Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Pertemuan
Rubrik Penilaian Pertemuan Ke-1
Rubrik Penilaian LKPD
No Kriteria Skor
1 Paparan Solusi
1. Dipaparkan secara sistematis
2. Di dasari fakta 3. Bisa menanggulangi
kerusakan lingkungan 4. Bisa dilaksanakan
Semua kriteria terpenuhi 4 Tiga kriteria terpenuhi 3 Dua kriteria terpenuhi 2 Satu kriteria terpenuhi 1
2 Rancangan awal solusi 1. Rancangan awal
memuat seluruh kegiatan yang akan dilakukan
2. Melibatkan pihak luar mislanya (warga sekolah, warga rumah dan lainnya)
Semua kriteria terpenuhi 2 Satu kriteria terpenuhi 1
Total Skor 6
Nilai Workheet : Jumlah Skor X 100 6
Tabel Perkembangan Peserta Didik
No Kriteria Perkembangan
Belum Mulai Sudah 1 Mampu menentukan solusi
untuk permasalahan lingkungan.
Memenuhi 1 kriteria
Memenuhi 2 kriteria
Memenuhi semua kriteria 2 Mampu menjabarkan
kebutuhan untuk membuat karya atau produk
3 Mampu menjabarkan racangan awal produk atau karya
Catatan : Peserta didik dikatakan perkebangannya melampaui teman sejawatnya apabila peserta didik memiliki capaian diluar kriteria yang ditargetkan misalnya : peserta didik mampu memprediksi kelemahan dan kelebihan solusi yang ditawarkan.
Tindak Lanjut Penilaian
Peserta didik yang sudah berkembang dan
perkembangannya melampaui dapat diberikan aktivitas tambahan dengan membantu guru untuk menjadi tutor sebaya.
Peserta didik yang belum berkembang dan mulai
berkembang dapat diberikan pendampingan Kembali oleh guru maupun tutor sebaya.
Materi Ajar Pertemuan Ke-1
Permasalahan Linkungan Hidup Di Indonesia, Penyebab Dan Solusinya.
1. Pencemaran Sungai
https://sumatra.bisnis.com/read/20190116/533/879133/walhi-sumsel- catat-63-kasus-pencemaran-sungai
Selama 5 tahun belakangan ini, setidaknya 64 dari 470 daerah aliran sungai mengalami kondisi yang kritis, hal ini disebbakan oleh beberapa hal seperti :
Limbah industri yang terkandung berbagai macam zat kimia di dalamnya.
Limbah domestik, seperti limbah rumah tangga yang secara sengaja dibuang ke sungai.
Limbah pertanian
Dan masih banyak lainnya
Untuk mengatasi permasalahan ini, tentu saja dibutuhkan kerja sama antara pihak pemerintah, masyarakat, serta pelaku-pelaku industri. Pihak pemerintah wajib untuk memberlakukan aturan bentuk penyimpangan sosial baik bagi industri atau masyarakat agar jangan sampai membuang limbah di sungai. Masyarakat pun harus sadar mengenai pentingnya air sungai untuk kehidupan. Selain itu, pihak pemerintah juga perlu mengatur pembuangan yang baik agar limbah-limbah industri tak mengalir ke sungai-sungai setempat.
2. Kerusakan Hutan Sumber gambar :
https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2020/Dinas-
Kehutanan-Jatim-Akui-Banyak-Hutan-Kritis-di-Jatim-yang-Perlu- Rehabilitasi/
Masalah lainnya yang cukup besar di Indonesia adalah mengenai kerusakan hutan. Mulai dari penebangan liar, penggundulan hutan, hingga baru-baru ini terjadi yaitu pembakaran hutan menjadi penyebab dari kerusakan hutan yang ada. Tentu saja jika hal ini dibiarkan terus menerus, akan menyebabkan berkurangnya kawasan hutan di Indonesia yang berakibat pada ketidakstabilan ekosistem. Untuk mengatasi kerusakan hutan ini, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan.
Solusi untuk jangka pendeknya tentu saja adalah penegakan hukum yang harus dilakukan. Hal ini sangat penting untuk mencegah kegiatan ilegal logging, dan hal hal lainnya.
Kegiatan pembangunan yang dilakukan perlu memperhatikan lingkungan setempat.
Penanaman kembali hutan hutan yang telah rusak.
