• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN DIREKSI

Dalam dokumen Step Forward, Dream Bigger (Halaman 60-76)

MAKROEKONOMI 2017

Aktivitas ekonomi global menunjukkan pertumbuhan positif pada tahun 2017 dipacu oleh pemulihan harga- harga komoditas dunia. Amerika Serikat tercatat mengalami pemulihan pekonomian yang kuat dari 1,5% di 2016 menjadi 2,6% di 2017; perekonomian Zona Eropa mencatat pertumbuhan 2,5%, tingkat pertumbuhan tertinggi dalam 10 tahun terakhir; serta Tiongkok tumbuh 6,9% atau lebih baik dari perkiraan sebesar 6,5%. Pada harga komoditas, harga rata-rata per bulan minyak mentah dan batubara meningkat masing-masing 25% dan 34% menjadi US$54,3 per barel dan US$88,4 per ton dari tahun 2016. Pemulihan ini turut memberikan pengaruh positif terhadap perekonomian domestik. Pertumbuhan ekonomi tahun 2017 mencapai 5,1% atau sedikit lebih baik dibandingkan pencapaian pada tahun 2016, namun di bawah target yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) sebesar 5,2%.

Sejalan dengan perbaikan ekonomi, lembaga rating internasional seperti Standard & Poor’s, Moody’s dan Fitch telah meningkatkan sovereign credit rating Indonesia ke level Investment Grade, yang berpotensi menarik aktivitas investasi asing dan perdagangan di pasar modal.

Walaupun terjadi pemulihan perekonomian, industri perbankan tetap mengindikasikan pertumbuhan yang melambat. Industri perbankan mencatat pertumbuhan kredit 8,2% atau lebih rendah dari proyeksi OJK pada kisaran 10%-13%. Sebagian perlambatan ini dipengaruhi oleh faktor ketidakpastian dalam bidang politik dimana pelaku pasar cenderung menunggu hasil pemilihan kepala daerah tahun 2018 di 171 kota/

provinsi. Selain penyaluran kredit yang melambat, rasio NPL industri perbankan yang stabil di level 2,6% menunjukkan bahwa industri perbankan secara umum masih memprioritaskan aspek kualitas aset di atas pencapaian kredit.

KINERJA CIMB NIAGA TAHUN 2017

Implementasi Kebijakan Strategis

Dalam menghadapi kondisi ekonomi yang penuh tantangan, Bank melanjutkan penerapan 5 pilar inti strategi pelaksanaan kebijakan pencapaian T18 dengan 1) fokus pada keahlian utama, 2) peningkatan CASA, 3) disiplin dalam pengelolaan biaya, 4) penjagaan modal dan keseimbangan budaya risiko, serta 5) pemanfaatan teknologi informasi dan digital platforms.

Fokus pada Keahlian Utama

Bank secara konsisten mengembangkan bisnis pada segmen yang telah terbukti memiliki keunggulan dan proposisi nilai yang kuat. Pada segmen Perbankan Korporasi, Bank terus fokus pada nasabah Tier-1 dan meningkatkan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Kredit sindikasi tercatat tumbuh sebesar 38,9% menjadi Rp20,7 triliun. Kredit modal kerja berkontribusi sebesar 53,2% pada tahun 2017 dari keseluruhan kredit Perbankan Korporasi, sedangkan kredit investasi berkontribusi sebesar 46,8%.

Perbankan Komersial masih melanjutkan proses rekalibrasi dalam rangka meningkatkan kualitas aset dan selektif dalam memilih nasabah. Melalui implementasi strategi ini, penyaluran kredit Perbankan Komersial meningkat 6,9% senilai Rp2,1 triliun menjadi Rp31,9 triliun pada tahun 2017 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp29,8 triliun yang disalurkan pada industri terpilih di wilayah tertentu.

