TESIS
Oleh:
IIN NUROHMAH NIM. 0849419008
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER PASCASARJANA
2022
TESIS
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Magister Pendidikan (M. Pd)
Oleh:
IIN NUROHMAH NIM. 0849419008
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER PASCASARJANA
2022
iv
An-Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi. Proposal Tesis.
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Pascasarjana Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq Jember.
Pembimbing I: Prof. Dr. Dra. Hj. Titiek Rohanah Hidayati, M. Pd, Pembimbing II: Dr. Hj. St. Rodliyah, M. Pd
Kata Kunci: Kegiatan Ekstrakurikuler Drum Band, Karakter Peserta Didik
MI An-Najahiyyah merupakan Madrasah yang melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler yaitu ekstrakurikuler drum-band. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya piagam penghargaan yang dapat diraih oleh Madrasah tersebut. Alasan peneliti memilih MI An-Najahiyyah adalah ekstrakurikuler drum band yang diajarkan mengangkat etnik Banyuwangi dan menjadi juara umum tingkat kabupaten Banyuwangi.
Fokus penelitian ini adalah (1) Bagaimana pelaksanaan ekstrakurikuler drumband untuk mengembangkan karakter disiplin pada peserta didik di MI An- Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi. (2) Bagaimana pelaksanaan ekstrakurikuler drumband untuk mengembangkan karakter nasionalisme pada peserta didik di MI An-Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi (3) Bagaimana pelaksanaan ekstrakurikuler drumband untuk mengembangkan karakter percaya diri pada peserta didik di MI An-Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan pelaksanaan ekstrakurikuler drumband untuk mengembangkan karakter disiplin peserta didik di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi. (2) Mendeskripsikan pelaksanaan ekstrakurikuler drumband untuk mengembangkan karakter nasionalisme peserta didik di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi. (3) Mendeskripsikan pelaksanaan ekstrakurikuler drumband untuk mengembangkan karakter percaya diri peserta didik di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus.
Penentuan subyek penelitian dengan teknik purposive. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif (Miles, Hubberman, & Saldana) yaitu data condensation, data display, conclusion drawing/verification. Uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan member check.
Hasil penelitian: (1) Pelaksanaan ekstrakurikuler drum band untuk mengembangkan karakter disiplin ditunjukkan datang sebelum latihan dimulai, mengembalikan, menata alat, tidak bergurau saat latihan. (2) Pelaksanaan ekstrakurikuler drum band untuk mengembangkan karakter nasionalisme ditunjukkan dengan kolaborasi lagu nasional dengan lagu Banyuwangi. (3)
v
Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi. Thesis Proposal.
Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education Study Program.
Postgraduate State Islamic University of KH Achmad Siddiq Jember. Advisor I: Prof. Dr. Hj. Titiek Rohanah Hidayati, M. Pd, Advisor II: Dr. Hj. St. Rodliyah, M. Pd.
Keywords: Drum Band Extracurricular Activity, Students’ Character.
Madrasah Ibtidaiyah (MI) An-Najahiyyah is one of the school that carry out drum-band extracurricular. In addition, the extracurricular activity is progressing rapidly even though the location of MI An-Najahiyyah in Islamic boarding school. It can be proven by the many award certificates which is able to be achieved by Madrasah. The researcher chose MI An-Najahiyyah because the drum band extracurricular activity which was taught by them was lifting the Banyuwangi ethnicity and had been the overall champion at the Banyuwangi district level.
The foci of this study were (1) How to implement the drumband extracurricular activitiy to develop the discipline character in students at MI An- Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi? (2) How to implement the drumband extracurricular activity to develop the nationalism character in students at MI An- Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi? (3) How to implement the drumband extracurricular activity to develop self-confidence in students at MI An- Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi?
This study used descriptive qualitative approach with a case study type. In collecting the data, it used observation, interview, and documentation techniques.
In analysing the data, it used interactive data analysis by Milles, Huberman and Saldana which includes: data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The subjects of this study used purposive sampling, namely the Head of Madrasah, Deputy Head of Curriculum, Extracurricular Counselors, Class III, IV, and V teachers and students in class III, IV, V.
The results of this study showed: (1) The implementation of drum band extracurricular activity to develop the discipline character of the students at MI An Najahiyyah was shown to come before the practice started, return the tools and arrange them neatly, not joking during practice. (2) The implementation of drum band extracurricular activitiy to develop the nationalism character at MI An Najahiyyah was shown by the collaboration of the national song with the folk song of Banyuwangi. (3) The Implementation of drum band extracurricular activitiy to develop self-confidence in students at MI An Najahiyyah was shown by their indication of courage in presenting, expressing and appreciating musical instruments into a song.
vi
حصسذًهن اُهعنا خاصاسذنا جياَشت
ًنا ىُهعرن حُئاذرتلإا حنوذنا حعياج ٍف ًٍُهع
حُيلاصلإا جح ٌءاُك
.سىركذنا .أ :لولأا ساشرضًنا .شثًج كَذص ذًحأ
.عساش .حَشجه .د :ٍَاثنا ساشرضًنا ، .د.و ، ٍذاَاذه اَاهوس كُرُذ .حَشجه حُضس
بلاطنا حُصخش ، حُجهُيلانا مثطنا حلشف حطشَأ :حُحارفًنا خاًهكنا حصسذي
حُحجُنا حَءاذرتلاا ، حُجهُيلانا حطشَلأا زفُذ ٍرنا سساذًنا ٍي جذحاو ٍه
قاطَ ًٍض عمذ حاجُنا حعياج ٌأ ٍي ىغشنا ًهع .حُجهُيلانا مثطنا حلشف ٍهو ذهعي
لاإ ،
جزئاجنا خاداهش ٍي ذَذعنا للاخ ٍي كنر خاثثإ ٍكًَ .حعشضت وذمرذ حُجهُيلانا حطشَلأا ٌأ
ًنا اهممحذ ٌأ ٍكًَ ٍرنا ثحاثنا ساُرخا ةثص ٌاك .حصسذ
حُحجُنا حَءاذرتلااحصسذي ٌأ ىه
حُلشع شُثذ سسذذ ٍرنا حهثطنا حلشفن حُجهُيلانا حطشَلأا
ٍعاىَات ًهع واعنا مطثنا دَاكو
حعطامي يىرضي
ٍعاىَات .
( ًهع ثحثنا ازه زكشَ
1 شَىطرن حُجهُيلاناو حهثطنا حطشَأ زُفُذ حُفُك )
طنا يذن حطثضًُنا حُصخشنا
ٍف بلا حُحجُنا حَءاذرتلااحصسذي
( 2 حطشَلأا زُفُذ حُفُك )
ٍف بلاطنا يذن حُيىمنا حُصخش شَىطرن حهثط مكش ًهع حُجهُيلانا حَءاذرتلااحصسذي
حُحجُنا (3 (
حطشَأ زُفُذ حُفُك مثطنا حلشف
ٍف بلاطنا يذن شفُنات حمثنا حًُُرن حُجهُيلانا
حُحجُنا حَءاذرتلااحصسذي .
