BAB III LAPORAN PRODUKSI
3.2. Proses Kerja Sutradara
3.2.7. Lembar Kerja Sutradara
DIRECTOR TREATMENT Dokumenter
Judul Program Irsyah
: Green House Coffe Roastery Produser : Abel Alkautsar Genre
Pratama
: Dokumenter Director : Gelar Putra
Durasi : 26 Menit
Segment No Subyek Cast Audio Video Durasi
1 1 Logo VTR VTR VTR 10 Detik
2 Pemandangan VTR VTR VTR 15 detik
3 Bumper VTR VTR VTR 15 Detik
4 Wawancara Mas Satria VTR VTR 40 Detik
Satria Bima Bima
“Menceritakan Bagaimana bisa sampai dan terjun
kedalam dunia pertanian dan
perkopian”
5 Wawancara Mas Satria VTR VTR 50 Detik
Satria Bima Bima
“Pengalaman apa saja yang didapat
selama berada di dunia perkopian.”
6 Wawancara Mas Satria Bima “Latar Belakang Keluarga.”
Satria Bima
VTR VTR 40 Detik
7 Wawancara Mas Bima
“ Mengapa memilih menjadi petani
Kopi? ”
Mas Satria Bima
VTR VTR 40 Detik
11 “Di Kota Jonggol Kabupaten Bogor memiliki Dataran tinggi yang sangat
cocok untuk penanaman kopi”
Masyarakat Desa
VTR VTR 30 Detik
12 Wawancara Seorang Pekerja
“Apakah Green Beans Kopi itu?”
Pekerja VTR VTR 50 Detik
13 “Green Beans Coffe adalah Biji kopi dari buah buahan coffe
yang belum dipanggang. Proses pemanggangan biji kopi ini diyakini mampu mengurangi
jumlah asam klorogenat kimia.
Oleh karenma itu biji kopi hijau memiliki tingkat
Pekerja VTR VTR 20 Detik
asam klorogenat yang lebih tinggi dibandingkan dengan biji kopi
biasa.
14 Wawancara Mas Satria Bima
“Kesulitan apa yang di dapat saat menanam kopi?”
Mas Satria Bima
VTR VTR 40 Detik
15 Didunia , Kopi memiliki banyak
jenisnya.
Mas Satria Bima
VTR VTR 20 Detik
2 16 Wawancara Pekerja
“Ada Berapa Jenis Kopi itu ?”
Pekerja VTR VTR 40 Detik
17 Namun bagi Negara indonesia sendiri,
cukup dikenal tanaman kopi yang
tumbuh di iklim tropis dan ketinggian
yang berbeda.
Seperti Robusta yang di tanam di ketinggian 100 –
600 mdpl, sedangkan Arabika 1000 – 2000 mdpl.
Pemilik VTR VTR 20 Detik
18 Wawancara Mas Satria Bima
“Apakah pernah mengalami kegagalan selama
ini?”
Mas Satria Bima
VTR VTR 50 Detik
19 “Sebagai bagian dari tanaman. kopi
Mas Satria Bima
VTR VTR 25 Detik
sendiri punya ke unggulan pada rasa.
20 Wawacara Pekerja
“Diketinggian berapa kopi itu tumbuh optimal ?”
Pekerja VTR VTR 40 Detik
21 Kopi sendiri merupakan tanaman
budidaya banyak dijumpai dan cukup
di gemari di Indonesia khususnya
di daerah daerah yang memiliki dataran tinggi.
didaerah sukamakmur kabupaten bogor sudahbanyak petani yang menanam kopi salah satunya seperti
mas bima ini
Pekerja dan Mas
Satria Bima
VTR VTR 25 Detik
22 Wawancara Mas Satria Bima
“Apa yang sudah di dapatkan selama
menjadi petani Kopi?”
Mas Satria Bima
VTR VTR 40 Detik
23 Selain nikmat kopi mempunyai manfaat
untuk kesahatan contohnya seperti
meningkatkan energi, menurunkan
berat badan, menurunkan risiko diabetes, mencegah
penyakit otak.
