• Tidak ada hasil yang ditemukan

Paparan data dan Analisis

BAB IV PAPARAN DATA DAN ANALISIS

A. Paparan data dan Analisis

1. Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Drum Band untuk Mengembangkan Karakter Disiplin Peserta Didik di Madrasah Ibtidaiyah An-Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi.

Karakter disiplin sangat penting dimiliki oleh peserta didik sehingga seorang pendidik harus mampu menumbuhkan perilaku disiplin dalam diri peserta didik terutama disiplin diri. Untuk dapat menegakkan sikap disiplin, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengubah sikap mental setiap individu. Sikap mental yang memandang disiplin sebagai suatu beban harus diubah menjadi sikap yang menganggap disiplin adalah suatu syarat mutlak yang harus dipenuhi demi tercapainya suatu tujuan yang telah ditetapkan.

Disamping mengubah sikap mental, untuk menegakkan sikap disiplin dalam pelaksanaannya perlu ditempuh melalui keteladanan dari pendidik. Yang kedua, paksaan dalam arti diberikan sanksi yang tegas terhadap peserta didik yang tidak disiplin dengan tidak pandang bulu, siapapun yang melanggar harus dikenakan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Ketiga adalah kesadaran setiap individu, disiplin ini bisa muncul karena adanya pemahaman dan pengertian yang mendalam tentang disiplin itu sendiri. Di samping itu, melalui keteladanan dan paksaan dapat menimbulkan kesadaran dalam berdisiplin.

78

menegakkan karakter disiplin yaitu melalui penanaman nilai karakter disiplin itu sendiri dalam setiap kegiatan peserta didik salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band di MI An- Najahiyyah dalam mengembangkan karakter disipin dapat dilihat pada saat mengikuti kegiatan. Indikator disiplin yang akan dideskripsikan dalam penelitian ini adalah disiplin waktu, disiplin menaati aturan, dan disiplin sikap.

Kegiatan ekstrakurikuler drum band di MI An-Najahiyyah dilaksanakan dua kali dalam satu minggu yaitu pada hari Senin dan Rabu pukul 10.30-12.00 setelah selesai kegiatan pembelajaran di kelas. Sesuai dengan proses perekrutan anggota drum band, peserta didik yang disetujui oleh orang tuanya langsung dijadikan anggota drum band yang beranggotakan peserta didik dari kelas III, IV, dan V.

a. Disiplin Waktu

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada hari tanggal 10 Maret 2021 pukul 12.30 WIB di MI An Najhiyyah bersama bapak Imam Wahyudi selaku pembina ekstrakurikuler drum band memperoleh data kegiatan ekstrakurikuler drum band di MI An- Najahiyyah dilaksanakan setiap hari Senin dan Rabu. Setelah pembelajaran di kelas selesai, peserta didik diberi waktu untuk beristirahat sebentar. Kemudian, tepat pukul 10.30 bel berbunyi tanda

ekstrakurikuler drum band memberikan instruksi kepada anggota satuan drum band berkumpul di halaman sekolah untuk menerima materi tentang PBB (distrip) selama 15 menit. Anggota drum band yang terlambat datang akan mendapat sanksi sosial karena pelatih sudah membiasakan diri serta anggota drum band yang lain untuk disiplin mengenai waktu pelaksanaan. 30 menit sebelum kegiatan dimulai, pelatih sudah siap di lokasi menunggu anggota drum band berkumpul. Tepat pukul 10.30 bel berbunyi, pelatih berdiri tegap di halaman sekolah. Sehingga anggota drum band sudah terbiasa dengan pembiasaan disiplin waktu yang sudah diterapkan oleh pelatih pada awal kegiatan.