هذه فادهأ ( :ةساردلا
فصو ) ١ حُصخشنا شَىطرن حُجهُيلاناو حهثطنا حطشَأ زُفُذ
ٍف بلاطنا يذن حطثضًُنا حُحجُنا حَءاذرتلااحصسذي
( 2 فصو ) حُجهُيلانا حطشَلأا زُفُذ
ٍف بلاطنا يذن حُيىمنا حُصخش شَىطرن حهثط مكش ًهع حُحجُنا حَءاذرتلااحصسذي
( (3
فصو حطشَأ زُفُذ مثطنا حلشف
ٍف بلاطنا يذن شفُنات حمثنا حًُُرن حُجهُيلانا
حُحجُنا حَءاذرتلااحصسذي .ةفداه ةينقتب ثحبلا تاعوضوم ديدتح .ةلالحا ةسارد عون ، يعونلا جهنلما ثحبلا اذه مدختسي
ليلتح جذونم تانايبلا ليلتح مدختسا .قيثوتلا تاساردو تلاباقلماو ةظحلالما للاخ نم تانايبلا عجم تاينقت ت برتخا .ققحتلا / جاتنتسلاا مسر ، تانايبلا ضرع ، تانايبلا فيثكت وهو )انادلاسو ، نامربوه ، زليام( يلعاف
.ءاضعلأا صحفو ثيلثتلا ةينقتو ردصلما ثيلثت مادختساب ةساردلا هذه في تانايبلا قدص ( :ٍهَ اي جئارُنا خشهظأ 1
شَىطرن حهثطنا حلشفن حُجهُيلانا حطشَلأا زُفُذ ىذ ) حُصخشنا
ذهعي ٍف حُطاثضَلاا حُحجُنا حَءاذرتلااحصسذي
اهثُذشذو خاودلأا جداعإو ، حصساًًنا ءذت مثل
( .ةَسذرنا ءاُثأ حازًنا شُنو ، حلذت 2
لىثطنا حلشفن حُجهُيلانا حطشَلأا زُفُذ ضشع ىرَ )
غأ عي حُُطىنا حُُغلأا ٌواعذ للاخ ٍي ٍُطىنا حاجُنا ذهعي ٍف حُيىمنا حُصخش شَىطرن حُُ
( .حُثعشنا ٍجَاوىَُات 3
ٍف حمثاو حُصخش حًُُرن لىثطنا حلشفن حُجهُيلانا حطشَلأا زُفُذ )
اهُع شُثعرناو حُمُصىًنا خلاِا ىَذمذ ٍف ىهرعاجش ًنإ جساشلإا عي ٍُطىنا حاجُنا ذهعي
.حُُغأ ٍف اهشَذمذو
vii
Alhamdulillah puji syukur bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia – Nya sehingga perencanaan, pelaksanaan, dan penyusunan tesis ini dapat terselesaikan dengan lancar. Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW, semoga kita mendapatkan syafa’atnya di hari kiamat kelak. Amin.
Kami menghaturkan rasa terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan tesis serta semua pihak yang senantiasa memberikan bimbingan dan nasihat, yakni kepada:
1. Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE, MM., selaku Rektor UIN KHAS Jember telah memberikan kesempatan penulis untuk belajar dan menimba ilmu pada program studi Program Stara Dua Pendidikan.
2. Prof. Dr. Moh. Dahlan, M. Ag selaku Direktur Program Pascasarjana UIN KHAS Jember.
3. Dr. H. Abd. Muhith, S. Ag, M. Pd. I selaku ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dan jajarannya atas segala kebijaksanaannya untuk memudahkan urusan administrasi sampai perkuliahan selesai.
4. Prof. Dr. Dra. Hj. Titiek Rohanah Hidayati M. Pd., selaku dosen pembimbing 1 tesis yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan petunjuk-petunjuknya kepada penulis, sehingga tesis ini dapat diselesaikan dengan baik.
viii
6. Eka Isnaiyah, S.Pd.I, selaku Kepala Madrasah Ibtidaiyah An-Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama pelaksanakan penelitian di lembaga tersebut.
7. Segenap Dosen Pascasarjana UIN KHAS Jember, terkhusus kepada dosen- dosen yang pernah mengampu mata kuliah di kelas Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah angkatan tahun 2019/2020. Terima kasih atas curahan ilmu pengetahuan, motivasi, inspirasi sehingga penulis memiliki cara pandang baru yang sebelumnya belum penulis dapatkan.
8. Suamiku M. Lukman Hakim dan segenap anggota keluarga tercinta, terima kasih atas do’a, kesabaran, dan curahan dukungannya.
9. Teman-teman pascasarjana PGMI 2019, khususnya Naily Wahidatul Muniroh yang selalu memberikan support dan semangat dalam menyelesaikan tesis ini.
Demikianlah yang dapat penulis sampaikan dalam karya yang sederhana ini, semoga dapat bermanfaat khususnya bagi penulis umumnya bagi dunia pendidikan. Amin
Jember, Januari 2022
Penulis
ix
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
ABSTRAK ... iv
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR TABEL ... xi
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Konteks Penelitian ... 1
B. Fokus Penelitian ... 9
C. Tujuan Penelitian ... 9
D. Manfaat Penelitian ... 10
E. Definisi Istilah ... ... .11
F. Sistematika Penulisan ...12
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... ... ...14
A. Penelitian Terdahulu ... 14
B. Kajian Teori... 39
1. Kurikulum ...39
2. Ekstrakurikuler ... 46
3. Karakter Peserta Didik ... 53
x
BAB III METODE PENELITIAN ... 70
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 70
B. Lokasi Penelitian ... 71
C. Subjek Penelitian ... 71
D. Teknik Pengumpulan Data ... 72
E. Analisis Data ... 74
F. Keabsahan Data ... 76
G. Tahapan-Tahapan Penelitian ... 77
BAB IV PAPARAN DATA DAN ANALISIS ... 78
A. Paparan data dan Analisis ... 78
B. Temuan Penelitian ... 106
BAB V PEMBAHASAN ... 113
A. Kesimpulan ... B. Saran ... LAMPIRAN-LAMPIRAN 131 131 132 BAB VI PENUTUP ... DAFTAR PUSTAKA... 136
xi
xii Gambar 4.3 Sikap peserta didik ketika latihan Gambar 4.4 Membantu teman mengangkat alat
Gambar 4.5 Memadukan lagu nasional dengan tarian daerah Gambar 4.6 Latihan dengan sungguh-sungguh
Gambar 4.7 Berlatih secara mandiri
Gambar 4.8 Peserta didik konsentrasi ketika latihan Gambar 4.9 Anggota satuan memperhatikan intruksi
xiii Lampiran 03 Surat Selesai Penelitian Lampiran 04 Jurnal Kegiatan Penelitian Lampiran 05 Pedoman Observasi Lampiran 06 Pedoman Wawancara
Lampiran 07 Hasil Wawancara dengan Kepala Madrasah Lampiran 08 Hasil Wawancara dengan WaKa Kurikulum Lampiran 09 Hasil Wawancara dengan Guru Kelas 3, 4 dan 5 Lampiran 10 Hasil Wawancara dengan Pembina Ekstrakurikuler
Lampiran 11 Hasil Wawancara dengan Peserta Didik/Anggota Satuan Drum Band
Lampiran 12 Daftar Hadir Kegiatan Ekstrakurikuler Drum Band Lampiran 13 Dokumentasi Kegiatan
Lampiran 14 Biodata Penulis
PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian
Salah satu pendekatan dalam Penguatan Pendidikan Karakter secara konseptual adalah pendidikan karakter berbasis budaya sekolah yang mana jenis pendekatan ini merupakan pembentukan karakter yang dilakukan melalui berbagai macam kegiatan yang melibatkan seluruh anggota komunitas sekolah, namun masih terbatas sebagai kegiatan sekolah di lingkungan sekolah, di antaranya mengembangkan dan memberi ruang yang luas pada segenap potensi peserta didik melalui kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler.1
Kurikulum 2013 memberikan perhatian yang besar terhadap kegiatan ekstrakurikuler, bahkan diposisikan sebagai perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan program kurikuler yang alokasi waktunya tidak ditetapkan dalam kurikulum, yang perlu disusun dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan/kalender pendidikan. Kegiatan ekstrakurikuler membantu kebutuhan perkembangan peserta didik yang berbeda, seperti perbedaan nilai moral dan sikap, serta kemampuan dan kreatifitasnya. Melalui partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler peserta didik dapat belajar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerjasama serta mengembangkan potensinya.
