Direksi adalah wanita memberi keunikan tersendiri bagi CIMB Niaga terutama di industri perbankan, dan kondisi ini berjalan dengan sangat baik bagi kami.
Kami memberikan apresiasi atas keberhasilan Direksi yang menjalankan strategi pertumbuhan kredit yang berlandaskan prinsip kehati-hatian di tengah kompetisi yang sangat ketat dan tingkat NPL yang relatif tinggi. Dengan membaiknya perekonomian Indonesia, portofolio kredit CIMB Niaga meningkat 2,8% mencapai Rp185,1 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan kredit pada segmen Perbankan Korporasi dan Perbankan UKM. Apabila tanpa memperhitungkan portofolio kredit otomotif yang terkontraksi sebesar 40,8%, pertumbuhan kredit CIMB Niaga tercatat sebesar 6,7%, dibandingkan industri keseluruhan sebesar 8.4%. Rasio NPL bergerak sedikit membaik menjadi 3,75%, dari 3,89% pada tahun 2016.
Dana pihak ketiga menunjukkan pertumbuhan seperti terlihat dari kenaikan rasio CASA sebesar 52,6%
dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 50,8%, yang secara signifikan meningkatkan saldo pendanaan Bank. CAR juga meningkat menjadi 18,60% dari 17,96% pada tahun sebelumnya.
Kami juga memberikan apresiasi atas kinerja Direksi yang mampu membawa peringkat kategori CIMB Niaga dari bank BUKU III menjadi bank BUKU IV, yaitu kategori tertinggi untuk bank dengan aktivitas bisnis terlengkap dan modal inti di atas Rp30 triliun.
Untuk itu, CIMB Niaga telah berhasil mengukir sejarah baru sebagai bank pertama yang “naik peringkat” ke kategori tertinggi.
Pada akhir tahun 2017, CIMB Niaga menjadi bank terbesar kelima di Indonesia berdasarkan aset, dengan total aset sebesar Rp266,3 triliun. Meskipun kami bangga dengan pencapaian ini, laju pertumbuhan bank-bank lain mungkin saja membuat peringkat CIMB Niaga turun pada tahun ini. Oleh sebab itu, kami menyarankan kepada Direksi untuk terus meningkatkan kinerja sesuai langkah strategi yang telah ditentukan serta tidak mengambil risiko yang berlebihan hanya untuk mempertahankan pangsa pasar.
PENGAWASAN TERHADAP IMPLEMENTASI STRATEGI
Kami secara konsisten melakukan pengawasan atas implementasi kebijakan strategis yang diterapkan oleh Direksi atas pengelolaan Bank. Pada tahun 2017, Dewan Komisaris mengawasi penerapan lima pilar kebijakan strategis yang mengacu pada 1) fokus pada keahlian utama, 2) peningkatan CASA, 3) disiplin dalam pengelolaan biaya, 4) penjagaan modal dan keseimbangan budaya risiko, dan 5) pemanfaatan teknologi informasi. Kelima pilar tersebut menjadi kunci utama dalam memperkuat landasan bisnis Bank.
Dalam pelaksanaan tugas pengawasan tersebut, Dewan Komisaris memberikan dukungan, saran, serta rekomendasi yang dibutuhkan kepada Direksi.
Pada tahun 2017, kami merekomendasikan agar proses kredit dilakukan sesuai dengan prinsip kehati-hatian, penerapan tata kelola perusahaan yang lebih baik, integritas yang lebih tinggi untuk mengeliminasi kecurangan, cerdas dan fleksibel dalam menghadapi tantangan digital, pemulihan aset, serta saran-saran lainnya terkait peningkatan dana murah dan pendapatan melalui pengembangan layanan berkualitas pada seluruh segmen bisnis dan penyempurnaan fitur layanan perbankan, seperti mobile banking dan internet banking.
Sepanjang tahun buku, Dewan Komisaris juga memberikan rekomendasi dalam rangka meningkatkan efisiensi dan disiplin biaya guna terus menekan angka rasio biaya dan pendapatan Bank. Kami menerapkan proses tata kelola baru untuk proses pengadaan dan melakukan analisis mendalam terhadap struktur biaya Bank.
Dalam upaya untuk tetap menjadi yang terdepan dalam perbankan digital, kami terus memberikan dukungan atas intensifikasi penerapan teknologi informasi dalam proses bisnis, serta otomasi proses manual yang memungkinkan karyawan bekerja lebih fokus dalam melayani nasabah dan mengurangi risiko, bahkan dalam tugas-tugas yang biasa.
PANDANGAN ATAS PROSPEK USAHA YANG DISUSUN DIREKSI
Pertumbuhan ekonomi global dan domestik diperkirakan akan semakin membaik di tahun 2018.
