BAB III METODE PENELITIAN
B. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini adalah Madrasah Ibtidaiyah An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi. Alasan peneliti memilih lokasi tersebut, sebab Madrasah Ibtidaiyah An Najahiyyah telah menerapkan kegiatan ekstrakurikuler drum band dengan memadukan lagu Nasional dan etnik Banyuwangi, hal ini terbukti dengan beberapa penghargaan yang diraih oleh madrasah tersebut.
C. Subyek Penelitian
Subyek atau informan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive. Purposive adalah teknik pengambilan sumber data dengan pertimbangan tertentu.3 Pertimbangan ini dilakukan dengan menentukan informan yang mampu memberikan informasi, berupa data yang diperlukan oleh peneliti dengan baik dan benar.
Berdasarkan uraian tersebut yang dijadikan sebagai subyek penelitian ini adalah:
1. Eka Isnaiyah, S. Pd. I sebagai kepala Madrasah Ibtidaiyah An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi, sebab beliau dapat memberikan gambaran umum terkait pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band untuk mengembangkan karakter peserta didik sebagai pemangku kebijakan utama dalam memanajemen madrasah.
3 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2017), 300.
informasi terkait kurikulum yang digunakan di madrasah
3. Wardatul Jannah, S. Pd, Yuni Romila S.Pd, Abdul Aziz, S. Ag sebagai guru/wali kelas III, IV, dan V di Madrasah An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi, sebab beliau sebagai guru yang paham tentang karakteristik masing-masing peserta didik di kelas yang diampu.
4. Imam Wahyudi, S. Pd sebagai penanggung jawab kegiatan ekstrakurikuler, sebab beliau penyelenggara kegiatan tersebut yang sangat paham dengan tujuan dan maksud kegiatan ekstrakurikuler tersebut dilaksanakan.
5. Shelly Lailatun Naafila, A. Bagoes Tricahyono, A. Nala Alfin Nadlori sebagai peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi, sebab peserta didik ini mampu untuk diajak dalam kegiatan ekstrakurikuler drum band karena sudah dibekali dengan kemampuan memainkan alat drum band, juga sebagai peserta yang melaksanakan secara langsung kegiatan ekstrakurikuler drum band dengan bimbingan pelatih.
D. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini merupakan prosedur sistematis untuk memperoleh data terkait gerakan literasi melalui beberapa teknik, yakni observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi.
1. Observasi
Observasi dilakukan sebagai pengamatan dan pencatatan terhadap
partisipasi moderat, yakni peneliti dapat menyeimbangkan diri dalam menjadi orang dalam dan orang luar. Dalam mengumpulkan data, peneliti ikut observasi partisipatif namun hanya dalam beberapa kegiatan bukan keseluruhan.4 Data yang diperoleh dari observasi, diantaranya:
a. Struktur kurikulum b. Jadwal kegiatan
c. Data siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler drum band d. Absen kehadiran siswa
e. Proses pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band 2. Wawancara
Penelitian ini menggunakan metode wawancara semi terstruktur dengan tetap membuat pedoman wawancara.5 Data yang diperoleh dari pelaksanaan wawancara ini berupa:
a. Informasi kurikulum yang digunakan di MI An Anajhiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi
b. Informasi jadwal pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler
c. Informasi pengembangan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler drum band
d. Informasi budaya keseharian peserta didik
e. Informasi responsibilitas peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler drum band
4 Abd. Muhith, dkk., Metodologi Penelitian, (Yogyakarta: Bildung, 2020), 72.
5 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, 320.
Dokumentasi dalam penelitian ini meliputi berbagai hal yang terkait dengan gerakan literasi dan kegiatan di dalamnya. Data yang diperoleh melalui studi dokumentasi ini, sebagai berikut: Struktur kurikulum, jadwal pelaksanaan kegiatan, absen kehadiran siswa, kegiatan ketika latihan berlangsung.
E. Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data model Miles, Hubberman and Saldana. Aktivitas dalam analisis data yaitu data condensation, data display, and conclusion drawing/verification.6 Berikut penjelasannya:
1. Data Condensation
Data condensation refers to the process of selecting, focusing, simplifying, abstracting, and/or transforming the data that appear in the full corpus (body) of written-up field notes, interview transcripts, documents, and other empirical materials.7
Pada tahap ini seluruh data yang telah terkumpul dilakukan proses pemilihan, penyederhanaan, pemfokusan, dan perubahan terhadap data yang muncul sehingga lebih mudah dipahami dan dimengerti juga mudah diklasifikasikan data tersebut. Keseluruhan data yang telah dikumpulkan kemudian dicari, dan dipilih pada langkah kondensasi ini guna menemukan data yang terkait fokus penelitian yakni pengembangan karakter disiplin, nasionalisme, dan percaya diri. Selanjutnya data yang
6 Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, Johnny Saldana, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (London: SAGE, 2014), 12.
7 Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, Johnny Saldana, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook…, 12.
mudah untuk dilakukan analisis selanjutnya.
2. Data Display
Generically, a display is an organized, compressed assembly of information that allows conclusion drawing and action.8
Setelah data terkondensasi, pada tahap ini keseluruhan data-data tersebut disajikan. Data-data terkait pokok bahasan dapat mulai diidentifikasi dan terdekteksi keterkaitannya sehingga memungkinkan ditarik kesimpulan. Sehingga peneliti mengetahui apa yang telah terjadi dan langkah yang selanjutnya perlu dilakukan. Peneliti menyajikan data yang telah diperoleh melalui observasi, wawancara, maupun dokumentasi dalam bentuk uraian kalimat yang tersusun dalam sebuah paragraf.
3. Conclusion drawing/verification
The third stream of analysis activity is conclusion drawing and verification. From the start of data collection, the qualitative analyst interprets what things mean by noting patterns, explanation, causal flows, and propositions. “Final” conclusions may not appear until data collection is over, depending on the size of the corpus of field notes, the coding, storage, and retrieval methods used; the sophistication of the researcher; and any necessary deadlines to be met.9
Pada tahap ini peneliti berusaha mencari makna dari data-data terkait pengembangan karakter yang telah dikondensasi dan disajikan dengan cara membandingkan, mencari pola, tema, hubungan persamaan, mengelompokkan, dan memeriksa hasil yang telah diperoleh dalam
8 Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, Johnny Saldana, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (London: SAGE, 2014), 13.
9 Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, Johnny Saldana, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook…, 13.
karakternya, baik karakter disiplin, nasionalisme maupun percaya diri.
F. Keabsahan Data
Keabsahan data pada penelitian ini diuji dengan menggunakan triangulasi. Dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teknik, serta member check guna mendapatkan data yang benar-benar teruji.
Triangulasi sumber ini dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Triangulasi teknik ini dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.10
Triangulasi sumber dilakukan dengan cara membandingkan hasil wawancara antara kepala madrasah, waka kurikulum, guru/wali kelas, pembina ekstrakurikuler, peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi . Triangulasi teknik dilakukan dengan cara mengecek data dengan membandingkan hasil observasi, wawancara dan studi dokumentasi terkait dengan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan karakter peserta didik di Mi An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi. Member check dilakukan dengan cara mengkonfirmasi data yang dilakukan kepada sejumlah narasumber dalam pengumpulan data untuk kemudian dilakukan recheck ketepatan dan kesesuaiannya terkait dengan penelitian yang dilakukan mengenai pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang terlaksana di madrasah tersebut (check kebenaran pelaksanaan penelitian pada informan).
10 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, 373.
Tahap-tahap pada penelitian ini sebagai berikut:
1. Tahap pra lapangan atau persiapan adalah tahap sebelum berada di lapangan pada tahapan ini dilakukan beberapa kegiatan:
a. Menyusun rencangan penelitian b. Memilih lapangan penelitian c. Mengurus perizinan
d. Menentukan informan
e. Menyiapkan mental diri dan perlengkapan penelitian 2. Tahap pelaksanaan lapangan
a. Memahami latar penelitian b. Memasuki lapangan penelitian c. Mengumpulkan data
d. Menyempurnakan data yang belum lengkap 3. Tahap pasca penelitian
a. Menganalisis data yang diperoleh b. Mengurus perizinan selesai penelitian c. Menyajikan data dalam bentuk laporan d. Merevisi laporan yang telah disempurnakan
PAPARAN DATA DAN ANALISIS A. Paparan Data dan Analisis
1. Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Drum Band untuk Mengembangkan Karakter Disiplin Peserta Didik di Madrasah Ibtidaiyah An-Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi.