1 Mutudidik.wordpress.com diakses tanggal 09 Maret 2021
Permendikbud Tahun 2018 No 20 Pasal 1 ayat 7 yang berbunyi,
“Ekstrakurikuler adalah kegiatan pengembangan karakter dalam rangka perluasan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian peserta didik secara optimal”.2 Ekstrakurikuler juga merupakan kegiatan belajar yang dilakukan di luar jam pelajaran tatap muka, dilaksanakan di sekolah atau di luar sekolah untuk memperluas wawasan atau kemampuan yang telah dipelajari dari berbagai mata pelajaran.3
Drum band merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler untuk menyalurkan bakat, minat juga sebagai sarana untuk mengembangkan karakter pada peserta didik demi terwujudnya tujuan Pendidikan Nasional yang salah satunya untuk melahirkan pribadi yang berahklak mulia. Kegiatan ekstrakurikuler drum band itu sangat penting untuk diberikan kepada peserta didik karena di dalam kegiatan tersebut terdapat banyak nilai-nilai karakter yang dapat dikembangkan khususnya karakter disiplin, nasionalisme dan percaya diri. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik juga dapat mengenal dan senang dengan lagu-lagu daerah melihat fenomena sekarang, banyak anak- anak yang tidak mengenal lagu dari daerahnya sendiri karena tereliminasi dan lebih bangga dengan lagu-lagu yang tidak mendidik.
Ekstrakurikuler drum band merupakan salah satu kegiatan yang di dalamnya terdapat unsur keindahan melalui lagu yang bertujuan untuk melestarikan kebudayaan yang ada. Seni musik dikatakan pendidikan karena
2 https://jdih.kemdikbud.go.id/arsip/Permendikbud_Tahun2018_Nomor20.pdf di Akses tanggal 28 Nopember 2020
3 B. Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, (Jakarta: Rineka Cipta, 1997), 271
memperoleh pengalaman dan menyalurkan bakat yang dimiliki. Selain dapat didengarkan, dinikmati, dan dipentaskan, kegiatan ekstrakurikuler drum band juga memiliki pengaruh positif bagi peserta didik yakni melatih kedisiplinan.
Kedisiplinan diperlukan karena memainkan musik drum band dengan teratur dan disiplin akan tercipta suatu permainan drum band yang menarik.
Permainan drum band menuntut untuk saling bekerja sama dalam tim agar terciptanya suatu pertunjukkan yang mengagumkan baik ketukan, irama bahkan temponya. Oleh karena itu kegiatan ekstrakurikuler drum band merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kerjasama dan kedisiplinan.
Berdasarkan ulasan tersebut, maka ekstrakurikuler drum band sangat penting untuk diajarkan kepada peserta didik karena dalam setiap kegiatannya mengajarkan nilai-nilai karakter yang nantinya dapat diamati dan dilihat dalam kebiasaan perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan hasil pengamatan pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di MI An Najahiyyah, peserta didik sudah menunjukkan karakter disiplin seperti datang tepat waktu, mengerjakan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengikuti kegiatan yang ada di madrasah dengan baik, berdoa sebelum dan sesudah selesai latihan. Akan tetapi setelah diamati secara mendalam, masih ditemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik seperti kurang menjaga kebersihan, tidak tertib pada saat mengambil maupun mengembalikan alat dan juga masih ada yang bergurau pada saat latihan berlangsung.
indikator seperti antusias dalam mengikuti kegiatan, membantu teman yang membutuhkan, membiasakan menggunakan bahasa nasional dengan baik dan benar. Akan tetapi setelah diamati, masih ditemukan peserta didik yang melakukan pelanggaran seperti masih menggunakan bahasa daerah pada saat kegiatan padahal di MI An-Najahiyyah ada peraturan bahwa pada saat kegiatan di madrasah wajib berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, selain itu ada beberapa peserta didik yang enggan untuk membantu atau sekedar memberi bantuan terhadap teman yang mengalami musibah entah itu sakit atau dalam kesusahan.
Sedangkan untuk karakter percaya diri, peserta didik sudah menunjukkan sikap berani tampil di depan seperti mempraktikkan alat musik sesuai dengan materi yang dikuasainya, peserta didik juga mampu menjiwai sebuah lagu sehingga pesan dari sebuah lagu dapat tersampaikan, selain itu peserta didik juga menghargai teman yang mempresentasikan di depan dengan memperhatikan temannya yang ada didepan. Akan tetapi masih ada beberapa peserta didik yang malu untuk mempraktekkan materi terutama materi yang baru disampaikan oleh pelatih, selain itu ada beberapa peserta didik yang kurang mampu untuk menjiwai sebuah lagu sehingga membawa dampak penyampaikan pesan dari sebuah lagu kurang maksimal ketika dikolaborasikan dengan sebuah alat dan ada juga peserta didik yang masih bergurau atau berbicara pada saat temannya mempresentasikan materi. 4 Hal
4 Observasi Pendahuluan, Banyuwangi, 10 Agustus 2020
sendiri melainkan adanya peraturan dan punishmen apabila melanggar peraturan tersebut.
Berdasarkan uraian tersebut maka masih dibutuhkan pengembangan nilai-nilai karakter khususnya karakter disiplin, nasionalisme dan percaya diri pada peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler drum band. Upaya lembaga melahirkan pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki peran yang penting dalam membangun karakter peserta didik sehingga dapat menumbuhkan sikap religius, nasionalisme, mandiri, gotong royong dan integritas.
Dasar hukum mengenai kegiatan ekstrakurikuler ini terdapat dalam Permendikbud Tahun 2018 No 20 Pasal 1 ayat 7 yang berbunyi,
“Ekstrakurikuler adalah kegiatan pengembangan karakter dalam rangka perluasan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian peserta didik secara optimal”.5 Ekstrakurikuler juga merupakan kegiatan belajar yang dilakukan di luar jam pelajaran tatap muka, dilaksanakan di sekolah atau di luar sekolah untuk memperluas wawasan atau kemampuan yang telah dipelajari dari berbagai mata pelajaran.6
Penelitian di Harvard University Amerika Serikat menyebutkan bahwa, ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh pengetahuan ( hard skill) saja, tetapi lebih kepada kemampuan mereka mengelola diri dan
5 https://jdih.kemdikbud.go.id/arsip/Permendikbud_Tahun2018_Nomor20.pdf di Akses tanggal 28 Nopember 2020
6 B. Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, (Jakarta: Rineka Cipta, 1997), 271
hanya ditentukan 20% oleh hard skill dan 80% ditentukan oleh soft skill.
Bahkan orang-orang hebat dan sukses di dunia bisa berhasil karena didukung oleh kemampuan soft skill daripada hard skill. Hal ini mengisyaratkan bahwa pendidikan karakter sangat penting untuk diberikan kepada peserta didik terutama pada jenjang sekolah dasar, dimana pada fase ini merupakan fase untuk penanaman konsep dan membentuk karakter anak.
Karakter didefinisikan sebagai tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Karakter juga diartikan sikap pribadi yang stabil hasil proses konsilidasi secara progresif dan dinamis, integrasi pernyataan dan tindakan.8 Jadi karakter dapat diartikan watak atau sikap yang mempengaruhi perilaku, tabiat, budi pekerti seseorang.