IMF telah menaikkan perkiraan pertumbuhan global menjadi 3,9% pada tahun 2018 dan 2019, dan kami memperkirakan ASEAN akan tumbuh sebesar 5,1%, sedangkan Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,3%.
Dewan Komisaris menilai prospek usaha yang disusun Direksi sebagaimana tercantum dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) telah mempertimbangkan secara seksama berbagai asumsi risiko pertumbuhan global dan domestik. Kami optimis bahwa CIMB Niaga akan bergerak lebih baik di tahun 2018, antara lain ditunjukkan melalui peningkatan kualitas aset dan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang lebih rendah. Selain kondisi ekonomi yang diharapkan akan terus membaik, penerapan sejumlah langkah strategis termasuk lima pilar kebijakan strategis CIMB Niaga dapat mengantarkan lebih banyak kesempatan bagi CIMB Niaga untuk terus bertumbuh, baik dari sisi aset maupun pendapatan. Kami juga melihat prospek usaha di masa mendatang sangat menjanjikan pada segmen konsumer dan UKM.
SUMBER DAYA MANUSIA
Pengelolaan sumber daya manusia secara baik dan berkelanjutan merupakan kunci utama dalam mendorong pencapaian Visi dan Misi CIMB Niaga. Kami menilai bahwa Direksi telah menerapkan berbagai inisiatif dalam rangka pengembangan sumber daya manusia yang efektif, dengan mempertimbangkan berbagai bidang prioritas, termasuk perencanaan organisasi dan pengembangan talenta.
Kami juga mendukung penuh upaya internalisasi Nilai- Nilai Utama CIMB Niaga dan program budaya sadar risiko yang dilakukan secara intensif dan konsisten sebagai salah satu upaya dalam membangun sumber daya manusia yang berintegritas tinggi dan profesional.
PANDANGAN ATAS PENERAPAN TATA KELOLA CIMB Niaga secara konsisten telah menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam rangka menjaga keselarasan dan keseimbangan antara kepentingan Bank dan seluruh pemangku kepentingan guna meraih kinerja yang optimal dan berkesinambungan. Penerapan prinsip- prinsip GCG memungkinkan terciptanya mekanisme yang mengatur hubungan antara Bank dan seluruh pemangku kepentingan lainnya terjalin secara transparan.
Sepanjang tahun 2017, kami menilai Direksi telah berhasil melaksanakan GCG secara efektif, tidak hanya berdasarkan standar yang ditetapkan regulator, tetapi juga berdasarkan standar yang berlaku secara global. Pelaksanaan GCG di lingkungan CIMB Niaga meliputi, namun tidak terbatas pada, memastikan 1) terlindunginya hak-hak pemegang saham, 2) kesetaraan perlakuan terhadap seluruh pemegang saham, 3) peran para pemangku kepentingan, 4) pengungkapan informasi yang transparan, lengkap, akurat dan tepat waktu, serta 5) pelaksanaan tugas Dewan Komisaris dan Direksi secara bertanggung jawab.
Terkait dengan manajemen risiko, CIMB Niaga telah menerapkan kerangka kerja berdasarkan Enterprise Wide Risk Management (EWRM) dalam aktivitas usaha dan pengambilan keputusan bisnis. Kami menilai Direksi berhasil melaksanakan EWRM sebagai inisiatif yang berkelanjutan dengan dukungan infrastruktur manajemen risiko yang memadai. Pada tahun 2017, Direksi telah melaksanakan seluruh proses-proses manajemen risiko di CIMB Niaga yang mencakup 1) identifikasi risiko yang signifikan dalam kegiatan bisnis Bank; 2) pengukuran dan agregasi risiko dengan metodologi yang memadai;
3) pengelolaan, pengendalian dan pelaporan risiko secara berkesinambungan guna mengevaluasi dan mengelola risiko; serta 4) memastikan bahwa eksposur risiko telah sesuai dengan risk appetite Bank.
Dengan dibantu Komite Pemantau Risiko, kami terus memantau pelaksanaan inisiatif manajemen risiko yang dilakukan Direksi dalam upaya memitigasi faktor-faktor risiko utama Bank serta memastikan keberlanjutan bisnis Bank dalam jangka panjang.
Atas kinerja terbaik pada aspek tata kelola perusahaan, CIMB Niaga meraih beberapa penghargaan, antara lain sebagai Juara 1 Kategori Private Keuangan Listed pada Annual Report Award 2016, Best Overall pada 9th IICD Corporate Governance Award 2017, dan Top 5 GCG Issues on Banking Sector pada Indonesian Corporate Secretary Award 2017.