Melalui langkah reposisi dalam bisnis Korporasi dan Komersial, kami melakukan penyeimbangan kembali portofolio perbankan bisnis dengan memprioritaskan kualitas kredit yang lebih baik. Hal ini akan memperbaiki profil risiko bank, dengan harapan biaya kredit yang lebih rendah untuk ke depannya.

Melalui pertimbangan serta penyelarasan strategi, kami memutuskan untuk keluar dari segmen usaha mikro dan fokus pada pertumbuhan segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Segmen UKM terus tumbuh dengan pertumbuhan kredit sebesar 4,3%.

Karena segmen ini merupakan bagian penting bagi perekonomian Indonesia, kami bertekad dan fokus mendukung pertumbuhan segmen ini melalui kolaborasi internal, melakukan referral system cross- selling serta digital preposition. Di Desember 2017, kami meluncurkan solusi internet banking untuk nasabah UKM, yang menyediakan keamanan dan kemudahan transaksi perbankan bagi nasabah UKM.

Upaya kami terus melakukan rekalibrasi portofolio pinjaman kendaraan bermotor dan fokus pada segmen premium telah memberikan hasil yang sangat baik dengan menurunnya rasio NPL gross portofolio dari 3,2% menjadi 1,3%. Kami melihat bahwa rata-rata nilai kredit pemilikan mobil (KPM) meningkat sebesar 40% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Namun, strategi ini juga turut berpengaruh pada penurunan portofolio pinjaman kendaraan bermotor dari Rp14,81 triliun tahun 2016 menjadi Rp8,72 triliun, sehingga portofolio Perbankan Konsumer secara keseluruhan menjadi Rp48,64 triliun, atau turun 6,7%

dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, bisnis KPR mendapat momentum dalam memperoleh pangsa pasar yang meningkat menjadi 6,6% dari 6,4% di tahun sebelumnya. Kami berhasil mencatat pertumbuhan portofolio kredit KPR dengan kenaikan 12,0% menjadi Rp27 triliun. Selain itu, kami juga menunjukkan pencapaian yang sangat baik pada segmen Perbankan Syariah, dengan pertumbuhan KPR Syariah sebesar 103,1% menjadi Rp5,4 triliun, dari Rp2,7 triliun pada tahun 2016.

Secara keseluruhan, Perbankan Syariah mencatatkan pencapaian yang sangat luar biasa, dengan pertumbuhan volume pembiayaan sebesar 63,5%

pada tahun 2017 dibandingkan pada tahun 2016.

Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pembiayaan segmen korporasi yang meningkat sebesar 77,1%.

Sementara, dana simpanan nasabah Perbankan Syariah pada tahun 2017 mencatatkan pertumbuhan sebesar 87,3% dibandingkan tahun 2016. Segmen Perbankan Syariah tetap melanjutkan momentum positif di mana saat ini Perbankan Syariah berkontribusi 8,7% dari keseluruhan kredit Bank, atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,6%. Pencapaian ini menunjukkan keberhasilan kami dalam mengembangkan Dual Banking Leverage Model pertama kalinya di Indonesia. Kami bangga karena telah diapresiasi sebagai Bank Syariah dengan Kinerja dan Inovasi terbaik dari Republika di tahun 2017.

Peningkatan CASA

Strategi yang kami terapkan secara intensif berhasil meningkatkan CASA sebesar 52,6% hingga menurunkan cost of fund secara keseluruhan menjadi 4,1%. Hal ini sangat penting bagi kami karena strategi ini memungkinkan kami memperketat seleksi nasabah dan memperbaiki kualitas kredit. Kami juga terus berupaya untuk meningkatkan jumlah transaksi, kesetiaan nasabah dan share of wallet. Kami telah meluncurkan New Go Mobile, layanan mobile banking yang memberikan kemudahan akses bagi nasabah ritel menggunakan smartphone setiap saat dan setiap waktu. Versi New Go Mobile ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin bergantung pada digital banking. Kami bersemangat untuk terus berinovasi dengan menyediakan fitur-fitur terbaru dan melakukan penyempurnaan atas New Go Mobile yang direncanakan akan tersedia di tahun 2018. Untuk nasabah non-ritel, kami menyediakan platform layanan internet untuk seluruh segmen mulai dari UKM sampai korporasi besar. Selain itu, dalam rangka meningkatkan penetrasi pasar, kami meluncurkan produk tabungan kaum muda yakni Indie Account, dengan target segmen remaja yang penuh ekpresi.