Mas Satria Bima
VTR VTR 30 Detik
24 Wawancara Pekerja
“Apa keunggulan kopi asli yang
murni?”
Pekerja VTR VTR 40 Detik
25 Footage Pekerja
yang ada di Green House Coffe
VTR VTR 15 Detik
26 Wawancara Mas Satria Bima
“Sejak kapan terbentuknya Green
House Coffe ini ”
Pemilik VTR VTR 40 Detik
27 Footage Petani VTR VTR 15 Detik
28 Wawancara Pekerja
“Selain untuk dikirim ke Coffe shop dan kedai kopi apa ada olahan kopi
sendiri”
Pekerja VTR VTR 40 Detik
29 Footage VTR VTR VTR 15 Detik
30 Wawancara Mas Satria Bima
“Kenapa memilih menanam kopi”
Pemilik VTR VTR 50 Detik
31 Footage VTR VTR VTR 15 Detik
32 Wawancara Pekerja
“perkenalan”
Pekerja VTR VTR 30 Detik
33 Footage Pekerja VTR VTR 15 Detik
34 Wawancara Pekerja pekerja VTR VTR 30 Detik
“apa alasan memilih kerja di Green House Coffe”
35 Footage VTR VTR VTR 15 Detik
36 Wawancara Pekerja
“Suka duka kerja di tempat ini”
Pekerja VTR VTR 30 Detik
37 Footage Pemilik
Pekerja
VTR VTR 15 Detik
38 Wawancara Mas Satria Bima
“Apa yang membedakan arabica dan robusta”
Pemilik VTR VTR 30 Detik
39 Footage Pemilik VTR VTR 15 Detik
40 Wawancara Mas Satria Bima
“Harapan apa yang bapak inginkan untuk petani petani kopi di Indonesia ?”
Pemilik VTR VTR 30 Detik
41 Footage Pekerja VTR VTR 15 Detik
42 Wawancara Mas Satria Bima
“Pesan apa yang ingin di sampaikan jika bertemu dengan
mentri pertanian ?”
Pemilik VTR VTR 20 Detik
43 Footage Masyarakat VTR VTR 10 Detik
44 Wawancara Mas Satria Bima
Pemilik VTR VTR 20 Detik
“Suka duka apa yang bapak rasakan
selama bertani kopi?”
45 Footage VTR VTR VTR 10 Detik
46 Wawancara Mas Satria Bima
“Perbedaan apa yang terlihat Bertani kopi di luar negri dengan
di indoneisa ?”
Pemilik VTR VTR 20 Detik
47 Footage VTR VTR VTR 10 Detik
49 Wawancara Pak Ukas
“Menurut bapak dengan adanaya Green House Coffe
di wilayah bapak apakah bisa berdampak positif
kepada warga setempat ?”
Pak Ukas VTR VTR 20 Detik
50 Footage Warga & P VTR VTR 15 Detik
OUTLINE PROGRAM DOKUMENTER (Dokumenter TV)
Production Company : BSI Produser : Abel Alkautsar Project Title : Green House Coffee Roastery Director : Gelar putra pratama Durasi : 25.02 Menit
Segment No Keterangan Audio
1 1 Title -
2 Bumper -
3 Establish
Pemukiman warga sekitar Backsound
4 Establish Gapura Backsound
5 Establish
Pemandangan desa Backsound
6 Judul Backsound
7 Establish Gudang penyimpanan kopi Backsound
8 Establish perjalanan Backsound
9 Establish Halaman rumah mang lukas Backsound &
Audio
10 Title -
11 Wawancara Mas Bima Backsound &
Audio
12 Persiapan menggiling buah kopi Backsound &
Audio
13 Establish pemandangan Backsound &
Audio 14 Establish gapura desa sukamakmur Backsound &
Audio
15 Establish plang desa wisata Backsound &
Audio 52
16 Establish penggilingan buah kopi Backsound &
Audio 17 Establish mesin penggiling buah kopi Backsound &
Audio 18 Footage proses penggilingan kopi Backsound &
Audio
19 Footage menurunkan buah kopi Backsound
20 Footage ibu ibu sedang menyortir buah kopi Backsound 21 Memindahkan kopi yang sudah di sortir untuk dijemur di
green house Backsound
