• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

G. Tahap-tahap Penelitian

4. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan perseroan ialah berusaha dalam bidang Bank Perkreditan Rakyat Syariah.

Usaha sebagai berikut :

a. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito berjangka

b. Memeberikan pembiayaan bagi pengusaha kecil dan/atau masyarakat pedesaan serta melakukan pelelangan aguan baik untuk semua maupun sebagian dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya kepada bank.

c. Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI) deposito berjangka, sertifikat deposito dan/atau tabungan pada bank lain.

37Bank Bhakti Sumekar, “Sejarah” Sumber di akses Pada tanggal 21 November 2018 dari http//www/bhaktisumekar.co.id/2017/10/ Sejarah

d. Perseroan akan beroperasi melakukan kegiatan penyertaan modal, menyediakan pembiayaan dengan sistem Syariah terhadap kreditur maupun debitur

5. Struktur Organisasi PT. Bank BPRS Bhakti Sumekar Jember Gambar 4.1

Sumber : PT. Bank BPRS Bhakti Sumekar Jember Kepala Cabang

Oprasional Bisnis

Costumer Service

Admin

Akunting Legal

Teller

UMUM

OB Driver Satpam Penjaga Malam

Kordinator Funding

Kordinator Lending

Struktur Oraganisasi PT. Bank BPRS Bhakti Sumekar Secara Umum

Devisi Pendanaan

Devisi Umum &

SDI

Kantor Kas RUPS

Dewan Komisaris

Dewan Pengawas

Syariah

Direktur Utama

Direktur Bisnis

Direktur Oprasional

Devisi Pembiayaan

Devisi Penagihan

Devisi Oprasional

Devisi

Kepatuhan & Resiko

Kantor Cabang

6. Produk Pembiayaan Bank BPRS Bhakti Sumekar a. Pembiayaan Serba Guna

Layanan Pembiayaan Untuk PNS/karyawan swasta yang memiliki penghasilan tetap dengan menggunakan akad Murabahah (Jual beli) untuk melakukan Pembelian barang berabagai keperluan nasabah.

b. Pembiayaan Kendaraan

Layanan Pembiayaan Bagi PNS/karyawan swasta, atau institusi yang sepakat mengadakan perjanjian kerjasama untuk pembelian kendaraan roda dua atau sepeda angin.

c. Pembiayaan Modal Kerja UMKM

Layanan pembiayaan modal kerja atau investasi untuk perorangan yang memiliki usaha kecil menengah dengan akad murabahah (jual beli) atau mudharabah (bagi hasil).

d. Pembiayaan Talangan Haji

Layanan pembiayaan talangan untuk pendaftaran haji untuk membantu anda merencanakan ibadah haji menjadi lebih mudah.

e. Pembiayaan Talangan Umrah

Layanan pembiayaan talangan umrah untuk membantu anda dalam mewujudkan niat dan impian beribadah umrah.

f. Pembiayaan Rahn-Emas

Layanan pembiayaan menggunakan prinsip syariah ar rahn dengan jaminan berupa emas yang nantinya emas yang menjadi

agunan disimpan dan dipelihara oleh bank selama jangka waktu tertentu dengan membayar biaya pemeliharaan atas emas yang dijaminkan.

g. Pembiayaan pensiunan

Layanan pembiayaan yang diberikan kepada para pensiunan atau pegawai yang akan pensiun atau janda pensiun dan telah memperoleh SK pensiun.

h. Pembiayaan Al Qordhu hasan

Layanan pembiayaan kebajikan untuk usaha mikro tanpa menggunakan agunan serta beban margin atau bagi hasil.

i. Pembiayaan elektronik

Layanan pembiayaan bagi PNS, karyawan swasta atau institusi yang mengadakan kesepakatan perjanjian kerja sama untuk hal pembelian barang barang elektronik sehingga membantu anda dalam kehidupan sehari-hari.

j. Pembiayaan kepemilikan rumah

Layanan pembiayaan bagi PNS, karyawan swasta yang berpenghasilan tetap dengan menggunakan akad murabahah ( jual beli) untuk hal kepemilikan rumah.