Disiplin dalam Pengelolaan Biaya

Kami juga berhasil mengelola biaya operasional yang hanya meningkat 2,1%, di bawah laju inflasi sebesar 3,6%. Pencapaian ini dapat kami raih dengan menerapkan beberapa inisiatif efisiensi, penyederhanaan proses kerja, memaksimalkan efektivitas ruang kerja, meninjau ulang operasional kantor cabang serta menyesuaikan anggaran promosi dan iklan. Upaya ini juga didukung oleh pengembangan jaringan perbankan digital yang efisien dan penyempurnaan kanal-kanal alternatif.

Fokus pada Budaya Manajemen Risiko

Kami terus membangun budaya “Risk and Compliance” dengan memberi bobot KPI mengenai manajemen risiko yang signifikan pada seluruh unit usaha. Bank telah menerapkan kerangka Enterprise Wide Risk Management sebagai pemandu aktivitas bisnis dan proses pengambilan keputusan. Upaya sadar risiko juga dilakukan dengan memperkuat peran Risk Control Unit (RCU) dan Quality Assurance di tiap fungsi dalam organisasi. Bank berkomitmen untuk meningkatkan dan menerapkan credit rating framework untuk seluruh nasabah korporasi dan komersial. Selain fokus menyempurnakan proses dan memperkuat sistem pemberian kredit, kami juga meningkatkan customer experience melalui perbaikan turn-around-time.

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Platform Digital

Kami percaya bahwa seluruh nasabah menginginkan transaksi yang mudah dan aman. Program ‘1Platform Kita Satu’ akan memberikan pengalaman perbankan yang lebih baik di seluruh cabang serta touchpoints dan jaringan digital untuk seluruh pemangku kepentingan dan diharapkan dapat menempatkan CIMB Niaga di posisi terdepan dalam layanan perbankan digital.

Layanan New Go Mobile yang baru menampilkan berbagai inovasi, mulai dari desain tampilan yang lebih modern, fitur login dengan sidik jari sehingga memungkinkan akses yang lebih cepat dan mudah, fitur 1 perangkat 1 nomor telepon untuk akses yang lebih aman, pengiriman resi transaksi ke penerima secara langsung melalui WhatsApp, LINE, SMS, dan surel, pengunduhan rekening koran, kode promosi untuk berpartisipasi dalam kampanye marketing Go Mobile, serta berbagai inovasi lainnya yang pada akhirnya memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih mudah melalui smartphone.

Sejalan dengan komitmen kami untuk terus meningkatkan customer experience, CIMB Niaga secara resmi meluncurkan fasilitas terbaru Phone Banking 14041 di Yogyakarta, yang menyediakan berbagai fitur berbasis digital, mulai dari telepon ke email, serta dari media sosial dan live chat ke video banking.

Kinerja Tahun 2017

Melalui berbagai penerapan kebijakan strategis tersebut, kami mampu memanfaatkan peluang dan mengatasi tantangan sepanjang tahun 2017.

Di sisi laba rugi, kami mencatatkan pendapatan operasional sebesar Rp15,7 triliun pada tahun 2017, tumbuh 5,9% atau sebesar Rp872 miliar, dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp14,9 triliun.

Hal ini terutama disebabkan oleh kinerja yang baik pada pendapatan bunga bersih dan pendapatan non- bunga. Pendapatan bunga bersih tumbuh sebesar 2,6% menjadi Rp12,4 triliun dari Rp12,1 triliun pada tahun sebelumnya. Pendapatan Non-Bunga mencatatkan pertumbuhan sebesar 18,8% menjadi sebesar Rp3,3 triliun, dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp2,8 triliun.