22 Footage proses penjemuran Backsound
23 Wawancara mas bima Backsound &
Audio
24 Establish pemandangan Backsound &
Audio
25 Establish gudang Backsound &
Audio 26 Establish mesin pengupasan kulit kopi Backsound &
Audio
27 Establish mesin grading
Backsound 28 Establish prosesn penggiling
Backsound
29 Wawancara Mas Satria Bima
Backsound &
Audio
30 Establish pemandangan rumah warga
Backsound &
Audio
31 Establish suasana desa
Backsound &
Audio
32 Wawancara mas bima mengenai panen kopi
Backsound &
Audio
33 Establish pemanadangan desa
Backsound &
Audio
34 Establish hasil penggilingan buah kopi Backsound &
Audio Segment
2 35 Title -
36 Wawancara pak lukas Backsound &
Audio 37 Establish proses penggilingan kopi Backsound &
Audio
38 Pengeringan buah kopi Backsound &
Audio
39 Establish suasana desa Backsound
40 Establish pekerja Backsound
41 Establish mesin grading Backsound
42 Establish kebun kopi Backsound
43 Establish penjemuran kopi Backsound
44 Establish Green House Backsound
45 Establish kebun kopi Backsound
46 kawasan ini (Narasi) Backsound &
Audio
47 Wawancara mas Bima Backsound &
Audio
48 Title -
49 Wawancara Pak Lukas Backsound &
Audio
50 Establish Kopi yang di jemur Backsound &
Audio
51 Establish pemandangan Backsound &
Audio
52 Proses grading Backsound &
Audio
53 Establish kopi yang di jemur Backsound &
Audio
54 Pekerja Backsound
55 Wawancara pekerja Backsound &
Audio
56 Title -
57 Establish Coffee Shop Backsound
58 Establish bar Backsound &
Audio
59 Establish Logo Coffee Shop Backsound &
Audio
60 Wawancara Barista Coffe Shop Backsound &
Audio
61 Pembuatan kopi oleh barista Backsound &
Audio 62 Proses shaking menu yang di sajikan Backsound &
Audio
63 Establish mencuci shaker Backsound &
Audio 64 Establish Pengunjung coffee shop Backsound &
Audio
65 Establish pekerja Backsound &
Audio
66 Title Backsound
3.3 Konsep kerja penulis naskah
Penulis naskah merupakan salah satu kru penting penting terutama saat pra produksi karena terlibat aktif dalam pembuatan proses kreatif bersama sutradara dan produser yang omerupakan triangle system yang tidak dapat dipisahkan.
Kualitas sebuah tontonan juga tergantung bagaimana seorang penulis naskah bisa mengatur alur yang ingin dibuat.
Menurut (Latief, 2017), “Seorang penulis naskah harus mengetahui perkembangan teknologi industry televise dan kegunaannya, karena ide biasa bisa menjadi luar biasa”.
Penulis Naskah Adalah Seorang yang bekerja membuat naskah untuk bahan siaran, ia memiliki kemampuan merubah ide ke dalam bentuk naskah yang merupakan hasil imajinasi dari sebuah proses penginderaan terhadap stimuli menjadi suatu bentuk tulisan yang menarik dan memiliki pesan baik bagi pemirsa, (Fachrudin, Andi, 2015)
Bagi penulis sendiri, diperlukan konsentrasi penuh agar naskah yang tercipta menjadi suatu karya yang tidak hanya bagus, namun juga memiliki isi dan pesan yang penting, kreatif serta menarik. Begitu juga dalam membuat sebuah program dokumenter, membuat naskah adalah hal penting pertama yang harus dilakukan.
