LAPORAN POSISI KEUANGAN
Laporan Posisi Keuangan
Rp miliar 2015 2016 2017 Pertumbuhan (%)
2015-2016 2016-2017
Kas dan Setara Kas - Bersih 27.077 22.656 32.307 (16,3) 42,6
Efek-Efek dan Obligasi Pemerintah – Bersih 26.046 28.071 38.414 7,8 36,8
Kredit yang Diberikan – Bruto 177.537 180.164 185.135 1,5 2,8
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (7.420) (8.129) (7.317) 9,6 (10,0)
Kredit yang Diberikan – Bersih 170.117 172.035 177.818 1,1 3,4
Aset Tetap – Bersih 3.362 6.752 6.660 100,8 (1,4)
Aset lain-lain – Bersih 12.247 12.058 11.106 (1,5) (7,9)
Total Aset 238.849 241.572 266.305 1,1 10,2
Giro 40.444 44.598 49.281 10,3 10,5
Tabungan 43.123 47.211 50.214 9,5 6,4
Deposito 94.966 88.762 89.822 (6,5) 1,2
Total Simpanan dari Nasabah 178.533 180.571 189.317 1,1 4,8
Simpanan dari Bank Lain 5.654 4.557 6.884 (19,4) 51,1
Efek-efek yang Diterbitkan dan Pinjaman Subordinasi
9.443 6.387 16.379 (32,4) 156,4
Pinjaman yang Diterima 6.685 5.436 5.810 (18,7) 6,9
Liabilitas Lain-lain 9.855 10.413 10.964 5,7 5,3
Total Liabilitas 210.170 207.364 229.354 (1,3) 10,6
Total Ekuitas 28.679 34.208 36.951 19,3 8,0
Total Liabilitas dan Ekuitas 238.849 241.572 266.305 1,1 10,2
ASET
Sampai dengan akhir tahun 2017, CIMB Niaga mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 10,2% dengan total Rp266,3 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2016: Rp241,6 triliun). Peningkatan aset di tahun 2017 terutama karena peningkatan efek-efek dan obligasi pemerintah sebesar Rp10,3 triliun atau meningkat 36,8% dibanding tahun 2016. Selain itu, pertumbuhan aset juga didukung oleh peningkatan kas dan setara kas sebesar Rp9,7 triliun atau meningkat sebesar 42,6% dibanding tahun 2016 dan peningkatan kredit sebesar Rp5,0 triliun atau meningkat sebesar 2,8% dibanding tahun 2016. Pertumbuhan aset tersebut memperkokoh CIMB Niaga sebagai bank ke-5 terbesar di Indonesia.
Kas dan Setara Kas Bersih
CIMB Niaga membukukan kenaikan kas dan setara kas bersih sebesar 42,6% menjadi Rp32,3 triliun di tahun 2017 karena kenaikan penempatan pada Bank Indonesia sebesar 247,2%. Akun tersebut mencapai Rp12,5 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar Rp8,9 triliun dibandingkan posisi tahun 2016 sebesar Rp3,6 triliun. Peningkatan penempatan pada Bank Indonesia terutama berasal dari peningkatan Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI) sebesar Rp7,1 triliun dibanding tahun 2016.
Saldo Giro di Bank Indonesia menurun sebesar 13,5% dibandingkan tahun 2016 atau menjadi Rp11,5 triliun, kendati demikian Giro di Bank Indonesia yang dimiliki CIMB Niaga tetap memenuhi ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) yang disyaratkan oleh Bank Indonesia sesuai PBI No.19/6/PBI/2017 tanggal 18 April
Kas dan Setara Kas - Bersih (Rp triliun)
0,7 5,2 2,3 14,6
4,3 27,1
0,83,6
3,4 1,6 13,3
22,7 0,8 12,5
3,6 11,5
3,9 32,3
Penempatan pada Bank Lain Penempatan pada Bank Indonesia Giro pada Bank Lain
Giro pada Bank Indonesia Kas
17 16
15
Efek-Efek dan Obligasi Pemerintah – Bersih
Kepercayaan investor yang meningkat seiring dengan perekonomian Indonesia yang semakin baik ditunjukan dengan perbaikan peringkat surat utang Indonesia menjadi layak investasi oleh Standard &
Poor’s mengikuti lembaga pemeringkat internasional lainnya yang telah menempatkan Indonesia di kategori layak investasi, sehingga menjadikan pasar obligasi di Indonesia menjadi lebih menarik. Sejalan dengan kondisi tersebut, CIMB Niaga juga meningkatkan porsi investasi pada obligasi pemerintah di tahun 2017 menjadi Rp25,0 triliun, mengalami peningkatan sebesar Rp6,8 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp18,2 triliun.