k. Pembiayaan Modal Kerja

Layanan pembiayaan modal kerja tanpa pengenaan margin yang akan diberikan kepada masyarakat yang memilik usha berskala kecil/mikro dan atau kepada masyarakat yang akan memulai usaha

baru dengan pola kemitraan antara PT BPRS Bhakti sumekar, badan amil zakat, disperindak ( dinas perindustrian dan perdagangan) dan dinas koprasi Kabupaten Sumenep.

l. Pembiayaan sadar bersih

Layanan pembiayaan diperuntukkan bagi masyarakat yang membuthkan sanitasi dan pengairan yang baik sehingga menjadikan keluarga yang sehat dengan menggunakan akad murabahah ( jual beli) dan bekerjasama dengan pihak water.org

m. Pembiayaan kepemilikan emas

Layanan pembiayaan bagi Masyarakat yang ingin berinvetasi dalam hal kepemilikan emas dengan menggunakan akad murabahah ( jual beli).

n. Pembiayaan linkage UMKM primer

Layanan pembiayaan modal kerja atau investasi untuk perorangan yang memiliki usaha kecil menengah yang lebih dikhususkan golongan usaha yang mengambil bahan baku dari alam menjadi barang jadi (industri, perternakan, dan lain-lain)

o. Pembiayaan ijarah (IMBT)

Layanan pembiayaan dengan sistem sewa yang di akhiri dengan pemindahan kepemilikan barang.

7. Produk Layanan Bank BPRS Bhakti Sumekar a. Jasa Kiriman Uang

Layanan jasa transfer uang valuta rupiah antar bank dalam satu kota maupun dalam kota yang berbeda

b. Pembayaran Gaji/Insentif

Layanan untuk pembayaran gaji karyawan yang bekerja pada industri/perusahaan nasabah.38

8. Produk Tabungan a. Tabungan Barokah

Tabungan produk barokah merupakan produk pertama yang dikeluarkan oleh BPRS bhakti sumekar pada pertengahan tahun 2002.

Perolehan selama 2017 mencapai Rp. 127.71 Miliar mengalami pertumbuhan Rp. 34.55 miliar atau 37.08% dibandingkan perolehan tahun 2016 yang mencapai Rp. 93.16 miliar. Jika dilihat berdasarkan jumlah rekening tabungan barokah mengalami pertumbuhan dimana pada tahun 2017 terdapat 73.475 rekening tumbuh 27.72%

dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 57.528 rekening.

b. Tabungan Qurban

Tabungan qurban merupakan produk yang lahir pada pertengahan 2003 dengan prinsip mudharabah. Perolehan pada tahun 2017 mencapai Rp. 753 juta mengalami pertumbuhan Rp. 107 juta atau 16.56% jika di bandingkan pada tahun 2016 yang mencapai Rp.

38Ibid., 20-22

646 juta untuk perolehan rekening (NOA) selama 2017 mencapai 490 rekening tumbuh 15.29% di banding tahun 2016 yang mencapai 425 rekening.

c. Tabungan Haji

Tabungan haji merupakan produk yang lahir pada awal tahun 2012 yang menggunakan prinsip Wadiah.Dilihat pertumbuhan secara nominal mengalami pertumbuhan sebesar Rp. 242 juta atau 24.50%

dari Rp. 949 juta menjadi Rp. 1,2 miliar. Pertumbuhan secara jumlah rekening mengalami peningkatan sebesar 38,81% dari 423 rekening pada tahun 2016 menjadi 566 rekening.

d. Tabungan Umrah

Tabungan umrah merupakan produk yang keluar pada akhir tahun 2012 dengan menggunakan prinsip wadiah. Tabunngan umrah memilik kontribusi yang paling rendah 0,18% dari total nominal DPK 2017 dan 0,17 dari total rekening DPK. Untuk pertumbuhan selam 2017 sebesar Rp. 126 juta atau 107,69% dari perolehan Rp.117 juta tahun 2016 menjadi 243 juta. Dilihat berdasarkan jumlah rekening pertumbuhan tabungan umrah mengalami pertumbuhan yang paling signifikan yaitu 112,16%

e. Tabungan Siswa

Tabungan siswa merupakan produk yang mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan secara nominal maupun secara jumlah rekening. Produk yang lahir pada pertengahan tahun 2013

dengan prinsip wadiah memeproleh Rp. 5,17 miliar pada tahun 2017 tumbuh Rp.3,41 miliar atau 194.25% dibanding tahun 2016 memeperoleh Rp. 1,76 miliar . Di lihat dari berdasarkan jumlah rekening pertumbuhan tabungan siswa mengalami pertumbuhan 92,52% dari 8.752 rekening menjadi 16.849 rekening tahun 2017.

f. Tabungan Hari Raya

Tabungan hari raya yang lahir di awal 2016 berhasil memperoleh Rp. 754 juta pada tahun 2017 mengalami pertumbuhan Rp. 294 juta atau 63,91% jika dibandingkan perolehan tahun 2016 Rp.