Sebagai penulis naskah, penulis beserta tim melakukan riset terlabih dahulu, mengumpulkan data data dan informasi, kemudian membuat daftar pertanyaan, setelah itu melakukan wawancara dengan narasumber. Setelah mendapatkan semua data dan informasi penulis membuat naskah bekerjasama dengan sutradara
untuk mengembangkan naskah serta konsep yang menarik, agar bisa menjadi program dokumenter yang disajikan bisa memberikan pesan serta layak di tonton.
3.3.1 Pra produksi
Sebelum membuat sebuah naskah, penulis naskah sebaiknya melakukan riset atau , observasi untuk pengumpulan data yang nantinya dari data-data tersebut bisa dibentuk TOR ( Term of Reference ), penulisan synopsis, penulisan treatment, dan penulisan naskah itu sendiri.
Tahapan tahapan penulisan naskah yaitu penyusunan data/ riset / observasi pada subyek, penulisan TOR (Term of Reference), penulisan treatment, dan penulisan naskah itu sendiri, (Triantoni, Yudo, Irwanto. Kusumawati, Nina.
Supriyadi., 2014)
Dalam tahap Pra produksi dokumenter “Green House Coffee Roastery”
awal pertama yang penulis naskah dan tim lakukan yaitu riset mengenai kopi.
Lalu kami kami melakukan riset melalui media Internet yang kemudian di lanjutkan dengan riset ke kebun kopi, dan ke sebuah kedai kopi. Setelah terkumpul nya informasi, akhirnya penulis naskah dan tim mulai menyusun informasi yang telah dikumpulkan mengenai kopi itu sendiri.
Didalam program dokumenter “Green House Coffee Roastery” terdapat banyak pesan positif yang terkandung di dalamnya. Karena dalam dokumenter
“Green House Coffee Roastery” informasi pengetahuan yang baik dan juga menarik untuk diketahui oleh khalayak atau masyarakat luas.
Dalam pembuatan skenario, penulis naskah dapat memberikan ide dan gagasan kedalam skenario tersebut. Akan tetapi dalam pengerjaan skenario,
penulis naskah juga harus dapat menampung ide-ide yang datang dari produser dan sutradara untuk ditambahkan kedalam skenario. Yang penulis lakukan pada tahap pra produksi antara lain :
1. Pencarian Ide
Dalam membuat suatu karya visual berbentuk film dokumenter, dibutuhkan kepekaan seorang script writer (team creative) terhadap denia sekitar terutama lingkungan social, budaya politik dana lam semesta. Ide bisa datang dari mana saja, antara lain: lingkungan sekitar, buku, koran, majalah, internet, dan lain-lain.
Program dokumenter merupakan karya film berdasarkan realita atau fakta.
Artinya bahwa ide cerita untuk film dokumenter maupun televisi bisa didapat dari hal-hal yang setiap hari dilihat dan didengar, bukan berdasarkan suatu khayalan imajinatif. Namun bisa ide datang dari imajinatif pikiran terhadap suatu kejadian.
Penulis selaku penulis naskah dalam tim, langkah pertama pada tahap pra produksi yang dilakukan adalah penemuan ide cerita. Tim melakukan briefing beberapa kali untuk membahas penemuan ide. Saling mengusulkan ide dan konsep yang di angkat. Ide “Green House Coffee Roastery” adalah merupakan usulan dari produser. Setelah menemukan ide yang disepakati bersama, penulis dan tim, masing-masing mengumpulkan informasi untuk memperkuat data dan menemukan fakta baru yang mungkin saja belum diketahui sebelumnya.
Penyusunan data dilakukan dengan menghimpun data tulis dari berbagai sumber, seperti internet, berita online dan jurnal terkait perjalanan si Pitung. Setelah menemukan ide, selanjutnya penulis membuat konsep atau TOR (Term of Reference), dilanjut membuat synopsis, dan melakukan riset.
1. Penulisan TOR ( Term of Reference)
Penulis membuat TOR, untuk kemudian diajukan dalam bimbingan kedua.