LAPORAN DIREKSI

Kami juga telah melakukan berbagai inisiatif cross selling yang melibatkan relationship managers, telemarketing, serta digital channels, guna meningkatkan jumlah produk yang dimiliki oleh setiap nasabah. Hasilnya, pada akhir tahun 2017, average product holding berada pada level 1,7x. Nasabah pada mass segment dan preferred segment masing- masing mencatatkan product holding sebesar 3,2x dan 4,6x.

Dengan pencapaian tersebut, kami berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp3,0 triliun pada tahun 2017, tumbuh 43,0% atau sebesar Rp896 miliar, dibandingkan dengan laba bersih pada tahun sebelumnya sebesar Rp2,1 triliun. Pencapaian ini berkontribusi terhadap earnings per share sebesar Rp118,5 tumbuh 43,0% atau sebesar Rp35,7 dari Rp82,8 di tahun sebelumnya.

Pada posisi keuangan, Bank mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 2,8% menjadi Rp185,1 triliun dengan rasio non-performing loan (NPL) sebesar 3,7% atau perbaikan sebesar 14bps dari tahun sebelumnya. Sejalan dengan perkembangan kondisi ekonomi nasional, Bank akan terus menjaga tingkat rasio NPL dengan menerapkan prinsip kehati- hatian dalam pemberian kredit, mengeksplorasi pemulihan kredit yang dapat dilakukan dan senantiasa mempertimbangkan kualitas aset sebagai prioritas utama. Kami optimis bahwa implementasi kebijakan dan strategi tersebut akan terus memperbaiki kualitas aset Bank di masa mendatang.

Sementara dari sisi dana pihak ketiga, Bank mencatatkan pertumbuhan 4,8% menjadi sebesar Rp189,3 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp180,6 triliun. CIMB Niaga kembali meningkatkan rasio CASA dan mencatatkan pertumbuhan 8,4% menjadi sebesar Rp99,5 triliun.

Deposito berjangka juga tumbuh 1,2% menjadi sebesar Rp89,8 triliun. Total aset pada tahun 2017 tercatat sebesar Rp266,3 triliun, tumbuh 10,2% atau sebesar Rp24,7 triliun, dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp241,6 triliun.

Secara keseluruhan, pencapaian CIMB Niaga sepanjang tahun 2107 merupakan hasil kerja keras seluruh karyawan serta komitmen kami untuk melayani kebutuhan nasabah dari hati.

Perbandingan Target dan Pencapaian

DI sepanjang tahun 2017, CIMB Niaga mencatatkan peningkatan kinerja yang cukup baik. Kami berhasil melampaui target profitabilitas dan mencapai posisi permodalan yang lebih kuat. Laba sebelum pajak meningkat 45,7% menjadi Rp4,2 triliun, sementara laba bersih meningkat 43,0% melebihi target 30%.

Bank menutup tahun 2017 dengan posisi permodalan yang lebih kuat, dengan kenaikan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 64bps menjadi 18,60%.

Pencapaian tersebut menyebabkan kami memiliki pondasi yang lebih kuat di tahun 2018.

Tantangan dan Resolusi

Bank mencatatkan tingkat pertumbuhan kredit yang lebih lambat dibandingkan tingkat kredit perbankan sebagai pengaruh atas perlambatan yang terjadi pada industri perbankan secara umum serta atas penerapan strategi-strategi Bank. Keputusan untuk keluar dari segmen usaha mikro dan strategi rekalibrasi kredit kendaraan bermotor memberikan tekanan terhadap rencana ekspansi kredit Bank;

tanpa memperhitungkan segmen kredit pembiayaan kendaraan, Bank mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 6,7% pada tahun 2017.