460 juta. Untuk perolehan berdasarkan jumlah rekening tahun 2017 mencapai 414 rekening mengalami pertumbuhan 73,22%

9. Ikhtisar Keuangan Laporan keuangan

Konsolidasi 2013 2014 2015 2016 2017

Total asset 317.486 409.092 518.968 615.981 765.670 Aset Produktif 301.296 396.171 471.158 546.800 705.835

Aset Tetap 7.521 8.276 10.473 12.786 15.141

Pembiayaan yang di berikan

240.137 292.874 372.606 428.829 542.310 Pembiayaan lancar 235.946 289.245 367.547 419.983 529.591 Pembiayaan non lancar 4.191 3.629 5.059 8.946 12.718 Dana Pihak Ketiga

(DPK)

105.896 166.731 252.753 334.229 441.571 Tabungan 43.995 62.452 96.444 97.087 135.815 Deposito 61.901 104.279 156.309 237.142 305.756 Kewajiban 171.186 194.438 248.529 260.369 327.476 Investasi tidak terikat 62.149 104.729 156.785 238.247 307.263 Ekuitas 84.151 110.375 113.655 117.365 130.931 Sumber. PT. Bank BPRS Bhakti Sumekar

B. Penyajian Data Dan Analisis

Penyajian data merupakan bagian yang mngungkapkan data dihasilkan dalam penelitian yang disesuaikan dengan rumusan masalah dan analisa data yang relevan. Sebagaimana yang telah di jelaskan bahwa dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpilan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan sebagai alat untuk mendukung penelitian ini. Secara berurutan akan disajikan data-data hasil penelitian yang mengacu pada fokus masalah.

1. Proses Penerapan Good Corporate Governance di BPRS Bhakti Sumekar Jember

Dalam meningkatkan kinerja Bank, melindungi kepentingan stakeholder, dan meningkatkan kepatuhan terhadap perundang undangan yang berlaku serta nilai-nilai etika yang berlaku umum pada industri perbankan. Bank wajib melaksanakan kegiatan usahanya degan berpedoman pada prinsip GCG.

Hal ini disampaikan oleh Bapak Bustanul Ulum sebagai Pimpinan BPRS Bhakti Sumekar saat saya temui di kantornya, beliau menyampaikan bahwa :

“Dalam setiap kegiatan usahanya BPRS wajib menerapkan prinsip GCG dan berpedoman pada perinsip GCG yang ada. Karena dengan berpedoman pada prinsip GCG bank tersebut dapat dikatakan bank yang sehat. Degitu juga dengan BPRS Bhakti Sumekar termasuk bank pengkreditan yang sehat, karena kalau tidak sehat tidak akan menerapakan GCG.”39

39Bustanul Ulum,,Wawancara. 18 November 2018

Hal yang sama juga disampaikan Oleh Ibu Siti Imaniah Selaku Admint consumtif mengatakan :

“Bank BPRS Bhakti Sumekar ini sudah menerapkan GCG dari awal bedirinya bank ini sampai saat ini. Seiring dengan keluarnya SEOJK Nomor 11/SEOJK.05/2016 Tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Bagi Perusahaan Pembiayaan. Prinsip GCG sangat perlu di terapkan, karena prinsip GCG ini sangat penting bagi kelayakan bank itu sendiri.Bank itu sehat atau tidak. Dan juga GCG itu merupakan pertanggung jawaban kepada masyarakat bahwa bank tersebut dikelola dengan baik dan sehat”40

Senada dengan hal tersebut Bapak Ahadian Ramadhan saat diwawancara dimeja kerjanya. Beliaua menyampaikan :

“Penerapan GCG itu sangatlah penting bagi setiap perusahaan yang bergerak, prinsip-prinsip di perlukan dalam rangka menciptakan transparansi, akuntabilitas, pertanggung jawaban, Kemandirian, kewajaran dan kesetaraan kepada semua pemangku kepentingan.