Karakter disiplin sangat penting dimiliki oleh peserta didik sehingga seorang pendidik harus mampu menumbuhkan perilaku disiplin dalam diri peserta didik terutama disiplin diri. Untuk dapat menegakkan sikap disiplin, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengubah sikap mental setiap individu. Sikap mental yang memandang disiplin sebagai suatu beban harus diubah menjadi sikap yang menganggap disiplin adalah suatu syarat mutlak yang harus dipenuhi demi tercapainya suatu tujuan yang telah ditetapkan.
Disamping mengubah sikap mental, untuk menegakkan sikap disiplin dalam pelaksanaannya perlu ditempuh melalui keteladanan dari pendidik. Yang kedua, paksaan dalam arti diberikan sanksi yang tegas terhadap peserta didik yang tidak disiplin dengan tidak pandang bulu, siapapun yang melanggar harus dikenakan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Ketiga adalah kesadaran setiap individu, disiplin ini bisa muncul karena adanya pemahaman dan pengertian yang mendalam tentang disiplin itu sendiri. Di samping itu, melalui keteladanan dan paksaan dapat menimbulkan kesadaran dalam berdisiplin.
78
menegakkan karakter disiplin yaitu melalui penanaman nilai karakter disiplin itu sendiri dalam setiap kegiatan peserta didik salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band di MI An- Najahiyyah dalam mengembangkan karakter disipin dapat dilihat pada saat mengikuti kegiatan. Indikator disiplin yang akan dideskripsikan dalam penelitian ini adalah disiplin waktu, disiplin menaati aturan, dan disiplin sikap.
Kegiatan ekstrakurikuler drum band di MI An-Najahiyyah dilaksanakan dua kali dalam satu minggu yaitu pada hari Senin dan Rabu pukul 10.30-12.00 setelah selesai kegiatan pembelajaran di kelas. Sesuai dengan proses perekrutan anggota drum band, peserta didik yang disetujui oleh orang tuanya langsung dijadikan anggota drum band yang beranggotakan peserta didik dari kelas III, IV, dan V.
a. Disiplin Waktu
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada hari tanggal 10 Maret 2021 pukul 12.30 WIB di MI An Najhiyyah bersama bapak Imam Wahyudi selaku pembina ekstrakurikuler drum band memperoleh data kegiatan ekstrakurikuler drum band di MI An- Najahiyyah dilaksanakan setiap hari Senin dan Rabu. Setelah pembelajaran di kelas selesai, peserta didik diberi waktu untuk beristirahat sebentar. Kemudian, tepat pukul 10.30 bel berbunyi tanda
ekstrakurikuler drum band memberikan instruksi kepada anggota satuan drum band berkumpul di halaman sekolah untuk menerima materi tentang PBB (distrip) selama 15 menit. Anggota drum band yang terlambat datang akan mendapat sanksi sosial karena pelatih sudah membiasakan diri serta anggota drum band yang lain untuk disiplin mengenai waktu pelaksanaan. 30 menit sebelum kegiatan dimulai, pelatih sudah siap di lokasi menunggu anggota drum band berkumpul. Tepat pukul 10.30 bel berbunyi, pelatih berdiri tegap di halaman sekolah. Sehingga anggota drum band sudah terbiasa dengan pembiasaan disiplin waktu yang sudah diterapkan oleh pelatih pada awal kegiatan.
Setelah materi PBB (distrip) selesai, anggota drum band diminta masuk kelas untuk menerima materi selama 45 menit. Peserta didik memaksimalkan waktu yang ada untuk mempelajari materi yang disampaikan oleh pelatih saat di dalam kelas. Dalam kegiatan ini setiap peserta didik berkonsentrasi memperhatikan penjelasan dari pelatih karena ketika anggota kurang konsentrasi dan lengah dalam menerima materi yang disampaikan, maka akan mempengaruhi kemampuannya dalam penguasaan materi tersebut. Hal ini akan berdampak pada diri sendiri dan anggota yang lain/tim. Dari sinilah peserta didik harus menggunakan waktu semaksimal mungkin agar bisa memperhatikan dengan seksama penjelasan pelatih karena materi
mengaplikasikan antara materi distrip ke dalam alat musik dan not lagu.