Efek-Efek dan Obligasi Pemerintah - Bersih
Rp miliar 2015 2016 2017 Pertumbuhan (%)
2015-2016 2016-2017
Efek-efek 9.821 9.344 13.443 (4,9) 43,9
Obligasi Pemerintah 16.050 18.184 24.971 13,3 37,3
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 175 543 - 210,3 (100,0)
Total 26.046 28.071 38.414 7,8 36,8
Dari kepemilikan obligasi pemerintah senilai Rp25,0 triliun pada tahun 2017 tersebut, obligasi pemerintah yang dimiliki hingga jatuh tempo mencapai 30,6% sedangkan yang tersedia untuk dijual dan diperdagangkan masing-masing memiliki porsi sebesar 56,9% dan 12,5%. Obligasi yang tersedia untuk dijual juga meningkat sebesar 77,5% menjadi Rp14,2 triliun pada tahun 2017.
Obligasi Pemerintah (Rp triliun)
Diperdagangkan Tersedia untuk dijual Dimiliki hingga jatuh tempo
17 16
15
16,1 18,2 25,0
4,6 6,3 5,2
3,0 8,0
7,2
3,1
14,2
7,7
Sementara itu dilihat dari periode jatuh tempo, struktur portofolio obligasi pemerintah yang dimiliki oleh CIMB Niaga didominasi oleh obligasi pemerintah dengan periode jatuh tempo lebih dari 1 tahun - ≤ 5 tahun yang mencapai 55,8% dari total obligasi pemerintah. Obligasi dengan tenor lebih dari lima tahun memiliki kontribusi sebesar 18,6% dari total obligasi pemerintah yang dimiliki CIMB Niaga atau setara dengan Rp4,7 triliun.
Obligasi Pemerintah Berdasarkan Jatuh Tempo (Rp triliun)
16,1 18,2 25,0
> 5 tahun > 1 - 5 tahun > 3 - 12 bulan > 1 - 3 bulan 1 bulan 6,9
4,4 0,43,7 0,7
4,7
13,9
3,71,9 0,8 6,1
6,8 4,30,8 0,2
17 16
15
TINJAUAN KINERJA KEUANGAN
Disisi lain, investasi CIMB Niaga atas efek-efek atau surat berharga masih didominasi oleh efek-efek yang tersedia untuk dijual di tahun 2017. Efek yang tersedia dijual mencapai Rp11,2 triliun di tahun 2017 sedangkan yang dimiliki hingga jatuh tempo sebesar Rp1,3 triliun dan sisanya untuk diperdagangkan mencapai Rp959,0 miliar. Pertumbuhan efek-efek yang tersedia untuk dijual mencapai 41,7% dibandingkan posisi tahun 2016 sebesar Rp7,9 triliun.
Efek – Efek - Bruto
Rp miliar 2015 2016 2017 Pertumbuhan (%)
2015-2016 2016-2017
Dimiliki hingga jatuh tempo 1.258 962 1.307 (23,5) 35,9
Tersedia untuk dijual 7.776 7.916 11.215 1,8 41,7
Diperdagangkan 825 502 959 (39,2) 91,0
Total 9.859 9.380 13.481 (4,9) 43,7
Tidak ada investasi efek yang lain yakni efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali di tahun 2017 dibandingkan posisi tahun 2016 sebesar Rp543,0 miliar.
Kredit yang Diberikan
CIMB Niaga menyalurkan kredit sejumlah Rp185,1 triliun atau naik 2,8% dari posisi tahun 2016 sebesar Rp180,2 triliun seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2017. Selain itu, peningkatan kredit ini sejalan dengan strategi CIMB Niaga untuk selalu mengedepankan kualitas kredit dalam pemberian kredit. CIMB Niaga juga melakukan ekspansi kredit melalui inovasi produk-produk baru yang lebih kompetitif, menawarkan kredit dengan tingkat bunga yang kompetitif dan juga beberapa strategi pemasaran kredit lainnya.
Kredit Berdasarkan Jenis Mata Uang
Selama tahun 2017, penyaluran kredit CIMB Niaga dalam mata uang Rupiah masih mendominasi dengan komposisi kredit dalam mata uang Rupiah dan kredit dalam mata uang asing sebesar 85,6% dan 14,4%.
Hal ini relatif tidak berubah dibandingkan dengan komposisi kredit di tahun 2016 dengan perbandingan kredit dalam mata uang Rupiah terhadap mata uang asing sebesar 86,1% dan 13,9%.
Komposisi Kredit Berdasarkan Jenis Mata Uang (%)
17 16
15
Valas Rupiah 85,7%
14,3%
86,1%
13,9%
85,6%
14,4%
Kredit berdasarkan Jenis Mata Uang dan Suku Bunga Rata-Rata
Rp triliun 2015 2016 2017
Rupiah 152,1 155,1 158,4
Suku bunga rata-rata (%) 12,6 11,7 10,9
Mata uang asing 25,4 25,1 26,7
Suku bunga rata-rata (%) 4,6 4,6 4,4
Total Kredit - Bruto 177,5 180,2 185,1
Penurunan suku bunga rata-rata kredit dalam mata uang Rupiah menjadi 10,9% di tahun 2017 bertujuan agar CIMB Niaga dapat memberikan tingkat suku bunga lebih kompetitif yang sejalan dengan tingkat suku bunga acuan yang ditetapkan Bank Indonesia.