Setelah materi PBB (distrip) selesai, anggota drum band diminta masuk kelas untuk menerima materi selama 45 menit. Peserta didik memaksimalkan waktu yang ada untuk mempelajari materi yang disampaikan oleh pelatih saat di dalam kelas. Dalam kegiatan ini setiap peserta didik berkonsentrasi memperhatikan penjelasan dari pelatih karena ketika anggota kurang konsentrasi dan lengah dalam menerima materi yang disampaikan, maka akan mempengaruhi kemampuannya dalam penguasaan materi tersebut. Hal ini akan berdampak pada diri sendiri dan anggota yang lain/tim. Dari sinilah peserta didik harus menggunakan waktu semaksimal mungkin agar bisa memperhatikan dengan seksama penjelasan pelatih karena materi

mengaplikasikan antara materi distrip ke dalam alat musik dan not lagu.

Setelah penyampaian materi selesai, anggota drum band diberi waktu 10 menit untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan latihan.

Setelah 10 menit istirahat, anggota berkumpul kembali di halaman sekolah dengan membawa alat untuk mempraktikkan dengan cara mengaplikasikan antara materi yang sudah disampaikan dengan alat musik, not lagu, serta koreo dalam bentuk distrip di awal latihan.1

Hasil observasi tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan ibu Eka Isnaiyah selaku kepala Madrasah mengenai disiplin waktu yang menyatakan bahwa:

“Selama saya menjadi kepala Madrasah di sini, pembina drumband selalu datang tepat waktu, bahkan 30 menit sebelum kegiatan dimulai beliau sudah berada di madrasah”.2

Hal ini diperkuat dengan pernyataan bapak Son Haji selaku WaKa Kurikulum

“Saya melihat sendiri bagaimana komitmen pelatih drum band di sini sangat tinggi. Beliau selalu datang sebelum latihan dimulai karena selama pandemi ini peserta didik pulang pukul 10.00 WIB. Jadi, para dewan guru masih belum pulang sehingga pada jam tersebut kami melihat pelatih drum band sudah datang.”3

1 Peneliti, Observasi, Banyuwangi 10 Maret 2021

2 Eka Isnaiyah, Wawancara, Banyuwangi 10 Maret 2021

3 Son Haji, Wawancara, Banyuwangi 10 maret 2021

“Saya salut dengan kedisiplinan pelatih kegiatan drum band.

Karena biasanya di dalam kelas mendekati pukul 10.00, peserta didik sering mengingatkan saya agar tidak molor supaya peserta didik dapat memaksimalkan waktu yang ada untuk bersiap-siap mengikuti kegiatan ekstrakurikuler drum band.”4

Selain pernyataan dari guru kelas III, bapak Imam Wahyudi selaku pelatih kegiatan ekstrakurikuler drum band juga menyatakan

“Mengenai disiplin waktu, saya tidak merasa kesulitan karena kegiatan memang dilaksanakan sepulang sekolah, peserta didik tidak pulang ke rumah terlebih dahulu tetapi langsung mengikuti latihan.”5

Berikut ini adalah hasil wawancara dengan Shelly Lailatun Naafila salah satu anggota drum band dari kelas III terkait dengan waktu kehadiran.

“Iya mbak, kan pulang sekolah langsung latihan drum band”.6 Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa informan tentang kegiatan ekstrakurikuler drum band, anggota drum band datang tepat waktu karena kegiatan dilakukan sepulang sekolah. Anggota drum band sudah bersiap sejak pukul 10.15 dan anak-anak yang memegang bendera berlatih sendiri sebelum pelatih datang.

Selain data tersebut, disiplin waktu juga ditunjukkan dengan ketepatan waktu pelaksanaan dengan jadwal kegiatan. Pada pukul

4 Yuni Romila, Wawancara, Banyuwangi 10 Maret 2021

5 Imam Wahyudi, Wawancara, Banyuwangi 10 Maret 2021

6 Shelly Lailatun Naafila, Kelas III, Wawancara, Banyuwangi 10 Maret 2021

jadwal pada pukul 10.45-11.30 pemberian materi dikelas. Pada pukul 12.00 sesuai jadwal, latihan seharusnya selesai tetapi pada pukul 12.10 baru selesai.