3. Abrasi
Sumber gambar https://balitribune.co.id/content/dari-2063- kilometer-pantai-abrasi-penanganan-tahun-ini-hanya-80-meter
Kegiatan-kegiatan seperti pengambilan pasir pantai, karang, serta perusakan hutan-hutan bakau menjadi penyebab abrasi yang nantinya berkaitan dengan kerusakan laut dan pantai. Tentu saja jika dibiarkan terus menerus, maka kelestarian laut dan pantai di Indonesia semakin berkurang. Apalagi wilayah Indonesia sebagaian besar merupakan lautan. Nah untuk mengatasi hal ini, berikut beberapa solusi yang perlu diterapkan:
Pemerintah menerapkan reklamasi pantai untuk menanam kembali hutan bakau si sekitar area pantai.
Menerapkan aturan yang ketat mengenai pengambilan batu- batu karang.
Larangan tentang penggunaan bahan peledak untuk mencari ikan.
4. Menurunnya Keanekaragaman Hayati
Dampak lanjutan dari kerusakan hutan tersebut bisa menjadi penyebab menurunnya keaneka ragaman hayati yang ada di Indonesia. Bahkan tak hanya itu saja, banyak sekali alat komunikasi zaman sekarang menjadi informasi pengambilan flora dan fauna ilegal yang dijadikan sebagai barang jual beli membuat hewan dan tumbuhan Indonesia menjadi berkurang bahkan punah. Solusinya adalah:
Program untuk penangkaran satwa liar.
Konservasi in-situ dan konservasi ex-situ.
Memperluas habitat untuk satwa-satwa liar.
Peningkatan SDM
Penyuluhan mengenai penangkaran satwa Indonesia secara intensif.
5. Pencemaran Tanah
Sumber gambar : https://www.viva.co.id/berita/metro/1111980- geger-tanah-di-bekasi-bakar-telapak-kaki-anak-anak-yang-
menginjaknya
Tak hanya air dan udara saja yang dapat tercemar, namun tanah juga bisa tercemar dengan bahan-bahan yang dapat merusak kualitas tanah. Permasalahan lingkungan hidup Biasanya hal ini terjadi akibat pengambilan tambang yang berlebihan, pembuangan sampah-sampah yang sulit diuraikan, dan masih banyak lainnya. Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan usaha pelestarian tanah dan hutan melalui tata guna lahan, peraturan mengenai TPTI (Tebang Pilih Tanam Indonesia), reboisasi, serta pengolahan sampah agar dapat terurai dengan baik.
6. Penumpukan Sampah Sumber gambar :
https://lampung.tribunnews.com/2018/10/10/dampak-penumpukan- sampah-hingga-berhari-hari
Semakin tinggi tingkat pertumbuhan penduduk, membuat tingkat konsumsi meningkat dan akhirnya membuat jumlah sampah semakin banyak permasalahan hukum di Indonesia meningkat. Hal ini lah yang menjadi permasalahan di Indonesia, karena belum adanya solusi untuk menganggulanginya. Hal ini tentunya membuat lingkungan menjadi kotor dan tentu saja merugikan lingkungan. Nah berikut ini solusi yang bisa dilakukan:
Membuat tempat pembuangan sampah terpadu, yang lokasinya agak jauh dari pemukiman warga.
Penerapan 4R yaitu Replace, reduce, reuse, serta recycle.
Membuat tempat sampah terpisah antara organik dan anorganik
7. Rusaknya Ekosistem Laut
Sumber gambar : https://www.greeners.co/berita/kerusakan-laut- indonesia-telah-terjadi-dalam-25-tahun-terakhir/
Pengambilan ikan yang masih menggunakan bahan kimia dan bahan peledak masih menjadi tradisi bagi beberapa nelayan di Indonesia. Tentu saja ini merusak ekosistem laut, termasuk terumbu karang. Seperti yang adan ketahui sendiri, terumbu karang menjadi potensi alam di Indonesia. Untuk mengatasi ini, pentingnya peran pemerintah untuk mengetatkan peraturan mengenai larangan pemakaian peledak dan bahan kimia.
Pertemuan Ke-2
Pembukaan (Durasi 10 Menit)
Berikut adalah kegiatan pembukaan pada pertemuan ke-2,
Bapak/Ibu dapat memilih salah satu moda pembelajaran sesuai dengan kondisi pada wilayah Bapak/Ibu.