Pentingnya sekolah mengembangkan pendidikan karakter termuat dalam UUD Tahun 1945 pasal 31 ayat (3) yang berbunyi "Pemerintah mengusahakan dan menyelesaikan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa." 9
Hal ini ditegaskan lagi dalam UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3 yaitu “Pendidikan nasional berfungsi
7 Masnur Muslich, Pendidikan Karakter MenjawabTantangan Krisis Multidemensial, (Jakarta:
Bumi Aksara, 2011) 84
8 Yahya Khan, Pendidikan Karakter Berbasis Potensi Diri, ( Yogyakarta: Pelangi Publising, 2010) 1
9 https://id.scribd.com/doc/76703345/UUD-1945-Pasal-31-ayat-3 diakses tanggal 25 nopember 2020
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”.10 Dalam agama islam, pendidikan karakter memiliki kesamaan dengan pendidikan akhlak. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 21 yang berbunyi:
َ هّاللَّ اوُج ۡر يَ نا كَ ۡه مِّلٌَة ن س حٌَة و ۡسُاَِ هّاللَّ ِل ۡوُس رَ ۡىِفَ ۡمُك لَ نا كَ ۡد ق َ ل
َه ۡلاَ م ۡو يۡلا و
َ رِخِر
َ ر ۡيِث كَ هّاللّ ر ك ذ و
Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”11
Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa sosok Rosulullah merupakan barometer kehidupan dan suri tauladan bagi manusia sebagai pembawa pesan Allah SWT, Nabi Muhammad sukses menghidupkan pesan tersebut dan bagi orang sekitarnya. Sifat, sikap, dan nilai-nilai yang dibawa beliau meskipun tidak seluruhnya merupakan representasi dari ajaran-ajaran Al Qur’an.
Landasan utama tentang pendidikan karakter terdapat dalam Permendikbud No. 20 tahun 2018 tentang penguatan pendidikan karakter pada satuan pendidikan formal, yang dinyatakan bahwa:
“Penguatan pendidikan karakter (PPK) adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM)”.
10 http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/UU20-2003Sisdiknas.pdf di Akses tanggal 28 Nopember 2020
11 Kementerian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya (Semarang: PT. Tanjung Mas Inti, 2018), 318
Permendikbud No. 20 tahun 2018 Pasal 2 dinyatakan bahwa:
“PPK dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai pancasila dalam pendidikan karakter terutam meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, pekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan bertanggung jawab”.
Selaras dengan program dan tujuan Pendidikan Nasional, MI An- Najahiyyah juga sudah menerapkan kegiatan ekstrakurikuler Drum band.
Keunikan yang ada dalam kegiatan ekstrakurikuler drum band di lembaga ini yaitu mengangkat etnik khas Banyuwangi yang tergabung dalam Madrasah Drum Band Comunity (MDC) yaitu gabungan dari beberapa madrasah yang ada di Kabupaten Banyuwangi yang bertujuan untuk mengembangkan budaya asli daerah Banyuwangi, sehingga secara tidak langsung peserta didik lebih mengenal budaya khas Banyuwangi
MI An-Najahiyyah juga dikenal dengan keaktifan wali murid yang terbentuk dalam Paguyuban Wali Murid, hal ini terlihat dari partisipasi walimurid guna mendukung program KBM dan kegiatan lainnya, seperti swadaya membeli kostum drum band, menyediakan pengeras suara guna mendukung kegiatan, menggalang dana untuk kemajuan kegiatan ekstrakurikuler, sehingga dapat meningkatkan prestasi akademik dan non- akademik peserta didik. Partisipasi dari Paguyupan Wali Murid inilah yang
1
di MI An-Najahiyyah.12
Berdasarkan pemaparan diatas, maka judul yang diambil dalam penelitian ini adalah Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Drum band Untuk Mengembangkan Karakter Peserta Didik di Madrasah Ibtidaiyah An- Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi. Dengan fokus penelitian pada pelaksanaan kegiatan eksrakulikuler drum band untuk mengembangkan karakter disiplin, nasionalisme, dan percaya pada peserta didik.
B. Fokus Penelitian
1. Bagaimana pelaksanaan kegiatan ekstrakrikuler drum band untuk mengembangkan karakter disiplin pada peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah An-Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi?
2. Bagaimana pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band untuk mengembangkan karakter nasionalisme pada peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah An-Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi?
3. Bagaimana pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band untuk mengembangkan karakter percaya diri peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah An-Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi?
C. Tujuan penelitian
1. Mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan ekstrakrikuler drum band untuk mengembangkan karakter disiplin pada peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah An-Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi.
12 Eka Isnaiyah, Observasi Pendahuluan, 10 Agustus 2020
mengembangkan karakter nasionalisme pada peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah An-Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi.
3. Mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band untuk mengembangkan karakter percaya diri peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah An-Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi.
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik secara teoritis maupun praktis. Manfaat teoritis dan praktis dalam penelitian ini antara lain:
1. Manfaat Teoritis
Secara teoritis Penelitian ini adalah untuk menambah khazanah keilmuan yang berkaitan tentang kegiatan ekstrakurikuler khususnya bagi pendidik di tingkat Sekolah Dasar, untuk mengembangkan karakter peserta didik dalam menghadapi kompetisi kemajuan teknologi era milenial.
2. Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:
a. Bagi peneliti, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan kajian keilmuan dalam pengembangan kegiatan ekstrakurikuler.
b. Bagi MI An-Najahiyyah, sumbangan wawasan untuk lebih memperhatikan proses kegiatan ekstrakurikuler.
informasi tentang kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di MI An-Najahiyyah.
E. Definisi istilah
1. Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Drum Band
Merupakan permainan musik bersama dengan menggunakan beberapa instrumen utama berupa alat perkusi “drum” dengan melibatkan instrumen musik melodi atau “band” sehingga memunculkan kesesuaian not lagu dan alat musik yang dikemas dalam kegiatan yang menarik dan menyenangkan.
2. Pengembangan Karakter Peserta Didik
Pengembangan karakter peserta didik adalah suatu upaya untuk meningkatkan pembentukan kepribadian disiplin, nasionalisme dan percaya diri peseta didik yang lebih baik secara terus menerus. Terutama kepribadian yang berubah-ubah menjadi kepribadian yang permanen dalam arti yang baik.
Dengan demikian definisi istilah yang dimaksud dalam judul
“Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Drum Band untuk Mengembangkan Karakter Peserta Didik di Madrasah Ibtidaiyah An-Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi” adalah suatu proses penerapan dan tindakan yang dilakukan diluar kelas sebagai salah satu upaya untuk mengekplorasi bakat minat dan mengembangkan kepribadian disiplin, nasionalisme dan percaya
menarik dan menyenangkan.
F. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan berisi tentang deskripsi alur pembahasan tesis yang dimulai dari bab pendahuluan hingga pada bab penutup. Format penulisan sistematika pembahasan adalah dalam bentuk deskriptif.
Topik-topik yang hendak dibahas disampaikan secara garis besar sehingga nampak alur penelitian yang akan dilakukan dari awal sampai akhir.13 Adapun sistematika pembahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Bab satu Pendahuluan. Bab ini berisi tentang kontek penelitian, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi istilah, dan sitematika penulisan.
Bab dua Kajian Pustaka. Bab ini berisi tentang penelitian terdahulu, kajian teori dan kerangka konseptual.
Bab tiga Metode Penelitian. Bab ini berisi tentang pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, kehadiran penelitian, subjek penelitian, sumber data dan teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data, dan tahapan-tahapan penelitian.
Bab empat Paparan Data dan Analisis Data. Bab ini berisi tentang paparan data dan analisis data, serta temuan penelitian.
13 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Jember: IAIN Jember, 2018, 42.
keterkaitan antara pola-pola, kategori-kategori dan dimensi-dimensi, posisi temuan/teori terhadap temuan-temuan sebelumnya, serta penafsiran dan penjelasan dari temuan/teori yang diungkap dari lapangan (grounded theory).
Bab enam Penutup. Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran.
KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu
1. Machsusoh, 2016 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tesis dengan judul
“Pendidikan Nilai Karakter Siswa Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler di MI Sunan Pandan Aran (MISPA) Candil, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman Yogyakarta”
Hasil penelitian: (1) Pendidikan karakter di MI Sunan Pandan Aran menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter bukan hanya dalam konsep tapi perlu diterapkan dalam bentuk kongkrit seperti kegiatan ekstrakurikuler. 2) Nilai-nilai karakter yang ditunjukkan meliputi disiplin, percaya diri, religius, tanggung jawab dan sportivitas 3) Penerapan pendidikan nilai karakter terimplementasikan ke dalam program rutinitas dan insidental yang menjadi program sekolah bagi peserta didik.1
Persamaan penelitian mengkaji tentang karakter siswa dan kegiatan ekstrakurikuler, dilaksanakan di jenjang sekolah dasar dengan metode kualitatif. Perbedaan terletak pada fokus kegiatan ekstrakurikuler yaitu karate, pramuka dan keagamaan.
1 Machsusoh, Pendidikan Nilai Karakter Siswa Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler di MI Sunan Pandan Aran (MISPA) Candi, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman yogyakarta, (Tesis Program Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2016 )
14
Pendidikan Karakter Melalui Ekstrakurikuler Rohani Islam Melalui (ROHIS) dan Pembiasaan Keagamaan SMA Negeri Se-Kota Salatiga.”
Hasil penelitiannya: (1) Penerapan pendidikan karakter melalui kegiatan intrakurikuler/ekstrakurikuler dapat menumbuhkan nilai-nilai karakter. (2) Kegiatan (ROHIS) sudah berjalan dengan baik. 3) Kegiatan ekstrakurikuler rohani Islam dan kegiatan pembiasaan mengandung nilai- nilai karakter yang memiliki manfaat dalam mendukung kematangan kepribadian.2
Persamaan penelitian mengkaji tentang karakter siswa dan kegiatan ekstrakurikuler dengan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Perbedaan pada fokus kegiatan ekstrakurikuler keagamaan pada jenjang sekolah menengah atas( SMA).
3. Robiatul Adhawiyah, 2016 UIN Sunan Ampel Surabaya Tesis dengan judul “Pembentukan Karakter Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan di MTs Pancasila Gondang Mojokerto”
Hasil penelitiannya adalah: (1) Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di MTs Pancasila Gondang Mojokerto merupakan kegiatan yang dilakukan di luar jam sekolah formal seperti doa bersama, sholat berjamaah, kegiatan ramadhan, peringatan hari besar islam dan wisata rohani. (2) Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di MTs Pancasila dapat
2 Ngaidin, Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Rohani Islam(ROHIS) dan Pembiasaan Keagamaan SMA Salatiga (Tesis Magister Pendidikan Islam Institut Agama Islam Negeri Salatiga, 2017 )
kepatuhan, kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, kesabaran, kejujuran dan sebagainya.3
Persamaan penelitian ini adalah mengkaji tentang karakter dan kegiatan ekstrakurikuler. Dengan metode kualitatif melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Perbedaan fokus kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dan dilaksanakan pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs).
4. Eva Yulianti, 2017 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tesis dengan judul “Implementasi Ekstrakurikuler Keagamaan Dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Brawijaya Kota Mojokerto”
Hasil dari penelitian ini adalah (1) Perencanaan program ekstrakurikuler keagamaan dapat membentuk karakter religius peserta didik (2) Pelaksanaan ektrakurikuler keagamaan dilakukan dengan tiga jenis kegiatan yaitu harian, mingguan dan tahunan (3) Evaluasi dapat dilihat dalam buku hasil belajar peserta didik. 4
Persamaan penelitian ini adalah mengkaji tentang karakter dan kegiatan ekstrakurikuler menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan teknik pengumpulan data yaitu:
3 Robiatul Adhawiyah, Pembentukan Karakter Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan di MTs Gondang Mojokerto (Tesis Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2016)
4 Eva Yulianti, Implementasi Ekstrakurikuler Keagamaan Dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Di Sekolah Menengah Pertama Islam Brawijaya Kota Mojokerto ( Tesis Program Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2017)
ekstrakurikuler pramuka dan dilaksanakan pada jenjang SMP.
5. Dewi Istiqomah, 2019 UIN Raden Intan Lampung Tesis dengan judul
“Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan Dalam Pengembangan Minat dan Bakat Peserta Didik di MTs Al-Istiqomah Giri Mulyo Marga Sekampung Lampung Timur “.
Hasil (1) Implementasi kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam pengembangan minat dan bakat peserta didik di MTs Al-Istiqomah dapat dilihat dari prestasi peserta didik. (2) Nilai-nilai pendidikan agama islam yang terkandung dalam kegiatan ekstrakurikuler yaitu a. Nilai aqidah (iman) b. Nilai akhlak (amanah, iffah, berani, sabar, tawadhuk.) c. Nilai ibadah. 5
Persamaan mengkaji tentang implementasi kegiatan ekstrakurikuler. dengan metode penelitian kualitatif. Perbedaannya terletak pada kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dan fokus pada pengembangan bakat dan minat. Penelitian ini dilaksanakan pada jenjang MTs.
6. Dati Maryatun, 2018 STIE Widya Wiwaha Yogyakarta Tesis “Peran Kegiatan Ekstrakurikuler Kepramukaan dan Karawitan dalam Pengembangan Karakter Siswa di Sekolah Dasar Negeri Donorojo 1 Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan”
5 Dewi Istiqomah Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaa Dalam Pengembangan Minat dan Bakat Peserta Didik di MTs Al-Istiqomah Giri Mulyo Marga Sekampung Lampung Timur (Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2019)
kepramukaan dan karawitan dalam menanamkan nilai-nilai karakter di Sekolah Dasar Negeri Donorojo 1 Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan berjalan dengan efektif dan efisien. Hal ini diperoleh dari hasil ukuran yaitu ketepatan sasaran program pelaksanaan dan pemantauan program. b) Kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan dan karawitan dapat mengembangkan karakter siswa di SDN Donorojo 1. Hal ini dapat dilihat dari nilai-nilai karakter yang ditanamkan dalam trisatya dan dhasadarma pramuka penggalang serta kekompakan dan alunan nada serta syair dalam karawitan. Metode keparamukaan yang telah dilaksanakan salah satunya metode di alam terbuka yang mencakup penerapan nilai-nilai karakter, sedangkan kegiatan karawitan menggunakan metode pentas seni. Pemantauan perkembangan siswa dapat dilihat dari hasil evaluasi dan sikap siswa ke arah yang lebih positif.6
Persamaannya adalah mengkaji kegiatan ekstrakurikuler dan pendidikan karakter, penelitian ini dilaksanakan pada jenjang sekolah dasar. Sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif.
Perbedaannya mengkaji tentang ekstrakurikuler karawitan, kemudian jenis penelitian menggunakan penelitian lapangan.
6 Dati Maryatun, Peran Kegiatan Ekstrakurikuler Kepramukaan dan Karawitan dalam Pengembangan Karakter Siswa di Sekolah Dasar Negeri Donorojo 1 Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan (Tesis STIE Widya Wiwaha Yogyakarta, 2018)
Jati Tesis “Implementasi Program Ekstrakurikuler Keputrian dalam Membentuk Karakter Muslimah di SMP PGII I Kota Bandung”
Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Tujuan program ekstrakurikuler keputrian yaitu memiliki sikap seorang muslimah, melakukan ibadah yang benar dan tepat waktu, membiasakan tutur kata yang baik dan sopan, disiplin, membiasakan berpakaian sesuai syariat Islam, menutup aurat dengan berhijab, dan memiliki pengetahuan yang luas supaya terhindar dari penyakit kewanitaan dan keterampilan hidup.