Per 31 Desember 2017, BI 7- day RR rate sebesar 4,25%
dengan deposit facility sebesar 3,5% dan lending facility sebesar 5,0% dibandingkan posisi akhir tahun 2016 untuk ketiga suku bunga acuan tersebut masing- masing 4,75%; 4,0% dan 5,5%.
Kredit Berdasarkan Geografis
Berdasarkan wilayah penyebarannya, distribusi penyaluran kredit CIMB Niaga terbesar berada di pulau Jawa dengan porsi penyaluran kredit sebesar 86,4% terhadap total kredit 2017 dengan area Jakarta sebagai wilayah dengan kontribusi terbesar mencapai 65,5%, diikuti oleh daerah Jawa Timur dengan jumlah persentase penyaluran kredit sebesar 9,2%.
Kredit berdasarkan Geografis
Rp triliun 2015 2016 2017 Pertumbuhan (%)
2015-2016 2016-2017
Jakarta 108,4 116,2 121,1 7,2 4,2
Jawa Timur 18,8 18,2 17,0 (3,2) (6,6)
Sumatera 14,6 14,5 15,5 (0,7) 6,9
Jawa Tengah 12,4 10,5 12,8 (15,3) 21,9
Jawa Barat 9,5 8,2 8,9 (13,7) 8,5
Indonesia Timur 6,9 5,9 6,0 (14,5) 1,7
Lainnya 6,9 6,7 3,8 (2,9) (43,3)
Total 177,5 180,2 185,1 1,5 2,8
Jakarta Jawa Timur Sumatera Jawa Tengah Jawa Barat Indonesia Timur Lainnya 65,5%
9,2%
8,4%
6,9%
4,8%3,2% 2,0%
Komposisi Kredit Berdasarkan Geografis (%)
Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaannya
Komposisi kredit CIMB Niaga terdiversifikasi dengan baik dengan kredit modal kerja memiliki porsi terbesar (53,0%) diikuti kredit konsumsi (24,7%) dan kredit investasi (22,3%) pada tahun 2017. Kredit modal kerja mampu tumbuh sebesar 15,3% menjadi Rp98,2 triliun di tahun 2017 dari posisi tahun 2016 sebesar Rp85,2 triliun seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kredit berdasarkan Jenis Penggunaannya
Rp triliun 2015 2016 2017 Pertumbuhan (%)
2015-2016 2016-2017
Modal Kerja 87,9 85,2 98,2 (3,1) 15,3
Investasi 44,9 48,5 41,3 8,0 (14,8)
Konsumsi 44,7 46,5 45,6 4,0 (1,9)
Total 177,5 180,2 185,1 1,5 2,8
TINJAUAN KINERJA KEUANGAN
Kredit Berdasarkan Sektor Ekonomi
Secara sektoral, terdapat lima jenis sektor ekonomi yang secara konsisten memberikan kontribusi di atas 10,0% yakni sektor perindustrian; perdagangan, restoran, hotel & administrasi; jasa usaha; perumahan dan konsumsi. Kelima sektor tersebut masih memiliki porsi terbesar dalam komposisi kredit CIMB Niaga berdasarkan sektor ekonomi di tahun 2017 dengan kontribusi masing-masing sektor tersebut sebesar 21,1%; 21,0%; 14,3%; 13,7% dan 10,4%.
Komposisi Kredit Berdasarkan Sektor Ekonomi (%)
Perindustrian Perdagangan, Restoran Hotel, dan Administrasi
Jasa Usaha Perumahan Konsumsi Pertanian Lainnya 21,1%
21,0%
14,3%
13,7%
10,4%
8,6%
10,9%
Kredit Berdasarkan Sektor Ekonomi
Rp triliun 2015 2016 2017 Pertumbuhan (%)
2015-2016 2016-2017
Perindustrian 34,3 36,7 39,0 7,0 6,3
Perdagangan, restoran, hotel, dan administrasi 35,6 36,4 38,8 2,2 6,6
Jasa usaha 26,7 29,1 26,5 9,0 (8,9)
Perumahan 23,6 23,3 25,4 (1,3) 9,0
Konsumsi 20,0 21,9 19,3 9,5 (11,9)
Pertanian 15,9 13,3 15,9 (16,4) 19,5
Lainnya 21,4 19,5 20,2 (8,9) 3,6
Total 177,5 180,2 185,1 1,5 2,8
Kredit Berdasarkan Segmentasi
Berdasarkan segmentasi usaha, perbankan korporasi yang mewakili 37,6% dari total kredit yang disalurkan oleh CIMB Niaga tumbuh 7,7% menjadi Rp69,6 triliun di tahun 2017 dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp64,6 triliun.