Salah satu contohnya prinsip GCG semisal transparansi, terkait transaparansi kondisi keuanagan dan non keuangan , kita sampaikan laporan keuanagan kita setiap satu tahun sekali secara tepat waktu, itu kita sampaikan semua laporan kita, posisi keuangan kita seperti apa, kita publikasikan di website dan di dinding laporan keuangan, jadi seluruh orang yang mau tau tentang laporan keunagan kita bisa dengan mudah di akses di website kita, jadi kita memang benar benar transparan”41

Jadi penerapan Good Corporate Governace sangat penting dilakukan dan harus menerapkan prinsip-prinsip GCG yang telah di tetapkan oleh SEOJK Nomor. 11/SEOJK.05/2016 karena penerapan GCG menjadi kebutuhan bagi setiap peruahaan dan organisasi, dan juga menentukan kelayakan bank itu sendiri sudah termasuk bank yang sehat atau tidak, GCG juga sebagai pertanggung jawaban kepada masyarakat apakah bank tersebut baik atau tidak.

40Sitti Imaniah, Wawancara, 19 November 2018

41Ahadin Ramadhan, Wawancara, Jember, 19 November 2018

Dari hasil penelitian yang telah dilakukakan di PT. Bank BPRS Bhakti sumekar terkait penerapan GCG dapat disimpulkan bahwa penerpaan prinsip GCG pada PT Bank BPRS Bhakti Sumekar dari waktu ke waktu disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Meskipun belum semua maksimal, proses penerapan tersebut dilakukan secara bertahap dan bertujuan untuk kemajuan perusahaan. Pada saat ini, prinsip transparansi, responsibilitas, dan independensi telah dijalankan dengan cukup baik. Sedangkan untuk akuntabilitas dan kewajaran meskipun telah diterapkan namun masih memerlukan perbaikan untuk kedepannya.42

Tahap-tahap penerapan GCG di PT. Bank BPRS Bhakti Sumekar.

Tahapan ini terdiri dari 3 (Tiga) langkah utama : 1) Awarenes Building, 2) GCG Assessment, 3). GCG Manual Building.

Awareness Building merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran mengenai arti penting GCG dan komitmen bersama dalam penerapannya, Upaya ini dapat dilakukan dengan meminta bantuan tenaga ahli independen dari luar perusahaan.

GCG assessment merupakan upaya untuk mengukur atau lebih tepatnya memetakan kondisi perusahaan dalam penetapan GCG saat ini..

langkah ini guna memastikan titik awal level penerapan GCG dan untuk mengidentifikasi aspek-aspek apa yang prlu mendapatkan perhatian

42 Dokumentasi, Jember, 21 November 2018

terlebih dahulu, dan langkah- langkah apa yang dapat diambil untuk mewujudkannya.

GCG manual building berdasarkan hasil pemetaan tingkat kesiapan perusahaan dan upaya identifikasi prioritas penerapannya, penyusunan manual atau pedoman Impelemintasi GCG dapat disusun

2. Hasil Penerapan Good Corporate Governance Bank Syariah Bhakti Sumekar Menggunakan Kertas Kerja Self Assessment.

BPRS wajib melakukan penilaian sendiri (self assessment) atas Penerapan tata kelola BPRS dengan ruang lingkup sebagaimana di atur dalam Pasal 2 POJK Nomor 4/POJK.03/2015 Tentang penerapan tata kelola bagi Bank Perkreditan Rakyat paling sedikit 1 kali dalam setahun.

untuk memastikan Penerapan GCG maka BPRS secara rutin melaksanakan Self Assessment.

Dalam hal ini disampaiakn Oleh Bapak Bustanul Ulum selaku pimpinan cabang BPRS Bhakti Sumekar Jember, Beliau menyampaikan :

“Menggunakan kertas kerja Self Assessment memang rutin di lakukan oleh BPRS sebagai bentuk penerapan prinsip GCG.

Dengan Self Assessment Juga Akan mengetahui BPRS termasuk dalam kategori apa dalam penerapan dan laporan prinsip GCG.