Dalam pembuatan TOR, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan:
a. Masalah yang diangkat
Berisi latar belakang masalah yang menjiwai isi dari keseluruhan program.
b. Fokus
Penyudutan masalah pada satu item.
c. Angle
Dari sudut mana akan mengetengahkan/membahas tema yang diangkat.
d. Narasumber
Berisi narasumber yang diwawancarai serta garis besar pertanyaan.
2. Sinopsis
Menurut (Triantono, Yudo. Irwanto. Kusumawati, Nina. Supriyadi., 2014) mengatakan bahwa “Sinopsis merupakan ringkasan cerita, menjelaskan tentang tema serta subyek apa yang akan didalam sebuah dokumenter”.
Sinopsis “Green House Coffee Roastery” Indonesia adalah wilayah subtropis dan tropis merupakan lokasi yang baik untuk budidaya kopi. Dunia perkopian di Indonesia sedang berkembang pesat belakangan ini dimana kopi memliki perjalanan Panjang sebelum bisa dinikmati. Awalnya kopi di tanam oleh petani. Saat panen petani mulai memetik cherry kopi dan mulai memisahkan bijinya dari buahnya yang dimana ada beberapa proses dalam tahap ini sebelum kopi dijual kepada seorang roaster.
3. Treatment atau Storyline
Treatment atau Storyline merupakan sketsa yang dapat memberikan gambaran pendekatan dan keseluruhan isi cerita. Treatment dapat pula menjadi materi
presentasi untuk ditawarkan pada produser dan sponsor. Treatment mutlak diperlukan bagi sang pembuat feature dan dokumenter, meskipun tak ada yang baku dalam penulisan bentuk atau gaya treatment.
Sebelum masuk tahap produksi, penulis sebagai penulis naskah membuat treatment atau storyline dua kolom berdasarkan apa yang didapat dari pengumpulan data maupun fakta dan data dari hasil riset.
Tujuan nya membantu proses pengambilan gambar saat produksi, seperti establish yang menjelaskan letak daerah yang akan digunakan untuk pengambilan gambar, stock shoot wawancara narasumber, dll.
4. Riset
Riset adalah acuan kreatif atau semacam pemetaan ide sebelum sebuah gagasan ditemukan hingga di desain menjadi sebuah film dokumenter”. Penulis dan tim melakukan riset melalui media social milik beberapa sanggar terlebih dahulu. Setelah dikonfirmasi, kami melakukan survey lokasi dan menentukan jadwal wawancara dengan narasumber.
3.3.2 Produksi
Dengan adanya naskah, proses produksi akan lebih mudah dilakukan, dan penulis naskah sebaiknya mengingatkan sutradara dan juga camera person agar sesuai dengan naskah yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Dijelaskan dalam, (Triantono, Yudo. Irwanto. Kusumawati, Nina.
Supriyadi., 2014) ketika shooting script sudah selesai dibuat, berarti pelaksanaan shooting sudah bisa dilakukan. Shooting script merupakan panduan dokumenter di lapangan, shooting script ibarat sebuah peta yang akan menghantarkan anda agar tidak tersesat di jalan”.
Pada tahap produksi, penulis naskah juga mencatat poin-poin penting, merekam shot-shot tambahan untuk di jadikan stock shoot serta menambah pertanyaan apabila ada dan membantu kegiatan produksi sampai selesai. Selain itu penulis juga bertugas mengarahkan narasumber untuk tidak gerogi atau gugup saat diwawancarai dan memberikan penjelasan kepada narasumber untuk bersikap senatural mungkin, tanpa di buat-buat. Karena program dokumenter adalah bersifat apa adanya.
3.3.3 Pasca Produksi
“Pasca Produksi adalah proses penyelesaian akhir dari produksi. Biasa nya proses ini digunakan dalam proses editing dengan menggabungkan elemen video dengan elemen – elemen lainnya seperti grafis, efek suara dan lainnya” (Latief &
Utud,2018).
“Pasca Produksi adalah proses dari pembuatan film, video, iklan video, fotografi atau karya digital lainnya yang dikerjakan setelah proses perekaman visual”(Muslimin, 2018).