Fokus kami dalam memperbaiki rasio NPL telah mulai memperlihatkan perbaikan sebesar 14 bps;

menjadikan rasio NPL kami turun ke level 3,75% di tahun 2017. Bank berkomitmen untuk memperbaiki rasio NPL dengan menerapkan rencana terintegrasi untuk meningkatkan kualitas aset, pemantauan terhadap NPL, menerapkan sistem peringatan dini, restrukturisasi, mengoptimalkan upaya penagihan kepada debitur, serta fokus pada upaya penjualan aset jaminan. Kami berharap kerja keras ini akan terus membawa perbaikan untuk rasio NPL di tahun 2018.

Inovasi di bidang financial technology (fintech) saat ini di Indonesia, merupakan tantangan sekaligus peluang bagi Bank. Kami melihat bahwa tingginya tingkat penerapan inovasi-inovasi yang ada telah mengubah cara kami menjalankan kegiatan usaha, serta turut mempengaruhi transaksi perbankan.

Inovasi bukanlah hal yang baru di CIMB Niaga.

Mendapat pengakuan sebagai yang terdepan dalam layanan digital industri perbankan, menuntut kami untuk terus berinovasi dalam produk perbankan dan mengubah proses-proses internal untuk menyelaraskan kemampuan kami dengan kebutuhan nasabah. Kami terus mengembangkan berbagai peluang yang ada dengan merangkul perusahaan fintech, serta memperkuat hubungan bisnis perbankan dengan nasabah kami.

Analisis Prospek Usaha

Memasuki tahun 2018, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan lebih baik dibandingkan dengan tahun 2017, didukung oleh harga komoditas yang stabil dan peningkatan volume perdagangan.

Namun demikian, berbagai ketidakpastian ekonomi tetap membayangi pemulihan ekonomi global yang tengah berlangsung. Risiko tersebut berasal dari normalisasi kebijakan moneter di beberapa negara maju serta faktor geopolitik dunia. Di dalam negeri,

pertumbuhan ekonomi domestik akan ditopang oleh peningkatan aktivitas ekonomi, berlanjutnya program pembangunan infrastruktur, dan pemulihan tingkat konsumsi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2018 diperkirakan berada pada tingkat pertumbuhan PDB sebesar 5,2%. Pemilihan kepala daerah tahun 2018 dan persiapan pemilihan Presiden tahun 2019 akan mendatangkan tantangan serta peluang untuk pertumbuhan.

CIMB Niaga memperkirakan kredit perbankan akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan yang moderat.

Pada akhirnya, pertumbuhan e-Commerce dan UMKM diperkirakan dapat membuka lebih banyak peluang bagi Bank untuk menyediakan fasilitas pembiayaan.

Dalam rangka menjawab peluang dan tantangan tersebut, kami melanjutkan untuk menerapkan strategi 5 pilar: 1) fokus pada keahlian utama, 2) peningkatan CASA (Giro dan Rekening Tabungan), 3) disiplin dalam pengelolaan biaya, 4) penjagaan modal dan keseimbangan budaya risiko, dan 5) pemanfaatan teknologi informasi dan platform digital.

LAYANAN PERBANKAN DIGITAL TERDEPAN

Kami senantiasa mengembangkan sistem teknologi informasi dalam rangka mendukung pengembangan aktivitas bisnis. Langkah strategis ini ditetapkan oleh CIMB Niaga dengan melihat prospek pertumbuhan ekonomi di industri perbankan yang akan bertumpu pada layanan teknologi digital. Bank mengambil berbagai inisiatif dalam bidang teknologi informasi yang berfokus pada perluasan layanan perbankan digital dengan penekanan pada branchless banking, perbaikan customer experience dan kecakapan penjualan digital, serta peningkatan kemampuan sistem mobile banking.