Dengan Menggunakan Self Assessment kita juga mengetahui laporan apa yang tidak boleh terjadi dan harus diperbaiki serta dipertanggung jawabkan dalam melakukan penerapan GCG”43 Jadi kertas Self Assessment sangat membantu dalam penerapan dan Laporan pelaksanaan GCG yang dilakukan. menggunakan Self Assessment

43Bustanul Ulum., Wawancara.22 November 2018

Juga bisa mengetahui termasuk dalam kategori seperti apa bank tersebut, sudah layak atau tidak dalam penerapan GCG.

a. Analisis Hasil Kerja Self Assessment PT. Bank BPRS Bhakti Sumekar

Kertas Kerja Self Assessment Good Corporate Governance (Berdasarkan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/SEOJK.05/2016) Tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bag i Perusahaan Pembiayaan.

Tabel 4.2

1) Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab a) Direksi, Dewan Komisaris, dan DPS

No. Pertanyaan/Pernyataan

1 2 3 4 5

1. Anggota Direksi Perusahaan berdomisili di Indonesia

Ya

2. Perusahaan yang memilik

Kepemilikan asing baik

langsung maupun tidak langsung meiliki paling sedikit 50%

anggota Direksi yang merupakan warga negara Indonesia

Tidak

3. Direksi

berkewarganegara an asing memiliki surat izin

menetap.

Tidak

4. Direksi

berkewarganegara an asing memiliki

Tidak

No. Pertanyaan/Pernyataan surat izin bekerja

darin instansi berwenang.

5. Direksi meiliki pengetahuan yang relevan dengan jabatan sebagai direksi.

Ya

6. Direksi tidak meliki rangkap jabatan sebagai direksi di perusahaan lain

Tidak

7. Setiap anggota Direksi telah lulus uji kemampuan dan kepatuhan

Ya

8. Direksi mampu bertindak dengan itikat baik, jujur dan professional

1

9. Direksi bertindak untuk kepentingan perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya.

1

10. Direksi

mendahulukan kepentingan perusahaan dan/atau pemangku kepentingan lainnya dari pada kepentingan pribadi

2

11. Direksi mampu mengambil keputusan berdasrkan penilaian

independen untuk kepentingan perusahaan dan

2

No. Pertanyaan/Pernyataan debitur, kreditur

dan/atau pemangku kepentingan lainnya.

12. Direksi mampu bersifat objektif untuk kepentingan perusahaan dan debitur, kreditur dan/atau

pemangku kepentingan lainnya

2

13. Direksi mematuhi peraturan

perundang- undangan, anggaran dasar, dan peraturan internal lain dari perusahaan dalam melaksanakan tugasnya

1

14. Direksi mengelola perusahaan sesuai dengan

kewenangan dan tanggung

jawabnya

1

15. Direksi mampu mempertanggungj awabkan

pelaksanaan tugasnya kepada RUPS

2

16. Direksi telah memastikan agar perusahaan memperhatikan kepentingan semua pihak khususnya kepentingan

3

No. Pertanyaan/Pernyataan debitur, kreditur

dan/atau pemangku kepentingan lainnya 17. Direksi telah

menyampaikan informasi secara tepat waktu dan lengkap mengenai perusahaan

kepada dewan komisaris dan DPS

1

18. Direksi telah membantu dan menyediakan fasilitas dan/atau sumber daya untuk kelancaran pelaksanaan tugas dan wewenang organ perusahaan dan DPS

3

19. Direksi mampu menghindarkan transaksi yang mempunyai benturan kepentingan dengan kegiatan perusahaan tempat anggota direksi dimaksud menjabat

2

20. Direksi mampu tidak

memanfaatkan jabatannya pada perusahaan tempat anggota direksi dimaksud menjabat kepentingan pribadi, keluarga

2

No. Pertanyaan/Pernyataan dan/atau pihak

lain yang merugikan atau mengurangi keuntungan

perusahaan tempat anggota direksi dimaksud menjabat 21. Direksi mampu

untuk menghindari perbuatan mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari

perusahaan tempat anggota direksi dimaksud menjabat selain remunerasi dan fasilitas yang ditetapkan berdasarkan keputusan RUPS

3

22. Direksi mampu untuk

menghindari permintaan pemegang saham yang terkait dengan kegiatan oprasional

perusahaan tempat anggota direksi dimaksud menjabat selain yang telah ditetapkan oleh dalam RUPS