Pada saat pasca produksi, penulis melakukan pengarahan naskah, pengucapan tata bahasa dan intonasi yang pada saat prosesnya didampingi sutradara dan penyunting gambar. Penulis naskah juga harus menyiapkan segala hal yang diperlukanuntuk persetujuan hasil akhir pada
penyunting gambar dan bertaggung jawab hasil dalam proses produksi.
Penulis naskah harus tetap melakukan komunikasi dengan penyunting gambar dan sutradara untuk memperhatikan jika ada dialog yang harus ditambahkan atau dikurangi dan ada adegan yang harus dihilangkan karena terjadi
durasi yang berlebih dari skenario yang dibuat agar alur sesuai pada jalan cerita.
Penulis naskah harus tetap mengikuti perkembangan proses editing, demi terhindarnya perubahan alur cerita yangmempengaruhi keluarnya pesan maupun tujuan dari film
3.3.4 Peran dan Tanggung Jawab Penulis Naskah
Peran dan tanggung jawab penulis naskah terdiri dari tiga tahap. Pertama, tahap pra produksi, penulis berperan besar dalam pembuatan proses kreatif, mulai dari proses pencarian ide bersama sutradara dan produser, bertanggung jawab dalam pengembangan konsep, synopsis, hingga pembuatan treatment.
Kedua, tahap produksi penulis bertanggung jawab mencatat poin-poin penting, merekam
shot-shot tambahan untuk di jadikan stock shoot serta menambah pertanyaan apabila ada dan membantu kegiatan produksi sampai selesai. Selain itu penulis juga bertugas mengarahkan narasumber untuk tidak gerogi atau gugup saat diwawancarai dan memberikan penjelasan kepada mungkin, taa di buat-buat.
Ketiga, tahap pasca produksi, penulis bertanggung jawab dalam pembuatan naskah vo, transkip wawancara dan mencari narator untuk membacakan naskah vo.
3.3.5 Proses Penciptaan Karya 1. Konsep Kreatif
Penulis mengharapkan agar masyarakat Indonesia dapat lebih mengenal luas tentang kopi indonesia. Kopi sendiri memiliki 2 jenis yaitu :
Robusta
Kopi Robusta merupakan keturunan beberapa spesies kopi, terutama Coffea canephora. Jenis kopi ini tumbuh baik di ketinggian 400-700 m dpl, temperatur 21-24° C dengan bulan kering 3-4 bulan secara berturut-turut dan 3-4 kali hujan kiriman.
Arabica
Kopi arabika, juga dikenal sebagai kopi Arab, kopi semak Arab, atau kopi gunung, adalah spesies dari genus Coffea. Spesies ini diyakini sebagai spesies kopi pertama yang dibudidayakan, dan merupakan kultivar dominan, mewakili sekitar 60% dari produksi kopi global.
Penulis mencari informasi dari berbagai sumber dan melihat berbagai referansi dari program-program dokumenter terkait yang ada. Setelah menemukan ide konsep yang akan di angkat, penulis dan tim melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing terkait ide konsep. Kemudian, kami melakukan riset dan mencari fakta yang lebih mendalam terkait kopi di berbagai sumber, seperti media social, internet, buku, dan lainnya.
Konsep Produksi
Dalam produksi program dokumenter ini. Penulis juga mencatat poin-poin penting, merekam shot-shot tambahan untuk di jadikan stock shoot serta menambah pertanyaan apabila ada dan membantu kegiatan produksi sampai selesai.
Selain itu penulis juga bertugas mengarahkan narasumber untuk tidak gerogi atau gugup saat diwawancarai dan memberikan penjelasan kepada narasumber untuk bersikap senatural mungkin, tanpa di buat-buat
2. Konsep Teknis
Sebelum melakukan produksi, penulis melakukan riset bersama dengan tim, dan setelahnya penulis menyiapkan treatment untuk panduan saat melakukan pengambilan gambar. Dan penulis juga menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan kepada narasumber agar pada saat melakukan produksi tidak kebingungan lagi perihal masalah pertanyaan yang akan ditanyakan.