Setelah penyampaian materi selesai, anggota drum band diberi waktu 10 menit untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan latihan.
Setelah 10 menit istirahat, anggota berkumpul kembali di halaman sekolah dengan membawa alat untuk mempraktikkan dengan cara mengaplikasikan antara materi yang sudah disampaikan dengan alat musik, not lagu, serta koreo dalam bentuk distrip di awal latihan.1
Hasil observasi tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan ibu Eka Isnaiyah selaku kepala Madrasah mengenai disiplin waktu yang menyatakan bahwa:
“Selama saya menjadi kepala Madrasah di sini, pembina drumband selalu datang tepat waktu, bahkan 30 menit sebelum kegiatan dimulai beliau sudah berada di madrasah”.2
Hal ini diperkuat dengan pernyataan bapak Son Haji selaku WaKa Kurikulum
“Saya melihat sendiri bagaimana komitmen pelatih drum band di sini sangat tinggi. Beliau selalu datang sebelum latihan dimulai karena selama pandemi ini peserta didik pulang pukul 10.00 WIB. Jadi, para dewan guru masih belum pulang sehingga pada jam tersebut kami melihat pelatih drum band sudah datang.”3
1 Peneliti, Observasi, Banyuwangi 10 Maret 2021
2 Eka Isnaiyah, Wawancara, Banyuwangi 10 Maret 2021
3 Son Haji, Wawancara, Banyuwangi 10 maret 2021
“Saya salut dengan kedisiplinan pelatih kegiatan drum band.
Karena biasanya di dalam kelas mendekati pukul 10.00, peserta didik sering mengingatkan saya agar tidak molor supaya peserta didik dapat memaksimalkan waktu yang ada untuk bersiap-siap mengikuti kegiatan ekstrakurikuler drum band.”4
Selain pernyataan dari guru kelas III, bapak Imam Wahyudi selaku pelatih kegiatan ekstrakurikuler drum band juga menyatakan
“Mengenai disiplin waktu, saya tidak merasa kesulitan karena kegiatan memang dilaksanakan sepulang sekolah, peserta didik tidak pulang ke rumah terlebih dahulu tetapi langsung mengikuti latihan.”5
Berikut ini adalah hasil wawancara dengan Shelly Lailatun Naafila salah satu anggota drum band dari kelas III terkait dengan waktu kehadiran.
“Iya mbak, kan pulang sekolah langsung latihan drum band”.6 Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa informan tentang kegiatan ekstrakurikuler drum band, anggota drum band datang tepat waktu karena kegiatan dilakukan sepulang sekolah. Anggota drum band sudah bersiap sejak pukul 10.15 dan anak-anak yang memegang bendera berlatih sendiri sebelum pelatih datang.
Selain data tersebut, disiplin waktu juga ditunjukkan dengan ketepatan waktu pelaksanaan dengan jadwal kegiatan. Pada pukul
4 Yuni Romila, Wawancara, Banyuwangi 10 Maret 2021
5 Imam Wahyudi, Wawancara, Banyuwangi 10 Maret 2021
6 Shelly Lailatun Naafila, Kelas III, Wawancara, Banyuwangi 10 Maret 2021
jadwal pada pukul 10.45-11.30 pemberian materi dikelas. Pada pukul 12.00 sesuai jadwal, latihan seharusnya selesai tetapi pada pukul 12.10 baru selesai.
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan drum band terdapat nilai disiplin waktu. Nilai disiplin waktu tersebut ditunjukkan oleh pelatih kegaiatan ekstrakurikuler drum band tiba di sekolah sebelum jam latihan dimulai, kemudian anggota drum band sudah siap di kelas dan mulai berlatih sebelum pelatih datang.
Namun, untuk ketepatan waktu pelaksanaan belum sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang ada. Berikut dokumentasi kegiatan distrip di halaman sekolah:
Gambar 4.1
Kegiatan distrip selama 15 menit
Sumber: Dokumentasi di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi7
7 Dokumentasi, Kegiatan Distrip selama 15 menit
Selain disiplin waktu, kegiatan ekstrakurikuler drum band menunjukkan adanya disiplin menaati aturan. Disiplin menaati aturan dapat dilihat melalui pelatih menaati aturan yang berlaku, anggota satuan drum band yang mengikuti seluruh kegiatan ekstrakurikuler dengan baik, anggota satuan drum band mengikuti peraturan yang ada.