1. Menyapa dan Mempersiapkan Peserta Didik
PTM PJJ Sinkron PJJ Asinkron 1. Memberikan salam
pembuka kepada peserta didik
2. Mengecek kehadiran peserta didik
3. Mengecek kesiapan ruangan, kesiapan peserta didik untuk belajar serta
memastikan bahwa
peserta didik dan guru mematuhi protokol
kesehatan.
4. Meminta salah satu peserta didik memimpin doa.
Kegiatan dilakukan melalui
Whatssap Group atau pertemuan secara virtual
1. Menyapa peserta didik melalui.
2. Mengecek kesiapan peserta didik.
3. Guru dan peserta didik melakukan doa bersama
Kegiatan
DilakukanPada LMS Yang Telah
Disepakati 1. Menyapa
peserta didik pada LMS yang digunakan.
2. Mengingatkan peserta didik untuk mengisi absensi pada LMS
Kegiatan Pembelajaran (Durasi 70 Menit)
Berikut adalaha kegiatan pembelajaran pada pertemuan ke-2.
Bapak/Ibu dapat memilih salah satu moda pembelajaran sesuai dengan kondisi sekolah Bapak/Ibu.
PTM PJJ Syncronus PJJ Asyncronus 1. Peserta didik
duduk
berdasarkan kelompokknya.
2. Peserta didik mempresentasikan LKPD 1 di depan kelas.
3. Guru dan peserta didik sama-sama memberikan
masukan terhadap solusi yang
dipaparkan untuk menanggulangi permasalahan lingkungan. Hal- hal yang perlu diperhatikan guru adalah : a) Solusi dapat
diterapkan b) Solusi yang
diberikan dapat
menanggulangi permasalahan lingkungan.
4. Peserta didik mencatat semua masukan baik dari guru maupun rekan
sejawatnya.
Instruksi
Diberikan Melalui Pertemuan
Virtual/Wa Group.
1. Peserta didik melakukan
presentasi LKPD 1 secara virtual menggunakan
google meet atau zoom.
2. Guru dan peserta didik sama-sama memberikan
masukan terhadap solusi yang
dipaparkan untuk menanggulangi permasalahan lingkungan. Hal- hal yang perlu diperhatikan guru adalah : a) Solusi dapat
diterapkan b) Solusi yang
diberikan dapat
menanggulangi permasalahan lingkungan.
3. Peserta didik mencatat semua masukan baik dari guru maupun rekan
sejawatnya.
Instruksi Diberikan Melalui LMS yang Digunakan Oleh Bapak/Ibu
1. Guru mengecek tugas peserta didik pada LMS.
2. Guru memberikan umpan balik
terhadap solusi yang dipaparkan oleh peserta didik.
3. Hal-hal yang perlu diperhatikan guru adalah :
a) Solusi dapat diterapkan b) Solusi yang
diberikan dapat menanggulangi permasalahan lingkungan.
4. Meminta peserta didik untuk
memperbaiki tugas yang telah
diberikan umpan balik.
5. Peserta didik memperbaiki
tugasnya sesuai dengan masukan dari guru.
Penutup (Durasi 10 Menit)
Berikut adalah kegiatan penutup pada pertemuan ke-2, Bapak/Ibu dapat memilih salah satu moda pembelajaran sesuai dengan kondisi pada wilayah Bapak/Ibu.
PTM PJJ Sinkron PJJ Asinkron
1. Peserta didik menyimpulkan
materi yang telah dipelajari.
2. Peserta didik dan guru melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah
dilaksanakan.
3. Guru meminta peserta didik menyampaikan
perasaanya selama mengikuti
pembelajaran.
4. Peserta didik menyampaikan salam penutup
5. Guru
mengingatkan agar peserta didik tetap mengikuti protokol
kesehatan.
Instruksi Diberikan Melalui Pertemuan Virtual/Wa Group
1. Peserta didik menyimpulkan
materi yang telah dipelajari.
2. Peserta didik dan guru melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah
dilaksanakan.
3. Guru meminta peserta didik menyampaikan
perasaanya selama mengikuti
pembelajaran.
4. Peserta didik menyampaikan salam penutup
5. Guru
mengingatkan agar peserta didik tetap mengikuti protokol
kesehatan.