PANDANGAN ATAS PENERAPAN WHISTLEBLOWING SYSTEM
CIMB Niaga telah menerapkan sistem pelaporan pelanggaran (Whistleblowing System/WBS) sebagai wujud nyata upaya pengendalian internal Bank secara menyeluruh dalam setiap aspek kegiatan bisnisnya.
Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit berperan untuk melakukan pengawasan guna memastikan terselenggaranya WBS dengan baik.
Secara bertahap, CIMB Niaga terus meningkatkan mekanisme pelaporan dalam sistem WBS. Dewan Komisaris bersama dengan Komite Audit dan unit- unit lainnya melakukan evaluasi secara mendalam serta menerapkan langkah-langkah tindak lanjut atas laporan yang diterima.
PENILAIAN KINERJA KOMITE KOMISARIS SERTA FREKUENSI DAN METODE PEMBERIAN SARAN KEPADA DIREKSI
Dewan Komisaris menilai bahwa selama tahun 2017, Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite Nominasi dan Remunerasi, serta Komite Tata Kelola Perusahaan Terintegrasi telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, hal ini dibuktikan di antaranya dengan rekomendasi-rekomendasi yang diberikan oleh masing-masing komite dalam setiap rapat Dewan Komisaris.
LAPORAN DEWAN KOMISARIS
Berdasarkan rekomendasi dari komite-komite tersebut, Dewan Komisaris memberikan saran dan arahan kepada Direksi yang disampaikan dalam rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi. Pada tahun 2017, Dewan Komisaris menyelenggarakan tujuh kali rapat internal dan lima kali rapat gabungan bersama Direksi. Sepanjang tahun 2017, Dewan Komisaris juga telah menyampaikan beberapa rekomendasi penting terkait pengawasan atas implementasi kebijakan strategis Direksi maupun terkait pengelolaan Bank, termasuk memberikan arahan dalam penyusunan RBB, yang mana CIMB Niaga saat ini sudah termasuk bank kategori BUKU IV sehingga diharapkan dapat lebih berkontribusi dalam industri perbankan nasional.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
Keberhasilan CIMB Niaga dalam merealisasikan RBB bergantung pada interaksi kami dengan pemangku kepentingan internal maupun eksternal. Kami memberikan apresiasi atas pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Dewan Komisaris berpendapat bahwa kinerja CIMB Niaga Peduli untuk tahun 2017 telah sesuai dengan rencana dan arahan yang diberikan oleh Dewan Komisaris. Ke depan, strategi ini akan lebih fokus pada kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. CIMB Group telah menetapkan langkah besar terkait pelaksanaan CSR dengan berkomitmen untuk membelanjakan 1% dari keuntungan sebelum pajak Grup untuk program-program CSR, serta dengan inisiatif lainnya yang akan diluncurkan secara bertahap di seluruh wilayah usaha Bank.
PERUBAHAN KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada tanggal 24 Agustus 2017 memutuskan untuk melakukan perubahan susunan anggota Dewan Komisaris. RUPSLB menyetujui pengangkatan Tengku Dato’ Sri Zafrul Tengku Abdul Aziz selaku Komisaris CIMB Niaga menggantikan
Ahmad Zulqarnain Onn yang mengundurkan diri.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Ahmad Zulqarnain Onn atas kontribusinya kepada Dewan Komisaris. Susunan anggota Dewan Komisaris CIMB Niaga pada akhir tahun 2017 sebagai berikut:
• Presiden Komisaris: Dato’ Sri Nazir Razak
• Wakil Presiden Komisaris: Glenn Muhammad Surya Yusuf
• Komisaris Independen: Zulkifli M. Ali
• Komisaris independen: Pri Notowidigdo
• Komisaris independen: Armida Salsiah Alisjahbana
• Komisaris independen: Jeffrey Kairupan
• Komisaris: David Richard Thomas
• Komisaris: Tengku Dato’ Sri Zafrul Tengku Abdul Aziz
APRESIASI DAN PENUTUP
Melalui berbagai penerapan strategi yang dilakukan secara berkelanjutan, kami optimis akan prospek pertumbuhan usaha CIMB Niaga di tahun 2018. Pada saat yang sama, kami juga akan terus memberikan dukungan pada setiap upaya yang dilakukan Direksi beserta seluruh karyawan untuk meningkatkan kinerja.
Kami berharap Direksi beserta seluruh karyawan tetap fokus pada lima pilar strategis Bank guna mewujudkan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada mitra bisnis, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.
26 Maret 2018
Dato’ Sri Nazir Razak Presiden Komisaris
duduk dari kiri ke kanan
Dewan Komisaris
Dato’ Sri Nazir Razak Presiden Komisaris
Glenn M. S. Yusuf Wakil Presiden Komisaris
berdiri dari kiri ke kanan