Diikuti oleh perbankan konsumer yang memberikan kontribusi terhadap total kredit CIMB Niaga sebesar 26,3% yang menurun sebesar 6,7% menjadi Rp48,6 triliun (2016: Rp52,1 triliun). Perbankan komersial dan UMKM mengalami peningkatan sebesar 6,9% dan 4,3% dibandingkan tahun 2016 menjadi Rp31,9 triliun dan Rp35,0 triliun.
Komposisi Kredit Berdasarkan Segmentasi (%)
Perbankan Korporasi Perbankan Komersial Perbankan UMKM Perbankan Konsumer
2017 2017
37,6%
17,2%
18,9%
26,3%
35,9%
16,6%
18,6%
28,9%
2016 2016
33,9%
17,6%
18,5%
30,0%
2015
2015
Kredit Bermasalah
Total kredit bermasalah CIMB Niaga (non performing loan atau NPL) mengalami penurunan sebesar Rp0,1 triliun menjadi Rp6,8 triliun di tahun 2017 dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp6,9 triliun. Hal tersebut mengakibatkan rasio NPL gross CIMB Niaga menurun dari 3,89% di tahun 2016 menjadi 3,75% di tahun 2017.
Komposisi Kredit Berdasarkan Kolektibilitas BI (%)
Lancar
Dalam perhatian khusus Kurang lancar
Diragukan Macet
91,7%
4,7%0,7%0,5% 2,5%
Seluruh NPL per segmentasi usaha CIMB Niaga mengalami perbaikan ditunjukan dari NPL rasio perbankan konsumer, perbankan UMKM, dan perbankan korporasi mengalami penurunan dibanding tahun 2016 menjadi 2,5%; 3,5%; dan 2,5%
di tahun 2017. Sedangkan NPL perbankan Komersial mengalami peningkatan menjadi 8,2% dibandingkan tahun 2016.
Rasio NPL (%)
3,89% 3,75%
2,7% 2,5%
2,1%
2,8%
3,6% 3,5%
8,2%
7,6%
6,0%
4,5%
3,1%
2,5%
3,74%
Total
Perbankan Konsumer Perbankan UMKM Perbankan Komersial Perbankan Korporasi
Dari sisi sektor ekonomi, total kredit bermasalah dari sektor perdagangan, restoran, hotel dan administrasi memberikan kontribusi tertinggi sebesar 46,1% di tahun 2017, diikuti oleh sektor perindustrian sebesar 12,3% di 2017.
Komposisi Kredit Bermasalah Berdasarkan Sektor Ekonomi
2015 2016 2017 Pertumbuhan (%)
Rp miliar % Rp miliar % Rp miliar % 2015-2016 2016-2017
Perdagangan, restoran, hotel, dan administrasi
1.608,2 24,2 2.132,0 30,8 3.152,3 46,1 32,6 47,9
Perindustrian 1.347,1 20,3 1.494,8 21,6 841,4 12,3 11,0 (43,7)
Jasa usaha 1.439,7 21,7 1.524,1 22,0 688,6 10,1 5,9 (54,8)
Perumahan 531,7 8,0 577,7 8,4 651,4 9,5 8,7 12,8
Konsumsi 270,2 4,1 490,5 7,1 403,2 5,9 81,5 (17,8)
Pertanian 196,0 3,0 215,4 3,1 295,9 4,3 9,9 37,4
Jasa pelayanan sosial 387,6 5,8 158,4 2,3 170,8 2,5 (59,1) 7,8
Konstruksi 354,4 5,3 61,1 0,9 166,2 2,4 (82,8) 172,0
Pengangkutan, pergudangan, dan
komunikasi 252,1 3,8 216,3 3,1 147,9 2,2 (14,2) (31,6)
Listrik, gas dan air 14,7 0,2 5,5 0,1 3,8 0,1 (62,6) (30,9)
Pertambangan 233,8 3,5 40,2 0,6 310,5 4,5 (82,8) 672,4
Total 6.635,5 100,0 6.916,0 100,0 6.832,0 100,0 4,2 (1,2)
TINJAUAN KINERJA KEUANGAN
Kredit yang Mengalami Penurunan Nilai (Impaired Loan)
Pada tahun 2017, kredit yang mengalami penurunan nilai (impaired loan) mengalami penurunan sebesar 0,1% menjadi Rp9,4 triliun. Hal tersebut menyebabkan rasio kredit yang mengalami penurunan nilai menurun dari 5,2% di tahun 2016 menjadi 5,1% di tahun 2017.