2

23. Direksi mengikuti pelatihan yang terkait dengan

Ya

No. Pertanyaan/Pernyataan peningkatan

kemampuan sumber daya manusia

perusahaan dalam mencapai visi dan misi perusahaan 24. Direksi

perusahaan menyelenggaraka n rapat direksi secara berkala paling sedikit satu kali dalam satu bulan

Ya

25. Direksi

menghadiri rapat direksi paling sedikit 50% dari jumlah rapat direksi Dalam periode satu tahun

Ya

26 Hasil rapat direksi dituangkan dalam risalah rapat direksi

2

27. Risalah rapat yang merupakan

keputusan bersama seluruh anggota direksi telah

didokumentasikan dengan baik

1

28. Keputusan direksi telah dituangkan kedalam risalah rapat, termasuk perbedaan pendapat yang terjadi secara jelas

1

29. Jumlah rapat direksi yang telah diselenggarakan dan jumlah

Ya

No. Pertanyaan/Pernyataan kehadiran masing-

masing anggota direksi dimuat dalam laporan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

30. Direksi mampu menjamin pengambilan keputuusan yang efektif, tepat, dan cepat, serta dapat bertindak secara independen, tidak mempunyai kepentingan yang dapat

mengganggu kemampuannya untuk

melaksanakan tugas secara mandiri dan objektif.

3

Total 7+8 7 4 4

Sumber. PT. Bank BPRS Bhakti Sumeka

Dari tabel di atas, nilai indikator yang diperoleh dari hasil wawancara yaitu:

Dari hasil perhitungan Self Assessment di peroleh dari : Nilai Faktor = ∑ nilai indikator X bobot factor

5x jumlah indiator Nilai Faktor : 30 x 30%

150 Nilai Faktor : 0,06

Nilai Komposit = Nilai faktor x 100

=0, 6 x 100 = 6%

b) Dewan Komisaris

No. Pertanyaan/Pernyataan

1 2 3 4 5

1. Perusahaan memiliki paling sedikit 1 Dewan Komisaris yang berdomisili di Indonesia

Ya

2. Anggota Dewan Komisaris yang berkewarganega raan asing memiliki surat izin bekerja dari Instansi

Berwenang.

Tidak

3. Anggota Dewan Komisaris yang berkewarganega raan asing memiliki surat izin menetap dari instansi berwenang

Tidak

4. Anggota dewan komisaris tidak memiliki rangkap jabatan sebagai dewan komisaris pada lebih dari tiga perusahaan lain

Ya

5. Setiap anggota komisaris telah lulus uji

Kemampuan dan kepatuhan

Ya

6. Anggota dewan komisaris mengikuti pelatihan yang terkait dengan penigkatan

Ya

No. Pertanyaan/Pernyataan kemampuan

sumber daya manusia perusahaan dalam dalam mencapai visi dan misi perusahaan

7. Dewan

komisaris mampu melaksanakan tugas

pengawasan dan pemberian nasehat kepada direksi

1

8. Dewan

komisaris mampu mengawasi direksi dalam menjaga keseimbangan kepentingan semua pihak

1

9. Dewan

komisaris menyusun laporan kegiatan dewan komisaris yang merupakan dari laporan penerapan tata kelola

perusahaan yang baik.

Tidak

10. Dewan

komisaris mampu memantau efektifitas penerapan tata kelola

1

No. Pertanyaan/Pernyataan perusahaan yang

baik

11. Dewan

komisaris mampu memberikan persetujuan dalam hal DPS memerlukan bantuan komite yang struktur organisasinya berada di bawah dewan komisaris

1

12. Dewan

komisaris mampu memastikan bahwa direksi telah

menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari satuan kerja audit intern perusahaan, auditor

eksternal, hasil pengawasan OJK dan/atau hasil

pengawasan otoritas lain

2

13. Anggota dewan komisaris mampu untuk tidak melakukan transaksi yang mempunyai benturan kepentingan dengan kegiatan perusahaan tempat dewan anggota

3

No. Pertanyaan/Pernyataan komisaris

dimaksud menjabat

14. Dewan

komisaris mampu tidak memanfaatkan jabatannya pada perusahaan tempat anggota dewan komisaris dimaksud

menjbat untuk kepentingan pribadi, keluarga dan/atau pihak lain yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan perusahaan tempat anggota dewan komisaris dimaksud

menjabat

2

15. Anggota dewan komisaris mampu untuk menghindari perbuatan mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari perusahaan tempat anggota dewan komisaris dimaksud

menjabat selain remunerasi dan fasilitas yang ditetapkan berdasrkan keputusan DPS