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan drum band terdapat nilai disiplin waktu. Nilai disiplin waktu tersebut ditunjukkan oleh pelatih kegaiatan ekstrakurikuler drum band tiba di sekolah sebelum jam latihan dimulai, kemudian anggota drum band sudah siap di kelas dan mulai berlatih sebelum pelatih datang.

Namun, untuk ketepatan waktu pelaksanaan belum sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang ada. Berikut dokumentasi kegiatan distrip di halaman sekolah:

Gambar 4.1

Kegiatan distrip selama 15 menit

Sumber: Dokumentasi di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi7

7 Dokumentasi, Kegiatan Distrip selama 15 menit

Selain disiplin waktu, kegiatan ekstrakurikuler drum band menunjukkan adanya disiplin menaati aturan. Disiplin menaati aturan dapat dilihat melalui pelatih menaati aturan yang berlaku, anggota satuan drum band yang mengikuti seluruh kegiatan ekstrakurikuler dengan baik, anggota satuan drum band mengikuti peraturan yang ada.

Berikut ini hasil wawancara dengan ibu Eka Isaniyah selaku kepala Madrasah MI An-Najahiyyah. Beliau menyatakan bahwa

“Selama saya menjadi kepala Madarasah di sini, peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler drum band selalu antusias.”8

Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari bapak Son Haji selaku WaKa Kurikulum

“Peserta didik mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan baik.”9

Pernyataan di atas didukung oleh pernyataan oleh ibu Yuni Romila selaku guru kelas IV

“Peserta didik selama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler drum band selalu mematuhi peraturan yang ada.”10

Pernyataan di atas sama dengan pernyataan bapak Imam Wahyudi selaku pelatih kegiatan ekstrakurikuler drum band

8 Eka Isnaiyah, Wawancara, Banyuwangi 15 Maret 2021

9 Son Haji, Wawancara, Banyuwangi 15 Maret 2021

10 Wardatul Jannah, Wawancara, Banyuwangi 15 Maret 2021

kegiatan latihan sangat antusias dan mengikuti jalannya latihan dengan baik.”11

Berikut ini adalah hasil wawancara dengan Dinda Najwa Maharani salah satu anggota drum band dari kelas IV terkait dengan menaati aturan

“Kami berusaha untuk selalu patuh pada aturan agar ketertiban selalu terjaga dengan baik.”12

Sedangkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 15 dan 17 Maret 2021 pukul 10.00 bersama bapak Imam Wahyudi di MI An Najahiyyah menunjukkan bahwa peserta didik sudah bersiap sebelum pukul 10.30. Mereka sudah mengambil alat musik sesuai dengan alat yang dipegang masing-masing, peserta didik juga mengembalikan alat ke tempat semula dan menatanya dengan rapi karena setiap alat ada nama-nama dari pemegang/penanggung jawab dari anggota itu sendiri. Hal itu untuk memudahkan antar anggota supaya tidak tertukar sekaligus bertanggungjawab penuh dengan alatnya.13

Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwasannya dalam kegiatan ekstrakurikuler drum band terdapat nilai menaati aturan. Nilai disiplin menaati aturan ditunjukkan dengan peserta didik sudah bersiap sebelum kegiatan dimulai, peserta didik

11 Imam Wahyudi, Wawancara, Banyuwangi 15 Maret 2021

12 Dinda Najwa Maharani Kelas IV, Wawancara, 15 Maret 2021

13 Peneliti, Observasi, Banyuwangi 17 Maret 2021

dipegang masing-masing. Peserta didik mengembalikan alat ke tempat semula dan menatanya dengan rapi. Berikut dokumentasi ketika anggota satuan berlatih.

Gambar 4.2 Latihan rutin

Sumber: Dokumentasi di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi14 c. Disiplin Sikap

Disiplin sikap meliputi anggota drum band memperhatikan dan mempraktikkan materi yang diajarkan pelatih dengan baik, anggota tidak bergurau saat latihan, pelatih ekstrakurikuler drum band menegur anggota yang melanggar peraturan sekaligus memberikan sanksi pada anggota yang melanggar peraturan.