Cadangan kerugian penurunan nilai selama tahun 2017 adalah sebesar Rp7,3 triliun atau mengalami penurunan sebesar 10,0% dibanding tahun 2016 yang sebesar Rp8,1 triliun.
Mutasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Kredit (Rp miliar)
Saldo Des 16 8.129
Pembentukan cadangan 3.963
Penerimaan kembali kredit 398
Hapus buku (5.927)
Lainnya* 754
Saldo Dec 17 7.317
* Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing
Asset Quality Committee
Penentuan penurunan nilai kredit yang diberikan tersebut dapat dilakukan secara individual (individual assessment) dan kolektif (collective assessment).
Kredit tidak signifikan OS<15 miliar
Kredit Collective Assessment
Kredit Individual Assessment Kredit signifikan
OS>15 miliar
Ya Ya
Tidak
Tidak Bukti Objektif
Penurunan Nilai
Bukti Objektif Penurunan
Nilai
Persetujuan Asset Quality
Committee
Collective Assessment dilakukan dengan mengevaluasi penurunan nilai terhadap kelompok kredit berdasarkan estimasi arus kas kontraktual masa datang, tingkat kerugian historis dari kelompok kredit dan periode waktu antara terjadinya peristiwa yang merugikan dalam kelompok kecil sampai bukti objektif dapat diidentifikasi. Individual Assessment dievaluasi berdasarkan estimasi jumlah dari individu yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount). Evaluasi atas Individual Assessment dilakukan setiap bulan dan diputuskan pada Asset Quality Committee.
Asset Quality Committee terdiri dari:
• Ketua: Direktur Kredit
• Wakil Ketua: Head of Loan Work Out (LWO)
• Sekretaris: Head of Credit Committee Secretariat
& Delegation Authority Holder Management, Financial Accounting & Standards Group Head
• Anggota: Direktur Strategi dan Keuangan, Direktur Perbankan Bisnis, Direktur Perbankan Korporasi, Direktur Perbankan Syariah serta pihak-pihak terkait yang ditunjuk dengan level minimum satu tingkat dibawah direksi.
Tugas dan tanggung jawab Asset Quality Committee adalah memeriksa kualitas aset CIMB Niaga sehingga tetap sejalan dengan risk appetite CIMB Niaga secara keseluruhan termasuk di dalamnya adalah memutuskan daftar nama-nama debitur yang diklasifikasikan sebagai Individual Assessment serta penentuan cadangan kerugian penurunan nilai yang harus dibentuk CIMB Niaga. Asset Quality Committee ini berjalan efektif untuk dapat meningkatkan kualitas aset dan menekan laju pertumbuhan aset bermasalah.
Aset Tetap
Aset tetap CIMB Niaga tercatat sebesar Rp6,7 triliun pada tahun 2017. Nilai aset tetap ini turun 1,4% dibandingkan posisi tahun 2016 yang mencapai Rp6,8 triliun terutama disebabkan oleh peningkatan nilai akumulasi penyusutan. Pada tanggal 31 Desember 2017, aset tetap CIMB Niaga berupa bangunan dan kendaraan bermotor telah diasuransikan kepada PT Lippo General Insurance Tbk dengan nilai pertanggungan sebesar Rp3,7 triliun dan USD129 juta. Selama tahun 2017, tidak terdapat aset tetap yang digunakan CIMB Niaga sebagai jaminan pinjaman.
Aset Lain-lain
Aset lain-lain CIMB Niaga mengalami penurunan sebesar 7,9% menjadi Rp11,1 triliun di tahun 2017 dibandingkan posisi tahun 2016 sebesar Rp12,1 triliun.
Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh penurunan tagihan akseptasi dan penurunan tagihan derivatif sebesar 6,7% dan 40,0% menjadi Rp4,2 triliun dan Rp0,3 triliun dibandingkan tahun 2016 yang sebesar Rp4,5 triliun dan Rp0,5 triliun.
LIABILITAS
CIMB Niaga melakukan diversifikasi Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berasal dari simpanan nasabah, simpanan dari bank lain, dan pinjaman yang diterima serta penerbitan obligasi korporasi disamping fokus pada penghimpunan dana dengan biaya lebih murah seperti giro dan tabungan. CIMB Niaga mampu mengelola DPK dengan baik di tahun 2017 yang ditunjukkan dengan meningkatnya rasio CASA menjadi 52,6%
dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 50,8%.
Di tahun 2017, CIMB Niaga menerbitkan obligasi korporasi senilai Rp4,0 triliun untuk mendukung ekspansi bisnis sebagai wujud diversifikasi sumber pendanaan yang berkelanjutan.