(2) Jenis-jenis progran ekstrakurikuler keputrian yaitu kajian keislaman, kesehatan keputrian, keterampilan tata boga, menganyam. (3) Implementasi kegiatan ekstrakurikuler keputrian meliputi kegiatan awal, inti, dan penutup. (4) Kelebihan kegiatan ekstrakurikuler keputrian meningkatkan pemahaman terhadap keislaman, menyalurkan dan mengembangkan potensi dan bakat, memudahkan konsultasi tentang masalah perempuan. Sedangkan kelemahannya kurang kesadaran siswa tentang pentingnya kegiatan keputrian, tertarik pada dunia modern, tidak ada indikator yang dijadikan patokan, kegiatan keputrian hanya sebagai kegiatan tambahan yang bersifat ekstrakurikuler dan kurangnya waktu.
(5) evaluasi program ekstrakurikuler keputrian menggunakan teknik evaluasi non tes dengan evaluasi proses dan evaluasi hasil.7
7 Andi Murni Andi Andi Awis, Implementasi Program Ekstrakurikuler Keputrian dalam Membentuk Karakter Muslimah di SMP PGII I Kota Bandung (Tesis Pascasarjana UIN Sunan Gungung Jati, 2020)
ekstrakurikuler. Metodenya menggunakan pendekatan kualitatif.
Perbedaannya adalah penelitian ini mengkaji tentang ekstrakurikuler keputrian dan penelitian ini dilakukan pada jenjang SMP.
8. Ngadiono, 2017 Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial UNY Tesis “Implementasi Pendidikan Karakter di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 02 Sleman Yogyakarta”
Hasil penelitian: (1) Kepala Madarasah telah melakukan perencanaan pendidikan karakter secara terprogram dalam visi dan misi MIN 02 Sleman. Guru telah melakukan perencanaan pendidikan karakter dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran. (2) Kepala Madrasah memiliki peran sebagai leader dengan merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengawasi program implementasi pendidikan karakter. Para guru memiliki peran mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran, melakukan transfer of knowledge dan transfer of value, sebagai teladan, pengawas, evaluator implementasi pendidikan karakter. Karyawan memiliki peran sebagai penyedia fasilitas sarana dan prasarana. (3) Nilai-nilai pendidikan karakter yang dikembangkan di MIN 02 Sleman adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. (4) Implementasi pendidikan karakter di MIN 02 Sleman dilaksanakan secara terintegrasi pada setiap mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. (5) Faktor pendukung implementasi pendidikan
Kepala Madarasah, SDM guru, karyawan, dan orangtua siswa serta lingkungan masyarakat yang Islami. Sedangkan faktor penghambat implementasi pendidikan karakter di MIN 02 Sleman meliputi sistem managerial madrasah, persepsi yang belum sama, beban kerja guru, siswa yang nakal, wali siswa yang kurang peduli, dan perkembangan media elektronik.8
Persamaannya adalah sama-sama mengkaji tentang implementasi pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah. Menggunakan jenis penelitian kualitatif. Perbedaannya adalah penelitian ini lebih fokus pada guru pengampu kegiatan ekstrakurikuler.
9. Hanida Hayati, 2016 Institut Agama Islam Negeri Antasari Banjarmasin Tesis “Pelaksanaan Program Ekstrakurikuler Keagamaan dalam Pembentukan Karakter Siswa Sekolah dasar di Kecamatan Banjarmasin Utara”
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Program ekstrakurikuler keagamaan meliputi lima aspek yaitu aspek pengenalan kitab suci, aspek ibadah, aspek aksi sosial, aspek akhlak mulia, dan aspek penanaman nilai-nilai sejarah sangat baik. (2) Pelaksanaan program ekstrakurikuler keagamaan dalam pembentukan karakter siswa di SDN-SN Sungai Miai 7, SDN Kuin Utara 5, dan SDN Alalak Selatan 4 sangat berpengaruh dan
8 Hanida Hayati, Pelaksanaan Program Ekstrakurikuler Keagamaan dalam Pembentukan Karakter Siswa Sekolah dasar di Kecamatan Banjarmasin Utara, (Tesis Institut Agama Islam Negeri Antasari Banjarmasin, 2016)
karimah.
Persamaannya adalah sama-sama mengkaji tentang kegiatan ekstrakurikuler dan karakter siswa Sekolah Dasar. Metode pendekatan menggunakan pendekatan kualitatif. Perbedaannya adalah mengkaji ekstrakurikuler keagamaan. Jenis penelitiannya menggunakan jenis penelitian lapangan atau field research.
10. Nurmalina, 2019 Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Tesis
“Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Pembentukan Karakter Religius di SD Al-Kautsar Bandar Lampung”
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Karakter religius siswa di SD Al-Kautsar mempunyai keimanan yang kuat, ketakwaan kepada Allah SWT. Memiliki akidah yang kuat, berpegang teguh pada syariat Islam, mempunyai akhlak yang mulia, dan memiliki karakter yang baik. (2) Implementasi pembelajaran PAI dalam pembentukan karakter religius berupa perencanaan berupa silabus, sosialisasi, RPP, pelaksanaan pembelajaran PAI dalam membentuk karakter religius melalui dua cara yaitu intrakurikuler dan ekstrakurikuler, evaluasi dengan penilaian auntentik, penilaian acuan kriteria, pelaporan hasil pembelajaran. (3) Faktor pendukung implementasi PAI dalam membentuk karakter religius diantaranya musholla, perpustakaan islami, pengeras suara, budaya bersalaman dengan guru, tersedianya Al-Qur‟an, adanya alat peraga, adanya evaluasi di tempat. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain
mendukung, tidak adanya masjid, faktor pergaulan teman.9
Persamaannya adalah sama-sama mengkaji tentang karakter dan dilakukan pada jenjang Sekolah Dasar menggunakan pendekatan kualitatif. Perbedaannya adalah mengkaji karakter religius.
11. Rohmadin, Sutarno Haryono, Edy Tri Sulistyo, Mulyanto dengan judul jurnal The Implementation of Mutual Cooperation Character Education (A Case Study in SD Muhammadiyah 1 Surakarta) pada tahun 2019 volume 421.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada pembelajaran ekstrakurikuler seni karawitan senang belajar bersama dengan baik daripada secara individu, dan mengutamakan gotong royong. sikap dilihat dari cara menyajikan gending karawitan termasuk balungan, pekerjaan struktural, dan kerja vokal yang melibatkan aspek kognitif, psikomotor, dan afektif pada siswa.
Persamaan dari jurnal ini adalah sama-sama mengkaji tentang karakter siswa di sekolah dasar dan sama-sama menggunakan metode kualitatif sedangkan perbedaan dengan penelitian ini adalah pada objek yang dikaji yaitu kegiatan ekstrakurikuler.
12. Mertika, Tri Marhaeni Pudji Astuti, dan Rodiyah dengan judul jurnal The Implementation of Character Education in Shaping Social Development
9 Nurmalina, Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Pembentukan Karakter Religius di SD Al-Kautsar Bandar Lampung, (Tesis Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2019)
tahun 2018 volume 185-195.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan karakter dalam membentuk perkembangan sosial siswa di Sekolah Dasar Swasta Mazmur 21 Pontianak dalam kegiatan pembudayaan berupa kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan serta pengkondisian dimulai dari segi standar dan tujuan, sumber daya. karakteristik organisasi pelaksana, komunikasi, sikap pelaksana, lingkungan sosial, ekonomi dan politik, serta kinerja kebijakan yang cukup baik. Hambatan kebijakan penyelenggaraan pendidikan karakter dalam membentuk pembangunan sosial terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal sekolah dan siswa. Tindak lanjut untuk mengatasi kendala tersebut diberikan sesuai dengan tingkat pelanggarannya. Bisa dalam bentuk koreksi (teguran), kompensasi atau hukuman.10
Persamaan jurnal ini dengan adalah sama- sama mengkaji tentang karakter di sekolah dasar dan sama-sama menggunakan metode kualitatif.