14 Dokumentasi, Kegiatan Latihan Rutin

kepala Madrasah mengenai peserta didik memperhatikan dan mempraktikkan materi yang diajarkan pelatih dengan baik.

“Menurut saya peserta didik di MI An-Najahiyyah ini sudah baik, karena mudah diatur dan memiliki daya tangkap yang tinggi.”15

Pernyataan tersebut diperkuat oleh bapak Son Haji selaku WaKa Kurikulum, beliau menyatakan

“Peserta didik selalu memperhatikan dan mempraktikkan setiap materi yang diajarkan oleh pelatih.”16

Hal ini selaras dengan yang disampaikan oleh bapak Abdul Aziz selaku guru kelas V. Beliau menyatakan bahwa

“Ya namanya juga anak-anak, pastinya ada yang melanggar peraturan misalnya bergurau, berbicara saat pelatih menerangkan, tapi masih dalam batas wajar dan itupun setiap latihan ada yang melanggar.”17

Pernyataan tersebut diperkuat oleh bapak Imam Wahyudi pelatih kegiatan ekstrakurikuler drum band yang mengatakan

“Anggota satuan drum band pada saat kegiatan berlangsung masih ada beberapa anak yang bergurau meskipun tidak sering.”

15 Eka Isnaiyah, Wawancara, Banyuwangi 22 Maret 2021

16 Son Haji, Wawancara, Banyuwangi 22 Maret 2021

17 Abdul Aziz, Wawancara, Banyuwangi 22 Maret 2021

salah satu anggota satuan dari kelas V tentang pelatih kegiatan ekstrakurikuler dalam menegur siswa yang melanggar peraturan

“Kalau anggota kelas bawah, mereka cukup dinasehati saja tapi kalau kelas atas biasanya ditegur.”18

Sedangkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 22 dan 24 Maret 2021 pukul 10.00 bersama bapak Imam Wahyudi di MI An Najahiyyah menunjukkan bahwa peserta didik sudah menaati aturan selama latihan berlangsung. Tetapi masih ditemukan beberapa anggota satuan yang bergurau dan bermain sendiri ketika pelatih memberikan materi. Biasanya ketika ada anggota satuan yang bergurau, pelatih menegur dengan baik.19

Berdasarkan hasil pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa, dalam kegiatan ekstrakurikuler drum band terdapat nilai-nilai disiplin sikap. Indikator nilai-nilai itu dapat ditunjukkan dengan memperhatikan dan mempraktekkan materi yang disampaikan pelatih.

Sebagian anggota satuan drum-band tidak bergurau pada saat latihan.

Pelatih kegiatan drum-band akan menegur siswa dengan nada tinggi bagi yang melanggar peraturan sekaligus memberikan sanksi berupa menyuruh anggota berlatih sendiri dengan di lihat teman-temannya.

Berikut dokumentasi ketika peserta didik. Berikut hasil dokumentasi ketika peserta didik berlatih.

18 Martha Novitasari Kelas V, Wawancara, Banyuwangi 22 Maret 2021

19 Peneliti, Observasi, Banyuwangi 24 Maret 2021

Sikap Peserta Didik Ketika Latihan

Sumber: Dokumentasi di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi20 2. Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Drum Band untuk

Mengembangkan Karakter Nasionalisme Peserta Didik di Madrasah Ibtidaiyah An-Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi.

Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band di MI An- Najahiyyah dalam mengembangkan karakter nasionalisme juga dapat dilihat pada saat mengikuti kegiatan itu sendiri. Indikator nasionalisme meliputi rela berkorban, cinta tanah air, tanggung jawab,

Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band di MI An- Najahiyyah dengan peserta didik mendengarkan dan menghanyati salah satu lagu yang dijadikan sebagai materi latihan, dalam drum band di MI An-Najahiyyah diajarkan berbagai lagu salah satunya lagu wajib dan mengenalkan lagu daerah khususnya lagu daerah Banyuwangi untuk mengembangkan karakter nasionalisme kepada jiwa peserta didik,

20 Dokumentasi, Sikap Peserta Didik Ketika Latihan

not-not angka pada lagu yang dijadikan materi latihan ke dalam alat musik yang dipergunakan masing-masing peserta didik.

a. Rela Berkorban

Rela berkorban yang dimaksud disini adalah ikhlas membantu teman yang membutuhkan tanpa pamrih, saling gotong royong dalam kelompok.

