとおもいますけどね。

雄大:何いってんの、時間だよ。子供は時間。

良多

:ぼくにしかできない仕事があるんですよ。

雄大:父を焼かって、おりかえの期間死後乙やろう

Yudai: Seharusnya anda banyak meluangkan waktu dengan anak anda.

Ryota: Ada berbagai macam tipe keluarga di dunia ini.

Yudai: Kalian tidak mandi bersama?

Ryota: Di keluarga kami, semua harus bisa mandiri.

Yudai: Kalau begitu, itu merupakan hal yang bagus. Tapi percayalah, ada baiknya meluangkan waktu untuknya. Jujur saja, selama enam bulan terakhir, aku lebih banyak menghabiskan waktu bersamanya dibanding anda.

Ryota: Ayolah, banyak hal lain diluar sana dibanding waktu bersama!

Yudai: Jangan salah, bagi anak-anak, meluangkan waktu untuk mereka adalah segalanya.

Ryota: Ada beberapa pekerjaan yang hanya saya yang dapat mengerjakannya.

Yudai: Tapi tidak ada siapapun yang dapat menjadi ayah selain anda sendiri.

(Soshite Chichi Ni Naru, 0.52.09- 0.53.05) Saat mereka hendak membayar makanan di kasir, Ryota mendadak mengutarakan keinginannya kepada pihak keluarga Saiki mengenai rencananya untuk mendapat hak asuh atas keduanya dengan alasan bahwa keluarga Saiki masih memiliki dua anak lain dan seorang kakek untuk diurus. Hal tersebut tentunya ditentang besar oleh pihak keluarga Saiki.

Gambar 7. Ryota mengutarakan keinginannya untuk mengadopsi Keita dan Ryusei kepada Yudai dan Yukari. (Soshite Chichi Ni Naru menit 0.53.43)

雄大:家であいつのおじいさんははらすくしてまてるからも半分ぶけて 子供がえりしかてるからさ家の中4人がいるもので。

ゆかり:5人ね子供。一人じゃとても面倒ができない。

雄大:おれか。

良多

:じゃ、二人ともこちにゆずてくれませんか。

雄大:は、二人て?

良多

: けいたとりゅせいと。

雄大:それ本気にいてる?

良多

:ええ。だめですか。

雄大:ないよう言うあ思うたら。

ゆかり:しつれよちょう-な-何よ?

良多

:、子供の幸せ考えるときに。

ゆかり:あたしのこもふこうだと言うの?

Yudai: Kakek dari anak-anak tinggal bersama kami, kurasa dia sepertinya lapar.

Sedikit demi sedikit dia kembali menjadi anak-anak, rasanya seperti mengurus empat orang anak.

Yukari: Lebih tepatnya lima orang, aku tak sanggup mengurus mereka semua.

Yudai: Maksudmu aku?

Ryota: Kalau begitu, kami bersedia untuk merawat kedua anak itu.

Yudai: Hah? Kedua anak itu?

Ryota: Keita dan Ryusei.

Yudai: Tunggu, kau bersungguh-sungguh?

Ryota: Ya, apakah memungkinkan?

Yudai: Aku tak percaya ini Yukari: Kau menghina kami!

Ryota: Jika kita memikirkan masa depannya...

Yukari: Maksudmu anak kami tidak punya masa depan?

Ryota: Aku memiliki kemampuan finansial yang lebih baik.

Yudai: Ada banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Sekarang kau ingin membeli anak, begitu maksudmu?

Ryota: Bukankah kau bilang kau tertarik dengan uangnya?

(Soshite Chichi Ni Naru, 00.53.26-00.53.43)

Adegan berganti dengan latar persidangan. Hari itu, pihak rumah sakit Maebashi tiba-tiba mendatangkan seorang perawat yang disinyalir memiliki peranan penting dalam terjadinya kasus ini, sekaligus merupakan tokoh baru yang masuk dalam jalan cerita, yaitu Miyazaki Shoko. Dalam pengakuannya, barulah ia bersaksi bahwa kasus tersebut bukanlah kesalahan ataupun kelalaian yang tidak disengaja, melainkan kesengajaannya atas dasar rasa irinya terhadap keluarga Nonomiya.

Gambar 8. Perawat yang bertanggung jawab atas kasus penukaran anak dari Nonomiya dan Saiki, suster Miyazaki Shoko, memberikan keterangannya di persidangan. (Soshite

Chichi Ni Naru menit 0.58.12)

おむら:ではですね、なぜこのようなじこうがおきたと思われますか。

しょこ:事項ではありません。

おむら:“事項ではない”と言ういみですか。

しょこ:野々宮さんのご家族が幸せそうだったので、わざとやりました 再婚したばかりで互層だってになやんでいって、いらいらをたにんの赤 ちゃんにぶつけてしまいました。野々宮さんは一番高い病室でしたし、

だんなさんは1りゅき用につとめていて、雄渾でくれる家族がそばにい て、それにうらべて、私は。。。

おむら:子供は交換した時、どんなきもちでしたか。

しょこ:正直,シュッとしたというか、ふこうなのは自分

すずもと:いま、なぜ。あなたはそんなこと告白しよう気持にまなった んですか。

しょこ:夫の子供も今はなついてくれていて、そうしたら、自分のした ことがあったんだ恐ろしくなってきて、キチンとつみを償いたいとおも うよういなりました。本当に申し訳ありませんでした。申し訳ありませ ん。

Omura: Jika demikian, menurut anda bagaimana keteledoran ini dapat terjadi?

Shoko:Itu bukanlah kesalahan Omura: Bukan? Apa maksud anda?

Shoko: Keluarga Nonomiya terlihat bahagia dengan anak mereka. Saya melakukannya dengan sengaja. Saya mengalami banyak masalah dalam membesarkan anak suami saya. Saya melepas rasa frustasi itu pada orang lain.

Nonomiya memiliki rumah paling megah, ia berkata bahwa suaminya bekerja di perusahaan besar. Keluarganya selalu datang menjenguknya. Dibandingkan dengannya, saya bukan apa-apa.

Omura: Bisa dijelaskan bagaimana perasaan anda saat itu?

Shoko: Jujur, saya merasa senang mengetahui saya bukan satu-satunya yang memiliki masalah

Suzumoto: Baiklah, apa alasan yang mendorong anda mengakuinya sekarang?

Shoko: Anak suami saya sekarang menyayangi saya. Saya berpikir apa yang saya lakukan pada saat itu sangatlah kejam. Saya ingin dihukum untuk kesalahan ini. Saya meminta maaf kepada keluarga Nonomiya dan Saiki dari lubuk hati yang paling dalam. Saya sangat menyesal.

(Soshite Chichi Ni Naru, 00.57.49-00.59.48)

Dokumen terkait