Perbedaan dengan penelitian ini adalah obyek yang dikaji yaitu pendidikan karakter melalui kegiatan rutin dan keteladanan.
13. Rohanah, Intan Rahmawati, Ferina Agustini dengan judul The Implementation of Scouting Extracurricular in Building Students' Character pada tahun 2020 volume 4. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi penanaman karakter pada peserta didik
10 Mertika, Tri Marhaeni Pudji Astuti, dan Rodiyah, The Implementation of Character Education
in Shaping Social Development of Students in Private Elementary School of Mazmur 21, (Pontianak: volume 185-195, 2018)
penelitian kualitatif deskriptif.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan saat ekstrakurikuler pramuka sudah mengimplementasikan penanaman kelima sikap yang perlu dicapai oleh siswa. Sikap religius, integritas, dan nasionalis siswa sudah baik, meskipun implementasi keseluruhan sikap telah dilakukan secara merata namun siswa masih membutuhkan penekanan pada sikap mandiri dan gotong-royong.11
Persamaan dari penelitian ini adalah sama- sama mengkaji tentang karakter sedangkan perbedaan dari segi fokus mengkaji kegiatan ekstrakurikuler pramuka.
14. Alfi Muklis Kurniawan, Samsudi, Siti Alimah dengan judul jurnal Implementation of Religious Character Planting of Low Grade Elementary School Students Learning in Islamic Elementary School in Purwokerto City pada tahun 2019 volume 231-239.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penanaman karakter religius dalam pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan mengaitkan nilai-nilai karakter religius ke dalam tema pembelajaran yang terintegrasi dalam silabus dan RPP serta diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan penanaman karakter religius pada kelas bawah dalam pelaksanaan
11Rohanah, Intan Rahmawati, Ferina Agustini, The Implementation of Scouting Extracurricular in Building Students' Character, volume 4, 2020
buku karakter agama ke dalam pelaksanaan pembelajaran.
Persamaan dengan jurnal ini sama-sama mengkaji karanter siswa sekolah sedangkan perbedaan dengan jurnal ini adalah lebih fokus pada penanaman karakter melalui kegiatan pembelajaran dikelas.
15. Arita Marini, Building Students‟ Characters Through Extracurricular Activities pada tahun 2017 volume 66.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pembentukan karakter siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler adalah 12,87 atau 99%
dari nilai maksimal teoritis. Pembinaan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler nilai di atas rata-rata mencapai 88,9% dan nilai kurang dari rata-rata mencapai 11,1%. Dapat disimpulkan bahwa pembinaan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler di 63 SD di Jakarta di Indonesia sudah efektif.12
Persamaan dengan jurnal ini adalah sama-sama mengkaji tentang karakter siswa sekolah dasar melalui kegiatan ekstrakurikuler sedangkan perbedaan jurnal ini terletak pada metode penelitian yatu menggunakan metode studi survei.
12 Arita Marini, Building Students’ Characters Through Extracurricular Activities volume 66 , 2017
Tabel 2.1
Persamaan dan Perbedaan Penelitian No
Nama, Judul dan Tahun
Penelitian
Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan
1 2 3 4 5
1. Tesis
Machsusoh, Program Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2016 dengan judul “ Pendidikan Nilai Karakter Siswa Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler di MI Sunan Pandan
Aran(MISPA)C andil,
Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman Yogyakarta ”
1. Pendidikan karakter menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter bukan hanya dalam konsep tapi perlu diterapkan dalam bentuk kongkrit seperti kegiatan ekstrakurikuler.
2. Nilai-nilai karakter yang ditunjukkan meliputi disiplin, percaya diri, religius, tanggung jawab dan
sportivitas 3. Penerapan
pendidikan nilai karakter
terimplementasikan ke dalam program rutinitas dan insidental yang menjadi program sekolah bagi peserta didik.
1. Mengkaji tentang karakter siswa dan ekstrakuri kuler.
2. Penelitian dilakukan di
Madrasah Ibtidaiyah
1. Mengemban gkan
karakter melalui ekstrakuriku ker karate dan pramuka 2. Mengemban
gkan karakter melalui kegiatan eksrtakuriku ler
keagamaan
2. Tesis Ngaidin, Magister Pendidikan Islam Institut Agama Islam Negeri Salatiga, 2017 )
dengan judul
“Implementasi Pendidikan Karakter
1. Penerapan
pendidikan karakter melalui kegiatan intrakurikuler/ekstr akurikuler dapat menumbuhkan nilai-nilai karakter.
2. Kegiatan (ROHIS) sudah berjalan dengan baik.
Mengkaji tentang karakter siswa dan Ekstrakurikul er
1. Mengkaji tentang pembentuka n karakter melalui ekstrakuriku ler
keagamaan 2. Penelitian
dilakukan pada
Melalui
Ekstrakurikuler Rohani Islam Melalui (ROHIS) dan Pembiasaan Keagamaan SMA Negeri Se- Kota Salatiga.”
3. Kegiatan ekstrakurikuler rohani Islam dan kegiatan
pembiasaan
mengandung nilai- nilai karakter yang memiliki manfaat dalam mendukung kematangan
kepribadian 3. Tesis Robiatul
Adhawiyah, Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2016 Tesis dengan judul
“Pembentukan Karakter Siswa Melalui
Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan di MTs Pancasila Gondang Mojokerto”
1. Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di MTs Pancasila Gondang Mojokerto
merupakan kegiatan yang dilakukan di luar jam sekolah formal seperti doa bersama, sholat berjamaah, kegiatan ramadhan,
peringatan hari besar islam dan wisata rohani.
2. Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di MTs Pancasila dapat membentuk nilai karakter yang meliputi banyak hal seperti keimanan, kepatuhan,
kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, kesabaran,
kejujuran dan sebagainya
Mengkaji tentang Karakter melalui kegiatan ekstrakurikul er
1. Mengkaji tentang pembentuka n karakter melalui ekstrakuriku ler
keagamaan 2. Penelitian
dilakukan di MTs
4. Tesis Eva Yulianti,
Program Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
Malang, 2017 dengan judul
“Implemntasi Ekstrakurikuler Keagamaan Dalam Pembentukan Karakter Religius
Peserta Didik Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam
Brawijaya Kota Mojokerto”
1. Perencanaan program ekstrakurikuler keagamaan dapat membentuk
karakter religius peserta didik 2.Pelaksanaan
ektrakurikuler keagamaan
dilakukan dengan tiga jenis kegiatan yaitu harian, mingguan dan tahunan
2. Evaluasi dapat dilihat dalam buku hasil belajar peserta didik.
Mengembang kan karakter melalui ekstrakurikul er
1. Fokus mengkaji kegiatan ektrakurikul er pramuka 2. Penelitian
dilakukan di SMP
5. Tesis Dewi Istiqomah, Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung 2019, dengan judul
“Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaa Dalam
Pengembangan Minat dan
1. Implementasi kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam pengembangan minat dan bakat peserta didik di MTs Al-Istiqomah dapat dilihat dari prestasi peserta didik.
2. Nilai-nilai
pendidikan agama
islam yang
terkandung dalam kegiatan
1. Mengkaji tentang implemen tasi kegiatan ekstrakuri kuler.
1. Penelitian ekstrakuriku ler
keagamaan 2. Fokus pada
pengembang an minat dan bakat.
3. Penelitian dilakukan di jenjang Mts.
Bakat Peserta Didik di MTs Al-Istiqomah Giri Mulyo Marga
Sekampung Lampung Timur
ekstrakurikuler yaitu a.
Nilai aqidah (iman) b.
Nilai akhlak (amanah, iffah, berani, sabar, tawadhuk.) c. Nilai ibadah.