LAPORAN DIREKSI

Pada tahun 2017, kami menyempurnakan pelayanan kanal digital dengan meluncurkan BizChannel@

CIMB for Business, sebagai solusi internet banking yang menawarkan keamanan dan kemudahan transaksi perbankan bagi nasabah bisnis. Layanan ini dilengkapi dengan produk BizChannel@CIMB, bertajuk BizChannel@CIMB for Enterprise yang ditujukan bagi nasabah korporasi.

Sementara untuk nasabah individu, kami telah meluncurkan pengembangan terbaru atas Go Mobile, sebagai layanan mobile banking yang memberikan akses mudah bagi nasabah ritel dengan peningkatan fitur keamanan guna menangkal upaya social engineering. Peningkatan dan revitalisasi kanal-kanal digital ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan nasabah yang mulai beralih ke digital banking, sejalan dengan aspirasi kami untuk menjadi perusahaan perbankan digital terdepan di Indonesia.

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

Bank senantiasa menempatkan karyawan sebagai elemen penting, sekaligus sebagai mitra strategis dalam mencapai keunggulan bersaing. Pengelolaan sumber daya manusia yang tepat merupakan salah satu pilar utama menuju kinerja positif yang berkelanjutan.

CIMB Niaga secara berkesinambungan menyesuaikan pengelolaan dan strategi pengembangan sumber daya manusia yang dapat menjawab tantangan serta menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan pasar, terutama dalam industri perbankan. Dalam upaya mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas pada tahun 2017, Bank fokus pada empat bidang utama, meliputi otomasi layanan SDM, membangun talenta internal, perbaikan proses yang berkesinambungan dan efektivitas organisasi, serta internalisasi nilai-nilai utama CIMB Niaga dan budaya sadar risiko. Peningkatan empat elemen utama tersebut diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan perkembangan usaha secara menyeluruh.

Di masa mendatang, kami terus bertekad untuk membangun sumber daya manusia yang profesional, tangguh, berintegritas tinggi yang mampu mewujudkan visi dan misi Bank. Hal ini dicapai melalui penerapan strategi pengembangan SDM jangka panjang, dengan tahapan, prioritas dan fokus pengembangan sumber daya yang rinci.

TATA KELOLA PERUSAHAAN

Kami yakin bahwa pencapaian kinerja yang baik dapat dipertahankan dalam jangka waktu panjang dan target yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) dapat diraih melalui implementasi praktik Tata Kelola Perusahaan (GCG) secara konsisten. Selama lebih dari 60 tahun, kami telah menerapkan prinsip- prinsip GCG dalam rangka menjaga keharmonisan dan keseimbangan antara kepentingan Bank dan seluruh pemangku kepentingan.

Di CIMB Niaga, GCG memberi arah dan kendali bagi Bank untuk senantiasa selaras dengan ekspektasi seluruh pemangku kepentingan, peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, praktik etika bisnis, dan aktualisasi nilai-nilai utama Bank.

Penerapan best practice GCG di CIMB Niaga mengacu pada empat pilar Tata Kelola Perusahaan, yaitu governance commitment, governance structure, governance process dan governance outcome, yang mewakili perwujudan tanggung jawab CIMB Niaga kepada seluruh pemangku kepentingan, meliputi nasabah, karyawan, pemegang saham, pemerintah, serta masyarakat umum. Selain itu, kami juga senantiasa patuh terhadap prinsip-prinsip GCG sebagaimana dipersyaratkan oleh OJK yang diterapkan secara umum di Indonesia, serta best practice menurut ASEAN Corporate Governance Score Card.

Kami senantiasa mengimplementasikan prinsip- prinsip GCG, selaras dengan best practice yang tidak hanya memberikan perlindungan memadai dan perlakukan adil bagi seluruh pemegang saham dan para pemangku kepentingan lainnya; namun lebih

daripada itu, mendorong Bank untuk menciptakan shareholder value secara maksimal. Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh karyawan berkomitmen untuk menerapkan standar yang tinggi dalam penerapan prinsip-prinsip GCG. Prinsip-prinsip GCG menjadi acuan dalam pengambilan keputusan, optimasi kinerja, penanggulangan konflik kepentingan, serta peningkatan akuntabilitas.