Ibu Eka Isnaiyah selaku kepala Madrasah MI An-Najahiyyah menyatakan bahwa

“Untuk mengembangkan karakter nasionalisme pada peserta didik, saya menghimbau pada pelatih bahwasannya setiap pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band harus mengintegrasikan nilai-nilai rela berkorban seperti mendahulukan kepentingan kelompok daripada kepentingan pribadi.”21

Bapak Son Haji selaku WaKa Kurikulum juga menyampaikan

“Alhamdulillah, kegiatan ekstrakurikuler drum band di MI An- Najahiyyah sudah mengintegrasikan sikap nasionalisme berupa nilai rela berkorban seperti meminjamkan alatnya ke teman lain.”22

Selain itu, ibu Wardatul Jannah selaku guru kelas III menyatakan

“Ya namanya anak kecil, tetap harus diingatkan dan dibimbing secara terus menerus dalam setiap pembelajaran mengenai nilai

21 Eka Isnaiyah, Wawancara, Banyuwangi 26 Juli 2021

22 Son Haji, Wawancara, Banyuwangi 26 Juli 2021

ekstrakurikuler.”23

Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari bapak Imam Wahyudi selaku pembina kegiatan ekstrakurikuler. Beliau menyatakan

“Dalam pelaksanaan kegiatan drum band, kami selalu menanamkan sikap nasionalisme berupa nilai rela berkorban dengan tujuan agar anggota drum band tetap ingat untuk selalu membantu sesama dan bekerja sama dengan baik dengan anggota lain.”24

Royhan Arza Tamami salah satu anggota drum band dari kelas III juga menyampaikan bahwa

“Iya mbak, ketika latihan kami selalu selalu diajarkan untuk selalu bekerjasama, saling membantu antar sesama teman”.25

Dari beberapa pernyataan di atas, hal tersebut sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 26 dan 28 Juli 2021 pukul 10.00-12.30 dengan bapak Imam Wahyudi di MI An Najahiyyah yaitu anggota satuan drum band sudah menunjukkan indikator rela berkorban yang ditunjukkan dengan, giat mempelajari dan memahami materi, saling bekerja sama seperti saat teman ada yang terkena musibah, tongkat mayoret lepas dan mengenai salah satu anggota satuan maka teman-teman yang lain segera membantu untuk memberi pertolongan pertama kemudian pada saat anggota satuan berlatih, mereka saling melengkapi dan bekerja sama apabila ada temannya yang belum lancar dalam penguasaan materi maka teman

23 Wardatul Jannah, Wawancara, Banyuwangi 26 Juli 2021

24 Imam Wahyudi, Wawancara, Banyuwangi 26 Juli 2021

25 Royhan Arza Tamami Kelas III, Wawancara, Banyuwangi 26 Juli 2021

pada saat ada materi baru, mereka dengan sigap dan rajin berlatih supaya cepat menguasai materi tersebut.26

Berdasarkan hasil pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa, dalam kegiatan ekstrakurikuler drum band terdapat nilai-nilai nasionalisme berupa rela berkorban. Indikator nilai-nilai itu dapat ditunjukkan dengan giat mempelajari materi, selalu bekerja sama dengan anggota satuan yang lain, selain itu tampak saat ada teman kecelakaan dalam mengoperasikan alat. Berikut dokumentasi indikator rela berkorban.

