• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN

B. Kajian Teori

4. Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance

Dalam bagian pelaksanaan umum OJK No. 15/SEOJK.05/2016 dikemukakan beberapa prinsip, antara lain:

a. Transparansi (transparancy),

Keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam pengungkapan dan penediaan Informasi yang relevan mengenai perusahaan yang mudah di akses oleh pemangku kepentingan sesuai dengan peraturan perundan-undangan dibidang pembiayaan serta standar, prinsip, dan praktik penyelenggaraan usaha pembiayaan yang sehat 16

Pedoman Pokok Pelaksanaan :

16 Khotibul Umam, Perbankan Syariah Dasar-Dasar dan Dinamika Perbankan di Indonesia, 190.

1) Perusahaan harus menyediakan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan dapat diperbandingkan serta mudah di akses oleh pemangku kepentingan sesuai degan haknya.

2) Informasi yang harus diungkapkan meliputi, tetapi tidak terbatas pada, visi, misi, sasaran usaha dan strategi perusahaan, kondisi saham pengendali, kepemilikan saham oleh anggota direksi dan anggota dewan komisaris serta anggota keluarganya dalam perusahaan dan perusahaan lainnya yang memiliki kepentingan sistem menajemen resiko sistem pengawasan dan pengendalian internal.

3) Prinsip keterbukaan yang dianut oleh perusahaan untuk mengurangi kewajiaban dan memenuhi ketentuan perusahaan sesuai dengan peraturan dan perundang undangan, rahasia jabatan, dan hak-hak pribadi17

b. Akuntabilitas (akuntability),

Kejelasaan fungsi dan pertanggungjawaban Organ perusahaan sehingga kinerja perusahaan dapat berjalan dengan transparan, wajar, efektif, dan efisien. Pedoman pokok pelaksanaan:

1) Perusahaan harus menetapkan rincian tugas dan tanggung jawab masing-masing organ perusahaan dan semua karyawan secara jelas dan selaras dengan visi, misi, sasaran usaha dan strategi perusahaan

17Muhammad ShohibutThohir, Mushaf Aisyah (Bandung; Jabal, 2010) hal. 25

2) Perusahan harus meyakini bahwa semua organ perusahaan dan semua karyawan mempunyai kompetensi sesuai dengan tugas, tanggungjawab, dan perannya dalam pelaksanaan GCG

3) Perusahaan harus memastikan adanya sistem pengendalian internal yang efektif dalam pengelolaan perusahaan

4) Perusahaan harus memiliki ukuran kinerja untuk semua jajaran perusahaan yang konsisten dengan nilai-nilai perusahaan

5) Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya setiap organ perusahaan dan semua karyawan harus berpegang pada etika bisnis dan pedoman prilaku yang telah di sepakati.

c. Pertanggung jawaban (responsibility),

kesesuain pengelolaan perusahaan dengan peraturan perundang- undangan di bidang pembiayaan dan nilai-nilai etika serta standarm prinsip, dan praktik pennyelenggaraan usaha pembiayaan yang sehat.

Pedoman pokok pelaksanaan :

1) Organ perusahaan harus berpegang pada prinsip kehati-hatian dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, anggaran dasar dan peraturan perusahaan.

2) Perusahaan harus melaksanakan tanggung jawab sosial dengan antara lain peduli terhaap masyarakat dn kelestarian lingkungan terutama di sekitar perusahaan dengan membuat perencanaan dan pelaksanaan yang memadai.

d. Kemandirian (Independency),

Memiliki kompetensi, maupun bertindak objektif dan bebas dari pengaruh/tekanan dari pihak manapun (independen) serta memiliki komitmen yang tinggi untuk mengembangkan Bank Syariah.

Pedoman pokok pelaksanaa :

1) Masing-masing organ perusahaan harus menghindari terjadinya dominasi oleh pihak manapun, tidak terpengaruh oeh kepentingan tertentu, bebas dari benturan kepentingan dan dari segala pengaruh atau tekanan, sehingga pengambilan keputusan dapat di lakukan secara obyektif.

2) Masing masing organ perusahaan harus melaksanakan fungsi dan tugasnya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundang- undangan, tidak saling mendominasi dan atau melempar tanggung jawab antara satu dengan yang lain sehingga terwujud sistem pengendalian internal yang efektif.

e. Kewajaran (fairness),

Keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pedoman pokok pelaksanaan:

1) Perusahaan harus memberikan kesempatan kepada pemangku kepentingan untuk memeberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan perusahaan serta membuka akses

terhadap informasi sesuai dengan prinsip transparansi dalam lingkup kedudukan masing-masing

2) Perusahaan harus memberikan perlakuan yang setara dan wajar kepada pemangku kepentingan sesuai dengan manfaat dan kontribusi yang diberikan kepada perusahaan.