Sebagai pengakuan atas penerapan best practice tata kelola perusahaan di CIMB Niaga pada tahun 2017, Bank menerima berbagai penghargaan prestisius di bidang tata kelola, antara lain penghargaan Annual Report Award 2016 sebagai juara pertama kategori Private Keuangan - Listed, juara umum dalam 9th IICD Corporate Governance Award 2017, dan Top 5 GCG Issues dalam Indonesia Corporate Secretary Award 2017.

PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

Keberhasilan CIMB Niaga menjalankan kegiatan usaha tidak hanya ditentukan oleh kinerja operasional dan keuangan tetapi juga oleh kinerja non-keuangan, sebagaimana terlihat pada keharmonisan hubungan Bank dengan masyarakat melalui implementasi program-program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Program-program CSR CIMB Niaga mengarah pada kegiatan-kegiatan yang memberikan dampak signifikan pada kesejahteraan masyarakat.

Pada tahun 2017, CIMB Niaga meneruskan program dan kegiatan CSR melalui empat pilar kegiatan yang terdiri dari pendidikan, pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, filantropi dan lingkungan.

Pada bidang pendidikan, kami menyalurkan beasiswa kepada 905 orang siswa mulai dari tingkat sekolah menengah atas hingga pasca sarjana. Kami juga mendorong implementasi Program Pendidikan dan Literasi Keuangan Perbankan melalui program ‘Ayo Menabung dan Berbagi’, Tour de Bank, Laboratorium Perbankan Mini dan Laboratorium Bourse Game.

Lebih dari itu, kami meneruskan program Sejuta Buku, Pelatihan untuk Guru Pendidikan Anak Usia Dini/Taman Kanak Kanak, dan penyediaan fasilitas penunjang pendidikan ke sekolah-sekolah selama tahun 2017.

Pada pilar pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, kegiatan yang tengah berjalan adalah Program Pemberdayaan Penyandang Disabilitas, yang menyediakan kesempatan bagi kaum difabel untuk bekerja di CIMB Niaga. Pada tahun 2017, CIMB Niaga merekrut sebanyak 48 orang dengan keterbatasan visual untuk bekerja di bidang Telesales Funding, serta 10 orang penyandang tuna rungu untuk bekerja di Phone Banking Social Media. Selain itu, kami juga melibatkan 20 orang penyandang disabilitas di Pelatihan Teknologi Informasi.

Dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai perwujudan pilar filantropi, CIMB Niaga memberikan kontribusi melalui berbagai kegiatan, antara lain: proyek kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur dalam menyediakan dan mengelola Rumah Singgah Rumah Kita, sebuah rumah singgah sementara untuk TKW Indonesia di Malaysia, donasi untuk misi sosial dan keagamaan, penyelenggaraan donor darah, dan bantuan pemulihan pasca bencana alam.

Dalam bidang lingkungan hidup, kami secara konsisten mendukung upaya-upaya untuk melestarikan lingkungan melalui penanaman 10.000 pohon bambu Betung di Ngada, Nusa Tenggara Timur dan implementasi Smart Spending Policy.

Selama tahun 2017, kami menyalurkan dana CSR sebesar Rp30,9 miliar. Sebagai bentuk komitmen CIMB Niaga terhadap penyelenggaraan Program CSR, Bank secara bertahap akan mengalokasikan biaya CSR senilai 1% dari Profit Before Tax (PBT).

Kami optimis kegiatan-kegiatan CSR CIMB Niaga akan memberi nilai tambah bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya, sekaligus mendukung pertumbuhan usaha CIMB Niaga dengan adanya sinergi antara Program CSR dengan strategi usaha Bank.

LAPORAN DIREKSI

Dalam dokumen Step Forward, Dream Bigger (Halaman 60-76)