6. Dati Maryatun, 2018 STIE Widya Wiwaha Yogyakarta Tesis “Peran Kegiatan Ekstrakurikuler Kepramukaan dan Karawitan dalam
Pengembangan Karakter Siswa di Sekolah Dasar Negeri Donorojo 1 Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan”
1. Pelaksanaan kegiatan
kepramukaan dan karawitan dalam menanmkan nilai- nilai karakter di SDN Donorejo 1 berjalan efektif dan efisien terlihat dari ketepatan sasaran,
pelaksanaan, dan pemantauan
program.
2. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut
memperoleh perkembangan yang signifikan terlihat dari hasil evaluasi dan sikap siswa ke arah yang lebih positif
1.Mengkaji kegiatan ekstrakurikul
er dan
karakter peserta didik di Sekolah Dasar
1.Mengkaji tentang
ekstrakurikuler keparamukaan dan karawitan
7. Andi Murni Andi Andi Awis, 2020 Pascasarjana UIN Sunan Gungung Jati Tesis
“Implementasi Program Ekstrakurikuler Keputrian
1. Tujuan program ekstrakurikuler keputrian
menunjukkan hasil yang baik siswa menjadi displin
dan mampu
menahan amarah dan terhindar dari penyakit
kewanitaan.
1.Sama-sama mengkaji tentang ekstrakurik uler
2.Sama-sama menggunak an
pendekatan kualitatif
1.Dilakukan pada jenjang SMP
2.Mengkaji tentang
ekstrakurikuler keputrian
dalam Membentuk Karakter
Muslimah di SMP PGII I Kota Bandung”
2. Jenis-jenis program ekstrakurikuler keputrian meliputi kajian keislaman, kesehatan
keputrian,
keterampilan tata
boga, dan
keterampilan menganyam.
3. Implementasi kegiatan
ekstrakurikuler keputrian meliputi kegiatan awal, inti, dan penutup
Kelebihan
kegiatan ini meningkatkan pemahaman terhadap keislaman,
menyalurkan dan mengembangkan potensi dan bakat, memudahkan konsultasi tentang masalah
perempuan.
Kelemahannya kurangnya
kesadaran siswi akan pentingnya kegiatan keputrian, kurangnya waktu evaluasi program eksttrakurikuler keputrian.
8. Ngadiono, 2017 Program Studi Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Sosial UNY Tesis
“Implementasi Pendidikan Karakter di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 02 Sleman
Yogyakarta”
1. Kepala madrasah telah melakukan perencanaan pendidikan
karakter secara terprogram dalam visi dan misi MIN 02 Sleman. Guru telah melakukan perencanaan pendidikan
karakter dalam membuat rencana pelaksanaan
pembelajaran.
2. Kepala madrasah memiliki peran sebagai leader dengan
merencanakan, mengorganisasikan , menggerakkan, dan mengawasi program
implementasi program pendidikan
karakter. Guru memiliki peran mempersiapkan rencana
pelaksanaan pembelajaran, melakukan transfer of knowledge dan transfer of value sebagai teladan, pengawas,
evaluator implementasi pendidikan
karakter. karyawan memiliki peran sebagai penyedia fasilitas sarana dan
1.Mengkaji tentang implementa si
pendidikan karakter di madrasah ibtidaiyah dengan menggunak an jenis penelitian kualitatif.
1.Penelitian lebih fokus pada guru pengampu kegiatan ekstrakurikuler
prasarana.
2. Nilai-nilai yang dikembangkan adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, peduli lingkungan, dan tanggung jawab.
3. Implementasi dilaksanakan secara terintegrasi pada setiap mata pelajaran dan kegiatan
ekstrakurikuler.
Faktor pendukung implementasi pendidikan
karakter meliputi visi dan misi madrasah,
komitmen kepala madrasah, SDM guru, karyawan dan orangtua siswa serta masyarakat yang Islami.
Sedangkan faktor penghambat
meliputi sistem managerial
madrasah, persepsi yang belum sama, beban kerja guru, siswa yang nakal, wali siswa yang kurang peduli, dan perkembangan media elektronik.
9. Hanida Hayati, 2016 Institut Agama Islam Negeri Antasari Banjarmasin Tesis
“Pelaksanaan Program Ekstrakurikuler Keagamaan dalam
Pembentukan Karakter Siswa Sekolah dasar di Kecamatan Banjarmasin Utara”
1. Program ekstrakurikuler keagamaan
meliputi lima aspek yaitu aspek pengenalan kitab suci, ibadah, aksi sosial, akhlak
mulia, dan
penanaman nilai- nilai sejarah sangat baik.
2. Pelaksanaan program ekstrakurikuler keagamaan dalam pembentukan karakter di SDN- SN Sungai Miai 7, SDN Kuin Utara 5, dan SDN Alalak Selatan 4 sangat berpengaruh dan memberi andil terhadap
pembentukan karakter siswa yang berakhlakul karimah.
1.Mengkaji tentang kegiatan ekstrakurik uler dan karakter siswa sekolah dasar.
2.Menggunak an
pendekatan kualitatif
1.Mengkaji tentang
ekstrakurikuler keagamaan
10. Nurmalina, 2019 Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Tesis
“Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Pembentukan Karakter
Religius di SD Al-Kautsar Bandar
1. Menunujukkan karakter religius siswa mempunyai keimanan yang kuat, ketakwaan kepada Allah SWT, memiliki akidah yang kuat, berpegang teguh pada syariat Islam dan mempunyai
akhlak dan
karakter yang baik.
2. Implementasi pembelajaran PAI dalam
1.Mengkaji tentang pendidikan karakter di sekolah dasar 2.Menggunak
an
pendekatan kualitatif
1.Mengkaji tentang implementasi pembelajaran
PAI dan
karakter religius
Lampung” pembentukan karakter religius di SD Al-Kautsar, perencanaan, silabus, sosialisasi, RPP, pelaksanaan pembelajaran PAI dalam membentuk karakter religius melalui dua cara yaitu intrakurikuler dan
ekstrakurikuler, evaluasi dengan penilaian autentik, penilaian acuan kriteria, pelaporan hasil pembelajaran.
3. Faktor pendukung implementasi pembelajaran PAI dalam membentuk karakter religius diantaranya:
musholla, perpustakaan islami, pengeras suara, budaya bersalaman dengan guru, tersedianya Al-Qur‟an, adanya alat peraga, adanya evaluasi di tempat.
Sedangkan faktor penghambatnya antara lain pergaulan siswa di luar sekolah, faktor lingkungan yang kurang
mendukung, tidak adanya masjid, dan faktor pergaulan teman.
11. Rohmadin, Sutarno
Haryono, Edy Tri Sulistyo, Mulyanto, 2019, dengan judul jurnal
“The
Implementation of Mutual Cooperation Character Education (A Case Study in SD
Muhammadiya h 1 Surakarta)”
Siswa pada
pembelajaran
ekstrakurikuler seni karawitan senang belajar bersama dengan baik daripada secara individu, dan mengutamakan gotong royong. sikap dilihat dari cara menyajikan gending karawitan termasuk balungan, pekerjaan struktural, dan kerja vokal yang melibatkan aspek kognitif, psikomotor, dan afektif pada siswa.
1. Mengkaji tentang karakter siswa di sekolah dasar 2. mengguna
kan metode kualitatif
Objek yang dikaji yaitu kegiatan
ekstrakurikuler.
12. Mertika, Tri Marhaeni Pudji Astuti, dan Rodiyah, 2018, dengan judul jurnal “The Implementation of Character Education in Shaping Social Development of Students in Private
Elementary School of Mazmur 21 Pontianak”
Pelaksanaan
pendidikan karakter dalam membentuk perkembangan sosial siswa di Sekolah Dasar Swasta Mazmur 21 Pontiana