Gambar 4.4

Membantu Teman Mengangkat Alat

Sumber: Dokumentasi di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi27

26 Peneliti, Observasi, Banyuwangi 28 Juli 2021

27 Dokumentasi, Membantu Teman Mengangkat Alat

Cinta tanah air yang dimaksud adalah bangga menyanyikan lagu-lagu nasional dan lagu daerah, tertib ketika latihan, mempelajari budaya daerah seperti tarian, lagu dan rajin mengikuti latihan.

Sesuai dengan yang disampaikan oleh ibu Eka Isnaiyah selaku kepala Madrasah MI An-Najahiyyah

“Pelaksanaan kegiatan drum band di sini mengangkat lagu- lagu nasional sekaligus memasukkan unsur-unsur etnik daerah Banyuwangi dengan tujuan anggota satuan drum band selain mengenal lagu nasionalisme, juga mengenal kebudayaan daerah Banyuwangi itu sendiri.”28

Bapak Son Haji selaku WaKa Kurikulum menambahkan

“Kegiatan ekstrakurikuler di sini selain mengajarkan lagu nasional, juga mengenalkan lagu daerah Banyuwangi”.29

Ibu Yuni Romila selaku guru kelas IV menyampaikan

“Ekstrakurikuler drum band di sini berbeda dengan drum band yang ada di lembaga lain karena drum band di sini mengangkat etnik Banyuwangi”.30

Bapak Imam Wahyudi selaku pelatih drum band menguatkan pernyataan tersebut. Beliau menyatakan bahwa

“Lagu yang diajarkan dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler drum band di sini selain mengenalkan lagu nasional juga mengangkat lagu etnik Banyuwangi. Bahkan, ketika ada even tertentu, kita mengemas drum band tersebut dalam bentuk drama kolosal di mana lagu nasional

28 Eka Isnaiyah, Wawancara, Banyuwangi 2 Agustus 2021

29 Son Haji, Wawancara, Banyuwangi 2 Agustus 2021

30 Yuni Romila, Wawancara, Banyuwangi 2 Agustus 2021

pakaian dan lagunya itu sendiri.”31

Hasil wawancara dengan Asyraf Azka Sakira anggota satuan drum band kelas IV menyatakan bahwa

“Seneng banget mbak, saya jadi lebih mengenal lagu Banyuwangi yang sebelumnya saya tidak tahu, sekarang menjadi tahu dan seneng menyanyikannya. Ternyata lagu Banyuwangi itu asyik juga buat latihan drum band”.32

Dari beberapa pernyataan di atas sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti tanggal 2 dan 4 Agustus 2021 pukul 10.00-12.00 dengan bapak Imam Wahyudi di Mi An Najahiyyah mengenai cinta tanah air yaitu lagu-lagu yang diajarkan dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di MI An-Najahiyyah mengajarkan lagu nasional maupun lagu daerah dan terkadang dikolaborasikan antara keduanya”.33

Berdasarkan hasil pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan ekstrakurikuler drum band terdapat nilai-nilai nasionalisme berupa cinta tanah air. Indikator nilai-nilai itu dapat ditunjukkan dengan lagu-lagu yang diajarkan kepada anggota satuan drum band. Lagu-lagu yang diajarkan berupa lagu nasional, lagu daerah dan kolaborasi keduanya. Bahkan, ketika ada even besar, MI An-Najahiyyah tidak hanya menampilkan lagu saja tetapi mengemas

31 Imam Wahyudi, Wawancara, Banyuwangi 2 Agustus 2021

32 Asyraf Azka Syakira Kelas IV, Wawancara, Banyuwangi 2 Agustus 2021

33 Peneliti, Observasi, Banyuwangi 4 Agustus 2021

lagu, tarian dan pakaian dalam bentuk drama kolosal sehingga kegiatan tersebut menjadi lebih hidup, bersemangat dan menumbuhkan kepribadian nasionalisme yang kuat pada diri peserta didik. Berikut dokumentasi ketika peserta didik latihan memadukan antara lagu nasionalisme dengan tarian daerah Banyuwangi.