3

No. Pertanyaan/Pernyataan 16. Anggota dewan

komisaris mampu untuk tidak

mencampuri kegiatan oprasional perusahaan yang menjadi

tanggunga jawab direksi

3

17. Dewan

komisaris membentuk komite lain selain komite audit untuk menunjang pelaksanaan tugas dewan komisaris

Ya

18. Anggota dewan komisaris perusahaan menyeleggaraka n rapat dewan komisaris secara berkala paling sedikit satu tahun dalam 3 bulan

Ya

19. Anggota dewan komisaris

menghadiri rapat dewan komisaris paling sedikit 75% dari jumlah rapat dewan komisaris dalam periode satu tahun

Ya

20. Hasil rapat dewan komisaris dituangkan

1

No. Pertanyaan/Pernyataan dalam risalah

rapat dewan komisaris 21. Risalah rapat

yang merupakan keputusan bersama seluruh anggota dewan komisaris telah didokumentasika n dengan baik.

1

22. Keputusan dewan komisaris telah dituangkan dalam risalah rapat, termasuk perbedaan pendapat yang terjadi secara jelas

2

23. Jumlah rapat dewan komisaris yang telah diselenggrakan dan jumlah kehadiran masing-masing anggota dewan komisaris dimuat dalam laporan

penerapan tata kelola

perusahaan yang baik

Ya

24. Dewan

Komisaris mampu menjamin pengambilan keputusan yang efektif, tepat, dan cepat serta dapat bertindak secara

3

No. Pertanyaan/Pernyataan independen

dalam

melaksanakan tugas

Total 8+6 3 4 3

Sumber. PT. Bank BPRS Bhakti Sumekar

Dari hasil perhitungan Self Assessment di peroleh dari : Nilai Faktor = ∑ nilai indikator X bobot faktor

5x jumlah indikator Nilai Faktor : 24 x 30%

120 Nilai Faktor = 0,06

Nilai Komposit = Nilai faktor x 100

= 0,06 x 100 = 6%

c) Dewan Pengawas Syariah (DPS)

No. Pertanyaan/Pernyataan

1 2 3 4 5

1. DPS diangkat oleh RUPS atas

rekomendasi Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia.

Ya

2. Pengangkatan DPS oleh RUPS

dituangkan dalam akta notaris.

Ya

3. Anggota DPS memberikan rekomendasi terhadap

pelaksanaan tugas Direksi terkait aspek syariah terhadap kegiatan operasional Perusahaan.

Ya

No. Pertanyaan/Pernyataan 4. DPS mampu

bertindak sebagai wakil Perusahaan Pembiayaan Syariah atau Unit Usaha Syariah (UUS) pada Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia.

2

5. Anggota DPS telah lulus uji

kemampuan dan kepatutan

Ya

6. Anggota DPS tidak memiliki rangkap jabatan sebagai anggota Direksi atau Dewan Komisaris pada Perusahaan Pembiayaan yang sama.

Ya

7. Anggota DPS tidak memiliki rangkap jabatan sebagai anggota Direksi, Dewan Komisaris, atau anggota DPS pada lebih dari 4 (empat) lembaga keuangan syariah lainnya.

Ya

8. Anggota DPS mengikuti pelatihan yang terkait dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia

Perusahaan dalam mencapai visi dan misi Perusahaan.

Ya

No. Pertanyaan/Pernyataan 9. DPS mampu

bertindak dengan itikad baik, jujur dan profesional.

2

10. DPS mampu bertindak untuk kepentingan Perusahaan Pembiayaan Syariah, UUS dan/atau pemangku Kepentingan lainnya

2

11. DPS mampu mendahulukan kepentingan Perusahaan Pembiayaan Syariah, UUS dan/atau pemangku kepentingan

lainnya daripada kepentingan pribadi.

3

12. DPS mampu mengambil keputusan berdasarkan penilaian yang independen dan objektif untuk kepentingan Perusahaan Pembiayaan Syariah, UUS dan/atau pemangku kepentingan

lainnya.

2

13. DPS mampu menghindarkan penyalahgunaan kewenangan untuk mendapat

keuntungan pribadi yang tidak

1

Dokumen terkait