3.3.6 Kendala Produksi dan Solusi
Dalam setiap proses produksi pasti ada kendala yang di hadapi oleh setiap tim, maka dari itu dibutuhkan solusi yang bijak untuk mengatasi kendala-kendala yang ada. Ada beberapa kendala yang penulis dan tim hadapi, yakni sebagai berikut :
1. Kendala Pertama :
Jarak tempuh untuk ke lokasi yang ingin di wawancarainya cukup jauh sehingga sangat memakan waktu yang lama untuk mencapai kelokasi .
Solusi yang dilakukan tim adalah berkumpul lebih awal agar bisa tepat waktu sampai ke lokasi tujuan nya
2. Kendala Kedua :
Adanya Perubahan dialog pada narasumber karena pengucapan yang terasa kaku, sehingga harus merubah dialog yang sudah ada tetapi harus tetap pada point yang sudah ada.
Solusi yang dilakukan tim adalah memikirkan ulang untuk merubah dialog yang sudah ada karena pengucapan kepada narasumber terasa kaku.
3. Kendala Ketiga
Sewaktu disana ternyata pohon kopi yang ada disana sudah dipanen semua atau sudah tidak ada buah kopi yang masih dipohonnya
Solusi yang dilakukan tim adalah mencari pohon yang masih ada buah kopi nya ke beberapa kebun yang ada disana
3.3.7 Lembar Kerja Penulis Naskah
KONSEP
Production Company : MAC.FLM Produser : Abel Alkautsar I Project Tittle : Green House Coffe Roastery Director : Gelar Putra P
Durasi : 25 menit Penulis Naskah : Daffa Dwi P
Program Dokumenter “ Green House Coffee Roastery ’’ ini diambil dari beberapa informasi yang di dapat dari narasumber yang memiliki pengetahuan dan sekaligus bekerja sebagai petani. Informasi dan pengetahuan tentang kopi saya buat dengan tujuan untuk mengedukasi dan memberitahu bahwa kopi memiliki proses yang cukup panjang sebelum bisa dinikmati. Dalam setiap pengambilan gambar di iringi dengan audio hasil wawancara. Setiap jawaban dari narasumber akan di sambung dengan beberapa cuplikan video terkait sehingga penonton mudah memahami dan tidak melenceng dari topik yang sedang dibahas.
Gambar yang di ambil dalam setiap scene mayoritas dilakukan secara alami dan apa adanya, dengan tujuan agar penonton seolah-olah menyaksikan dan merasakan kejadian
yang ada di dalam film dokumenter ini. Disamping itu, pemilihan backsound menggunakan instrument lagu yang mendukung dengan suasana.
Penulis mencari informasi dari berbagai sumber dan melihat berbagai referensi dari program-program dokumenter terkait yang ada. Setelah menemukan ide konsep yang akan di angkat. Kemudian kami melakukan riset dan mencari fakta yang lebih mendalam terkait kopi dan prosesnya di berbagai sumber, seperti media sosial, internet, buku dan lainnya. Mengembangkan sebuah alur cerita dengan ide yang ditentukan setelah meriset nya terlebih dahulu berdasarkan realitas atau fakta. Dengan data yang kami dapatkan, kami menyimpulkan format program kami yaitu dokumenter ilmu pengetahuan, karna mengulas tentang pengetahuan dan memberikan edukasi yang jarang diketahui oleh anak muda penikmat kopi seperti sekarang ini.
TOR (Term of Reference)
Production Company : MAC.FLM Produser : Abel Alkautsar I Project Tittle : Green House Coffe Roastery Director : Gelar Putra P
Durasi : 25 menit Penulis Naskah : Daffa Dwi P
Masalah
Indonseia adalah wilayah subtropis dan tropis merupakan lokasi yang baik untuk budidaya kopi. Dunia perkopian di Indonesia sedang berkembang pesat belakangan ini dimana kopi memliki perjalanan Panjang sebelum bisa dinikmati.
Awalnya kopi di tanam oleh petani. Saat panen petani mulai memetik cherry kopi