Liabilitas
Rp triliun 2015 2016 2017 Pertumbuhan (%)
2015-2016 2016-2017
Simpanan dari Nasabah 178,5 180,6 189,3 1,1 4,8
Simpanan dari Bank Lain 5,7 4,6 6,9 (19,4) 51,1
Efek-efek yang diterbitkan 6,5 3,4 14,8 (47,7) 335,3
Pinjaman Subordinasi 3,0 3,0 1,6 - (46,7)
Pinjaman yang diterima 6,7 5,4 5,8 (18,7) 6,9
Liabilitas lain-lain 9,9 10,4 11,0 5,7 5,3
Total 210,2 207,4 229,4 (1,3) 10,6
Simpanan dari Nasabah
CIMB Niaga mampu membukukan kenaikan simpanan dari nasabah sebesar Rp8,7 triliun di tahun 2017 atau sebesar 4,8% dibandingkan tahun 2016. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan dana murah yang berasal dari giro dan tabungan yang masing-masing tumbuh 10,5% dan 6,4% menjadi Rp49,3 triliun dan Rp50,2 triliun dibandingkan posisi tahun 2016 sebesar Rp44,6 triliun dan Rp47,2 triliun. Sementara itu, dana yang berasal dari deposito berjangka juga mengalami kenaikan 1,2% dibandingkan tahun 2016 menjadi Rp89,8 triliun di tahun 2017.
Dengan kondisi tersebut, rasio CASA naik menjadi 52,6% di tahun 2017 dari 50,8% di tahun 2016.
TINJAUAN KINERJA KEUANGAN
Simpanan dari Nasabah
Rp triliun 2015 2016 2017 Pertumbuhan (%)
2015-2016 2016-2017
Giro 40,4 44,6 49,3 10,3 10,5
Tabungan 43,1 47,2 50,2 9,5 6,4
Deposito Berjangka 95,0 88,8 89,8 (6,5) 1,2
Total Simpanan dari Nasabah 178,5 180,6 189,3 1,1 4,8
Peningkatan pada giro juga didukung oleh fasilitas BizChannel yang ditawarkan oleh CIMB Niaga yang memudahkan para nasabah untuk dapat mengelola dana dan bertransaksi secara mudah dan aman.
Peningkatan produk tabungan juga tidak terlepas dari keberhasilan CIMB Niaga dalam mengeluarkan produk tabungan serta promosi menarik sehingga dapat menarik minat dari masyarakat. Peningkatan deposito berjangka juga didukung dari promosi-promosi kepada nasabah salah satunya melalui fasilitas Time Deposit online yang memungkinkan nasabah untuk dapat membuka rekening deposito dengan mengakses CIMB Clicks tanpa harus pergi ke kantor cabang.
Komposisi deposito berdasarkan jangka waktu kontrak (Rp triliun)
> 12 bulan > 6 - 12 bulan > 3 - 6 bulan > 1 - 3 bulan 1 bulan 15,4
9,3 13,4
40,1 89,8 88,8
95,0
11,6 15,6
8,2 15,8
39,0 10,2 13,6
7,0 17,3
28,8
28,3
17 16
15
Berdasarkan jangka waktu kontraknya, di tahun 2017, komposisi terbesar ialah pada kelompok deposito
> 1 - ≤3 bulan sebesar 44,6% yang diikuti oleh kelompok deposito >12 bulan sebesar 17,1%, lalu > 3 - ≤6 bulan sebesar 15,0%, kelompok deposito deposito ≤1 bulan sebesar 12,9%, dan kelompok deposito > 6 - ≤12 bulan memberikan kontribusi terkecil yaitu 10,4%.
Dilihat dari mata uang, komposisi simpanan dari nasabah CIMB Niaga didominasi oleh simpanan dalam mata uang Rupiah. Kontribusi simpanan nasabah dalam mata uang Rupiah adalah sebesar 79,0% atau setara dengan Rp149,6 triliun pada tahun 2017. Di sisi lain, kontribusi simpanan dalam valas di tahun 2017 adalah sebesar 21,0% atau setara dengan Rp39,7 triliun. Sebagai perbandingan, posisi simpanan dalam mata uang Rupiah dan Valas di tahun 2016 adalah sebesar Rp146,8 triliun dan Rp33,8 triliun.
Komposisi Simpanan dari Nasabah Berdasarkan Mata Uang (%)
18,2%
81,8%
18,7%
81,3%
21,0%
79,0%
17 16
15
Valas Rupiah
Suku bunga rata-rata setahun dari simpanan nasabah adalah sebagai berikut:
Suku Bunga Rata-Rata (%) 2015 2016 2017
Rupiah Valas Rupiah Valas Rupiah Valas
Giro 3,05 0,87 2,95 0,47 2,84 0,54
Tabungan 3,46 0,46 3,18 0,25 2,91 0,23
Simpanan dari Nasabah Berdasarkan Segmentasi (%)
Perbankan Konsumer Perbankan Korporasi Perbankan Komersial Perbankan UMKM 50,7%
19,3%
10,2%
19,8%
Komposisi simpanan dari nasabah berdasarkan segmentasi paling besar berasal dari perbankan konsumer sebesar 50,7% di tahun 2017.