3) Perusahaan harus memberikan kesempatan yang sama dalam penerimaan karyawn, berkarir dan melaksanakan tugasnya secara profesional tanpa mebedakan suku , agama, ras, gander, dan kondisi fisik

Governance pada lembaga keuangan, khususnya bank, memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan Governance pada lembaga keuangan non bank. Hal ini lebih disebabkan oleh kehadiran deposan sebagai suatu kelompok staheholder yang kepentingannya harus diakomodasi dan dijaga. Namun, keberadaan kelompok deposan pada perbankan konvesional tidaklah terlalu banyak mempengaruhi struktur Governance bank. Alasannya adalah: Pertama, secara akad bank telah menetapkan jaminan untuk membayar penuh simpanan nasabah ; kedua, penerapan skema penjaminan baik oleh penjaga penjamin simpanan maupun pemerintah; ketiga, penerapan secara ketat sejumlah rambu-rambu dalam bentuk ketentuan kehati-hatian perbankan oleh otoritas pengawasan perbankan.

Adapun beberapa prinsip Islam yang mendukung bagi terlaksana GCG atau tata kelola di dunia perbankan adalah prinsip-

prinsip syariah. Prinsip syariah tersebut merupakan bagian sistem syariah. Pelaksanaan sistem syariah pada perbankan syariah dapat dilihat dari dua perspektif, yaitu perspektif mikro dan makro. Nilai- nilai syariah dalam perspektif mikro menghendaki bahwa semua dana yang diperoleh dalam sistem perbankan syariah dikelola dengan intergrasi dan sangat hati-hati, nilai-nilai itu meliputi sebagai berikut:18 1) Shiddiq

Nilai ini memastikan bahwa pengelola bank syariah dilakukan dengan moralitas yang menjunjung tinggal nilai kejujuran. Nilai ini mencerminkan bahwa pengelolaan dana masyarakat akan dilakukan dengan mengedepankan cara-cara yang meragukan (subhat) terlebih lagi yang bersifat dilarang (haram).Seperti yang terkandung dalam Qs. At-Taubah : 119



















Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”

2) Tabligh

Secara berkesinambungan melakukan sosialisasi dan mengeduksi masyarakat mengenai prinsip-prinsip, produk, dan jasa perbankan syariah. Dalam melakukan sosialisasi sebaiknya tidak hanya mengedepankan pemenuhan prinsip syariah semata, tetapi juga harus mampu mengeduksi masyarakat mengenai masyarakat

18 Ibid., 78

mengenai manfaat penggunaan jasa perbankan syariah. Seperti yang termaktub dalam QS. Al-Maidah : 67



















































Artinya: “Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memeliharakamudari (gangguan) manusia.Sesungguhnya Allah tidak member petunjuk kepada orang-orang yang kafir”

3) Amanah

Nilai ini menjaga dengan ketat prinsip kehati-hatian dan kejujuran dalam mengelola dana yang diperoleh dari pemilik dana (shahibul maal) sehingga timbul rasa saling percaya antara pihak dana dan pihak pengelola dana investasi (mudharib). Seperti yang terkandung dalam Qs. An-Nisa’ : 58





















































Artinya : “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.

Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik- baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat”

4) Fathanah

Nilai ini memastikan bahwa pengelolaan bank dilakukan secara profesional dan kompetitif sehingga menghasilkan keuntungan maksimum dalam tingkat risiko ditetapkan oleh bank.

Termasuk di dalamnya pelayanan yang penuh kecermatan dan kesantunan (ri’ayah) serta penuh rasa tanggung jawab (mas’uliyah).

Seperti yang terkandung dalam Qs. Al-Baqarah : 269



































Artinya : “Allah menganugerahkan Al Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Barang siapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

Dalam perspektif makro, nilai-nilai syariah menghendaki perbankan syariah berkontrobusi bagi kesejahteraan masyarakat dengan memenuhi hal-hal sebagai berikut:

a) Kaidah zakat, yaitu mengondisikan perilaku masyarakat yang lebih menyukai berinvestasi dibandingkan hanya menyimpan hartanya. Hal ini dimungkinkan karena zakat untuk investasi dikenakan hanya pada hasil investasi, sedangkan zakat bagi harta simpanan dikenakan atas pokoknya.

b) Kaidah pelarangan riba, yaitu mengajurkan pembiayaan bersifat bagi hasil dan melarang riba. Diharapkan produk-

produk nonriba ini akan mendorong terbentuknya kecenderungan masyarakat untuk tidak bersikap memastikan dan bergeser ke arah sikap berani menghadapi risiko.

c) Kaidah pelarangan judi atau maisir tercermin dari kegiatan bank yang melarang investasi yang tidak memiliki kaitan dengan sektor riil. Kondisi ini akan membentuk kecenderungan masyarakat untuk menghindari spekulasi di dalam aktivitas insvestasinya.

d) Kaidah pelarangan gharar, yaitu mengutamakan trasparansi dalam bertransaski dan kegiatan operasi lainnya dan menghindari ketidakjelasan.

Dokumen terkait