6. Guru membagikan link absensi
Instruksi Diberikan Melalui LMS yang Digunakan Oleh Bapak/Ibu
1. Guru meminta murid untuk menuliskan kesimpulan materi yang telah
dipelajari pada beranda LMS.
2. Guru
memberikan tanggapan terhadap kesimpulan yang telah ditulis oleh peserta didik.
Rubrik Penilaian Pertemuan Ke-2
Rubrik Penilaian Presentasi LKPD
No Kriteria Skor Bobo
4 3 2 1 t
1 Kemampuan Presentasi:
1. Menjelaskan dengan benar dan mudah dipahami 2. Menggunakan intonasi
yang baik
3. Menggunakan bahasa tubuh
4. Ada kerjasama antar kelompok
4 komp
3
komp 2 komp 1
komp 3
2 Penggunaan Bahasa
1. Sesuai dengan kaidah 2. Penggunaan istilah
biologi benar 3. Pelafalan atau
pengucapan istilah benar 4. Mudah dipahami
4 komp
3
komp 2 komp 1
komp 2
Nilai Presentasi : Jumlah Skor x Bobot X 100 20
Catatan : Komp = Komponen
Tabel Perkembangan Peserta Didik
No Kriteria Perkembangan
Belum Mulai Sudah 1 Mampu menjelaskan materi
presentasi dengan baik dan benar
Memenuhi 1 kriteria
Memenuhi 2 kriteria
Memenuhi semua kriteria 2 Mampu menggunakan intonasi
yang baik pada saat presentasi.
3 Aktif ada saat kegiatan presentasi
Catatan : Peserta didik dikatakan perkebangannya melampaui teman sejawatnya apabila peserta memiliki capaian diluar kriteria yang
telah ditetapkan seperti menampilkan presentasi menggunakan media
yang menarik, unik dan orisinilTindak Lanjut Penialian
Peserta didik yang sudah berkembang dan perkembangannya melampaui dapat diberikan aktivitas tambahan dengan
membimbing kelompok lainnya untuk mengembangkan media presentasi.
Peserta didik yang belum berkembang dan mulai berkembang dapat diberikan pendampingan Kembali oleh guru maupun tutor sebaya.
Pertemuan Ke-3
Persiapan Mengajar
1. Absensi dan link meeting menggunakan Google Meet atau Zoom 2. Pastikan kondisi laptop atau gawai serta koneksi dalam
kondisi baik
3. Siapkan rubrik penilaian formatif.
4. Pastikan Bapak/Ibu telah menyepakati Learning
Management System (LMS) yang akan digunakan. Misalnya Google Classroom, Edomodo dan yang lainnya.
5. Apabila di sekolah Bapak/Ibu tidak memungkinan menggunakan LMS dan Whatssap Group untuk moda PJJ maka Bapak/Ibu dapat melakukan kunjungan rumah untuk memberikan materi serta LKPD.
6.
Pembukaan (Durasi 10 Menit)
Berikut adalah kegiatan pembukaan pada pertemuan ke-3 , Bapak/Ibu dapat memilih salah satu moda pembelajaran sesuai dengan kondisi pada wilayah Bapak/Ibu.
PTM PJJ Sinkron PJJ Asinkron
1. Memberikan salam pembuka kepada
peserta didik 2. Mengecek
kehadiran peserta didik
3. Mengecek kesiapan ruangan, kesiapan peserta didik untuk belajar serta memastikan bahwa peserta didik dan guru mematuhi protokol kesehatan.
4. Meminta salah satu peserta didik memimpin doa.
Kegiatan
dilakukan melalui Whatssap Group atau pertemuan virtual.
1. Menyapa peserta didik melalui.
2. Mengecek kesiapan
peserta didik.
4. Guru dan peserta didik melakukan doa bersama
Kegiatan
DilakukanPada LMS Yang Telah Disepakati 1. Menyapa
peserta didik pada LMS yang digunakan.
2. Mengingatkan peserta
didik untuk mengisi
absensi pada LMS
Kegiatan Pembelajaran (Durasi 70 Menit)
Berikut adalaha kegiatan pembelajaran pada pertemuan ke-3.