Berikut ini hasil wawancara dengan ibu Eka Isaniyah selaku kepala Madrasah MI An-Najahiyyah. Beliau menyatakan bahwa
“Selama saya menjadi kepala Madarasah di sini, peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler drum band selalu antusias.”8
Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari bapak Son Haji selaku WaKa Kurikulum
“Peserta didik mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan baik.”9
Pernyataan di atas didukung oleh pernyataan oleh ibu Yuni Romila selaku guru kelas IV
“Peserta didik selama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler drum band selalu mematuhi peraturan yang ada.”10
Pernyataan di atas sama dengan pernyataan bapak Imam Wahyudi selaku pelatih kegiatan ekstrakurikuler drum band
8 Eka Isnaiyah, Wawancara, Banyuwangi 15 Maret 2021
9 Son Haji, Wawancara, Banyuwangi 15 Maret 2021
10 Wardatul Jannah, Wawancara, Banyuwangi 15 Maret 2021
kegiatan latihan sangat antusias dan mengikuti jalannya latihan dengan baik.”11
Berikut ini adalah hasil wawancara dengan Dinda Najwa Maharani salah satu anggota drum band dari kelas IV terkait dengan menaati aturan
“Kami berusaha untuk selalu patuh pada aturan agar ketertiban selalu terjaga dengan baik.”12
Sedangkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 15 dan 17 Maret 2021 pukul 10.00 bersama bapak Imam Wahyudi di MI An Najahiyyah menunjukkan bahwa peserta didik sudah bersiap sebelum pukul 10.30. Mereka sudah mengambil alat musik sesuai dengan alat yang dipegang masing-masing, peserta didik juga mengembalikan alat ke tempat semula dan menatanya dengan rapi karena setiap alat ada nama-nama dari pemegang/penanggung jawab dari anggota itu sendiri. Hal itu untuk memudahkan antar anggota supaya tidak tertukar sekaligus bertanggungjawab penuh dengan alatnya.13
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwasannya dalam kegiatan ekstrakurikuler drum band terdapat nilai menaati aturan. Nilai disiplin menaati aturan ditunjukkan dengan peserta didik sudah bersiap sebelum kegiatan dimulai, peserta didik
11 Imam Wahyudi, Wawancara, Banyuwangi 15 Maret 2021
12 Dinda Najwa Maharani Kelas IV, Wawancara, 15 Maret 2021
13 Peneliti, Observasi, Banyuwangi 17 Maret 2021
dipegang masing-masing. Peserta didik mengembalikan alat ke tempat semula dan menatanya dengan rapi. Berikut dokumentasi ketika anggota satuan berlatih.
Gambar 4.2 Latihan rutin
Sumber: Dokumentasi di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi14 c. Disiplin Sikap
Disiplin sikap meliputi anggota drum band memperhatikan dan mempraktikkan materi yang diajarkan pelatih dengan baik, anggota tidak bergurau saat latihan, pelatih ekstrakurikuler drum band menegur anggota yang melanggar peraturan sekaligus memberikan sanksi pada anggota yang melanggar peraturan.
14 Dokumentasi, Kegiatan Latihan Rutin
kepala Madrasah mengenai peserta didik memperhatikan dan mempraktikkan materi yang diajarkan pelatih dengan baik.
“Menurut saya peserta didik di MI An-Najahiyyah ini sudah baik, karena mudah diatur dan memiliki daya tangkap yang tinggi.”15
Pernyataan tersebut diperkuat oleh bapak Son Haji selaku WaKa Kurikulum, beliau menyatakan
“Peserta didik selalu memperhatikan dan mempraktikkan setiap materi yang diajarkan oleh pelatih.”16
Hal ini selaras dengan yang disampaikan oleh bapak Abdul Aziz selaku guru kelas V. Beliau menyatakan bahwa
“Ya namanya juga anak-anak, pastinya ada yang melanggar peraturan misalnya bergurau, berbicara saat pelatih menerangkan, tapi masih dalam batas wajar dan itupun setiap latihan ada yang melanggar.”17
Pernyataan tersebut diperkuat oleh bapak Imam Wahyudi pelatih kegiatan ekstrakurikuler drum band yang mengatakan
“Anggota satuan drum band pada saat kegiatan berlangsung masih ada beberapa anak yang bergurau meskipun tidak sering.”