Link: https://youtu.be/6xZyMjiDmVY Gambar 4.5

Memadukan Lagu Nasionalis dengan Tarian Daerah

Sumber: Dokumentasi di MI An Najahiyyah Pakistaji Kabat Banyuwangi34 c. Tanggung Jawab

Tanggung jawab yang dimaksud adalah melaksanakan tugas dengan penuh sungguh-sungguh, bertanggung jawab dengan alat yang dipegang, mengambil dan mengembalikan alat sesuai dengan tempatnya.

Dari beberapa indikator yang disebutkan di atas, ibu Eka Isnaiyah selaku kepala Madrasah menyampaikan

34 Dokumentasi, Memadukan Lagu Nasionalisme dengan Tarian Daerah Banyuwangi

ekstrakurikuler pilihan di madrasah ini, akan tetapi saya melihat di sini anggota satuan sudah menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi terhadap kegiatan tersebut. Hal ini dibuktikan dengan tanggung jawab mereka dalam mempelajari materi baru, ketika mendapat materi baru, mereka dengan penuh semangat dan tanggung jawab menghafal”.35

Bapak Son Haji selaku WaKa Kurikulum menambahkan

“Saya melihat semangat anggota satuan dalam mengikuti latihan kegiatan ekstrakurikuler drum band di sela-sela istirahat sekolah pagi, anak-anak kompak berlatih supaya cepat menguasai lagu. Saya pikir itu adalah salah satu bentuk tanggung jawab mereka atas pilihan mereka menjadi anggota satuan drum band”.36

Bapak Abdul Aziz selaku guru kelas V menambahkan

“Semangat yang dimiliki peserta didik dalam tanggung jawab dapat terlihat pada saat latihan berlangsung dan bahkan ketika mengerjakan tugas dalam proses pembelajaran di kelas”.37 Bapak Imam Wahyudi selaku pelatih drum band menyatakan bahwa

“Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ekstrakurikuler drum band apalagi sejak mengkolaborasikan budaya nasional dengan etnik Banyuwangi. Semangatnya luar biasa. Ketika mengambil dan mengembalikan alat juga mereka melakukannya dengan penuh tanggung jawab. Ya...meskipun masih ada juga beberapa anak yang tidak tertib”.38

Hasil wawancara dengan Amirotul Sholeha anggota satuan drum band kelas V menyatakan bahwa

“Sejak mengikuti kegiatan drum band etnik ini mbak, saya semakin mengenal dan semangat dalam mengikuti latihan dan

35 Eka Isnaiyah, Wawancara, Banyuwangi 05 April 2021

36 Son Haji, Wawancara, Banyuwangi 05 April 2021

37 Abdul Aziz, Wawancara, Banyuwangi 09 Agustus 2021

38 Imam Wahyudi, Wawancara, Banyuwangi 09 Agustus 2021

adalah bentuk tanggung jawab saya karena ini adalah pilihan saya”.39

Pernyataan di atas sesuai hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 09 dan 11 Agustus 2021 pukul 10.00 bersama bapak Imam Wahyudi di MI An Najahiyyah menunjukkan bahwa tanggung jawab anggota satuan menghafal materi baru, tanggung jawab mereka untuk selalu hadir dalam latihan, serta tanggung jawab mereka ketika mengambil dan mengembalikan alat ke tempat semula.40

Berdasarkan hasil pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa, dalam kegiatan ekstrakurikuler drum band terdapat nilai-nilai tanggungjawab. Indikator nilai-nilai itu dapat ditunjukkan dengan tanggungjawab mereka dalam menguasai lagu, mengambil dan mengembalikan alat pada tempatnya, semangat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh pelatih. Berikut dokumentasi ketika peserta didik latihan dengan sungguh-sungguh meskipun tanpa pengawasan.

39 Amirotu Sholeha Kelas V, Wawancara, Banyuwangi 09 Agustus 2021

40 Imam Wahyudi, Observasi, Banyuwangi 11 Agustus 2021

Dokumen terkait