Simpanan dari Nasabah Berdasarkan Segmentasi
Rp triliun 2015 2016 2017 Pertumbuhan (%)
2015-2016 2016-2017
Perbankan Korporasi 30,3 33,6 36,5 10,9 8,6
Perbankan Komersial 23,5 18,9 19,3 (19,6) 2,1
Perbankan UMKM 34,4 34,3 37,5 (0,3) 9,3
Perbankan Konsumer 90,3 93,8 96,0 3,9 2,3
Total 178,5 180,6 189,3 1,1 4,8
Pertumbuhan simpanan dari nasabah terjadi hampir di semua segmen usaha, pertumbuhan terbesar terjadi di segmen perbankan UMKM sebesar 9,3% menjadi Rp37,5 triliun di tahun 2017. Diikuti dengan pertumbuhan perbankan korporasi, perbankan konsumer dan perbankan komersial yang tumbuh sebesar 8,6%; 2,3% dan 2,1%
di tahun 2017.
Simpanan dari Bank Lain
Simpanan dari bank lain dapat berwujud giro dan tabungan, interbank call money serta deposito berjangka. Pada tahun 2017 CIMB Niaga membukukan simpanan dari bank lain sejumlah Rp6,9 triliun, lebih tinggi dari posisi tahun 2016 sebesar Rp4,6 triliun. Dari jumlah Rp6,9 triliun tersebut, porsi simpanan dari bank lain untuk giro dan tabungan adalah sebesar 28,9% sedangkan untuk interbank call money dan deposito berjangka sebesar 71,1%.
Simpanan dari Bank Lain
Rp triliun 2015 2016 2017 Pertumbuhan (%)
2015-2016 2016-2017
Giro dan tabungan 2,3 1,9 2,0 (17,4) 5,3
Interbank call money dan deposito berjangka 3,4 2,7 4,9 (20,6) 81,5
Total 5,7 4,6 6,9 (19,4) 51,1
Efek-efek yang Diterbitkan dan Pinjaman Subordinasi
Pada tahun 2017, efek-efek yang diterbitkan dan pinjaman subordinasi terdiri atas:
Efek-efek yang Diterbitkan dan Pinjaman Subordinasi
Rp miliar 2015 2016 2017 Pertumbuhan (%)
2015-2016 2016-2017
Efek-Efek yang Diterbitkan 4.477 3.238 5.404 (27,7) 66,9
Pinjaman Subordinasi 2.970 2.980 1.597 0,3 (46,4)
Efek-efek yang Dijual dengan Janji Dibeli
Kembali 1.996 169 9.378 (91,5) 55,5x
Total 9.443 6.387 16.379 (32,4) 156,4
TINJAUAN KINERJA KEUANGAN
Efek-Efek yang Diterbitkan
CIMB Niaga menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga Tahap II Tahun 2017 dan Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga Tahap III Tahun 2017 masing-masing senilai Rp2,0 triliun. Dengan penerbitan kedua obligasi tersebut, efek-efek yang diterbitkan dan belum jatuh tempo sampai akhir tahun 2017 mencapai Rp5,4 triliun atau naik 66,9% dibandingkan posisi tahun 2016 sebesar Rp3,2 triliun. Berikut adalah ringkasan obligasi yang diterbitkan CIMB Niaga di tahun 2017:
Nama Obligasi Nominal (miliar) Kupon Tanggal Penerbitan Tanggal Jatuh
Tempo Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga
Tahap II Tahun 2017 Seri A
(Rp802,0 miliar) 6,75% 23 Agustus 2017 3 September 2018 Seri B
(Rp376,0 miliar)
7,70% 23 Agustus 2017 23 Agustus 2020 Seri C
(Rp822,0 miliar)
8,15% 23 Agustus 2017 23 Agustus 2022 Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga
Tahap III Tahun 2017
Seri A (Rp500,0 miliar)
6,20% 2 November 2017 12 November 2018 Seri B
(Rp657,0 miliar)
7,50% 2 November 2017 2 November 2020 Seri C
(Rp843,0 miliar)
7,75% 2 November 2017 2 November 2022
Pinjaman Subordinasi
Outstanding pinjaman subordinasi CIMB Niaga pada tahun 2017 berasal dari penerbitan Obligasi Subordinasi II Bank CIMB Niaga Tahun 2010 sebesar Rp1,6 triliun. Setahun sebelumnya, outstanding pinjaman subordinasi mencapai Rp3,0 triliun dengan memperhitungkan outstanding Obligasi Subordinasi I Bank CIMB Niaga Tahun 2010 senilai Rp1,4 triliun yang belum jatuh tempo.