15 Eka Isnaiyah, Wawancara, Banyuwangi 22 Maret 2021
16 Son Haji, Wawancara, Banyuwangi 22 Maret 2021
17 Abdul Aziz, Wawancara, Banyuwangi 22 Maret 2021
salah satu anggota satuan dari kelas V tentang pelatih kegiatan ekstrakurikuler dalam menegur siswa yang melanggar peraturan
“Kalau anggota kelas bawah, mereka cukup dinasehati saja tapi kalau kelas atas biasanya ditegur.”18
Sedangkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 22 dan 24 Maret 2021 pukul 10.00 bersama bapak Imam Wahyudi di MI An Najahiyyah menunjukkan bahwa peserta didik sudah menaati aturan selama latihan berlangsung. Tetapi masih ditemukan beberapa anggota satuan yang bergurau dan bermain sendiri ketika pelatih memberikan materi. Biasanya ketika ada anggota satuan yang bergurau, pelatih menegur dengan baik.19
Berdasarkan hasil pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa, dalam kegiatan ekstrakurikuler drum band terdapat nilai-nilai disiplin sikap. Indikator nilai-nilai itu dapat ditunjukkan dengan memperhatikan dan mempraktekkan materi yang disampaikan pelatih.
Sebagian anggota satuan drum-band tidak bergurau pada saat latihan.
Pelatih kegiatan drum-band akan menegur siswa dengan nada tinggi bagi yang melanggar peraturan sekaligus memberikan sanksi berupa menyuruh anggota berlatih sendiri dengan di lihat teman-temannya.
Berikut dokumentasi ketika peserta didik. Berikut hasil dokumentasi ketika peserta didik berlatih.
18 Martha Novitasari Kelas V, Wawancara, Banyuwangi 22 Maret 2021
19 Peneliti, Observasi, Banyuwangi 24 Maret 2021
Sikap Peserta Didik Ketika Latihan
Sumber: Dokumentasi di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi20 2. Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Drum Band untuk
Mengembangkan Karakter Nasionalisme Peserta Didik di Madrasah Ibtidaiyah An-Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi.
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band di MI An- Najahiyyah dalam mengembangkan karakter nasionalisme juga dapat dilihat pada saat mengikuti kegiatan itu sendiri. Indikator nasionalisme meliputi rela berkorban, cinta tanah air, tanggung jawab,
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band di MI An- Najahiyyah dengan peserta didik mendengarkan dan menghanyati salah satu lagu yang dijadikan sebagai materi latihan, dalam drum band di MI An-Najahiyyah diajarkan berbagai lagu salah satunya lagu wajib dan mengenalkan lagu daerah khususnya lagu daerah Banyuwangi untuk mengembangkan karakter nasionalisme kepada jiwa peserta didik,
20 Dokumentasi, Sikap Peserta Didik Ketika Latihan
not-not angka pada lagu yang dijadikan materi latihan ke dalam alat musik yang dipergunakan masing-masing peserta didik.
a. Rela Berkorban
Rela berkorban yang dimaksud disini adalah ikhlas membantu teman yang membutuhkan tanpa pamrih, saling gotong royong dalam kelompok.
Ibu Eka Isnaiyah selaku kepala Madrasah MI An-Najahiyyah menyatakan bahwa
“Untuk mengembangkan karakter nasionalisme pada peserta didik, saya menghimbau pada pelatih bahwasannya setiap pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band harus mengintegrasikan nilai-nilai rela berkorban seperti mendahulukan kepentingan kelompok daripada kepentingan pribadi.”21
Bapak Son Haji selaku WaKa Kurikulum juga menyampaikan
“Alhamdulillah, kegiatan ekstrakurikuler drum band di MI An- Najahiyyah sudah mengintegrasikan sikap nasionalisme berupa nilai rela berkorban seperti meminjamkan alatnya ke teman lain.”22
Selain itu, ibu Wardatul Jannah selaku guru kelas III menyatakan
“Ya namanya anak kecil, tetap harus diingatkan dan dibimbing secara terus menerus dalam setiap pembelajaran mengenai nilai
21 Eka Isnaiyah, Wawancara, Banyuwangi 26 Juli 2021
22 Son Haji, Wawancara, Banyuwangi 26 Juli 2021