Bapak/Ibu dapat memilih salah satu moda pembelajaran sesuai
dengan kondisi sekolah Bapak/Ibu. Pada saat monitoring, Bapak/Ibu dapat memberikan pendampingan yang intensif bagi peserta didik dengan kesulitan belajar.
PTM PJJ Sinkron PJJ Asinkron
1.Peserta didik bersama
anggota
kelompokknya membuat karya yang dapat menanggulangi kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitar mereka.
Catatan : apabila
peserta didik tidak dapat menyelesaikan karya pada saat
pembelajaran, pembuatan karya dapat dilakukan di luar jam
pembelajaran.
2. Guru
memberikan bimbingan dan arahan terkait karya yang dibuat oleh peserta didik.
3. Peserta didik mencatat
masukan dari guru.
4. Peserta didik melakukan perbaikan
terhadap karya yang telah dibuat.
5. Guru meminta peserta didik untuk
mendiskusikan setting
pameran karya
Instruksi Diberikan Melalui Pertemuan Virtual/Wa Group.
1. Peserta didik bersama anggota kelompokknya membuat karya yang dapat menanggulangi kerusakan
lingkungan yang terjadi di
sekitar mereka.
2. Peserta didik menampilkan progress karya dengan
mengunggahkan pada padlet, atau menampilkan foto karya
3.Guru memberikan bimbingan dan arahan terkait karya yang dibuat oleh peserta
didik. Arahan dapat dilakukan melalui whatssap group atau
pertemuan virtual sesuai dengan kemampuan peseta didik.
4. Peserta didik mencatat masukan dari guru.
5. Peserta didik melakukan perbaikan
terhadap karya yang telah dibuat.
6. Guru meminta peserta diidk untuk membuat setting pameran virtual
Instruksi Diberikan Melalui LMS yang Digunakan Oleh Bapak/Ibu
1. Peserta didik bersama anggota
kelompokknya membuat karya yang dapat menanggulangi
kerusakan lingkungan yang terjadi di
sekitar mereka.
2. Peserta didik menunggah hasil karya pada kantong tugas yang telah disediakan.
3. Guru mengecek karya peserta didik pada kantong tugas.
4. Guru memberikan bimbingan dan arahan terkait karya yang dibuat oleh peserta didik.
5. Peserta didik mencatat masukan dari guru.
6. Peserta didik melakukan perbaikan terhadap karya yang telah dibuat.
7. Guru meminta peserta diidk untuk membuat setting pameran virtual (contohnya dengan mengunggah karya pada media sosial dan meminta warga sekolah untuk melihat unagghan mereka atau aplikasi artsetp)
Penutup (Durasi 10 Menit)
Berikut adalah kegiatan penutup pada pertemuan ke-3, Bapak/Ibu dapat memilih salah satu moda pembelajaran sesuai dengan
kondisi pada wilayah Bapak/Ibu.
PTM PJJ Sinkron PJJ Asinkron
1. Peserta didik menyimpulkan
materi yang telah dipelajari.
2. Peserta didik dan guru melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah
dilaksanakan.
3. Guru meminta peserta didik menyampaikan
perasaanya selama mengikuti
pembelajaran.
4. Peserta didik menyampaikan salam penutup
5. Guru
mengingatkan agar peserta didik tetap mengikuti protokol
kesehatan.
Instruksi Diberikan Melalui Pertemuan Virtual/Wa Group 1. Peserta didik
menyimpulkan
materi yang telah dipelajari.
2. Peserta didik dan guru melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah
dilaksanakan.
3. Guru meminta peserta didik menyampaikan
perasaanya selama mengikuti
pembelajaran.
4. Peserta didik menyampaikan salam penutup
5. Guru
mengingatkan agar peserta didik tetap mengikuti protokol
kesehatan.
6. Guru
membagikan link absensi
Instruksi
Diberikan Melalui LMS yang Digunakan Oleh Bapak/Ibu
1. Guru meminta murid untuk menuliskan kesimpulan materi yang telah
dipelajari pada beranda LMS.
2. Guru memberikan tanggapan
terhadap
kesimpulan yang telah ditulis oleh peserta didik.
Catatan : Pada pertemuan ke-3, guru tidak melakukan penilaian formatif namun guru melakukan monitoring terhadap hasil karya perserta didik sesuai dengan desain awal karya yang telah diajukan pada pertemuan sebelumnya.