Efek-Efek yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali
Pada tanggal 31 Desember 2017, efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali tercatat sebesar Rp9,4 triliun atau meningkat sebesar 55,5 kali dibandingkan dengan tahun 2016. Peningkatan terutama pada efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali dengan counterparty Bank Indonesia dengan nominal sebesar Rp7,0 triliun.
Pinjaman yang Diterima
Pinjaman yang diterima CIMB Niaga pada tahun 2017 mencapai Rp5,8 triliun atau naik 6,9% dibandingkan tahun 2016 yang sebesar Rp5,4 triliun.
Pinjaman yang diterima
Rp triliun 2015 2016 2017 Pertumbuhan (%)
2015-2016 2016-2017
Rp 4,1 4,4 2,6 7,3 (40,9)
Valas (USD) 2,6 1,0 3,2 (61,5) 220,0
Total 6,7 5,4 5,8 (18,7) 6,9
Penurunan pinjaman yang diterima dalam mata uang Rupiah sebesar 40,9% dibandingkan tahun 2016 dikarenakan adanya pinjaman yang diterima yang telah jatuh tempo di tahun tersebut. Penurunan terbesar berasal dari pinjaman yang diterima dari PT Bank Pan Indonesia Tbk turun menjadi Rp528,1 miliar dibandingkan posisi tahun
Pada 31 Desember 2017 terdapat kenaikan pinjaman yang diterima dalam mata uang Dolar Amerika Serikat sebesar 220,0% dibandingkan dengan tahun lalu.
Kenaikan terbesar berasal dari Wachovia Bank, Bank of New York,NY dan Standard Chartered Bank yang masing-masing sebesar Rp1,2 triliun, Rp0,6 triliun dan Rp0,5 triliun.
Liabilitas lain-lain
Liabilitas lain-lain CIMB Niaga pada tahun 2017 naik menjadi Rp11,0 triliun dibandingkan posisi tahun 2016 sebesar Rp10,4 triliun. Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh meningkatnya beban yang masih harus dibayar menjadi Rp2,2 triliun per 31 Desember 2017 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,9 triliun. Beban yang masih harus dibayar terutama terdiri dari beban pihak ketiga, komisi diterima dimuka dan bunga deposito yang akan dibayar.
EKUITAS
CIMB Niaga secara berkelanjutan mampu membukukan peningkatan ekuitas dalam tiga tahun terakhir. Ekuitas CIMB Niaga tumbuh sebesar 8,0%
menjadi Rp37,0 triliun di tahun 2017 dibandingkan posisi tahun 2016 sebesar Rp34,2 triliun. Penguatan
ekuitas CIMB Niaga ini terutama ditunjang oleh kenaikan saldo laba sebesar 12,5% menjadi Rp25,1 triliun dibandingkan saldo laba tahun sebelumnya sebesar Rp22,3 triliun. Saldo laba memiliki kontribusi terbesar terhadap ekuitas CIMB Niaga sebesar 67,8%
di tahun 2017. Sementara itu, modal ditempatkan dan disetor serta tambahan modal disetor tidak berubah masing-masing sebesar Rp1,6 triliun dan Rp7,0 triliun.
Pada tanggal 25 Juli 2017, CIMB Niaga telah mendapatkan persetujuan OJK melalui surat No.S-63/PB.33/2017, untuk melakukan pembelian kembali saham CIMB Niaga (share buyback) sejumlah maksimal 2% dari jumlah saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh yang selanjutnya akan digunakan sebagai loyalty program berbasis saham kepada manajemen dan karyawan atau Management Employee Stock Ownership Program (MESOP).
MESOP akan efektif dilaksanakan pada tahun 2018.
Pada tanggal 31 Desember 2017 Bank telah melakukan pembelian saham sebanyak 194.407.492 lembar saham dengan harga rata-rata per saham sebesar Rp1.249,45 (nilai penuh) dan total nilai perolehan sebesar Rp242,9 miliar (termasuk biaya komisi dan pajak) yang tercatat sebagai saham tresuri di ekuitas CIMB Niaga.
Ekuitas
Rp miliar 2015 2016 2017 Pertumbuhan (%)
2015-2016 2016-2017
Modal Saham 1.612 1.612 1.612 - -
Tambahan Modal Disetor 7.033 7.033 7.033 - -
Saham tresuri - - (243) - na
Selisih penilaian kembali aset tetap - 3.078 3.078 na -
Cadangan Umum dan Wajib 352 352 352 - -
Keuntungan/(kerugian) yang belum direalisasikan atas
efek-efek dalam kelompok tersedia untuk dijual (601) (166) 26 (72,4) 115,7
Ekuitas lainnya 21 21 21 - -
Saldo Laba 20.261 22.277 25.071 10,0 12,5
Kepentingan Non-pengendali 1 1 1 - -
Total 28.679 34.208 36.951 19,3 8,0